cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 24070505     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2019): MAGNA MEDICA" : 10 Documents clear
Perbandingan Pengaruh Pendedahan Uap Bensin Jenis Pertamax Dan Premium Terhadap Gambaran Histologi Bronkus Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Jantan Muhartiningsih, Sitilia; Yuningtyaswari, Yuningtyaswari
Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): MAGNA MEDICA
Publisher : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.652 KB)

Abstract

Bensin yang tersedia di Indonesia adalah bensin jenis Premium dan Pertamax. Bensin Premium mengandung tetra-etil-lead yang terkandung timbal dengan nilai oktan 88 sedangkan Pertamax mengandung metil-tertil-butil-eter atau etil-tertil-butil-eter sebagai pengganti timbal dengan nilai oktan 92. Senyawa benzena dan timbal merupakan senyawa berbahaya yang mempengaruhi sistem pernapasan seperti bronkus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendedahan uap bensin jenis Premium dan Pertamax terhadap gambaran histologi bronkus tikus putih (Rattus norvegicus). Subyek penilitian 27 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan, berumur 8 minggu dengan berat 150-220 gram. Subyek dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok kontrol (K), Pertamax (P1) dan Premium (P2). Pada kelompok P1 dan P2 diberikan pendedahan uap bensin 8 jam/hari selama 30 hari dan kelompok K (tidak diberikan perlakuan). Rata-rata  ketebalan epitel bronkus kelompok K (25,2211±3,20932)µm; P1 (28,4411±2,82673)µm; dan P2 (31,5422±4,11304)µm. Uji Tukey menunjukkan perbedaan ketebalan epitel yang signifikan antara kelompok K dan P2 dengan p=0,002.  Rata-rata diameter bronkus kelompok K(1284,78±97,778)µm; P1(1054,67±159,625)µm dan P2(978,22±219,136)µm. Uji Tukey menunjukkan perbedaan panjang diameter bronkus yang signifikanantara kelompok K dan P1 dengan p=0,021, sedangkan kelompok K dan P2 dengan p=0,002. Rata-rata jumlah sel goblet kelompok K(6,7778±0,7362); P1(9,9444±0,99041) dan P2(11,6356±0,47276). Uji Tukey menujukkan perbedaan jumlah sel goblet yang signifikan antara kelompok K, P1 dan P2 dengan p=0,000. Pendedahan uap bensin kelompok P1 dan P2 mempengaruhi gambaran histologi berupa ketebalan epitel, diameter bronkus dan jumlah sel goblet pada tikus putih (Rattus norvegicus) jantan.Kata Kunci: Uap, Bensin, Epitel, Bronkus
ANALISIS KORELASI LIPATAN KULIT (TLK) DENGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) REMAJA PEREMPUAN MADURA DI SUMENEP Illahika, Anung Putri
Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): MAGNA MEDICA
Publisher : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.634 KB)

Abstract

Latar belakang dan Tujuan penelitian: Tumbuh kembang merupakan proses yang berkesinambungan dalam proses mencapai dewasa, termasuk tahap remaja. Permasalahan yang sering dihadapi adalah peruubhan fisik. Perubahan fisik remaja perempuan yang sangat tampakadalah meningkatnya tinggi dan berat badan yang mempengaruhi Indeks Massa Tubuh (IMT). Salah satu komposisi tubuh yang dapat diukur adalah Tebal Lipatan Kulit (TLK), yang merupakan bagian dari massa lemak tubuh. Perbedaan lokasi memungkinkan adanya perbedaan TLK pada individu meskipun etnis yang sama.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan TLK dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) remaja perempuan etnis Madura di Sumenep. Metode: Penelitian ini merupakan studi korelasi dan mengambil sampel dari siswa SMA berjumlah 40 memiliki di kisaran 17-20 tahun yaitu siswi SMA Negeri 1 Sumenep. TLK diukur di bagian sinistra pada biceps, triceps, subscapula dan suprailiaca. IMT adalah suatu indeks yang didapatkan dari hasil pembagian BB dengan TB. Hasil pengukuran dinyatakan dalamkg/m22.Semua data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan uji korelasi spearmen.Hasil penelitian: Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan tebal lipatan kulit. Nilai signifikansi TLK ekstremitas adalah 0,002 dengan besar korelasi 0,485.Nilai signifikansi TLK trunkus adalah 0,042 dengan besar korelasi -0,323.Artinya semakin tinggi IMT maka semakin menurun TLK Extremitas.Simpulan: Terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan tebal lipatan kulit remaja perempuan Madura di Sumenep.Kata Kunci: TLK, IMT, etnis, remaja, perempuan
KLEPTOMANIA: MANIFESTASI KLINIS DAN PILIHAN TERAPI Levani, Yelvi; Prastya, Aldo Dwi; Ramadhani, Safira Nur
Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): MAGNA MEDICA
Publisher : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.179 KB)

Abstract

Kleptomania (curi patologis) merupakan salah satu bentuk gangguan kejiawaan yang ditandai dengan mencuri berulang. Perilaku tersebut disertai dengan keinginan kuat yang sulit dikendalikan. Kleptomania dapat berhubungan dengan gangguan kejiwaan seperti depresi, kecanduan alcohol, gangguan kecemasan dan gangguan obsesif kompulsif. Kleptomania memiliki kesamaan gejala dengan adiksi seperti adanya tekanan yang kuat sebelum keinginan tersebut dicapai, penurunan keinginan segera sesaat setelah aksi dilakukan, adanya jeda waktu (jam, hari atau minggu) terhadap munculnya keinginan melakukan aksi pencurian berulang, serta terdapat perasaan senang setelah melakukan aksinya Kleptomania juga dapat berkaitan denganperubahan mood. Kriteria diagnostik untuk kleptomania berdasarkan American Psychiatric Association Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders diantaranya adalah prilaku mencuri barang berulang dimana penderita tidak mampu untuk mengendalikan keinginan tersebut. Barang yang dicuri biasanya tidak diperlukan oleh pasien dan bukan untuk dijual. Terdapat beberapa alat bantu untuk penegakkan diagnosis kleptomaniadiantaranya adalah Yale Brown Obsessive Compulsive Scale Modified for Kleptomania (K-YBOCS) dan Kleptomania Symptom Asessment Scale (K-SAS). K-YBOSC merupakan alat ukur keparahan gejala kleptomania. Untuk terapi farmakologi diantaranya Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI) merupakan golongan antidepresan yang bekerja dengan meningkatkan level serotonin di otak dan naltrexon merupakan terapi medikasi terhadap adiksi alcohol selain itu beberapa psikoterapi yang banyak dilakukan untuk penderita kleptomania adalah Cognitive Behavioral Therapy (CBT), psikoterapi kognitif, desensitisasi sistemik dan terapi aversi. Psikoterapi ini bertujuan untuk mengubah persepsi penderita terhadap tindakan mencuri dan mengalihkan minat ke hal lain.Kata kunci: kleptomania, psikopatologi, adiks
ANALISIS FAKTOR KUNJUNGAN IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PONED X Prihanti, Gita Sekar; Rayhana, Juwita; Wahyuningtias, Widya; Carolina, Anastasyia; Hidiana, Amalia
Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): MAGNA MEDICA
Publisher : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.323 KB)

Abstract

Latar Belakang: Salah satu sasaran global Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2030 adalah mengurangi rasio angka kematian ibu hingga kurang dari 70 per 100.000 kelahiran hidup.Kunjungan ibu nifas dapat membantu mengurangi angka kematian ibu. Melalui kunjungan ibu nifas diharapkan dapat terjadi deteksi dini komplikasi persalinan atau pelayanan kesehatan ibu nifas yangparipurna. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Poned X. Metode: Desain cross sectional. Pengambilan sampel dengan teknik simple randomsampling. Jumlah sampel 159 orang. Hasil Penelitian: Hasil uji multivariate terdapat empat variabel yang dapat mempengaruhi jumlah kunjungan ibu nifas, yaitu pendidikan (p=0.001), sikap (p=0.003), dukungan keluarga (p=0.025) dan asuransi (p=0.026). Nilai Nagelkerke R Square menunjukkan nilai sebesar 0,729 atau 73%. Artinya, pendidikan, sikap, dukungan keluarga, asuransi mempengaruhi kunjungan ibu nifassecara serentak pada kisaran 73%, sedangkan 27% lainnya dipengaruhi atau dijelaskan oleh variablevariabel yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Sedangkan faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap kunjungan ibu nifas yaitu variabel yang ditunjukkan oleh nilai ? tertinggi, yaitu pendidikan (? = 13.941). Kesimpulan: Faktor yang mempengaruhi kunjungan ibu nifas adalah pendidikan, sikap, dukungan keluarga dan asuransi. Kata Kunci: Kunjungan ibu nifas, Ibu nifas, Puskesmas Poned.
ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PENYAKIT JANTUNG Ghufron, Musa; Airlangga, Muhammad Perdana
Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): MAGNA MEDICA
Publisher : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.746 KB)

Abstract

Infective endocarditis (IE) is an uncommon but lifethreatening infection. Despite advances in diagnosis, antimicrobial therapy, surgical techniques, and management of complications, patients with IE still have high morbidity and mortality rates related to this condition. Since the last American Heart Association (AHA) publication on prevention of IE in 1997, many authorities and societies, as well as the conclusions of published studies, have questioned the efficacy of antimicrobial prophylaxis to prevent IE in patients who undergo a dental, gastrointestinal (GI), or genitourinary (GU) tract procedure and have suggested that guidelines should be revised Keywords : infective endocarditis, prophylaxis antibiotic
PENGEMBANGAN ALAT UKUR KHUSYUK SHOLAT DALAM KAITAN PENGARUH POSITIFNYA BAGI KESEHATAN Romadhon, Yusuf Alam
Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): MAGNA MEDICA
Publisher : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.969 KB)

Abstract

Khusyuk dalam sholat merupakan pengalaman personal yang belum banyak dikaji. Banyak penelitian eksperimental menunjukkan pengaruh positif sholat bagi kesehatan, tetapi penelitian skala luas mendapatkanhasil sebaliknya di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen pengukuran khusyuk sholat dalam kaitan pengaruh positifnya bagi kesehatan yang berbahasa Indonesia penelitian ini terdiri dari 3 fase.Fase I: eksplorasi literatur dan studi kualitatif untuk mendapatkan konsep kunci dan operasionalisasi konsep kunci. Fase II: pengembangan dan penajaman item berdasarkan operasionalisasi konsep kunci. Fase III: studi pendahuluan dan analisis statistik. Hasil eksplorasi literatur dan studi kualitatif didapatkan 4 domain konsep utama dan 11 sub domain tentang khusyuk; 1) status khusyuk terdiri dari a) induksi perubahan kesadaran karena niat, b) Isolasi mental perubahan kesadaran diri, c) peragaan dialog mental dengan Allah, d) faktor pemampu khusyuk, e) pengendalian mind wandering; 2) prasyarat keyakinan dan God attachment terdiri dari a) keyakinan kuat bertemu Allah dan b) God attachment; 3) atmosfer spiritual terdiri dari a) kesiapan hati, kelonggaran waktu dan suasana tempat dan b) kondisi psikologis tertentu dan kematangan spiritual; 4) dampak khusyuk terdiri dari a) restrukturisasi kognitif peristiwa kehidupan dan b) perasaan segar, tenang dan rileks. Pengembangan item selanjutnya direview oleh pakar agama dan psikiatri untuk mendapatkan validitas isi. Setelah mengkoreksi item-item dengan korelasi item ? total rendah, didapatkan 42 item dengan Cronbach's Alpha .945. Kata Kunci: Alat Ukur Khusyuk, Kesehatan
Faktor Risiko Timbulnya Kelainan Kongenital Purwoko, Mitayani
Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): MAGNA MEDICA
Publisher : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.312 KB)

Abstract

Usia harapan hidup seseorang dapat bervariasi tergantung di mana orang tersebut dibesarkan. Kesenjangan dalam bidang kesehatan terutama dirasakan pada penderita kelainan kongenital. Kelainan kongenital adalah suatu kondisi ketidaknormalan struktur atau fungsi tubuh yang muncul saat lahir. Apabila bayi terlahir dengan baik maka dapat menyebabkan disabilitas seumur hidup dan menyebabkan pengaruh negatif  bagi keluarga dan lingkungan. Beberapa faktor risiko yang memiliki peranan penting dalam timbulnya kelainan kongenital adalah nutrisi, usia orang tua, dan lingkungan. Konsumsi nutrisi yang tidak adekuat, konsumsi obat-obatan selamakehamilan, usia ibu dan ayah saat terjadi pembuahan, serta adanya paparan debu dan asap rokok pada lingkungan dapat menyebabkan kelainan kongenital.Kata kunci: faktor risiko kelainan kongenital, cacat bawaan, kelainan janin
THE RELATIONS BETWEEN DIABETES MELLITUS TYPE 2 ON THE INCIDENCE CATARACT IN BALAI KESEHATAN MATA MAKASSAR IN 2016 AMALIAH, A. NURUL; FEBRIZA, AMI
Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): MAGNA MEDICA
Publisher : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.011 KB)

Abstract

The aim of this research was to know about the correlation between cataract occurance with Diabetes Mellitus. This research was performed in Medical Record Departement of Balai Kesehatan Mata Masyarakat Makassar using medical record on the period of January 2016 to October 2016 with case control design, consist of 74 subjects which were divided into cataract as case, consist of 37 subjects and without cataract as control, consist of 37 subjects. Data of diabetes mellitus history were collected from patient medical recordand analyzed by Chi Square with the significance?s degree was p<0.05. The result showed moderate correlation between cataract occurance and diabetes mellitus (p=0.002) with Odds Ratio (OR) 4,563 (IC :1,683 ? 12,371)KEYWORDS : Cataract, Diabetes Melitus
Thyroid Status, Growth And Development Of Children Under 2 Years Of Age In Endemic Goiter Areas Of Srumbung Magelang Noor, Zulkhah; Susyanto, Bambang Edi; Praningwestri, Anindhita Mega; Rafiq, Aspar; Havis, Fajar Avivul; Soejono, Sri Kadarsih
Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): MAGNA MEDICA
Publisher : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.4 KB)

Abstract

Objective. To examine the relationship of Iodine urine, TSH and free T4 levels with the growth and development of children under 2 years of age in endemic areas of IDD in Srumbung District, Magelang Subjects and methods. Respondents of this study were 43 respondents mother and herchild under 2 years of age who are still breastfeeding. The study was conducted in March until June 2013. The method used was observational and cross-sectional data retrieved. Mother urine iodine levels were measured in the laboratory GAKI Borobudur Magelang Indonesia. Levels of serum TSH and free T4 were measured by ELISA in the Clinical Laboratory AMC Yogyakarta with TSH ELISA reagents AIM and AIM fT4 ELISA TESTTEST (PT Intan Accurate Madya). Physical growth include weight, height, head circumference, and upper arm circumference. Weight measured in kilograms (kg), followed by calculation of BMI. Upper arm circumference were measured using standard Wolanski. Child development assessment performed using DDST-II (Denver Development Screening Test II). Data were analyzed with the Pearson correlation test for normal data and Spearman correlation for the data is not normal.Result. Ngargosoko Srumbung Magelang currently have adequate iodine intake with a median urinary iodine concentration of 296 ug / dL, mean blood levels of TSH and fT4 respectively is 1.7187 ?IU / mL and 0.8545 ng / dL. But still obtained at 50.84% of respondents hypothyroidism.Conclutions.  Free thyroxine blood levels determine body weight, body length and arm circumference, but did not determine the amount of head circumference, body mass index, the development of gross motor, fine motor, language and personal social. Child development needs to be measured with a measuring device better example with the BayleyScale of Infant Development (BSID).Key words. Thyroid status, growth and development, under 2 years old, IDD endemic
PERBEDAAN RERATA NILAI FEV1, FVC, DAN FEVR PADA LAKI-LAKI ANTARA PEKERJA KANTORAN DAN PEKERJA YANG TERPAPAR POLUSI Basuki, Sri Wahyu; Lathifah, Annisa Nurul; Azizah, Ummi; Manggala, Manggala
Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): MAGNA MEDICA
Publisher : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.35 KB)

Abstract

Polusi udara merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi di perkotaan. Paparan polusi terus menerus dapat menurunkan fungsi paru khususnya pada nilai FEV1, FVC, dan FEVR. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan rerata nilai FEV1, FEVR, dan FVC pada laki-laki antara pekerja kantoran dan pekerja yang terpapar polusi. Penelitian ini menggunakan design penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Satlantas Kota Surakarta, Kantor BAA dan BAU UMS dan Laboratorium Fisiologi Fakultas Kedokteran UMS. Sampel penelitian yang digunakan adalah laki-laki pekerja kantoran dan pekerja yang terpapar polusi yaitu Supeltas. Besar sampel masing-masing kelompok adalah 30 orang . Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling. Perbedaan rerata nilai FEV1, FVC, dan FEVR pada laki-laki antara pekerja kantoran dan pekerja yang terpapar polusi dianalisis dengan uji t tidak berpasangan dan MannWhitney.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata nilai FEV1 pada pekerja kantoran lebih tinggi daripada pekerja yang terpapar polusi, dengan nilai significancy 0.000. Rerata nilai FVC pada pekerja kantoran lebih tinggi daripada pekerja yang terpapar polusi, dengan nilai significancy 0.000. Rerata nilai FEVR pada pekerja kantoran lebih tinggi daripada pekerja yang terpapar polusi, dengan nilai significancy 0.004. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rerata nilai FEV1, FVC, dan FEVR yang bermakna pada laki-laki antara pekerja kantoran dan pekerja yang terpapar polusi (p<0.05). Kata Kunci: FEV1, FVC, FEVR, Polusi Udara

Page 1 of 1 | Total Record : 10