cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 24070505     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 4 (2017): MAGNA MEDICA" : 8 Documents clear
Kajian Tentang Efek Pemberian Nutrisi Kedelai (Glicine max) Terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Total Pada Menopause Setyawan, Febri Endra Budi
Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 4 (2017): MAGNA MEDICA
Publisher : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kadar kolesterol darah yang meningkat merupakan resiko terjadinya arterosklerosis pada penyakit pada jantung koroner. Wanita menopause mempunyai kadar estrogen yang sangat rendah, sehingga menyebabkan peningkatan faktor resiko profil lipid. Kedelai memiliki kadar protein yang tinggi, yaitu rata-rata 35%, bahkan pada varietas unggul dapat mencapai 40-44%. Protein kedelai memiliki susunan asam amino esensial lengkap, serta daya cerna yang sangat baik. Kandungan asam amino pada kedelai terutama adalah metionin dan sistein, sedangkan kandungan lisin dan treonin sangat tinggi.Lemak kedelai mengandung asam lemak esensial yang cukup, yaitu asam linoleat (omega-6) serta asam linolenat (omega-3) sehingga memberikan pengaruh yang sangat berarti bagi kesehatan, khususnya dalam kaitannya dengan pengendalian kolesterol dan penyakit kolesterol dan penyakit kardiovaskuler.Mekanisme penurunan kolesterol oleh kedelai disebabkan oleh isoflavon yang mempunyai sifat estrogenik, sehingga terjadi penurunan LDL, TG dan kenaikan dari HDL dan akhirnnya terjadi penurunan kadar kolesterol total dalam darah. Ada berbagai macam faktor yang mempengaruhi asupan kedelai terhadap penurunan kolesterol total. Faktor-faktor yang mempengaruhi asupan kedelai dalam penurunan kolesterol total adalah bentuk dan jenis isoflavon, kadar asupan isoflavon, waktu penelitian,gender dari subjek, kadar lipid serta status dari menopause.Kata kunci: Kadar kolesterol, kedelai, menopouse
Hubungan Tingkat Pendidikan dan Pengetahuan Masyarakat dengan Perilaku Pencegahan Demam Berdarah dengue di Desa Kemiri,Kecamatan Jayakerta, Karawang tahun 2016 Putri, Rezki; Naftassa, Zaira
Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 4 (2017): MAGNA MEDICA
Publisher : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Demam berdarah Dengue (DBD)merupakan masalah kesehatan di Indonesia yang sampai saat ini cenderung menunjukkan peningkatan dalam jumlah penderita maupun daerah persebaran.Terdapat berbagai kendala untuk menurunkan jumlah penderita DBD, diantaranya kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penularan DBD serta pengetahuan untuk mencegah infeksi DBD.Berdasarkan Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang tercatat kasus Demam Berdarah Dengue selamaJanuari - Desember 2015 mencapai 480 kasus DBD; di Desa Kemiri Kabupaten Karawang sebanyak 60 penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pendidikan dan pengetahuan masyarakat mengenai perilaku pencegahan DBD di Desa Kemiri.Metode: Penelitian dilakukan terhadap masyarakat di desa Kemiri pada bulan Oktober - November tahun 2016 dengan menggunakan desain studi crosssectional. Pengambilan sampel sebanyak 100 responden denganteknik random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan analisis data menggunakan uji Chi-square.Hasil: Berdasarkan 100 sampel didapatkan 55,0% responden memiliki pengetahuan baik dan responden dengan pengetahuan kurang sebanyak 35,0%, responden dengan pendidikan tinggi sebanyak 78,0% danresponden dengan pendidikan rendah sebanyak 22,0%, responden yangmelakukantindakanpencegahanbaiksebanyak 63,0% sedangkan responden yang melakukan pencegahan kurang sebanyak 37,0%. Hasil analisis bivariat menunjukkan hubungan yang signifikan antara variabeltingkat pendidikan dengan perilaku pencegahan (p=0,008), dan terdapat hubungan yang signifikan antara variabel tingkat pengetahuan  dengan perilaku pencegahan.Simpulan: Melalui penyuluhan sebagai upaya pembekalan pengetahuan bagi masyarakat diharapkan kepedulian masyarakat serta pemahaman yang lebih baik tentang DBD.Kata kunci: Demam Berdarah Dengue, tingkat pendidikan, pengetahuan
Efektivitas Ekstrak Kulit Manggis Sebagai Terapi Adjuvan Terhadap Perbaikan Gejala dan Tanda Klinis serta Kualitas Hidup Pasien Rinitis Alergi Kadarullah, Oke; Lasminingrum, Lina; Sumarman, Iwin
Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 4 (2017): MAGNA MEDICA
Publisher : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Rinitis alergi (RA) merupakan penyakit inflamasi di mukosa hidung yang diperantarai IgE setelah paparan alergen. Polusi dapat memperberat inflamasi alergi. Terapi RA ditujukan untuk memperbaiki gejala, mencegah perburukan, dan meningkatkan kualitas hidup. Ekstrak kulit manggis merupakan herbal yang lazim digunakan sebagai terapi adjuvan/tambahan dengan efek antiinflamasi dan antioksidan. Kapasitas antioksidannya lebih tinggi dibandingkan buah lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai perbaikan gejala klinis, tanda klinis, serta kualitas hidup pada RA menetap sedang berat.Metode: Penelitian ini merupakan quasi experimental randomized trial open label pre and post test design.Penelitian berlangsung di poliklinik Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung bulan September −November 2013. Kelompok kontrol mendapat terapi standar berupa tablet loratadin dan kortikosteroid intranasal, sedangkan kelompok perlakuan diberi tambahan kapsul ekstrak kulit manggis selama 14 hari. Diagnosis berdasarkan anamnesis , pemeriksaan fisik dan tes kulit tusuk. Lalu dinilai skor gejala hidung semikuantitatif Weeke, Davis dan Okuda (TNSS), skor nasoendoskopi adaptasi Lund Kennedy, serta skor gangguan kualitas hidup RQLQ dari Juniper. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney.Hasil: Dari 34 subjek terbagi dalam dua kelompok, perbaikan skor TNSS, skor nasoendoskopi, dan skor RQLQ didapatkan hasil yang signifikan (p<0,05) pada tiap kelompok pascaterapi. Namun perbandinganseluruh variabel pemeriksaan pasca terapi antara kedua kelompok tidak siginifikan (p>0,05).Simpulan: Pemberian kapsul ekstrak kulit manggis sebagai terapi adjuvan tidak efektif pada pasien RA menetap derajat sedang berat dalam meningkatkan efektivitas terapi standar.Kata kunci: ekstrak kulit manggis, klinis, terapi adjuvan, rinitis alergi.
Hubungan Motivasi dengan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Wanita Usia Subur dalam Melakukan Pap Smear di Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang Tahun 2016 Rayhana, Rayhana; Izzati, Hatfina
Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 4 (2017): MAGNA MEDICA
Publisher : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kanker yang saat ini menjadi perhatian dunia dan megakibatkan tingginya angka kematian adalah kanker serviks. Data Globocan pada tahun 2013 menunjukkan prevalensi tertinggi kankerpada wanita di Indonesia adalah kanker serviks.Penyebabnyakarena kurangnya motivasi wanita untuk melakukan pemeriksaan Pap smear sehingga mengalami keterlambatan diagnosis yang mengakibatkanbanyak wanita yang terdiagnosa kanker serviks dalam stadium lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi untuk melakukan Pap smear pada Wanita UsiaSubur (WUS) di Kecamatan Cipondoh.Metode: Metode pada penelitian ini adalah survey analitik dengan desain cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 106 orang, dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Oktober tahun 2016.I nstrumenyang digunakan adalah kuesioner.Hasil: Terdapat hubungan antara motivasi melakukan Pap smear pada Wanita Usia Subur (WUS) dengan status ekonomi keluarga (p=0,019), jarak dari rumah ke pelayanan kesehatan (p=0,001) dan paparaninformasi (p=0,009); (p value< 0,05; α= 0,05).Motivasi untuk melakukan Pap smearsangat penting khususnya pada Wanita Usia Subur (WUS) untuk mencegah keterlambatan diagnosis sehingga dapat menurunkan angka kematian pada kanker serviks.Simpulan: Diperlukan penyuluhan tentang kanker serviks, pemeriksaan Pap smeargratis secara berkala oleh tenaga kesehatan untuk meningkatkan motivasi wanita melakukan Pap smear.Kata Kunci: Motivasi, wanita usia subur (WUS), kanker seviks, Pap smear
Manfaat buah kurma Praptiwi, Praptiwi; Arti, Dwi Windu Kinanti
Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 4 (2017): MAGNA MEDICA
Publisher : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Makanan manis, berhubungan dengan kariogenitasnya. Sukrosa merupakan pemanis paling kariogenik dan terbanyak dikonsumsi. Buah kurma banyak mengandung sukrosa, fruktosa, danglukosa alami. Kandungan tanin dan magnesium di dalam kurma bersifat anti infeksi dan anti inflamasi.Metode: Penelitian analitik laboratorik dengan rancangan eksperimental ini bertujuan mengetahui beda pH saliva pasca konsumsi sukrosa, fruktosa, dan kurma. Pelaksanaan penelitian di FKG  dan LaboratoriumTerpadu Unimus tahun 2016 melibatkan 18 mahasiswa dengan karies ≤ 2. Diukur pH saliva awal setelah berpuasa ½ jam. Selanjutnya berturut-turut pH pasca kumur air keran, pasca konsumsi 1 g sukrosa, 1 g fruktosa, dan 1 butir kurma. Analisis data menggunakan uji t dependent dan one way Anova.Hasil: pH saliva rerata dan Simpang Baku berturut-turut dari awal, pasca kumur air keran, pasca konsumsi sukrosa, fruktosa, dan kurma sebagai berikut 6,92, SB 0,217; 6,91, SB 0,151; 6,83, SB 0,229;  6,90, SB0,156;  7,043, SB 0,086. Tidak terdapat beda bermakna pH saliva awal dengan pH pasca kumur air keran. Terdapat beda bermakna pH saliva pasca konsumsi sukrosa, fruktosa, dan kurma ( nilai p = 0,002; p <0,05).Simpulan: pH saliva pasca konsumsi sukrosa dan fruktosa lebih rendah dibanding kurma. Sukrosa dan fruktosa lebih asam sehingga lebih kariogenik dibanding kurma.Kata kunci : pH saliva, pasca konsumsi sukrosa, fruktosa, kurma.
Komunikasi Medis: Hubungan Dokter-Pasien Setyawan, Febri Endra Budi
Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 4 (2017): MAGNA MEDICA
Publisher : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hubungan dokter-pasien adalah hubungan antara profesional (dokter) dengan klien (pasien). Untuk membuat hubungan dokter-pasien yang baik adalah menguasai teknik komunikasi yangbaik dengan pasien. Penggunaan komunikasi pasien dengan dokter adalah hal yang paling penting yang disebut dengan Art of Medicine. Interaksi profesional antara dokter dan pasien, biasanya dimulai darisejarah, yang dalam makalah ini disebut sebagai wawancara medis. Wawancara medis adalah bagian yang paling penting dalam proses diagnosis karena akan membantu kita dalam membentuk gambaran penyakit pasien seakurat dan seakurat mungkin. Dokter tidak hanya dibutuhkan saat sakit, tapi bila sehat adalah dokter yang benar-benar dibutuhkan untuk mencegah penyakit atau merawat dan meningkatkan kesehatan fisik dan psikologis pasien. Dokter yang bisa melakukan ini adalah dokter keluarga, yang sudah belajar dan dilatih untuk menangani penyakit sekaligus menjaga kesehatan masyarakat mulai dari lahir hingga manula.Hubungan dokter-pasien adalah hubungan kepercayaan, jadi tanpa rasa saling percaya di antara keduanya, pengobatan mungkin tidak dilakukan dengan baik.Kata kunci: Hubungan dokter-pasien, komunikasi medis, komunikasi terapetik
Aplikasi gaya belajar pada kegiatan belajar mandiri Mahasiswa tahun pertama fakultas kedokteran Universitas muhammadiyah Makassar Malik, Ummu Kalzum; Emilia, Ova; Rahayu, Retno Gandes; Ibrahim, Juliani
Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 4 (2017): MAGNA MEDICA
Publisher : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Pengetahuan akan gaya belajar sangat dibutuhkan oleh mahasiswa. Pada saat belajar mandiri, mahasiswa memiliki kebebasan untuk untuk dapat mengidentifikasi kebutuhan belajarnya yang akan dijabarkan dalam bentuk tujuan belajar, setelah itu menyiapkan rencana belajar, mencari sumber daya yang dibutuhkan dan melaksanakan rencana belajar tersebut serta diakhir dengan evaluasi hasil dan prosesbelajar. Dalam proses belajar inilah gaya belajar dapat menjadi katalisator untuk pembelajaran yang efektif.Salah satunya adalah gaya belajar Visual, Aural, Read/write, Kinestetik (VARK).Metode: Penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif terhadap mahasiswa tahun pertama FK Unismuh di TA 2013/2014. Tahap pertama dengan menyebarkan kuesioner VARK untuk mendapatkan data gaya belajar mahasiswa. Selanjutnya mahasiswa diberikan buku harian belajar mandiri untuk diisi sesuai apa yang mereka lakukan saat belajar mandiri.Hasil: Berdasarkan analisis data diperoleh gaya belajar unimodalitas mahasiswa yaitu Visual 1.4%, Aural 29%, Read/write 24.6%, Kinestetik 32%, dan multimodalitas 13%. Dari kelompok unimodalitas hanyasebesar 10% yang mengaplikasikan gaya belajar sesuai karakteristik gaya belajarnya sedangkan dari kelompok multimodalitas sebesar 77.7%.Simpulan: Gaya belajar yang paling dominan adalah gaya belajar kinestetik dan kelompok multi modalitaslah yang paling banyak mengaplikasikan gaya belajar sesuai dengan karakteristik gaya belajarnya.Kata kunci. Aplikasi gaya belajar, gaya belajar VARK, belajar mandiri.
Analisis lokasi rumah sakit gigi dan mulut Universitas Muhammadiyah Semarang di wilayah Kedungmundu terhadap perspektif pelanggan Arti, Dwi Windu Kinanti
Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 4 (2017): MAGNA MEDICA
Publisher : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Rumah Sakit Gigi da Mulut (RSGM)Pendidikan berfungsi menyelenggarakan pelayanan kesehatan gigi dan mulut, sekaligus sebagai sarana proses pembelajaran, pendidikan dan penelitian bagiprofesi tenaga kesehatan kedokteran gigi, dan terikat melalui kerjasama dengan Fakultas Kedokteran Gigi.Keberadaan RSGM ini menjadi penting seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut. Perawatan gigi dan mulut bukan hanya ditujukan untuk fungsi kesehatan namunjuga fungsi estetis, yang kini dikenal dengan sebutan dental aesthetic. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung terhadap lokasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut di lingkungan Fakultas Kedokteran Gigi daerah Kedungmundu SemarangMetode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan jenis kualitatif. Data primer menggunakan wawancara secara open ended dengan dokumentasi, wawancara, FGD dan data sekunder diperoleh daridokumen penelitian. diantaranya: dokumen penelitian. Analisis data dilakukan secara diskriptif kualitatifHasil: Berdasarkan perspektif pelanggan pengguna RSGM terdekat adalah mahasiswa FKG, warga Muhammadiyah di wilayah Semarang serta masyarakat sekitar RSGM, Warga Muhamamdiyah yang tersebar di berbagai lingkungan seperti sekolah dan organisasi masyarakat. Dimana masyarakat disekitarnya sangat membutuhkan layanan tambahan dalam bidang kesehatan gigi dan mulut.Kesimpulan: Hasil penelitian ini adalah dilihat dari daya dukung perspektif pelanggan dimana pengguna RSGMP terdiri dari dosen, mahasiswa FKG, masyarakat sekitar Semarang, dan warga Muhammadiyah.Kata Kunci: Perspektif Pelanggan, RSGM, Universitas Muhammadiyah Semarang.

Page 1 of 1 | Total Record : 8