cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 55 Documents
FAKTOR RISIKO KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI KECAMATAN BATURETNO KABUPATEN WONOGIRI Setia Kurniasari, Ryana Ayu; suhartono, suhartono; Cahyo, Kusyogo
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 11, No 2 (2012): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.035 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.11.2.198-204

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan suatu jenis penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberkulosis. Ada berbagai macam faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya tuberkulosis. Di Kabupaten Wonogiri, penderita tuberkulosis paru terbanyak selama 3 tahun terakhir berasal dari Kecamatan Baturetno sebanyak 79 kasus pada tahun 2011. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru di Kecamatan Baturetno. Jenis penelitian ini adalah studi observasional analitik dengan menggunakan metode case control research. Sampel penelitian ini sebanyak 68, terdiri dari 34 kasus dan 34 kontrol. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi square untuk mengetahui deskripsi dan hubungan faktor risiko dengan kejadian tuberkulosis paru. Hasil analisis bivariat yang terbukti berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru adalah; pencahayaan ruangan (p = 0,025) dan luas ventilasi (p = 0,005). Dari keseluruhan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru adalah pencahayaan ruangan dan luas ventilasi. Kata kunci : faktor risiko, tuberkulosis paru
PELAKSANAAN PATIENT SAFETY ASPEK TUJUH LANGKAH BERDASARKAN PERAN KOMITE MEDIK DI RUMAH SAKIT ISLAM NAHLAHATUL ULAMA DEMAK Sihotang, Sulianti Rosianna
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 18, No 1 (2019): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.756 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.18.1.%p

Abstract

Tugas Komite Medik adalah melakukan monitoring dan evaluasi mutu pelayanan medis melalui pembentukan sub komite-sub komite. Peran Komite Medik terhadap pelaksanaan patient safety di RSI. NU Demak belum terlaksana dengan baik. Keberadaan Komite Medik belum mempunyai peran yang berpengaruh terhadap pelaksanaan patient safety. Dari uraian di atas maka perlu dilakukan analisis peran Komite Medik dalam pelaksanaan patient safety aspek tujuh langkah menuju keselamatan pasien di Rumah Sakit Islam Nahdlatul Ulama Demak.Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam dan observasi. Informan utama pada penelitian ini adalah sekretaris Komite Medik, dokter spesialis bedah serta dokter umum, dan Informan triangulasi yaitu direktur, ketua Komite Medik, dan Komite Mutu Keselamatan dan Kinerja. Analisis data dilakukan dengan metode content analysis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan Komite Medik di RSI. NU Demak masih belum berperan secara aktif karena implementor belum memahami sepenuhnya tentang manajemen pelakasanaan tujuh langkah menuju keselamatan pasien. Aspek komunikasi terkait sosialisasi sudah baik sedangkan aspek komunikasi dalam tim pelaksanan masih kurang. Jumlah sumber daya manusia dan sarana prasarana masih kurang. Aspek disposisi menunjukkan bahwa sikap petugas masih kurang dan masih ada yang belum memiliki komitmen tinggi. Aspek birokrasi masih kurang. Standar Prosedur Operasional khusus untuk melaksanakan tujuh langkah menuju keselamatan pasien belum ada, hanya ada di tiap-tiap bagian yang dianggap menjadi dasar.
SELENIUM DAN VITAMIN C SEBAGAI PENGOBATAN PENCEGAHAN PADA KERACUNAN PESTISIDA (STUDI EKSPERIMEN PADA PETANI PENYEMPROT DI TEMANGGUNG JAWA TENGAH) Suwondo, Ari
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 9, No 1 (2010): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.782 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.9.1.1-6

Abstract

Symptoms of organophosphate intoxication are a result of blocking the activity of blood cholinesteraseenzyme (ChEA). The ability of liver to do de toxification using pathway of O-Dealchylation onorganophosphate and cholinesterase bound and helped out by Glutathione peroxides enzyme (GPX) hasimportant role in returning the level of ChEA to the normal level. GPX is dependent on the presence ofselenium. The objective of this study is to obtain more understandable benefit of adding selenium andvitamin C towards the ChEA, GPX and hemoglobin level of farmers worked as pesticide sprayers.This is an experimental study using Pretest-posttest Control Group Design. Ninety nine respondents inPasuruan village, sub district of Bulu, Temanggung who fulfilled inclusion and exclusion criteria wereselected as study samples. Samples were divided into 3 groups of 33 people. First group received onlySelenium, second group received Selenium and Vitamin C and third group is a control group (nosupplementation given). Blood samples of all study samples were taken to identify the level of ChEA, GPXand hemoglobin before and after experimentLevel of ChEA in the first group compared with the third group was significantly different (p=0.05). Similarfinding was also found for the level of ChEA in second group compared with third group (p= 0.014).Supplementation of Selenium 200 ?g for 7 days among pesticides sprayers farmers increase 1.85% level of ChEA and 2.66% level of hemoglobin.Keywords: Selenium, vit C, level of GPX, ChEA and Hemoglobin.permalink : http://ejournal.undip.ac.id/index.php/mkmi/article/view/2792 
ANALISIS POSTUR KERJA MENGGUNAKAN METODE RULA DAN KELUHAN MSD SOPIR ANGKOT DI TEMBALANG -, ekawati
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 11, No 2 (2012): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1630.477 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.11.2.132-136

Abstract

Analysis of working posture with RULA (Rapid Upper Limb Analysis) methods and Musculoskeletal Disoreder of transport driver?s in Tembalang. Musculoskeletal Disorder (MSD) is a discomfort condition on sceletal muscle, it is caused by the working exposure, unergonomic working posture. Transport driver?s is one of the workers who are at risk due to MSD because of awkward sitting work posture. The goal of this research was to describe the work postures and MSD of transport driver?s in Tembalang. The population and sample was all of transport driver?s in Tembalang. The data of work postures obtained through observation assessed using RULA methods. The data od MSD obtained through interview based on Nordic Body Map questionnaires. The result of this research showed that the work postures of transport driver?s was at action level 2 and 3; it?s mean that the next investigation was needed. All of transport driver?s had MSD condition, especially on the left leg, right leg and waist (73,3%, 63,3% dan 60%).
PAPARAN TIMBAL (PB) PADA RAMBUT SOPIR ANGKOT RUTE JOHAR-KEDUNGMUNDU Anggraini, Herlisa; Triwahyuni Maharani, Endang
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 11, No 1 (2012): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.054 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.11.1.47-50

Abstract

Supir bekerja di jalan sehari-hari, mendapatkan paparan langsung polusi udara, terutama oleh Timah (Pb). Oleh karena itu mereka sangat rentan terhadap dampak negatif dari timah (Pb) yang menyerang sistem saraf. Objek penelitian adalah rambut supir angkutan umum rute Johar hingga Kedung Mundu dengan kriteria tertentu. Sampel dari 5 orang diambil dari orang-orang dengan pengalaman kerja yang mulai dari 5-10 tahun, dan orang-orang dengan pengalaman keria yang berkisar 10-15 tahun, setiap sampel dianalisis dengan duplo way. Hasil penelitian: ternyata jumlah timah (Pb) ditemukan di rambut sangat sedikit, oleh karena itu tes kualitatif digunakan metode SSA di mana ada tingkat daya serap, berarti bahwa tes kualitatif untuk Pb logam memiliki hasil positif. Jumlah terendah Pb ditemukan di rambut supir ditemukan pada yang sudah bekeria selama 5 tahun dengan kode sampel I, sementara jumlah tertinggi Pb ditemukan pada rambut supir yang sudah bekerja selama 15 tahun dengan kode sampel D. Kata kunci : Analisis Jumlah, Timah (Pb), Supir Angkutan Umum The Profiles of Lead Exposure On Public Transportation Driver's Hair, Route Johar to Kedungmundu; Drivers work in the street everyday, getting direct exposure to the air pollution, especially to Lead (Pb). Therefore they are very vulnerable to the negative effects of Lead (Pb) that attacks the neuro system. Object of the research is Johar - Kedung Mundu route public transportation drivers hair with certain criteria. Samples of 5 people are taken each for those with working experience ranging from 5 to 10 years, and those with working experience ranging from l0 to 15 years, each samples are analyzed with duplo way. The results of the research are: the amount of Lead (Pb) found on the hair is presumably very little, therefore the qualitative test is used by using SSA method in which there is absorbance rate, meaning that the qualitative test to Pb metal has a positive result. The lowest amount of Pb found in the driver?s hair is the one of the driver who already worked for 5 years with sample code I, while the highest arnount of Pb found in the driver?s hair is the one of the driver who already worked for 15 years with sample code D. Keywords: amount analysis, Lead (Pb), public transportation driver's hair
PERILAKU SEKS WARIA DI KOTA TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Faulina, Rinny; Nugraha Prabamurti, Priyadi
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 11, No 1 (2012): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.1 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.11.1.86-93

Abstract

Kota Tarakan memiliki angka prevalensi tertinggi kasus HIV AIDS (9,28%) di Provinsi Kalimantan Timur dimana kasus HIV (+) banyak ditemukan pada kelompok waria. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perilaku seks waria kaitannya dengan penularan HIV/AIDS di Kota Tarakan. Jenis penelitian adalah explanatory research dengan pendekatan cross sectional dan sampel sebanyak 49 responden. Analisis data secara univariat, bivariat dan multivariate, sedangkan data kualitatif dianalisis dengan metode content analisis. Hasil penelitian menunjukkan adanya antara korelasi pengetahuan (p value=0.005), persepsi kerentanan (p value=0.036), persepsi manfaat (p value=0.004), persepsi hambatan (p value=0.037) dengan perubahan perilaku seks responden, dan variabel yang paling berpengaruh adalah pengetahuan. Kata Kunci: perilaku seks, waria, HIV/AIDS, pengetahuan, persepsi. the sexual behavior of transsexuals in Tarakan City; Tarakan City has the highest HIV/AIDS prevalence (9.28%) among the regencies/cities in East Kalimantan Province, that HIV (+) cases are found mainly in the transsexuals group. The objective of this research is to analyze the influencing factors on the sexual behayior of transsexuals in order to prevent of HIV/AIDS in Tarakan City. This is an explanatory research with the cross-sectional approach. The number of samples is 49 respondents. The data was analyzed by uni-variate, bi-variate, and multi-variate analysis. Meanwhile, the qualitative data analyzed by using the content analysis. From the research results, it was found that there were connections between the level of knowledge of HIV/AIDS (p value=0.005), perceived susceptibility (p value=0.036), perceived benefits (p value =0.004) and perceived barriers (p value=0.037) to the sexual behavior of transsexuals, and the most significantly influencing is the adequate knowledge of HIV/AIDS. Keywords: sexual behavior; transsexual, HIV/AIDS, knowledge, and perception
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS UDARA DALAM RUANG DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANDARHARJO KOTA SEMARANG Sari, Devina Andan; Budiyono, Budiyono; Darundiati, Yusniar Hanani
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 18, No 3 (2019): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.809 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.18.3.12-18

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Di Indonesia, prevalensi pneumonia pada bayi hampir 2 kali lebih banyak dibandingkan dengan pneumonia dengan balita. Kematian bayi yang disebabkan oleh pneumonia di Puskesmas Bandarharjo adalah 2 diantara 11 kematian bayi di Kota Semarang.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kualitas fisik udara dalam ruang dengan kejadian pneumonia pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo Semarang.Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross-sectional.  Populasi dalam penelitian ini adalah bayi yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo. Sampel dalam penelitian sebanyak 61 bayi. Sampel diambil dengan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data berasal dari hasil  wawancara terkait karakteristik bayi dan orang tua, status merokok anggota keluarga serta penggunaan anti nyamuk bakar. Data PM10, suhu, kelembaban dan intensitas cahaya diukur dengan menggunakan Personal Dust Sampler, thermo-hygrometer dan lux meter. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat chi-square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar debu terhirup sebesar 165?g/m3, suhu udara 30,3°C, kelembaban udara 69,3% dan intensitas cahaya 58,3 lux. Terdapat hubungan antara kadar debu terhirup (p=0,039), kelembaban udara (p=0,041), status merokok anggota keluarga (p=0,030), dan penggunaan anti nyamuk bakar (p=0,008) dengan kejadian pneumonia, sedangkan suhu udara (p=0,371), intensitas cahaya (p=0,295) tidak berhubungan dengan kejadian pneumonia.Simpulan: Kesimpulan dalam penelitian ini adalah  terdapat hubungan antara kualitas fisik udara dalam ruang rumah dengan kejadian pneumonia pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo Kota Semarang.
PERBANDINGAN KEJADIAN DISMENORE PADA AKSEPTOR PIL KB KOMBINASI DENGAN AKSEPTOR SUNTIK KB 1 BULAN DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS PASAYANGAN Noor, Meitria Syahadatina; Yasmina, Alfi; Di Hanggarawati, Connyvera
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 9, No 1 (2010): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.743 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.9.1.14-17

Abstract

More than 50% women who have menstruations will get dysmenorrheal occurrence. Dysmenorrhea is a typeof pain in the stomach that originates from uterine cramps in the menstrual period. Using the oralcontraceptive and monthly injected contraceptive can reduce dysmenorrhea occurrence. The aim of the studywas to find out the difference of dysmenorrheal occurrence between the oral contraceptive users and monthlyinjected contraceptive users in Pasayangan Public Health Center. It was an analytic observational study withcross-sectional design. Sample were chosen by purposive sampling technique. Subjects in this research were30 oral contraceptive users and 30 monthly injected contraceptive users in Pasayangan Public Health Center.The dysmenorrheal occurrence was assessed with questionnaire. The result of the research indicated thatdysmenorrheal occurrence were suffered more by oral contraceptive users (8 subjects), while only 1 bymonthly injected contraceptive users. Analysis with Fisher?s Exact Test gave p value of 0.026 (p < 0.05),hence it could be concluded that dysmenorrheal occurrence in monthly injected contraceptive users weresignificantly lower than those in oral contraceptive users.Keywords: dysmenorrhea, oral contraceptive, monthly injected contraceptivehttp://ejournal.undip.ac.id/index.php/mkmi/article/view/2818
KEANDALAN MANUSIA (HUMAN RELIABILILY ASSESMENL) PADA MASINIS PT. KAI DAOP IV KOTA SEMARANG Mustika Hati, Arlina; Widjasena, Baju; Wahyuni, Ida
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 11, No 1 (2012): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.361 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.11.1.1-7

Abstract

Tuntutan tugas masinis terhadap keselamatan penumpang serta pengguna jalan menuntut masinis untuk memiliki keandalan tinggi dalam pengoperasian KA. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis keandalan masinis dengan mengidentifikasi kesalahan yang mungkin teriadi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan menggunakan metode HEART dalam perhitungan keandalan masinis dan NASA TLX sebagai pengukuran beban kerja mental secara subjektif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari perhitungan NASA TLX, pekerjaan masinis termasuk dalam beban kerja berat dimana 81,41% informan mengalami beban kerja mental tinggi. Nilai R total yang dihitung dengan metode HEART diperoleh 0,66 dengan urutan nilai keandalan terbesar hingga terkecil adalah perjalanan KA di jalan bebas (0,99), persiapan dinas (0,99), persiapan keberangkatan (0,99), pemberangkatan masinis (0,99) dan penggunaan radio loko (0,70). Kata kunci : keandalan manusia, HEART, NASA TLX, masinis Human Reliahility Assesment of Train Engineer of PT. KAI DAOP IV Semarang City; Therefore, assessment of reliability and the factors that affect the operator error PT. KAI DAOP IV is significant for analysis. The purpose of this study is to analyze the reliability engineer to identify probability error. This study is a descriptive qualitative research method with the calculation of reliability HEART and NASA TLx to measuring subjective mental workload machinist. The result sof this research from NASA TLx that machinist jobs included in the heavy mental workload in which 81.41% of informants. The Reliability total value by HEART method obtained is 0.66 with the order of largest to smallest value is the train trip on the railway (0.99), preparation of service (0.99), preparation for departure(0.99), departure machinist (0.99) and the use of radio cab (0.70). Keyword : human reliability, HEART, NASA TLX, train engineer  
DAMPAK PEMBERIAN BISKUIT PADA IBU HAMIL BERISIKO KEKURANGAN ENERGI KRONIS TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN Sairuroh, Sairuroh
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 18, No 2 (2019): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.475 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.18.2.1-6

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Pada 2016 penyebab Angka Kematian Bayi tertinggi di Kabupaten Tegal adalah Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Salah satu penyebab BBLR adalah kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil. Program pemberian makanan tambahan (PMT) pada ibu hamil merupakan upaya untuk mencegah BBLR. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh PMT pada ibu hamil berisiko KEK terhadap kadar hemoglobin saat akan melahirkan.Metode: Desain penelitian kuasi eksperimen. Subyek penelitian 51 ibu hamil berisiko KEK (Lingkar Lengan Atas <23,5cm) dari keluarga miskin (perlakuan) yang mendapat PMT dan 51 ibu hamil berisiko KEK non keluarga miskin sebagai kontrol. PMT berupa 5 keping biskuit/hari dari Kemenkes RI yang diberikan selama 90 hari. Pengumpulan data dengan wawancara terstruktur dan pengukuran kadar Hemoglobin yang dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data menggunakan General Linear Model.Hasil: Peningkatan kadar hemoglobin kelompok perlakuan (1,29 ±0,76 g/dl) lebih tinggi (p=0,032) daripada kelompok kontrol (0,97±0,75 g/dl). Tingkat kecukupan energi (TKE) kelompok kontrol (67,6±10,7%) lebih tinggi (p=0,003) dari TKE kelompok perlakuan (60,4±13,3%), Tingkat kecukupan protein (TKP) kelompok perlakuan (96,4±30,4%) lebih tinggi (p=0,015) dari pada kelompok kontrol (83,6±20,97%). Setelah dikontrol TKE, PMT biskuit meningkatkan kadar hemoglobin ibu (p=0,005).Simpulan: PMT biskuit pada ibu hamil berisiko KEK meningkatkan kadar Hemoglobin pada saat akan melahirkan.