cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
JURNAL SITAKARA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 159 Documents
PEWARISAN RABAB PIAMAN DI KECAMATAN LUBUK ALUNG KABUPTEN PADANG PARIAMAN Kurniawan, Irfan
JURNAL SITAKARA Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Sitakara
Publisher : Sendratsik Study Program Faculty of teacher training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.606 KB) | DOI: 10.31851/sitakara.v5i1.3528

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kondisi Rabab Piaman dalam kehidupan masyarakat dewasa ini dan pewarisannya dalam kehidupan masyarakat di Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman. Kenyataannya yang ditemukan sekarang seniman tradisi Rabab Piaman bertarung melawan perubahan nilai akibat modrenisasi, yang mengakibatkan menurunya eksistensi pertunjukanya dalam masyarakat kecamatan Lubuk Alung. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengkuti langkah-langkah Miles dan Huberman. Pengumpulan data dilakukan dengan obervasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pewarisan Rabab Piaman terdiri dari bagian-bagian yang saling terkait satu sama lainnya, yaitu pewarisan enkulturasi dan pewarisan sosialisasi. Selanjutnya, dari  hasil penelelitian juga ditemukan bahwa sistem pewarisan Rabab Piaman di kecamatan Lubuk Alung mempunyai cara tersendiri. Secara tradisi ada dua tahapan dalam pewarisan Rabab Piaman di Nagari Lubuk alung, yaitu; (1) pewarisan secara non fisik, yakni Melengkapi syarat-syarat baraja (belajar) Rabab Piaman, dan (2) pewarisan secara fisik, yakni praktik belajar memainkan Rabab Piaman. Kata Kunci:  Pewarisan, Rabab Piaman,  kecamatan Lubuk Alun.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COURSE REVIEW HORAY TERHADAP KEMAMPUAN MENJELASKAN ALUR CERPEN UNTUK ANAK SDN 52 PALEMBANG Indrawati, Sri Wahyu
JURNAL SITAKARA Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Sitakara
Publisher : Sendratsik Study Program Faculty of teacher training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.255 KB) | DOI: 10.31851/sitakara.v5i1.3524

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan ada atau tidaknya pengaruh yang signifikan model pembelajaran Course Review Horay terhadap kemampuan menjelaskan alur cerpen untuk anak SDN 52 Palembang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen model Posttest-Only Control Design dengan membagi sampel ke dalam dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen yaitu siswa kelas 5a berjumlah 33 orang dan kelompok kontrol yaitu siswa kelas 5b berjumlah 33 orang. Tes yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes akhir berbentuk esai berjumlah 5 butir soal. Hal ini menunjukkan bahwa thitung ? ttabel atau 3,39 ? 1,669. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, berarti terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran Course Review Horay terhadap kemampuan menjelaskan alur cerita, pelaku, dan latar cerpen untuk anak SDN 52 Palembang.                                                                                                                              Kata Kunci: Model pembelajaran, Course Review Horay, Cerpen.
PANGLIMA LAỘT SEBAGAI LOCAL WISDOM MASYARAKAT NELAYAN PESISIR ACEH (STUDI KASUS TENTANG PANGLIMA LAỘT LHOK KECAMATAN SERUWAY KABUPATEN ACEH TAMIANG) Sari, Purnama; Puspitawati, Puspitawati
JURNAL SITAKARA Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Sitakara
Publisher : Sendratsik Study Program Faculty of teacher training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.991 KB) | DOI: 10.31851/sitakara.v5i1.3523

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Panglima La?t sebagai kearifan lokal pada masyarakat di pesisir Aceh . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif, yang didasarkan pada penelitian lapangan, mengamati subjek dan objek penelitian serta mengikuti kegiatan mereka untuk mendapatkan data yang akurat dan faktual.teknik pengumpulan data adalah observasi , wawancara dan dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan yaitu mengelompokkan hasil data, menginterpretasikan data, menganalisis data , dan membuat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan Panglima La?t sebagai salah satu dari kearifan lokal pada masyarakat di pesisir Aceh  merupakan ketua adat yang menegakkan hukum adat laut yang hidup dalam masyarakat pesisir Aceh di Kecamatan Seruway . Kata kunci: Panglima La?t; lembaga adat; kearifan lokal; masyarakat nelayan
PENGARUH MUSIK ANSAMBEL TERHADAP KECERDASAN EMOSI REMAJA Fillamenta, Novdaly; Arfani, Mohammad
JURNAL SITAKARA Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Sitakara
Publisher : Sendratsik Study Program Faculty of teacher training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.368 KB) | DOI: 10.31851/sitakara.v5i1.3527

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kecerdasan emosi remaja dengan bermain musik secara Bersama atau ansambel di SMPN 1 Palembang. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), sampel dalam penelitian ini siswa SMPN 1 Palembang berjumlah 20 orang. Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi, pengambilan data secara kualitatif. Indikator keberhasilan adalah sebagai berikut: meningkatnya kecerdasan interpersonal anak apabila telah mencapai (75%)   atau berkembang sangat baik. Dari analisis data penelitian siklus I diperoleh hasil yaitu   (41,55 %) atau mulai berkembang, siklus II diperoleh hasil yaitu (59,55%) atau berkembang sesuai harapan, dan siklus III diperoleh hasil yaitu (80,95%) atau berkembang sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian peneliti menyimpulkan bahwa dengan bermain musik secara Bersama dapat meningkatkan kecerdasan emosi. Kata Kunci: Kecerdasan emosi, Bermain Musik Ansambel 
KONSEP KEBERSAMAAN DALAM TRADISI MIDANG MABANG HANDAK PADA MASYRAKAT MORGESIWE KECAMATAN KAYUAGUNG Heryanto, A.
JURNAL SITAKARA Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Sitakara
Publisher : Sendratsik Study Program Faculty of teacher training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.824 KB) | DOI: 10.31851/sitakara.v5i1.3522

Abstract

AbstrakRumusan masalah dalam penelitian ini Bagaimanakah Konsep Kebersamaan dalam Kesenian Midang Mabang Handak pada Masyarakat Morgesiwe Kecamatan Kayuagung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap dan mendeskripsikan Konsep Kebersamaan dalam Kesenian Midang Mabang Handak pada Masyarakat Morgesiwe Kecamatan Kayuagung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, Konsep Kebersamaan dalam Tradisi Midang Mabang Handak pada Masyarakat Morgesiwe Kecamatan Kayuagung ini terdapat disetiap bagiannya; 1) Pada bagian pertama Midang Mabang Handak ini terdiri dari sepasang pengantin. Sepasang pengantin ini tentunya memiliki sebuah konsep kebersamaan. Pada bagian sepasang pengantin ini merupakan sebuah konsep awal dari kebersamaan, kebersamaan sepasang pengantin yang diikat dalam satu tali pernikahan. Pernikahan bertujuan untuk hidup bersama dalam satu keluarga. Kebersamaan sebuah keluarga dapat diciptakan melalui jalin kasih yang harmonis. Keluarga yang harmonis dapat dilalui dengan saling menghargai, saling simpati dan saling mengisi. 2) Kebersamaan bagian kedua Midang ini dapat terlihat dari beberapa pasang peserta muda-mudinya. Dengan Midang, beberapa pasang muda-mudi ini dapat saling mengenal antara satu sama lainnya, muda-mudi yang belum kenal dapat menjadi kenal dan muda-mudi yang sudah kenal dapat saling mengakrabkan diri. 3) Bagian ketiga Midang Mabang Handak ini juga dapat menunjukan kebersamaan itu, melalui bunyi-bunyian musik yang disebut dengan tanjidor. Tanjidor ini dibunyikan secara bersama-sama oleh sekelompok pemusik Midang Mabang Handak. Kebersamaan tanjidor ini tidak dapat terbangun, jika hanya menggunakan satu alat musik saja, melainkan memerlukan alat musik lainnya untuk membangun sebuah kebersaman. Artinya dari beberapa alat musik tanjidor ini memberikan pembelajaran kepada kita bahwa seseorang memerlukan orang lain untuk dapat membangun sebuah kebersamaan. Selain itu, kebersamaan tanjidor ini juga dapat dilihat dari kekuatannya. Bunyi tanjidor akan lemah, jika hanya dimainkan satu alat musik saja. Tanjidor akan menghasilkan bunyi yang kuat jika dibantu oleh bunyi-bunyian alat musik yang lain. Satu alat musik dengan alat musik yang lain dapat saling menguatkan agar bunyi-bunyian tanjidor terdengar kuat. Kuatnya bunyi-bunyian tanjidor ini memberikan arti bahwa kuatnya sebuah kebersamaan Kata Kunci : Konsep Kebersamaan,  Midang Mabang Handak.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COMPLETE SENTENCE TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PADA SMP NEGERI 13 PALEMBANG Uzer, Yuspar
JURNAL SITAKARA Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Sitakara
Publisher : Sendratsik Study Program Faculty of teacher training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.297 KB) | DOI: 10.31851/sitakara.v5i1.3526

Abstract

Abstrak Proses pembelajaran membutuhkan peran serta guru dalam memilih dan menentukan suatu model pembelajaran yang digunakan dalam penyampaian materi sehingga dengan penggunaan model pembelajaran yang tepat dapat membantu siswa untuk memahami konsep dari materi yang diberikan. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pengaruh model pembelajaran complete sentence terhadap kemampuan menulis teks berita secara singkat, padat, dan jelas siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Palembang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan kemampuan menulis teks berita secara singkat, padat, dan jelas dengan menggunakan model pembelajaran complete sentence di siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Palembang. Hipotesis dalam penelitian ini pengaruh model pembelajaran complete sentence terhadap kemampuan menulis teks berita secara singkat, padat dan jelas di siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Palembang sangat signifikan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen true experimental design. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa model pembelajaran complete sentence berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa dalam menulis teks berita secara singkat, padat, dan jelas. Hal ini dibuktikan dengan uji hipotesis menggunakan rumus uji-t dengan hasil 5, 68 > 1,671, sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Kata Kunci: Complete Sentence, Menulis teks berita
ELEMEN ESTETIS KOREOGRAFI TARI CANG-CANG DI KAYUAGUNG KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR Yuliarti, Emy Admala
JURNAL SITAKARA Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Sitakara
Publisher : Sendratsik Study Program Faculty of teacher training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.756 KB) | DOI: 10.31851/sitakara.v5i1.3521

Abstract

Abstrak Tari Cang-Cang merupakan tarian khusus dalam upacara adat perkawinan yang diperuntukan bagi kedua belah mempelai yang ada di Kayuagung. Elemen estetis koreografi tari Cang-Cang adalah dasar dari dalam tari yang tidak dapat terlepas dari kesatuan yang merupakan gerak-ruang-waktu. Permasalahan dalam penelitian ini adalah ?bagaimanakah Elemen Estetis Koreografi tari Cang-Cang?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimanakah elemen estetis koreografi tari Cang-Cang di Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir dengan menggunakan teori Y.Sumandio Hadi yang meliputi gerak sebagai elemen estetis koreografi, ruang sebagai elemen estetis koreografi, waktu sebagai elemen estetis koreografi. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode kualitatif yang terdiri dari teknik observasi, wawancara dan dokumentasi dalam mengumpulkan data mengenai elemen estetis koreografi tari Cang-Cang di Kayuagung. Dari hasil penelitian yang didapat, peneliti menyimpulkan bahwa tari Cang-Cang adalah sebagai tari tradisional modern yang memiliki makna yaitu memberikan sajian khusus kepada tamu yang datang dan sebagai simbolis adanya ikatan bebesanan. Hasil penelitian berdasarkan konsep Y.Sumandio Hadi bahwa kesatuan tari yang utuh tidak dapat dipisahkan terdiri dari gerak-ruang-waktu. Kata Kunci : Elemen estetis, koreografi, tari Cang-Cang.
BENTUK GERAK TARI KAIN DI SANGGAR DEWAN KESENIAN MUSI RAWAS Sepriyanti, Pransiska
JURNAL SITAKARA Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Sitakara
Publisher : Sendratsik Study Program Faculty of teacher training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.518 KB) | DOI: 10.31851/sitakara.v5i1.3530

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimanakah bentuk gerak tari Kain di Sanggar Dewan Kesenian Musi Rawas Kabupaten Musi Rawas dengan menggunakan teori prinsip bentuk dari Sumandiyo Hadi yang berisi tujuh prinsip bentuk gerak. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode kualitatif yang terdiri dari teknik observasi, wawancara dan dokumentasi dalam mengumpulkan data mengenai bentuk gerak tari Kain di Sanggar Dewan Kesenian Musi Rawas. Dari hasil penelitian yang di dapat peneliti menyimpulkan bahwa tari Kain adalah tari sambut yang mempunyai makna dimana tradisi masyarakat yang mengistimewakan tamu, dimana tamu Laki-laki yang datang akan diberikan Kain. Kata Kunci : Tari Kain, Bentuk Gerak
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ARTIKULASI TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PADA SMP NEGERI 2 PALEMBANG Uzer, Yus Vernandes
JURNAL SITAKARA Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Sitakara
Publisher : Sendratsik Study Program Faculty of teacher training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.14 KB) | DOI: 10.31851/sitakara.v5i1.3525

Abstract

Abstrak Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pengaruh model pembelajaran artikulasi terhadap kemampuan menuliskan kembali pokok-pokok berita yang didengarkan siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Palembang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran artikulasi terhadap kemampuan menuliskan kembali pokok-pokok berita yang didengarkan siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Palembang.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII yang berjumlah 130 siswa dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 66 siswa yang terdiri atas dua kelas, yaitu kelas eksperimen berjumlah 34 siswa dan kelas kontrol berjumlah 32 siswa yang diambil menggunakan teknik random sampling. Berdasarkan hasil penelitian pada kesimpulan, dinyatakan bahwa menulis pokok berita kelas eksperimen yang diajarkan menggunakan model artikulasi lebih baik dari hasil belajar siswa kelas kontrol yang diajarkan dengan metode ceramah yang dilihat melalui pengujian hipotesis karena terbukti bahwa nilai  lebih besar dari nilai  sebesar 6,48  2,00 atau dilihat dari nilai rata-rata kelas eksperimen 74,5 lebih besar dibandingkan nilai rata-rata kelas kontrol 63,1. Hal tersebut menunjukkan adanya pengaruh model pembelajaran artikulasi terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia pada materi menulis pokok-pokok berita siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Palembang.    Kata Kunci: Model Pembelajaran Artikulasi, Kemampuan Menulis Pokok Berita
ESTETIKA MOTIF NAGO BESAUNG PADA KAIN SONGKET PALEMBANG Kunian, Decky
JURNAL SITAKARA Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Sitakara
Publisher : Sendratsik Study Program Faculty of teacher training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.389 KB) | DOI: 10.31851/sitakara.v5i1.3529

Abstract

Abstrak  Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap keindahan motif Nago Besaung pada kain songket palembang. Melalui  teori Monroe Beardsley yang menjelaskan ?ada 3 (tiga) ciri yang menjadi sifat-sifat membuat baik/indah dari benda-benda estetis yaitu: unity, penerapan motif nago besaung dalam penataanya menimbulkan harmonisasi ketika deretan motif pokok dan motif pengisi, serta motif isen yang berada pada satu bidang motif yang berada pada badan kain. Selain itu motip-motip pengisi yaitu motif bungo mawar dan motif bungo melati ini berfungsi sebagai penguat atau penegasan entetitas terhadap motif pokoknya yang diatur sedemikian rupa sehingga memiliki nilai estetis. Sedangkan motif isen memberikan penegasan yang kuat yang lebih mengarah kepada kompleksitas dan estetis. Complexity tampak pada tahap menenun kain dasar dengan konstruksi tenunan rata atau polos dan tahap menenun bagian ragam hias yaitu menenun motif nago besaung itu sendiri yang merupakan bagian tambahan dari benang pakan, dengan demikian kerumitannya pun sudah bisa dirasakan. Serta intensity tampak terlihat secara visual dimana bentuk motif nago besaung menampilkan tingkat kesungguhan yang tinggi yang ditunjukkan dalam tingkat kreativitasnya dengan menerapkan berbagai motif (pokok, pengisi, dan isen) yang dikomposisikan sedemikian rupa sehingga akan tampak keharmonisan di dalamnya serta kesungguhan yang dapat dirasakan dari emosional/rasa yang menampilkan sejumlah motif baik motif pokok maupun motif pengisi yang merefleksikan nilai atau makna kehidupan sosial masyarakat Palembang. Kata Kunci, Estetika, Motif Nago Besaung, Songket Palembang

Page 1 of 16 | Total Record : 159