cover
Contact Name
Bohari
Contact Email
Bohari
Phone
-
Journal Mail Official
ghidzajurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta Km.9. Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 26152851     EISSN : 26227622     DOI : -
Core Subject : Health,
GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan adalah jurnal semi-tahunan yang diterbitkan pada bulan Juli dan Desember. GHIDZA dikelola oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat dan diterbitkan oleh Universitas Tadulako. GHIDZA menyediakan forum untuk dosen, akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk menyampaikan dan berbagi pengetahuan dalam bentuk artikel penelitian empiris dan teoritis dibidang gizi dan kesehatan.
Articles 35 Documents
The Correlation Between Personal Hygiene and Food Processing in Diarrhea Occurrences on Post-Earthquake And Liquefaction Toddlers In Refugee Camps Of Biromaru Public Health Center Herawanto, Herawanto; Rositadinyati, Annisa Fitri; Rau, Muh. Jusman; Marselina, Marselina; Purwanti, Litha
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2020): July
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.358 KB) | DOI: 10.22487/ghidza.v4i1.29

Abstract

Diarrhea can infect victims of disasters due to the poor sanitation and the unavailability of clean water facilities caused by disaster damage. Biromaru Public Health Center is the health center with the highest diarrhea cases in earthquakes and liquefaction disasters. The purpose of this study was to determine the relationship between personal hygiene and food processing on the incidence of diarrheal diseases in post-disaster toddlers in the evacuation area of ​​Biromaru Public Health Center. This research is analytic observational. Samples in the study were 130 respondents, taken using the proportional stratified random sampling method. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with a chi-square test using ɑ = 5%. Chi-square test results showed hand washing with soap habits (ρ = 0,000), nail hygiene (ρ = 0,000) and food processing (ρ = 0,000). The conclusion of this study there is a relationship between hand washing with soap habits with the incidence of toddler diarrhea in the refugee working area of ​​the Biromaru Public Health Center, there is a relationship between nail hygiene with the incidence of toddler diarrhea in the refugee working area of ​​the Biromaru Public Health Center, and there is a relationship between food processing and the incidence of toddler diarrhea in the refugee working area of ​​the Biromaru Public Health Center. We expected mothers/caregivers of toddlers to take hand washing with soap actions, maintain nail hygiene, and process food properly
Pola Makan dan Kejadian Obesitas Pada Anak Sekolah Dasar Di Kabupaten Gorontalo Maesarah, Maesarah; Djafar, Lisa; Adam, Deysi
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (934.41 KB) | DOI: 10.22487/ghidza.v3i2.22

Abstract

Obesitas merupakan masalah global yang melanda masyarakat dunia baik di Negara maju maupun Negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola makan dengan kejadian obesitas pada anak sekolah dasar di Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini dilaksanakan di 2 sekolah dasar di Kabupate Gorontalo. Desain penelitian menggunakan desain descriptive. Sampel salam penelitian adalah siswa sekolah dasar kelas 4,5,&6 (n= 238) siswa yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara langsung dengan metode wawancara menggunakan kuisioner terstruktur dan Formulir Recall 24 jam. Keseluruhan sampel yang bersedia menjadi sampel menandatangani informed Concent disertakan dalam penelitian.Analisis data menggunakan SPSS 22 serta analisis asupan makanan menggunakan Nutrisurvey. Berdasarkan hasil penelitian 53,8% anak memiliki kebiasaan mengkonsumsi Junk Food sering ( ≥3 kali/ minggu). Dan hasil analisis asupan makanan yang diperoleh melalui food Recall 24 jam rata-rata anak dengan asupan Karbohidrat ≥80% AKG, asupan Protein ≤ 80% AKG, dan Asupan Lemak ≥80% AKG. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu konsumsi junk food pada anak sangat sering yaitu ≥ 3 kali / minggu dan rata-rata asupan karbohidrat dan lemak ≥80% AKG dan asupan Protein rendah ≤ 80%
Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah Di Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji Makassar Masithah, St
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1157.893 KB) | DOI: 10.22487/ghidza.v3i2.21

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram. Penyebab kematian bayi baru lahir (neonatus) yang terbanyak disebabkan oleh kegawatdaruratan dan penyulit pada masa neonatus, salah satunya Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Penelitian bertujuan untuk mendapatkan gambaran kejadian BBLR di RSUD Labuang Baji Makassar. Metode penelitian adalah penelitian survei dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Dari total populasi sebanyak 427 orang, diperoleh sampel sebanyak 120 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan kelompok umur ibu <20 dan >35 tahun (risiko tinggi) sebanyak 65 orang (54,1%) dan pada kelompok umur 20-35 tahun (risiko rendah) sebanyak 55 orang (45,83%), paritas 1-3 (risiko rendah) sebanyak 45 orang (37,5%) dan pada paritas >3 (risiko tinggi) sebanyak 75 orang (62,5%), status ekonomi tinggi (UMR >1.440.000/bulan) sebanyak 30 orang (25%) dan status ekonomi rendah (UMR <1440.000/bulan) sebanyak 90 orang (75%). Kesimpulan yaitu umur ibu, paritas, dan status ekonomi merupakan faktor-faktor risiko terjadinya BBLR
Efektivitas Intervensi Pendidikan Gizi Pada Program Suplementasi Besi Terhadap Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Rahmiati, Baiq Fitria; Naktiany, Wayan Canny; Ardian, Junendri
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.973 KB) | DOI: 10.22487/ghidza.v3i2.20

Abstract

Anemia merupakan masalah gizi mikro yang banyak terjadi di seluruh dunia terutama pada kelompok usia remaja putri. Prevalensi anemia pada remaja putri sampai 22.2% (Riskesdas 2013). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pendidikan gizi pada siswa terkait pengetahuan, sikap dan perilaku terhadap suplementasi tablet tambah darah. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan intervensi pendidikan gizi pada remaja putri tingkat Sekolah Menengah Atas pada bulan September 2019. Analisis data menggunakan uji t test untuk melihat keberhasilan pendidikan gizi setelah diberikan intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan yang signifikan dalam nilai dan tingkat pengetahuan dari remaja putri (p <0,05), nilai sikap dari remaja putri (p <0,05). Jumlah konsumsi tablet tambah darah meningkat setelah pemberian edukasi gizi. Dengan demikian intervensi pendidikan gizi dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah pada remaja putri.
Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Gizi Seimbang Pada Remaja Nuryani, Nuryani
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1270.549 KB) | DOI: 10.22487/ghidza.v3i2.19

Abstract

Pengetahuan, sikap dan praktek gizi seimbang akan berdampak terhadap status gizi remaja, sehingga dibutuhkan instrument pengukuran yang sudah teruji validitas dan reliabilitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menilai validitas dan reliabilitas kuesioner pengetahuan, sikap dan perilaku gizi seimbang pada kelompok remaja. Metode penelitian adalah penelitian deskriptif dilakukan di SMPN 02 Limboto dengan jumlah sampel 30 siswa diambil secara accidental sampling. Analisis data validitas mengunakan korelasi pearson, sementara uji reliabilitas menggunakan internal reliability (cronbach α) dan eksternal reliability (test – retest) yang dilakukan berselang 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan dari 21 item pertanyaan pengetahuan gizi terdapat 2 item pertanyaan yang tidak valid, 27 item pertanyaan Que CA terdapat 2 item yang tidak valid, 15 item pernyataan sikap gizi seimbang terdapat 2 item yang tidak valid, 13 item pernyataan perilaku gizi seimbang yang valid. Uji internal reliability pengetahuan gizi seimbang, pengetahuan Ques CA, sikap dan perilaku gizi seimbang (cronbachα = 0,687; 0,653; 0,680 dan 0,725 berturut – turut), eksternal reliability dengan test – retest pengetahuan gizi seimbang, pengetahuan Ques CA, sikap dan perilaku gizi seimbang (r = 0,564; 0,642; 0,233 dan 0,683 secara berturut – turut), tidak terdapat perbedaan secara signifikan rata – rata skor pada pengukuran test 1 dengan tes 2. Kesimpulan validitas dan reliabilitas kuesioner tergolong baik.
Karakteristik Sensori dan Kimiawi Non-Meat Burger Patties Berbasis Kearifan Pangan Lokal Fadly, Dzul; Purwayantie, Sulvi
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2019): July
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1122.715 KB) | DOI: 10.22487/ghidza.v3i1.16

Abstract

Latar belakang: Tren konsumsi masyarakat yang cenderung tinggi dalam mengkonsumsi makanan cepat saji terus meningkat tiap tahunnya. Hal ini menjadi dasar bagi pengembangan produk cepat saji berbahan dasar pangan lokal agar konsumsi bahan makanan lokal nantinya dapat ditingkatkan. Tujuan: Kajian ini merupakan untuk pengembangan produk bahan pangan lokal, yaitu kacang merah, jagung, maupun jamur tiram menjadi non-meat burger patty yang merupakan bagian dari makanan cepat saji. Metode: Studi ini bersifat eksperimental dengan desain Rancangan Acak lengkap. Bahan utama pembuatan produk adalah kacang merah, jagung, dan jamur tiram. Analisis sensori yang terdiri atas uji hedonik dan mutu hedonik dilakukan dengan menggunakan skala visual analog scale. Terdapat tiga formulasi, yaitu formulasi F1 rasio 30 g kacang merah : 30 g jagung : 40 g jamur, F2 rasio 30 g kacang merah : 40 g jagung : 30 g jamur, dan F3 rasio 40 g kacang merah : 30 g jagung : 30 g jamur. Hasil: Hasil uji hedonik dan mutu hedonik terhadap tiga formulasi produk pada lima parameter, yaitu rasa, warna, aroma, tekstur, dan keseluruhan memperlihatkan nilai yang tidak berbeda signifikan secara statistic pada P < 0,05. Analisis karakteristik kimiawi dilakukan terhadap komposisi proksimat yang meliputi kadar air, protein, lipid, abu, dam karbohidrat. Produk terpilih, yaitu F2 memiliki kadar air 64,17 ± 0,11 %; lemak 4,24 ± 0,06 %; protein 10,36 ± 0,27 %; abu 6,57 ± 0,19 %; dan karbohidrat 14,66 ± 0,38 %. Simpulan: Dengan demikian, produk ini dapat menjadi salah satu alternative diversifikasi pangan berbasis kearifan pangan lokal
Pengaruh Pemberian Jus Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Nisa, Finda Khoirun; Ningtyias, Farida Wahyu; Sulistiyani, Sulistiyani
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2019): July
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1385.888 KB) | DOI: 10.22487/ghidza.v3i1.15

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang perlu diperhatikan karena angka prevalensinya yang tinggi. Buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) mengandung kalium, flavonoid, dan vitamin C yang dapat menurunkan tekanan darah. Kulit buah naga mengandung zat pentacyclic, triyepene, dan taraxast yang dapat melenturkan pembuluh darah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan membuktikan pengaruh pemberian jus buah naga merah dengan penambahan kulit buah naga merah sebanyak 20% terhadap penurunan tekanan darah. Metode: Jenis penelitian ini adalah quacy experimental dengan rancangan non equivalent control group design. Penelitian ini menggunakan 36 subjek berusia 18-40 tahun, dengan tekanan darah optimal, normal, dan normal tinggi. Subjek penelitian kemudian dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Kelompok perlakuan diberi jus buah naga merah sebanyak 200 ml yang berasal dari 100 gram daging buah naga merah dan kulit buah naga merah sebanyak 20% yang diberikan 2 kali sehari selama 3 hari. Pada kelompok kontrol tidak diberi perlakuan, hanya dilakukan kontrol tekanan darah pretest dan posttest.Analisis statisitik menggunakan uji Independent t-test, Mann-Whitney, Dependent t-test dan Wilcoxon. Hasil: Kelompok perlakuan mengalami penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik sebesar 6,11 ± 6,31 mmHg (p=0,002) dan 3,33 ± 4,53 mmHg (p=0,189). Kesimpulan: Pemberian jus buah naga merah dengan penambahan kulit buah naga merah sebanyak 20% efektif dalam menurunkan tekanan darah sistolik.
Prevalensi Komponen Sindrom Metabolik Pada Pegawai Bumn PT Wijaya Karya Divisi IV Surabaya Ayunin, Ulinnuha Qurrota; Retnowati, Endang; Prayitno, Jongky Hendro
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2019): July
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.795 KB) | DOI: 10.22487/ghidza.v3i1.14

Abstract

Latar Belakang: Sindrom metabolik merupakan sekumpulan faktor risiko yang ditemukan muncul bersamaan yakni perpaduan antara adanya kenaikan kadar glukosa darah, abnormalitas profil lemak, tekanan darah tinggi, dan obesitas abdomen. Prevalensi sindrom metabolik pada pegawai di Indonesia sebesar 24,4% dan cenderung meningkat terutama pada usia pekerja yang relatif muda. Seseorang dapat dikatakan menderita sindrom metabolik apabila memilik minimal tiga dari lima kriteria yang dikeluarkan oleh NCEP ATP III. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi komponen sindrom metabolik pada para pegawai dan diharapkan dapat menjadi data awal dalam upaya pencegahan dan pengobatan. Metode: Penelitian deskriptif terhadap 70 pekerja yang berpartisipasi dalam pemeriksaan kesehatan tahunan dilakukan oleh PT Wijaya Karya Divisi IV Surabaya periode Oktober 2016. Variabel yang dianalisis meliputi prevalensi sindrom metabolik, komponen, usia, jenis kelamin, dan pekerjaan lokasi. Data yang didapat kemudian dipaparkan dalam tabel distribusi. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan bahwa prevalensi sindrom metabolik pada pegawai adalah 22.1% dengan laki – laki sebagai jenis kelamin terbanyak (93.3%) dan kelompok usia terbanyak adalah 31 – 40 tahun (33.3%). Pekerja di dalam kantor memiliki prevalensi lebih besar (66.7%) daripada pekerja lapangan. Jumlah penanda sindrom metabolik yang terbanyak sindrom metabolik ditemukan adalah 3 penanda (66.7%) dengan urutan dari yang terbanyak ditemukan adalah kadar trigliserida (35.5%), tekanan darah (32.4%), kadar kolesterol HDL (26.5%), kadar glukosa darah puasa (23.5%) dan lingkar perut (21.3%). Kesimpulan: Prevalensi sindrom metabolik di kalangan pekerja adalah 22,1% yang menunjukkan lebih dari seperlima populasi pekerja memiliki masalah kesehatan serius yang harus ditindaklanjuti
Anemia Dan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah Di Rumah Sakit Umum Anutapura Palu Nur, A.Fahira
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2018): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.248 KB) | DOI: 10.22487/ghidza.v2i2.11

Abstract

Latar Belakang & Tujuan : Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan masalah yang termasuk besar di dunia, karena dapat mengakibatkan pertumbuhan janin terganggu, sehingga generasi penerus bangsa akan berpengaruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan anemia dengan kejadian berat badan lahir rendah di Rumah Sakit Umum Anutapura Palu . Bahan dan Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan observasional Analitik dengan pendekatan Cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 91 responden yang ditentukan dengan teknik Accidential sampling. Analisis data yaitu uji che-square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil : Ibu yang anemia yaitu 72,5% dan BBLR yaitu 40,7%. Anemia kategori berat yaitu 4,39%, sedang yaitu 37,3%, dan ringan yaitu 30,7%. Tingkat anemia berpengaruh signifikan terhadap berat badan lahir (ρ= 0,000). Anemia memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian berat badan lahir rendah (ρ= 0.000) di Rumah Sakit Umum Anutapura Palu. Kesimpulan : Anemia pada ibu hamil memiliki korelasi yang positif terhadap berat badan lahir bayi dan berhubungan dengan kejadian berat badan lahir rendah
Penyelenggaraan Makanan Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas Iia Palu Oksandi, Oksandi; Rahman, Nurdin; Arifuddin, Adhar
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2018): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1178.195 KB) | DOI: 10.22487/ghidza.v2i2.9

Abstract

Latar Belakang & Tujuan : Kualitas penyelenggaraan makanan diorientasikan kepada kepuasan konsumen dengan memperhatikan berbagai hal antara lain penampilan makanan, cita rasa dan variasi menu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepuasan narapidana terhadap penyelenggaraan makanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palu. Bahan dan Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Cross Sectional. Jumlah populasi yaitu 422 narapidana dan jumlah sampel yaitu 81 narapidana dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Data dianalisis secara deskriptif yaitu analisis univariat dan bivariat, pada taraf kepercayaan 95% (p<0,05). Hasil : Responden menilai penampilan makanan yang kurang baik yaitu 24,69%, cita rasa makanan yang kurang baik yaitu 14,81%, dan variasi menu yang kurang baik yaitu 18,51%. Hal ini berarti bahwa penampilan makanan, citarasa makanan, dan variasi menu yang disediakan termasuk baik dan penilaian kepuasan terhadap penyelenggaraan makanan termasuk puas yaitu, 88,88%. Penelitian menunjukkan bahwa penampilan makanan berhubungan dengan kepuasan penyelenggaraan makanan (ρ=0,006), cita rasa makanan berhubungan dengan kepuasan penyelenggaraan makanan (ρ=0,000), dan variasi menu berhubungan dengan kepuasan penyelenggaraan makanan (ρ=0,009). . Kesimpulan : Semakin baik mutu makanan yang disediakan untuk narapidana, maka semakin puas pula terhadap penyelenggaraan makanan

Page 1 of 4 | Total Record : 35