cover
Contact Name
M. Sulhan
Contact Email
sulhan@yudharta.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sulhan@yudharta.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
SKeTsa Bisnis (e-jurnal)
ISSN : 23563672     EISSN : 24600989     DOI : -
Core Subject : Economy, Science,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 3 No 2 (2016)" : 6 Documents clear
ANALISIS PERAN KOPERASI SUSU TERHADAP PEMBANGUNAN EKONOMI HIJAU DI KABUPATEN PASURUAN Sutikno, Bambang; Hakim, Abdul
SKeTsa Bisnis (e-jurnal) Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.004 KB)

Abstract

Peran koperasi sebagai kelembagaan untuk peternak sapi perah sangat besar dalam menyangga kebutuhan peternak sapi perah di kawasan sapi perah nasional. Koperasi bukan lembaga yang hanya berorientasi pada keuntungan, namun juga mementingkan kesejahteraan anggota. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara peran koperasi susu terhadap pembanguna ekonomi hijau di Kabupaten Pasuruan. Jenis penelitian ini adalah explanatory research yaitu menguji hipotesis penelitian. Populasi penelitian adalah peternak sapi perah di Kabupaten Pasuruan. Sampel penelitian ini peternak sapi perah di tiga kecamatan di Kabupaten Pasuruan. Penarikan sampel dengan menggunakan stratifikasi random sampling. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan melakukan uji t. Hasil penelitian menunjukkan variable peran koperasi susu memberikan pengaruh yang signifikan sebesar 2,727 terhadap variabel pembangunan ekonomi hijau di Kabupaten Pasuruan.
LAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 3 TAHUN 2009 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) BIDANG PENDIDIKAN DALAM RANGKA GOOD GOVERNANCE SELVIANTI, ISYE
SKeTsa Bisnis (e-jurnal) Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.033 KB)

Abstract

Dana alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan tahun 2009, disamping untuk memperbaiki layanan publik di bidang pendidikan khususnya prasarana belajar di Sekolah Dasar, juga untuk mewujudkan pengelolaan pendidikan yang transparan, akuntabel dan memotivasi partisipasi masyarakat agar dapat berperan aktif dalam pengelolaan dan pengawasan kegiatan pendidkan serta menjadi katalisator roda perekonomian masyarakat melalui aktivitas perbaikan infrastruktur pendidikan. Dalam pelaksanaannya DAK bidang pendidikan tahun 2009 mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 3 Tahun 2009 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus(DAK) Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2009.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan mengidentifikasi serta menganalisis Pelaksanaan Peraturan Menteri tersebut khususnya disektor rehabilitasi infrastruktur dari perspektif akuntabiitas dalam rangka Good Governanance,serta.untuk mengungkapkan faktor-faktor pendukung maupun penghambat dalam realisasinya secara empirik dan dalam pelaksanaan akuntabilitasnya.Jenis penelitian yang digunakan di dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Dengan fokus penelitian meliputi; Kesesuaian antara Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan tahun anggaran 2009 dengan realisasinya di Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat dan akuntabilitas penggunaan DAK tersebut serta faktor-faktor pendukung maupun penghambat dalam realisasinya secara empirik dan dalam pelaksanaan akuntabilitasnya.Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukan bahwa; indikator minimum untuk mengukur akuntabilitas telah terpenuhi, yaitu : (a) Adanya kesesuaian antara pelaksanaan dengan standar prosedur pelaksanaan; (b) Adanya mekanisme pertanggungjawaban kegiatan. (c) Adanya output dan outcome yang terukur (indicator kinerja),Yang menjadi Implementation Gap baik dalam merealisasikan peraturan menteri tersebut maupun dalam pelaksanaan akuntabilitasnya adalah;(a) Ketidakmampuan sumber daya manusia di bidang teknis dan administratif (b) Kekurangan dalam bantuan teknis. (c) Kurangnya desentralisasi (d) Pengaturan waktu (timing). Sementara itu faktor-faktor yang menjadi pendukungnya adalah; (a) Sikap implementator yang setuju dengan arah kebijakan. (b) Adanya dukungan dari pimpinan (c) Tersedianya dana yang cukup untuk melaksanakan program tersebut.
ANALISIS KEBIJAKAN PERDA NO. 02 TAHUN 2013 TENTANG PENATAAN DAN PEMBERDAYAAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA PASURUAN DALAM PERSPEKTIF EKONOMI POLITIK Hambali, Hambali; Khumaidi, Khumaidi; Aminullah, Aminullah
SKeTsa Bisnis (e-jurnal) Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.312 KB)

Abstract

Pandangan yang muncul terhadap keberadaan Pedagang Kaki Lima menyebabkan Pemerintah daerah wajib mengambil kebijakan yang bersifat ganda (double standart), satu sisi harus mengandung nilai positif bagi keberlangsungan usaha Pedagang Kaki Lima, disisi yang lain Pemerintah juga harus menjaga kondisi keasrian keindahan dan kenyamanan suasana kota. Munculnya Pedagang Kaki Lima sebagai salah satu atribut informal disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya ketidakmampuan sektor formal untuk menampung keberadaan mereka, hal tersebut disebabkan kegagalan pembangunan perekonomian kota.Meningkatnya pertumbuhan sektor informal disebabkan karena tidak membutuhkan pendidikan tinggi, modal besar atau pengalaman kerja. Dari segi pendidikan misalnya, pada umumnya karena memiliki tingkat pendidikan menengah ke bawah. Meskipun demikian bukan berarti tidak ada pekerja sektor informal yang memiliki tingkat pendidikan baik.
IbM TEKNOLOGI PEMBUATAN PULI LELE SEHAT UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN RUMAH TANGGA IBU PKK DI DESA WONOREJO PASURUAN Ernawati, Ernawati; Fuad, Idah Lumhatul
SKeTsa Bisnis (e-jurnal) Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.781 KB)

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu dharma atau tugas pokok perguruan tinggi di Indonesia, di samping dharma pendidikan dan dharma penelitian. Dengan dilaksanakannya dharma pengabdian kepada masyarakat, diharapkan selalu ada keterkaitan, bahkan kebersamaan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Salah satunya kegiatan pengabdian yang dilakukan di Desa Madurejo Kecamatan Wonorejo Kabupaten Pasuruan. Madurejo merupakan salah satu dusun yang terdapat di Desa Wonorejo dimana sebagain besar masyarakatnya bertani sehingga pada periode tertentu tidak memiliki kegiatan atau pengangguran. Mengingat distribusi pekerjaan di bidang pertanian yang tidak merata sepanjang musim. Disela-sela waktu senggang, ada beberapa kaum ibu yang membuat kerupuk puli dari sisa nasi konsumsi keluarga. Kerupuk puli tersebut biasa disebut juga dengan kerupuk gendar. Kerupuk yang dihasilkan mempunyai rasa yang cukup enak. Sayangnya, kerupuk puli itu jika ditinjau dari segi kesehatan kurang baik karena dalam pengolahannya menggunakan bleng atau disebut juga boraks. Ketrampilan ibu-ibu di daerah tersebut dalam membuat kerupuk puli perlu diarahkan dengan penerapan teknologi pengolahan di bidang pangan dan perikanan yaitu membuat kerupuk puli yang bebas boraks dan disubstitusi dengan ikan lele. Sebagai pengganti boraks ditambahkan tepung tapioka, sehingga kerupuk tersebut sehat, murah dan aman untuk dikonsumsi. Adapun pelaksanaan program ini diharapkan Mampu melakukan Sebagai berikut : 1) Kemitraaan dalam meningkatkan produktifitasnya, 2) melakukan hasil Pelatihan oleh mitra dan masyarakat , 3) mampu memanfaatkan alat teknologi tepat guna, 4) meningkatkan pemahaman mitra mengenai manajemen sumberdaya manusia, manajemen keuangan dan pemasaran dan 5) mampu menerapkan secara bertahap dalam mengelola keuangan rumah tangga.
PENERAPAN METODE OVERALL EQUIPMENTS EFFECTIVENESS (OEE) DALAM MENINGKATKAN EFEKTIFITAS MESIN/ALAT PABRIK SUSU Misbah, Achmad; Amin, Muhamad Khoirul
SKeTsa Bisnis (e-jurnal) Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.851 KB)

Abstract

PT. KLX adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan susu, khususnya untuk susu formula dan susu pertumbuhan. Kendala saat ini yang sedang dihadapi PT. KLX adalah tingginya downtime yang terjadi saat proses produksi sedang berjalan sehingga waktu produksi menjadi terganggu. Metode perawatan yang digunakan saat ini yaitu breakdown maintenance artinya perawatan dilakukan setelah mesin mengalami kerusakan dengan melakukan penggantian komponen yang rusak. Usulan dalam penerapan metode total perawatan preventive ini difokuskan untuk meminimalisir downtime yang terjadi pada mesin produksi. Data yang digunakan adalah data downtime pada bulan Mei 2016 sebelum dilakukan penerapan metode total preventive maintenance dan data bulan Juli 2016 setelah penerapan metode total preventive maintenance. Dari hasil penelitian diketahui nilai downtime yang terjadi pada bulan Mei 2016 sebelum diterapkannya total preventive maintenance sebesar 14,407% dengan hasil OEE 68,947 %. Sedangkan setelah diterapkannya metode total preventive maintenance nilai downtime pada bulan Juli 2016 menurun menjadi 11, 341% dan hasil OEE meningkat mencapai 72,677%.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGENDALIAN KUALITAS PRODUKSI SUSU KENTAL MANIS PT. IDK PASURUAN Rosyidi, Khafizh
SKeTsa Bisnis (e-jurnal) Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu produk olahan susu yang telah berkembang dan dianggap populer hingga saat ini adalah susu kental manis. Di negara-negara berkembang, konsumsi susu kental manis semakin meningkat, baik itu untuk konsumsi langsung ataupun sebagai bahan tambahan pangan olahan lainnya. Jenis kemasan untuk produk susu kental manis pun sudah berkembang sesuai kebutuhannya, tidak hanya dalam bentuk kemasan kaleng, tetapi juga dalam kemasan bulkalumunium foil, ataupun kemasan bulk tanki untuk industri, dan yang sedang berkembang saat ini adalah kemasan satu kali konsumsi (kemasan sachet). Terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan untuk memproduksi susu kental manis antara lain: pengambilan bahan baku, proses penuangan bahan baku (tipping), proses (penimbangan bahan baku)weiging, pencampuran bahan baku (mixing), homogenisasi, pasteurisasi, pengentalan (flashcooler), filling packing, fisnish good. Pengawasan kualitas susu kental manis yang dilakukan oleh PT. IDK adalah terhadap sample pengujian kualitas dilakukan pada bahan baku, proses penuangan, dan pengawasan pada saat penyimpanan di dalam CT (crystalisatin tank). Kualitas merupakan hal yang terpenting didalam proses produksi susu kental manis yang dilakukan oleh PT. IDK, sehingga kualitas susu kental manis sangat diperhatikan untuk menghasilkan produk yang terjamin dan berkualitas. Produk yang dihasilkan harus sesuai dengan standar komposisi yang ditentukan yaitu 71.80 batas bawah dan 72,20 batas atas, jika hasil dari komposisi kurang dari standar akan dilakukan adjustment. Meskipun umumnya terdapat 9 (sembilan) faktor yang dapat mempengaruhi pengendalian kualitas suatu produksi, di PT. IDK terdapat 4 (empat) faktor utama yang mempengaruhi pengendalian kualitas proses produksinya, khususnya pada lini produksi susu kental manis, yaitu: a) Methode (manajemen), b) Man (manusia), c) Materials (bahan), dan d) Machines (mesin). Pengendalian pada kualitas susu kental manis dilakukan dalam frekuensi yang lebih sering agar tidak terjadi kelolosan pada komposisi standar yang di tetapkan sehingga produk yang dihasilakan terjamin kualitasnya. Penyeragaman komposisi bahan baku yang akan dipakai proses produksi agar produk yang dihasilkan sesuai dengan standar komposisi yang ditetapkan, sehingga produk yang dihasilkan tidak kurang ataupun over komposisi. Perlu ditingkatkan lagi sosialisasi terhadap seluruh karyawan tentang cara pengendaian kualias secara benar menurut WI, SOP dan GMP.

Page 1 of 1 | Total Record : 6