cover
Contact Name
Anto Kuddy
Contact Email
kuddy.keuda@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jr.kuddy@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Manajemen dan Bisnis
ISSN : 26150425     EISSN : 26227142     DOI : -
Core Subject : Economy,
JUMABIS merupakan jurnal enam bulanan untuk menyajikan tulisan tentang manajemen dan bisnis. JUMABIS berfokus pada pengembangan ilmu-ilmu ekonomi khususnya Manajemen dan Bisnis, baik tinjauan ilmiah maupun praktis, sehingga diharapkan menjadi media Ilmiah demi terciptanya integrasi antara kajian-kajian teoritis dan kajian praktis guna pengembangan keilmuan manajemen di berbagai aspek sosial. Pengembangan pemikiran yang menjadi sasaran utama JUMABIS adalah pengembangan manajemen pemasaran, keuangan, sumber daya manusia, kewirausahawan, dan perbankan di setiap tingkatan manajemen dan implementasinya di lapangan, upaya ini tercermin dari aktifitas penelitian maupun kajian konseptual kalangan akademisi dan praktisi di lapangan dan dipublikasikan dalam bentuk Jurnal Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 1 (2019)" : 7 Documents clear
Analisis Kebijakan Kredit dan Pengaruh Risiko Kredit Usaha Kecil Mikro terhadap Kinerja Bank (Studi Pada PT. Bank Pembangunan Daerah Provinsi Papua) Soumokil, Markus Setiawan
Jurnal Manajemen dan Bisnis, ISSN : 2615 - 0425 (Print), e-ISSN : 2622 - 7142 (Online) Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Manajemen dan Bisnis, ISSN : 2615 - 0425 (Print), e-ISSN : 2622 - 7142 (Online)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.216 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini dilakukan adalah menguji dan memperoleh bukti-bukti empiris mengenai kebijakan pemberian kredit dari aspek 5C PT. Bank Pembangunan Daerah Provinsi Papua dan pengaruh risiko kredit usaha kecil mikro terhadap kinerja PT. Bank Pembangunan Daerah Provinsi Papua. Data sekunder dalam penelitian ini meliputi data laporan keuangan dari PT. Bank Pembangunan Daerah Provinsi Papua periode 2009:1-2015:4. Alat analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan kuantitatif yaitu Regresi Linear Berganda. Hasil analisis deskripsi menunjukkan bahwa kebijakan pemberian kredit pada PT. Bank Papua sudah menggunakan prinsip 5C (Character, Capacity,Capital, Colleteral dan Condition).Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa Non Performing Loan (NPL) berpengaruh signifikan terhadap Loan to Deposit Ratio (LDR), tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap Banking Ratio (BR)di PT. Bank Pembangunan Daerah Provinsi Papua dan Non Performing Loan (NPL) berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas (ROA, ROE) di Bank Pembangunan Daerah Provinsi Papua, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas (NPM) di Bank Pembangunan Daerah Provinsi Papua.
Budidaya Ternak Babi sebagai Pendorong Ekonomi Masyarakat di Kabupaten Intan Jaya Purwadi, Marsi Adi; Ick, Mesak
Jurnal Manajemen dan Bisnis, ISSN : 2615 - 0425 (Print), e-ISSN : 2622 - 7142 (Online) Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Manajemen dan Bisnis, ISSN : 2615 - 0425 (Print), e-ISSN : 2622 - 7142 (Online)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1017.53 KB)

Abstract

Tujuan utama yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah analisis mengenai  kelayakan bisnis komoditi ternak babi dalam upaya pengembangan potensi ekonomi di Kabupaten Intan Jaya. Dengan pendekatan kriteria investasi yang digunakan meliputi: Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C), Internal Rate of Return (IRR),Profitability Ratio (PR), Payback Period (PP). Adapun hasil dari penelitian ini adalah: 1) Potensi ternak babi Kabupaten Intan Jaya bukan merupakan suatu kondisi dimana masyarakat berupaya untuk membudidayakan tenak babi, melainkan karena budaya masyarakat di Kabupaten Intan Jaya yang telah menerima kegiatan beternak babi secara turun temurun. Ternak babi bagi masyarakat di wilayah pegunungan Papua merupakan ternak yang memiliki ikatan dalam budaya dan adat istiadat, sehingga ternak babi menjadi bagian penting dalam budaya masyarakat wilayah pegunungan Papua. Hanya saja, pengelolaan ternak babi di Kabupaten Intan Jaya masih dilakukan secara tradisional, meski telah diberikan pendampingan oleh pemerintah daerah. 2) Berdasarkan hasil pengolahan data ditemukan bahwa produk/komoditi ternak babi adalah komoditi yang layak diinvestasikan, baik oleh masyarakat maupun pemerintah daerah. Secara garis besarnya terdapat 8 aspek pembangunan yang menjadi arah pengembangan produk/komoditi ternak babi yang layak investasi di Kabupaten Intan Jaya menurut skala prioritas pada masing-masing kabupaten yakni: (1) Sosial Budaya, (2) produk lokal, (3) penerapan teknologi tepat guna. (4) pasar, (5) tata niaga, (6) nilai tambah, (7) kemitraan, (8) dukungan pemerintah daerah.
Profil Penjual Kuliner Tradisional Papua di Pasar Pharaa Sentani Kabupaten Jayapura Yamanop, Alfrida V. P.; Rumbiak, Yensawai E.
Jurnal Manajemen dan Bisnis, ISSN : 2615 - 0425 (Print), e-ISSN : 2622 - 7142 (Online) Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Manajemen dan Bisnis, ISSN : 2615 - 0425 (Print), e-ISSN : 2622 - 7142 (Online)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.971 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui demografi dan aktivitas ekonomi dari para penjual  kuliner tradisional Papua di Pasar Pharaa Distrik Sentani Kota Kabupaten Jayapura. Lokasi penelitian dilakukan di Distrik Sentani Kota Kabupaten Jayapura. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian sebagai partisipan dalam penelitian ini adalah penjual kuliner tradisional di pasar Phara Sentani. Pengambilan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi pustaka. Data yang didapatkan akan dianalisis dengan menggunakan alat analisis deskriptif. Kesimpulan dari penelitian ini ada empat. Pertama, potensi kuliner tradisional khas Papua sangat besar untuk dikembangkan. Kedua, mayoritas penjual kuliner tradisional adalah perempuan Papua asli. Ketiga, kuliner khas Papua apabila tidak diperhatikan dan dikembangkan maka akan punah. Keempat, permasalahan di dalam pasar pada berbagai elemen masih ada baik secara horisontal maupun vertikal. Ada empat rekomendasi yang diberikan kepada pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura yaitu: 1) Pemerintah Kabupaten Jayapura perlu secara konsisten memperhatikan keberadaan kuliner tradisional khas papua melalui kegiatan festival, los khusus di pasar untuk menjual kuliner khas papua dan kegiatan lainnya. 2) Pemerintah Kabupaten Jayapura melakukan sosialisasi tentang manfaat dari mengkonsumsi kuliner tradisional khas papua baik dari segi kesehatan, ekonomi dan menjaga kearifan lokal agar tetap lestari 3) Pemerintah Kabupaten Jayapura perlu membantu penjual tradisional dari sisi modal, motivasi dan pendampingan dalam pengembangan usaha 4) Pemerintah Kabupaten Jayapura perlu memperhatikan kondisi sosial dan keteraturan di dalam Pasar Pharaa.
Analisis Pendapatan Nelayan dan Distribusi Pemasaran Ikan Cakalang di Kota Jayapura Klara, Antonia; Ratang, Sarlota Arrang; Hutajulu, Halomoan
Jurnal Manajemen dan Bisnis, ISSN : 2615 - 0425 (Print), e-ISSN : 2622 - 7142 (Online) Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Manajemen dan Bisnis, ISSN : 2615 - 0425 (Print), e-ISSN : 2622 - 7142 (Online)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.186 KB)

Abstract

Resource of skipjack fish is one of the recovered natural resources found in Jayapura City and has the potential to be optimized in supporting regional development and efforts to improve community welfare. the utilization efforts so far still use a conventional approach that is oriented towards yield and number of catches. The purpose of the study was to understand the factors that influence the income of fishermen, and understand the marketing system of catching tuna fish in Jayapura City. Respondents researched 90 families using randomized stratification methods. The type of data used: primary data in the form of community income data, the number of fishermen's catches, the number and types of production costs, marketing systems, types and fishing equipment, social culture of the community. Secondary data are fisheries statistics, annual reports, Jayapura City in numbers. Data sources are DKP, BPS, Bappeda, Disperindagkop Kota Jayapura. The research analysis methods are Multiple Regression Analysis with the Smallest Squares Method (OLS) and Marketing System Analysis Methods. The results showed that the variable selling price, the number of catches, work experience, capital, age, education level and fishing gear had a significant influence on the income of fishermen. Determination Value R2 = 0.890. The results of various classical assumption tests indicate that the data normality test is very normal and residuals have spread normally.
Analisis Pendapatan Petani Pala Di Kampung Brongkendik Distrik Fakfak Tengah Kabupaten Fakfak Lakupais, Nonce Oktavina; Wanma, Johanis R.
Jurnal Manajemen dan Bisnis, ISSN : 2615 - 0425 (Print), e-ISSN : 2622 - 7142 (Online) Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Manajemen dan Bisnis, ISSN : 2615 - 0425 (Print), e-ISSN : 2622 - 7142 (Online)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.439 KB)

Abstract

The study aims 1) To analyze the income Of nutmeg farmer per one harvest seasons at Brongkendik Village in the middle of Fakfak Regency.2) To determine factors that affect the income level of nutmeg growers at Brongkendik village in the middle of Fakfak regency.The study used income analysis arithmetic, income statement, R/C Ratio and BEP. Based on the calculation result, it can be concluded that the average earning farmer in one harvest season is Rp.9,503,000,- maximum Rp.39,950,000,- with R/C income of nutmeg growers is at least 6.43 maximum of 13.01 which means that every Rp.1.00 used in one harvest season will produce minimum revenue of Rp.6,43. The acquisition value of R/C is >1, or with another word that is advantageous for the farmer of Nutmeg at Brongkendik village in the middle of Fakfak regency. With minimum value of BEP is Rp.103,643 maximum Rp.192,558 so farmers do not suffer losses and profits.
Kajian Pemetaan dan Optimalisasi Potensi Pajak dan Retribusi Dalam Rangka Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Jayapura Rante, Andika; Ratang, Sarlota Arrang
Jurnal Manajemen dan Bisnis, ISSN : 2615 - 0425 (Print), e-ISSN : 2622 - 7142 (Online) Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Manajemen dan Bisnis, ISSN : 2615 - 0425 (Print), e-ISSN : 2622 - 7142 (Online)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.54 KB)

Abstract

Sumber penerimaan pajak daerah yang diperoleh dari pajak Kabupaten/Kota terdiri dari pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan,pajak pengambilan dan pengelolaan bahan galian golongan C, dan pajak parkir  (Andreas dan Firma,2013). Selain pajak daerah, retribusi daerah juga penting dalam PAD. Retribusi daerah dapat digolongkan menjadi tiga golongan yakni retribusi jasa umum yang terdiri dari retribusi pelayanan kesehatan, retribusi pelayanan kebersihan, retribusi pergantian biaya cetak KTP dan akta catatan sipil, retribusi pelayanan parkir dijalan umum, dan retribusi pengujian kendaraan bermotor. Retribusi jenis usaha terdiri dari retribusi terminal dan retribusi rumah potong hewan, sedangkan retribusi perijinan tertentu terdiri dari retribusi izin mendirikan bangunan, retribusi izin keramaian, retribusi izin trayek, retribusi izin usaha perikanan, retribusi pemindahan kendaraan bermotor, dan retribusi izin pencari kerja. Alasan peneliti memilih seluruh Kota Jayapura sebagai objek penelitian dikarenakan Kota Jayapura memiliki berbagai sumber penerimaan yang sangat potensi baik dalam menghasilkan pajak daerah dan retribusi daerah. Maka untuk menunjang hal diatas diharapkan pemerintah daerah mampu memberikan pelayanan publik yang baik, mendorong pertumbuhan ekonomi,menciptakan lapangan kerja baru, dan memperbaiki pendapatan masyarakat (Mahi,2002). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1). kontribusi pajak daerah terhadap PAD kota Jayapura tahun 2010-2017 yang memberikan kontribusi terbanyak adalah pajak restaurant, Sedangkan kontribusi retribusi daerah yang memberikan kontribusi terbanyak adalah perijinan tertentu yaitu rata-rata 17% 2). Potensi Pajak daerah dan Retribusi daerah di Kota Jayapura, berdasarkan analisis overlay pajak restoran, pajak reklame dan  penerangan jalan, 2011-2017 memiliki klasifikasi prima sedangkan hotel, hiburan dan pajak parkir diklasifikasikan rata-rata prima dan ada satu tahun yaitu 2017 dan 2016 ada masing-masing satu klasiikasi adalah potensial. Untuk Pajak mineral non logam diklasifikasikan sebagai terbelakang, potensial dan berkembang, walaupun lebih banyak dikatakan terbelakang. 3). Usaha-Usaha Dispenda dalam meningkatkan PAD kota Jayapura adalah dengan usaha pokok terdiri dari adanya dasar hukum yang jelas dan tegas, Objek terdata dengan baik, Kesungguhan dan tanggung jawab petugas pemungut, Kontrol yang kontinue dari pejabat yang berwenang dan adanya peningkatan koordinasi. Selanjtnya kedua adalah Usaha Pendukung yang terdiri dari Teknik-teknik dalam pemungutan, Sosialisasi atau memasyarakatkan peraturan, Meningkatkan sarana dan prasarana kerja dan kemampuan personil Dan yang terakhir adalah Usaha kordinasi.
Studi Re-Design Mata Kuliah Kewirausahaan untuk Meningkatkan Minat Berwirausaha Mahasiswa: Studi Kasus Universitas T Nafizah, Ully Yunita; Praptono, Budi; Sagita, Boby Hera
Jurnal Manajemen dan Bisnis, ISSN : 2615 - 0425 (Print), e-ISSN : 2622 - 7142 (Online) Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Manajemen dan Bisnis, ISSN : 2615 - 0425 (Print), e-ISSN : 2622 - 7142 (Online)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.191 KB)

Abstract

Perguruan Tinggi berkewajiban untuk menjadi fasilitator dalam memotivasi, mengarahkan, dan menyediakan sarana dan prasarana untuk mendukung semangat berwirausaha mahasiswa maupun lulusannya. Salah satu metode fasilitator adalah melalui keberadaan mata kuliah kewirausahaan formal yang diselenggarakan di Perguruan Tinggi. Pendidikan kewirausahaan secara formal diharapkan dapat menciptakan kompetensi kewirausahaan yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan berwirausaha mahasiswa. Beberapa faktor diketahui mempengaruhi semangat berwirausaha, yaitu faktor individu, faktor sosial, dan faktor lingkungan. Faktor individu, khususnya, diketahui dapat dipengaruhi melalui sebuah pendidikan, dalam konteks ini dalam bentuk pendidikan kewirausahaan secara formal melalui mata kuliah kewirausahaan. Komponen mata kuliah kewirausahaan terdiri dari metode pengajaran, komponen pembelajaran, komponen pengetahuan, dan komponen keterampilan. Studi ini bermaksud untuk melakukan re-desain mata kuliah yang tepat, baik dari segi jenis pembelajaran dan materi perkuliahan. Studi ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dan kuantitatif, khususnya melalui survei yang dilakukan di lingkup objek studi Universitas T.

Page 1 of 1 | Total Record : 7