cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
embrio@unipasby.ac.id
Editorial Address
Program Studi S1 Kebidanan FIKes Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Jl. Dukuh Menanggal XII, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Embrio : Jurnal Kebidanan
ISSN : 20898789     EISSN : 27147886     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 88 Documents
HUBUNGAN PELAYANAN KONSELING KB TENTANG AKDR DENGAN CAKUPAN AKSEPTOR AKDR marliandiani, yefi; -, krisnamurti
EMBRIO Vol 6 (2015): EMBRIO (AGUSTUS 2015)
Publisher : EMBRIO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.938 KB)

Abstract

Program Keluarga Berencana yang sudah dijalankan sejak tahun 1970-an mampu menekan laju pertumbuhan penduduk. Menurut BKKBN dalam data statistik Indonesia periode tahun 2007 tentang pemakaian kontrasepsi di Indonesia yaitu 33,10% menggunakan kontrasepsi suntik, 13,50% menggunakan kontrasepsi pil, 5,20% menggunakan IUD, 2,70% menggunakan kontrasepsi implant dan 2,60% menggunakan kontrasepsi mantap sedangkan sisanya sebesar 42,9% menggunakan metode kontrasepsi lainnya. Dari akseptor KB tersebut yang paling rendah adalah penggunaan Kontrasepsi AKDR, ini dikarenakan tidak dilakukannya konseling tentang metode kontrasepsi dan pelayanan kontrasepsi yang diberikan oleh petugas kesehatan hanya berdasarkan permintaan calon akseptor. Jenis penelitian ini Observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional dengan populasi 50 akseptor KB pada bulan september 2011 di RSIA Prima Husada. Pengambilan sampel dengan total sampling sejumlah 50 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data digunakan adalah uji chisquare yaitu didapatkan hasil signifikan, menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pelayanan konseling dengan cakupan AKDR (p = 0,179). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa sebagian besar bidan dalam melakukan pelayanan KB melakukan konseling secara menyeluruh (80%), cakupan AKDR di RSIA Prima Husada sebesar 20%, dan tidak ada hubungan antara pelayanan konseling dengan cakupan AKDR
PERBEDAAN PERUBAHAN BERAT BADAN PADA BAYI UMUR 6 – 12 BULAN YANG DILAKUKAAN DAN TIDAK DILAKUKAN PIJAT BAYI azarya, damarati
EMBRIO Vol 6 (2015): EMBRIO (AGUSTUS 2015)
Publisher : EMBRIO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.625 KB)

Abstract

Pertambahan berat badan bayi biasanya cepat pada usia antara 1-6 bulan. Namun memasuki 6 bulan keatas, biasanya menjadi lambat. Salah satu faktor penyebabnya adalah bayi sudah mulai banyak bergerak, seperti belajar berguling, merangkak dan kemudian berjalan. Tujuan penelitian mengetahui perbedaan perubahan berat badan pada bayi umur 6-12 bulan yang dilakukan dan tidak dilakukan pijat bayi di BPS Ny. Siti Maryam, Amd.Keb Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional bersifat analitik. Rancang bangun penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kohort. Penelitian dilakukan di BPS Ny Siti Mariam, Amd.Keb Surabaya, pada bulan juli s/d september 2011. Variabel independen adalah perilaku pijat bayi. Variabel dependen adalah berat badan bayi. Tehnik pengambilan sampel menggunakan tehnik simple random sampling. Subyek penelitian ini adalah 28 responden. Tehnik pengumpulan dan menggunakan lembar observasi, timbangan. Berdasarkan hasil penelitian dari 28 responden yang dilakukan pijat 18 responden dengan prosentasenya 64,3% dan terdapat 19 responden dengan terjadi peningkatan berat badan dengan prosentasenya 67,9%. Dari hasil pengujian tersebut diketahui hasil uji chi square adalah 0,035> 0,05. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan perubahan berat badan pada bayi umur 6-12 bulan yang dilakukan dan tidak dilakukan pijat bayi
FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT AKSEPTOR KB DALAM MENENTUKAN PILIHAN TERHADAP PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI IUD rihardini, tetty
EMBRIO Vol 6 (2015): EMBRIO (AGUSTUS 2015)
Publisher : EMBRIO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.1 KB)

Abstract

Membicarakan masalah kualitas “Sumber Daya Manusia” tidak terlepas perencanaan keluarga melalui gerakan Keluarga Berencana untuk mencapai kesejahteraan keluarga. Gerakan KB Nasional selama ini telah berhasil mendorong peningkatan peran serta masyarakat dalam membangun keluarga kecil yang semakin mandiri. Salah satu masalah utama pada penggunaan KB yaitu masih rendahnya penggunaan KB IUD, sedangkan kecenderungan penggunaan jenis KB hormonal seperti pil dan suntik jumlahnya terus meningkat tajam. Rendahnya penggunaan KB IUD ini disebabkan kurangnya dukungan dari tokoh masyarakat, status ekonomi yang relatif rendah, pengetahuan mengenai alat kontrasepsi yang kurang. Jenis penelitian ini diskriptif dengan populasi seluruh akseptor KB di desa kepunten pada bulan juli s/d agustus 2011 sebanyak 45 akseptor. Pengambilan sampel dengan quota sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner serta lembar observasi. Berdasarkan penelitian hasil penelitian diperoleh bahwa yang menghambat akseptor KB memilih IUD adalah biaya (60%), dukungan suami (57%), pemahaman terhadap IUD (57%), jumlah anak (10%), takut terhadap alat-alat pemasangan IUD (80%) dan pemasangan IUD (100%)
HUBUNGAN ANTARA TINDAKAN VULVA HYGIENE DENGAN PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM IBU NIFAS DI BPS TMM DJAMINI DAMUN krisnamurti, krisnamurti
EMBRIO Vol 6 (2015): EMBRIO (AGUSTUS 2015)
Publisher : EMBRIO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.826 KB)

Abstract

Angka kejadian infeksi akibat luka perineum pada tahun 2007 sebanyak 45 orang dan 185 orang yang mengalami luka perineum di BPS TMM Djamini Damun Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tindakan vulva hygiene dengan penyembuhan luka perineum ibu nifas. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Besarnya sampel sebanyak 32 orang dengan luka perineum hari ke 5-7, dengan menggunakan teknik random sampling. Cara pengumpulan data dengan menggunakan lembar check list dan observasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji chi square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 32 responden didapatkan 15 orang melakukan vulva hygiene dengan baik. Dimana 13 orang luka perineumnnya dalam kategori baik. Sedangkan dari 12 orang melakukan kebersihan vulva cukup dimana 15 orang dengan luka perineum dalam kategori sedang. Setelah dilakukan uji chi square ternyata ada hubungan antara vulva hygiene dengan penyembuhan luka perineum ibu nifas. Vulva hygiene yang baik dan benar akan dapat mempercepat proses penyembuhan luka perineumnya. Dalam hal ini diharapkan seorang bidan sebagai profesi yang paling dekat dengan masyarakat khususnya ibu dan anak agar dapat lebih mempromosikan dan menyebarluaskan informasi melalui penyuluhan tentang melaksanakan vulva hygiene secara baik dan benar para ibu post partum.
PERBEDAAN TINGKAT IMUNITAS BAYI 0 – 12 BULAN YANG DIBERIKAN ASI EKSKLUSIF DAN SUSU FORMULA DI RSIA PRIMA HUSADA SIDOARJO ningrum, nyna Puspita; Iswati, Retno Setyo
EMBRIO Vol 6 (2015): EMBRIO (AGUSTUS 2015)
Publisher : EMBRIO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.515 KB)

Abstract

Menyusui adalah suatu cara yang tidak ada duanya dalam memberikan makanan yang ideal bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Meskipun menyusui bayi sudah menjadi budaya indonesia, namun praktek pemberian Air Susu Ibu (ASI) masih buruk. Buruknya pemberian ASI ini di picu oleh promosi susu formula diberbagai media dan sarana pelayanan kesehatan (SPK). Menganalisis perbedaan tingkat imunitas bayi usia 0-12 bulan yang di beri ASI Eksklusif dan susu formula. Jenis penelitian yang di lakukan adalah penelitian analitik yang bersifat retrospektif. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di RSIA Prima Husada Sidoarjo. Penelitian dilaksanakan pada 3-6 Oktober 2011. Populasi dalam penelitian ini adalah responden yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan simple random sampling dengan besar sampel,dimana variabel independen adalah tingkat imunitas bayi 0-12 bulan, dan variabel dependen ASI Eksklusif dan susu formula. Instrumen yang di gunakan adalah kuisioner. Dari hasil penelitian di dapatkan perbedaan tingkat imunitas bayi usia 0-12 bulan yang di beri ASI Eksklusf dan susu formula,sebagian kecil yaitu 14 orang yang di beri ASI Eksklusif mengalami sakit dan sebagian besar tidak mengalami sakit yaitu 16 orang dari 30 peserta responden. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji statistik chi-square program statistik SPSS 16 dengan tingkat Dari analisis dengan uji chi-square di peroleh (0,01 < 0,05). Hal ini berarti terdapat perbedaan antara tingkat imunitas bayi usia 0-12 bulan yang di beri ASI Eksklusif dan susu formula. Berdasarkan hasil tersebut diatas, maka dapat disimpulkan pentingnya upaya meningkatkan kesadaran bahwa betapa pentingnya kandungan gizi dari ASI untuk daya imunitas bayi 0-12 bulan daripada susu formula
HUBUNGAN ANTARA LAMA PEMAKAIAN KB SUNTIK 3 BULAN (DPMA) DENGAN KEJADIAN FLOUR ALBUS PATOLOGIS DI BPS ENDANG, Amd.Keb supartini, supartini
EMBRIO Vol 6 (2015): EMBRIO (AGUSTUS 2015)
Publisher : EMBRIO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.448 KB)

Abstract

Paradigma KB Nasional telah di ubah Visi dan NKKBS menjadi keluarga berkualitas 2015dengan 6 misi yaitu memperdayakan masyarakat untuk membangun keluarga kecil berkualitas,menggalang kemitraan kesejahtraan, kemandirian dan ketahanan keluarga,meningkatkan kualitas pelayanan KB, meningkatkan promosi,perlindungan dan upaya mewujudkan hak-hak reproduksi, meningkatkan upaya perempuan untuk mewujudkan kesejahtraan dan keadilan gender melalui program KB. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisisHubungan antara lama pemakaian KB suntik 3 bulan ( DMPA) dengan kejadian flour albus patologis. Jenis penelitiananalitic cross sectional,teknik simple random sampling. Besarnya Sampel adalah semua akseptor KB suntik 3 bulan di BPS Ny Endang,Surabaya.Pada bulan Juni -September 2011 yaitu sebesar 25 akseptor. Hasil penelitian dari hubungan antara lama pemakaian KB suntik 3 bulan dengan kejadian flour albus patologis menunjukan bahwa dari 25 akseptor KB suntik 3 bulan terdapat 21 akseptor (0,84%) yang mengalami flour albus patologis dan 4 akseptor (0,16%) tidak mengalami flour albus patologis. Hasil perhitungan chi square, nilai c2 hitung (0,009) >c2 tabel (3,841) berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Kesimpulannya ada hubungan antara lama pemakaian KB suntik 3 bulan dengan kejadian flour albus patologis,untuk itu diharapkan pada petugas kesehatan(bidan) agar memberikan penyuluhan/informasi yang jelas, yang berhubungan dengan kejadian flour albus patologis dan cara penanganannya agar responden dapat memahami dengan baik.
HUBUNGAN ANTARA USIA DAN PARITAS DENGAN LETAK SUNGSANG PADA IBU BERSALIN sumiati, sumiati
EMBRIO Vol 6 (2015): EMBRIO (AGUSTUS 2015)
Publisher : EMBRIO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.715 KB)

Abstract

Letak sungsang adalah janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan bokong di bagian bawah kavum uteri. Menurut Manuaba (2001), kejadian letak sungsang sekitar 3-4 %, tetapi mempunyai angka morbiditas dan mortalitas janin yang tinggi. Di RSUD dr. M. Soewandhie Surabaya kejadian persalinan letak sungsang sebanyak 5 %. Banyak faktor yang menyebabkan meningkatnya persalinan dengan letak sungsang diantaranya oleh faktor usia ibu yang < 20 tahun atau > 35 tahun, dan kehamilan multiparitas pada ibu hamil dengan paritas 4 atau lebih terjadi insiden hampir sepuluh kali lipat dibanding ibu hamil nullipara, prematuritas, kelainan pada ibu atau janinnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia dan paritas dengan letak sungsang pada ibu bersalin di RSUD dr. M. Soewandhie Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan teknik Simple Random Sampling, mengambil 255 sampel dari populasi sebanyak 1400 ibu bersalin di RSUD dr. M. Soewandhie Surabaya. Analisis data menggunakan tabulasi silang dengan uji chi-square. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa dari 255 ibu bersalin di RSUD dr. M. Soewandhie Surabaya, adalah sebanyak 63 orang (24,70 %) mengalami letak sungsang, ibu bersalin mayoritas usia tidak beresiko (20-35 tahun), dan ibu bersalin mayoritas nonprimi (multipara atau grandemultipara). Setelah dilakukan uji chi-square dengan α = 0,05 didapatkan Ho ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara usia dan paritas dengan letak sungsang pada ibu bersalin di RSUD dr. M. Soewandhie Surabaya. Oleh karena itu, sebaiknya untuk ibu bersalin melahirkan antara usia 20-35 tahun dan paritas tidak lebih dari tiga.
PERBEDAAN PENGARUH TEKNIK MARMET DENGAN PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PRODUKSI ASI IBU POSTPARTUM DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK IBI SURABAYA setiawandari, setiawandari
EMBRIO Vol 6 (2015): EMBRIO (AGUSTUS 2015)
Publisher : EMBRIO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.947 KB)

Abstract

This research is motivated by the decrease of breast milk production of postpartum mother in the early breast feeding process that become a problem for mother to provide breast milk early on her baby. The delay of breast milk production could be stimulated by the use of intervention of mamet technique and oxytocin massage. This study aims to understand the difference between the influence of mamet technique and oxcytocin massage toward the production of breast milk of the postpartum mother in RSIA IBI Surabaya. This research is an experiment study using pre and post test only design with control group. Using a total sample technique, this research was conducted toward 40 postpartum mothers. The technique of data analysis applied in this study is normality data test, t-pair test, and t-independent test. The result of this research shows that there has been an influenced of mamet technique toward the production of breast milk of those postpartum mothers p=0,000 and there has been influenced of oxytocin massage toward the production of breast milk of those postpartum mothers p=0,000. There is no difference influence between mamet technique and oxytocin massage toward the production of breast milk of the postpartum mothers p=0,893. Based on the result, it can be concluded that: (1) mamet technique has increased the production of breast milk of the postpartum mother; (2) oxytocin massage has increased the production of breast milk of the postpartum mother; (3) there is no difference influence between mamet technique and oxytocin massage in increasing the production of breast milk of the postpartum mother in RSIA IBI Surabaya
Angka Kejadian dan Karakteristik Anemia Pada Pasien Yang Berobat di Klinik Pratama UIN Sunan Ampel Surabaya Santi, Dwi Rukma
EMBRIO Vol 7 (2016): EMBRIO (APRIL 2016)
Publisher : EMBRIO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.526 KB)

Abstract

Anemia adalah suatu keadaan yang menunjukkan bahwa kadar hemoglobin dalam sel darah merah berada di bawah normal. Anemia defisiensi besi masih merupakan salah satu masalah gizi utama di Indonesia, disamping kekurangan kalori protein, vitamin A dan yodium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kejadian dan karakteristik anemia pada pasien yang berobat ke Klinik Pratama UIN Sunan Ampel Surabaya Periode Tahun 2014-2015. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan bahan penelitian berupa data rekam medis pasien anemia di Klinik Pratama UIN Sunan Ampel Surabaya periode tahun 2014 – 2015. Hasil menunjukkan bahwa angka kejadian anemia 22%. Karakteristik anemia berdasarkan usia paling banyak terjadi pada kelompok usia reproduksi sehat (20 – 30 tahun) yaitu sebanyak 211 pasien (51,30%), berdasarkan jenis kelamin lebih banyak terjadi pada perempuan, yaitu 344 pasien (83,70%), tempat tinggal sebagian besar adalah tinggal di kost/pondok/asrama, yaitu 293 pasien (71,28%), dan keluhan subyektif tersering adalah mudah lelah, yaitu 358 pasien (87,10%). Dapat disimpulkan bahwa peningkatan kesadaran civitas akademik untuk hidup sehat melalui tindakan promotif maupun preventif sangat diperlukan.
Studi Tentang Pendidikan Seks dan Perilaku Seksual Pada Remaja di SMPN 2 Krembung Rihardini, Tetty
EMBRIO Vol 7 (2016): EMBRIO (APRIL 2016)
Publisher : EMBRIO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.33 KB)

Abstract

Kehidupan seks bebas telah merebak ke kalangan kehidupan remaja dan anak. Maraknya tayangan pornografi dan pornoaksi di tengah masyarakat mempengaruhi merebaknya penyimpangan seksual di kalangan pelajar. Indonesia sehat tahun 2010 memiliki target menurunkan prevalens, permasalahan remaja secara umum termasuk target remaja mendapatkan akses pelayanan reproduksi remaja melalui jalur sekolah. Pendidikan seks bertujuan anak dapat melewati masa pra reproduksi terhindar dari perilaku yang menyimpang dari moral maupun kehidupan seksual yang tidak sehat. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan masukan untuk kebijakan dalam memberikan informasi tentang kesehatan reproduksi remaja khususnya pendidikan seks. Desain penelitian digunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah sebagian siswa SMPN 2 Krembung kelas IX. Sampel sebanyak 67 responden. Teknik sampling total sampling. Variabel pada penelitian ini adalah Pendidikan Seks dan Perilaku Seksual Remaja. Data diambil dengan pengisian kuesioner berisi 26 pertanyaan. Teknik analisis data menggunakan deskriftif persentase dan metode statistic Chi Square dengan instrument SPSS 2.0. Hasil penelitian diperoleh bahwa dari 59 (88,06%) responden sebagian besar mendapatkan informasi seks, 35 (24%) responden sebagian besar mendapat informasi seks dari lingkungan sekolah yaitu guru dan perpustakaan.Hampir seluruh responden menyatakan mendapatkan pendidikan seks. Hampir seluruh responden memiliki perilaku seksual tidak beresiko. Hasil uji hipotesis dengan statistik chi square didapatkan p-value sebesar 0,341 dan nilai chi squarenya sebesar 0,906. Karena nilai signifikansi 0,341 >(0,05) maka tidak ada hubungan antara pendidikan seks dengan perilaku seksual remaja di SMPN 2 Krembung. Peran serta tenaga kesehatan dalam pendidikan seksual pada remaja sangat minim. Perlu ditingkatkan lagi KIE tentang pendidikan seksual yang baik dan benar dari sisi kesehatan oleh tenaga kesehatan.