cover
Contact Name
Darwanto
Contact Email
bawal.puslitbangkan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bawal.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap
ISSN : 19078229     EISSN : 25026410     DOI : -
Bawal Widya Riset Perikanan Tangkap dipublikasikan oleh Pusat Riset Perikanan yang memiliki p-ISSN 1907-8226; e-ISSN 2502-6410 dengan Nomor Akreditasi RISTEKDIKTI: 21/E/KPT/2018, 9 Juli 2018. Terbit pertama kali tahun 2006 dengan frekuensi penerbitan tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan April, Agustus, Desember. Bawal Widya Riset Perikanan Tangkap memuat hasil-hasil penelitian bidang “natural history” (parameter populasi, reproduksi, kebiasaan makan dan makanan), lingkungan sumber daya ikan dan biota perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 3 (2013): (Desember 2013)" : 7 Documents clear
ESTIMASI PARAMETER POPULASI IKAN TONGKOL KOMO (Euthynnus affinis) DI PERAIRAN LAUT JAWA Chodrijah, Umi; Hidayat, Thomas; Noegroho, Tegoeh
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 5, No 3 (2013): (Desember 2013)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.425 KB) | DOI: 10.15578/bawal.5.3.2013.167-174

Abstract

Tongkol komo (Euthynnus affinis) yang dikenal dengan nama perdagangan kawa-kawa termasuk dalam family Scombridae. Sebagai ikan pelagis mereka membentuk gerombolan, perenang cepat dan pemakan daging (carnivore). Penelitian tentang estimasi parameter populasi ikan tongkol komo di Laut Jawa didasarkan pada pengumpulan data di Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan, pada bulan Februari-Desember 2012. Analisis parameter populasi menggunakan program “Electronic Length Frequency Analysis (ELEFAN-1). Hasil penelitian menunjukkan sebaran frekuensi panjang cagak ikan tongkol komo selama penelitian diperoleh panjang minimum 11,7 cm FL, panjang maksimum 55,4 cmFL dan panjang-rata-rata 34,1 cm. Persamaan dari hubungan panjang dan bobot ikan tongkol komo adalah W=0,00001L3,1267 (r2=0,986). Parameter populasi menunjukkan panjang asimtotik (L∞) = 59,63 cm, kecepatan pertumbuhan ikan tongkol (K) =  0,91 per tahun dan umur pada saat ditetaskan (t0)  = 0,178 tahun. Mortalitas total (Z) adalah 2,64 per tahun dengan mortalitas alami (M) dan mortalitas penangkapan (F) masing-masing 1,13/tahun dan  1,51/tahun. Rasio eksploitasi ikan tongkol adalah 0,57 pertahun. Hal ini berarti bahwa pemanfaatan ikan tongkol komo di Laut Jawa sudah dimanfaatkan secara penuh (fully exploited).As pelagic fish, kawa-kawa (Euthynnus affinis) were included in the family Scombridae, Schooling behaviours, fast swimmers and carnivore. Research on population parameter estimates of kawa-kawa of the Java Sea conducted in the Pekalongan fishing port during February to December 2012. Data analyzed using analytical model application with program of “Electronic Length Frequency Analysis (ELEFAN -1)”. The results showed that the frequency distribution of fish during sampling periods ranged of 11.7 cm FL to 55.4 cmFL with average length of 34.1 cmFL. Equation of a length and weight relationship of W = 0.00001 L3, 1267 (r2 = 0.986). Population parameters included asymptotic length growth rate (L∞) was 59.63 cmFL, growth rate (K) = 0.91 per year and zero age (t0) was 0.178 years. The total mortality (Z) was 2.64 per year, natural mortality (M) and fishing mortality (F) were 1.13 per year and 1.51 per year,  respectively. Exploitation rate (E) was 0.57 per year, it mean that utilization stage of kawa-kawa in the area sampling was fully exploited.
PARAMETER POPULASI IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus malabaricus) DI PERAIRAN LAUT JAWA BAGIAN TIMUR Wahyuningsih, Wahyuningsih; Prihatiningsih, Prihatiningsih; Ernawati, Tri
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 5, No 3 (2013): (Desember 2013)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.185 KB) | DOI: 10.15578/bawal.5.3.2013.175-179

Abstract

Ikan kakap merah (Lutjanus malabaricus) merupakan jenis ikan demersal dari famili Lutjanidae yang bernilai ekonomis penting di Indonesia. Penelitian dilakukan dari bulan Januari sampai dengan November 2012 di Brondong, Lamongan – Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa aspek parameter populasi (Lc, Lm, L∞, t0, K, Z, E, M, F) dari ikan kakap merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang rata-rata kakap merah yang tertangkap belum sempat melakukan pemijahan (Lc<Lm). Persamaan pertumbuhan ikan kakap merah adalah Lt = 97,65 (1 – e-0,220(t+0,024)). Mortalitas alami (M) adalah 0,49 tahun-1, mortalitas karena penangkapan (F) = 0,55 tahun-1 sehingga mortalitas total (Z) = 1,04 tahun-1. Nilai eksploitasi (E) pada kakap merah (Lutjanus malabaricus) adalah 0,53. Hal itu menunjukkan bahwa tingkat pemanfaatannya sudah mencapai tingkat optimum. Red snapper (Lutjanus malabaricus) is a demersal fish species of the family Lutjanidae important economic value in Indonesia. The study was conducted from January to November 2012 in Brondong, Lamongan. This study aims to determine some aspects of population parameters (Lc, Lm, L ∞, t0, K, Z, E, M, F) of red snapper. The results showed that the average length of red snapper caught yet had a chance to spawning (Lc <Lm). Red snapper growth equation was Lt = 97.65 (1 - e-0, 220 (t +0.024)). Natural mortality (M) was 0.49 year-1, mortality from fishing (F) = 0.55 per year-1 so that total mortality (Z) = 1.04 per year-1. Value of exploitation (E) on the red snapper (Lutjanus malabaricus) is 0.53. It shows that the optimum level of relative utilization.
STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON DAN KONDISI LINGKUNGAN PERAIRAN DI TELUK JAKARTA Nastiti, Adriani Sri; Hartati, Sri Turni
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 5, No 3 (2013): (Desember 2013)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.356 KB) | DOI: 10.15578/bawal.5.3.2013.131-150

Abstract

Fitoplankton dan zooplankton merupakan pakan alami bagi biota laut termasuk ikan. Tujuan penelitian adalah mengetahui struktur komunitas fitoplankton dan zooplankton serta kondisi lingkungan perairan di Teluk Jakarta. Penelitian dilakukan pada bulan April, Juni, Agustus dan Oktober 2009, pengamatan di 5 stasiun TJ1, TJ2, TJ3, TJ4 dan TJ5. Parameter yang di ukur adalah: kelimpahan fitoplankton dan zooplankton, suhu air, kecerahan, oksigen terlarut, pH, salinitas,. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitoplankton yang ditemukan 5 kelas meliputi: Cyanophyceae (6 spesies), Chlorophyceae (4 spesies), Bacillariophyceae (37 spesies), Dinophyceae (14 spesies) dan Euglenophyceae (1 species). Zooplankton yang ditemukan 10 kelas meliputi : Crustacea (16 spesies), Holothuroidea (3 spesies), Ciliata (5 spesies), Sagittoidea (2 spesies), Sarcodina (3 spesies), Rotatoria (4 spesies), Echinodermata (1 spesies), Polychaeta (1 spesies), Urochordata (1 spesies) dan Hydrozoa (1 spesies). Kelimpahan fitoplankton berkisar antara 1.587.086 - 3.799.799 sel/l. Kelimpahan zooplankton berkisar antara 922.010 - 3.834.261ind/l. Indeks keanekaragaman (=H)  fitoplankton berkisar antara 1,74 – 3,64;indeks dominansi (=D) berkisar antara 0,04-0,40 dan indeks keseragaman (=E) berkisar antara 0,08-0,34. Indeks  biologi zooplankton menunjukkan nilai (=H) berkisar antara 0,22-3,70; nilai  (=D) berkisar antara 0,18-0,79; dan nilai (=E) berkisar antara 0,01-0,37.  Suhu air berkisar  antara 29,5-31,6oC, pH berkisar antara 4,96-7,38 dan salinitas berkisar antara 12,0-31,5 o/oo. Teluk Jakarta diindikasikan mengalami tekanan lingkungan sehingga hanya beberapa spesies plankton mampu beradaptasi, yaitu dari kelas Bacillariophyceae (Chaetoceros sp) dan Crustaceae (Calanus sp dan Acartia sp). Phytoplankton and zooplankton is a natural food for other marine life including fish. Growth and development are supported by condition of aquatic environment. The research objective was to determine the community structure of phytoplankton and zooplankton and aquatic environments as a factor in supporting the management of fish resources in the  Jakarta Bay. The research was conducted in April, June, August and October 2009 at five stations were : TJ1, TJ2, TJ3, TJ4 and J5 . The parameters measured were: phytoplankton and zooplankton abundance, water temperature, brightness, dissolved oxygen, pH and salinity,. The results show that there were 5 classes of phytoplankton found in Jakarta Bay consisting  of: Cyanophyceae (6 species), Chlorophyceae (4 species), Bacillariophyceae (37 species), Dinophyceae (14 species)and Euglenophyceae (1 species). Zooplankton were found  10 classes consisting of Crustacea (16 species), Holothuroidea (3 species), Ciliata (5 species), Sagittoidea (2 species), Sarcodina (3 species), Rotatoria (4 species), Echinodermata (1 species), Polychaeta (1 species), Urochordata (1 species) dan Hydrozoa (1 species). Phytoplankton abundance was between 1.922.010 - 3.834.261 cell/ l. Zooplankton abundance was between 2.764 - 2.849.066 ind/l.  Analysis on biological index of phytoplankton showed that the diversity indeces ranged between 1,74 – 3,64;  dominance indeces (=D) ranged  between 0,04-0,40 and  similarity indeces (=E) ranged between 0,08- 0,34.  Biological index of zooplankton showed that the diversity indeces (= H) ranged between 0,22-3,70;  dominance indeces (=D) ranged  between 0,18-0,79, and similarity indeces (= E) ranged between 0,01-0,37. Water temperature ranged between 29.5 - 31.6o C, pH  ranged between  4.96 - 7.38 and salinity ranged between 12.0 - 31.5 o / oo . Jakarta Bay is experienced environmental pressures so that only several species plankton are capable of adapting, that is from class Bacillariophyceae (Chaetoceros sp.) and  class Crustaceae (Calanus sp. and Acartia sp).
JENIS PAKAN ALAMI LARVA IKAN BETOK (Anabas testudineus Bloch) DI PERAIRAN RAWA MONOTON DANAU BANGKAU, KALIMANTAN SELATAN Rukmini, Rukmini; Marsoedi, Marsoedi; Arfiati, Diana; Mursyid, Athaillah
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 5, No 3 (2013): (Desember 2013)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.718 KB) | DOI: 10.15578/bawal.5.3.2013.181-188

Abstract

Usaha pembenihan ikan merupakan alternatif pemecahan masalah untuk mengatasi kesenjangan antara ketersediaan dan kebutuhan benih dalam budidaya ikan. Keberhasilan usaha pembesaran ikan betok dibatasi oleh tingkat kelangsungan hidup larva bagi pertumbuhan dan jenis pakan alami larva ikan di habitatnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan kelimpahan pakan alami yang dikonsumsi larva ikan betok di perairan rawa monoton Danau Bangkau Kalimantan Selatan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2011-Januari 2012. Pengambilan sampel pakan dan larva dilakukan pada dua tempat yang berbeda pada kedalaman 30 cm. Hasil penelitian menunjukkan jenis plankton yang dikonsumsi oleh larva ikan betok berubah sesuai dengan ukuran bukaan mulut ikan dan kelimpahan plankton di perairan. Jenis plakton dominan yang dimakan oleh larva betok yaitu Mougeotia sp. 265 sel/L diikuti oleh Coconeis sp. 246 sel/L, Keratella sp. 174 sel/L, Chlorococcum sp. 110 sel/L, Brachionus sp. 98 sel/L, dan Navicula sp. 47 sel/L. Jenis plakton dominan yang dimakan berubah sesuai dengan umur larva. Business seeding fish an alternative problem-solving to overcome the gap between availability and needs seeds. The success of the business of enlargement climbing fish bounded by the degree of continuity larvæ live for growth and a kind of natural fish larvae feed on their habitat. The purpose of this research was to know the type of plankton that were consumed by climbing perch fish larvae in the waters of the monotonous swamp of Danau Bangkau. The research was conducted from December, 2011- January, 2012. The sample feed and larvæ carried on two different places at the depth of 30 cm. The result showed plankton species consumed by climbing fish larvae change according to size openings mouth fish and abundance plankton in waters. A kind of plankton dominant which are eaten by the climbing larvæ  namely Mougeotia sp. 265 cells/L followed by Coconeis sp. 246 cells/L, Keratella sp. 174 cells/L, Chlorococcum sp. 110 cells/L, Brachionus sp. 98 cells/L, and Navicula sp. 47 cells/L. A kind of plankton dominant eaten changed in accordance with the age of larvæ.
KEBIASAAN MAKAN DAN LUAS RELUNG BEBERAPA JENIS IKAN DI WADUK DJUANDA, JAWA BARAT Purnamaningtyas, Sri Endah; Hendro Tjahjo, Didik Wahju
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 5, No 3 (2013): (Desember 2013)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.905 KB) | DOI: 10.15578/bawal.5.3.2013.151-157

Abstract

Ikan seperti hewan lainnya membutuhkan makanan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Makanan merupakan kunci pokok bagi pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kebiasaan makan, dan luas relung beberapa jenis ikan di perairan Waduk Djuanda. Penelitian ini dilakukan selama Januari hingga Desember 2010, dengan menggunakan alat tangkap gill-net percobaan yang dipasang di 6 (enam) stasiun. Analisis kebiasaan makan menggunakan  Indeks of Preponderance. Tingkat trofik dan luas relung jenis ikan dievaluasi berdasarkan makanan atau ruang yang dimanfaatkan oleh ikan. Berdasarkan kebiasaan makannya, ikan di Waduk Djuanda dibagi dalam 4 kelompok yaitu: (1) Ikan herbivora terdiri dari ikan kepiet (Thynnichtys thynnoides) dengan tingkat tropik 2,34 dan luas relung 4,04, nila (Oreochromis niloticus) dengan tingkat tropik 2,12 dan luas relung 2,82, patin (Pangasiondon hypopthalmus) dengan tingkat tropik 2,26 dengan luas relung 2,06, beunteur (Puntius binotatus) dengan tingkat tropik 2,05 dan luas relung 2,54; (2) Ikan omnivora terdiri dari: bandeng Channos channos) dengan tingkat tropik 2,49 dan luas relung 2,89, lalawak (Barbonymus ballaroides) dengan tingkat tropik 2,32 dengan luas relung 3,17 (3) ikan karnivora terdiri dari: oskar (Amphilophus citrinellus) dengan tingkat tropik 3,05 dan luas relung 2,59, kebogerang (Mystus nigriceps) dengan tingkat tropik 3,01 dan luas relung 2,57 (4) ikan predator terdiri dari: golsom  (Amphilophus alfari) dengan tingkat tropik 3,69 dan luas relung 1,47, betutu (Oxyeleotris marmorata) dengan tingkat tropik  3,92 dan luas relung 3,08, hampal (Hampala macralepidota) dengan tingkat tropik 4 dan luas relung 1.Fish is similar with other animals, it is need a feeding for their of life and growth. The purpose of this study was to assess feeding habits and broad niches several species of fish in the waters Juanda Reservoir. This study was conducted during January to December 2010, using the trial as a gill-net fishing gear mounted on the 6 (six) stations.  Feeding habits analysis used of the index of preponderance. Trophic levels and broad niches are evaluated based on the type of fish meal or space utilized by fish. Based on fish eating habits, Juanda Reservoir fish were divided into 4 groups: (1). Herbivorous fish, which consists of  kepiet (Thynnichtys thynnoides) with trophic level 2,34 and niche breadth 4,04, nila (Oreochromis niloticus) with trophic level of 2,12 and niche breadth of 2,82, patin (Pangasiondon hypopthalmus) with trophic level 2,26 and niche breadth 2,06, beunteur (Puntius binotatus) with trophic level 2,05 and niche breadth 2,54 group (2). Omnivorous fish consisting  of bandeng Channos channos) with trophic level 2,49 and niche breadth 2,89, lalawak (Barbonymus ballaroides) with trophic level 2,32 and niche breadth 3,17 group (3). Carnivorous fish consisting oskar (Amphilophus citrinellus) with trophic level 3,05 and niche breadth 2,59, kebogerang (Mystus nigriceps) with trophic level 3,01 and niche breadth 2,57  and group (4). Predatory fish consists of golsom  (Amphilophus alfari) with trophic level 3,69 dan luas relung 1,47, betutu (Oxyeleotris marmorata) with trophic level  3,92 dan luas relung 3,08, hampal (Hampala macralepidota) with trophic level 4 and niche breadth 1.
STATUS TROFIK PERAIRAN RAWA PENING DITINJAU DARI KANDUNGAN UNSUR HARA (NO3 dan PO4) SERTA KLOROFIL-a Zulfiah, Naila; Aisyah, Aisyah
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 5, No 3 (2013): (Desember 2013)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.823 KB) | DOI: 10.15578/bawal.5.3.2013.189-199

Abstract

Danau Rawa Pening merupakan danau alami yang multi fungsi yaitu sebagai pembangkit listrik, irigasi, perikanan, air baku dan pariwisata. Aktivitas antropogenik manusia mendorong terjadinya perubahan status trofik perairan. Ledakan populasi fitoplankton dan tumbuhan air terapung merupakan indikasi terjadinya eutrofikasi  di danau ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status terkini kondisi kesuburan Perairan Rawa Pening dengan pendekatan nilai unsur hara (nitrat dan fosfat) serta hubungannya dengan klorofil-a. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2007 di Perairan Rawa Pening. Parameter kimia seperti nitrat, fosfat dan klorofil-a dianalisa di laboratorium menggunakan metode spektrofotometri. Selain itu dilakukan pengukuran insitu beberapa parameter fisika dan kimia (suhu, kecerahan, kedalaman dan pH). Hubungan antara nitrat dan fosfat terhadap klorofil-a dianalisa dengan regresi linier berganda menggunakan software Excel 2007. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisaran nilai nitrat, fosfat dan klorofil-a pada Bulan Mei dan Juni masing-masing adalah 1,38–2,18 mg/L dan 1,32–2,12 mg/L (eutrofik); 0,013–0,030 mg/L dan 0,012–0,031 mg/L (mesotrofik) serta 4,67-7,22 mg/L dan 4,71–7,30 mg/L (mesotrofik). Persamaan hubungan antara nitrat dan fosfat terhadap klorofil pada Bulan Mei dan Juni sebagai berikut Y = 0,549 + 2,599 X1 + 36,513 X2 (R2=0,97) dan Y = 1,457 + 1,628 X1 + 73,638 X2 (R2=0,97). Peningkatan kandungan klorofil-a di Rawa Pening berbanding lurus dengan kandungan nitrat dan fosfat. Konsentrasi nitrat pada Bulan Mei sangat mempengaruhi konsentrasi klorofil sementara pada Bulan Juni terjadi sebaliknya dimana fosfat yang berpengaruh besar terhadap klorofil-a. Rawa Pening Lake is a natural lake that has multi-function as electricity  power, irrigation, fisheries, raw water as well as tourism. Human anthropogenic activities around lake lead to the changes of trophic status of waters. Eutrophycation indicated by blooming of phytoplankton and aquatic plants. The purpose of this study was to obtain information on the current condition of the trophic status and determine the relationship between nitrate, phosphate with chlorophyll-a. This research was conducted from May to June 2007 in Rawa Pening, Ambarawa. Water samples were taken to analyze nitrate, phosphate and chlorophyll-a concentrations in laboratory by using spectrophotometry and multiple linear regression analysis using Excel 2007 software to show the relationship between those three parameters. Measurements of  several parameters (temperature, brightness, depth and pH) were also done. The results showed that concentration of nitrate, phosphate and chlorophyll-a in May and June, ranged from 1.38 – 2.18 mg/L and 1.32 – 2.12 mg/L (eutrophic); 0.013 – 0.030 mg/L and 0.012 – 0.031 mg/L (mesotrophic) also 4.67 – 7.22 mg/L and 4.71 – 7.30 mg/L (mesotrophic), respectively. The relationship between nitrate and phosphate to the chlorophyll-a in May and June was: Y = 0.549 + 2.599 X1 + 36.513 X2 (R2=0.97) and Y = 1.457 + 1.628 X1 + 73.638 X2 (R2=0.97). Relationship between nitrate and phosphate with chlorophyll-a concentration, i.e. increased the content of chlorophyll-a in Rawa Pening directly, proportional to the content of nitrate and phosphate. In May chlorophyll-a significantly influenced by nitrate concentration while in June phosphat is the influential concentrate
BIOLOGI REPRODUKSI IKAN GOLSOM (Hemichromis elongatus, Guichenot 1861) DI WADUK CIRATA, JAWA BARAT Hedianto, Dimas Angga; Purnamaningtyas, Sri Endah
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 5, No 3 (2013): (Desember 2013)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.396 KB) | DOI: 10.15578/bawal.5.3.2013.159-166

Abstract

Ikan golsom (Hemichromis elongatus, Guichenot 1861) merupakan jenis ikan introduksi yang tidak disengaja masuk ke perairan Waduk Cirata. Populasi ikan ini telah mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek biologi reproduksi ikan golsom meliputi nisbah kelamin, dugaan musim pemijahan TKG, ukuran pertama kali matang gonad, fekunditas dan sebaran diameter telur. Pengambilan ikan contoh dilakukan pada bulan Maret, Mei, Juli dan September 2011 menggunakan jaring insang percobaan dengan ukuran mata jaring yang berbeda. Ikan golsom yang diamati berjumlah 316 ekor dengan nisbah kelamin adalah 1:1,20. Nisbah kelamin berada pada kondisi seimbang pada setiap waktu penelitian. Ikan golsom dapat memijah lebih dari satu kali dalam setahun dengan dugaan puncak pemijahan pada musim kemarau, dimulai pada bulan Maret hingga Juli. Ikan jantan mencapai pertama kali matang gonad pada ukuran panjang 11,3 cm (kisaran antara 10,5-12,2 cm), sedangkan ikan betina pada ukuran 10,7 cm (kisaran antara 10,1-11,5 cm). Fekunditas berkisar antara 511-4.900 butir (rata-rata 2.131 butir), diameter telur berukuran antara 0,28-1,58 mm dengan tipe pemijahan bersifat partial spawner.Banded jewel cichlid (Hemichromis elongatus, Guichenot 1861) is unintentional introduced fish in Cirata Reservoir. These fish populations have significant increased in the last five years. The objective of this research were to analyze reproductive biological aspects of banded jewel cichlid such as sex ratio, spawning season, length at first maturity, fecundity and distribution of egg diameter. Research was conducted in March, May, July and September 2011. Experimental gillnet segregated into seven different mesh size were used for fish sampling. Banded jewel cichlid samples observed were 316 fishes with sex ratio of 1:1.20. Sex ratio indicated balanced conditions. The fish spawned more than once a year with peak spawning period was occurred at dry seasons, from March until July. Total length at first maturity of banded jewel male was 11.3 cm (range of 10.5 to 12.2 cm), while for the female it was 10.7 cm (range of 10.1 to 11.5 cm). Fecundity of this fish in the ranged of 511 to 4,900 eggs (average of 2,131 eggs), with eggs diameter in the range of 0.28 to 1.58 mm indicating that banded jewel was categorized as partial spawner fish.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 3 (2019): (Desember) 2019 Vol 11, No 2 (2019): (Agustus) 2019 Vol 11, No 1 (2019): (April) 2019 Vol 10, No 3 (2018): (Desember) 2018 Vol 10, No 2 (2018): (Agustus) 2018 Vol 10, No 1 (2018): April (2018) Vol 9, No 3 (2017): (Desember) 2017 Vol 9, No 2 (2017): (Agustus 2017) Vol 9, No 3 (2017): (Desember) 2017 Vol 9, No 2 (2017): (Agustus 2017) Vol 9, No 1 (2017): (April, 2017) Vol 8, No 3 (2016): (Desember, 2016) Vol 8, No 2 (2016): (Agustus 2016) Vol 8, No 1 (2016): (April 2016) Vol 7, No 3 (2015): (Desember 2015) Vol 7, No 2 (2015): (Agustus 2015) Vol 7, No 1 (2015): (April 2015) Vol 6, No 3 (2014): (Desember 2014) Vol 6, No 2 (2014): (Agustus 2014) Vol 6, No 1 (2014): (April 2014) Vol 5, No 3 (2013): (Desember 2013) Vol 5, No 2 (2013): (Agustus 2013) Vol 5, No 1 (2013): (April 2013) Vol 4, No 3 (2012): (Desember 2012) Vol 4, No 3 (2012): (Desember 2012) Vol 4, No 2 (2012): (Agustus 2012) Vol 4, No 1 (2012): (April 2012) Vol 3, No 5 (2011): (Agustus 2011) Vol 3, No 6 (2011): (Desember 2011) Vol 3, No 5 (2011): (Agustus 2011) Vol 3, No 4 (2011): (April 2011) Vol 3, No 3 (2010): (Desember 2010) Vol 3, No 2 (2010): (Agustus 2010) Vol 3, No 1 (2010): (April 2010) Vol 2, No 6 (2009): (Desember 2009) Vol 2, No 5 (2009): (Agustus 2009) Vol 2, No 4 (2009): (April 2009) Vol 2, No 3 (2008): (Desember 2008) Vol 2, No 2 (2008): (Agustus 2008) Vol 2, No 3 (2008): (Desember 2008) Vol 2, No 2 (2008): (Agustus 2008) Vol 2, No 1 (2008): (April 2008) Vol 1, No 6 (2007): (Desember 2007) Vol 1, No 5 (2007): (Agustus 2007) Vol 1, No 4 (2007): (April 2007) Vol 1, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 1, No 2 (2006): (Agustus 2006) Vol 1, No 1 (2006): (April 2006) More Issue