cover
Contact Name
M. Sulhan
Contact Email
sulhan@yudharta.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sulhan@yudharta.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
SKeTsa Bisnis (e-jurnal)
ISSN : 23563672     EISSN : 24600989     DOI : -
Core Subject : Economy, Science,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 2 No 1 (2015): Jurnal Sketsa Bisnis" : 6 Documents clear
UPAYA MEMINIMASI WASTE (PEMBOROSAN) DENGAN MENGGUNAKAN VALUE STREAM ANALISIS TOOLSS (VALSAT) DI PT. XXX misbah, Achmad
SKeTsa Bisnis (e-jurnal) Vol 2 No 1 (2015): Jurnal Sketsa Bisnis
Publisher : Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.365 KB)

Abstract

Kualitas suatu perusahaan tidak hanya dilihat dari kualitas produk yang dihasilkannya, tetapi juga kualitas lain yang mendukung diantaranya adanya permintaan produk, perencanaan produksi, proses produksi, pengiriman produk. Selain itu perusahaan perlu mengadakan evaluasi proses produksi yang terjadi didalam perusahaan secara berkesinambungan agar senantiasa memperbaiki dan meningkatkan kualitas kinerja perusahaan. PT. XXX adalah perusahaan manufaktur dibidang air minum dalam kemasan (AMDK) dan berdiri sejak tahun 1987 di Pandaan.saat ini PT. XXX memproduksi sekitar 68% - 80% dari target produksi yang diinginkan, sedangkan target produksi yang harus dicapai yaitu 95% perbulan. Untuk mengevaluasi masalah ini, perlu dilakukan penelitian tentang upaya pencegahan masalah tersebut. Tujuan peneitian ini adalah untuk Mengetahui Aktifitas-aktifitas apa saja yang terjadi pada proses produksi Air minum Gallon dan bagaimana upaya yang dilakukan untuk meminimalkan Limbah (Waste) dengan menggunakan value stream analysis tools (VALSAT). berdasarkan identifikasi dan analisis dengan menggunakan menggunakan value stream analysis tools (VALSAT) diperoleh value adding actifity (VA) yaitu aktifitas operasi sebesar 2.425 detik atau sebanyak 12 akitfitas atau sebesar 57.35%, necessary but not value added actifity (NNVA) yaitu aktifitas transportasi dan inspeksi sebesar 1.020 detik atau sebanyak 7 aktifitas atau sebesar 2.41% dan non value adding actifity (NVA) yaitu aktifitas storage dan delay sebanyak 783 detik atau sebanyak 2 aktifitas atau sebesar 1.85% dari keseluruhan waktu. Berdasarkan supply chain respon matrix didapat lead time yang digunakan untuk memenuhi permintaan custonmer adalah selama 84,22 hari. Setelah dilakukan perbaikan dengan menggunakan value stream mapping (VALSAT) berdasarkan hasil rekomendasi yang telah dilakukan diperoleh waktu untuk operation selama 2.242 detik, transportation selama 200 detik, inspection selama 210 detik, storage selama 120 detik, serta delay 342 detik. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa terjadi penurunan waktu produksi dari 4.228 detik menjadi 3.114 detik. Terjadi penurunan
GAYA HIDUP HEDONIS DAN IMPULSE BUYING PADA KALANGAN REMAJA PUTRI Kelly, Estalita
SKeTsa Bisnis (e-jurnal) Vol 2 No 1 (2015): Jurnal Sketsa Bisnis
Publisher : Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.123 KB)

Abstract

Era globalisasi yang membawa ritel modern menjadi berkembang pesat dan pada akhirnya menjadikansemakin ketatnya persaingan di Industri ritel modern di Indonesia.Munculnya pemain baru dalam industri ini semakin memperketat persaingan.Ada yang menarik dari perilaku konsumen di ritel modern salah satunya yakni Impulse Buying.Selain itu, berbagai macam produk diciptakan demi untuk memenuhi kebutuhan konsumen, namun dewasa ini, tidak hanya produk yang sifatnya sebagai pemenuhan kebutuhan melainkan pada pemuas kebutuhan.Target pemasaran dari produk tersebut tidak lepas dari perilaku konsumen.Kegiatan berbelanja seseorang di motivasi oleh motif yg bersifat rasional yang berkaitan dg manfaat yg diberikan produk tersebut. Namun ada nilai lain yang turut mempengaruhi yakni nilai yang bersifat emosional (hedonis).Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan hubungan gaya hidup hedonis dengan impulse buying pada kalangan remaja putri. Subyek penelitian berjumlah 100 siswi yang diambil dengan teknik (Random sampling).Hasil penelitian menunjukkan rxy sebesar 0,983 lebih besar dari r tabel 1% sebesar 0,256. Hal ini menunjukkan bahwa bila gaya hidup hedonis tinggi maka kecenderungan impulse buying juga akan tinggi, dan sebaliknya. Hal tersebut juga di dukung dengan hasil Freg sebesar 89,65 dengan db 1 lawan 98 diperoleh F tabel 1% sebesar 6,63, artinya gaya hidup hedonis (X) dapat memprediksikan impulse buying (Y) dengan kemampuan meramalkan (koefisien determinan) sebesar 96,63%.
ANALISA WAKTU BAKU PRODUKSI DOMPET DENGAN PENDEKATAN PETA TANGAN KIRI DAN TANGAN KANAN PADA CV. XYZ DI PASURUAN Bashori, Hasan; Umami, Roisyatul
SKeTsa Bisnis (e-jurnal) Vol 2 No 1 (2015): Jurnal Sketsa Bisnis
Publisher : Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.152 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada CV. XYZ yang memproduksi dompet. Permasalahan yang terjadi adalah turunnya produktifitas perusahan yang disebabkan oleh pembuangan waktu yang sia-sia dalam melakukan pekerjaan. Oleh sebab itu dilakukan sebuah evaluasi metode kerja dengan pendekatan peta tangan kiri dan tangan kanan yang diharapkan dapat mengurangi pemborosan waktu dan menentukan waktu baku dalam melakukan aktifitas kerja proses produksi di perusahaan. Dari hasil analisa yang dilakukan, diketahui bahwa proses kerja diperusahaan saat ini untuk membuat 1 unit dompet membutuhkan waktu sebesar 69.35 menit. Sedangkan dengan proses kerja usulan dengan pendekatan peta tangan kiri dan tangan kanan untuk menghasilkan 1 unit dompet membutuhkan waktu sebesar 59.17 menit. Hasil perhitungan selisih waktu antara proses kerja diperusahaan saat ini dengan proses kerja usulan dengan pendekatan peta tangan kiri dan tangan kanan diperoleh penghematan waktu sebesar 10.18 menit, dengan prosentase penghematan waktu baku pada proses marking dan pemotongan sebesar 11.25%, proses pengeleman sebesar 20.69% dan proses jahit sebesar 7.39%, serta prosentase kenaikan output standart sebesar 21.43%.
ANALISA KRITERIA TERHADAP PEMILIHAN SUPPLIER BAHAN BAKU DENGAN PENDEKATAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) (STUDI KASUS : PT XX PANDAAN PASURUAN) Khusairi, Achmad; Munir, Misbach
SKeTsa Bisnis (e-jurnal) Vol 2 No 1 (2015): Jurnal Sketsa Bisnis
Publisher : Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.817 KB)

Abstract

Alternatif strategi yang bisa digunakan untuk mencapai keunggulan bersaing adalah dengan memperbaiki manajemen rantai pasokan. Salah satu tahapan dalam manajemen rantai pasokan adalah memilih pemasok. Pemasok adalah komponen yang  penting untuk dipertimbangkan dalam manajemen rantai pasokan. Pemillihan pemasok yang akan digunakan perusahaan merupakan hal yang penting untuk mencapai keunggulan bersaing, karena berkaitan dengan kemampuan memasok dan menyediakan pengiriman yang singkat, dan kontinuitas produksi. Pemilihan pemasok yang tepat sangat diperlukan karena menyangkut keberlanjutan usaha yang dijalankan. Dalam merancang sistem rantai pasokan, beberapa hal yang dipertimbangkan dalam memilih pemasok, diantaranya kualitas barang yang ditawarkan, harga barang, dan ketepatan waktu pengiriman. Dari hal tersebut diatas maka rumusan masalahnya adalah  bagaimana mengidentifikasi Kriteria-kriteria dalam menentukan suppliyer yang baik buat pemilihan pemasok bahan baku di PT. XX , sehingga tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui kriteria dalam menentukan suppliyer yang baik sebagai pemasok bahan baku di perusahaan PT.XX.Dalam prosesnya strategi manajemen rantai pasok memiliki tiga tujuan, yaitu :1).Menurunkan biaya, strategi manajemen rantai pasok yang diterapkan harus mampu menurunkan biaya logistik yang terjadi.2).Menurunkan modal, strategi ditujukan untuk meminimalisasi tingkat investasi dalam strategi logistik.3).Meningkatkan pelayanan, startegi manajemen rantai pasok harus secara proaktif dijalankan salah satunya yaitu perbaikan pelayanan. Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam pemilihan pemasok, yaitu :Kualitas, Biaya, Ketepatan Pengiriman dan Fleksibilitas. Pengolahan dan analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analytic hierarchy process (AHP). Analisis deskriptif merupakan gambaran perkembangan karakteristik ekonomi sosial suatu daerah atau perusahaan. Analisis deskriptif  digunakan untuk memperoleh gambaran kondisi rantai pasokan di perusahaan, dan kriteria-kriteria yang digunakan untuk memilih pemasok Sedangkan AHP  digunakan untuk menemukan kriteria pemasok yang terbaik yaitu kriteria pemasok yang memiliki rata-rata skor paling tinggi dengan mempertimbangkan tingkat kepentingan kriteria-kriteria yang dianggap mempengaruhi keputusan. Dalam AHP, proses untuk mendapatkan skor tersebut diawali dengan perbandingan berpasangan (pairwise comparison) antar kriteria yang nantinya akan digunakan untuk mendapatkan tingkat kepentingan relatif tiap kriteria.Selanjutnya dilakukan perbandingan berpasangan antar alternatif keputusan pada masing masing faktor untuk mendapatkan kepentingan relative antar alternatif pada setiap kriteria (criteria evaluation). Data yang diperoleh dengan menggunakan AHP diolah dengan menggunakan rancangan penilaian dengan menggunakan model Quality, Quantity, Cost, dan Delivery (QQCD).Dari hasil perhitungan dengan keputusan penilaian kerja supplier dapat dihasilkan ada keputusan yang mana supplier A dengan dengan total nilai 10 dengan keputusan menjadi supplier unggulan, supplier B degan total nilai 8,3 dengan keputusan tetap menjadu supplier, supplier C dengan total nilai 7,25 dengan keputusan tetap menjadi supplier, supplier D dengan total nilai dengan nilai 6 dengan keputusan surat protes (complain), dan supplier E dengan total nilai 5 dengan keputusan di eliminasi dari daftar supplier terpilih.
PENGUKURAN EFETIFITAS PENJADWALAN PRODUKSI PADA PERUSAHAAN JOB ORDER Rosyidi, Khafizh
SKeTsa Bisnis (e-jurnal) Vol 2 No 1 (2015): Jurnal Sketsa Bisnis
Publisher : Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.198 KB)

Abstract

Production Planing and Control (PPC) merupakan faktor utama dalam setiap perusahaan untuk menunjang kelancaran proses produksi, baik perusahaan mass production maupun perusahaan job order. Perencanaan produksi memiliki peranan yang sangat penting dalam mengantisipasi supaya tidak terjadi keterlambatan dalam pemenuhan target produksi. Oleha karena itu harus dibuat perencanaan produksi (production planning) secara baik. Di lingkungan CV. YAD tingkat produksi harian didasarkan pada permintaan total harian untuk setiap model produk yang akan diproduksi selama satu minggu dibagi dengan banyaknya hari kerja dalam minggu tersebut. Rasio untuk setiap produk menentukan banyaknya unit yang harus diproduksi setiap hari dalam satu minggu agar dapat memenuhi sasaran dalam master schedule planning (MPS). Sebagaimana hasil penelitian bahwa permintaan total mingguan untuk produk A, B dan C di CV. YAD berturut-turut adalah: 500 unit, 2000 unit, dan 5000 unit. Dalam satu minggu diasumsikan terdapat 6 hari kerja, sehingga tingkat produksi harian untuk produk A = 500/6 = 83,33 unit (dibulatkan menjadi 84 unit), B = 2000/6 = 333,33 unit (dibulatkan menjadi 334 unit), dan C = 5000/6 = 833,33 unit (dibulatkan menjadi 834 unit). Berdasarkan pengukuran efektifitas dari metode sequencing, dapat diambil keputusan berkaitan dengan sekuens operasi mana yang terbaik untuk dipilih. Apabila perusahaan lebih memprioritaskan untuk meminimumkan keterlambatan penyerahan produk ke pelanggan, sebaiknya memilih pendekatan FCFS dengan sekuens operasi atau tugas: B-A-C-D, karena memiliki nilai rata-rata keterlambatan terkecil yaitu: 1,75 hari. Tetapi apabila perusahaan ingin memaksimumkan utilisasi sumber daya, disarankan untuk memilih dengan sekuens operasi atau tugas: A-B-C-D, karena memiliki nilai utilisasi tertinggi yaitu 46,3 %. Bagaimanapun juga aturan-aturan yang berkaitan dengan penetapan prioritas kerja dalam operasi manufacturing harus ditetapkan secara rasional, jelas dan konsisten dengan tujuan strategik dari pengambil keputusan perusahaan itu sendiri.
PENGARUH EMOTIONAL BRANDING DAN CUSTOMER SATISFACTION TERHADAP BRAND LOYALTY Survei pada pembeli Sophie Paris di Outlet Pandaan Pasuruan Afida, Siti Nur; Wusko, Any Urwatul
SKeTsa Bisnis (e-jurnal) Vol 2 No 1 (2015): Jurnal Sketsa Bisnis
Publisher : Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.857 KB)

Abstract

Tujuan Penelitian ini ada 3 yaitu: 1) menganalisis dan menjelaskan pengaruh variabel  emotional branding terhadap brand loyalty 2) menganalisis dan menjelaskan pengaruh variabel  customer satisfaction terhadap brand loyalty 3) menganalisis dan menjelaskan pengaruh variabel emotional branding dan customer satisfaction  secara simultan terhadap brand loyalty. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kausal. Metode pengambilan  sampel  dengan  teknik  survai.  Populasi  dan  sampel  dalam  penelitian  ini  adalah  pembeli  di Outlet Sophie Paris di Pandaan dengan  jumlah  sampel  100  dan  teknik  pengambilan  sampelnya  adalah purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah Regresi Linier Berganda.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa 1) Emotional branding berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand loyalty, 2) Customer satisfaction berpengaruh positif dan tidak  signifikan terhadap brand loyalty,, 3) Secara simultan emotional branding, customer satisfaction berpengaruh positif dan signifikan terhadap  brand loyalty

Page 1 of 1 | Total Record : 6