cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,974 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAVI BERMUATAN TRI HITA KARANA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV ., I Wayan Weda Gustana P; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran SAVI bermuatan Tri Hita Karana terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD di Gugus III Kecamatan Kintamani. Penelitian ini tergolong quasi experiment dengan rancangan non equivalen post-test only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri di Gugus III Kintamani. Sampel penelitian adalah siswa kelas IV SDN Banua dan SDN Katung yang dipilih dengan teknik random sampling. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan metode tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung = 18,46 dan ttabel (pada taraf signifikansi 5%) = 2,02. Hal ini berarti bahwa thitung > ttabel sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran SAVI bermuatan Tri Hita Karana dan kelompok yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hasil perhitungan rata-rata hasil belajar IPA kelompok eksperimen adalah 17,7 lebih besar daripada rata-rata hasil belajar IPA kelompok kontrol yaitu 12,6. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran SAVI bermuatan Tri Hita Karana berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD di Gugus III Kecamatan Kintamani tahun pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : hasil belajar IPA, SAVI, Tri Hita Karana This research aims to determine the effect of SAVI learning model with Tri Hita Karana on learning outcomes IPA IV grade students in Cluster III Kintamani district. This research is classified as quasi-experimental design with non equivalent post-test only control group design. The population were all IV grade students of State in Cluster III Kintamani. The research sample was grade IV SDN Banua and SDN Katung selected by random sampling technique. IPA student learning outcomes data collected by the method of multiple choice tests. Data collected were analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistics (t-test). Based on the analysis of data, obtained thitung = 18.46 and ttabel (at significance level of 5%) = 2.02. This means that thitung > ttabel so that it can be interpreted that there are significant differences between the IPA learning outcomes following study groups with SAVI learning model with Tri Hita Karana and the following study groups with conventional models. Judging from the calculation of the average learning outcomes IPA experimental group was 17.7 higher than average learning outcomes IPA 12.6 in the control group. Thus, it can be concluded that the application of learning models SAVI with Tri Hita Karana effect on learning outcomes IPA IV grade students in Cluster III Kintamani district in the academic year 2015/2016.keyword : learning outcomes IPA, SAVI, Tri Hita Karana
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN NHT BERBASIS CONCEPT MAPPING TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA SISWA KELAS IV SD ., Ni Luh Gede Manik Vira Yanti; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10752

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA antara kelompok yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbasis concept mapping dengan kelompok yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada kelas IV SD Gugus Teuku Umar Denpasar Barat Tahun Ajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian yang digunakan rancangan kelompok non ekuivalen. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas IV SD Gugus Teuku Umar Denpasar Barat Tahun Ajaran 2016/2016. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan adalah kompetensi pengetahuan IPA yang dianalisis dengan uji-t. Setelah diuji dengan uji-t , didapat thitung=2,444 pada taraf signifikansi 5% ( =0,05) dengan dk=44+45–2 dan ttabel(α=0,05)=2,000. Berdasarkan kriteria pengujian thitung =2,444 > ttabel(α=0,05) =2,000, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA antara kelompok yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbasis concept mapping dengan kelompok yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus Teuku Umar Denpasar Barat tahun ajaran 2016/2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata gain skor kompetensi pengetahuan IPA yang diperoleh kelompok eksperimen, yaitu 0,45 dan rata-rata gain skor kompetensi pengetahuan IPA yang diperoleh kelompok kontrol, yaitu 0,34. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbasis concept mapping terhadap kompetensi pengetahuan IPA pada siswa kelas IV SD Gugus Teuku Umar Denpasar Barat tahun ajaran 2016/2017.Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif tipe NHT, concept mapping, kompetensi pengetahuan IPA This research aimed to determine the significant differences result of science knowledge competence between group who learned through cooperative learning model type NHT with concept mapping basis and the group who learned through conventional learning in the fourth grade students of SD Gugus Teuku Umar West Denpasar in 2016/2017 year of study. This research was quasy exsperiment which used non-equivalent group design. The population of this research was all students of fourth grade in SD Gugus Teuku Umar West Denpasar in 2016/2017 year of study. The samples were taken by a random sampling technique. The data that were collected was the result of science knowledge competence and the data were analyzed by t-test. After being tested by t-test, it is obtain that thitung in amount of 2,444 and in 5% ( =0,05) of significant standard with dk=44+45–2 is obtained that ttabel(α=0,05)=2,000. According to the test criterion of thitung =2,444 > ttabel(α=0,05) =2,000, then Ho rejected and Ha accepted. Therefore, there is significant differences result of science knowledge competence between group who learned through cooperative learning model type NHT with concept mapping basis and the group who learned through conventional learning in the fourth grade students of SD Gugus Teuku Umar West Denpasar in 2016/2017 year of study. The result of this research show that the average gain score of science knowledge competence obtained by experiment group is 0,45 and the average gain score of science knowledge competence obtained by control group is 0,34. The conclusion of this research is there are influence of cooperative learning model type NHT with concept mapping basis to science knowledge competence for students in the fourth grade students of SD Gugus Teuku Umar West Denpasar in 2016/2017 year of study.keyword : cooperative learning model type NHT, concept mapping, science knowledge competence
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CTL (CONTECTUAL TEACHING LEARNING) BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V I. G. A. Tri Agustiana, Ni Kt. Sri Aryani, I Nym Murda,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.915

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui aktivitas belajar IPA saat menerapkan model pembelajaran CTL (Contectual Teaching Learning) berbantuan media gambar pada siswa kelas V semester II SD N 2 Galungan Tahun Pelajaran 2012/2013 dan (2) untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA setelah menerapkan model pembelajaran CTL (Contectual Teaching Learning) berbantuan media gambar pada siswa kelas V semester II SD N 2 Galungan Tahun Pelajaran 2012/2013. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas V SD Negeri 2 Galungan tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 19 orang. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari tiga kali pertemuan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi dan metode tes. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: rata-rata skor aktivitas belajar siswa pada siklus I pertemuan pertama 17,5 meningkat pada pertemuan kedua 18,0. Siklus II pertemuan pertama 18,9 meningkat pada pertemuan kedua 20,2. Rata-rata skor hasil belajar siswa pada siklus I 6,5 meningkat pada siklus II 8,16. Persentase rata-rata kelas pada siklus I 65 % dan pada siklus II 81,6%, terjadi peningkatan sebesar 16,6%. Ketuntasan belajar pada siklus I 63% sedangkan pada siklus II mencapai 100%. Berdasarkan data tersebut model pembelajaran CTL dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa.   Kata kunci: pembelajaran CTL, aktivitas, hasil belajar.  
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray terhadap Hasil Belajar IPA Kelas IV ., Ni Komang Yudi Giantri; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10821

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dengan siswa yang dibelajarkan secara konvensional pada siswa kelas IV SD di Gugus II Kenderan tahun ajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuasi dengan desain penelitian rancangan kelompok non ekuivalen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SD gugus II Kenderan dengan jumlah siswa sebanyak 190 siswa. Sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 54 siswa, 32 siswa kelas IV SD Negeri 2 Kedisan sebagai kelas eksperimen dan 22 siswa kelas IV SD Negeri 1 Kedisan sebagai kelas kontrol. Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik random sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes jenis objektif bentuk pilihan ganda biasa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar IPA siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray tergolong sedang ((X ) Ì…=73,50) dan siswa dengan model pembelajaran konvensional tergolong sedang ((X ) Ì…=68,05). Perhitungan dengan menggunakan uji-t dengan dk=52 yang memperoleh hasil thit = 14,39>ttab = 2,02 pada taraf signifikan 5%. Dari hasil perhitungan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA.Kata Kunci : Two Stay Two Stray,Hasil belajar IPA This study aims to determine the significant difference of science learning outcomes between students who are taught using cooperative learning model type two stay two stray with students conventionally taught in fourth graders of elementary school in Gender II Kenderan year 2016/2017. This research is an experimental research of brush design with non-equivalent group design research. The population of this study is all students of class IV in elementary school II Kenderan with number of students as many as 190 students. The sample in this research are 54 students, 32 students of grade IV of SD Negeri 2 Kedisan as experiment class and 22 students of class IV SD Negeri 1 Kedisan as control class. Determination of the sample in this study was done by random sampling technique. Methods of data collection in this study using the method of type of objective test of the usual double choice form. The data obtained were analyzed using descriptive and inferential statistical analysis. The results of this study indicate that the learning result of student learning with two stay two stray cooperative learning model is middle ((X ) Ì…)= 73,50) and students with conventional learning model is middle ((X ) Ì…)= 68,05), and the calculation using the t-test with dk = 52 which obtained the result thit = 14.39> ttab = 2.02 at 5% significant level. and There is a significant difference in the learning outcomes of the IPA between the groups of students studying with the two stay two stray cooperative learning model and the group of students learning with the conventional learning model. The difference can be seen from So it can be concluded that cooperative learning model type two stay two stray have a positive effect on science learning outcomes. keyword : Two Stay Two Stray, science learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GROUP TO GROUP EXCHANGE BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD GUGUS II TAMPAKSIRING ., Putu Eka Yulistiana Dewi; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4420

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan melalalui model pembelajaran kooperatif tipe Group To Group Exchange (GGE) berbantuan media gambar dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas IV SD Gugus II Tampaksiring, Gianyar Tahun Ajaran 2013/2014. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen. Disain yang digunakan yaitu Non Equivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah SD Gugus II Tampaksiring. Adapun sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu SDN 1 Tampaksiring sebagai kelas eksperiment dan SDN 6 Tampaksiring sebagai kelas kontrol yang di ambil dengan teknik Random Sampling. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes. Teknik analisis yang digunakan adalah dengan uji-t. Hasil dari analisis data yang dilakukan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarakan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Group To Group Exchange (GGE) berbantuan media gambar dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD. Dari hasil uji hipotesis diperoleh thitung sebesar 5,086, sedangkan nilai ttabel adalah 2,00. Dari perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa thitung > ttabel (5,086>2,00). Berdasarkan perbedaan tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarakan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Group To Group Exchange (GGE) berbantuan media gambar dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas IV SD Gugus II Tampaksiring, Gianyar Tahun Ajaran 2013/2014.Kata Kunci : GGE,gambar, Hasil belajar, dan IPS This study aims to determine significant differences between studens’s lerarning outcomes IPS that learned through learning model cooverative types of media assisted Group To Group (GGE) images with the student that learnid through STAD cooverative learning model in grade IV SD Gugus II Tampaksiring, Gianyar 2013/2014. This research includes experimental studies. Design used is Non Equivalent Control Group Design. Population in this study is SD Gugus II Tampaksiring. The sample used in this study is SDN 1 Tampaksiring as the experimental class and the clas control is SDN 6 Tampaksiring as the control class taken with random sampling technique. Methods used to collect the data is a test. Analytical technique used is the t-test. Result of data analysis showed that there were significant differences in learning outcomes between students that learned IPS through coopertive learning model Group To Group (GGE) aided drawing media with students that learned through cooperative learning STAD. Of hypothesis test results obtained tcount of 5,086, while the table is the value of t 2,00. Of these calculations can be seen that tcount > ttable (5,086>2,00). Based on these differences can be concluded that there is a significant effect of learning outcomes between student that learned IPS that learned through learning model cooverative types of media assisted Group To Group (GGE) images with the student that learnid through STAD cooverative learning model in grade IV SD Gugus II Tampaksiring, Gianyar 2013/2014.keyword : GGE,image, learning achievement and IPS.
PENDEKATAN SAINTIFIK BERBANTUAN MEDIA GAMBAR BERSERI BERPENGARUH TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS SISWA KELAS I SD ., Ni Kadek Winda Apriliani; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan saintifik berbantuan media gambar berseri terhadap keterampilan menulis siswa kelas I SD Gugus Letkol Wisnu Kecamatan Denpasar Utara tahun ajaran 2015/2016. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalen control group desain. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas I SD Negeri di Letkol Wisnu yang terdiri dari 308 orang siswa. Sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 58 orang siswa, 29 orang siswa kelas Ia SD Negeri 5 Peguyangan sebagai kelompok kelas eksperimen dan sebanyak 31 orang siswa, kelas I SD Negeri 10 peguyangan sebagai kelompok kelas kontrol. Pengumpulan data hasil belajar menulis permulaan dilakukan dengan metode tes uraian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis uji-t. Berdasarkan hasil analisis diperoleh thitung = 5,992 > ttabel = 2,00, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan menulis antara siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik berbantuan media gambar berseri dengan siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik tanpa berbantuan media gambar berseri. Nilai rata-rata hasil belajar menulis permulaan pada kelompok eksperimen yaitu = 82,069 dan rata-rata hasil belajar menulis permulaan kelompok kontrol yaitu = 69,352. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan saintifik berbantuan media gambar berseri berpengaruh terhadap keterampilan menulis siswa kelas I Gugus Letkol Wisnu Kecamatan Denpasar Utara tahun ajaran 2015/2016.Kata Kunci : pendekatan saintifik, media gambar berseri, keterampilan menulis. This study aims to know the effect of the scientific approach to media-aided images beamed to grade student writing skills the entry 1th grade student of Gugus Letkol Wisnu Kecamatan Denpasar Utara the academic year 2015/2016. This study is a quasi-experimental research design with non-equivalent control group design. The study population is the 1th grade student of Gugus Letkol Wisnu Kecamatan Denpasar Utara, which consists of 308 students. Samples are as many as 58 students, 29 students of class 1A SD Negeri 5 Peguyangan as a class experiment and as many as 31 students of class I SD Negeri 10 Peguyangan as a group control class. The collection of data result of learning to write starters performed with test method description. Data were analyzed using t-test analysis. Based on the analysis results obtained t = 5.992> table = 2.00, so Ho rejected and Ha accepted which means there are significant differences between students writing skills that learned through scientific approach aided by media images beamed with students that learned through scientific approach without media-assisted image glow. The average value of the results of learning to write the beginning of the experimental group of = 82.069 and the average result of learning to write the beginning of the control group = 69.352. Thus, it can be concluded that the application of the scientific approach aided media beamed images affect the writing skills of students of class I of Gugus Letkol Wisnu Kecamatan Denpasar Utara the academic year 2015/2016.keyword : scientific approach, media beamed images, writing skills
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SEMESTER I SDN 9 PADANGSAMBIAN ., Kadek Saridewi; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2445

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran generatif berbasis keterampilan proses sains dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD N 9 Padang Sambian. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan eksperimen Nonrandomized Control Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V di SD N 9 Padang Sambian. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VA dan siswa kelas VD dengan jumlah 90 siswa. Sampel dipilih dengan tehnik random sampling. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan melalui tes obyektif berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran generatif berbasis keterampilan proses sains dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD N 9 Padang Sambian (nilai thit = 3,79 dan ttabel = 2,000) jadi thitung > ttabel. ). Nilai rata-rata hasil belajar IPA yang dicapai oleh kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran generatif berbasis keterampilan proses sains (69,79) lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata hasil belajar IPA yang dicapai kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional (60,84). Dengan demikian model pembelajaran generatif berbasis keterampilan proses sains berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V semester 1 SD N 9 Padang Sambian. Kata Kunci : Model Pembelajaran Generatif Berbasis Keterampilan Proses Sains dan Hasil belajar IPA. The purpose of this study was to determine the significant differences between the science learning outcomes of students who learned with the model-based generative learning science process skills with students who learned with conventional learning in the fifth grade students of SD N 9 Padang Sambian.This study is an experimental research with experimental design nonrandomized control group pretest-posttest design. The population is all fifth grade students in SD N 9 Padang Sambian. Samples were students of class VA and VD by the number of students was 90 students. The sample was selected by random sampling technique. The data of learning outcomes science student collected through multiple choice objective test. The data collected were analyzed using t-test statistical analysis. The results showed that there were significant differences in science learning outcomes between students who learned with the model-based generative learning science process skills with students who learned with conventional learning in the fifth grade students of SD N 9 Padang Sambian (tcount value = 3.79 and t table = 2.000) so tcount > ttable. The average value of science learning outcomes are achieved by a group of students who learned with the model-based generative learning science process skills (69.79) is higher than the average value of science learning outcomes are achieved group of students who learned with conventional learning (60, 84). Thus the generative learning model based science process skills affect learning outcomes IPA semester one of fifth grade students of SD N 9 Padang Sambian. keyword : Generative Learning Model Based Science Process Skills and Science learning outcomes.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE-A MATCH BERBASIS MEDIA LINGKUNGAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR I Wyn. Wiarta, Ni Md. Suandayani A.P, Ni Wyn. Suniasih,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1330

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe make-a match berbasis media lingkungan dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu yaitu nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV Sekolah Dasar Gugus II Kecamatan Kuta Utara, yang terdiri dari 8 sekolah dan 14 kelas dengan jumlah populasi 534 siswa. Sebanyak 72 siswa dipilih sebagai sampel penelitian yang ditentukan dengan teknik random sampling. Data hasil belajar IPA siswa, dikumpulkan melalui tes hasil belajar IPA. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode analisis statistik uji-t. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh  rata-rata kelompok eksperimen 1 = 24,7 > 2 = 19,3 kelompok kontrol. Lebih lanjut, melalui uji hipotesis diperoleh thitung = 4,354 sedangkan dengan taraf signifikansi 5% dengan dk = 70 diperoleh ttabel =2,000 sehingga thitung = 4,354 > ttabel (α=0,05,70) = 2,000, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe make-a match berbasis media lingkungan dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional siswa kelas IV Sekolah Dasar Gugus II Kecamatan Kuta Utara Tahun Pelajaran 2012/2013. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe make-a match berbasis media lingkungan berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV Sekolah Dasar Gugus II Kecamatan Kuta Utara Tahun pelajaran 2012/2013.   Kata kunci: make-a match, media lingkungan, hasil belajar IPA.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TSTS BERBASIS MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V ., Luh Komang Laksmi Prasatya; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11004

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) berbasis masalah dan siswa yang tidak dibelajarkan dengan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) pada siswa kelas V di Gugus IV Kecamatan Banjar tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu yang menggunakan desain non- equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V di Gugus IV Kecamatan Banjar dan sampel penelitian adalah SDN 1 Banjar dan SDN 9 Banjar. Metode pengumpulan data menggunakan metode tes dengan instrument tes hasil belajar IPA. Analisis data menggunakan uji-t tidak berkorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) berbasis masalah dan siswa yang tidak dibelajarkan dengan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS). Kata Kunci : Two Stay Two Stray (TSTS), Hasil Belajar, Berbasis Masalah This study aimed at investigating the difference between students science learning outcome of a group of students who were taught by using problem based learning model Two Stay Two Stray (TSTS) and the students who were taught without problem based lerning model Two Stay Two Stray (TSTS) in fifth grade students of Gugus IV at Banjar distric academic year 2016/2017. This study used Quasi – experimental study with Non-Equivalent Post-test Only Control Group Design. The population of this study were all fifth grade students of Gugus IV at Banjar distric academic year 2016/2017 and the sample of this study were SDN 1 Banjar and SDN 9 Banjar. The data of this study was collected by using test with intrument test of science learning outcome. The data analysis that was used in this study was uncorrelation t-test. The result of the study showed that there was a significant difference between students who were taught by using problem based lerning model Two Stay Two Stray (TSTS) and students who were taught without problem based lerning model Two Stay Two Stray (TSTS).keyword : Two Stay Two Stray (TSTS), Learning Outcome, Problem Based
ANALISIS KESULITAN-KESULITAN BELAJAR BAHASA INDONESIA KELAS V DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SD PILOTING SE-KABUPATEN GIANYAR ., I Gusti Ayu Winiari; ., Dr. I Gede Meter,M.Pd; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar bahasa Indonesia pada siswa kelas V dalam implementasi kurikulum 2013 di SD Piloting se-Kabupaten Gianyar dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar bahasa Indonesia pada siswa kelas V dalam implementasi kurikulum 2013 di SD Piloting se-Kabupaten Gianyar. Penelitian ini dilaksanakan di SD Piloting se-Kabupaten Gianyar yang terdiri dari 7 sekolah dengan jumlah siswa sebanyak 513 siswa. Instrumen pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah instrumen non tes berupa angket, wawancara dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data ini digunakan untuk memperoleh data mengenai kesulitan yang dialami siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia serta faktor penyebabnya. Pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan angket tentang materi yang diperoleh pada tema Sejarah kerajaan Islam di Indonesia dan faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar bahasa Indonesia. Wawancara diberikan kepada guru kelas V di SD Piloting se-kabupaten Gianyar untuk mengetahui kesulitan belajar yang dialami siswa beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Data yang sudah diperoleh dianalisis menggunakan Metode analis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunujukan kesulitan yang dialami siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada keterampilan membaca yaitu dalam mencari arti kata sulit dalam bacaan yang berjumlah 274 siswa dengan persentase 55.80% dan kesulitan pada keterampilan menulis yaitu dalam menuliskan kembali cerita mengenai kerajaan Islam di Indonesia yang berjumlah 257 siswa dengan persentase 52.34%. Adapun faktor yang paling mempengaruhi kesulitan belajar bahasa Indonesia yaitu faktor intelegensi siswa dengan persentase pengaruh sebesar 74.11% Kata Kunci : Kata Kunci : Kesulitan Belajar Bahasa Indonesia, Kurikulum 2013 dan Faktor Penyebab Kesulitan Belajar The purpose of this research to know and find out factors which influence difficulty of learning Indonesian to fifth grade on implementation of 2013 curriculum on SD Piloting in Gianyar Regency. This research was done on SD Piloting in Gianyar Regency where it consist of 7 schools and 513 students. Instrument for collecting data on this research was non tes instrument like questionnaire, interview and documentation. This instrument was used to get data about difficulty and which faced by students in learning Indonesian. Collecting data was done by giving questionnaire about material that was got on History of Moslem Kingdom in Indonesia. Interview was done on all teachers of fifth grade on SD Piloting in Gianyar Regency to find out difficulty and factors which influence it. The data which collected was analyzed by descriptive analyze method qualitative. The result of research shows difficulty which faced in learning Indonesia on reading skill is when finding meaning of word on the text is 274 students or 55.80 % and difficulty when rewrite the story is 257 students or 52.34 %. The most influence factor in learning Indonesia is intelegency of student factors is 74.11%keyword : Indonesian Learning Difficulties, Curriculum 2013 and Causes of Learning Disabilities

Page 1 of 198 | Total Record : 1974