cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Jurusan Pendidikan Seni Rupa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 175 Documents
ESTETIKA RUANG TAMU RUMAH TIPE 45 DI PERUMAHAN PURI PERSADA KEROBOKAN PERMAI SINGARAJA ., KADEK SURYA DWIPA; ., Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg.; ., Dr. I Ketut Sudita, M.Si
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 9, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v9i3.23225

Abstract

ESTETIKA RUANG TAMU RUMAH TIPE 45 DI PERUMAHAN PURI PERSADA KEROBOKAN PERMAI SINGARAJA Kadek Surya Dwipa1, Gede Eka Harsana Koriawan2 , I Ketut Sudita3, PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SENI RUPA FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA SINGARAJA 2019 e-mail : centunkdrawing@gmail.com , ekaharsana19@gmail.com, ketut sudita@ymail.com. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) potensi artistik bawaan bangunan pada ruang tamu dan elemen hias yang di tempatkan di ruang tamu warga di komplek perumahan Puri Persada Kerobokan Permai; (2) penerapan elemen dan unsur-unsur visual penghias ruang tamu pada rumah warga di perumahan Puri Persada Kerobokan Permai; (3) nilai estetik dari tampilan ruang tamu rumah warga di perumahan Puri Persada Kerobokan Permai. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah penghuni rumah di kawasan kompek perumahan Puri Persada Kerobokan Permai dan objek penelitian ini adalah ruang tamu, elemen penghias ruang tamu. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara, dan kepustakaan. Analisis data yang digunakan adalah analisi domain dan analisi taksonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pemilihan furniture dan elemen hias pada ruang tamu berbeda-beda sesuai apa yang mau di tampilkan oleh si pemilik rumah.(2) unsur- unsur visual terdapat pada kelima sampel rumah yang di teliti dari warna, pencahayaan, dan tata letak. (3) tata letak dari kelima sampel memiliki perbedaan yang diakibatkan dari bentuk reumah,luias ruangan, bentuk tanah yang di banguni. (4) nilai estetik dari kelima sampel rumah ini berbeda ?beda. Dikarenakan pemilik ingin menampilkan ruangannya seperti apa dan tujuan pemilik memilih elemen hias pada ruang tamunya. Kata kunci: Estetika, Ruang Tamu, Rumah Tipe 45, di Perumahan Puri Persada Kerobokan Permai Singaraja. Kata Kunci : Estetika, Ruang Tamu, Rumah Tipe 45, di Perumahan Puri Persada Kerobokan Permai Singaraja. ABSTRACT This research aimed to determine: (1) the innate artistic potential of the building in the living rooms and ornamental elements placed in the residents living room in the Puri Persada Kerobokan Permai residential complex;(2) the application of visual elements and elements to decorate the living rooms in the residents houses in Puri Persada Kerobokan Permai residential; (3) the aesthetic value living room display of the residents houses in Puri Persada Kerobokan Perma residential complex. This research was a descriptive study with a qualitative approach. The participants of this research were the occupants of the houses in Puri Persada Kerobokan Permai and the objects of this research were living rooms and living room decoration elements. Furthermore, observation, interview and library were used as the method of collecting the data of this research. Meanwhile, the domain analysis and taxonomy analysis were used as the data of analysis. The result of this study showed that: (1) the choice of furniture and ornamental elements in the living rooms varied based on what the owners want to show. (2) the visual elements were found in the five house samples examined in terms of color, lighting, and layout. (3) the layout of the five samples had differences due to the house shape, room size, and shape of the land built. (4) the aesthetic value of the five houses sample was different it was caused by the owners desire to show and aims to choose their own living rooms decoration elements. Key words: Aesthetic, Living Room, House Type 45, Puri Persada Kerobokan Permai Singaraja Residential. keyword : Aesthetic, Living Room, House Type 45, Puri Persada Kerobokan Permai Singaraja Residential.
KERAJINAN TEMPURUNG KELAPA I MADE MERTAYASA DESA TIYINGTALI KECAMATAN ABANG KABUPATEN KARANGASEM ., KADEK ANGGA HERIAWAN; ., Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn.; ., Dr. I Ketut Sudita, M.Si
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 9, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v9i3.23421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang (1) Bahan dan Alat apa saja yang dipergunakan dalam proses pembuatan kerajinan tempurung kelapa I Made Mertayasa Desa Tiyingtali, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. (2) Proses Pembuatan kerajinan tempurung kelapa I Made Mertayasa Desa Tiyingtali, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. (3) Jenis-jenis bentuk dan fungsi kerajinan tempurung kelapa di Desa Tiyingtali, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah pengrajin tempurung kelapa I Made Mertayasa Desa Tiyingtali, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik (1) Observasi, (2) Wawancara, (3) Dokumentasi, (4) Kepustakaan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis domain dan analisis taksonomi. Hasil penelitian ini adalah (1) Bahan yang dipergunakan dalam proses pembuatan kerajinan tempurung kelapa I Made Mertayasa Desa Tiyingtali, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem adalah tempurung kelapa, bambu, benang nilon, cat kayu, lem G, dan cat untuk finishing. Sedangkan alat yang dipergunakan dalam proses pembuatan kerajinan tempurung kelapa I Made Mertayasa Desa Tiyingtali, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem adalah bor duduk, mata bor buatan, jarum jahit, alat gunting, alat asah/sangihan, kuas dan pisau. (2) Proses pembuatan kerajinan tempurung kelapa I Made Mertayasa Desa Tiyingtali, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem adalah melalui beberapa tahapan yaitu proses pembuatan desain, proses pemotongan bahan tempurung kelapa, proses pemotongan bambu, proses merangkai dan proses finishing. (3) Jenis-jenis bentuk dan fungsi kerajinan tempurung kelapa I Made Mertayasa Desa Tiyingtali, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem adalah bokor sebagai tempat bawaan, tempat hidangan makanan ringan, dan tempat bawaan untuk sembahyang bagi umat Hindu dan sebagainya. Keben/Sokasi sebagai tempat banten/sesajen bagi umat Hindu. Petromaks sebagai alat penerangan ruangan dengan energi listrik. Dan vas bunga sebagai hiasan tempat bunga.Kata Kunci : kerajinan, tempurung kelapa This study aims to describe (1) what materials and tools are used in the process of making coconut shell handicrafts I Made Mertayasa Tiyingtali Village, Abang District, Karangasem Regency. (2) The process of making coconut shell handicraft I Made Mertayasa Tiyingtali Village, Abang District, Karangasem Regency. (3) Types of shapes and functions of coconut shell handicraft in Tiyingtali Village, Abang District, Karangasem Regency. This research is a descriptive study with a qualitative approach. The subject of this research is the coconut shell craftsman I Made Mertayasa Tiyingtali Village, Abang District, Karangasem Regency. Data collection techniques that were used are; (1) Observation, (2) Interviews, (3) Documentation, (4) Literature. Data analysis techniques that used in this study are domain analysis and taxonomic analysis. The results of this study are (1) The materials used in the process of making coconut shell handicraft I Made Mertayasa Tiyingtali Village, Abang District, Karangasem Regency are coconut shell, bamboo, nylon yarn, wood paint, G glue, and paint for finishing. While the tools used in the process of making coconut shell handicraft I Made Mertayasa Tiyingtali Village, Abang District, Karangasem Regency are sitting drills, artificial drill bits, sewing needles, scissors, sharpening tools, brushes and knives. (2) The process of making coconut shell handicraft I Made Mertayasa Tiyingtali Village, Abang District, Karangasem Regency is through several stages, namely the process of making design, the process of cutting coconut shell material, the process of cutting bamboo, the process of stringing and the process of finishing. (3) Types of shapes and functions of coconut shell handicraft I Made Mertayasa Tiyingtali Village, Abang District, Karangasem Regency are bowl as a place of origin, place for snack food, and a place for prayer for Hindus and so on. Keben / Sokasi is a place for offerings for Hindus. Petromax as a room lighting device with electrical energy. And flower vase as decoration of flower placekeyword : handicraft, coconut shell
Sejarah Komunitas Studio Grafis Undiksha ., Putra Wali Aco; ., Dr. I Nyoman Sila, M.Hum.; ., Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana, M.Sn.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 9, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v9i3.23731

Abstract

Artikel ini merupakan bagian dari penelitian “Komunitas Studio Grafis Undiksha”.Artikel ini bertujuan untuk mengetahui sejarah Komunitas Studio Grafis Undiksha. Sumber data berasal dari hasil observasi, wawancara langsung kepada setiap seniman yang bergabung dalam komunitas. Dokumentasi pada penelitian ini berupa buku, katalog pameran, dan koran. Data kemudian dianalisis secara kualitatif. Artikel ini sampai pada kesimpulan yaitu sejarah terbentuknya Komunitas Studio Grafis Undiksha berawal pada tahun 2009 dari kegelisahan mahasiswa Prodi Pendidikan Seni Rupa Undiksha pada medan sosial seni rupa yang terpusat pada seni lukis dan seni patung. Kata Kunci : Sejarah, Komunitas Studio Grafis Undiksha, Seni Grafis This article is part of the research entitled "Undiksha Printmaking Studio Community". This article aims to find out the history of Undiksha Printmaking Studio Community. The data source comes from observations, direct interviews with each artist who joins the community. Documentation in this research is in the form of books, exhibition catalogs and newspapers. Data were then analyzed qualitatively. This article comes to the conclusion that the history of the establishment of the Undiksha Graphic Studio Community began in 2009 from the anxiety of Undiksha Fine Arts Education Study Program students in the social field of fine arts that was centered on painting and sculpture.keyword : History, Undiksha Printmaking Studio Community, Printmaking
Proses Kreatif Pematung Jero Mangku Jinggo ., I Nyoman Sudiarka; ., I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si.; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.4716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: riwayat berkesenian Jero Mangku Jinggo; (2) sumber inspirasi Jero Mangku Jinggo; (3) perwujudan karya Jero Mangku Jinggo. Subjek dalam penelitian ini adalah pematung Jero Mangku Jinggo. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, purposive sampling, wawancara, cross check, dokumentasi dan kepustakaan. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) riwayat berkesenian Jero Mangku Jinggo dimulai dari pekerjaannya sebagai penjual barang antik. Dari sana dia mendapat tawaran dari temannya untuk membuat belong yang diukir, kemudian membuat patung dari batu cadas hitam. Sehingga Mangku Jinggo semakin asik berkarya menghasilkan banyak patung dengan berbagai figur yang begitu polos, unik, dan mencirikan sebagai seniman alam (autodidak) yang dikenal banyak pecinta seni. (2) sumber inspirasi Jero Mangku Jinggo dalam berkarya berasal dari faktor alam, sosial-budaya yang telah terekan dalam memori pikirannya, dan muncul ketika melihat batu yang memiliki figur mirip seperti yang terbayang dalam pikirannya. Dia tidak membuat patung dengan corak yang diterapkan para pematung pada umumnya, namun tetap konsisten pada corak yang telah dikembangkan, yaitu corak patung yang kecenderungannya meminjam visual patung primitif dan naif. (3) perwujudan karya Jero Mangku Jinggo banyak mengambil objek dari isi alam, yaitu manusia, hewan, tumbuhan, dan tokoh lain seperti Detya, Kala, Celuluk, dan sebagainya. Objek-objek itu diwujudkan pada batu cadas hitam dengan piranti tradisional yang begitu sederhana.Kata Kunci : proses kreatif, pematung, Jero Mangku Jinggo This study attempts to know: (1) the acts of art Jero Mangku Jinggo; (2) a source of inspiration Jero Mangku Jinggo; (3) embodiment of the work of Jero Mangku Jingo. The subject in this research was sculptor Jero Mangku Jinggo. Data collection method used in this research is a method of observation, purposive sampling, interview, cross check, documentation and literature. Data analyzed by using a technique descriptive with a qualitative approach. The results showed that: (1 of the acts of art Jero Mangku Jinggo started from his job as antique dealers, there he got an offer to make dimples carved from his friend, then make a statue of stone andesite. So that Jero Mangku Jinggo increasingly enjoy work produces a lot of the statue with various figure who so innocent, unique and characterizing as artists nature (autodidak). (2) a source of inspiration for Jero Mangku Jinggo in the work derived from natural factors, sociocultural terekan has been in the memory of his mind, and inspired by a visual form material. He was not to imitate pattern applied sculptor in general, but remain consistent with her style, namely pattern that tends to imitate visual a statue of a primitive and naïve. (3) embodiment of the work of Jero Mangku Jinggo many take the object of in the, and there is a tendency thought background different to achieve the objects in the andesit stones with traditional the manually. There is a tendency thought background of the aspects which refers to the efforts the fulfillment of functional, containing highly personal narrative of the imagination, to display and realistic references the forms, references the visual elements of public sculpture to prevail, the tendency of responding to an early form of material.keyword : the creative process, a sculptor, Jero Mangku Jinggo
Proses Kreatif Perempuan Pelukis Tradisional Bali ., Anak Agung Istri Ratih Aptiwidyari; ., Dra. Luh Suartini, M.Pd.; ., Dr. Drs. Hardiman, M.Si.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 9, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v9i3.23732

Abstract

Abstrak Artikel ini merupakan bagian dari penelitian Eksistensi Perempuan Pelukis Tradisional Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses kreatif perempuan pelukis tradisional Bali. Subjek dalam penelitian ini adalah kelima perempuan pelukis tradisional bali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik 1. Observasi, 2. Wawancara, 3. Dokumentasi, 4. Kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ide awal atau inspirasi perempuan pelukis tradisional bali dalam membuat karya berasal dari dalam dirinya dan juga berasal dari orang lain. Tema pada karya perempuan pelukis tradisional Bali yaitu: permaslahan gender, kehidupan sehari-hari, dan cerita pewayangan. Kelima perempuan pelukis tradisional Bali memanfaatkan waktu luang untuk berkarya. Kata Kunci : proses kreatif, perempuan, pelukis, tradisional Bali This article is part of a research into the existence of traditional Balinese painter women. This research aims to describe the creative process of Balinese traditional painter women. The subjects in this study were the five Balinese traditional painter women. This research is a qualitative descriptive study. Data collection in this study uses techniques 1. Observation, 2. Interview, 3. Documentation, 4. Literature. The results of this study indicate that the initial idea or inspiration of Balinese traditional painter women in making works originated from within themselves and also from other people. Themes on the work of traditional Balinese painter women are: gender issues, daily life, and wayang stories. The five Balinese traditional painter women use their free time to workkeyword : Creative process, women, painter, traditional Balinese
PELATIHAN KERAJINAN DI LAPAS KELAS 2B SINGARAJA ., Miyya Mutiasaphira Ansi; ., I Wayan Sudiarta, S.Pd., M.Si.; ., Dr. I Nyoman Sila, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 9, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v9i3.23744

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; (1) program pelatihan di Lapas Kelas 2B Singaraja, (2) proses pelatihan kerajinan di Lapas Kelas 2B Singaraja, (3) jenis produk kerajinan di Lapas Kelas 2B Singaraja. Subyek penelitian adalah warga binaan di Lapas Kelas 2B Singaraja. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Metoda pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Lapas Kelas 2B Singaraja telah menyediakan program pelatihan kerajinan yang berbahan dasar koran bekas dan berjalan secara rutin, guna memberikan pengalaman baru atau mengasah kemampuan warga binaan selama berada didalam Lapas, (2) Tidak ada mentor khusus dalam proses pelatihan kerajinan, sehingga warga binaan belajar secara otodidak dengan melihat, mencoba, dan juga dibantu para warga binaan yang lainnya jika ada kesulitan dalam proses pembuatan kerajinan. (3) jenis produk kerajinan yang dihasilkan warga binaan di Lapas Kelas 2B Singaraja antara : Bokor, Kotak Tissue, Sokasi, Miniatur Motor, dan Celengan.Kata Kunci : Pelatihan, Kerajinan. Lapas. This study aims to find out: (1) Training program in Singaraja Class 2B Prison, (2) the handcraft training process in Singaraja Class 2B Prison, (3) types of handicraft products in Singaraja Class 2B Prison. The subject of this study were inmates in Singaraja Class 2B Prison. Descriptive qualitative research design was used in this proposed study. Data collection methods used in this study were observation, interview, and documentation. The findings of the study revealed that (1) Singaraja Class 2B Prison has provided handcraft training programs that are made from used newspapers and has been run routinely, to provide new experiences or shape the abilities of the inmates while in prison. (2) There was no special mentor in the handcraft training process, so that the inmates learn by themselves through seeing, trying, and also assisted by other inmates if there were difficulties in the process of making handcrafts. (3) The types of craft products produced by the inmates resident in Singaraja Class 2B Prison are: Bokor, Tissue Box, Sokasi, Miniature Motorbike, and Piggy Bank.keyword : Training Program, Craft, Prison
Ruang dan Waktu dalam Anime Kimi No No Wa ., VINCENT CHANDRA; ., Drs. Hardiman, M.Si.; ., Dr. Drs. I Nyoman Sila, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 9, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v9i3.23188

Abstract

Artikel ini merupakan bagian dari penelitian “Analisis Estetik Anime Kimi No Na Wa”.Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan ruang dan waktu yang merupakan salah satu unsur visual pada anime Kimi No Na Wa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, dokumentasi, purposive sampling dan snowball sampling. Pada penelitian ini, data yang dikumpulkan berupa fragmen atau potongan gambar yang dibekukan dari film yang diteliti dengan menyeleksi dan memilah scene yang dirasa memiliki gejala visual sesuai dengan tujuan penelitian. Sehingga dari proses pengumpulan data menghasilkan6050 fragmen yang sesuai dengan kriteria yang ditentukan, kemudian direduksi menjadi sebanyak 292 fragmen dan dipilih beberapadiantaranya sebagai representasi dari tiap unsur yang ada untuk dibahas lebih detil. Artikel ini sampai pada kesimpulan bahwa ruang yang terwujud dalam anime Kimi No Na Wa ialah ruang semu, dan waktu yang dapat teramati berupa adegan yang diperlambat, dipercepat, dan adegan yang singkat.Kata Kunci : ruang dan waktu, analisis unsur visual, anime, Kimi No Na Wa This article is part of the research entitled “Aesthetic Analysis of Anime Kimi No Na Wa”. This article aims to describe space and time which is one of the visual elements in the anime Kimi No Na Wa.Data collection is done by observation, documentation, purposive sampling and snowball sampling techniques. In this study, data collected in the form of fragments or frozen images from the film under study by selecting and sorting scenes that are felt to have visual symptoms in accordance with the purpose of the study. So that from the data collection process produces 6050 fragments in accordance with the criteria specified in the study, then reduced to as many as 292 fragments and selected some of them as a representation of each element to be discussed in detail. This article comes to the conclusion that the space that is masifested in the anime Kimi No Na Wa is an imaginary space, and the time that can be observed is in the form of scene that are slowed down, speeded up and in short scene.keyword : analysis of space and time, analysis of visual elements, anime, Kimi No Na Wa
Kajian Semiotika Fotografi Selfie ., Nurul Iman; ., Drs.Hardiman, M.Si.; ., Drs.Mursal
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i2.8191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk fotografi selfie di lingkungan teman facebook penulis, (2) makna fotografi selfie di lingkungan teman facebook penulis dikaji melalui teori semiotika Roland Barthes. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan menggunakan teknik observasi, teknik studi kepustakaan, teknik wawancara dan teknik life history. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Bentuk Fotografi Selfie ditinjau dari teori potret diri terdiri dari tujuh bagian pokok: (a) Potret Diri sebagai Tanda Tangan, (b) Potret Diri sebagai Proyeksi Diri, (c) Potret Diri sebagai Studi Diri, (d) Potret Diri sebagai Fantasi (e) Potret Diri sebagai Narasi, (f) Potret Diri sebagai Kiasan, dan (g) Potret Diri sebagai Masalah Kemanusiaan. (2) Makna Fotografi Selfie dikaji dari teori semiotika Roland Barthes terdiri dari enam elemen penting: (a) Efek Tiruan, (b) Pose atau Sikap, (c) Objek, (d) Fotogenia, (e) Estetisisme, dan (f) Sintaksis.Kata Kunci : bentuk, makna, selfie This research is aimed to describe (1) the form of selfie photography in the friend circle of the writer’s facebook, (2) the meaning of selfie photography in the friend circle of the writer’s facebook which is observed using the theory of semiotics proposed by Roland Barthes. Kind of study used is descriptive qualitative research. The method of data collection is using observasion method, library study, interview and life history.The result of the current study shows that (1) the form of selfie photography observed using self-photograph theory which consists of seven major categories: (a) self-potrait as a signature, (b) self-potrait as a self-projection, (c) self-potrait as a self-study, (d) self-portrait as a fantasy, (e) self-potrait as a narration (f) self-potrait as metaphorical, and (g) self-potrait as a reflection of human issue. (2) the meaning of photography selfie observed using the theory of Roland Barthes covers six important elements: (a) Forgey effect, (b) Pose or behaviour, (c) The object, (d) Photogenic, (e) Aesthetic, dan (f) Syntactic.keyword : form, meaning, selfie
KERAJINAN BONGGOL BAMBU I KADEK SUDANCO DI BANJAR SRIBATU, DESA PENGLUMBARAN, KECAMATAN SUSUT, BANGLI. ., I Putu Agus Santika Putra; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.; ., Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8736

Abstract

KERAJINAN BONGGOL BAMBU I KADEK SUDANCO DI BANJAR SRIBATU, DESA PENGLUMBARAN, KECAMATAN SUSUT, BANGLI. oleh I Putu Agus Santika Putra, NIM 1112031009 Jurusan Pendidikan Seni Rupa ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang: (1) alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan seni kerajinan bonggol bambu I Kadek Sudanco di Banjar Sribatu, Desa Panglumbaran, Kecamatan Susut, Bangli. (2) proses pembuatan seni kerajinan bonggol bambu I Kadek Sudanco di Banjar Sribatu, Desa Panglumbaran, Kecamatan Susut, Bangli. (3) jenis-jenis hasil kerajinan yang dibuat I Kadek Sudanco di Banjar Sribatu, Desa Panglumbaran, Kecamatan Susut, Bangli. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah I Kadek Sudanco dengan objek kerajinan bonggol bambu. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) observasi, (2) wawancara,(3) dokumentasi, dan (4) kepustakaan. Instrumen yang digunakan adalah (1) instrumen observasi, instrumen wawancara, instrumen dokumentasi dan instrumen kepustakaan. Analisis data yang digunakan adalah (1) analisis domain dan (2) analisis taksonomi. Hasil penelitian ini adalah: (1) alat yang digunakan dalam pembuatan seni kerajinan bonggol bambu, antara lain: kepe, palu, pahat, blakas, gergaji, mesin bor, grinda, gergaji mesin dan mesin kompresor. Bahan yang digunakan antara lain: bonggol bambu, cham, lem G, lem kayu fuma dan tali (2) Proses pembuatan seni kerajinan bonggol bambu I Kadek Sudanco diawali dengan proses pemerolehan bahan, pemilihan bahan, proses pembentukan, konstruksi dan proses finishing (3) Jenis-jenis produk yang dihasilkan I Kadek Sudanco di Banjar Sribatu, Desa Penglumbaran, Kecamatan Susut, Bangli dapat dikelompokkan berdasarkan wujud/bentuk (figuratif dan non figuratif), berdasarkan ukuran bahan bonggol bambu (bonggol bambu berukuran kecil, bonggol bambu berukuran sedang dan bonggol bambu berukuran besar), berdasarkan matra (dwi matra dan tri matra) dan berdasarkan penggunaan kontruksi. Kata Kunci : bonggol bambu, seni kerajinan, seni rupa CRAFT BONGGOL BAMBOO I KADEK SUDANCO DI BANJAR SRIBATU, DESA PENGLUMBARAN, KECAMATAN SUSUT, BANGLI. by I Putu Agus Santika Putra, NIM 1112031009 Jurusan Pendidikan Seni Rupa ABSTRACT This research aims to obtain data about: (1) the tools and materials used in the making a craft of bonggol bamboo by I Kadek Sudanco in Panglumbaran Sribatu village, Susut, Bangli. (2) The crafting process of bonggol bamboo by I Kadek Sudanco in Panglumbaran Sribatu village, Susut, Bangli.. (3) The types of handicrafts by I Kadek Sudanco in Panglumbaran Sribatu village, Susut, Bangli. This research is a descriptive research with qualitative approach. The subject of this research is I Kadek Sudanco’s handicraft, and the object are bonggol bamboo’s handycraft. Data Collection in this research done with the technique (1) observations, (2) interviews,(3) documentations, and (4) literatures. The instrument that used is (1) observation instruments, interview instruments, documentation instruments and bibliographical instruments. Analysis of the data used is (1) domain analysis and (2) taxonomy analysis. The results of this research are: (1) the tools used in the making craft of bonggol bamboo, among others: kepe, hammer, sculpture, blakas, saws, drill, grinding machine, chainsaw and compressor. The material used among others: bongol bamboo, cham, G glue , Fuma wood glue and ropes. (2) The crafting process of bonggol bamboo by I Kadek Sudanco begin with material acquisition, material selection, forming, construction and finishing. (3) the products that are produced by I Kadek Sudanco in Panglumbaran Sribatu village, Susut, Bangli can be grouped based on the extant/forms (figurative and non-figurative), based on the bonggol bamboo size ( small, medium, and large), based on matra (dwi matra and tri matra) and based on the construction spend. keyword : bonggol bamboo, crafts, art
IKONOGRAFI FIGUR PUNAKAWAN WAYANG KULIT CENK DAN BLONK ., I Made Diana Dwi Putra; ., I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si.; ., Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2110

Abstract

(1) Ikhwal keberadaan wayang Cenk Blonk didirikan pada tahun 1992 di Banjar Batannyuh Kelod, Desa Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan yang diprakarsai oleh I Wayan Nardayana yang lahir di Tabanan pada tanggal 5 juli 1966. (2) Bentuk serta ciri-ciri fisik, karakter, watak, sifat dan ciri non fisik figur Cenk dan Blonk : memakai alat penyambung sengki tanduk di bagian lengan, mulut dan kaki, mengunakan pecuntil, katik badan dan katik tangan, ciri-ciri dari punakawan Cenk yaitu bentuk mulut monyong, kedua rahang atas dan bawah dapat digerakkan, giginya banyak dan gaya bicara punakawan Cenk cenderung teoritis, sifat punakawan Cenk adalah suka mencela dan mengkritik punakawan lain dan tidak mudah dikalahkan. ciri-ciri dari punakawan Blonk yaitu bentuk mulut lebar, kepala botak, perut besar. Gaya bicara punakawan Blonk ceplas-ceplos. Sifat punakawan Blonk adalah suka menceritakan dirinya. (3) Fungsi figur Cenk dan Blonk pada saat pementasan adalah sebagai jeda pada babak peperangan.Kata Kunci : Wayang Cenk Blonk, aspek visual, fungsi. (1) The occurrence of Wayang Cenk Blonk was started in 1992 at Batannyuh kelod community, Belayu village, Marga district, Tabanan sub-district which is established by I Wayan Nardayana who was born on 5th of July in 1966. (2) The physical form, characteristics, and nature and non-physical characters of Cenk and Blonk figure: using linking devices sengki wear horns on the arms, mouth and feet, using pecuntil, katik body and katik hand, the characteristics of which form the mouth Cenk's clown monyong, both upper and lower jaw can be moved, his teeth a lot and speaking style tends theoretical Cenk's clown , the nature of Cenk's clown is mocking and criticizing the other's clown and not easily defeated. characteristics of Blonk's clown that form wide mouth, bald head, large belly. Blonk's clown-style talk speak frankly. Blonk's clown-like nature is telling him. (3) Function and figure Cenk Blonk when staging is a lull in the battle round. keyword : Cenk Blonk pupet, visual aspects, functions

Page 1 of 18 | Total Record : 175