cover
Contact Name
Dinno Mulyono
Contact Email
bertiup@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
bertiup@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Comm-Edu (Community Education Journal)
ISSN : 26225492     EISSN : 26151480     DOI : -
Core Subject : Education,
Comm-Edu Journal publishes original research or theoretical papers about : 1. non formal education 2. community education 3. community development 4. training and course 5. informal education 6. social communication to support community learning process
Arjuna Subject : -
Articles 96 Documents
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PELATIHAN OTOMOTIF SEPEDA MOTOR DI LKP TUNAS MUDA Safari, Muhamad Zeni; Ramadhan, Muhammad Arif
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2 Mei 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.453 KB)

Abstract

AbstrakPelatihan merupakan unsur yang penting dalam meningkatkan produktifitas individu dengan pelatihan keterampilan yang di dapatkan akan semakin terasah dan pengalaman yang didapatkan semakin banyak. Pelatihan mempersiapakan perserta didik supaya prestasi mampu menembuhkan motivasi yang tinggi supaya bisa berinovasi. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana peran instruktur dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik supaya lebih baik. Teori yang melandasi dalam artikel ini adalah tentang Pelatihan, motivasi belajar. Adapun metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Dalam penelitian ini jumlah responden lima orang yang terdiri dari lima orang peserta didik satu orang struktur satu orang pengelola adapun lokasi yang dipilih adalah di desa gadobangkong, kecamatan ngamprah, kab bandung barat sebagai tempat pelatihan Lkp Tunas muda. Adapun hasil yang di peroleh menunjukan bahwa usaha Pengelola supaya peserta didik terus berperan aktif selama mengikuti pembelajaran berlangsung ialaha dengan menggunakan teknik persuasif dalam menumbuhkan sikap dan prilaku peserta didik sehingga peserta didik bertindak sesuai dengan apa yang pengelola harapkan. Dari penelitian ini menggambarkan secara umum bahwa supaya bisa mengahasilkan peserta didik yang prestasi, berwawasan tinggi, serta pemahaman yang baik dan mamapu berinovasi tergantung dari metode atau cara pengelola yang di terapkannya. Kata Kunci: Pelatihan, Meningkatkan Motivasi
PEMBENTUKAN KARAKTER MANDIRI ANAK MELALUI KEGIATAN NAIK TRANSPORTASI UMUM Dwi Rita Nova, Deana; Widiastuti, Novi
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2 Mei 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.165 KB)

Abstract

Pendidikan karakter mandiri adalah usaha sadar yang dilakukan untuk membentuk watak, akhlak, budi pekerti, dan mental seorang individu, agar hidupnya tidak bergantung pada bantuan orang lain dalam menyelesaikan setiap tugas-tugasnya. Terdapat beberapa nilai-nilai dalam pendidikan karakter yang harus dikembangkan, salah satunya adalah nilai karakter mandiri. Karakter mandiri pada anak, dapat aplikasikan melalui kegiatan sehari-harinya. Melalui kegiatan keseharian anak, nilai karakter mandiri dapat langsung diajarkan dan diterapkan sehingga anak terbiasa dan belajar mandiri melakukan dan menyelesaikan tuganya, tanpa membutuhkan bantuan dari orang lain khususnya oleh orangtuanya. Kegiatan tersebut meliputi bangun sendiri, mandi sendiri, memakai pakaian sendiri bahkan berangkat sekolah sendiri. Selain itu, salah satu upaya untuk menanamkan karakter mandiri pada anak dapat dilakukan dengan mengenalkan pada transportasi umum dan membiasakan anak untuk naik transportasi umum. Manfaat menaiki transportasi umum anak dapat melatih kesabaran, kemandirian, menumbuhkan keberanian dan melatih kepekaan terhadap lingkungan dengan berinteraksi secara langsung dengan orang banyak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pembentukan karakter mandiri anak melalui kegiatan naik transportasi umum. Mandiri merupakan sikap atau perilaku seorang individu melakukan segala aktivitasnya sendiri tanpa harus bergantung dan tanpa bantuan pada orang lain. Indikator kemandirian dapat dilihat dari empat aspek, yaitu: memiliki hasrat untuk bersaing, mampu mengambil keputusan dan menghadapi masalah yang dihadapi, memiliki kepercayaan diri, dan memiliki rasa tanggungjawab. Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui observasi atau pengamatan secara langsung dan wawancara. Bila dilihat dari sudut pandang pendidikan, transportasi dapat dijadikan sebagai media pembelajaran bagi anak, salah satunya sebagai upaya membentuk karakter mandiri pada anak. Hal ini terbukti dari delapan anak dengan rentang usia sekolah dasar yang menjadi subjek penelitian, berdasarkan hasil wawancara terhadap orangtua dan gurunya, anak-anak tersebut memiliki nilai karakter mandiri bila dibandingkan teman seusianya. Niali karakter mandiri yang dimiliki anak-anak tersebut meliputi: mereka memiliki rasa peduli dan empati atau kepekaan terhadap lingkungan, lebih percaya diri dan menghargai orang lain, mampu mengendalikan emosi, menahan diri dan bersabar, mampu membuat keputusan dan memiliki rasa tanggung jawab. Kesimpulanya pembentukan karakter mandiri pada anak dapat dilakukan melalui kegiatan naik transportasi umum. Karena melalui transportasi anak dapat belajar secara langsung mengenai lingkungan sekitarnya.
LATIHAN KEPEMIMPINAN MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PRAMUKA (Studi kasus aktivis pramuka penegak di SMK Budi Bakti Utama) Kristianto, Aprila Aji; Fitriana, Wedi
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2 Mei 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.038 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan manfaat dari latihan kepemimpinan melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka untuk jenjang Sekolah Menengah Kejuruan, menjadi seorang pemimpin khususnya didalam lingkungan sekolah merupakan satuan kehidupan yang bersifat multidimensi, dalam dinamika kehidupan keseharian masing masing dimensi tidak berdiri sendiri melainkan saling berkaitan satu sama lainnya, oleh karena itu, dilihat dari kajian menuju menjadikan seorang pemimpn dan kaitanya dengan kegiatan ekstrakurikuler pramuka dalam penulisan ini sebetulnya merupakan kajian awal karena merupakan kajian dasar. Bukan hal yang utopis (berlebihan) jika gerakan pramuka pada dasarnya merupakan kegiatan yang dapat menjadikan seseorang untuk memiliki jiwa sebagai pemimpin. Hal ini sesungguhnya bukan hanya ungkapan belaka, melanjutkan sebuah realita atau kenyataan yang ada. Adapun metode penelitian disini menggunakan penelitian kualitatif yang dilakukan dengan cara melakukan penelitian dilapangan secara langsung, wawancara dan pendokumentasian. Dengan mengikuti kegitan latihan kepemimpinan melalui kegitan pramuka sangatlah bermanpaat untuk dikemudian bahkan dalam kehidupan sehari hari. Adapun kegiatan latihan kepemimpinan melalui ekstrakurikuler pramuka dilakukan di sekolah SMK Budi Bakti Utama, Padalarang.Kata Kunci : Latihan Kepemimpinan dan Ekstrakurikuler Pramuka
MENINGKAT LIFE-SKILL WARGA BELAJAR MELALUI PELATIHAN KOMPUTER DI PKBM AT-TAJDID KOTA CIMAHI mutaqin, zaenal
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 2, No 1 (2019): Vol 2 No. 1 Januari 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.107 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini mengetahui upaya, hasil, faktor pendukung dan penghambat peningkatan life-skills warga belajar melalui pelatihan komputer. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dokumentasi, tes tertulis dan tes praktik. Sumber data penelitian diperoleh dari tutor, warga belajar, dan pengelola. Data dianalisis menggunakan triangulasi sumber, metode, dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya tutor dalam meningkatkan keterampilan komputer warga belajar paket B dan paket C berjalan dengan baik dan berhasil. Peserta pelatihan mendapatkan hasil dengan memiliki kemampuan kognitif, afektif serta skills yang membantu peserta pelatihan mudah mendapatkan pekerjaan dan memiliki usaha. Faktor pendukung adalah tingginya tingkat kemauan warga belajar, sarana dan prasarana yang memadai, media dan metode pembelajaran yang cukup baik, serta bantuan dana dari APBD yang cukup membantu. Faktor penghambatnya adalah kurangnya perekrutan peserta, komputer yang rusak dan jumlahnya sedikit dibandingkan dengan jumlah peserta pelatihan, terbatasnya bantuan dana alokasi APBD, dan kurangnya jumlah tutor.
Penerapan Permainan Pindah Kamar Dalam Menumbuh Kembangkan Kemampuan Mengenal Bentuk Geometri Pada Anak Usia Dini Sumartini, Sri
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 1, No 2 (2018): Comm-Edu Journal Mei 2018
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.296 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1. Untuk Mendeskripsikan perencanaan Penerapan Permainan Pindah Kamar dalam Menumbuhkam Kemampuan Mengenal Bentuk Geometri Anak Usia Dini di Pos Paud Dahlia Cibeber , 2. Untuk Mendeskripsikan Proses Penerapan Permainan Pindah Kamar dalam Menumbuhkam Kemampuan Mengenal Bentuk Geometri Anak Usia Dini di Pos Paud Dahlia Cibeber, 3. Untuk Mendeskripsikan hasil Penerapan Permainan Pindah Kamar dalam Menumbuhkam Kemampuan Mengenal Bentuk Geometri Anak Usia Dini di Pos Paud Dahlia Cibeber, 4. Untuk Mendeskripsikan faktor penghambat dan faktor pendukung Penerapan Permainan Pindah Kamar dalam Menumbuhkam Kemampuan Mengenal Bentuk Geometri Anak Usia Dini di Pos Paud Dahlia Cibeber. Bentuk penelitian pada pemilihan strategi data adalah penelitian lapangan dengan metode penelitian deskriptif kualitatif, Untuk memperoleh data-data yang diperlukan dalam penelitian ini dilakukan dengan metode sebagai berikut : observasi, wawancara, dokumentasi.  Hasil dari penelitian ini adalah ada  Peningkatan pada pengenalan bentuk geometri pada anak didik, bermula dari kondisi awal yang terdapat 2 anak didik, pada 5 sampel dengan kategori belum memahami kehiatan pembelajaran pengenalan bentuk geometri, tetapi pada pembelajaran berikutnya 3 anak peserta didik peningkatan. Kemudian dilanjutkan pada pembelajaran berikutnya  terdapat peningkatan yang memenuhi target yang diharapkan yaitu 5 orang  anak didik yang dijadikan sample sepenuhnya memahami pembelajaran pengenalan bentuk geometri melalui permaianan pindah kamar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penerapan Permainan Pindah Kamar dalam Menumbuhkan  Kemampuan Mengenal Bentuk Geometri Anak Usia Dini 5-6 Tahun di Pos Paud Dahlia 04 Cibeber Kota Cimahi dapat meningkatkan pengenalan bentuk geometri pada anak usia dini.
PERAN ORANG TUA DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK USIA DINI MELALUI BERMAIN PERAN (Study Kasus di Kelompok Bermain Al-Munawar) Dariah, Neneng
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 1, No 3 (2018): Comm-Edu Journal September 2018
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.223 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena adanya distorsi antara konsep dan muatan nilai yang tercermin dalam sumber-sumber normatif konstitusional dengan fenomena sosial, kultural, politik, ideologis dan religi. Yang menjadi subyek penelitian, yaitu 36 orang dan dijadikan sample penelitian sebanyak 6 orang, yaitu 1 orang pengelola, 1 orang guru, dan 4 orang tua peserta didik. Pengembangan karakter merupakan optimalisasi fungsi otak kanan yang harus dimulai dari anak usia dini. Oleh karena itu perlu diteliti bagaimana peran orang tua dalam membentuk karakter anak didik melalui bermain peran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. dengan metode deskriptif analitik yakni penulis bermaksud menggambarkan proses orang tua dalam membentuk karakter anak didik melalui bermain peran, yang menjadi sample penelitiannya sebanyak 6 orang, yiatu 1 orang peneglola, 1 orang guru, dan 4 orang tua peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, studi dokumentasi dan studi pustaka. Sumber data utama adalah kata-kata dan tindakan peserta didik, yang terdiri dari kepala sekolah, guru, siswa dan orang tua. Mengacu pada teori pengembangan karakter anak usia dini yang menjadi penelitian adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh seorang orang tua peserta didik untuk memantapkan pemahaman pembinaan perilaku anak. Metode ini telah mengacu pada pendidikan holistik berbasis karakter yang dikembangkan dalam Indonesia Haritage Foundation. Metode pembelajaran ini mengacu dua proses pembelajaran yakni proses pembelajaran di sekolah oleh pendidik dan proses pemeblajaran di luar sekolah oleh orang tua. Hasil temuan implementasi peran orang tua dalam membentuk karakter anak didik melalui bermain peran: 1) Pentingnya uapaya penanaman karekter pada anak usia dini melalui bermain peran yang mengacu pada kurikulum PAUD; 2) Metode pembelajaran karakter untuk anak usia dini telah menjadi rujukan bagi pelaksanaan pendidikan karakter di Kelompok Bermain Al-Munawar; 3) Sebagian orang tua peserta didik telah mengetahui, memahami dan melakukan nilai-nilai karakter yang dibelajarkan, seperti bekerja sama, kemandirian, disiplin, kejujuran, hormat dan santun, baik dan rendah hati.
PERAN TOKOH PEMUDA DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI KARANG TARUNA DI DESA NANJUNG MARGAASIH nirmalasari, tiana; Widiastuti, Novi
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 1, No 2 (2018): Comm-Edu Journal Mei 2018
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.84 KB)

Abstract

Pemuda harus dilatih dan dibina agar memiliki jiwa sosial yang tinggi, memiliki nilai dan moral yang baik dan meningkatnya  idealisme. Begitupun dalam tujuan penelitian ini adalah untuk menjabarkan (1) peran tokoh pemuda dalam meningkatkan partisipasi  karang taruna di desa nanjung margaasih (2) Bentuk partisipasi anggota karang taruna dalamkegiatan-kegiatan karang taruna.Dalam penelitian ini Teori yang digunakan adalah teori kepemudaan, teori kepemimpinan dan teori partisipasi.Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan  observasi. Penelitian ini dilakukan di RW 03 di Desa Nanjung  Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung,  yang menjadi responden penelitian adalah ketua, sekretaris, bendahara dan tiga anggota. Hasil dari penelitian ini yaitu (1) peran tokoh pemuda adalah membina, membimbing, dan memberikan inovasi (2) bentuk partisipasi ada partisipasi menggunakan harta, partisipasi menggunakan  tenaga, partisipasi menggunakan uang, partisipasi menggunakan fikiran dan partisipasi menggunakan keterampilan.Kata Kunci: Karang Taruna, Partisipasi, Tokoh Pemuda.
PERAN TOKOH MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN PENDIDIKAN DI PUSAT KEGIATAN MASYARAKAT (PKBM) BINA MANDIRI CIPAGERAN KECAMATAN CIMAHI UTARA juariah, siti; Widiastuti, Novi
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 1, No 2 (2018): Comm-Edu Journal Mei 2018
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.226 KB)

Abstract

ABSTRAKBertolak pada permasalahan yang peneliti temui dilapangan yaitu : Terdapat kecenderungan umum bahwa pendidikan non formal dihadapkan dengan beragai permasalahan, maka tujuan dari penelitian ini diantaranya : 1. Untuk mengetahui perencanaan Peran Tokoh Masyarakat dalam Memajukan Pendidikan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), 2. Untuk mengetahui pelaksanaan Peran Tokoh Masyarakat dalam Memajukan Pendidikan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). 3. Untuk mengetahui hasil Peran Tokoh Masyarakat dalam Memajukan Pendidikan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), 4. Untuk mengetahui fakto-faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam memajukan pendidikan non formal di PKBM Bina Bina Mandiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi dan studi litaratur. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa : 1) Peran tokoh masyarakat dalam pelaksanaan memajukan pendidikan di PKBM Bina Mandiri sebagai pemrakarsa, motivator, pengelola dan penyedia sarana dan prasarana, 2) Tokoh masyarakat sebagai pemrakarsa memiliki gagasan dan melakukan rapat bersama pengelola untuk merencanakan program pendidikan non formal, sebagai pengelola ikut serta memantau bahkan membantu tutor dalam pembelajaran, sebagai tutor melaksanakan pembelajaran yang disesuaikan menurut minat dan kebutuhan warga belajar, sebagai motivator memberi pengarahan, informasi dan mengingatkan agar partipasinya meningkat serta memfasilitasi tempat pembelajaran,
UPAYA PENGELOLA DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN ORANG TUA MURID MELALUI PELATIHAN VOKASIONAL hartati, sri
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 1, No 3 (2018): Comm-Edu Journal September 2018
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.243 KB)

Abstract

Fokus penelitian ini secara umum tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran deskriptif tentang Upaya Pengelola dalam Meningkatkan Kemandirian Orang Tua Melalui Pelatihan Keterampilan Vokasional. Adapun secara terperinci tujuan yang ingin diwujudkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: a). Untuk mengetahui Bagaimaan perencanaan pengelola dalam meningkatkan kemandirian orang tua murid melalui pelatihan vokasional. b) Untuk mengetahui  proses pelaksanaan pengelola dalam meningkatkan kemandirian orang tua murid melalui pelatihan vokasional. c). Untuk mengetahui  hasil pengelola dalam meningkatkan kemandirian orang tua murid melalui pelatihan vokasional. d). Untuk menagatahui tantangan dan hambatan pengelola dalam meningkatkan kemandirian orang tua murid melalui pelatihan vokasional.Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatip dengan menggunakan pengumpulan data diantaranya: observasi, wawancara, dukumentasi dan studi literature, dengan sampel penelitian sebanyak 6 orang, 1 orang guru dan 5 orang, orantua peserta didik.Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah pengembangan kemandirian orang tua melalui keterampilan vokasional secara kolaboratif memberikan kontribusi yang sangat berarti dalam meningkatkan keterampilan untuk orang tua peserta didik yang di kembangkan oleh lembaga. Hasil implementasi pengembangan meningkatkan kemandirian orang tua melalui pelatihan vokasional menunjukkan bahwa pengelola, guru dan orang tua memberikan respon yang positif. Tingkat penerimaan sumber belajar dan warga belajar terhadaap materi yang dikembangkan dalam model cukup tinggi sehingga berdampak positif terhadap orang tua pesrta didik.
POLA ASUH ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN POTENSI ANAK MELALUI HOMESHOOLING DI KANCIL CENDIKIA Badriah, Eli Rohaeli; Fitriana, Wedi
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1 Januari 2018
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.358 KB)

Abstract

Pendidikan merupakan proses belajar yang berlangsung sepanjang hayat dan memiliki tujuan agar manusia dapat berkembang  lebih utuh. Orang tua adalah orang utama yang bertanggung jawab terhadap pendidikan anak, namun orang tua juga memiliki keterbatasan sehingga tidak dapat memenuhi kewajibannya. Sekolah publik merupakan tempat untuk membantu orang tua memenuhi tanggung jawab tersebut. Beberapa penyebab mengindikasikan bahwa sebagian anak justru mengalami kegagalan untuk berkembang sesuai dengan potensi dan keunikannya di sekolah. Untuk itu pendidikan formal butuh keterlibatan pendidikan informal untuk meningkatkan dan menjawab kebutuhan dan menutupi keterbatasan tersebut. Salah satu keberadaan pendidikan informal yang mulai diakui dan dapat dijadikan alternatif adalah homeschooling. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hal apa saja yang akan mempengaruhi melejitkan potensi anak  atau pola asuh seperti apa saja yang mempengaruhi agar anak dapat berkembang sesuai harapan orang tua dan menjadi dirinya. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif   dan metode sosial. Hasil yang ditunjukan melalui penelitian ini yaitu anak menjadi lebih percaya diri dengan keberadaan dirinya dan mampu mengekspresikan dirinya lewat karya yang diminatinya dengan metode  Authoritatif Parenting atau  kemandirian.

Page 1 of 10 | Total Record : 96