cover
Contact Name
gigih ibnu prayoga
Contact Email
gigih ibnu prayoga
Phone
-
Journal Mail Official
agrosainstek@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bangka,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
ISSN : 26152207     EISSN : 2579843X     DOI : -
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian (AGROSAINSTEK: Journal of Agricultural Science and Technology) is a journal that publishes research articles, review articles, and research notes related to agrotechnology in both Bahasa and English. The published fields consist of plant cultivation, plant breeding, plant ecophysiology, seed science, land agriculture, post-harvest, plant pests and diseases, weeds, agricultural technology, and agricultural biotechnology.
Arjuna Subject : -
Articles 42 Documents
ANALISIS KOMPARATIF KANDUNGAN METABOLIT PADA DAUN MUTAN TANAMAN TORBANGUN (PLECTRANTHUS AMBOINICUS (LOUR.) SPRENG.) Aisyah, Syarifah Iis; Rusmiyati, Henny; Sukma, Dewi; Damanik, Rizal; Nurcholis, Waras
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 4 No 1 (2020): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/agrosainstek.v4i1.109

Abstract

Torbangun (Plectranthus amboinicus) merupakan tanaman obat dari keluarga Lamiaceae. Pada masyarakat Batak, daun torbangun digunakan untuk meningkatkan produksi air susu. Keragaman kandungan fitokimia dapat ditingkatkan salah satunya dengan teknik iradiasi sinar gamma untuk program pemuliaan tanaman. Pada penelitian ini, metode metabolomik yang tidak tertarget digunakan untuk mengevaluasi profil senyawa pada bagian daun tanaman mutan dari iradiasi sinar gamma dan kontrol. Kandungan senyawa planlet mutan dan kontrol dianalisis dengan GC-MS. Data GC-MS dianalisis dengan kemometrik dengan menggunakan hierarchical cluster analysis (HCA). Keragaman kandungan kimia ditunjukkan oleh planlet mutan dan kontrol daun torbangun. Hasil analisa planlet kontrol torbangun menunjukkan terdapat lima senyawa utama diantaranya hydroxymethylfurfurole (35,15%), brevifolin (7,69%), 3-Dihydro-3,5-Dihydroxy-6-Methyl-4H-Pyran-4-one (DDMP) (13,13%), stigmasterol (6,51%) dan ferruginol (8.63%). Hasil analisa mutan torbangun memiliki kandungan senyawa DDMP (19,57%), neophytadiene (8,47%), linolenic acid (9,10%), ferruginol (7,61%), stigmasterol (14,14%) dan gamma.-sitosterol (7,08%). HCA menunjukkan tiga komponen senyawa yang berbeda antara planlet kontrol dan mutan yaitu kenaikan kandungan senyawa DDMP dan stigmasterol, serta penurunan kandungan hydroxymethylfurfurole pada mutan torbangun.
POTENSI PEMANFAATAN TEKNIK MOLEKULER BERBASIS DNA DALAM PENELITIAN PENYAKIT BULAI PADA JAGUNG Kalqutny, Septian Hary; Pakki, Syahrir; Muis, Amran
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 4 No 1 (2020): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/agrosainstek.v4i1.107

Abstract

Penyakit bulai merupakan salah satu penyakit utama yang menyerang tanaman jagung yang dapat menurunkan produksi jagung di Indonesia. Penyakit bulai pada jagung disebabkan oleh Peronosclerospora spp. yang bersifat parasit obligat sehingga tidak dapat ditumbuhkan di media kutur sintetik. Upaya pengendalian penyakit dengan penggunaan varietas  jagung yang tahan penyakit bulai dan penggunaan fungisida seringkali tidak memberikan hasil yang diharapkan, karena patogen penyebab penyakit bulai yang beragam jenisnya sehingga memberikan respon yang berbeda pula. Identifikasi dan pemahaman tentang biodiversitas patogen penyebab penyakit bulai sangat penting dalam upaya pengendalian penyakit bulai. Identifikasi spesies secara morfologis terkadang sulit dilakukan karena karakter pembeda yang terbatas dan  mirip. Metode biologi molekuler saat ini mulai secara luas digunakan, karena dapat memberikan informasi keragaman dari suatu organisme secara genetik secara cepat dan akurat. Oleh karena itu metode biologi molekuler dapat digunakan untuk mendukung hasil pengamatan secara morfologis. Penggunaan marka molekuler seperti RAPD, RFLP, AFLP dan SSR serta sekuensing region DNA tertentu (rDNA, region ITS rDNA dan mtDNA) secara langsung dapat menggambarkan keanekaragaman patogen penyakit bulai. Di Indonesia terdapat tiga spesies utama penyebab bulai yaitu P. philippinensis, P. maydis dan P. sorghi. Kedepan penggunaan teknik-teknik biologi molekuler baru dapat memberikan informasi yang lebih banyak, cepat, dan akurat akan dapat membuka lebih banyak kemungkinan bagi upaya pengendalian penyakit ini.
SELEKSI GALUR GENERASI F4 PADI BERAS MERAH TAHAN REBAH Mustikarini, Eries Dyah; Prayoga, Gigih Ibnu; Aprilian, Bama
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 4 No 1 (2020): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/agrosainstek.v4i1.105

Abstract

Kerebahan menyebabkan penurunan produksi tanaman padi. Tanaman padi tahan rebah dapat dihasilkan dari kegiatan pemuliaan tanaman. Tujuan penelitian adalah seleksi galur F4 tahan rebah.  Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2018 hingga Mei 2019 di lahan ultisol, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penanaman galur dilakukan secara single plant. Metode seleksi yang digunakan adalah seleksi pedigree.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik galur F4 padi terseleksi memiliki tinggi tanaman kurang dari 90 cm. Terdapat 70 galur F4 terseleksi memiliki ketahanan rebah berdasarkan karakter tinggi tanaman dan didukung oleh karakter diameter batang, panjang malai, kekuatan batang, dan berat biji bernas per rumpun.
CORRELATION BETWEEN CARBOHYDRATE, PROTEIN, AND FAT CONTENT WITH COMPATIBILITY OF DURIAN (DURIO ZIBETHINUS MURR.) SEED GRAFTING Suharjo, Suharjo
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 3 No 2 (2019): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/agrosainstek.v3i2.87

Abstract

Pembibitan Durian dapat dilakukan dengan menggunakan sumber bahan generatif dan vegetatif. Kedua sumber propagasi ini memiliki kelemahan dan kekuatan masing-masing. Bibit berkualitas diperoleh melalui kombinasi dari dua sumber bahan perbanyakan yang memiliki masing-masing kelebihan yang dapat saling melengkapi. Proses penggabungannya bisa melalui mini grafting. Metode mini grafting di pembibitan durian dapat menggunakan cara  grafting samping dan grafting pucuk. Penelitian ini ingin mengkaji hubungan kandungan karbohidrat, protein, dan lemak terhadap keberhasilan pertumbuhan hasil mini grafting pada tanaman durian. Penelitian dilaksanakan dengan menganalisis kandungan karbohidrat, protein dan lemak pada batang atas yang akan digunakan untuk grafting, serta mengamati dan mengukur proses pertumbuhan tanaman hasil mini grafting.  Kandungan karbohidrat pada batang atas memberikan kontribusi positif tertinggi terhadap peningkatan jumlah tunas diikuti oleh jumlah daun, luas daun, perbandingan luas daun, perbandingan pupus akar, panjang tunas, dan diameter batang. Kandungan protein dan kandungan lemak tidak dapat berkontribusi pada pertumbuhan bibit okulasi bahkan memiliki kecenderungan untuk menghambat pertumbuhan.
UJI DAYA HASIL DAN SELEKSI FAMILI PADI GENERASI F4 DAN F6 HASIL PERSILANGAN SINTANUR X PTB 33 DAN PANDANWANGI X PTB 33 DI JATINANGOR Afifah, Zulfa; Carsono, Nono; Sari, Santika; Anas, Anas
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 4 No 1 (2020): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/agrosainstek.v4i1.96

Abstract

Karakter daya hasil tinggi adalah salah satu target utama dalam pemuliaan padi. Pengujian daya hasil merupakan salah satu tahapan uji dalam proses seleksi varietas baru. Seleksi pada karakter daya hasil merupakan proses yang kompleks karena berkaitan dengan karakter kuantitaif. Pemilihan metode yang tepat akan meningkatkan tingkat keberhasilan proses seleksi, sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk menyeleksi genotip padi yang memiliki potensi hasil tertinggi tercapai. Percobaan dilaksanakan pada bulan Juli 2018 sampai Maret 2019 di Kebun Percobaan Ciparanje Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang Jawa Barat. Material genetik yang digunakan adalah lima famili padi generasi F4, lima famili generasi F6, dan empat varietas padi sebagai cek. Keseluruhan karakter agronomis dan komponen hasil dievaluasi menggunakan uji Least Significant Increase (LSI), dan indeks seleksi (indeks Mulamba dan Mock, dan indeks jarak genotipe-ideotipe). Berdasarkan hasil uji LSI, famili PP48-5 dan famili SP101-3-1-5 menunjukkan penampilan terbaik pada hampir keseluruhan karakter dibandingkan dengan rata-rata terendah varietas pembandingnya. Berdasarkan nilai indeks seleksi hanya famili SP101-3-1-5 yang memiliki nilai indeks seleksi daya hasil tertinggi. SP101-3-1-5 terpilih sebagai famili yang berpotensi sebagai padi berdaya hasil tinggi.
Karakterisasi Morfologi dan Potensi Hasil Durian Lokal Bangka Mustikarini, Eries Dyah; Khodijah, Nyayu Siti; Yulistia, Yulistia
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 1 No 1 (2017): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.56 KB) | DOI: 10.33019/agrosainstek.v1i1.1

Abstract

Durian adalah tanaman yang mudah mengalami erosi genetik. Eksplorasi dan karakterisasi harus dilakukan untuk melindungi plasma nutfah durian lokal Bangka.Penelitian ini bertujuan untuk karakterisasi morfologi, menentukan hubungan kekerabatan dan potensi hasil aksesi durian lokal Bangka.  Penelitian dilaksanakan bulan Desember 2011 sampai Februari 2012 di Kabupaten Bangka Barat, Bangka Tengah dan Bangka Selatan.  Penelitian terbagi dalam kegiatan yaitu ekplorasi, identifikasi dan karakterisasi. Berdasarkan hasil eksplorasi didapatkan 11 aksesi berasaldari bangka barat, 7 aksesi dari bangka selatan dan lima aksesi dari bangka tengah.  23 aksesi yang didapatkan mengelompok membentuk 5 kelompok pada tingkat kesamaan 60%.  Potensi hasil rata-rata buah durian lokal Bangka mencapai 40-250 buah/tahun. Durian dengan potensi hasil tertinggi adalah aksesi Sigajah dengan rata-rata berat buah 2.3 kg dan hasil 60-140 buah/pohon.
Hasil dan Komponen Hasil Kedelai (Glycine max L. Merr) yang Diberi Pemupukan Nitrogen Lanjutan pada Fase Reproduktif (R1) Salim, Helmi; Nusifera, Sosiawan; Fathia, Nyimas Myrna Elsa
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 1 No 1 (2017): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.217 KB) | DOI: 10.33019/agrosainstek.v1i1.2

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemupukan nitrogen lanjutan pada fase reproduktif pada hasil dan komponen hasil kedelai. Percobaan akan dilakukan di Kebun Percobaan (teaching dan research farm) Fakultas Pertanian Universitas Jambi mulai bulan April 2014 sampai dengan September 2014. Percobaan disusun dalam rancangan acak kelompok pola faktorial dengan dua ulangan. Faktor pertama adalah empat varietas kedelai dan faktor kedua adalah dosis pemupukan nitrogen lanjutan yang terdiri atas  0 kg Nitrogen(n0), 40 kg ha-1 (n1), 50 kg ha-1 (n2), dan 60 kg ha-1. Variabel yang diamati adalah panjang fase reproduktif, jumlah polong per tanaman, jumlah polong berisi, bobot 100 biji, bobot dan biji per tanaman. Hasil memperlihatkan bahwa tidak terdapat perbedaan pengaruh nitrogen pada tiap-tiap varietas yang dievaluasi. Terdapat perbedaan panjang fase reproduktif, jumlah polong total per tanaman, jumlah polong berisi per tanaman, dan bobot 100 biji diantara varietas kedelai. Pada sisi lain, pemupukan nitrogen kedua berbeda dosis memberikan pengaruh yang nyata pada variabel jumlah polong total per tanaman, jumlah polong berisi per tanaman, dan bobot biji per tanaman. Keempat varietas memiliki potensi hasil yang sama jika dikembangkan diwilayah sekitar wilayah penelitian. Namun jika ingin mendapatkan ukuran biji yang lebih besar, varietas anjasmoro sangat direkomendasikan. Dosis terbaik yang dapat meningkatkan hasil antar varietas adalah n2 (50 kg N ha-1).
Uji Efikasi Ekstrak Daun Mengkudu, Kemangi dan Jambu Biji dalam Menghambat Pertumbuhan Cendawan Colletotrichum gloeosporioides pada Buah Pepaya Susanti, Sari; Kusmiadi, Riwan; Aini, Sitti Nurul
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 1 No 1 (2017): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.785 KB) | DOI: 10.33019/agrosainstek.v1i1.3

Abstract

Penyakit antraknosa merupakan salah satu masalah penting dalam budidaya pepaya, yang disebabkan oleh C.gloesporioides. Salah satu cara penanggulangannya menggunakan fungisida nabati. Bahan alami yang mempunyai khasiat sebagai fungisida nabati adalah mengkudu, kemangi dan jambu biji. Penelitian dilakukan dilaboratorium Mikrobiologi Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Biologi Universitas Bangka Belitung pada bulan Januari sampai April 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF), faktor pertama ekstrak (E) yaitu ekstrak daun mengkudu (E1), kemangi (E2) dan jambu biji (E3), faktor kedua yaitu konsentrasi yaitu 0% (K0), 10% (K1), 20% (K2), 30% (K3), 40% (K4), 50% (K5) dan 60% (K6). Data dianalisis menggunakan analisis varian pada α 5% dengan menggunakan program SAS (Statistical Analitic System), jika berpengaruh nyata dilakukan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test). Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun jambu biji konsentrasi 30% paling baik menghambat pertumbuhan C.gloesporioides pada buah pepaya.
Pengaruh Periode Pengendalian Gulma Terhadap Komponen Hasil 3 Varietas Kedelai (Glycine Max (L) Merril) Berbeda Ukuran Kilkoda, Abdul Karim
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 1 No 1 (2017): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.922 KB) | DOI: 10.33019/agrosainstek.v1i1.4

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian di Ciparanje, Jatinangor dari Oktober 2014 sampai Januari 2015. Penelitian ini bertujuan menguji kemampuan kompetisi varietas kedelai akibat kehadiran gulma dengan frekuensi penyiangan terhadap pertumbuhan hasil tanaman. Percobaan disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari dua faktor yaitu varietas kedelai dan periode kompetisi gulma. Nilai kompetisi menunjukkan bahwa ukuran benih dari masing-masing varietas pada pengamatan 4 MST sampai dengan 10 MST tidak berbeda nyata. Pengendalian gulma pada pengamatan 4 MST juga tidak berbeda nyata.Pengamatan selanjutnya (6, 8 dan 10 MST) memiliki nilai kompetisi yang berbeda nyata. Pengamatan 6 MST menunjukkan perlakuan G6 terlihat lebih besar dari perlakuan G5, hal ini menandakan bahwa kedelai mampu bersaing dengan gulma. Perlakuan G7 dan  G8 lebih tinggi, dikarenakan periode penyiangan gulma pada waktu yang tepat merupakan waktu yang baik sebagai waktu periode kritis tanaman, dimana tanaman peka terhadap kompetisi dalam memperebutkan faktor tumbuh yang diperlukan dalam perkembangan dan hasil tanaman.
Potensi Pseudomonas sp. untuk Mengendalikan Penyakit Hawar Daun Bakteri (Xanthomonas oryzae pv. Oryzae) Secara In Vitro Saylendra, Andree; Nurmayulis, Nurmayulis; Ahdiani, Pina
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 1 No 1 (2017): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.367 KB) | DOI: 10.33019/agrosainstek.v1i1.5

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi Pseudomonas sp. asal rhizosper padi sebagai agen hayati untuk mengendalikan penyakit hawar daun bakteri (Xanthomonas oryzae pv. oryzae) secara in vitro. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa pada bulan Juni-September 2014. Penelitian  menggunakan rancangan acak lengkap non faktorial dengan lima ulangan. Perlakuan terdiri dari 6 isolat Pseudomonas sp. (Ps 6, Ps 29, Ps 39, Ps 40, Ps 45, dan Ps 46) yang memiliki kemampuan antagonis dan 1 kontrol air (tanpa bakteri) sebagai pembanding, sehingga terdapat 35 satuan percobaan. Isolat-isolat bakteri Pseudomonas sp. yang diuji daya hambatnya secara analisis tidak memiliki pengaruh, baik antar isolat maupun terhadap kontrol (tanpa bakteri perlakuan). Namun, secara keseluruhan mempengaruhi yaitu dengan terbentuknya zona bening menunjukkan adanya tingkat pengendalian. Isolat-isolat bakteri Pseudomonas sp. memiliki kemampuan yang relatif sama dalam mengendalikan bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae. Meski demikian, isolat Ps 39 dan memiliki zona bening yang cenderung lebih tinggi.