cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
PAROLE - Journal of Linguistics and Education
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Volume 4 Number 2 October 2014" : 10 Documents clear
ESTETIKA TARIAN SARA DOUDA DALAM MASYARAKAT ADAT LOLI (SEBUAH PENDEKATAN LINGUISTIK KEBUDAYAAN) Sutomo, Sulistyastuti
PAROLE: Journal of Linguistics and Education Volume 4 Number 2 October 2014
Publisher : Master Program in Linguistics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.768 KB) | DOI: 10.14710/parole.v4i2 Oct.55-71

Abstract

Not only does art   have   self-fullfillment, but  it also has axiological  benefits both socially, culturally, religiously, and economiclally.  So does Sara Douda dance.  Sara Douda aesthetics  is first contained  in its whole dance movements. In addition, it  can also be found in the whole dance equipments.  Moreover,  this dance aesthetics  may  also be contained in the verbal symbols in the speech forms  prior to the dance performance. However,  both verbal and non-verbal aesthetical forms are incorporated by the pieces of socio-cultural and  religious values in the Loli community about  their honoring their ancestors,  having social harmony, and  highly respecting each other among the community members. This study uses a cultural linguistic approach to find out and to review the aesthetics of Sara Douda dance.   Seni memang memiliki kepenuhan dalam dirinya sendiri. Tetapi ia juga sekaligus punya faedah aksiologis, baik secara sosial, kultural, religius maupun secara ekonomis. Tarian Sara Douda pun demikian. Estetika Sara Douda pertama-tama ada dalam semua gerak tariannya. Juga dalam seluruh perlengkapan tarian tersebut. Bukan itu saja, estetika tarian ini juga ada dalam simbol-simbol verbal berupa tuturan menjelang tarian. Tetapi baik bentuk-bentuk estetisasi nonverbal maupun verbal, sama-sama disatukan oleh kepingan-kepingan nilai-nilai sosio-kultural dan religius masyarakat Loli tentang penghormatan kepada leluhur, tentang harmoni sosial, dan tentang penghargaan yang tinggi terhadap satu sama lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan linguistik kebudayaan demi menemukan dan menelaah estetika dalam tarian Sara Douda
ANALISIS KESALAHAN FONOLOGIS BAHASA MANDARIN OLEH MAHASISWA D3 BAHASA MANDARIN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN Supriadi, Nunung
PAROLE: Journal of Linguistics and Education Volume 4 Number 2 October 2014
Publisher : Master Program in Linguistics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.249 KB) | DOI: 10.14710/parole.v4i2 Oct.99-119

Abstract

This study focuses on Chinese pronunciation errors by students of Chinese D3 Program at Jenderal Soedirman University. The data collected  using interview and observation methods were analyzed with the theory of transformational-generative phonology and a speech analyser program. The result shows that pronunciation errors occur because the consonants supposed to be pronounced with aspiration were pronounced without aspiration, and consonants supposed to be pronounced at the post-alveolar articulation were pronounced at the frontal alveolar. The factor causing the pronunciation error is the phonological system difference between Chinese and Indonesia, and Chinese and Javanese as the mother tongue of the respondents.   Penelitian ini membahas kesalahan pengucapan bahasa Mandarin oleh mahasiswa Program D3 bahasa Mandarin Universitas Jenderal Soedirman. Data diperoleh menggunakan metode wawancara dan observasi, kemudian data dianalisis dengan teori fonologi generatif transformasional dan program ?speech analyzer?. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesalahan pengucapan bahasa Mandarin terjadi karena bunyi konsonan yang seharusnya diucapkan aspirasi, tetapi diucapkan tanpa aspirasi, dan bunyi konsonan dengan letak artikulasi ?post alveolar? diucapkan dengan ?frontal anterior?. Faktor penyebab terjadinya kesalahan adalah karena perbedaan sistem fonologis bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia ataupun bahasa Jawa, yang merupakan bahasa ibu para responden
BENTUK DAN FUNGSI IRREALER KONJUNKTIV DALAM KALIMAT BAHASA JERMAN Triyono, Sulis
PAROLE: Journal of Linguistics and Education Volume 4 Number 2 October 2014
Publisher : Master Program in Linguistics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.808 KB) | DOI: 10.14710/parole.v4i2 Oct.88-98

Abstract

This paper aims to describe forms of subjunctive sentences and their functions in German sentences. Based on the studies that have been conducted, it can be concluded that there are five forms of irrealer Konjunktiv in German sentences. Based on the functions, irrealer Konjunktiv includes: (1) irrealer Wünschsatz used to express the subjunctive indicating a wish, (2) irrealer Bedinungssatz used to express the conditional subjunctive, (3) Umschreibung des Konjunktivs II used to express an honorific meaning, (4) irrealer Vergleichssatz used to express a personification for one to be compared to another, and (5) irrealer Folgesatz used to express the subjunctive by giving (Verstärkung) an emphasis using adverbs.  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk irrealer Konjunktiv ?kalimat perumpamaan? dan fungsinya dalam kalimat bahasa Jerman. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bentuk irrealer Konjunktiv dalam kalimat bahasa Jerman terdiri atas lima bentuk perumpamaan. Berdasarkan fungsinya, irrealer Konjunktiv meliputi: (1) irrealer Wünschsatz berfungsi untuk mengungkapkan pengandaian yang bermakna keinginan, (2) irrealer Bedinungssatz berfungsi untuk mengungkapkan pengandaian bersyarat, (3) Umschreibung des Konjunktivs II mit würde + Infinitiv berfungsi untuk mengungkapkan pengandaian yang bermakna hormat, (4) irrealer Vergleichssatz berfungsi untuk membandingkan seseorang dengan yang lain, dan (5) irrealer Folgesatz atau Konsekutivsatz berfungsi untuk mengungkapkan pengandaian dengan cara memberikan penegasan (Verstärkung) dengan kata adverbial
REPRESENTASI PERISTIWA DALAM MEDIA (PEMBERITAAN PERISTIWA BANJIR DALAM SUARA MERDEKA) Nurhayati, Dr.
PAROLE: Journal of Linguistics and Education Volume 4 Number 2 October 2014
Publisher : Master Program in Linguistics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.09 KB) | DOI: 10.14710/parole.v4i2 Oct.32-54

Abstract

Studies concerning the use of a language in media have atracted many social scientists because the studies are considered multi-disclipine studies covering linguistics, social sciences, and a communication science. This study discusses the way media practitioners manipulate a language to represent a flood phenomenon using a critical discourse analysis approach. The data are utterances in a hard news text taken from Suara Merdeka, February, 5, 2014. Using three steps of analysis, those are description, interpretation, and explanation, I come to the finding that in representing the phenomenon, the media practitioners conducted complex discourse practices. The lexicogrammar used implies the social practice happening to the society.   Kajian tentang bahasa dalam media telah menarik minat para peneliti di bidang ilmu sosial karena kajian ini memerlukan ilmu lintas disiplin yang mencakupi antara lain linguistik, ilmu sosial, dan ilmu komunikasi. Makalah ini membahas cara awak media memanipulasi bahasa dalam merepresentasikan sebuah peristiwa banjir dengan menggunakan ancangan analisis wacana kritis. Data yang berupa teks hard news diambil dari Suara Merdeka tanggal 5 Februari 2014 dianalisis dengan menggunakan tiga tahapan, yaitu deskripsi, interpretasi, dan eksplanasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa berita yang tampaknya melaporkan peristiwa faktual tersebut ternyata merupakan hasil praksis wacana yang sangat kompleks. Penggunaan bahasa dalam pemberitaan tersebut mengimplikasikan praksis sosial yang terjadi di dalam masyarakat
BACK MATTER VOLUME 4 NUMBER 2 OCTOBER 2014 Suharno, Dr.
PAROLE: Journal of Linguistics and Education Volume 4 Number 2 October 2014
Publisher : Master Program in Linguistics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.494 KB) | DOI: 10.14710/parole.v4i2 Oct.%p

Abstract

NEWS TEXT GENRE OF THE BALI TIMES Sutomo, Johanes
PAROLE: Journal of Linguistics and Education Volume 4 Number 2 October 2014
Publisher : Master Program in Linguistics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.744 KB) | DOI: 10.14710/parole.v4i2 Oct.17-31

Abstract

This study aims at portraying some aspects of the contextual configuration of Bali Times?s news texts. The study focuses on the communicative purposes, linguistic features and schematic structures of the news text genre. The method used is descriptive, and the approaches are quantitative and qualitative. The results revealed that the news texts could be categorized as the genre of news service. The Generic Structure Potential (GSP) deriving from the selected news texts may accomplish the service. The GSP is a condensed statement and a powerful device that generates a large number of possible actual structures.  Penelitian ini dilakukan untuk memotret beberapa aspek dari konfigurasi kontekstual dari teks berita Bali Times. Penelitian ini difokuskan pada tujuan komunikatif, fitur linguistik dan struktur skematik dari genre teks berita. Metode yang digunakan deskriptif, dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks berita dapat dikategorikan sebagai genre layanan berita. Struktur Generik Potensial yang merupakan derivasi dari teks berita terpilih dimungkinkan mampu memenuhi layanan ini. Struktur ini merupakan pernyataan ringkas dan sebagai perangkat yang hebat yang mampu menggeneralisasi struktur aktual yang memungkinkan dalam jumlah yang besar
POLITIK PENGGUNAAN BAHASA & LELUCON JAWA Purwoko, Ph.D., J. Herudjati
PAROLE: Journal of Linguistics and Education Volume 4 Number 2 October 2014
Publisher : Master Program in Linguistics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.779 KB) | DOI: 10.14710/parole.v4i2 Oct.1-16

Abstract

This paper deals with a Javanese joke commonly used by Javanese parents to teach their young children a kind of typical cultural wisdom in accordance with their effort of socializing subsistence ethics. The respondents are all postgraduate students. Their age is roughly distinguished into two broad categories: (1) around 30 years, and (2) above 40 years. Most of those in the first category do not understand the essence of the joke at all, whereas all of those in the second category do remember and completely understand it. The reasons for their un/intelligibility become of paramount importance. Besides, the discourse of the typical joke also shows that a tiny piece of such a traditional product may reveal the process of meaning-making, in the study of language use, which is very ?political? in characteristics.  Makalah ini tentang lelucon Jawa yang digunakan oleh orangtua Jawa untuk mengajarkan kebijaksanaan khas kepada anak-anak sehubungan dengan usaha mereka dalam mensosialisasikan etika subsistensi. Para respondennya adalah mahasiswa pascasarjana. Usia mereka dibedakan dalam dua kategori: (1) sekitar 30 tahun, dan (2) di atas 40 tahun. Mereka yang dalam kategori satu tidak memahami esensi dari lelucon itu sama sekali, sementara yang dalam kategori dua mengingat dan memahaminya dengan baik. Alasan bagi mereka untuk tidak/memahami lelucon itu menjadi sangat penting. Di samping itu, wacana lelucon khas itu juga menunjukkan bahwa sebuah serpihan kecil dari produk tradisional semacam itu bisa mengungkap proses pembuatan-makna, dalam kajian penggunaan bahasa, yang bersifat sangat ?politis?
FRONT MATTER VOLUME 4 NUMBER 2 OCTOBER 2014 Suharno, Dr.
PAROLE: Journal of Linguistics and Education Volume 4 Number 2 October 2014
Publisher : Master Program in Linguistics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1984.963 KB) | DOI: 10.14710/parole.v4i2 Oct.%p

Abstract

TEKNIK TRANSPOSISI DAN MODULASI: KESEPADANAN DAN PERGESERAN DALAM PENERJEMAHAN CERPEN BERJUDUL “MY BELOVED EDITH” Mardiana, Wiwik
PAROLE: Journal of Linguistics and Education Volume 4 Number 2 October 2014
Publisher : Master Program in Linguistics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.676 KB) | DOI: 10.14710/parole.v4i2 Oct.120-130

Abstract

This study aimed at describing and explaining transposition and modulation technique implemented by the translator to achieve the equivalence of the message between source language (SL) and target language (TL) and the types of shift happening in implementing those techniques. Besides, the researcher also attempts to reveal  the reason of shift. This qualitative research used observation method to collect the data. The result of the study showed transposition and modulation technique used cause shift to achieve the equivalence of the message between SL and TL. The shifts found are unit shift, structure shift, category shift, and point of view shift from active in source language to passive in target language.   Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan teknik transposisi dan modulasi yang diterapkan penerjemah untuk mendapatkan kesepadanan pesan antara Bsu dan Bsa dan jenis pergeseran yang muncul dalam menerapkan teknik tersebut. Selain itu, peneliti juga mengemukakan alasan terjadinya pergeseran.  Penelitian kualitatif ini menggunakan metode observasi untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan teknik transposisi dan modulasi yang digunakan penerjemah dalam menerjemahkan cerpen menimbulkan pergeseran untuk mencapai kesepadanan makna atau pesan antara Bsu dan Bsa. Pergeseran yang ditemukan dengan menggunakan teknik transposisi dan modulasi, yaitu pergeseran struktur, pergeseran unit, pergeseran kategori dan pergeseran sudut pandang aktif di Bsu menjadi pasif di Bsa.
A CONTRASTIVE ANALYSIS OF ARABIC AND ENGLISH NOUN PLURAL MARKERS Himmah, Aliyatul; Wahyudi, Ribut
PAROLE: Journal of Linguistics and Education Volume 4 Number 2 October 2014
Publisher : Master Program in Linguistics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (973.316 KB) | DOI: 10.14710/parole.v4i2 Oct.72-87

Abstract

This paper is attempting to explore the plural markers in both Arabic and English. The data collected qualitatively are sorted to meet the scope of this paper. Through contrastive analysis, it is discovered that there are numerous significant differences rather than similarities in terms of syllable count start, patterns of plural nouns in relation to gender, regularity, regular vs irregular plural and internal vowel change. Moreover, Arabic has some uniqueness in its plural marking system. Being well informed on all of these might pave the way for second or foreign language learners to comprehensively understand the plural marking system in Arabic and English.   Tulisan ini mencoba untuk mengeksplorasi penanda jamak dalam bahasa Arab dan bahasa Inggris. Data yang dikumpulkan secara kualitatif diurutkan untuk memenuhi cakupan makalah ini. Melalui analisis kontrastif, ditemukan banyak perbedaan yang signifikan daripada kesamaan dalam segi jumlah awal suku kata, pola kata benda jamak dalam kaitannya dengan gender, keteraturan dan ketidakteraturan jamak, serta perubahan vokal. Selain itu, bahasa Arab memiliki beberapa keunikan dalam sistem menandai jamaknya. Memahami informasi hal tersebut dengan baik mungkin memudahkan pembelajar bahasa kedua atau asing untuk memahami secara komprehensif sistem penanda jamak dalam bahasa Arab dan Inggris

Page 1 of 1 | Total Record : 10