cover
Contact Name
Adi Darmawan
Contact Email
adidarmawan@live.undip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jksa@live.undip.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL KIMIA SAINS DAN APLIKASI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 14108917     EISSN : 25979914     DOI : -
urnal Kimia Sains dan Aplikasi (p-ISSN: 1410-8917) and e-ISSN: 2597-9914) is published by Department of Chemistry, Diponegoro University. This journal is published four times per year and publishes research, review and short communication in field of Chemistry.
Arjuna Subject : -
Articles 488 Documents
Formulasi Larutan Pencuci dari Surfaktan Hasil Sublasi Limbah Laundry Puspitasari, Puspitasari; Arnelli, Arnelli; Suseno, Ahmad
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 16, No 1 (2013): Volume 16 Issue 1 Year 2013
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.64 KB) | DOI: 10.14710/jksa.16.1.11-16

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang perumusan cairan pencuci dari surfaktan sublasi dari  limbah laundry. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formula cairan pencuci hasil surfaktan substitusi dari limbah cucian dan detergensi optimal dari cairan pencuci yang diformulasikan. Salah satu metode yang dapat diterapkan untuk mendapatkan surfaktan dari air limbah bekas adalah metode sublasi. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap, yaitu sublasi limbah cucian, karakterisasi surfaktan, dan uji detergensi. Penentuan jumlah surfaktan menggunakan metode MBAS, penentuan kelompok fungsional surfaktan menggunakan FTIR, detergensi dengan sublasi surfaktan dengan memvariasikan pH, Sodium Tripoly Phosphate (STPP), Carboxyl Methyl Cellulose (CMC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa surfaktan yang berasal dari proses sublasi adalah alkilbenzena sulfonat lurus (LAS). Hal ini ditunjukkan oleh spektrum FTIR yang menunjukkan beberapa kelompok fungsi seperti alkil, sulfonat dan pengganti cincin aromatik. Surfaktan anionik mengalami penurunan sebesar 81,43%. Hasil uji detergensi diperoleh detergensi optimum 90,49%, formula cairan pembersih 21% surfaktan, STPP 60%, pH 10,5, 1% CMC.Telah dilakukan penelitian tentang perumusan cairan pencuci dari surfaktan sublasi dari  limbah laundry. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formula cairan pencuci hasil surfaktan substitusi dari limbah cucian dan detergensi optimal dari cairan pencuci yang diformulasikan. Salah satu metode yang dapat diterapkan untuk mendapatkan surfaktan dari air limbah bekas adalah metode sublasi. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap, yaitu sublasi limbah cucian, karakterisasi surfaktan, dan uji detergensi. Penentuan jumlah surfaktan menggunakan metode MBAS, penentuan kelompok fungsional surfaktan menggunakan FTIR, detergensi dengan sublasi surfaktan dengan memvariasikan pH, Sodium Tripoly Phosphate (STPP), Carboxyl Methyl Cellulose (CMC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa surfaktan yang berasal dari proses sublasi adalah alkilbenzena sulfonat lurus (LAS). Hal ini ditunjukkan oleh spektrum FTIR yang menunjukkan beberapa kelompok fungsi seperti alkil, sulfonat dan pengganti cincin aromatik. Surfaktan anionik mengalami penurunan sebesar 81,43%. Hasil uji detergensi diperoleh detergensi optimum 90,49%, formula cairan pembersih 21% surfaktan, STPP 60%, pH 10,5, 1% CMC.
Kitosan sebagai Bahan Dasar Drug Delivery: Studi Interaksi Segmen Dimer Kitosan dengan Vitamin C secara Komputasi Ab Initio dan Eksperimen Dewi, Sekar Kusuma; Windarti, Tri; Siahaan, Parsaoran
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 16, No 2 (2013): Volume 16 Issue 2 Year 2013
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (945.437 KB) | DOI: 10.14710/jksa.16.2.63-68

Abstract

Studi interaksi antarmolekul antara kitosan dan vitamin C secara komputasi ab initio dan eksperimen untuk memahami penggunaan kitosan sebagai bahan dasar drug delivery telah dilakukan. Parameter yang dianalisis adalah energi interaksi dan spektra IR. Perhitungan dilakukan terhadap dua konformasi interaksi yaitu antara sisi atom N segmen dimer kitosan bermuatan parsial negatip masing-masing dengan sisi atom H pada cincin vitamin C yang bermuatan parsial positip (konformasi I) dan sisi atom H di luar cincin (konformasi II). Energi dan jarak interaksi konfigurasi I masing-masing sebesar -62,263 kJ mol-1 dan 1,897 Ã…, sedangkan konfigurasi II sebesar -32,641 kJ mol-1 dan 2,226 Ã…. Spektra IR menunjukkan mode-mode vibrasi pada kedua senyawa yang berinteraksi. Kesimpulan hasil pemodelan adalah bahwa kitosan dapat mengikat vitamin C dengan energi yang berbeda. Hasil pemodelan diverifikasi dengan absorpsi vitamin C oleh kitosan melalui pencampurkan 2,5 g kitosan dan 0,25 % larutan vitamin C. Pengukuran vitamin C yang tersisa dan uji lepas lambat vitamin C yang terserap dalam kitosan dalam media air dilakukan dengan spektrofotometer UV-Vis. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa kitosan dapat menyerap vitamin C sebesar 46,5 % serta pada 10 menit pertama konsentrasi vitamin C yang dilepas sebesar 95,15 ppm.
Dealuminasi Zeolit Alam Menggunakan Asam (HCl dan H2SO4) untuk Katalis pada Proses Sintesis Biodiesel Norvia, Sugiarti; Suhartana, Suhartana; Pardoyo, Pardoyo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 19, No 2 (2016): Volume 19 Issue 2 Year 2016
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.079 KB) | DOI: 10.14710/jksa.19.2.72-76

Abstract

Telah dilakukan dealuminasi zeolit alam menggunakan asam (HCl dan H2SO4) untuk katalis pada proses sintesis biodiesel. Zeolit dianalisis dengan AAS dan FTIR serta uji aktivitas katalis pada sintesis biodiesel dengan metode GC-MS. Didapatkan bahwa H2SO4 lebih efektif mendealuminasi zeolite dibandingkan dengan HCl. Hasil spektrogram FTIR menunjukkan bahwa proses dealuminasi asam mengakibatkan perubahan bilangan gelombang dan rasio Si/Al yang cukup signifikan, di mana pada rasio Si/Al zeolit meningkat dari 4,57 menjadi 5,41 pada zeolit alam dealuminasi HCl dan menjadi 6,42 pada zeolit alam dealuminasi H2SO4. Zeolit terdealuminasi mampu bekerja sebagai katalis dalam sintesis biodiesel di mana katalis zeolit dealuminasi H2SO4 menghasilkan metil ester dengan senyawa dominan asam 9-oktadekenoat dengan persentase luas area sebesar 63,21% lebih banyak dibandingkan pada katalis zeolit dealuminasi HCl dan zeolite belum didealuminasi.
Penentuan Aktivitas Spesifik Heksokinase dari Limbah Anggur Pisang Biji Wuryanti, Wuryanti; Indriani, Ining; Agustina, Debora
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 6, No 1 (2003): Volume 6 Issue 1 Year 2003
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3778.889 KB) | DOI: 10.14710/jksa.6.1.1-3

Abstract

Heksokinase termasuk enzim yang berperan dalam mengkatalisis transfer gugus fosfat dari adenosin tri fosfat ke glukosa dengan melepaskan satu hidrogen sebagai asam. Penentuan aktivitas spesifik heksokinase dari limbah anggur pisang biji telah dilakukan. Unit aktivitas heksokinase ditentukan dengan metode Wajzer, kandungan protein ditentukan dengan metode Lowry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kasar heksokinase mempunyai aktivitas spesifik 270,48. Dapat disimpulkan bahwa aktivitas spesifik ekstrak kasar tersebut lebih tinggi dari pada ekstrak kasar limbah industri alkohol.
Penggunaan Bunga Rosela (Hibiscus Sabdariffa) sebagai Zat Warna pada Dye Sensitized Solar Cell Mawarti, Retno Adi; Haris, Abdul; Gunawan, Gunawan
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 13, No 3 (2010): Volume 13 Issue 3 Year 2010
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.309 KB) | DOI: 10.14710/jksa.13.3.109-112

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang performansi Dye Sensitized Solar Cell pada kaca LCD dengan sensitizer dari bunga rosela (Hibiscus sabdariffa). Konstruksi sel surya yang digunakan adalah sistem sandwich. Elektroda lawan-grafit diletakkan di atas lapisan TiO2–pewarna bunga rosela dengan elektrolit terletak di antara kedua elektroda tersebut. Karakterisasi sel surya dilakukan dengan analisis serapan elektronik pada bunga pacar air merah, Scanning Electron Microscopy (SEM), difraksi sinar X, serapan inframerah, dan pengukuran potensial sel surya. Panjang gelombang maksimum pada bunga rosela sebesar 515 nm. Morfologi permukaan lapis tipis TiO2 pada perbesaran 20.000x dan 40.000x menunjukkan permukaan TiO2 yang beronggga-rongga dengan ukuran yang berkisar antara 0,1 - 13 nm. Tampang lintang lapis tipis TiO2 menunjukkan lapis-lapis homogen dengan ketebalan 3 nm. Pada difraktrogram lapis tipis TiO2­ menunjukkan intensitas pola difraksi cukup tinggi dengan puncak utama pada 2θ yaitu 25,41°; 37,91°; 48,16°; 55,19° dan 62,83° dengan jarak antar bidang (d) sebesar 3,503 Å; 2,371 Å; 1,888 Å; 1,663 Å dan 1,478 Å sebagai kristal anatase dengan ukuran kristal sebesar 17,366 nm. Penelitian sistem sel surya dengan rosela sebagai zat warna dengan variasi waktu perendaman yaitu 24 jam dan 1 jam masing-masing menghasilkan harga efisiensi sebesar 0,00065% dengan arus 0,035.10-3 A, tegangan 0,509 V serta 0,00022% dengan arus 0,028.10-3 A dan tegangan 0,293 V.
Pengambilan Tembaga dari Batuan Bornit (Cu5FeS4) Variasi Rapat Arus dan Pengompleks EDTA Secara Elektrokimia Haris, Abdul; Widodo, Didik Setiyo; Yuanita, Lina
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 10, No 2 (2007): Volume 10 Issue 2 Year 2007
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.099 KB) | DOI: 10.14710/jksa.10.2.31-36

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pemisahan tembaga dari mineral bornit terhadap pengaruh rapat arus dan pengompleks EDTA secara elektrolisis. Serbuk bornit dilarutkan dalam besi(III) sulfat dan diendapkan dengan variasi rapat arus menggunakan elektrode karbon selama 1 jam.Dari hasil penelitian diperoleh kadar tembaga maksimal yang terlarut sebesar 14,88 % pada konsentrasi besi(III) sulfat 0,6 M. Semakin besar rapat arus yang digunakan pada elektrolisis, kuantitas endapan semakin meningkat dan endapan tembaga maksimal 1,69 mg terbentuk pada penambahan pengompleks EDTA 0,20 M dan rapat arus 0,05 A/cm2. Keberadaan pengompleks EDTA mampu menurunkan potensial yang diperlukan sehingga meningkatkan kemurnian dan kekuatan pelapisan tembaga. Kemurnian endapan tembaga tertinggi didapatkan pada elektrolisis dengan penambahan pengompleks EDTA 0,20 M sebesar 93,88%Kata kunci:bornit, tembaga, rapat arus, pengompleks EDTA
Cassava Skin Usage (Manihot esculenta L.) as Photocatalyst for Degradation of Methylene Blue in the River of Textile Industrial Zone Ellyana, Kharisma Madda; Rahayu, Kharisma Luthfiaratri; Febriastuti, Ratri; Haris, Abdul
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 21, No 4 (2018): volume 21 Issue 4 Year 2018
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.682 KB) | DOI: 10.14710/jksa.21.4.232-236

Abstract

The progress of the textile industry can increase the amount of dyestuff waste, but often waste disposal is overlooked. The purpose of this research is to provide solution in handling river water pollution by textile industry dye waste. The degradation of textile industry dye waste can be done with TiO2 semiconductors with UV light as a source of irradiation, but only 5% of sunlight can be utilized TiO2 to excite its electrons, so degradation process is not effective. It needs a material that can optimize the activity of TiO2 semiconductor, one of them C-dot coming from cassava skin. The results obtained in this research were TiO2/C-dot composite which could degrade methylene blue where its effectiveness was tested using UV-Vis spectrophotometer instrument. TiO2/C-dot photocatalyst activity test for methylene blue 0.0001 M showed that the concentration of 20% with the amount of degradation up to 96,99%, best type of rays was sunshine with amount of degradation up to 66,25% and longest radiation in sunshine with the amount of degradation was up to 78.77% and UV with the amount of degradation up to 75.99%.
Uji Aktivitas Isolat L-Asparaginase Dari Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) Terhadap Sel Hela Romualdo, Arthuro; Wuryanti, Wuryanti; Suprihati, Suprihati
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 13, No 2 (2010): Volume 13 Issue 2 Year 2010
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.005 KB) | DOI: 10.14710/jksa.13.2.41-45

Abstract

L-asparaginase adalah enzim hidrolase yang mengkatalisis hidrolisis asparagin menjadi asam aspartat dan amonia. L-asparaginase diketahui membantu pengobatan kanker dengan menghambat sintetis protein sel kanker tanpa merusak sel normal. Metode yang dilakukan adalah isolasi enzim meliputi ekstraksi, fraksinasi dengan ammonium sulfat; karakterisasi dengan uji aktivitas spesifik dan uji sitotoksisitas pada sel HeLa. Aktivitas spesifik tertinggi isolat L-asparaginase fraksi amonium sulfat terdapat pada fraksi keempat sebesar 22,639 unit/mg. Selanjutnya fraksi keempat diujikan pada sel HeLa dalam uji sitotoksisitas. Berdasarkan hasil uji sitotoksisitas, isolat ini memiliki aktivitas penghambatan terhadap pertumbuhan sel HeLa dengan nilai LC50 sebesar 309,74 ppm
Isolasi, Identifikasi Senyawa Alkaloid dari Daun Rivina humilis L. serta Uji Sitotoksik Menggunakan Metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) Fadhly, Edwin; Kusrini, Dewi; Fachriyah, Enny
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 18, No 2 (2015): Volume 18 Issue 2 Year 2015
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.979 KB) | DOI: 10.14710/jksa.18.2.67-72

Abstract

Penelitian tentang penapisan fitokimia, isolasi, identifikasi alkaloid dari daun getih-getihan (Rivina humilis L.) serta uji sitotoksisitas dengan metode BSLT telah dilakukan. Isolasi alkaloid diawali dengan maserasi daun Rivina humilis L. dengan pelarut etanol 96%, dilanjutkan penghilangan klorofil dengan menggunakan aquades (1:1). Selanjutnya hasil maserasi tersebut dipartisi dengan pelarut n-heksana, diperoleh ekstrak n-heksana dan ekstrak etanol-air. Ekstrak etanol-air dilakukan isolasi alkaloid hingga diperoleh ekstrak alkaloid berwarna coklat kemerahan sebanyak 0,7323 gram. Pemisahan alkaloid dilakukan dengan metode kromatografi lapis tipis preparatif dan uji kemurniannya menggunakan metode KLT dengan berbagai eluen didapatkan 1 noda pada pita A1. Isolat alkaloid A1 berbentuk padatan putih dan mempunyai titik leleh sebesar 290-292°C. Hasil analisis spektrofotometer UV-Vis memperkirakan bahwa senyawa alkaloid A1 mempunyai struktur dasar indol. Analisis dengan spektofotometer FTIR menunjukkan adanya gugus N-H, O-H, =C-H aromatik, CH2, C=N, C=O, C=C aromatik, dan C-O eter. Sedangkan kromatogram LC-MS menunjukkan puncak tertinggi pada waktu retensi 1,8 menit dan memiliki bobot molekul sebesar 267.27 g/mol. Hasil uji sitotoksik menunjukkan bahwa ekstrak alkaloid mempunyai harga LC50 sebesar 25,439 ppm.
Adsorpsi Ion Logam Natrium dan Kalium dengan Karbon Aktif Merck dan Norit Siahaan, Parsaoran
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 1, No 1 (1998): Volume 1 Issue 1 Year 1998
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4561.359 KB) | DOI: 10.14710/jksa.1.1.23-30

Abstract

Telah dilakukan penelitian adsorpsi karbon aktif merck dan norit terhadap ion iogam natrium dan kalium yang kemudian dibandingkan dengan adsorsi terhadap metilena biru. Untuk mempelajari kemampuan adsorpsi karbon aktif juga telah ditentukan luas permukaan dan distribusi pori. Luas permukaan kaibon aktif merck dan norit masing-masing adaiah 762,7286 m2/g dan 9,2756 m2/g. Karbon aktif merck dan norit mengadsorpsi metilena biru masing-masing sebesar 4,700 ppm dan 4,467 ppm pada konsentrasi larutan metilena biru 5,0 ppm. Karbon aktif merck dapat mengadsorpsi ion logam kalium sebesar 1,106 ppm (pada konsentrasi larutan 3 ppm), tetapi tidak dapat mengadsorpsi ion logam natrium. Karbon aktif norit dapat mengadsorpsi ion logam natrium sebesar 0,703 ppm (pada konsentrasi larutan 3 ppm) tetapi tidak dapat mengadsorpsi ion logam kalium

Page 1 of 49 | Total Record : 488


Filter by Year

1998 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 8 (2020): Volume 23 Issue 8 Year 2020 Vol 23, No 7 (2020): Volume 23 Issue 7 Year 2020 Vol 23, No 6 (2020): Volume 23 Issue 6 Year 2020 Vol 23, No 5 (2020): Volume 23 Issue 5 Year 2020 Vol 23, No 4 (2020): Volume 23 Issue 4 Year 2020 Vol 23, No 3 (2020): Volume 23 Issue 3 Year 2020 Vol 23, No 2 (2020): Volume 23 Issue 2 Year 2020 Vol 23, No 1 (2020): Volume 23 Issue 1 Year 2020 Vol 22, No 6 (2019): Volume 22 Issue 6 Year 2019 Vol 22, No 5 (2019): Volume 22 Issue 5 Year 2019 Vol 22, No 4 (2019): Volume 22 Issue 4 Year 2019 Vol 22, No 3 (2019): Volume 22 Issue 3 Year 2019 Vol 22, No 2 (2019): Volume 22 Issue 2 Year 2019 Vol 22, No 1 (2019): volume 22 Issue 1 Year 2019 Vol 21, No 4 (2018): volume 21 Issue 4 Year 2018 Vol 21, No 3 (2018): Volume 21 Issue 3 Year 2018 Vol 21, No 2 (2018): Volume 21 Issue 2 Year 2018 Vol 21, No 1 (2018): Volume 21 Issue 1 Year 2018 Vol 20, No 3 (2017): Volume 20 Issue 3 Year 2017 Vol 20, No 2 (2017): Volume 20 Issue 2 Year 2017 Vol 20, No 1 (2017): Volume 20 Issue 1 Year 2017 Vol 19, No 3 (2016): Volume 19 Issue 3 Year 2016 Vol 19, No 2 (2016): Volume 19 Issue 2 Year 2016 Vol 19, No 1 (2016): Volume 19 Issue 1 Year 2016 Vol 18, No 3 (2015): Volume 18 Issue 3 Year 2015 Vol 18, No 2 (2015): Volume 18 Issue 2 Year 2015 Vol 18, No 1 (2015): Volume 18 Issue 1 Year 2015 Vol 17, No 3 (2014): Volume 17 Issue 3 Year 2014 Vol 17, No 2 (2014): Volume 17 Issue 2 Year 2014 Vol 17, No 1 (2014): Volume 17 Issue 1 Year 2014 Vol 16, No 3 (2013): Volume 16 Issue 3 Year 2013 Vol 16, No 2 (2013): Volume 16 Issue 2 Year 2013 Vol 16, No 1 (2013): Volume 16 Issue 1 Year 2013 Vol 15, No 3 (2012): Volume 15 Issue 3 Year 2012 Vol 15, No 2 (2012): Volume 15 Issue 2 Year 2012 Vol 15, No 1 (2012): Volume 15 Issue 1 Year 2012 Vol 14, No 3 (2011): Volume 14 Issue 3 Year 2011 Vol 14, No 2 (2011): Volume 14 Issue 2 Year 2011 Vol 14, No 1 (2011): Volume 14 issue 1 Year 2011 Vol 13, No 3 (2010): Volume 13 Issue 3 Year 2010 Vol 13, No 2 (2010): Volume 13 Issue 2 Year 2010 Vol 13, No 1 (2010): Volume 13 Issue 1 Year 2010 Vol 12, No 3 (2009): Volume 12 Issue 3 Year 2009 Vol 12, No 2 (2009): Volume 12 Issue 2 Year 2009 Vol 12, No 1 (2009): Volume 12 Issue 1 Year 2009 Vol 11, No 3 (2008): Volume 11 Issue 3 Year 2008 Vol 11, No 2 (2008): Volume 11 Issue 2 Year 2008 Vol 11, No 1 (2008): Volume 11 Issue 1 Year 2008 Vol 10, No 3 (2007): Volume 10 Issue 3 Year 2007 Vol 10, No 2 (2007): Volume 10 Issue 2 Year 2007 Vol 10, No 1 (2007): Volume 10 Issue 1 Year 2007 Vol 9, No 3 (2006): Volume 9 Issue 3 Year 2006 Vol 9, No 2 (2006): Volume 9 Issue 2 Year 2006 Vol 9, No 1 (2006): Volume 9 Issue 1 Year 2006 Vol 8, No 3 (2005): Volume 8 Issue 3 Year 2005 Vol 8, No 2 (2005): Volume 8 Issue 2 Year 2005 Vol 8, No 1 (2005): Volume 8 Issue 1 Year 2005 Vol 7, No 3 (2004): Volume 7 Issue 3 Year 2004 Vol 7, No 2 (2004): Volume 7 Issue 2 Year 2004 Vol 7, No 1 (2004): Volume 7 Issue 1 Year 2004 Vol 6, No 3 (2003): Volume 6 Issue 3 Year 2003 Vol 6, No 2 (2003): Volume 6 Issue 2 Year 2003 Vol 6, No 1 (2003): Volume 6 Issue 1 Year 2003 Vol 5, No 3 (2002): Volume 5 Issue 3 Year 2002 Vol 5, No 2 (2002): Volume 5 Issue 2 Year 2002 Vol 5, No 1 (2002): Volume 5 Issue 1 Year 2002 Vol 3, No 3 (2000): Volume 3 Issue 3 Year 2000 Vol 3, No 2 (2000): Volume 3 Issue 2 Year 2000 Vol 3, No 1 (2000): Volume 3 Issue 1 Year 2000 Vol 2, No 4 (1999): Volume 2 Issue 4 Year 1999 Vol 2, No 3 (1999): Volume 2 Issue 3 Year 1999 Vol 2, No 2 (1999): Volume 2 Issue 2 Year 1999 Vol 2, No 1 (1999): Volume 2 Issue 1 Year 1999 Vol 1, No 1 (1998): Volume 1 Issue 1 Year 1998 More Issue