cover
Contact Name
Harls Evan Siahaan
Contact Email
evandavidsiahaan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
kurios@sttpb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Kurios
ISSN : 2615739X     EISSN : 26143135     DOI : -
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan Pendidikan Agama Kristen dengan nomor ISSN: 2614-3135 (online), ISSN: 2406-8306 (print), yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 58 Documents
Falsafah “Nrimo” Dalam Budaya Jawa Ditinjau Dari Tugas Pendidikan Kristen Berdasarkan Perspektif Psikologis Krismawati, Yeni
Kurios Vol 1, No 1 (2013): Oktober 2013
Publisher : STT Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v1i1.10

Abstract

Artikel tentang falsafah Jawa "nrimo" dalam budaya Jawa ditinjau dari tugas pendidikan Kristen berdasarkan perspektif psikologis.
Membentuk Karakter Kristen Pada Anak Keluarga Kristen Hartono, Handreas
Kurios Vol 2, No 1 (2014): Oktober 2014
Publisher : STT Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v2i1.22

Abstract

Membentuk karakter kristen pada anak  keluarga kristen kedengarannya tidaklah luar biasa karena tidak mungkin orang tua kristen akan membentuk karakter yang tidak sesuai dengan identitas orang tua. Karakter berguna dalam segala aspek kehidupan karena  menjadikan orang berintegritas, berpengaruh dan menjadi saksi Kristus yang efektif. Namun kenyataannya begitu banyak anak-anak kristen yang memiliki karakter tidak baik, banyak orang kristen yang di penjara, bahkan anak pendeta yang menjadi batu sandungan dimana-mana.
Studi Penciptaan Menurut Kitab Kejadian 1:1-31 Sihombing, Bernike
Kurios Vol 1, No 1 (2013): Oktober 2013
Publisher : STT Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v1i1.15

Abstract

Artikel ini membahas Kejadian 1:1-31, tentang penciptaan Allah terhadap segala yang ada, misalnya benda-benda yang diangkasa, hewan dan termasuk penciptaan manusia yang ada di bumi. Segala sesuatu ada bukan sendirinya ada tetapi ada penciptanya. Melalui pengenalan terhadap Kejadian 1:1-31 dapat dijadikan satu ilmu asal mula segala sesuatu yang ada, sehingga umat dikuatkan pada kebenaran bahwa ada yang telah menciptakan langit dan bumi dan segala ini yaitu Tuhan.   
Ancaman Evolusionisme Terhadap Pendidikan Kristen Saragi, Marojahan
Kurios Vol 3, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : STT Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v3i1.27

Abstract

Topik mengenai evolusionime dalam Pendidikan Kristen merupakan hal yang menarik, karena pengaruhnya sampai saat ini masih tetap dapat kita lihat. Kontroversi munculnya paham evolusi ini membuat atheis, sekularisme dan humanisme semakin menjamur sehingga iman kepada Tuhan agak terganggu. Dalam konteks pendidikan Kristen secara global, terkhusus di Indonesia perlu  mengambil sikap dan langkah yang konkrit untuk tidak jemu jemu meng-share-kan Firman Tuhan secara benar dan konsisten bagi keluarga, jemaat, lembaga pendidikan maupun orang-orang disekitar kita. Karena teori Darwin ini sangat mempengaruhi dunia serta para ilmuan dunia dan tidak sedikit paham ini mengeliminasi kepercayaan kita kepada Tuhan.
“Awasilah Dirimu Sendiri”: 1 Timotius 4:16 Sihite, Jelita
Kurios Vol 2, No 1 (2014): Oktober 2014
Publisher : STT Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v2i1.18

Abstract

‘Ledakan’ Pertumbuhan Gereja di abad ke-21 hingga memasuki millennium ke-3 ini sugguh dasyat. Multiplikasi orang percaya selama abad ini melebihi  jumlah orang Kristen seluruh abad sebelumnya. Dimulai dari 12 orang murid, kini mencapai 2,1 miliar lebih. Fenomena Spektakuler ini jelas melegitimasi karya Roh Kudus yang telah member kuasa (dunamos) kepada orang percaya untuk menjadi SAKSI KRISTUS dari Yerusalem, Yudea, Samaria dan samai keujung bumi (Kis1:8).
Mengkritisi Teologi Sekularisasi Zaluchu, Sonny Eli
Kurios Vol 4, No 1 (2018): April 2018
Publisher : STT Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v4i1.31

Abstract

The theology of secularization was a product of a changing age that was triggered by a shift in philosophical thought at the time of enlightenment. Rationalism put human hegemony over dogmatic issues so that theology also ought to be able to answer a changing need for the postmodern era. This article aimed to show a reflection presented by secularisation theology in post-liberalism. The method used was descriptive historical, to explain the theology of secularization in the context of changes and needs of modern humans until today. The conclusion is that secularization theology is an actualization of modern thought that seeks to apply the values of Christianity in the context of a wider world, independent of its religious and dogmatic hegemony.AbstrakTeologi sekularisasi merupakan produk dari sebuah perubahan jaman yang dipicu oleh pergeseran pemikiran filsafat pada masa pencerahan. Rasionalisme mengembalikan hegemoni manusia di atas persoalan dogmatis, sehingga teologi juga harus dapat menjawab sebuah kebutuhan jaman yang sedang menuju ke arah posmodern. Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan sebuah refleksi yang dihadirkan oleh pemikiran teologi sekularisasi pada masa post-liberalisme. Metode yang digunakan adalah deskriptif historis, untuk menjelaskan tentang teologi sekularisasi pada konteks perubahan dan kebutuhan manusia jaman modern hingga saat ini. Sebagai kesimpulan, teologi sekularisasi merupakan aktualisasi pemikiran modern yang mencoba menerapkan nilai-nilai kekristenan dalam konteks dunia yang lebih luas, yang terlepas dari hegemoni agama dan dogmatikanya.
Apakah Kelompok Sel Itu? Bising, Yoseph P.
Kurios Vol 1, No 1 (2013): Oktober 2013
Publisher : STT Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v1i1.11

Abstract

Kelompok sel adalah wadah untuk mengembalakan sekaligus memuridkan pengerja dan jemaat untuk dapat dipersiapkan menjadi umat yang layak segingga akhirnya mereka menjadi murid Kristus. Komsel adalah sekelompok orang yang hidup bersama-sama disuatu area, atau yang memiliki ketertarikan yang sama, atau dibawah satu peraturan hukum. Komsel adalah suatu kumpulan orang yang hidup saling berdekatan dan memiliki hubungan sosial, atau kepemilikan bersama, atau saling berbagi.  “Jadi kelompok sel adalah unit terkecil dari gereja Tuhan. Atau kelompok sel adalah keluarga Allah secara Rohani”. Sendiri kita mengerjakan sedikit, bersama kita mengerjakan banyak. Helen Keller.
Pendidikan Keluarga Yang Efektif D. S. Pasuhuk, Novie D. S.
Kurios Vol 2, No 1 (2014): Oktober 2014
Publisher : STT Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v2i1.23

Abstract

Kata pendidikan menurut etimologi berasal dari kata dasar didik. Apabila diberi awalan me, menjadi mendidik maka akan membentuk kata kerja yang berarti memelihara dan memberi latihan (ajaran). Sedangkan bila berbentuk kata benda akan menjadi pendidikan yang memiliki arti proses perubahan sikap dan tingkah laku seseorang atau sekelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan.
An Evaluation Of Liberation Theology in The Light Of Its Praxis Wiryadinata, Halim
Kurios Vol 1, No 1 (2013): Oktober 2013
Publisher : STT Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v1i1.8

Abstract

This article is presented to see how Liberation Theology uses the Scripture wrongly in interpreting their mission. Liberation Theology brings also to the new approach for the third world country. This is how Christian should response Liberation Theology from its praxis.
Isu-isu Kontemporer dalam Jabatan Gerejawi Handayani, Dessy
Kurios Vol 3, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : STT Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v3i1.28

Abstract

Banyak isu-isu teologi dalam teologi sistematika, salah satunya adalah isu-isu kontemporer dalam jabatan Gerejawi. Seringkali muncul permasalahan dalam jabatan gerejawi ini, karena itu kita perlu memperhatikan dengan seksama apakah aturan-aturan yang ditetapkan oleh gereja masa kini sudah memenuhi kaidah-kaidah dalam Alkitab sehingga menjadi gereja yang dikenan oleh Tuhan. "Mengapa Tuhan tidak memerintah gereja-Nya segera dan langsung?" Calvin menjawab dengan hanya menyatakan bahwa karena Allah sekarang tidak terlihat oleh kita. Allah berkenan menggunakan manusia untuk menyatakan kehendakNya, sebagaimana seorang duta menyatakan kehendak rajaNya