cover
Contact Name
ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan
Contact Email
uk.envirosan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
uk.envirosan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan
Published by Universitas Kebangsaan
ISSN : 26219344     EISSN : 26219352     DOI : -
Jurnal Envirosan adalah open jurnal sistem yang diterbitkan oleh Prodi Teknik Lingkungan Universitas Kebangsaan Bandung. ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan merupakan jurnal nasional yang ditujukan untuk studi dan inovasi teknik lingkungan bidang pengelolaan sumber daya air,air minum, air limbah, persampahan, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan kerja, dan yang serumpun. Bidang kajian berupa hasil penelitian, artikel hasil gagasan konseptual, dan review hasil penelitian. Jurnal Envirosan terbit dua kali pada bulan Juni dan Desember setiap tanggal terakhir pada bulan terbitnya.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2019): ENVIROSAN Juni 2019" : 8 Documents clear
EVALUASI OPERASIONAL SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH PADAT MEDIS DI RUMAH SAKIT GARUT Yustiani, Yonik Meilawati
ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan Vol 2, No 1 (2019): ENVIROSAN Juni 2019
Publisher : Universitas Kebangsaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/ejtl.v2i1.277

Abstract

Limbah padat medis merupakan buangan yang terutama dihasilkan oleh rumah sakit. Penanganan limbah padat medis harus dilakukan dengan benar agar tidak membahayakan bagi lingkungan. Kajian ini disusun dengan tujuan untuk mengevaluasi operasional sistem pengelolaan limbah padat medis yang ditimbulkan oleh kegiatan di Rumah Sakit (RS) Garut. Sebagai dasar acuan evaluasi, digunakan adalah peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia No.1204/Menkes/SK/X/2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 56 Tahun 2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah B3 dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia No. 101 tahun 2014 tentang Pengelolaam Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Metode yang digunakan adalah observasi, pengamatan langsung serta wawancara dengan personil terkait. Hasil pengamatan dan wawancara tersebut memperlihatkan bahwa sistem pengelolaan sampah di RS Garut meliputi pemilahan, pewadahan, pengumpulan, pelabelan, pengumpulan, dan pengangkutan untuk pengolahan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh kegiatan yang diwajibkan oleh peraturan pemerintah telah dilaksanakan dengan baik. Perlu upaya perbaikan dalam pemilahan karena sampah domestik masih ada yang masuk ke dalam wadah sampah medis, penambahan troli pengangkut sampah tiap ruang yang menimbulkan limbah padat medis, pengaturan penyimpanan sampah dalam TPS LB3 dan penambahan jadwal pengangkutan sampah dari RS ke tempat pengolahan. Kata Kunci: Limbah padat medis, Limbah B3, rumah sakit
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM UPAYA PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DI KELURAHAN ADANG, KECAMATAN ALOR BARAT LAUT, KABUPATEN ALOR Bin Idris, Akmin Sahrin Bin Idris Sabhrin
ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan Vol 2, No 1 (2019): ENVIROSAN Juni 2019
Publisher : Universitas Kebangsaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/ejtl.v2i1.278

Abstract

Partisipasi masyarakat dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di Kelurahan Adang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagimana partisipasi masyarakat, faktor penghambat partisipasi masyarakat dan upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di Kelurahan Adang Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Fokus penelitian adalah partisipasi masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan dan evaluasi, faktor penghambat internal dan eksternal, serta strategi meningkatkan faktor penghambat tersebut (internal dan Ekstrnal). Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data yang terdiri dari reduksi data, display/penyajian data dan kesimpulan/verifikasi dan serta menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan partisipasi masyarakat dikelurahan adang tergolong masih rendah karena tidak tidak semua masyarakat berperan dalam tahapan perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan dan evaluasi dalam konteks upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan. Faktor penghambat partisipasi internal berupa variabel sosial budaya, Kondisi alam, Lahan dan Manajemen, sedangkan faktor penghambat eksternal meliputi variabel Lingkungan sumber daya alam dan kondisi alam dan lahan (berbeda diminsinya dengan faktor internal). Upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dapat dilakukan dengan strategi PROGRESIF, artinya masyarakat kelurahan Adang sudah siap untuk lebih maju lagi dalam berpartisipasi dengan melakukan kombinasi antara kekuatan dan peluang yang dimiliki oleh masyarakat kelurahan Adang. Kata Kunci : Partisipasi, Upaya perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,  Kelurahan Adang
ANALYSIS THE IMPLEMENTATION OF QUALITY AND ENVIRONMENTAL MANAGEMENT IN PETROCHEMICAL INDUSTRIES Amaral, Virna
ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan Vol 2, No 1 (2019): ENVIROSAN Juni 2019
Publisher : Universitas Kebangsaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/ejtl.v2i1.226

Abstract

The petrochemical industry produces useful products including plastics, synthetic rubber, solvents, fertilizers, pharmaceutical products, additives, explosives and adhesives, producing waste that can cause environmental problems in the production process. For this reason, industries must meet international standard and get the recognition that stating their quality and environmental management systems are in accordance with the standards. The international standards regarding quality and environmental management used are ISO 9001: 2015 and ISO 14001; 2015. This study aims to identify and compare good strategies from three Petrochemical companies in implementing ISO 9001; 2015 and ISO 14001; 2015. The data used is an annual report from the company regarding the application of the ISO. From the results shown the annual report that Indonesia is more clearly explained. Divided per section in detail and PT. Chandra Asri Petrochemicals and Indorama Ventures have implemented strategies that are in accordance with ISO 9001: 2015 and ISO 14001: 2015. In implementing ISO 9001: 2015 and ISO 14001: 2015, each company has its own strategy to be able to maintain market competitiveness and in creating the attractiveness of products by emphasizing the impact on environment. Annual report yang Indonesia lebih dijabarin jelas. Dibagi per bagian dengan detail dan PT. Chandra Asri Petrochemicals and Indorama Ventures telah menerapkan strategi yang sesuai dengan ISO 9001:2015 and ISO 14001:2015. Keywords: Petrochemical company,Quality management system, environmental management system.
PENENTUAN SISTEM PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK DI KECAMATAN BEKASI TIMUR, KOTA BEKASI kusumawardhani, Anggi aprilia
ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan Vol 2, No 1 (2019): ENVIROSAN Juni 2019
Publisher : Universitas Kebangsaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/ejtl.v2i1.279

Abstract

Kecamatan Bekasi Timur merupakan wilayah yang memiliki kepadatan tinggi serta merupakan daerah dengan resiko sanitasi tinggi. Kecamatan ini memerlukan perencanaan SPALD untuk meningkatkan fasilitas air limbah. Langkah awal pembangunan SPALD yaitu melakukan penapisan berdasarkan Permen PUPR No 4/2017. Parameter yang disaring terdiri dari kepadatan penduduk, kedalaman muka air tanah, permeabilitas tanah, kemampuan pembiayaan, serta kemiringan tanah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa SPALD-S komunal merupakan sistem pengelolaan air limbah domestik yang tepat diterapkan di Kecamatan Bekasi Timur. Kepadatan penduduk, permeabilitas tanah dan kemampuan pendanaan memenuhi jika menerapkan SPALD-T, tetapi terdapat dua parameter yang tidak memenuhi yaitu kedalaman muka air tanah dan kemiringan tanah. Kata kunci: Bekasi, Penyaluran, Limbah, Domestik, Sanitasi
EVALUASI PEMILIHAN SPESIES POHON PENGENDALI POLUSI UDARA PABRIK SEMEN (Evaluation of Trees Species in Control of Air Pollution of Cement Factor) Azzahro, Fiona; Yulfiah, Yulfiah
ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan Vol 2, No 1 (2019): ENVIROSAN Juni 2019
Publisher : Universitas Kebangsaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/ejtl.v2i1.259

Abstract

The rapid development of the country in Indonesia, especially in the fields of industry and technology, is inseparable from the problem of air pollution, especially in the environment, namely pollutant gas and dust. Air pollution needs to be environmentally friendly by increasing the amount of vegetation or reforestation by planting tree species that have the ability to grow and absorb pollutant gases and absorb dust particles in polluted environmental conditions. The study uses descriptive analysis by assessing tree elements macroscopically to select the appropriate tree species and can be recommended as an absorber of gas pollutants and dust absorbers based on tree suitability scoring. The results showed that of 7 (seven) dominant tree species identified, there were 3 (three) dominant tree species that were very suitable, 3 (three) dominant tree species were suitable, and only 1 (one) dominant tree species were not suitable for air pollutant gas. Whereas the evaluation of the function of dust particle absorption shows that all dominant tree species studied have the appropriate criteria in absorbing dust with the acquisition of 65% -75% evaluation value.
ANALISIS RESPON MASYARAKAT TERHADAP FASILITAS SANITASI (MCK) DI WILAYAH SENTRAL KELURAHAN SUKAPURA Wahyudianti, Dian
ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan Vol 2, No 1 (2019): ENVIROSAN Juni 2019
Publisher : Universitas Kebangsaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/ejtl.v2i1.267

Abstract

Masalah lingkungan yang buruk merupakan permasalahan yang kompleks dihampir seluruh bagian Indonesia. Tingkat kemiskinan adalah salah satu faktor yang berperan penting dalam mempengaruhi kualitas lingkungan. Selain itu, pesatnya arus urbanisasi masyarakat menimbulkan wilayah kumuh baaru di sudut kota. Berkenaan hal tersebut, pemerintah melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) Proyek Penanggulangan Kemiskinan Di Perkotaan (P2KP). Kelurahan Sukapura merupakan wilayah yang berkembang, akan tetapi minimnya sarana dan prasana yang ada serta buruknya kualitas lingkungan menjadikan wilayah ini menjadi salah satu yang menjadi tempat dari program pemerintah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji respon masyarakat terhadap penyediaan fasilitas sanitasi di wilayah Sentral Kelurahan Sukapura Kecamatan Kiaracondong Bandung dengan jumlah populasi 544 orang. Hasil penelitian disimpulkan bahwa faktor- faktor yang mempengaruhi respon masyarakat yang berada di wilayah Sentral yaitu; pengetahuan, kepuasan, pendidikan, pekerjaan, dan pelibatan masyarakat (pengetahuan, pengelolaan, kontribusi). Secara umum pembangunan MCK di wilayah Sentral masih efektif digunakan dan telah berhasil dalam mempengaruhi sikap masyarakat yang ada di Kelurahan Sukapura.Kata Kunci: Sanitasi lingkungan, penyediaan fasilitas sanitasi, respon masyarakat.
ANALISIS PENGUKURAN KONSENTRASI KARBONMONOKSIDA (CO) PADA BREATHING ZONE PETUGAS PARKIR BASEMENT MALL KOTA BANDUNG Cahyana, Gede H
ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan Vol 2, No 1 (2019): ENVIROSAN Juni 2019
Publisher : Universitas Kebangsaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/ejtl.v2i1.275

Abstract

Indoor air pollution in a closed room is one of the air pollutions that gives serious threats to human health. One of them comes from vehicle gas emissions in the closed parking area. This research identifies and analyses CO concentration measured in Mall X parking man?s breathing zone with closed parking area and in Mall Y semi-opened parking area. CO measurement carried out by passive sampling method using Personal Dosimeter Tubes. The measurement result of CO gas concentration to parking man?s breathing zone in Mall X was 25 ? 81,25 ppm with the average value in 50 ± 26,15 ppm. Meanwhile, CO gas concentration in Mall Y gave result 3,13 ? 12,5 ppm with the average value in 7,88 ± 4,36 ppm. Correlation value between CO concentration and its intake in Mall X area was 0,9983, meanwhile correlation value between CO concentration and its intake in Mall Y area was 0,9903. It was concluded that CO gas concentration measured in parking man?s breathing zone influenced the differences in CO intake value in significance value. Keywords: carbon monoxide, indoor air pollution, passive sampling, vehicle emission
ANALISIS RUANG TERBUKA HIJAU TERHADAP PENYERAPAN EMISI KARBONDIOKSIDA Prinajati, Purnomosutji Dyah
ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan Vol 2, No 1 (2019): ENVIROSAN Juni 2019
Publisher : Universitas Kebangsaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/ejtl.v2i1.276

Abstract

Keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) di perusahaan diharapkan mampu mereduksi emisi karbondioksida (CO2) sebagai gas rumah kaca yang paling dominan. Emisi CO2 dihitung dari pengadaan dan penggunaan energi yaitu penggunaan solar industri untuk boiler, penggunaan solar dan bensin untuk operasional kendaraan bermotor. Semua sumber emisi adalah sumber-sumber yang dikontrol penuh oleh perusahaan. Daya serap emisi CO2 oleh tanaman dihitung dengan pendekatan tipe tutupan vegetasi yaitu pohon (569,07 ton/ha/tahun), semak belukar (55 ton/ha/tahun) dan rumput (12 ton/ha/tahun). Luas RTH tersedia 21266,932 m2 (53 % dari luas kavling), persyaratan dari pengelola kawasan industri Jababeka minimal 7,5 % dari luas kavling. Total ada 53 jenis individu tanaman yang ada di dalam RTH dengan jenis tutupan yang dominan adalah semak. Jumlah emisi CO2 yang dihasilkan perusahaan 682,338 ton/tahun, daya serap CO2 sebesar 140,920 ton/tahun. Dalam setahun, jumlah CO2 yang belum diserap adalah 531,418 ton. Daya serap CO2 sebesar 20,65 %. Upaya yang dapat untuk meningkatkan penyerapan CO2 tanaman dengan melakukan pemupukan yang efisien, penambahan atau penggantian tanaman yang memiliki daya serap CO2 lebih tinggi dan mengatur pemangkasan tajuk agar tidak terlalu banyak. Kata kunci: Ruang terbuka hijau, emisi CO2, daya serap CO2 tanaman.

Page 1 of 1 | Total Record : 8