cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal EDUTECH Undiksha
ISSN : 26148609     EISSN : 26152908     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh jurusan teknologi pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknologi. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Arjuna Subject : -
Articles 352 Documents
PENGEMBANGAN MODUL BERORIENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA MATA PELAJARAN IPS SISWA KELAS VII SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2018/2019 DI SMP MUHAMMADIYAH 2 SINGARAJA ., Mia Ismawati; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.518 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan modul berorientasi pendidikan karakter (2) mengetahui hasil validasi pengembangan modul berorientasi pendidikan karakter menurut review para ahli dan uji coba produk, dan (3) mengetahui efektivitas modul berorientasi pendidikan karakter yang dikembangkan. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model 4-D. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuesioner dan tes dengan instrumen kuesioner dan tes hasil belajar berupa tes objektif. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif, dan analisis statistik inferensial uji-t. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) proses rancang bangun modul berorientasi pendidikan karakter mata pelajaran IPS dengan model 4-D melalui 4 tahapan sebagai berikut (a) pendefinisian (define), (b) perancangan (design), (c) pengembangan (develop), (d) penyebaran (desseminate). (2) modul berorientasi pendidikan karakter yang dikembangkan memiliki kualitas dengan: (a) hasil review ahli isi berpredikat baik (75.65%), (b) hasil review ahli desain pembelajaran menunjukkan modul berorientasi pendidikan karakter berpredikat cukup (74%), (c) hasil review ahli media pembelajaran menunjukkan modul berorientasi pendidikan karakter berpredikat cukup (66,43%), (d) hasil uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan menunjukkan modul berorientasi pendidikan karakter berpredikat baik (79,2%), (80,27%) dan (75,29%). (3) modul berorientasi pendidikan karakter yang dikembangkan terbukti efektif secara signifikan dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas VII (thitung= 21, 176 > ttabel = 1,67 pada taraf signifikan 5%). Kata Kunci : pengembangan, model 4-D, pendidikan karakter, modul The objectives of this study: 1) to describe the development design of character education oriented module (2) to find the result of validating the development of character education oriented modules according to expert review and product testing, and (3) to determine the effectiveness of the develoved character education-module. This study is development research with 4-D model. Data collection methods that used in this study were questionnaire and test methods with questionnaire instrument and learning outcome test in the form of objective tests. Data analysis techniques that used were qualitative descriptive techniques, quantitative descriptive analysis, and inferential statistical analysis of t-test. The results of this study: (1) the design process of module character education oriented in social science lessons with 4-D model through 4 stages as follows : (a) define, (b) design, (c) development, (d) dissemination. (2) the character education oriented module developed has the following qualities: (a) the result of contens expert review were good (75.65%), (b) the result of learning design review were enough (74%), (c) the result of instructional media experts review showed that the character education oriented module had enough predicate (66,43%), (d) the result of individual test, small group test and field test showed that character education oriented modules were good (79,2%), (80,27%) and (75,29%). (3) the character education oriented module developed proved effective significantly can improve social science learning outcomes of class VII student (tcalculation= 21, 176 > ttable = 1,67 at asignificant level of 5%). keyword : development, 4-D model, character education, module
Pengembangan Multimedia Interaktif Berorientasi Pendekatan Ilmiah pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Kelas VIII di SMP Negeri 3 Negara ., Ni Putu Ayu Rani Puspita Jannu; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.518 KB)

Abstract

Permasalahan yang terjadi di kelas VIII SMP Negeri 3 Negara adalah kurang tersedianya media yang sesuai dengan karakteristik siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan multimedia interaktif berorientasi pendekatan ilmiah, (2) menguji kualitas hasil validasi pengembangan multimedia interaktif berorientasi pendekatan ilmiah, (3) mengetahui efektivitas pengembangan multimedia interaktif berorientasi pendekatan ilmiah. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Model pengembangan yaitu model Hannafin and Peck. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode pencatatan dokumen, kuesioner, dan tes. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar wawancara, kuesioner, dan tes objektif pilihan ganda. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif, dan analisis statistik inferensial (uji-t). Subjek penelitian ini adalah 28 orang siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Negara Tahun Pelajaran 2017/2018. Hasil penelitian ini yaitu: (1) rancang bangun multimedia interaktif meliputi tiga tahapan yaitu, tahap analisis kebutuhan, tahap desain, dan tahap pengembangan dan implementasi. (2) Multimedia interaktif berorientasi pendekatan ilmiah mata pelajaran Bahasa Indonesia valid dengan: (a) nilai ahli isi mata pelajaran 96% dengan predikat sangat baik, (b) nilai ahli desain pembelajaran 78,9% dengan predikat baik, (c) nilai ahli media pembelajaran 90,8% dengan predikat sangat baik, (d) hasil uji coba perorangan 94,9% dengan predikat sangat baik, (e) hasil uji coba kelompok kecil 90% dengan predikat sangat baik, (f) hasil uji coba lapangan 93% dengan predikat sangat baik. (3) Multimedia interaktif berorientasi pendekatan ilmiah efektif digunakan dalam pembelajaran. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya hasil belajar siswa setelah menggunakan multimedia interaktif berorientasi pendekatan ilmiah mata pelajaran Bahasa Indonesia. Kata Kunci : Multimedia Interaktif, Pendekatan Ilmiah, Pengembangan The problem that occurs in class VIII of SMP Negeri 3 Negara is the lack of availability of media that matches the characteristics of students in Indonesian subjects. This study aims to (1) describe the design of interactive multimedia development oriented scientific approach, (2) examine the quality of the results of validation of the development of interactive multimedia oriented scientific approach, (3) determine the effectiveness of the development of interactive multimedia oriented scientific approach. This research is development research. The development model is the Hannafin and Peck model. The data collection method used is the method of recording documents, questionnaires, and tests. The data collection instruments used were interview sheets, questionnaires, and multiple choice objective tests. Analysis of the data used is descriptive qualitative analysis techniques, quantitative descriptive, and inferential statistical analysis (t-test). The subjects of this study were 28 eighth grade students of State Junior High School 3 State 2017/2018 Academic Year. The results of this study are: (1) the design of interactive multimedia includes three stages, namely, the stage of needs analysis, the design phase, and the stages of development and implementation. (2) Scientific approach oriented interactive multimedia Indonesian language subjects are valid with: (a) the value of the subject content expert 96% with a very good predicate, (b) the value of the learning design expert 78.9% with a good predicate, (c) expert value learning media 90.8% with very good predicate, (d) results of individual trials 94.9% with very good predicate, (e) results of small group trials 90% with very good predicate, (f) results of field trials 93 % with a very good predicate. (3) Interactive multimedia oriented scientific approaches effectively used in learning. This is evidenced by the increase in student learning outcomes after using interactive multimedia oriented scientific approaches to Indonesian language subjects.keyword : Development, Interactive Multimedia, Scientific Approach
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MAJALAH DENGAN MODEL HANNAFIN DAN PECK PADA MATA PELAJARAN IPA DI SDN 5 KAMPUNG BARU SINGARAJA ., MARYANI NINGSIH; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., Drs. Ketut Pudjawan, M.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.518 KB)

Abstract

Permasalahan yang terjadi di kelas V/B SD Negeri 5 Kampung Baru adalah sumber materi yang digunakan hanya menggunakan buku siswa dan belum ada pengembangan bahan ajar yang bisa digunakan siswa untuk belajar mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses pengembangan majalah IPA, (2) mendeskripsikan kualitas hasil pengembangan majalah IPA, (3) mendeskripsikan efektivitas majalah IPA. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Model pengembangan yang digunakan yaitu model Hannafin dan Peck. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, kuesioner, dan tes. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial (uji-t). Subjek penelitian ini adalah 21 orang siswa kelas V/B SD Negeri 5 Kampung Baru Tahun Pelajaran 2017/2018. Hasil penelitian yaitu: (1) Proses pengembangan majalah IPA meliputi tiga tahapan yaitu, tahap analisis kebutuhan, tahap desain, dan tahap pengembangan dan implementasi. (2) Majalah IPA valid dengan: (a) hasil review ahli isi mata pelajaran 93,75% dengan predikat sangat baik, (b) hasil review ahli media pembelajaran 76,67% dengan predikat baik, (c) hasil review ahli desain pembelajaran 94,11% dengan predikat sangat baik, (d) hasil uji coba perorangan 94,67% dengan predikat sangat baik, (e) hasil uji coba kelompok kecil 92,5% dengan predikat sangat baik, (f) hasil uji coba lapangan 92,18% dengan predikat sangat baik. (3) Majalah IPA efektif digunakan dalam pembelajaran. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya hasil belajar siswa sesudah menggunakan majalah IPA Kata Kunci : Hannafin dan Peck, majalah, pengembangan The problems that occured in V/B class of SD Negeri 5 Kampung Baru was the source of material that was used only using student books and there has been no development of teaching materials that can be used by students to study independently. The aimed of this study was to (1) describe the process of developing natural science magazine, (2) describe the quality of the development of natural science magazine, (3) describe the effectiveness of natural science magazine. This study was a development study. The development model that used was Hannafin and Peck models. The data collection methods that used were observation, interview, questionnaire, and test methods. Data analysis that used was qualitative descriptive analysis techniques, quantitative descriptive techniques and inferential statistical analysis (t-test) techniques. The subjects of this study were 21 students of V/B class of SD Negeri 5 Kampung Baru Academic Year 2017/2018. The results of the study were: (1) the process of developing the natural science magazine includes three stages, namely the needs analysis stage, the design stage, and the development and implementation stages. (2) natural science magazine was valid with: (a) the result of expert of subject matter review 93.75% with very good predicate, (b) the results of expert learning media review 76.67% with good predicate, (c) the review results of learning design experts 94.11% with very good predicate, (d) individual trial results 94.67% with very good predicate, (e) small group test results 92.5% with very good predicate, (f) field trial results 92,18% with a very good predicate. (3) Natural science magazine is effectively used in learning. This was evidenced by the increase in student learning outcomes after using the natural science magazine.keyword : Hannafin and Peck, Magazine, Development
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN IPA UNTUK KELAS VII DI SMP NEGERI 2 KUBUTAMBAHAN ., I Made Budihariawan; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Drs. I Nyoman Jampel,M.Pd
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.844 KB)

Abstract

Permasalahan yang dirasakan oleh siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Kubutambahan dalam mengikuti proses pembelajaran khususnya pada mata pelajaran IPA adalah terlalu monotonnya pelaksanaan proses pembelajaran, dan minimnya penggunaan media pada setiap proses pembelajaran. Tujuan penelitian pengembangan ini yaitu (1) untuk mengetahui rancang bangun multimedia pemelajaran yang dikembangkan, dan (2) untuk mengetahui kualitas hasil pengembangan multimedia pembelajaran yang dikembangkan. Penelitian pengembangan ini menggunakan metode pengembangan model Luther yang dimulai dari tahap concept, design, materials colleting, assembly, testing, dan distribution serta untuk mengetahui kelayakan produk multimedia pembelajaran ini dilakukan dengan uji coba pada para ahli dan siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Kubutambahan. Metode untuk menganalisis kebutuhan berupa wawancara dan instrument pengumpulan data berupa kuesiner. Subjek uji coba penelitian ini terdiri dari satu ahli isi mata pelajaran, satu ahli desain pembelajaran, satu ahli media pembelajaran, 6 siswa untuk uji coba perorangan, dan 12 siswa untuk uji coba kelompok kecil. Data dianalisis dengan menggunakan dua teknik yaitu analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini mengasilkan produk pengembangan berupa Compact Disc multimedia pembelajaran yang layak pakai pada mata pelajaran IPA kelas VII semester ganjil di SMP Negeri 2 Kubutambahan. Hasil uji ahli isi menunjukan nilai 96% dan berada pada kualifikasi sangat baik, uji ahli media pembelajaran menilai media dengan hasil 81% dan berada pada kualifikasi baik, dan penilaian ahli desain menunjukan nilai 82% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji coba perorangan menunjukan 83% berada pada kualifikasi baik, dan uji coba kelompok kecil menunjukan nilai 91% berada pada kualifikasi sangat baik. Kata Kunci : pengembangan, model luther, multimedia pembelajaran Problems perceived by the students of class VII in SMP Negeri 2 Kubutambahan in following the process of learning, especially in science subjects is too monotonous implementation of the learning process, and the lack of media use on any learning process. The purpose of this research is the development of ( 1 ) to determine the design of multimedia learning are developed, and ( 2 ) to determine the quality of learning outcomes developed multimedia development. The development of research methods that Luther started the development of a model of the stages of concept, design, materials colleting, assembly, testing, and distribution as well as to determine the feasibility of multimedia learning products is done by testing experts and students in class VII in SMP Negeri 2 Kubutambahan . Methods for analyzing the needs of interviews and data collection instruments such as kuesiner. Test subjects of this study consisted of one expert subject matter content, the instructional design expert, an expert instructional media, 6 students for individual trials, and 12 students for small group trials. Data were analyzed using two techniques namely qualitative and quantitative descriptive analysis . This research is the development of products such as generating multimedia Compact Disc unsuitable for use in learning science this semester in class VII SMP Negeri 2 Kubutambahan. The test results show the value of expert content was 96 % and the excellent qualifications, instructional media experts assess test media with 81 % and the results are in good qualifications, and assessment design experts showed the value of 82 % at a good qualification. The results of individual trials showed 83 % were in good qualifications , and a small group trials showed the value of 91 % at the excellent qualifications. keyword : development , luther models , multimedia learning
PENGEMBANGAN VIDEO BERBASIS MASALAH PADA MATA PELAJARAN PJOK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V ., Luh Putu Mina Kusuma Dewi; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.949 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7670

Abstract

Dalam mengoptimalkan pembelajaran PJOK, khususnya senam lantai masih banyak ditemukan siswa yang kesulitan dalam memahami materi yang disampaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rancang bangun pengembangan video pembelajaran berbasis masalah pada mata pelajaran PJOK untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 8 Banyuning tahun pelajaran 2015/2016 , untuk mengetahui kualitas media menurut review para ahli dan uji coba produk, dan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media setelah dilakukan review para ahli dan uji coba produk. Model penelitian yang digunakkan adalah model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Metode dan instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian pengembangan adalah Observasi, wawancara, pencatatan dokumen, dan test. Penelitian ini melalui tahap desain yang menghasilkan naskah. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan (1) aspek ahli isi mata pelajaran termasuk kriteria sangat baik (persentase 96%), (2) aspek ahli desain pembelajaran termasuk kriteria sangat baik (persentase 90%), (3) aspek ahli media pembelajaran termasuk kriteria sangat baik (persentase 90,67%), (4) uji coba perorangan termasuk kriteria sangat baik (persentase 92,56%), (5) uji coba kelompok kecil termasuk kriteria sangat baik (persentase 91,89%), dan (6) uji coba lapangan termasuk kriteria sangat baik (persentase 93.9%). Secara umum media ini tidak perlu direvisi dan dinyatakan valid. Uji keefektivan menunjukan bahwa t hitung 12,031 dan lebih besar dari t table yaitu 2,024, sehingga dapat disimpulkan media video pembelajaran dapat digunakan sebagai media pendukung pembelajaran untuk pelajaran PJOK di kelas V SD Negeri 8 Banyuning tahun pelajaran 2015/2016Kata Kunci : Pengembangan, Media Video Pembelajaran, PJOK In optimizing learning PJOK, especially gymnastics floors are still widely found students difficulty in understanding the material presented. This study aimed to describe the design of the development of problem-based learning videos on subjects PJOK to improve student learning outcomes Elementary School fifth grade 8 Banyuning the academic year 2015/2016, to determine the quality of the media according to the review experts and product trials, and to determine the effectiveness of use media after review experts and product trials. Model study is a development model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Methods and instruments used to collect data in research is the development of observation, interviews, recording documents, and test. This study through the design stage that generates a script. Analysis of data using qualitative descriptive analysis, quantitative and inferential statistical analysis. The results showed (1) the aspect of content expert subjects including criteria very well (percentage 96%), (2) the aspect expert instructional design criteria included excellent (percentage 90%), (3) aspect expert instructional media including criteria very well ( percentage of 90.67%), (4) individual testing criteria included excellent (percentage 92.56%), (5) small group trial including criteria very well (percentage 91.89%), and (6) test field includes excellent criteria (percentage of 93.9%). In general, the media does not need to be revised and declared valid. Test shows that the effectiveness of 12.031 t and greater than t table is 2.024, so it can be concluded instructional video media can be used as a medium of learning support for PJOK lessons in class V SD Negeri 8 Banyuning the academic year 2015/2016keyword : development, Video Media learning, PJOK
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN: INTEGRASI TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN IPA Putra, IGNA Dharma
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.211 KB)

Abstract

Permasalahan yang dirasakan oleh siswa kelas VI di SDN 2 Blahbatuh dalam mengikuti prosespembelajaran khususnya pada pelajaran IPA adalah terlalu monotonnya pelaksanaan prosespembelajaran, yaitu dalam penggunaan metode dan media. Metode yang dominan digunakan hanyaceramah dan tanya jawab. Sedangkan medianya hanya papan tulis dan spidol. Akibatnya munculkecenderungan siswa tidak senang dengan pelajaran IPA sehingga nilainya di bawah rata-rata.Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menghasilkan video pembelajaran IPA yang layak pakai sesuaidengan kebutuhan dan karakteristik siswa, serta mampu memberikan motivasi pada siswa dalam belajarsecara individual (mandiri) dan 2) mengetahui kualitas hasil pengembangan video pembelajaran menurutreview para ahli dan uji coba produk.Model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE. Data tentang kualitasproduk pengembangan ini dikumpulkan dengan metode angket yang selanjutnya dianalisis denganteknik analisis deskriptif kuantitatif dan teknik analisis deskriptif kualitatif. Subjek review terdiri dari satuahli isi mata pelajaran IPA, dan satu ahli desain pembelajaran, sedangkan subjek uji coba peroranganterdiri dari enam siswa.Hasil penelitian ini adalah video pembelajaran layak pakai sesuai dengan karakteristik siswa.Kualitas video pembelajaran yang dikembangkan sangat baik. Hasil validasi data menunjukkan tingkatpencapaian video pembelajaran ini adalah (1) ahli isi mata pelajaran dengan tingkat pencapaian dalamkategori sangat baik (92%), (2) ahli desain pembelajaran dengan tingkat pencapaian dalam kategorisangat baik (90%), (3) uji coba perorangan dengan tingkat pencapaian dalam kategori sangat baik(89%). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan video pembelajaran dapat digunakan di SDN 2Blahbatuh kelas VI semester II.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERBANTUAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., Marliana; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.287 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran STAD berbantuan video pembelajaran dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas VII semester II SMPN 2 Singaraja Tahun Ajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah adalah seluruh siswa kelas VII semester II tahun pelajaran 2014/2015 di SMP N 2 Singaraja dengan jumlah populasi 555 orang siswa. Sampel penelitian ini yaitu kelas VII.5 sebanyak 38 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas VII.2 sebanyak 38 siswa sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk tes objektif. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran STAD dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional (thitung = 11,499 > ttabel = 1,665). Rata-rata skor hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran STAD adalah 24,76 berada pada kategori sangat tinggi. Rata-rata skor hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional adalah 16,18 berada pada kategori sedangi. Berdasarkan temuan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran STAD berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VII di SMP N 2 Singaraja.Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif STAD, multimedia interaktif This study aims to determine significant differences between the sains learning outcomes of students who take the learning by applying the learning model STAD which assisted by multimedia interactive learning and the learning of students who take the conventional learning model in the second semester of seventh grade students of SMPN 2 Singaraja Academic Year 2014/2015. This study is a quasi-experimental research. The study population was all students of class VII is the second semester of the academic year 2014/2015 in SMPN 2 Singaraja with a population of 555 students. Samples of this research that as many as 38 students VII.5 class as the experimental group and class VII.2 as many as 33 students as a control group. Data were collected with the objective of text-shaped test instruments. Data collected were analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistics (t-test). Results of the study found that there are significant differences between the sain’s learning outcomes of students who take the learning with STAD model of learning and the learning of students who take the conventional learning model (t arithmetic= 11,499> t table = 1,665). The average score sain’s learning outcomes of students who take the learning to the learning model STAD is 24,76 being the very high category. The average score sain;s learning outcomes of students who take the learning with conventional learning model was 16.18 at the medium category. Based on the findings of this study, it can be concluded that the learning model STAD affect the results of sain’s learning students studying in class VII SMPN 2 Singaraja.keyword : cooperative learning model STAD , multimedia interactive
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN PQ4R TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 SAWAN ., I Made Agus Putra Wijaya; ., Drs. Nyoman Wirya; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.505 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) hasil belajar IPA pada siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional, (2) hasil belajar IPA pada siswa yang diajar dengan menggunakan metode pembelajaran preview, question, read, reflect, recite, review (PQ4R), (3) perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan metode pembelajaran preview, question, read, reflect, recite, review (PQ4R) dengan siswa yang belajar dengan metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Sawan dengan menggunakan Control Group Pretest Posttes Desain dalam penelitian dan sampel sebanyak 70 orang yang diambil secara random. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah hasil belajar yang dikumpulkan dengan menggunakan metode tes. Tes yang digunakan adalah tes objektif pilihan ganda diperluas dengan jumlah soal 20 butir soal. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terjadi peningkatan persentase rata-rata nilai kelas dikelompok eksperimen dalam tes hasil belajar sebesar 41% dari 28,82 pada tes awal menjadi 53,42 pada tes akhir. (2) terjadi peningkatan persentase rata-rata nilai kelas dikelompok kontrol dalam tes hasil belajar sebesar 30,52% dari 25,92 pada tes awal menjadi 44,25 pada tes akhir. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran preview, question, read, reflect, recite, review (PQ4R) dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang cukup tinggi dibandingkan menggunakan metoda pembelajaran konvensional. Hal ini dapat diliat dari hasil uji hipotesis yang dilakukan dengan menggunakan uji-t ternyata H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, metode pembelajaran preview, question, read, reflect, recite, review (PQ4R) berpengaruh terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas VIII semester genap di SMP Negeri 1 Sawan tahun pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : Metode Pembelajaran PQ4R, Pembelajaran Konvensional, dan Hasil Belajar IPA This study aimed at knowing (1) science learning result of students who were taught by using conventional learning, (2) science learning result of students who were taught by implementing preview, question, read, reflect, recite, review (PQ4R) learning method, (3) difference in science learning result between students who were taught by using preview, question, read, reflect, recite, review (PQ4R) learning method and conventional learning method. This research was conducted in SMP Negeri 1 Sawan by using Control Group Pretest-Posttest Design and 70 random samples. The data analyzed in this study was learning result which was collected by using test method. The test used was multiple-choice objective test containing of 20 questions. The data was analyzed by using t-test. The results of this study show that (1) the average percentage score of experimental group class in achievement test increased 41 % from 28.82 on pretest to 53.42 on post-test. (2) the average percentage score of control group class in achievement test increased 30.52 % from 25.92 on pretest to 44.25 on post-test. Based on the results, it can be concluded that the implementation of preview, question, read, reflect, recite, review (PQ4R) learning method improves students learning results higher than conventional learning method. It can be seen from the result of hypothesis testing conducted by using t-test in which H0 was rejected while H1 was accepted. Thus the preview, question, read, reflect, recite, review (PQ4R) learning method influenced science learning result of the second semester eighth graders at SMP Negeri 1 Sawan in the academic year 2013/2014. keyword : PQ4R Learning Method, Conventional Learning, and Science Learning Result
ANALISIS ISI TAJUK RENCANA MEDIA MASSA CETAK HARIAN KOMPAS TENTANG MASALAH-MASALAH AKTUAL PENDIDIKAN ., Ahmad Faisol Mansur; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.; ., Dr. I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.762 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7721

Abstract

Media Massa sebagai salah satu sumber belajar masyarakat seharusnya dapat menyajikan informasi aktual dalam dunia pendidikan, akan tetapi kenyataannya sebagian media massa di Indonesia masih rendah perhatiannya dalam menyikapi masalah pendidikan. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tingkat perhatian media massa cetak harian Kompas terhadap permasalahan aktual pendidikan, (2) mengetahui struktur penulisan tajuk rencana media massa cetak harian Kompas dalam memaparkan masalah-masalah aktual pendidikan, (3) mengetahui jenis permasalahan aktual pendidikan yang menjadi perhatian media massa cetak harian Kompas. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh tajuk rencana harian Kompas. Sampel penelitian ini menggunakan teknik quota sampling yang berupa tajuk rencana yang terbit dalam rentangan Februari hingga April 2016. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) tingkat perhatian media massa cetak harian Kompas terhadap masalah-masalah aktual pendidikan dapat dikategorikan masih rendah yaitu dengan jumlah sebanyak 6 judul dari 150 tajuk rencana atau sebesar 4%, (2) anatomi tulisan tajuk rencana terhadap 6 judul tulisan yang menyangkut masalah-masalah aktual pendidikan telah mencakup pemaparan masalah, pemberian kritik, dan pemberian solusi atau alternatif dalam memecahkan masalah, (3) masalah aktual pendidikan yang disoroti harian Kompas (edisi tanggal 1 Februari sampai 30 April 2016) didominasi oleh masalah-masalah kualitas atau mutu pendidikan yaitu sebanyak 6 judul (46%) sedangkan sisanya adalah permasalahan kuantitas (23%), relevansi pendidikan dan efektivitas-efisiensi pendidikan masing-masing 15%.Kata Kunci : tajuk rencana, Kompas, masalah pendidikan. Mass Media as one of the learning sources of the societies should be able to present actual information in education sector, but in fact half of the mass media in Indonesia still have low attention in addressing the issue of education. Therefore, this study aims to (1) determine the level of attention of daily printed media Kompas toward the actual problems of education, (2) determine the structure of writing of editorial printed mass media Kompas in describing the actual problems of education, (3) determine the type of the actual educational issues which become concern to the daily printed media Kompas. This type of research is descriptive quantitative. The population of the study was the whole editorial daily Kompas. The research sample used quota sampling technique in form of an editorial published from February to April 2016. The data collection method in this research was the method of documentation. Data were analyzed using qualitative descriptive technique. The results of this study were (1) the level of attention of the printed media Kompas toward the actual problems of education can be considered still low, namely with a total of six titles from 150 editorial or 4%, (2) the anatomy of writing editorials toward six titles of the writing concerning the actual problems of education has covered exposure problems, giving feedback, and providing solutions or alternatives to solve the problem, (3) the actual issue of education highlighted by the daily Kompas (edition from February 1 to 30 April 2016) is dominated by the issues of quality or the quality of education is as much as 6 titles (46%) while the rest is the problem of quantity (23%), educational relevance and effectiveness-efficiency of the education is 15% respectively.keyword : editorial, Kompas, educational issues.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DENGAN MODEL ADDIE PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VII SEMESTER I DI SMP TP 45 SUKASADA L. P. Putrini Mahadewi, N. Subana, I D. K. Tastra,
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.84 KB)

Abstract

Multimedia interaktif untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalahmultimedia yang belum ada dan perlu dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan desain pengembangan multimedia interaktif dengan model ADDIE padamata pelajaran IPA kelas VII semester I di SMP TP 45 Sukasada tahun pelajaran2012/2013. Di samping itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kualitas hasilpengembangan multimedia interaktif dengan model ADDIE pada mata pelajaran IPAkelas VII semester I di SMP TP 45 Sukasada tahun pelajaran 2012/2013, menurut reviewahli, uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Penelitian iniadalah penelitian pengembangan. Model pengembangan yang digunakan adalah modelADDIE (analyze, design, development, implementation, evaluation). Adapun subyekvalidasi terdiri dari seorang ahli isi mata pelajaran, seorang ahli desain pembelajaran,seorang ahli media pembelajaran, enam siswa untuk uji coba perorangan, dua belassiswa untuk uji coba kelompok kecil, dan tiga puluh siswa untuk uji coba lapangan.Metode pengumpulan data yang digunakan adalah pencatatan dokumen dan angket.Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif dan teknikanalisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah sebuah multimedia interaktif yangdikembangkan berdasarkan desain (storyboard) yang dirancang. Validitas multimediainteraktif adalah: (1) menurut review ahli isi mata pelajaran menunjukkan kategori sangatbaik (92%), (2) menurut review ahli desain pembelajaran berada pada kategori baik(88%), (3) menurut review ahli media pembelajaran menunjukkan kategori baik (86,67%),(4) berdasarkan uji coba perorangan menunjukkan kategori baik (83%), (5) berdasarkanuji coba kelompok kecil berada pada kategori baik (82,33%), dan (6) berdasarkan ujicoba lapangan menunjukkan kategori baik (80,6%). Dengan demikian multimediainteraktif ini tidak perlu direvisi dan digunakan untuk penelitian lebih lanjut.Kata kunci: pengembangan, multimedia, multimedia interaktif, model ADDIE

Page 1 of 36 | Total Record : 352