cover
Contact Name
Muhrinsyah Fatimura
Contact Email
m.fatimura@univpgri-palembang.ac.id
Phone
+6282175967861
Journal Mail Official
m.fatimura@univpgri-palembang.ac.id
Editorial Address
Program studi Teknik kimia UNiversitas PGRI Palembang Jl.Jend A.Yani Lorong Gotong Royong 9/10 Ulu Palembang Sumatera Selatan
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Redoks
ISSN : 2477274963     EISSN : 2622903x     DOI : http://dx.doi.org/10.31851
Core Subject : Engineering,
Redoks is a scientific Journal with registered number ISSN 2477274963 which managed and published by chemical engineering study program of Universit y PGRI of Palembang. The contains of articles are about chemical process, environment and others related about chemical engineering
Articles 60 Documents
PENGARUH JUMLAH RAGI DAN WAKTU FERMENTASI PADA PEMBUATAN BIOETANOL DENGAN BAHAN BAKU AMPAS TEBU Yuniarti, Dewi Putri; Hatina, surya; Efrinalia, Winta
Jurnal Redoks Vol 3, No 2 (2018): REDOKS JULI-DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.427 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v3i2.2391

Abstract

Kebutuhan energi yang mengalami peningkatan,sedangkan cadangan fosilterus mengalami penurunan seiring dengan penggunaannya. Tingginya penggunaan energi ini mendorong untuk dikembangkannya energi alternatif seperti pemanfaatan biomassa salah satunya yaitu bioetanol. Bahan baku dalam pembuatan bioetanol yaitu biomassa yang mengandung selulosa, hemiselulosa dan lignin salah satunya adalah ampas tebu. Ampas tebu merupakan limbah padatan dari pengolahan industri gula yang volumenya bisa mencapai 30-40 % dari tebu giling yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan aroma tidak sedap pada lingkungan jika tidak dimanfaatkan. Ampas tebu memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi untuk diolah menjadi energy alternative bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah ampas tebu menjadi bioetanol melalui proses fermentasi menggunakan ragi Saccharomyces cerevisiae dengan variasi  penambahan ragi sebanyak 1 gram % b/v, 3 gram % b/v, dan 5 gram % b/v dari masa awal ampas tebu dengan lama waktu fermentasi 5 hari, 6 hari, 7 hari, 8 hari, dan 9 hari. Hasil penelitian menunjukkan kadar bioetanol tertinggi sebesar 4,9100% dihasilkan dari penambahan ragi 5 gram % b/v dengan lama waktu fermentasi 7 hari. Kata kunci : Bioetanol, Fermentasi ,Ragi
PENGARUH WAKTU PENGADUKAN PELAN PADA KOAGULASI AIR RAWA Husnah, Husnah
Jurnal Redoks Vol 1, No 1 (2016): Redoks Januari - Juni
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.16 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v1i1.2020

Abstract

ABSTRAKDalam pengolahan air bersih, perlu di lakukan pralakuan koagulasi-flokulasi. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan proses koagulasi-flokulasi yaitu waktu pengadukan pelan koagulan. Pada penelitian ini di variasikan waktu pengadukan pelan 10,15,dan 20 menit. Koagulan yang di gunakan adalah Poli Alumunium chlorida dengan dosis 40 ppm  dan kecepatan pengadukan pelan 45 rpm. Pengamatan dilakukan terhadap nilai TDS dan EC dari air rawa. Kata Kunci :  koagulasi, flokulasi, air rawa, pengadukan pelan
PEMANFAATAN BATUBARA PERINGKAT HVCBITUMINUS SEBAGAI BAHAN BAKU INDUSTRI KIMIA DAN INDUSTRI PETROKIMIA Andayani, Ratih Diah
Jurnal Redoks Vol 4, No 1 (2019): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (951.747 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v4i1.3068

Abstract

ABSTRAK Batubara selain digunakan sebagai bahan bakar, juga dapat digunakan sebagai bahan baku idustri kimia dan industri petrokimia melalui proses pirolisis. Tar  merupakan produk cair hasil pirolisis batubara yangkaya akan senyawa hidrokarbon aromatik, di antaranya BTX, PCX yang diperlukan pada industri kimia dan petrokimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan batubara sebagai bahan baku alternatif pada industri kimia dan petrokimia.Penelitian dilakukan dengan memvariasikan temperatur pirolisis pada 400, 500, 600 dan 700 oC. Batubara yang digunakan peringkat HVC- Bituminus berasal dari daerah penambangan Berau Kalimantan Timur dengan ukuran partikel -4/10 mesh. Gas inert yang digunakan gas Nitrogen dengan laju alir 300 mL/menit. Tar hasil proses pirolisis di distilasi berdasarkan perbedaan titik didihnya menjadi empat fraksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Temperatur pirolisis berpengaruh terhadap perolehan kuantias produk distilat tar, semakin tinggi temperatur pirolisis, produk distilat fraksi minyak ringan (BTX) dan residu menunjukkan kecenderangan meningkat, sementara fraksi minyak tengah (PCX), fraksi minyak berat dan fraksi minyak antrasena menunjukan kecenderungan yang sebaliknya. Produk fraksi minyak ringan yang diduga mengandung senyawa BTX mencapai maksimum pada temperatur pirolisis 600oC  sebesar 22,9 g/kg Batubara, sedangkan produk fraksi minyak tengah yang diduga mengandung senyawa PCX, fraksi minyak berat dan fraksi minyak antrasena mencapai maksimum pada temperatur 400o C masing-masing sebesar 13,9 g/kg batubara, 15,3 g/kg batubara dan 22,3 g/kg Batubara. Kata kunci : Pirolisis, Tar, BTX,PCX
PENGARUH WAKTU DAN MASSA ZAT ASAM BENZOAT TERHADAP KADAR VITAMIN C DALAM PEMBUATAN SIRUP MANGGA Masriatini, Rully
Jurnal Redoks Vol 1, No 2 (2016): Redoks Juli - Desember
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.079 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v1i2.2029

Abstract

ABSTRAK Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu dan massa zat asam benzoat terhadap kadar vitamin C dalam pembuatan sirup mangga. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah variasi lama penyimpanan sirup mangga yaitu 5, 10, 15 dan 20 hari, dan variasi penambahan kadar asam benzoat dalam sirup mangga sebanyak 0,3, 0,4 dan 0,5 gr.  Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi natrium benzoat memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap kadar vitamin C dalam sirup Mangga. Lama penyimpanan dengan menggunakan konsentrasi natrium benzoat memberikan pengaruh yang berbeda pula terhadap kadar vitamin C dalam sirup mangga.Hasil analisa menunjukkan kadar vitamin C dalam sirup mangga yang menggunakan pengawet asam benzoat mengalami penurunan  dari 3,87 mg/ml menjadi 1,45 mg/ml. Kata Kunci : sirup mangga, kadar vitamin C, natrium benzoat
TRANSESTERIFIKASI BIODIESEL DARI MINYAK BIJI KAPUK RANDU (CEIBA PENTANDRA L.) DENGAN MENGUNAKAN KATALIS TITANIUM OKSIDA (TIO3) Juniar, Heny; Rahayu, Mercelly Indah
Jurnal Redoks Vol 4, No 2 (2019): REDOKS JULI - DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.36 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v4i2.3505

Abstract

AbstrakBiji buah kapuk memiliki kandungan utama minyak murni yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Minyak dalam biji kapuk dapat dipisahkan dari biji kapuk dengan cara ekstraksi. Penelitian dilakukan dengan mengekstrak minyak biji kapuk dengan menggunakan pelarut n- heksana, dilakukan dalam seperangkat alat ekstraksi sokhlet. penelitian dilakukan dengan variasi suhu, kecepatan pengaduk, perbandingan pelarut dan bahan, serta serbuk biji kapuk. Jenis katalis yang digunakan adalah TiO2. Dalam penelitian ini adalah lama pengadukan, dengan suhu 50 oC dengan variasi waktu lama pengadukan 30, 60, 90 120 menit dan 150 menit. Biodiesel yang diperoleh diuji parameternya meliputi massa jenis, viskositas, titik nyala (flash point) dan warna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter minyak biji kapuk mempunyai rendemen dan asam lemak bebas (FFA) sebesar 33,4756 % dan 3,8782 %. Karakter biodiesel BK1, BK2, BK3,BK4 dan BK5 meliputi: massa jenis berturut-turut sebesar 861,2; 861,5; 862,4,  863,2 dan 863,9 kg/m3, viskositas berturut-turut sebesar 2,0665; 2,1585; 2,8165,2,9159 dan 2,9856 cSt, titik nyala berturut-turut sebesar 29;32; 38;42 dan 44oC. Biodiesel memiliki nilai massa jenis yang sudah sesuai dengan SNI 7182:2012, namun nilai viskositas, titik nyala(flash point) belum memenuhi standar.  Kata kunci : Biodiesel,Minyak Biji Kapuk, TiO2, Transesterifikasi
PERBANDINGAN KINERJA MEMBRAN KERAMIK BUATAN DENGAN MEMBRAN KERAMIK PABRIKASI PADA PENJERNIHAN AIR SUNGAI MUSI Husnah, Husnah
Jurnal Redoks Vol 3, No 2 (2018): REDOKS JULI-DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.517 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v3i2.2384

Abstract

Membran yang umum digunakan dalam pengolahan air permukaan adalah membran keramik. Dalam penelitian ini digunakan dua jenis membran, yaitu membran buatan dan membran pabrikasi. Membran buatan  merupakan hasil buatan manual dengan bahan dasar tanah liat, sedangkan Membran pabrikasi adalah membran keramik yang diproduksi oleh indutri pengolahan air.  Proses Pengolahan ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas air Sungai Musi. Proses filtrasi dilakukan dengan tekanan 32 dan 36 psi. Waktu pengambilan permeate dilakukan pada 15, 30, 45 dan 60 menit. Parameter yang diamati pada proses filtrasi ini adalah Fluks.Kata kunci : Membran Keramik Buatan, Membran Keramik Pabrikasi, Filtrasi dan Fluks.
STUDI PENGARUH TEMPERATUR THERMAL, UKURAN TEMPURUNG KELAPA TERHADAP WAKTU PROSES PEMBUATAN ASAP CAIR DAN KONSENTRASI ASAP CAIR GUNA MENGURANGI BAU PADA LATEKS Sefentry, Aan
Jurnal Redoks Vol 1, No 1 (2016): Redoks Januari - Juni
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.116 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v1i1.2015

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan guna mendapatkan asap cair berbahan baku tempurung kelapa yang mengandung senyawa fenol, senyawa asam asetat dan senyawa karbonil yang dapat mengurangi bau menyengat pada lateks akibat bakteri melakukan biodegradasi protein menjadi amoniak dan sulfida. Proses produksi asap cair dengan melalui proses pirolisis yaitu suatu sistem pembakaran secara tidak langsung dengan volume udara terbatas kemudian asap hasil pembakaran tersebut dialirkan menuju kondensor yang merubah fase gas menjadi fase cair lalu hasilnya didestilasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur thermal terhadap ukuran diameter tempurung kelapa terhadap lamanya waktu proses produksi asap cair dan mengetahui konsentrasi asap cair guna mengurangi bau pada lateks. Hasil penelitian disimpulkan temperatur thermal 4000 C dan diameter tempurung kelapa 1 cm memerlukan waktu proses yang paling singkat 22,57 menit dengan volume asap 392,2 ml dan konsentrasi 10% asap cair terhadap aquades dapat mengurangi bau menyengat pada lateks.Kata kunci : Fenol, Biodegradasi,Lateks.
PENGOLAHAN AIR LIMBAH BATIK CAP KHAS PALEMBANG Nurlela, Nurlela
Jurnal Redoks Vol 3, No 1 (2018): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.833 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v3i1.2787

Abstract

Air limbah secara umum belum  diolah dengan  baik, akan  mengandung beberapa komponen pencemar yang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kehidupan manusia dan lingkungannya seperti pada limbah cair batik cap. Limbah bahan pewarna tersebut juga dapat mematikan organisme yang hidup di lingkungan. Salah satu alternatif penanganan air limbah sintetis adalah dengan cara adsorpsi. Pada penelitian ini air limbah sintetis dibuat sendiri dari pewarna procion biru, dengan konsentrasi masing-masing pewarna adalah 500 mg/l, 750 mg/l dan 1000 mg/l. Proses adsorpsi dilakukan dengan memvariasikan adsorben berupa karbon aktif dan zeolit. Berdasarkan hasil riset karbon aktif lebih efektif dibandingkan zeolit. Dari hasil  analisa semakin tinggi konsentrasi maka nilai TSS semakin tinggi dan nilai persen penurunan semakin kecil . Kondisi optimum didapat pada Konsentrasi 500 mg/l dengan Persen penurunan  TTS sebesar 68,52% dan analisa pH berkisar 6-9 sudah mencapai baku kutu lingkungan  pada penggunaan konsentrasi pewarna sintetis . Kata kunci  : karbon aktif, adsorpsi, air limbah sintetis, procion biru  
PENURUNAN KADAR FENOL DALAM LIMBAH CAIR INDUSTRI TENUN SONGKET DENGAN PROSES ELEKTROKOAGULASI Atikah, Atikah
Jurnal Redoks Vol 1, No 2 (2016): Redoks Juli - Desember
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.614 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v1i2.2024

Abstract

ABSTRAKIndustri tenun songket yang ada di Kota Palembang menghasilkan limbah cair yang berasal dari proses pewarnaan yang umumnya menggunakan pewarna sintetis. Limbah yang dibuang tanpa pengolahan sebelumnya tersebut akan melalui perairan menuju ke Sungai Musi, oleh karena itu perlu dilakukan pengolahan limbah lebih lanjut agar limbah ini aman bagi lingkungan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi konsentrasi fenol pada limbah cair industri tenun songket sehingga dapat mengurangi beban pencemaran pada perairan Sungai Musi. Parameter yang diamati adalah perubahan konsentrasi fenol. Penelitian dilakukan pada skala laboratorium secara batch dengan menggunakan elektroda aluminium dengan rapat arus 104.17 Am2, 78.13 A/m2 dan 62.5 A/m2. Sampel diambil pada 20, 30, 40, 50 dan 60 menit sejak elektroda mulai dialiri arus listrik. Analisa sampel dilakukan setelah sampel terlebih dahulu diendapkan selama 30 menit. Analisa laboratorium mengacu pada pada SNI 06-6989.2l-2004 untuk parameter fenol. Hasil analisa menunjukkan persentase penurunan konsentrasi fenol tertinggi mencapai 75% terjadi pada menit ke 60 dengan rapat arus 62.5 A/m2  . Kata kunci : limbah cair tenun songket, fenol, elektrokoagulasi
ANALISA TOTAL MOISTURE DAN ASH CONTENT PADA BRIKET BATUBARA Nurlela, Nurlela
Jurnal Redoks Vol 4, No 1 (2019): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (923.743 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v4i1.3073

Abstract

ABSTRAKSelain minyak bumi dan gas alam, bahan bakar alternatif yang dapat dikembangkan secara luas dalam waktu singkat dan peralatan yang digunakan relative sederhana dan ramah lingkungan yaitu briket batubara.  Namun penggunaan bahan bakar briket batu bara memiliki keterbatasan, yaitu membutuhkan waktu penyalaan awal yang cukup lama dibandingkan penggunaan bahan bakar cair dan gas, yaitu sekitar 10 ? 15 menit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai moisture dan Ash content pada briket batubara Kata kunci  : briket, batubara, enceng gondok