cover
Contact Name
Moh Dannur
Contact Email
fikrotunaalkhairat@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
fikrotunaalkhairat@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
FIKROTUNA
ISSN : 24422401     EISSN : 24775622     DOI : -
Core Subject : Education,
FIKROTUNA: A journal of Islamic Education and Management published by office and coordinatorate staff of Research and Society Service Institution of Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Khairat, Pamekasan. This journal contains scientific studies on Islamic education and Management, educational innovations, educational policy and educational thinking in the form of: 1) Research results, 2) conceptual ideas, 3) literature review, and practical experience.
Arjuna Subject : -
Articles 80 Documents
PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA MODEL PROJECT BASED LEARNING (PJBL) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SMA Astutik, Fitriyah Ika; Nur, M; Prastowo, T
FIKROTUNA Vol 10 No 02 (2019): Vo
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.185 KB) | DOI: 10.32806/jf.v10i02.3791

Abstract

The aim of this research is to produce a physics learning package using Project Based Learning (PjBL) model that valid to increase students science process skill. This research  was conducted using these stages from 4-D model, which are defining, designing and developing. Learning package  tested in 11st grade of Islamic An-Nidhomiah  Senior High School in odd semester of academic year 2017/2018. Learning tools developed which include (a) Syllabus, (b) Lesson Plan, (c) Student Book, (d) Worksheet, and (e) Sheet Assesment. Parameter measured were the validity of package learning with Project Based Learning (PjBL) model. The research data obtained through the validation method. The result of the research showed that the category of learning package developed  is valid. Based on the analysis and discussion concluded that the learning package developed were valid.v
PENGGUNAAN DIALEK MASYARAKAT DUSUN MALANGAN PADEMAWU TIMUR PAMEKASAN Kusyairi, Kusyairi; Maftuhah, Faradila Wahyu
FIKROTUNA Vol 10 No 02 (2019): Vo
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.76 KB) | DOI: 10.32806/jf.v10i02.3790

Abstract

Kelestarian bahasa ada pada masyarakat dusun Malangan kecamatan Pademawu memiliki ciri khas dalam berbahasa Madura. Masyarakat desa Malangan memang dikenal dengan ciri khasnya dalam berbahasa. Meskipun masih menggunakan bahasa Madura tetapi intonasi dan kosa kata yang mereka gunakan mempunyai ciri khas tersendiri. Intonasi dan durasi yang berbeda dengan daerah lainnya. Sehingga daerah tersebut mempunyai ciri khas tersendiri dalam berdialog. Penelitian ini mempunyai tujuan: untuk mendeskripsikan secara objektif penggunaan dialek dusun Malangan pada bidang; (1) intonasi dan (2) kosa kata. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana wujud penggunaan dialek pada masyarakat dusun Malangan Pademawu Timur. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kalimat dalam percakapan. Sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat dusun Malangan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik rekam. Analisis data kontekstual dilakukan dengan cara teknik identifikasi, klasifikasi, deskripsi dan interpretasi.Hasil penelitian ini menunjukkan pengguanaan dialek masyarakat dusun Malangan Pademawu timur meliputi intonasi, dan kosa kata. Dari hasil analisis data maka dapat disimpulkan bahwa dialek masyarakat dusun Malangan Pademawu timur mempunyi ciri khas tersendiri dalam berinteraksi. Pengunaan intonasi rendah dan di panjangkan pada suku kata terarhir, sehingga menjadi ciri khas tersendiri bagi masyarakat dusun Malangan Pademawu Timur. Kosa kata yang dimiliki juga kaya dan bervariasi sehingga ada beberapa kata yang digunakan sedikit berbeda dengan yang digunakan oleh masyarakat Pademawu pada umumnya.
BATUK PUTER (SWABATIK UNTUK PENGUATAN KARAKTER) Azal, Abdul Qadimul
FIKROTUNA Vol 10 No 02 (2019): Vo
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.162 KB) | DOI: 10.32806/jf.v10i02.3787

Abstract

Pada awal tahun pelajaran 2017/2018 yaitu pada Bulan Juli 2017 terlihat sekitar 30% siswa baru (kelas VII) yang tidak memakai baju batik setiap Hari Sabtu. Siswa tidak memakai baju batik karena mereka tidak memiliki baju batik yang layak dipakai. Mereka dianggap melanggar tata tertib sekolah. Masalah yang akan dibahas dalam best practice ini adalah bagaimana swabatik dapat menguatkan karakter siswa? Swabatik merupakan kegiatan membatik oleh siswa baru (kelas VII) dengan menggunakan baju bekas. Kemudian baju batik yang telah jadi digunakan sebagai seragam kelas yang dipakai setiap Hari Sabtu. Kesimpulan dari best practice ini adalah swabatik dapat menguatkan karakter siswa, antara lain: (1) semua siswa memakai baju batik buatan sendiri sehingga tidak ada lagi siswa yang melanggar tata tertib, (2) tidak terlihat lagi kesenjangan antara siswa yang beruntung dengan siswa yang kurang beruntung secara ekonomi, (3) tidak terlihat lagi siswa yang minder karena tidak memakai baju batik, dan (4) siswa belajar bersosialisasi, gotong royong, tabah, sabar, disiplin, teratur, dan kreatif.
METODE MENGHAFAL AL QUR’AN PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI SDI AL MUNAWWARAH PAMEKASAN mego, dian
FIKROTUNA Vol 10 No 02 (2019): Vo
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.498 KB) | DOI: 10.32806/jf.v10i02.3782

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan tentang metode menghafalkan Al Qur?an yang ada di SDI AL Munawwarah Pamekasan. Keinginan orang tua yang ingin memberikan pendidikan yang terbaik yang berorientasikan kepada Al Qur?an membuat lembaga pendidikan menawarkan berbagai metode pembelajaran. Kebutuhan akan mempelajari Al Qur?an menjadi salah satu faktor munculnya berbagai macam lembaga pendidikan yang membantu peserta didik dalam mempelajari Al Qur?an dan menghafalkannya. SDI AL Munawwarah salah satu lembaga pendidikan yang menawarkan program Hifdzil Qur?an dengan metode Qazmu. Pada penelitian ini, menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif karena peneliti hanya menganalisi pelaksanaan pembelajarn dan menghafalkan Al Qur?an pada usia sekolah dasar. Terdapat metode yang bisa membantu peserta didik dalam menghafalkan Al Qur?an dengan baik melalui metode Qazmu. Diharapkan melalui metode ini peserta didik dapat menjadi generasi yang beriman dan bertaqwa serta selalui mencintai Al Qur?an.
PENGEMBANGAN KARAKTER TOLERAN SISWA MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SDN PAJAGALAN 2 KABUPATEN SUMENEP Dewi, Ike Yuli Mestika; Stefany, Debrine
FIKROTUNA Vol 10 No 02 (2019): Vo
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.175 KB) | DOI: 10.32806/jf.v10i02.3781

Abstract

Pendidikan dianggap menjadi sarana yang strategis dalam membentuk karakter bangsa, sehingga dapat menyelesaikan problem sosial kehidupan bangsa yang mulai kehilangan karakter sebgai bangsa yang beradab. Reorientasi proses pendidikan sebagai pusat pendidikan masyarakat, sejatinya harus direvitalisasi kembali secara utuh, sehingga dunia pendidikan dapat menjadi pusat dan tempat yang tepat dalam melakukan pemberdayaan terhadap anak didik, termotivasi dan terbebaskan dari ketidakberdayaannya. Pendidikan yang berkarater menjadi mutlak dilakukan sejak dini, khususnya dalam pendidikan tingkat dasar melalui pembelajaran IPA dengan pendekatan saintifik. Dengan pendekatan saintifik, pembelajaran IPA diharapkan dapat menjadi salah satu jalan dalam memperkuat karakter anak didik, sehingga bisa memberikan kontribusi nyata dalam  pembangunan bangsa menuju bangsa yang berkarakter. Penelitian yang dikembangkan oleh penulis ini merupakan jenis penelitian pengembangan yang ditekankan pada pengembangan perangkat pembelajaran terpadu sekolah dasar tipe nested pada pembelajaran IPA untuk mengembangkan karakter toleran siswa. Penerapan perangkat pembelajaran dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian The One Group Pretest-Postest Design. Sementara teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 3 teknik, yaitu observasi, tes dan angket. Dengan sejumlah perangkat yang dikembangkan selama proses kajian, telah mampu menumbuhkan sikap toleran siswa secara efektif. Berbagai indikator toleran sebagaimana dijelaskan di atas, telah mampu menjadi bagian dari sikap siswa, sehingga dapat dijadikan sebagai barometer dalam pengembangan materi-materi yang lain. Hasil rekap penilaian pengetahuan, keterampilan dan sikap siswa yang ditekankan pada sejumlah aspek, baik aspek kedamaian, menghargai perbedaan maupun kesadaran, secara umum telah mencapai angka berkisar 76 sampai 100. Hal itu menegaskan bahwa proses pembelajaran IPA yang dilakukan, telah mampu memberikan dampak yang positif dalam pengembangan karakter toleran di kalangan siswa.
DINAMIKA PENDIDIKAN PESANTREN samsul, arif; Anisah, Anisah
FIKROTUNA Vol 10 No 02 (2019): Vo
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.396 KB) | DOI: 10.32806/jf.v10i02.3764

Abstract

Pesantren merupakan wujud proses wajar perkembangan sistem pendidikan nasional dan mengandung makna keaslian (indigenius) Indonesia. Seiring perkembangan zaman, pesantren telah mengalami berbagai perubahan dari masa ke masa. Saat ini pesantren berada dalam posisi yang dilematis. Di satu sisi harus melestarikan ciri khasnya, di sisi lain pesantren memiliki tanggung jawab besar dalam mengemban amanat dakwah Islam yang selalu dihadapkan dengan kondisi zaman yang selalu berubah-ubah. Dari masa ke masa pesantren dengan elemen-elemennya telah mangalami banyak perubahan untuk menyikapi berbagai tuntutan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Pesantren yang awalnya dikenal dengan pendidikan tradisional kini mampu bertahan sebagai lembaga pendidikan alternatif yang mencerdaskan dan tetap eksis  sampai sekarang maupun masa yang akan datang. Tulisan ini bertujuan untuk menemukan sekaligus mendeskripsikan lima elemen dasar pesantren dan perkembangannya, serta nilai fundamental yang dimilikinya. Pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif menjadi salah poin penting untuk dijadikan sebagai sarana dan teknik penulisan. Hasilnya menunjukkan bahwa pesantren selalu berusaha merespons arus modernisasi yang terjadi di luar dirinya dengan mengambil hal-hal yang positif dengan mengembangkan lima elemen dasar pesantren tanpa meninggalkan jati diri sebagai pesantren tradisional. ada lima nilai fundamental yang dapat diambil dari lembaga pendidikan pesantren tersebut, selanjutnya dapat dijadikan alternatif pendidikan yang dapat mencerdaskan santri ataupun peserta didik. Meliputi aspek tarbiyah/education penyelenggaraan pendidikan sepanjang hayat, ubudiyah/spirituality komitmen tafaqquh fi ad-din, khuluqiyah/morality pusat pelayanan moral, ijtima?iyah/society pesantren adalah masyarakat kecil dan riyadhiyah/entrepreneurship pengembangan keterampilan usaha.
PENDIDIKAN ISLAM DI ERA INDUSTRI 4.0 (STUDI ANALISIS TERHADAP TANTANGAN PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM) Rofiqi, Rofiqi
FIKROTUNA Vol 10 No 02 (2019): Vo
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.992 KB) | DOI: 10.32806/jf.v10i02.3763

Abstract

Hadirnya era industri 4.0 membawa dampak yang sangat signifikan terhadap pendidikan khususnya profesionalisme guru. Dengan segala perkembangannya era industri menawarkan berbagai kemudahan namun sekaligus mengancam eksistensi tenaga profesional yaitu guru. Berbagai delima dan tantangan pendidikan Islam hadir silih berganti. Selain karena faktor internal pendidikan yang tidak kunjung terselesaikan, pendidikan Islam juga dihadapkan dengan kompleksitas persoalan pasca munculnya era industri 4.0. Oleh sebab itu, persoalan profesionalisme guru harus segera dicarikan solusi dengan cara meningkatkan kompetensi guru. Adapun Kompetensi-kompetensi itu yaitu; pengembangan kompetensi pedagogis, kompetensi tekhnik informasi, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial. Tidak sampai disitu, seorang guru harus memiliki kreatifitas dan produktifitas serta memiliki etos kerja dan berkomitmen tinggi dalam menjalankan profesi keguruannya. Melalui program pelatihan, seorang guru dituntut untuk mampu memberikan bekal positif kepada peserta didiknya dengan ilmu pengetahuan, menamkan sikap disiplin, kreatif, inovatif dan kompetitif. Kata kunci: Pendidikan Islam, era industri 4.0, profesionalisme guru.  
IMPLEMENTASI HASIL BELAJAR PAI DALAM LINGKUNGAN KELUARGA DI DESA KERTAGENA TENGAH KECAMATAN KADUR PAMEKASAN sayyi, ach; Laili, Moh
FIKROTUNA Vol 10 No 02 (2019): Vo
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.02 KB) | DOI: 10.32806/jf.v10i02.3761

Abstract

Persoalan implementasi hasil belajar Pendidikan Agama Islam dalam lingkungan keluaraga merupakan suatu hal yang tidak asing lagi, bahkan hampir setiap hari kita dapat menemukannya. Persoalan ini merupakan persoalan yang rumit, sehingga perlu untuk mencari kendala apa saja yang dihadapinya. Apabila kendalanya sudah diketahui maka harus dicarikan solusinya. Agar persoalan ini tidak menjadi persoalan yang berkepanjangan dan akan mengakibatkan timbulnya persoalan yang lainnya. Aktualisasi hasil belajar Pendidikan Agama Islam di Desa Kertagena Tengah Kecamatan Kadur Kabupaten Pamekasan pada lingkungan keluarga tidak sesuai dengan harapan orang tua. Hal ini disebabkan oleh faktor dari diri anak dan faktor lingkungannya. Seperti dapat dilihat dari semakin menurunnya moral dan akhlak siswa/anak, kurangnya rasa hormat anak kepada orang tua di rumah, serta memudarnya sikap empati dan rasa sempatik atas penderitaan orang lain. Untuk itu peneliti mencari faktor-faktor penyebab permasalahan tersebut. Malas dan kurangnya rasa percaya diri, kurangnya perhatian dan komunikasi antara anak dan orang tua, kurangnya memotivasi anak terhadap belajarnya serta tidak didukung oleh sarana dan prasarana yang lengkap adalah gambaran ketidak berhasilan implementasi hasil belajar pendidikan agama Islam dalam lingkungan keluarga. Memberikan motivasi pada anak, memberikan latihan-latihan atau bimbingan baik dengan cara memahami secara lisan atau tindakan (praktek), memberikan fasilitas yang lengkap, serta menjaga hubungan/komunikasi yang baik dengan anak. memberikan pujian/hadiah bagi anak yang berprestasi, pemberian contoh perbuatan belajar yang baik, serta menjaga keakraban/perhatian orang tua dengan anak. Diharapkan dapat merubah pola pikir siswa terhadap pribadi atau tingkah lakunya dalam keluarga.
DISKURSUS INTEGRASI-INTERKONEKSI PENDIDIKAN ISLAM DAN SAINS DI INDONESIA Puspitasari, Fantika Febry
FIKROTUNA Vol 10 No 02 (2019): Vo
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v10i02.3730

Abstract

Pendidikan Islam dinilai tidak mampu menjadi solusi dalam problem yang berkembang di masyarakat. Maka Pendidikan Islam di Indonesia bermaksud menjawab tantangan tersebut melalui paradigma integrasi Pendidikan Islam dan sains. Paradigma ini mulai dikembangkan baik di tingkatan sekolah hingga perguruan tinggi. Namun hingga saat ini, perdebatan antara pro kontra penerapan integrasi Pendidikan Islam dan sains tak kunjung berakhir. Hal ini dikarenakan integrasi Pendidikan Islam dinilai lemah secara metodologis. Integrasi yang dilakukan bermula dari temuan saintifik yang dikonfirmasi dengan ayat-ayat Al Qur?an atau hadits. Implementasi yang terjadi dalam Pendidikan di Indonesia diibaratkan seperti bola salju yang berguling. Mulanya kecil dan bersih, namun semakin besar ia semakin kotor karena membawa banyak sampah. Kritik ini dikarenakan metode semacam ini kemudian diaplikasikan secara cocokologi oleh sebagian besar pendidik, dikarenakan keterbatasan ilmu sains dan tafsir. Maka epistemology keilmuan hadharat al nash, hadharat al ?ilm, dan hadharat al falsafah sementara ini dapat dijadikan sebagai prinsip dalam menjembatani realitas dan idealitas. Sejauh keilmuan membawa dampak ketauhidan, berdasar pada Al Qur?an dan hadits, dapat dipertanggungjawabkan metode ilmiahnya, dan membawa manfaat fungsional bagi kehidupan sosial, ilmu dapat diterima.
SOCIAL RESPONSE ATAS PELAYANAN BERBASIS CUSTOMER SATISFACTION PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SUNAN AMPEL SURABAYA Syam, Nur
FIKROTUNA Vol 10 No 02 (2019): Vo
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.308 KB) | DOI: 10.32806/jf.v10i02.3709

Abstract

Abstrak Kajian ini merupakan upaya untuk menjelaskan mengenai Respon sosial atas pelayanan berbasis customer satisfaction pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Penelitian dilakukan terhadapm134 responden dari mahasiswa FEBI UIN Sunan Ampel. Kajian ini berupaya untuk menjelaskan tentang kualitas pelayanan administrasi dalam respon para mahasiswa yang memiliki pengalaman tentang pelayanan administrasi dari para tenaga kependidikan. Di antara yang dikaji adalah semangat dalam memberikan pelayanan, ketepatan waktu pelayanan, kecepatan dalam memberikan pelayanan dan keramahan dalam memberikan pelayanan. Berdasarkan uji t diketahui bahwa ada perbedaan yang signifikan antara pelayanan yang memuaskan dan tidak memuaskan. Pelayanan yang memuaskan ternyata lebih besar dibandingkan dengan pelayanan yang tidak memuaskan. Jadi secara umum bisa dinyatakan bahwa pelayanan administrasi pada FEBI UIN Sunan Ampel ternyata memuaskan.