cover
Contact Name
Darwanto
Contact Email
bawal.puslitbangkan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bawal.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap
ISSN : 19078229     EISSN : 25026410     DOI : -
Bawal Widya Riset Perikanan Tangkap dipublikasikan oleh Pusat Riset Perikanan yang memiliki p-ISSN 1907-8226; e-ISSN 2502-6410 dengan Nomor Akreditasi RISTEKDIKTI: 21/E/KPT/2018, 9 Juli 2018. Terbit pertama kali tahun 2006 dengan frekuensi penerbitan tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan April, Agustus, Desember. Bawal Widya Riset Perikanan Tangkap memuat hasil-hasil penelitian bidang “natural history” (parameter populasi, reproduksi, kebiasaan makan dan makanan), lingkungan sumber daya ikan dan biota perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2006): (April 2006)" : 6 Documents clear
SELEKTIVITAS ALAT TANGKAP IKAN PARI DI PERAIRAN LAUT JAWA Nurdin, Erfind; Hufiadi, Hufiadi
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 1, No 1 (2006): (April 2006)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.132 KB) | DOI: 10.15578/bawal.1.1.2006.25-30

Abstract

Pengamatan di beberapa lokasi pendaratan ikan di pantai utara Jawa menunjukkan gill net dasar (lokal; jaring liongbun) dan rawai dasar tanpa umpan (lokal: pancing senggol) merupakan alat tangkap utama bagi ikan pari, sedangkan pada alat tangkap cantrang merupakan hasil tangkapan sampingan. secara teknis, gill net yang digunakan lebih seleKif dari pada cantrang, karena mempunyai ukuran mata jaring relatif besar (antara 40 sampai dengan 50 cm) dibandingkan dengan cantrang. Demikian pula hasil tangkapannya. Cantrang tidak memiliki target hasil tangkapan yang lebih spesifik, baik terhadap jenis maupun ukuran ikan. Di perairan Cirebon, hasil tangkapan pancing senggol didominasi oleh ikan pari jenis Himantura gerradi dan H. bleekeri dengan ukuran lebar cawan antara 43 sampai dengan 96 cm.
TINGKAT KEMATANGAN KELAMIN DAN FREKUENSI PANJANG PARI GITAR (Rhinobatus sp.1 dan Rhinobatus sp. 2) Dharmadi, Dharmadi; Fahmi, Fahmi
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 1, No 1 (2006): (April 2006)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.887 KB) | DOI: 10.15578/bawal.1.1.2006.31-35

Abstract

Pari gitar ( (Rhinobatus sp.) merupakan salah satu jenis pari yang mempunyai nilai ekonomb tinggi. Jenis pari ini sering tertangkap dengan alat tangkap jaring dasar, karena mereka hidup di dasar perairan yang berpasir. Penentuan kematangan jenis kelamin jantan dapat diketahui berdasarkan pada kondisi klasper, yang dikelompokan menjadi 3 tingkatan yaitu 1) klasper dalam kondisi lunak belum atau sedikit berisi zat kapur; 2) klasper berisi zat kapur dalam kondisi agak keras dan 3) klasPEr berisi penuh zat kaPur dalam kondisi keras. Ukuran panjang klasper berhubungan secara linier terhadap panjang tubuh pari gltar Sedangkan trekuensi panjang pari gitar berfluktuasi berdasarkan pada waktu dan Jenis kelamin.
SUMBER DAYA PERIKANAN PERAIRAN SUNGAI BATANG HARI JAMBI Nurdawati, Syarifah; Muflikhah, Niam; Sunarno, Mas Tri Djoko
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 1, No 1 (2006): (April 2006)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3841.223 KB) | DOI: 10.15578/bawal.1.1.2006.1-9

Abstract

Sungai Batang hari Jambi merupakan peraaran yang potensial sebagar penghasil ikan hias dan ikan konsumsi. Memiliki panjang + 1.740 km dan mempunyai 7 cabang sungai besar dan pada cabang-cabangnya terdapat anak-anak sungai dan danau-danau yang menjadi daerah asuhan anak-anak ikan Kualitas air baik tisika maupun kimia cukup baik terutama di bagian hulu dan tengah daerah aliran sungai. Perubahan kualitas air terjadi karena adanya perubahan fluktuasi air yang terjadi pada musim hujan dan kemarau. lkan yang terdapat di daerah aliran Sungai Batanghari Jambi terdapat 56 jenis ikan hias dan 22 jenis sudah diperdagang kan serta 76 jenis ikan konsumsi. Penangkapan ikan dllakukan pada awal musim hujan sedangkan untuk penangkapan ikan h16 dilakukan pada musim hujan.
INDIKATOR PENYUSUTAN SUMBER DAYA IKAN PELAGIS KECIL DI LAUT JAWA DAN SEKITARNYA Atmaja, Suherman Banon; Nugroho, Duto
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 1, No 1 (2006): (April 2006)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (951.471 KB) | DOI: 10.15578/bawal.1.1.2006.37-41

Abstract

Sumber daya ikan pelagis telah lama dieksploitasi oleh berbagai macam alat mulai dari alat tangkap payang, pukat cincin, pukat cincin yang dilengkapi dengan lampu sorot. Motorisasi perikanan tradisional dan substitusi alat tangkap telah menyebabkan crowding etfect- Status perikanan pelagb kecil telah melampauiMYS. Semakin berkembangnya pukat cincin dengan penggunaan lampu sorot dan mesin yang lebih besar, sejak tahun 1998 pengusaha pukat cincin cenderung mengurangi kapasitas kapal, namufl penggunaan lampu sorot semakin meningkat. Dengan demikian, waktu pencarian gerombolan ikan lebih lama, sebagai indikator biomassa telah mengalami penyusutan. Telah terjadi kompetisi spesies ikan pelagis, penurunan hasil tangkapan terhadap populasi ikan akan direspon dengan cepat pulihhya biomassa ikan pelagis kecil dan nelayan akan merespon perubahan alat tangkap. Perlu kehati-hatian dalam memberikan perizinan, hari memperhitungkan dinamika usaha perikanan yaitu bagaimana nelayan akan merespon kondisi stok yangmenurun.
PROSPEK PENGEMBANGAN PLASMA NUTFAH IKAN BAUNG (Mystus nemurus C.V.l Muflikhah, N iam; Nurdawati, Syarifah; Aida, Siti Nurul
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 1, No 1 (2006): (April 2006)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2326.782 KB) | DOI: 10.15578/bawal.1.1.2006.11-18

Abstract

lkan baung (Mysfus nemurus C V.) termasuk ikan asli perairan umum yang mempunyai nrlai ekonomi yang cukup tlnggi dan layak untuk dibudidayakan, seperti halnya ikan-ikan perairan umum lainnya (jelawat, patin, lampam,tembakang, dan lain-lain). lkan ini berpotensi untuk diekspor baik di tingkat konsumsi mautun di tingkat benih. Masalah yang dihadapi dalam budi daya adalah pertumbuhannya retatif lambat dibandingkan ikan patin, terutama pada saat air surut pada musim kemarau pertumbuhan sangat lambat bahkan minusdibandingkan pada saA air besar atau penghujan. lkan baung bersifat karnivora tetapi sudah dapat tumbuh baik dengan pakan berbentuk pelet, baik komersil maupun racikan Induk betina memiliki fekunditas yang tinggi dengan Jumlah telur dari 2.500 sampai dengan 128.000 dari bobot 300 sampai dengan 1 250 g, induk jantan juga memiliki sperma yang cukup banyak terutama di daerah Jambi dan Riau. Selain itu, memiliki ukuran yang relatif besar-besar dibanding ikan baung dari Sumatera Selalan (Palembang). perbaikan mutu genetik ikan baung akan sangat berguna bagj pengembangan budi daya di masa yang akan datang.
KARAKTERISTIK HABITAT IKAN BELIDA (Notoptera chitala) Wibowo, Arif; Sunarno, Mas Tri Djoko
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 1, No 1 (2006): (April 2006)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1355.74 KB) | DOI: 10.15578/bawal.1.1.2006.19-24

Abstract

lkan belida (Notoptera chitala) adalah ikan asli Indonesia yang termasuk ikan ekonomis penting atau tinggi. lkan belida merupakan salah satu jenis ikan yang terancam kelestariannya. lkan ini termasuk dalam kelompok ikan predator yang aktif pada malam hari, memiliki habitat diwilayah tengah khususnya rawa banjir (fload plain). Pada saat musim hujan ikan belida melakukan migrasi dari sungai utama atau bagian yang berair lainnya (anak sungai, lebung, dan lain-lain) ke rawa banjir (fload plain) untuk aktivitas pertumbuhan. Sedangkan pada musim kemarau berada disungai utama dan daerah rawa banjiran lersebut

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2006 2006


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 3 (2019): (Desember) 2019 Vol 11, No 2 (2019): (Agustus) 2019 Vol 11, No 1 (2019): (April) 2019 Vol 10, No 3 (2018): (Desember) 2018 Vol 10, No 2 (2018): (Agustus) 2018 Vol 10, No 1 (2018): April (2018) Vol 9, No 3 (2017): (Desember) 2017 Vol 9, No 2 (2017): (Agustus 2017) Vol 9, No 3 (2017): (Desember) 2017 Vol 9, No 2 (2017): (Agustus 2017) Vol 9, No 1 (2017): (April, 2017) Vol 8, No 3 (2016): (Desember, 2016) Vol 8, No 2 (2016): (Agustus 2016) Vol 8, No 1 (2016): (April 2016) Vol 7, No 3 (2015): (Desember 2015) Vol 7, No 2 (2015): (Agustus 2015) Vol 7, No 1 (2015): (April 2015) Vol 6, No 3 (2014): (Desember 2014) Vol 6, No 2 (2014): (Agustus 2014) Vol 6, No 1 (2014): (April 2014) Vol 5, No 3 (2013): (Desember 2013) Vol 5, No 2 (2013): (Agustus 2013) Vol 5, No 1 (2013): (April 2013) Vol 4, No 3 (2012): (Desember 2012) Vol 4, No 3 (2012): (Desember 2012) Vol 4, No 2 (2012): (Agustus 2012) Vol 4, No 1 (2012): (April 2012) Vol 3, No 5 (2011): (Agustus 2011) Vol 3, No 6 (2011): (Desember 2011) Vol 3, No 5 (2011): (Agustus 2011) Vol 3, No 4 (2011): (April 2011) Vol 3, No 3 (2010): (Desember 2010) Vol 3, No 2 (2010): (Agustus 2010) Vol 3, No 1 (2010): (April 2010) Vol 2, No 6 (2009): (Desember 2009) Vol 2, No 5 (2009): (Agustus 2009) Vol 2, No 4 (2009): (April 2009) Vol 2, No 3 (2008): (Desember 2008) Vol 2, No 2 (2008): (Agustus 2008) Vol 2, No 3 (2008): (Desember 2008) Vol 2, No 2 (2008): (Agustus 2008) Vol 2, No 1 (2008): (April 2008) Vol 1, No 6 (2007): (Desember 2007) Vol 1, No 5 (2007): (Agustus 2007) Vol 1, No 4 (2007): (April 2007) Vol 1, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 1, No 2 (2006): (Agustus 2006) Vol 1, No 1 (2006): (April 2006) More Issue