cover
Contact Name
Adi Darmawan
Contact Email
adidarmawan@live.undip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jksa@live.undip.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL KIMIA SAINS DAN APLIKASI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 14108917     EISSN : 25979914     DOI : -
urnal Kimia Sains dan Aplikasi (p-ISSN: 1410-8917) and e-ISSN: 2597-9914) is published by Department of Chemistry, Diponegoro University. This journal is published four times per year and publishes research, review and short communication in field of Chemistry.
Arjuna Subject : -
Articles 462 Documents
SINTESIS ELEKTROKIMIA KOMPLEKS CU(II)-BASA SCHIFF N-BENZILIDEN ANILIN DAN UJI AKTIVITAS SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP ESCHERICHIA COLI DAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS Chasanah, Ulfa Wiwit; Widodo, Didik Setiyo; Mulyani, Nies Suci
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 18, No 1 (2015): Volume 18 Issue 1 Year 2015
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.301 KB) | DOI: 10.14710/jksa.18.1.34-38

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang sintesis elektrokimia kompleks Cu(II)-basa schiff N-benziliden anilin dan uji aktivitas sebagai antibakteri terhadap Escherichia Coli dan Staphylococcus Aureus. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh produk kompleks ba Schiff N-benziliden anilin serta memperoleh data uji aktivitas antibakteri dan nilai LC50 dengan metode dilusi cair. Tahapan penelitian ini adalah penentuan potensial elektroda kerja, kompleksasi N-benziliden anilin dengan logam Cu, regenerasi bakteri dan uji aktivitas antibakteri. Kompleksasi dilakukan dengan melakukan elektrolisis pada potensial 8 volt menggunakan elektroda Cu dan karbon, sedangkan uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode dilusi cair. Produk yang diperoleh berupa padatan putih kekuningan dengan berat rata-rata 0,03 gram dan rendemen sebesar 20,54%. Nilai LC50 yang dihasilkan pada N-benziliden anilin dan kompleks untuk bakteri Escherichia Coli masing-masing adalah 5,788 ppm dan 3,75 ppm sedangkan untuk bakteri Staphylococcus Aureus masing-masing adalah 6,135 ppm dan 2,601 ppm.
ASSESSING THE COMPOSITION OF 19TH CENTURY LIME MORTARS FROM A MISSION CHAPEL IN THE FORMER HACIENDA DE SAN ISIDRO DE MARIQUINA PHILIPPINES Cayme, Jan-Michael; L. Aurellano, Renz Matthew L.; Cabral, Carmen Luisa P.; Alonzo, Gellyn Ann R.; Asor, Aniano N. , Jr.
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 21, No 3 (2018): Volume 21 Issue 3 Year 2018
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3348.979 KB) | DOI: 10.14710/jksa.21.3.131-138

Abstract

This paper presents the results of a chemical study on lime mortars manufactured during the Spanish Colonial Period in the Philippines. Lime mortar samples, MRK-01 and MRK-02, were obtained from the facade of a historical mission chapel in Marikina City. The nature of the aggregate and binder components in these mortar samples were determined by performing sieve analysis and classified to be poorly graded with uniform gradation. An aggregate to binder ratio of approximately 1:1 was computed based on the solubility of the individual sieved fractions in hydrochloric acid. The silicate character of the aggregate was confirmed by the absorbance peaks attributed to silicon dioxide (SiO2) in the Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Natural river sand was used as aggregates in both mortar samples which is apparent from the particle shapes of the sieved fractions. There was also no evidence of sea shells, broken potteries, brick fragments and bulk unburned limestone used as aggregates in any of the mortar samples tested. The binder portion is mainly calcitic or calcium carbonate (CaCO3) based on the FTIR spectra and was shown to be removed by hydrochloric acid digestion. Titration method using ethylenediaminetetraacetic acid (EDTA) was employed to determine the amount of calcium in the acid soluble fractions. The percentage of calcium for MRK-01 ranges from about 1.0% to 9.5%, while MRK-02 ranges from about 2.3% to 16.8%, respectively. These percentages indicate that MRK-02 was manufactured with more lime binder compared to MRK-01. From this study, a simple method of understanding the composition of old lime mortars in the Philippines was established, which is useful for general heritage conservation work.
PIROLISIS KULIT BIJI JAMBU METE DENGAN KATALIS AG/ZEOLIT Astuti, Rimby Puji; Suyati, Linda; Nuryanto, Rahmad
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 16, No 1 (2013): Volume 16 Issue 1 Year 2013
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jksa.16.1.6-10

Abstract

Tanaman jambu mete, Anacardium occidentale L. merupakan salah satu komoditi perkebunan yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Satu bagian dari tanaman jambu mete yang belum banyak dikenal masyarakat adalah kulit bijinya. Kulit biji (shell) mengandung 50% minyak yang terdiri dari senyawa fenolat berupa 90% asam anakardat dan 10% berupa kardol dan kardanol. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan mengkarakterisasi katalis Ag/zeolit, mengetahui pengaruh temperatur terhadap produk cair pirolisis kulit biji jambu mete dan membandingkan produk cair hasil pirolisis dengan katalis zeolit dan Ag/zeolit. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahap yaitu pembuatan katalis Ag/Zeolit dan pirolisis kulit biji jambu mete dengan katalis Ag/Zeolit dan zeolit alam teraktivasi pada temperatur 200°, 250°, 300°, 350° dan 400°C. Karakterisasi katalis menggunakan Surface Area Analyzer, AAS, uji keasaman dan GC-MS untuk produk cair pirolisis. Hasil penelitian diperoleh katalis Ag/zeolit yang mengalami penurunan luas permukaan spesifik sebesar 70,28%, volume total pori sebesar 70,19%. Nilai keasaman katalis Ag/zeolit mengalami kenaikan sebesar 50%, dan mengandung logam Ag sebesar 0,6326%. Hasil analisis GC-MS produk cair pirolisis pada temperatur 400°C dengan katalis Ag/zeolit diperoleh senyawa 3-octylphenol dengan kelimpahan sebesar 72,28%, dengan katalis zeolit alam teraktivasi dihasilkan senyawa 3-(pentadec-8-enyl)phenol dengan kelimpahan sebesar 77,04%.
KEGUNAAN ZEOLIT TERMODIFIKASI SEBAGAI PENYERAP ANION Arnelli, Arnelli; Hermawati, Lucia; Ismaryata, Ismaryata
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 2, No 2 (1999): Volume 2 Issue 2 Year 1999
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5625.861 KB) | DOI: 10.14710/jksa.2.2.42-47

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang kegunaan zeolit alam yang dimodifikasi untuk penyerap anion dengan tujuan untuk mempelajari alternatif lain penggunaan zeolit selain sebagai penukar kation. Zeolit alam terlebih dahulu dimodifikasi dengan cara mencuci dengan asam dan dipanaskan, kemudian direndam di dalam larutan NH4NO3 dan dikalsinasi pada suhu 550°C, zeolit ini siap digunakan sebagai penyerap anion (Cl-, NO2-, NO3- dan CN-). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cl-, NO2-, NO3- dan CN- yang terserap masing-masing adalah 75%, 78%, 77% dan 81%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah zeolit hasil modifikasi dapat digunakan untuk penyerap anion
PENGARUH PENAMBAHAN NATRIUM TRIPOLIFOSFAT DAN PH TERHADAP DETERGENSI SURFAKTAN HASIL SUBLASI Nugroho, Chandra Ady; Arnelli, Arnelli; Suseno, Ahmad
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 12, No 2 (2009): Volume 12 Issue 2 Year 2009
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.041 KB) | DOI: 10.14710/jksa.12.2.61-65

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh penambahan natrium tripolifosfat dan pH terhadap detergensi surfaktan hasil sublasi limbah cair cucian. Bahan utama penyusun detergen adalah surfaktan yang dapat mencemari lingkungan, antara lain branched-alkilbenzen sulfonat (ABS) dan linier-alkilbenzen sulfonat (LAS). Surfaktan ABS dengan rantai alkil bercabang, bersifat tidak terbiodegradasi, yaitu tidak dapat diurai oleh mikroorganisme dan menyebabkan polusi pada perairan di lingkungan. Metode pengambilan surfaktan salah satunya dapat dilakukan dengan metode sublasi yang dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Penelitian dilakukan melalui tiga tahap yaitu sublasi limbah cair cucian, karakterisasi surfaktan hasil sublasi dan detergensi surfaktan hasil sublasi. Sublasi limbah cair cucian dilakukan dengan penambahan garam NaCl dan NaHCO3. Karakterisasi surfaktan hasil sublasi menggunakan metode FTIR (Fourier Transform Infra Red). Detergensi surfaktan hasil sublasi dengan menggunakan builder Natrium Tripolifosfat (STPP) dan pengaturan pH. Hasil penelitian menunjukkan surfaktan yang diperoleh dari hasil sublasi berwarna putih keabu-abuan. Spektra FTIR menunjukkan adanya gugus alkil, terdapat pada bilangan gelombang 2931,80 cm-1,sulfonat pada 1411,89 cm-1, cincin aromatis pada 1573,91 cm-1 dan benzena pada 1118,71cm-1 yang menunjukkan hasil sublasi adalah surfaktan LAS. Hasil detergensi diperoleh detergensi optimum 74,51 % pada konsentrasi surfaktan 23 %, konsentrasi STPP sebesar 60 % (b/b) dan pH sebesar 11,5.
ADSORPSI ION LOGAM MG(II) MENGGUNAKAN KITOSAN TERMODIFIKASI ASAM ASKORBAT Prasetyo, Wawan; Khabibi, Khabibi; Widodo, Didik Setiyo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 17, No 2 (2014): Volume 17 Issue 2 Year 2014
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.767 KB) | DOI: 10.14710/jksa.17.2.70-74

Abstract

Modifikasi kitosan-asam askorbat dan pemanfaatannya sebagai adsorben ion logam Mg(II), ion logam Cd(II), dan campuran ion logam Mg(II)-Cd(II), juga dilakukan penentuan pH dan waktu kontak optimum untuk adsorpsi ion Mg(II), serta mengetahui kemampuan adsorpsi kitosan-asam askorbat terhadap ion Mg(II) telah dilakukan. Tahapan penelitian terdiri dari penentuan derajat deasetilasi dari kitosan awal, proses re-deasetilasi, dan penentuan derajat deasetilasi kitosan dari hasil re-deasetilasi menggunakan FTIR. Setelah itu kitosan hasil re-deasetilasi dimodifikasi menggunakan asam askorbat dan dianalisis menggunakan FTIR dan SEM. Kitosan asam-askorbat digunakan untuk menentukan pH dan waktu kontak optimum adsorpsi terhadap ion logam Mg(II) serta kemampuannya sebagai adsorben pada ion logam Mg(II), Cd(II), dan campuran ion logam Mg(II)-Cd(II). Ditemukan bahwa pH dan waktu kontak optimum adsorpsi kitosan-asam askorbat terhadap ion logam Mg(II) yaitu pada pH 5 dan waktu kontak 12 jam. Kemampuan adsorpsi pada uji ion logam Mg(II) sebesar 24,66 mg/g, Cd(II) sebesar 24,71 mg/g serta kemampuan adsorpsi kitosan asam-askorbat pada uji campuran ion logam Mg(II) dan Cd(II), didapatkan Mg(II) sebesar 24,45 mg/g, Cd(II) sebesar 24,61 mg/g.
POTENSI ANTIMIKOSIS BEBERAPA TUMBUHAN OBAT INDONESIA Kusrini, Dewi; Anam, Khairul; Cahyono, Bambang
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 9, No 3 (2006): Volume 9 Issue 3 Year 2006
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.742 KB) | DOI: 10.14710/jksa.9.3.69-73

Abstract

Telah ditelaah potensi antimikosis tumbuhan Annona squamosa L (srikaya), Phylantus Acidus (L) Skeels (ceremai), and Phaleria Macrocarpa [Scheff] Boerl. (mahkota dewa) terhadap mikosis Candida Albicans. Ekstrak etanol srikaya mempunyai aktivitas tertinggi, setara dengan aktivitas 11.566,11 ?g ketokenazol, dan ekstra etanol mahkota dewa setara dengan 2.344,46 g ketokenazol.
BIOLUBRICATION SYNTHESIS MADE FROM USED COOKING OIL AND BAYAH NATURAL ZEOLITE CATALYST Rochmat, Agus; Nurhanifah, Athia Hasna; Parviana, Yunita; Suaedah, Suaedah
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 21, No 3 (2018): Volume 21 Issue 3 Year 2018
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1870.336 KB) | DOI: 10.14710/jksa.21.3.113-117

Abstract

Automotive growth in Indonesia continues to increase, thus the needed of material that supported such as lubricants have also increased. To support environment to have a sustainable development, the world needs biodegradable lubricant or biolubricant. Biolubricant can match the characteristics and replace the function of petroleum-based lubricants. The biolubricant base material at the moment was the vegetable oil through a series of physically and chemically modified. This research synthesizes used cooking oil into biolubricant using natural zeolite catalyst, which in its production included esterification process of used cooking oil, synthesis of methyl ester and biolubricant synthesis. Biolubicant synthesis was conducted by variation of methyl ester mole ratio with ethylene glycol of 1:13-40 and catalyst mass range of 0.5%-3%. The results of the study showed that the highest yield was 83.46%, density 0.8994 g/mL, viscosity 40°C 52.90 cSt and at 100°C 8.74 cSt, the pour point 6°C and the flash point 278°C.
PENGARUH KONSENTRASI SUBSTRAT MALTOSA TERHADAP POTENSIAL LISTRIK BATERAI LACTOBACILLUS BULGARICUS (MFC) Fitriani, Farida Zulfah; Suyati, Linda; Rahmanto, Wasino Hadi
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 20, No 2 (2017): Volume 20 Issue 2 Year 2017
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.725 KB) | DOI: 10.14710/jksa.20.2.74-78

Abstract

Baterai MFC merupakan bahan bakar penghasil potensial listrik dari oksidasi substrat organik dengan bantuan mikrobial. Salah satu faktor yang berperan dalam menentukan besar-kecilnya produksi listrik pada baterai MFC adalah konsentrasi substrat. Pengembangan baterai MFC berhubungan dengan substrat yang mudah dijangkau, contohnya adalah maltosa. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh konsentrasi substrat maltosa dalam baterai MFC, menentukan potensial listrik maksimum dengan variasi konsentrasi substrat maltosa menggunakan Lactobacillus bulgaricus, dan menentukan potensial standar maltosa (E°maltosa) berdasarkan persamaan Nernst. Pengukuran potensial listrik dilakukan pada variasi konsentrasi substrat maltosa 3-7%. Bakteri Lactobacillus bulgaricus dapat tumbuh dalam substrat maltosa dan mengalami peningkatan jumlah seiring dengan peningkatan konsentrasi substrat. Potensial listrik yang dihasilkan berhubungan dengan aktivitas bakteri terhadap substrat dan toksisitas pada bakteri mengakibatkan penurunan potensial listrik. Hasil pengukuran potensial dan arus listrik pada variasi konsentrasi 3-7% berturut-turut, 0,57 V; 0,51 V; 0,48 V; 0,46 V; 0,39 V. Secara teori menggunakan persamaan Nersnt diperoleh E°maltosa sebesar +0,5637 Volt. Hasil tersebut menunjukkan bahwa konsentrasi substrat berpengaruh dalam sistem baterai MFC.
BLUE METHYLENE RETRIEVAL USING SILICA-SALICYLIC ACID MODIFIED FILTERING Chrisyanti, Desriana; Gunawan, Gunawan; Haris, Abdul
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 21, No 1 (2018): Volume 21 Issue 1 Year 2018
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.327 KB) | DOI: 10.14710/jksa.21.1.19-23

Abstract

The retrieval of methylene blue using a silica-modified sulfide-salicylic acid has been carried out. Salicylate-silica-acid alloys have been prepared by comparing the four media ie filter paper, silica-filter paper, salicylic acid-filter paper and salicylic acid-silica-filter paper. This study aims to study the recovery of methylene blue using salicylic acid-modified silica filtering with various parameters on the adsorption and desorption process. The results showed that the salicylic acid-silica alloy could improve the capability of methylene blue removal. The result of pH variation on the adsorption process showed that at pH 7 methylene blue can be taken 92.89%. Whereas at concentration variation, salicylic acid at 5 mM can take methylene blue equal to 92.86%. The desorption results showed that pH 1 methylene blue could be desorbed at 308.89 mg/g, while the variation of contact time of desorption ie at 110 minutes could an saturate the blue methylene by 589,61 mg/g. The UV-Vis analysis showed a decrease in absorbance in salicylic acid after contact with silica. The FTIR analysis also shows that in salicylate-silica-acid alloys there are Si-O groups derived from silica and C = O derived from salicylic acid.

Page 1 of 47 | Total Record : 462


Filter by Year

1998 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 4 (2020): Volume 23 Issue 4 Year 2020 Vol 23, No 3 (2020): Volume 23 Issue 3 Year 2020 Vol 23, No 2 (2020): Volume 23 Issue 2 Year 2020 Vol 23, No 1 (2020): Volume 23 Issue 1 Year 2020 Vol 22, No 6 (2019): Volume 22 Issue 6 Year 2019 Vol 22, No 5 (2019): Volume 22 Issue 5 Year 2019 Vol 22, No 4 (2019): Volume 22 Issue 4 Year 2019 Vol 22, No 3 (2019): Volume 22 Issue 3 Year 2019 Vol 22, No 2 (2019): Volume 22 Issue 2 Year 2019 Vol 22, No 1 (2019): volume 22 Issue 1 Year 2019 Vol 21, No 4 (2018): volume 21 Issue 4 Year 2018 Vol 21, No 3 (2018): Volume 21 Issue 3 Year 2018 Vol 21, No 2 (2018): Volume 21 Issue 2 Year 2018 Vol 21, No 1 (2018): Volume 21 Issue 1 Year 2018 Vol 20, No 3 (2017): Volume 20 Issue 3 Year 2017 Vol 20, No 2 (2017): Volume 20 Issue 2 Year 2017 Vol 20, No 1 (2017): Volume 20 Issue 1 Year 2017 Vol 19, No 3 (2016): Volume 19 Issue 3 Year 2016 Vol 19, No 2 (2016): Volume 19 Issue 2 Year 2016 Vol 19, No 1 (2016): Volume 19 Issue 1 Year 2016 Vol 18, No 3 (2015): Volume 18 Issue 3 Year 2015 Vol 18, No 2 (2015): Volume 18 Issue 2 Year 2015 Vol 18, No 1 (2015): Volume 18 Issue 1 Year 2015 Vol 17, No 3 (2014): Volume 17 Issue 3 Year 2014 Vol 17, No 2 (2014): Volume 17 Issue 2 Year 2014 Vol 17, No 1 (2014): Volume 17 Issue 1 Year 2014 Vol 16, No 3 (2013): Volume 16 Issue 3 Year 2013 Vol 16, No 2 (2013): Volume 16 Issue 2 Year 2013 Vol 16, No 1 (2013): Volume 16 Issue 1 Year 2013 Vol 15, No 3 (2012): Volume 15 Issue 3 Year 2012 Vol 15, No 2 (2012): Volume 15 Issue 2 Year 2012 Vol 15, No 1 (2012): Volume 15 Issue 1 Year 2012 Vol 14, No 3 (2011): Volume 14 Issue 3 Year 2011 Vol 14, No 2 (2011): Volume 14 Issue 2 Year 2011 Vol 14, No 1 (2011): Volume 14 issue 1 Year 2011 Vol 13, No 3 (2010): Volume 13 Issue 3 Year 2010 Vol 13, No 2 (2010): Volume 13 Issue 2 Year 2010 Vol 13, No 1 (2010): Volume 13 Issue 1 Year 2010 Vol 12, No 3 (2009): Volume 12 Issue 3 Year 2009 Vol 12, No 2 (2009): Volume 12 Issue 2 Year 2009 Vol 12, No 1 (2009): Volume 12 Issue 1 Year 2009 Vol 11, No 3 (2008): Volume 11 Issue 3 Year 2008 Vol 11, No 2 (2008): Volume 11 Issue 2 Year 2008 Vol 11, No 1 (2008): Volume 11 Issue 1 Year 2008 Vol 10, No 3 (2007): Volume 10 Issue 3 Year 2007 Vol 10, No 2 (2007): Volume 10 Issue 2 Year 2007 Vol 10, No 1 (2007): Volume 10 Issue 1 Year 2007 Vol 9, No 3 (2006): Volume 9 Issue 3 Year 2006 Vol 9, No 2 (2006): Volume 9 Issue 2 Year 2006 Vol 9, No 1 (2006): Volume 9 Issue 1 Year 2006 Vol 8, No 3 (2005): Volume 8 Issue 3 Year 2005 Vol 8, No 2 (2005): Volume 8 Issue 2 Year 2005 Vol 8, No 1 (2005): Volume 8 Issue 1 Year 2005 Vol 7, No 3 (2004): Volume 7 Issue 3 Year 2004 Vol 7, No 2 (2004): Volume 7 Issue 2 Year 2004 Vol 7, No 1 (2004): Volume 7 Issue 1 Year 2004 Vol 6, No 3 (2003): Volume 6 Issue 3 Year 2003 Vol 6, No 2 (2003): Volume 6 Issue 2 Year 2003 Vol 6, No 1 (2003): Volume 6 Issue 1 Year 2003 Vol 5, No 3 (2002): Volume 5 Issue 3 Year 2002 Vol 5, No 2 (2002): Volume 5 Issue 2 Year 2002 Vol 5, No 1 (2002): Volume 5 Issue 1 Year 2002 Vol 3, No 3 (2000): Volume 3 Issue 3 Year 2000 Vol 3, No 2 (2000): Volume 3 Issue 2 Year 2000 Vol 3, No 1 (2000): Volume 3 Issue 1 Year 2000 Vol 2, No 4 (1999): Volume 2 Issue 4 Year 1999 Vol 2, No 3 (1999): Volume 2 Issue 3 Year 1999 Vol 2, No 2 (1999): Volume 2 Issue 2 Year 1999 Vol 2, No 1 (1999): Volume 2 Issue 1 Year 1999 Vol 1, No 1 (1998): Volume 1 Issue 1 Year 1998 More Issue