cover
Contact Name
Mugi Mulyono
Contact Email
mulyonomugi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
mulyonomugi@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Perikanan, Jalan AUP Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT)
ISSN : 14107694     EISSN : 26549581     DOI : 10.15578
Core Subject : Agriculture,
JURNAL KELAUTAN DAN PERIKANAN TERAPAN (JKPT) ISSN Print: 1410-7694,ISSN Online: 2654-9581 adalah Jurnal yang diasuh oleh Sekolah Tinggi Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan – KKP, dengan tujuan menyebarluaskan informasi tentang perkembangan ilmiah bidang kelautan dan perikanan di Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
STUDI KARAKTER MORFOMETRIK DAN MERISTIK IKAN NOMEI (HARPADON NEHEREUS) DI KALIMANTAN UTARA Setiawan, Rafi; Suharti, Ratna; Rachmad, Basuki; Zulkifli, Dadan; Irawan, Hendra
Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) Vol 3, No 1 (2020): JKPT JUNI 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.856 KB) | DOI: 10.15578/jkpt.v3i1.8267

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendreskripsikan karakteristik morfometrik dan meristik ikan nomei (Harpadon nehereus) di perairan Kalimantan Utara, dilakukan pada bulan Agustus hingga Oktober 2018. Metode pengambilan data yang digunakan adalah random sampling. Penentuan stasiun dilakukan berdasarkan lokasi penangkapan ikan nomei diperairan sebatik dan tarakan. Pengambilan sampel ikan pada lokasi pengamatan menggunakan alat tangkap pukat hela. Hasil pengamatan morfometrik berdasarkan 11 indikator karakteristik morfometrik dan 5 indikator karakteristik meristik  ikan nomei yang berasal dari perairan Sebatik dan Tarakan kecenderungan memiliki hasil yang sama. Dari pengamatan morfometrik dan meristik ikan nomei diketahui bahwa ikan nomei di perairan Kalimantan Utara termasuk kedalam spesies Harpadon nehereus.
DINAMIKA POPUL ASI IKAN TUNA ALBAKORA (THUNNUS ALALUNGA BONNATERRE, 1788) YANG DIDARATKAN DI PEL ABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) PRIGI KABUPATEN TRENGGALEK, JAWA TIMUR Lelono, Tri Djoko; Bintoro, Gatut; Rudianto, Didik
Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) Vol 1, No 2 (2018): JKPT Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.576 KB) | DOI: 10.15578/jkpt.v1i2.7387

Abstract

Tuna albakora (Thunnus alalunga) merupakan salah satu jenis tuna yang ditemukan di perairan Indonesia. Penelitian terhadap aspek dinamika popukasi tuna albakora masih jarang dan perlu dilakukan pengkajian dalam upaya pengendalian stok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan panjang berat dan aspek dinamika populasi yang meliputi pendugaan kelompok umur, parameter pertumbuhan (L?, K, dan to), laju mortalitas, laju eksploitasi, rekrutmen, analisa yield per recruit (Y/R) dan biomassa per recruit (B/R) pada ikan tuna albakora (T. alalunga). Penelitian dilaksanakan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur pada bulan Agustus-Desember 2016. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitik dengan 2.702 sampel ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ikan bersifat allometri negatif dengan nilai b<3. Parameter pertumbuhan Von Bertalanffy didapatkan hasil L? = 118,3 cm FL dan K = 0,51/year. Nilai to diketahui dengan menggunakan persamaan Pauly (1984) dihasilkan to = -0,219 tahun. Nilai Lc dan Lm masing-masing sebesar 101,61 cm FL dan 90 cm FL. Nilai laju mortalitas total (Z) tuna albakora = 1,81, laju mortalitas alami (M) = 0,8 laju mortalitas penangkapan (F)= 1,01, laju eksploitasi (E) = 0,56 atau 56%, nilai yield per recruit (Y/R) = 0,029 per tahun dan biomassa per recruit (B/R) = 0,349 per tahun.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS IKAN LELE (CLARIAS SP.) SISTEM BIOFLOK DI PESANTREN MODERN DARUL MA’ARIF LEGOK, INDRAMAYU Yumna, Asy Syafa; Rukmono, Djumbuh; Panjaitan, Amyda Suryati; Mulyono, Mugi
Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) Vol 2, No 2 (2019): JKPT Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.856 KB) | DOI: 10.15578/jkpt.v2i2.8080

Abstract

Ikan lele merupakan sumber protein hewani yang bernilai ekonomis dan kebutuhannya  terus meningkat setiap tahun. Keunggulan teknologi bioflok yang mampu menggenjot produktivitas ikan menjadi lebih tinggi dengan penggunaan lahan yang tidak terlalu luas. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi teknis budidaya ikan lele sistem bioflok, implementasi intervensi untuk meningkatkan produktivitas budidaya ikan lele sistem bioflok, mengevaluasi performa kinerja budidaya ikan lele sistem bioflok setelah implementasi intervensi, menganalisis finansial budidaya ikan lele sistem bioflok. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata performansi kinerja budidaya dan produktivitas mengalami peningkatan, sedangkan, rasio konversi pakan mengalami kenaikan. Intervensi berdasarkan prioritas usulan pemecahan masalah yakni penambahan kuantitas blower dan titik aerasi, pembuatan water level, sampling mingguan dan membeli benih bersertifikat. Implementasi yang dilakukan mampu meningkatkan dari produktivitas sebesar Rp526.687 menjadi sebesar Rp1.242.187 dengan tingkat kelangsungan hidup sebesar 71%. Berdasarkan hasil analisis finansial layak untuk dilanjutkan dengan R/C Ratio sebesar 1,06.
GAMBARAN HEMATOKRIT DARAH IKAN LELE SANGKURIANG (CLARIAS GARIEPENUS) YANG DIBERI PAKAN SERBUK DAUN MAJAPAHIT(CRESENTIA CUJETE L.) DAN DIINFEKSI DENGAN BAKTERI AEROMONAS HYDROPHILA Rahmaningsih, Sri; Zenuddin, Muhammad; Sudianto, Achmad
Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) Vol 1, No 2 (2018): JKPT Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.317 KB) | DOI: 10.15578/jkpt.v1i2.7334

Abstract

Pengukuran hematologis darah ikan dapat dijadikan sebagai indikator kesehatan ikan. Salah satu penyakit yang sering menyerang pada budidaya ikan lele sangkuriang (Clarias Gariepenus) adalah penyakit bercak merah atau penyakit MAS (Motile Aeromonas Septicemia) yang dapat menyebakan tingkatmortalitas tinggi. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila, yang termasuk bakteri gram negatif. Salah satu alternatif yang digunakan untuk mengatasi permasalahan serangan penyakit adalah dengan menggunakan bahan alami yang aman dan ramah lingkungan. Tumbuhan   dapat dijadikan sebagai antibakteri dan imunostimulan, misalnya  tumbuhan majapahit (Crescentia cujete L.) yang mempunyai  kandungan kimia pada daun, batang dan daun.  Kandungan  bahan aktif tersebut  adalah flavonoid, tanin,  polifenol dan saponin. Penggunaan imunostimulan dalam budidaya perikanan dilaporkan dapat meningkatkan ketahanan tubuh terhadap resistensi patogen selama masa periode stress seperti saat griding, reproduksi, pengangkutan dan vaksinasi. Kadar  hematokrit  adalah salah satu parameter hematologis yang  digunakan untuk  mengetahui  dampak infeksi  dari  A.  Hydrophila. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui pengaruh  serbuk daun majapahit (Crescentia cujete L.)  sebagai bahan imunostimulan  pada benih ikan lele sangkuriang  (Clarias gariepenus) yang terinfeksi  oleh bakteri Aeromonas hydrophyla terhadap gambaran hematokritnya. Metode yang dipakai adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan  4 perlakuan dan 3 x ulangan serta analisa data menggunakan ANOVA. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dosis terbaik yang menunjukkan nilai hematokrit tertinggi adalah pada perlakuan A dengan dosis 7.5%.
KAJIAN BIOEKOLOGI IKAN KARANG CHAETODONTIDAE SEBAGAI SALAH SATU INDIKATOR UNTUK MENDETEKSI KONDISI EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI PERAIRAN TAMAN NASIONAL KEPULAUAN TOGEAN, SULAWESI TENGAH Suharti, Ratna; Saktiawan, Kresna Yugha; Rachmad, Basuki; Triyono, Heri; Zulkifli, Dadan
Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) Vol 1, No 1 (2018): JKPT Juni 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (934.365 KB) | DOI: 10.15578/jkpt.v1i1.7248

Abstract

Taman Nasional Kepulauan Togean memiliki kekayaan hayati bawah laut sangat besar, salah satunya adalah ikan family Chaetodontidae yang memiliki keterkaitan erat dengan kondisi fisik terumbu karang sehingga ikan ini dapat dijadikan sebagai indikator kondisi ekosistem terumbu karang. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengamati komposisi jenis dan sebaran serta mengkaji bioekologi ikan famili Chaetodontidae di perairan Taman Nasional Kepulauan Togean, Provinsi Sulawesi Tengah yang dilaksanakan di 15 stasiun  pada bulan Februari - Mei 2017. Pengambilan data ikan menggunakan metode UVC. Analisis isi lambung dilakukan menggunakan metode index of preponderance (IP). Komposisi ikan Family Chaetodontidae di Taman Nasional Kepulauan Togean terdiri dari 12 spesies dari 3 genera. Indeks keanekaragaman (H?) berkisar antara 0,92 ? 2,05, indeks keseragaman (E) berkisar antara 0,83 ? 1,00  serta indeks dominansi (C) berkisar antara 0,14 ? 0,44. Hasil analisis makanan pada Family Chaetodontidae ditemukan 8 jenis makanan, dan bersifat hard coral feeder. Berdasarkan penilaian ekologi mengindikasikan bahwa keadaan terumbu karang di perairan Taman Nasional Kepulauan Togean masih dalam keadaan baik, kecuali pada Pulau Waleakodi cenderung telah mengalami kerusakan. Pengelompokan kesamaan spesies membentuk kelompok yang mengerucut ke perairan Pulau Togean, menunjukkan bahwa hampir seluruh spesies ikan family Chaetodontidae ditemukan terdapat di Pulau Togean.Parameter perairan meliputi kecepatan arus, salinitas dan suhu tergolong layak.
PENGEMBANGAN DESAIN PERANGKAT AIS UNTUK NELAYAN TRADISIONAL Kuncoro, Ari; Ma'muri, Ma'muri; Agus, Muhammad
Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) Vol 3, No 1 (2020): JKPT JUNI 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.633 KB) | DOI: 10.15578/jkpt.v3i1.8227

Abstract

Nelayan tradisional beroperasi menggunakan perahu berpenggerak mesin dan dayung dengan kapasitas dibawah 5 GT, tanpa dilengkapi peralatan pelayaran untuk komunikasi dan navigasi. Permasalahan timbul ketika terjadi kecelakaan laut yang menimpa nelayan, akan kesulitan untuk dilakukan pencarian atau pertolongan. KKP bersama Labs247 pada tahun 2017 membuat perangkat navigasi yaitu alat Pemantauan Kapal Berbasis AIS, alat ini seperti perangkat mobile yang digunakan diperahu nelayan tradisional untuk diawasi oleh pihak pengawas lalu lintas laut. Namun alat Pemantauan Kapal Berbasis AIS dirasa kurang kecil dan kompak serta tidak adanya socket untuk me-recharge baterai. Tujuan penelitian untuk mendesain ulang alat Pemantauan Kapal Berbasis AIS dengan membuat desain casing baru dan desain bracket untuk meletakkan perangkat Pemantauan Nelayan Berbasis AIS yang disingkat PELAYAR?S. Metode menggunakan analisis deskriptif melalui pengambilan data dilapangan dan internet yang dilanjutkan dengan membuat desain perangkat PELAYAR?S dengan menggunakan AutoCAD 2014  dan Sketch-up 2014. Dari penelitian dihasilkan desain casing dengan volume 3000 cm3 disertai socket untuk me-recharge baterai, serta desain bracket. Setelah desain perangkat PELAYAR?S ini jadi, tahap selanjutnya akan dibuat prototipe agar dapat dipakai nelayan tradisional saat melaut. Pemakaian perangkat PELAYAR?S akan mempermudah pengawasan nelayan tradisional dilaut, sehingga saat terjadi kondisi darurat nelayan tradisional dapat menggunakan perangkat PELAYAR?S untuk meminta pertolongan.
PERAN SIPUT TEREBRALIA (GASTROPODA: POTAMIDIDAE) DALAM MENGURAI DAUN MANGROVE RHIZOPORA DI PULAU PANJANG, SERANG-BANTEN Putri, Selvianti Asmara; Patria, Mufti Petala
Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) Vol 1, No 2 (2018): JKPT Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.113 KB) | DOI: 10.15578/jkpt.v1i2.7380

Abstract

Penelitian mengenai peran siput Terebralia dalam mengurai daun mangrove telah dilakukan pada bulan November hingga Desember 2013 di Pulau Panjang, Banten. Dalam penelitian ini, aktivitas penguraian daun dilakukan pada mangrove yang didominasi oleh Rhizopora sp. Lokasi penelitian terletak di bagian intertidal yang merupakan bagian mangrove yang terkena pasang surut air laut. Penelitian yang dilakukan hanya menggunakan Terebralia dewasa yaitu, Terebralia palustris > 5 cmdan Terebralia sulcata > 3 cm. Rata-rata persentase penguraian daun oleh T. palustris adalah sebesar 3,48% ± 0,18 /hari untuk R. apiculata dan 8,28% ± 0,13/hari untuk R. stylosa, sedangkanT. sulcata mengurai daun rata-rata sebesar 4,07% ± 0,12/hari untuk R. apiculata dan 4,93 % ± 0,15 /hari untuk R. stylosa. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak ditemukan korelasi (P= 0,985; P= 0,875) antara panjang dan berat T.palustris  dengan persentase penguraiannya. Begitu pula dengan T.sulcata, tidak ditemukan korelasi antara berat dengan laju penguraiannya. Sebaliknya, terdapat korelasi antara panjang dengan persentase penguraiannya (P = 0,016).
RANCANG BANGUN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA SEBAGAI SUMBER LISTRIK UNTUK KAPAL PERIKANAN SKALA KECIL DI KABUPATEN PANGKEP, SULAWESI SELATAN Daging, I Ketut; Alirejo, M. Subroto; Antara, I Putu Wirta; Dwiyatmo, Emil F.; Wahyu, Tri
Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) Vol 2, No 1 (2019): JKPT JUNI 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.856 KB) | DOI: 10.15578/jkpt.v2i1.7385

Abstract

Kebutuhan akan listrik untuk kalangan industri, perkantoran, perumahan, termasuk untuk kapal-kapal perikanan meningkat dengan pesat. Peningkatan kebutuhan listrik ini tidak diiringi dengan penambahan pasokan listrik. Energi surya dapat dijadikan alternatif penghasil  energi listrik. Sel surya dapat mengkonversi langsung radiasi sinar matahari menjadi energi listrik (proses photovoltaic). Energi listrik yang dihasilkan dari sel surya dapat dimanfaatkan pada malam hari, dengan cara menyimpan energi listriknya ke baterai yang dikontrol oleh regulator pada siang hari. Pemanfaatan energi listrik dalam di atas kapal dilakukan dengan menghubungkan inverter dari arus DC ke AC pada keluaran regulator. Hasil pengujian modul surya (photovoltaic) diperoleh daya terbesar yang dihasilkan dari jam 08:00-16:00 adalah pada jam 12:00 dengan daya yang dihasilkan sampai 45,76 watt. Pengukuran tegangan dan arus setiap jam dari rentang jam 08:00 ? 16:00, diperoleh daya rata-ratanya sebesar 32,389 Watt. Keluaran daya rata-rata selama 5 hari mencapai 32,386 Watt.
PERFORMANSI PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT (KAPPAPHYCUS ALVAREZII) DENGAN MENGGUNAKAN BIBIT HASIL KULTUR DAN NON KULTUR JARINGAN DI BBPBL LAMPUNG Harapan, Sri Budiani Samsu; Mawarti, Retno Ayu; Mulyono, Mugi
Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) Vol 2, No 2 (2019): JKPT Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.856 KB) | DOI: 10.15578/jkpt.v2i2.8075

Abstract

Rumput laut merupakan salah satu komoditas perikanan penting di Indonesia. Salah satu jenis rumput laut yang dibudidayakan oleh masyarakat adalah Eucheuma cottonii atau yang biasa disebut Kappaphycus alvarezii. Permasalahan yang dihadapi pembudidaya adalah pemilihan bibit rumput laut yang berkualitas. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan keuntungan budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii dengan menggunakan bibit hasil kultur jaringan dan non kultur jaringan dengan berat awal tanam sebesar 50 gram. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, meliputi penimbangan berat dan pengukuran kualitas air (suhu, kecerahan, kedalaman, pH, salinitas, DO). Hasil kajian menunjukkan pertumbuhan bibit rumput laut yang menggunakan bibit hasil kultur jaringan mempunyai pertumbuhan yang lebih baik (berat rata-rata akhir 655,31 gram, pertumbuhan mutlak 605,3 gram dan LPH 6,32%) untuk bibit kultur jaringan, sedangkan bibit non kultur jaringan (berat rata-rata 385,39 gram, pertumbuhan mutlak 335,39 gram, dan LPH 4,98%). Berdasarkan perhitungan analisa finansial sederhana,keuntungan yang didapatkan dari penjualan rumput laut yang menggunakan bibit hasil kultur jaringan Rp. 689.200 sedangkan bibit non kultur jaringan sebesaran Rp 221.200 artinya bibit kultur jaringan lebih menguntungkan.
KAJIAN EKONOMIS PEMELIHARAAN IKAN LELE (CLARIAS SP.) DENGAN METODE PEMELIHARAAN SISTEM BOSTER DAN SISTEM KONVENSIONAL Kristiany, Maria G.E.
Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) Vol 3, No 1 (2020): JKPT JUNI 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.892 KB) | DOI: 10.15578/jkpt.v3i1.8262

Abstract

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mentargetkan hasil produksi budidaya perikanan mencapai 22,46 juta ton pada tahun 2017 (Soebjakto, 2017) dengan ikan lele mencapai 1.217 ribu ton pada tahun 2016 dan 1.399 ribu ton pada tahun 2017 (DJPB, 2016).  Tingkat efisiensi pakan merupakan modal terbesar dalam usaha pembesaran lele.  Beberapa upaya-upaya yang telah dilakukan oleh pembudidaya ikan lele seperti yang dikembangkan dengan menerapkan sistem lele sehat boster yang memiliki hasil daging lele yang sehat dan bersih.  Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui kegiatan budidaya ikan lele yang lebih effisien dan layak dari segi ekonomi antara pemeliharaan  secara konvensional  dengan sistem boster. Dari hasil pengukuran kualitas air seperti suhu, pH, DO, Nitrat dan nitrit selama pemeliharaan pada kedua perlakuan masih pada kisaran yang layak, demikian juga data SR, FCR dan ADG masih pada kisaran yang baik  Dari analisa keuangan hasil didapat untuk pemeliharaan di sistem boster :  BC ratio;  1.57, BEP; 4.758 dan PP; 0,64 sedangkan pemeliharaan sistem konvensional  BC ratio; 1.09  BEP; 6.646 dan PP; 2.7. Dari hasil analisa tersebut dapat disimpulkan bahwa  pemeliharan ikan lele dengan sistem boster lebih ekonomis dibandingkan dengan pemeliharaandengan sistem konvensional.

Page 1 of 3 | Total Record : 30