cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
PAROLE - Journal of Linguistics and Education
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Volume 4 Number 1 April 2014" : 10 Documents clear
MATH TEACHERS’ STRATEGIES IN DEVELOPING CLASSROOM ACTIVITIES: A CASE STUDY OF BILINGUAL PROGRAM AT JUNIOR HIGH SCHOOL IN YOGYAKARTA Robiasih, Rr. Hasti
PAROLE: Journal of Linguistics and Education Volume 4 Number 1 April 2014
Publisher : Master Program in Linguistics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.104 KB) | DOI: 10.14710/parole.v4i1 April.54-62

Abstract

The practice of bilingual program in educational system in Indonesia is to improve the quality of education in secondary school. The achievement of such objective could be observed from teacher-student classroom interaction. The present paper addresses the math teachers? strategies and interaction types in structuring classroom activities and type of interaction using English in teaching Math at bilingual class on a private and public junior high school in Yogyakarta. Research findings show that due to mediocre level of English they employed several strategies such as maximizing the use of textbooks or students? worksheet, maximizing individual work, using demonstration in presenting the topics, and performing translation. The interaction types are mostly in the form of telling and instructing.   Pelaksanaan program bilingual dalam system pendidikan di Indonesia adalah untuk meningkatakan kualitas pendidikan di tingkat sekolah menengah. Pencapaian tujuan tersebut dapat diamati dari interaksi guru dan siswa di kelas. Paper ini mengungkap strategi yang digunakan guru matematika dalam mengembangkan aktivitas pembelajaran dengan bahasa Inggris sebagai pengantar pada program bilingual di salah satu sekolah menengah pertama swasta dan negeri di Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukan bahwa para guru matematika menggunakan beberapa strategi dalam berinteraksi dengan siswa, seperti memaksimalkan penggunaan buku teks atau lembar kerja siswa, memaksimalkan tugas individu, mendemonstrasikan materi yang diajarkan, dan menterjemahkan. Sebagai kompensasi atas keterbatasan penguasaan bahasa Inggris mereka, jenis interaksi yang digunakan adalah memberi instruksi dan informasi
BACK MATTER VOLUME 4 NUMBER 1 APRIL 2014 Purwoko, Herudjati
PAROLE: Journal of Linguistics and Education Volume 4 Number 1 April 2014
Publisher : Master Program in Linguistics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.274 KB) | DOI: 10.14710/parole.v4i1 April.%p

Abstract

PROSES KOGNITIF DALAM UNGKAPAN METAFORIS Nirmala, deli -
PAROLE: Journal of Linguistics and Education Volume 4 Number 1 April 2014
Publisher : Master Program in Linguistics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.695 KB) | DOI: 10.14710/parole.v4i1 April.1-13

Abstract

PROSES KOGNITIF DALAM  UNGKAPAN METAFORIS Deli Nirmala deliundip@gmail.com Abstract Speech is produced through cognitive or psychological process, physiological process, and physical process (de Saussure, 1959). The cognitive process is the focus of this study especially in producing metaphorical expressions. This paper is trying to elaborate how the cognitive process happens when someone is producing metaphorical expressions. The data used for explaining the cognitive process are the metaphorical expressions found in bahasa Indonesia. The data were collected randomly from the sources like conversation, news, or bahasa Indonesia used in Indonesian newspapers. The method used is observation and intuition. To analyze, I used identity method, distributional method, and reflective-introspective methods. The result shows that the cognitive process in producing metaphorical process is done by using associative strategies by showing the correspondences between the source concept and the target concept. The correspondences found are those in embodied experiences, characters, functions, characteristics, and strenghts.   Proses menghasilkan tuturan meliputi proses kognitif, fisiologis, dan fisik (de Saussure, 1959). Proses kogntif menjadi fokus dalam tulisan ini khususnya dalam proses menghasilkan ungkapan metaforis. Dalam tulisan ini, saya akan mencoba mengungkap bagaimana proses kognitif terjadi ketika seseorang menghasilkan ungkapan metaforis. Data yang dijadikan dasar dalam menjelaskan proses kognitif adalah ungkapan metaforis dalam bahasa Indonesia. Data dipilih secara random dari sumber berupa percakapan, berita, bahasa di surat kabar. Metode yang digunakan adalah metode observasi dan intuisi. Untuk menganalisis, saya menggunakan metode padan, distribusional, dan reflektif-introspektif. Hasil analisis menunjukkan bahwa proses kognitif dalam menghasilkan ungkapan metaforis dilakukan dengan strategi asosiatif dengan menunjukkan korespondensi  antara konsep sumber dan konsep target. Korespondensi yang ditemukan adalah korespondensi yang ditunjukkan dalam pengalaman yang dialami tubuh, sifat,  fungsi, ciri, dan kekuatan. Key Words:cognitive process, associative strategies, conceptual correspondences, metaphorical expressions
TIPE PERTANYAAN, RESNPON DAN PRAANGGAPAN YANG MUNCUL PADA INTERVIU INVESTIGATIF KEPOLISIAN hadiyani, teni
PAROLE: Journal of Linguistics and Education Volume 4 Number 1 April 2014
Publisher : Master Program in Linguistics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.673 KB) | DOI: 10.14710/parole.v4i1 April.38-53

Abstract

This study was aimed to find out the types of question, response, and presupposition appearing in the process of investigative interview.  The question types forwarded by the investigator to the witness would be different from the questions forwarded to the suspect.  Similarly, responses  by the witness or the suspect toward the questions were different from each other, depending on  their interpretation.  The data were collected from the  investigative interview in the two different cases at the time of taking BAP (Minutes of the Invesitgation). For the cases of fraud and embezzlement,  of 113 questions the majority were open questions (61.9%) and the minority close questions (38.1%). Similarly, for the case of dump truck robbing, of 216 questions the majority  were  open questions (83.4%) and the minority close questions (16.6%).   Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tipe pertanyaan, respon dan praanggapan yang muncul dalam proses interviu investigatif. Tipe pertanyaan yang diajukan penyidik terhadap terperiksa (saksi) akan berbeda dari apa yang ditanyakan pada terperiksa (tersangka). Begitupun respon yang diberikan oleh terperiksa terhadap pertanyaan tersebut berbeda tergantung pada penafsiran yang ada dalam pikiran mereka. Data diperoleh dari hasil transkripsi interviu investigatif dua kasus berbeda pada saat pengambilan BAP. Untuk kasus tindak pidana penipuan dan penggelapan, dari 113 pertanyaan sebagian besar berupa pertanyaan terbuka (61.9%%) dan sebagian kecil  pertanyaan tertutup (38.1%%). Demikian juga untuk kasus tindak pidana pencurian mobil dump truck, dari 216 pertanyaan sebagian besar berupa pertanyaan terbuka (83.4%) dan sebagian kecil  pertanyaan tertutup (16.6%).
FRONT MATTER VOLUME 4 NUMBER 1 APRIL 2014 Purwoko, Herudjati
PAROLE: Journal of Linguistics and Education Volume 4 Number 1 April 2014
Publisher : Master Program in Linguistics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1129.265 KB) | DOI: 10.14710/parole.v4i1 April.%p

Abstract

WHEN LOW CLASS CONFRONTS HIGH CLASS: AN ANALYSIS OF ‘PETRUK’ INTERPERSONAL MEANING THROUGH HIS SPEECH FUNCTIONS IN JAVANESE PERFORMING ART ‘KETHOPRAK’ Shanty, Nafisa Ghanima
PAROLE: Journal of Linguistics and Education Volume 4 Number 1 April 2014
Publisher : Master Program in Linguistics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1596.175 KB) | DOI: 10.14710/parole.v4i1 April.24-37

Abstract

How low class confronts high class people could be shown from conversation exchanges that occur. This study is aimed at analyzing Petruk?s speeches?as low class person in Kethoprak performance, who confronts the high class?King of Astina. The data were analyzed using Halliday?s Systemic Functional Grammar, dealing with ?responding speech function? and ?typical moods? in the speech function. Petruk mostly used humilific ?Ngoko? style in most of his exchanges with 13 confrontations, 12 supports, and 2 initiations. He also used declarative and interrogative moods to confront. The study proves that Kethoprak is a reflection of low class victory.   Bagaimana kelas bawah dan kelas atas berkonfrontasi terlihat saat perpindahan dialog terjadi. Penelitian ini mengkaji ujaran Petruk dalam pertunjukkan Kethoprak, sebagai bentuk perlawanan kelas bawah terhadap kelas atas?yaitu Raja Astina. Data dikaji menggunakan pendekatan Tata Bahasa Fungsional Sistemik dari Halliday. Fokus kajian adalah pada fungsi respon dan jenis-jenis Mood (mode) dalam ujaran Petruk. Petruk banyak menggunakan gaya bahasa Ngoko dalam dialog, 13 kali sikap berkonfrontasi, 12 kali mendukung dan 2 kali sikap memulai dalam dialog. Petruk menggunakan mode deklarasi dan bertanya pada saat berkonfrontasi. Hal ini menunjukkan bahwa Kethoprak merupakan sebuah refleksi kemenangan kelas bawah.
ENGLISHES: INDONESIAN EFL TEACHERS’ PERCEPTION Pudyastuti, Zusana E.; Atma, Nurul
PAROLE: Journal of Linguistics and Education Volume 4 Number 1 April 2014
Publisher : Master Program in Linguistics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.075 KB) | DOI: 10.14710/parole.v4i1 April.76-82

Abstract

Since English is used as a lingua franca, the growth of English users is getting bigger. The tremendous growth of English users has generated variety of English, i.e. Englishes. Such variety could affect EFL pedagogy. This paper, then, explores EFL teachers? perception on Englishes. By employing a survey study, it is found that EFL teachers agree that it is useful for both English teachers and students to know the variety of English. However, in the teaching practice, they prefer to integrate it to other language skills and language components rather than teaching it in isolation. Besides, adopting exonormative norm, i.e. American English or British English is still used in the common teaching practice. (113)   Sejak Bahasa Inggris digunakan sebagai lingua franca, pengguna bahasa Inggris semakin berkembang pesat. Perkembangan pengguna bahasa inggris  tersebut telah menyebabkan variasi dalam bahasa Inggris, yaitu Englishes. Artikel ini menjelaskan tentang persepsi guru bahasa Inggris terhadap variasi tersebut. Dengan menggunakan metode survei, disimpulkan bahwa guru-guru EFL setuju bahwa pengetahuan akan Englishes sangatlah penting dimiliki baik oleh guru maupun siswa. Namun, mereka lebih menyukai jika pengajaran Englishes diintegrasikan dengan keterampilan bahasa dan komponen bahasa daripada harus mengajarkannya secara terpisah. Selain itu, menggunakan aturan exonormative, yaitu American English and British English masih tetap digunakan dalam praktik mengajar. (92)
PEER-ORIENTED INTERVENTION: A SOCIAL FACTOR OF LANGUAGE SHIFT IN ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Rosdiana, Ihda
PAROLE: Journal of Linguistics and Education Volume 4 Number 1 April 2014
Publisher : Master Program in Linguistics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.063 KB) | DOI: 10.14710/parole.v4i1 April.14-23

Abstract

This study aims at ascertaining the social factor causing the shifting of Bahasa Jawa Ngoko into Bahasa Indonesia among the elementary school students and confirming whether this phenomenon also occurs in all grades. The data were collected through observation and interview. Those data were analyzed using interactive analysis model (Milles & Huberman, 1994). There are two triangulations used in this research: source and method triangulations. Finally, the research found that peer-oriented intervention (Mrug et al,. 2001) functions as a social factor of language shift. However, this Javanese shift did not occur in the fifth grade students since they are from the same speech community.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor sosial yang menyebabkan pergeseran Bahasa Jawa Ngoko dalam Bahasa Indonesia di kalangan siswa sekolah dasar dan memastikan apakah fenomena ini juga terjadi di semua kelas. Data dikumpulkan melalui pengamatan dan wawancara. Selanjutnya, data tersebut dianalisis dengan menerapkan model analisis interaktif (Milles &Huberman, 1994). Selain itu, penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan metode. Penelitian ini menemukan bahwa peer-oriented intervention berfungsi sebagai faktor sosial pergeseran bahasa. Namun, pergeseran Bahasa Jawa Ngoko ke Bahasa Indonesia ini tidak terjadi pada siswa kelas lima karena mereka berasal dari komunitas bahasa yang sama.
THE IMPLICATION OF CURRICULUM RENEWAL ON ELT IN INDONESIA Putra, Kristian Adi
PAROLE: Journal of Linguistics and Education Volume 4 Number 1 April 2014
Publisher : Master Program in Linguistics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.622 KB) | DOI: 10.14710/parole.v4i1 April.63-75

Abstract

There are three criticisms toward English teaching in Indonesia based on the revised curriculum 2004 in 2006 known as KTSP. Following the evaluation of the whole educational system in Indonesia, a new curriculum, i.e. Curriculum 2013 began to be implemented in schools to replace KTSP in 2015. In this paper, I will try to review the criticisms toward the implementation of KTSP in English subject, evaluate the possible challenges of the implementation of Curriculum 2013, and propose some possible suggestions and priorities for the improvement of Curriculum 2013, e.g. in-service and pre-service teacher development program, and alternatives to replace high stakes testing policy. (106)   Ada tiga kritik terhadap pengajaran bahasa Inggris di Indonesia berdasarkan kurikulum 2004 yang direvisi pada 2006, dikenal sebagai KTSP. Setelah diadakan evaluasi tentang sistem pendidikan di Indonesia secara menyeluruh, sebuah kurikulum baru, yaitu Kurikulum 2013 mulai diterapkan disekolah-sekolah untuk mengganti KTSP pada 2015. Dalam artikel ini, saya akan mencoba menelaah kritik-kritik terhadap pelaksanaan Kurikulum 2013, mengevaluasi tantangan-tantangan yang mungkin ada untuk pelaksanaannya, dan memberikan beberapa saran dan prioritas untuk perbaikan Kurikulum 2013, yaitu program pengembangan guru baik saat bertugas (in-service) maupun sebelum bertugas mengajar (pre-service), dan beberapa alternatif untuk mengganti kebijakan tes yang penuh dengan kontroversi.
INTROVERTS AND COLLABORATIVE LEARNING jacobs, george
PAROLE: Journal of Linguistics and Education Volume 4 Number 1 April 2014
Publisher : Master Program in Linguistics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.682 KB) | DOI: 10.14710/parole.v4i1 April.83-93

Abstract

I was interested in reviewing Susan Cain?s (2013) ?Quiet: The Power of Introverts in a World That Can?t Stop Talking? for two reasons. First, as an introvert I wanted to learn more about myself. Second, I wanted to explore Cain and others? criticism that group activities in the workplace and in education are unfair to introverts. This book review contains two parts. The first part elaborates the general concept of introversion, borrowing heavily from the impressive amount of research and practical experience presented in Cain (2013). The second part addresses the criticism that teachers who use Cooperative Learning (CL) are being unfair to their introvert students.   Saya tertarik untuk menelaah buku karya Susan Cain yang berjudul ?Quiet: The Power of Introverts in a World That Can?t Stop Talking? karena dua alasan : pertama, sebagai seorang introvert saya ingin tahu lebih lanjut tentang diri saya; kedua, kritik tentang kegiatan kelompok dalam tempat kerja dan di tempat sekolah yang tidak fair bagi orang pendiam (introvert). Telaah buku ini berisi dua bagian. Bagian pertama mengelaborasi konsep umum tentang introversi, dengan mengacu ke sejumlah penelitian dan pengalaman praktis oleh Cain (2013). Bagian kedua, menelaah kritik tentang guru-guru yang menggunakan teknik ?Cooperative Learning (CL)? itu tidak adil bagi siswa-siswa yang bersifat introvert atau pendiam.

Page 1 of 1 | Total Record : 10