cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2017): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan" : 8 Documents clear
BENTUK TARI KIPAS DI DESA PERENTAK KECAMATAN PANGKALAN JAMBU KABUPATEN MERANGIN PROVINSI JAMBI Mulkiah, Putri
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 1, No 1 (2017): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.09 KB) | DOI: 10.26887/lg.v1i1.249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bentuk Tari Kipas di Desa Perentak Kecamatan Pangkalan Jambu Kabupaten Merangin Provinsi Jambi. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif analisis. Bentuk Tari Kipas dapat dilihat dari elemen-elemen tari tersebut seperti Penari, Gerak Kipas, Musik, Pola Lantai, dan Tempat Pertunjuk. Teori yang digunakan sebagai alat analisis adalah Teori bentuk, Soedarsono, dan Alma M.Hawkins. yaitu memaparkan keadaan dan peristiwa melalui data yang didapat dilapangan mengenai Tari Kipas yang mempunyai makna didalamnya menggambarkan kekompakan petani dalam menggarap persawahan.Tari kipas, memiliki keunikan dan kespesifikan dalam bentuk gerak yang terdapat dari sepuluh ragam gerakan yaitu: limbai, liyuk, lang menari, kipas diri, keleong kipas, kipas menda, sabung kucing, sabung kilat, liyuk duduk, dan liyuk sembah. This research aims at knowing the form of Kipas Dance in Perentak Village, Pangkalan Jambu Sub-district, Merangin District, Jambi Province. Method used in this research is qualitative method that has analytic descriptive characteristic. The form of Kipas dance can be seen from that dance elements such as dancer, kipas (fan) movements, music, floor pattern, and performance place. Theory used as analysis tool is the theory of form by Soedarsono and Alma M. Hawkins namely describing situation and event through data found in field about Kipas dance that has intrinsic meaning about the togetherness of farmers in cultivating their rice fields. Kipas dance has uniqueness and specification in the form of movements found in 10 variants of movements namely limbai, liyuk, lang menari, kipas diri, keleong kipas, kipas menda, sabung kucing, sabung kilat, liyuk duduk, and liyuk sembah.
BENTUK PENYAJIAN TARI ADOK BUKIK JUNJUNG SIRIH DI NAGARI PANINGGAHAN KABUPATEN SOLOK Nursyam, Aan
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 1, No 1 (2017): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.242 KB) | DOI: 10.26887/lg.v1i1.243

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk membahas dan mendeskripsikan bagaimanakah bentuk pertunjukan dan penyajian dari kesenian tradisional Adok di Nagari Paninggahan Kabupaten Solok.Manfaat penulisan ini sebagai sumbangan pemikiran bagi Institut Seni Indonesia Padangpanjang. Hasil penelitian dan penulisan menunjukan bahwa kesenian tradisional Adok Paninggahan ini dikaji secara bentuk pertunjukan dan penyajian dari unsur-unsur musik, syair dan bentuk komposisinya. Berdasarkan sejarah dan cerita tentang Kesenian Adok ini menceritakan tentang suatu perselisihan, pertengkaran lahir dan bathin yang terjadi diantara dua objek yang disebabkan oleh suatu benda, oleh masyarakat Paninggahan dipanggil dengan sebutan Sijundai dengan cara menghipnotis dan memanipulasi fikiran dan jiwa dari dua objek tersebut sehingga muncul ambisi dan tujuan dari masing – masing objek tersebut. Berdasarkan segi bentuk penyajiannya kesenian tradisional Adok dikaji menurut urutan penyajian, tata panggung, tata lampu, tata busana dan tata suara. Berdasarkan bentuk komposisinya, Adok dikaji menurut ritme, melodi, instrument musik dan syair. Kata kunci: adok, sijundai, ritme, melodi dan syair.This writing aims at discussing and describing how the performance and presentation forms of Adok traditional art in Paninggahan Village, Solok District are. This writing benefit is as an intellectual contribution for Indonesia Art Institute of Padangpanjang. Research result shows that this traditional art of Paninggahan Adok is studied from the performance and presentation forms of musical elements, lyric, and composition. Based on history and story of Adok art, it’s narrated that theres is a dispute, physical and internal quarrel, that happens among two objects cause by a thing that by Paninggahan people is called as Sijundai that hypnotizes and manipulates those two objects’ mind and soul so that each object’s ambition and intention appear. Based on its presentation form, Adok traditional art is studied according to presentation sequence, stage layout, lighting, costume, and sound system. Based on its composition form, Adok is studied according to rhythm, melody, music instrument, and lyric.
ARRANSEMEN LAGU BANGUN PEMUDI PEMUDA DAN MAJU TAK GENTAR DALAM PERMAINAN DRUM BAND DI SD N 02 KOTO TANGAH TILATANG KAMANG KABUPATEN AGAM Adiyanto, Adiyanto
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 1, No 1 (2017): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.502 KB) | DOI: 10.26887/lg.v1i1.245

Abstract

Penelitian ini di latarbelakangi oleh keinginan penulis untuk memberikan sebuah pembelajaran arransemen musik Drum Band pada lagu Bangun Pemudi Pemuda dan Maju Tak Gentar di SD N 02 Koto Tangah Tilatang Kamang Kabupaten Agam dalam meningkatkan dan mengembangkan kreatifitas anak dalam bidang kesenian musik khususnya. Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif yaitu salah satu cara penelitian dengan menggambarkan serta menginterpretasi suatu objek sesuai dengan kenyataan yang ada, tanpa dilebih-lebihkan kenyataan dalam proses pembelajaran arransemen lagu Bangun pemudi Pemuda dan Maju Tak Gentar di SD N 02 Koto Tangah Tilatang Kamang Kabupaten Agam. The background of this research is author’s eagerness to give a Drum Band music arrangement learning of Bangun Pemudi Pemuda and Maju Tak Gentar songs in 02 public elementary school of Koto Tangah Tilatang Kamang, Agam District in order to improve and develop pupils’ creativity especially in the field of music. Method used in this research is descriptive method namely one of research methods that describes and interprets an object based on its reality, without exaggerating the reality of arrangement learning process of Bangun Pemudi Pemuda and Maju Tak Gentar songs in 02 public elementary school of Koto Tangah Tilatang Kamang, Agam District.
PERTUNJUKAN TARI ZAPIN PECAH TIGADALAM UPACARA MALAM BAINAI PADA MASYARAKAT MELAYU DELI SUMATERA UTARA Rahmadani, Suci
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 1, No 1 (2017): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.831 KB) | DOI: 10.26887/lg.v1i1.251

Abstract

Tulisan ini berjudul Pertunjukan Tari Zapin Pecah Tiga Dalam Upacara Malam Bainai Pada Masyarakat Melayu Deli Sumatera Utara. Tujuan tulisan ini untuk mengetahui pertunjukan tari Zapin Pecah Tiga dalam upacara malam bainai pada masyarakat Melayu Deli.Metode yang digunakan adalah metode kualitatif yang bersifat deskritif analisis, yaitu mendeskripsikan keadaan yang sebenarnya yang ada di lapangan dan menganalisis sesuai dengan bentuk pertunjukan tari Zapin Pecah Tiga.Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, tari Zapin Pecah Tiga adalah salah satu tari tradisi yang hidup dalam budaya masyarakat Melayu dan pertunjukan tari Zapin Pecah Tiga hadir pada saat upacara malam bainai. The title of this writing is “Performance of Zapin Pecah Tiga Dance in Malam Bainai Ceremony of Melayu Deli Sumatera Utara Society.” This research aims at knowing about performance of Zapin Pecah Tiga Dance in Malam Bainai ceremony of Melayu Deli Sumatera Utara Society. Method used in this research is qualitative method that has descriptive analysis characteristic namely describing real conditions happen in field and analyzing them in accordance with the performance form of Zapin Pecah Tiga dance. Based on research conducted, Zapin Pecah Tiga dance is one of traditional dances that lives in the culture of Malay Society hence the performance of Zapin Pecah Tiga dance appear in Malam Bainai ceremony. 
TABRAKAN SEJALAN Efendi, Aidil
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 1, No 1 (2017): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.132 KB) | DOI: 10.26887/lg.v1i1.246

Abstract

Tulisan ini membahas tentang karya komposisi musik yang berjudul ‘Tabrakan Sejalan’ dengan komposer Aidil Efendi (penulis), yang dipergelarkan pada tanggal 9 Januari 2017 di Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam ISI PadangPanjang. Karya ini terinspirasi dari kasus musikal tabrakan nada yang terjadi pada dendang Banda Sapuluah, dengan menggunakan pendekatan garap re-interpretasi tradisi. Ide dan landasan garap karya tersebut berpijak pada tabrakan nada antara melodi saluang dengan melodi dendang dimana ketika dendang berada pada nada tinggi saluang hanya menahan pada nada pakiak. Metode kekaryaan antara lain : Persiapan, Eksplorasi, Penyusunan, Perwujudan. Karya komposisi ini menghasilkan dua bagian antara lain (1) pengembangan dari pakiak saluang, (2) pengembangan melodi dendang. This writing discusses about music composition entitled “Tabrakan Sejalan” composed by Aidil Effendi (writer), and performed on January 9th 2017 in Hoeridjah Adam performance building of ISI Padangpanjang. This composition is inspired from musical case of tone clash that happens in Dendang Banda Sapuluah, by using composition approach of traditional interpretation. Idea and compositional framework of that composition refer to tone clash between saluang melody and dendang melody in which when dendang is on high tone, saluang just stay on pakiak tone. Stages of composition method are preparation, exploration, arrangement, and materialization. This composition results on two parts namely (i) the development of pakiak saluang and (2) the development of dendang melody.
PIJAK BAISI Lusiana, Andesta
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 1, No 1 (2017): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.297 KB) | DOI: 10.26887/lg.v1i1.247

Abstract

Karya “Pijak Baisi” merupakan karya yang berangkat dari sebuah fenomena “Mairiak” di daerah Pasaman. Mairiak merupakan sebuah kegiatan para petani memanen padi. Padi di iriak di atas rumah panggung yg dilakukan oleh para muda mudi. Dalam kegiatan mairiak terjadilah berbalas pantun antara pemuda dan pemudi sehingga terjadi kedekatan emosional antara pemuda dan pemudi, bahkan ada yg sampai berjodoh.Hal ini di tuangkan dalam sebuah karya tari yang berjudul “Pijak Baisi”.Karya ini memakai properti niru, Katidiang, dan Jerami.Gerak pencak silat menjadi dasar gerak dalam mengungkapkan fenomena Mairiak. “Pijak Baisi” work is artwork that’s inspired from a “Mairiak” phenomenon in Pasaman. Mairiak is farmers’ activity of harvesting their paddy. Paddy is experienced an activity called diiriak on stilt house done by young generations. In the activity of mairiak, there is a rhyme-reply game between young men and young women that results on emotional proximity between these young men and young women moreover some of them then becomes marriage partner. These phenomena are then choreographed into a dance that its title is “Pijak Baisi.” This choreography uses properties such as niru, Katidiang, dan Jerami (hay). Pencak silat movement becomes basic movement in revealing Mairiak phenomenon.
PEMERANAN TOKOH KARDIMAN DALAM LAKON SENJA DENGAN DUA KEMATIAN KARYA KIRDJOMULYO Pratama, Yudhi Panji
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 1, No 1 (2017): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.83 KB) | DOI: 10.26887/lg.v1i1.253

Abstract

Aktor merupakan unsur inti dalam seni peran dan seni teater pada umumnya. Namun perlu diingat, dalam berperan tidak semua aktor berhasil dalam membawakan karakter yang ia perankan. Lakon Senja dengan Dua Kematian karya Kirdjomulyo, merupakan lakon realis psikologis, karena karakter dari masing-masing tokoh di dalam naskah tersebut memiliki tekananan secara psikologis yang disebabkan kekecewaan terhadap tokoh lain, dan mencari kesalahan-kesalahan orang lain. Perasaan kecewa dan dendam terhadap istrinya, menjadikan tokoh Kardiman memiliki dinamika psikologis yang berubah-ubah karena istrinya tidak dapat melupakan kekasih lamanya. Anaknya, Wijasti menganggap semua yang terjadi adalah karena kesalahan Kardiman. Wijasti tidak pernah mengetahui bahwa Kardiman bukan bapak kandungnya, karena Kardiman selalu menutupi aib istrinya. Pendekatan akting presentasi digunakan sebagai rujukan untuk mengaplikasikan tokoh Kardiman ke atas pangung. Pemeran dituntut untuk terlibat dalam situasi dan kondisi tokoh dalam naskah dan disesuaikan dengan kebiasaan dan hal-hal yang khas dalam pribadi pemeran dengan atributnya yang dekat dengan keseharian (Sitorus, 2002: 6). Metode yang pemeran gunakan yaitu metode akting “to be” yang digagas oleh Stanislavski, serta metode indentifikasi karakter yang dibuat oleh Eka D. Sitorus.Actor is generally the core element in acting and theater. However, it needs to be remembered that in acting not all actors succeed in playing their roles. The play of Senja dengan Dua Kematian written by Kirdjomulyo is psychological realist play because character of each figure in that script has psychological pressure for disappointment toward other figures and seeking others’ mistakes. Kardiman figure’s disappointment and resentment toward his wife results on his changeable psychological dynamics because his wife cannot forget her old lover. His daughter, Wijasti considers all that happens are because of Kardiman’s fault. Wijasti never knows that Kardiman is not her biological father because Kardiman always covers up his wife’s disgrace. The approach of acting presentation is used as reference of applying Kardiman’s figure on stage. Actors are demanded to get involved in figures’ situation and condition in script adjusted to actors’ personal habit and unique things with attributes that’s close to their daily life (Sitorus, 2002: 6). Method used by actors is the acting method of “to be” created by Stanislavski, and method of character identification made by Eka D. Sitorus.    
EKSPLORASI ORGAN VOKAL DAN PROSES LATIHAN BEATBOX PADA KOMUNITAS BEATBOXING OF JOGJA DI TAMAN BUDAYA YOGYAKARTA Renanda, Dwi Okta; Suryati, Suryati; Rokhani, Umilia
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 1, No 1 (2017): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.534 KB) | DOI: 10.26887/lg.v1i1.248

Abstract

Beatbox adalah bentuk seni yang menggunakan organ vokal manusia untuk meniru suara beriramadan ketukan drum, alat musik, dan suara buatan lainnya. Organ vokal umumnya digunakan untuk berbicara atau berkomunikasi, sekarang dieksplorasi untuk meniru suara berbagai perkusi dan efek suara. Salah satu komunitas yang mewadahi pecinta beatbox adalah Beatboxing of Jogja (BeJo). Setelah dilakukan penelitian dengan menggunakan metode analisis deskriptif dengan menggunakan data kualitatif, beatbox unik dalam hal proses memproduksinya. Banyak teknik yang ditemukan di beatbox, tidak hanya suara perkusi tapi juga efek suara. Dalam proses latihan, BeJo terbagi menjadi tiga kelas, masing-masing kelas memiliki standar penguasaan teknis tertentu. latihan akan dipimpin oleh koordinator dari masing-masing kelas untuk memberi contoh dan anggota akan meniru satu persatu. Beatbox is a form of art that uses the human vocal organs to imitate the rhythmic sounds and drum beats, musical instruments, and other artificial sounds. Vocal organs are generally used to speak or communicate, are now explored to imitate the sounds of various percussion and sound effects. One of community that embodies beatbox lovers is Beatboxing of Jogja (BeJo). .After research using analysis descriptive method by using qualitative data, beatbox is unique in terms of the process of producing it. Many of the techniques found in beatbox, not only percussion sounds but also sound effects. In the practice process, BeJo is divided into three classes, each class has a certain standard of technical mastery. The exercise will be led by a coordinator from each class to give examples and members will imitate one by one.

Page 1 of 1 | Total Record : 8