cover
Contact Name
Azwinur
Contact Email
polimesin@pnl.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
polimesin@pnl.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal POLIMESIN
ISSN : 16935462     EISSN : 25491199     DOI : -
Jurnal POLIMESIN is an peer-reviewed journal that publishes original and high-quality research papers in all areas of mechanical engineering. The editorial team aims to publish high quality and highly applied research and innovation that has the potential to be widely disseminated, taking into consideration the potential mechanical engineering that it could generate. Jurnal Polimesin is publish twice a year in February and August.
Arjuna Subject : -
Articles 148 Documents
Analisa pengaruh variasi kampuh terhadap hasil pengelasan SMAW pada stainless steel 304 menggunakan pengujian ultrasonic dan kekuatan tarik hakim, arif rahman; imran, imran
Jurnal POLIMESIN Vol 18, No 1 (2020): Februari
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v18i1.1057

Abstract

Kekuatan hasil sambungan las dipengaruhi oleh berbagai faktor yang sangat beragam. Salah satunya karena perubahan struktur akibat dari proses pemanasan. Agar sambungan antara dua bagian logam memiliki mutu yang baik diperlukan suatu pengelasan yang tepat dan sambungan serta bentuk kampuh las yang sesuai dengan kegunaan dari hasil lasan tersebut. Parameter pada pengelasan SMAW meliputi kuat arus, tegangan listrik, polaritas listrik, dan sudut kampuh yang digunakan. Parameter inilah yang menjadikan dasar pemilihan yang tepat guna mendapatkan kualitas atau mutu sambungan yang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi kampuh terhadap uji ultrasonic dan uji kekuatan tarik hasil sambungan proses las Shielded Metal Arc Welding (SMAW) pada material stainless steel 304. Proses pengelasan dilakukan dengan menggunakan elektroda tipe NSN 312 AWS A5.4 E312-16 dengan menggunakan arus 100 A pada posisi pengelasan 1 G, pengelasan dilakukan pada material dengan menggunakan sudut kampuh V, I dan double V sebanyak 1 spesimen setiap kampuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cacat pada hasil pengelasan dengan menggunakan sudut kampuh V lebih sedikit dibandingkan dengan pengelasan menggunakan sudut kampuh I dan double V. Selain itu, hasil pengujian tarik material stainless steel 304 menunjukkan nilai tegangan tertingi terjadi pada kampuh V yaitu sebesar 610,11 N/mm²  yang membuat material stainless steel 304 mengalami deformasi plastis. Hal tersebut membuktikan bahwa material stainless steel 304 yang dilas dengan mengunakan sudut kampuh V memiliki tegangan luluh lebih tinggi dibandingkan pengelasan dengan menggunakan sudut kampuh I dan double V. Kata Kunci : SMAW, ultrasonic Test, uji Tarik, elektroda, kampuh Effect of butt weld groove variations on stainless steel 304 by the SMAW welding using ultrasonic testing and tensile strength Abstract The strength of the weld joint is influenced by various factors that are very diverse, one of which is due to structural changes due to the heating process. In order for the connection between two metal parts to have good quality, precise welding is required and the connection and shape of the weld seam are in accordance with the use of the welded product. The parameters in SMAW welding include current strength, electric voltage, electric polarity, and groove used. These parameters make the basis for choosing the right one to get a good quality connection. The purpose of this study was to determine the effect of seam variations on the ultrasonic test and tensile strength test results of the Shielded Metal Arc Welding (SMAW) welding process on stainless steel 304 material. The welding process was carried out using NSN 312 AWS A5.4 E312-16 type electrodes using the current of 100 A at 1 G welding position, welding is carried out on the material using a groove V, I and double V for 1 specimen each seam. The results showed that the defects in the results of welding by using the angle of seam V is less than the welding using the angle of seam I and double V. In addition, the results of tensile testing of stainless steel material 304 showed the highest value of stress occurs in seam V that is equal to 610.11 N / mm² which makes stainless steel 304 material undergo plastic deformation. This proves that 304 stainless steel material welded using groove V has  higher yield stress than welding by using groove I and double V. 
Hubungan rancangan dan resiko terhadap konsumen Abdullah, Mohd Arskadius; Dailami, Dailami
Jurnal POLIMESIN Vol 7, No 2 (2009): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v7i2.1387

Abstract

Perkembangan   ilmu  pengetahuan   dan  teknologi   (IPTEK)  yang   begitu pesat telah  memacu terciptanya berbagai jenis peralatan kerja maupun mesin. Penggunaan peralatan kerrja dlmaksudkan adalah untuk  me'mbantu   kemampuan,    dan    keterbatasan    manusia    dalam  melaksanakan  tugasnya yang  lebih cepat, banyak,  teliti dan lebih  baik.  mutunya dengan sedikit kesalahan serta risiko dan beban kerja yang relatif kecil.  Dari sudut rancangan, peralatan  dan mesin yang  ada di pasaran sangat memuaskan, tetapi belum memuaskan untuk pemakai,   karena kurang  memperhatikan   kemampuan  dan  keterbatasan    manusia  sebagai  pemakainya:  Kandisi demikian cenderung akan mempercepat  terjadinya  kelelahan   yang  berakibat kecelakaan maupun gangguan  kesehatan.   Sehubungan  dengan  hal tersebut,   dengan  ini  telah  dilakukan observasi terhadap    beberapa   produk..Hasilnya   menunjukkan    masih    banyak   produk    yang    kurang memperhatikan  keterbatasan  manusia  sebagai  operator  sehingga  sering  menimbulkan  risiko. Hasil  pengamatan  ini sebagai  masukan  bagi para perancang  agar  dalam  merancang  produk lebih memperhatikan   faktor  keamanan, nyaman untuk dipakai,  mampu mengurangi beban kerja guna meningkatkan  produktivitas  kerja dan kesejahteraan. Kata kunci: rancangan produk, manusia, risiko.
Desain mesin pertanian serbaguna berdasarkan model mesin perontok padi konvensional Jannifar, A.; -, Mawardi
Jurnal POLIMESIN Vol 14, No 1 (2016): Februari
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v14i1.291

Abstract

Kelompok masyarakat yang pendapatannya sangat tergantung kepada hasil pertanian masih cukup banyak, banyak petani yang hidupnya hanya didukung oleh penjualan berbagai hasil pertanian, dengan menanam berbagai jenis tumbuhan mereka tidak bergantung lagi satu jenis tumbuhan pada satu musim panen. Petani memerlukan mesin pengolah hasil pertanian yang dapat dipergunakan untuk mengolah berbagai ragam hasil panen, seperti padi, jagung dan kacang kedelai. Penelitian ini menghasilkan kombinasi optimal dimensi bagian silinder perontok untuk hasil panen yang berbeda. Tiga jenis hasil panen, yaitu padi, jagung, dan kacang kedelai dijadikan objek pengujian. Sementara itu mesin perontok padi tipe TH-6 produksi lokal yang juga dapat digunakan untuk merontokkan hasil-hasil panen tersebut, tetapi dengan kapasitas  perontokan terbatas. Hipotesa bahwa  perubahan 3 variabel silinder perontok : jarak antara gigi pertama, sudut gigi dan tinggi gigi perlu dirubah menurut hasil panen yang berbeda. Mengawali penelitian ini, dipilihkan tiga level variasi pada masing-masing variabel untuk diuji. Variabel pertama, jarak gigi perontok konvensional 40 (mm) atau seri 4, dipilih level pengujian tambahan pada level 30 (mm) atau seri 3 dan 35 (mm) atau seri 3,5. variabel kedua, sudut gigi konvensional 45 (o) dipilih level pengujian tambahan 36 (o) dan 60 (o), Variabel ketiga, tinggi gigi konvensional 60 (mm) dipilih level pengujian tambahan pada 40 (mm) dan 50 (mm). Eksternal variabel yang dapat mempengaruhi penelitian ini adalah gaya pelepasan butir (N), kadar air (%) dan putaran silinder perontok (rpm). Ketiga eksternal variabel tersebut dikendalikan pada kondisi pemakaian mesin perontok biasanya. Kondisi pemakaian yang biasa dinilai oleh operator mesin yang berpengalaman. Dari hasil pengujian pada level yang dipilih, diperoleh susunan gigi perontok optimal untuk padi, seri gigi 4, sudut gigi 36 (o) dan tinggi 60 (mm). Untuk jagung, seri gigi 3, sudut gigi 36 (o) dan tinggi gigi 60 (mm). Untuk kacang kedelai, seri gigi 4, sudut gigi 45 (o) dan tinggi gigi 50 (mm). masing-masing susunan menghasilkan kapasitas perontokan untuk padi 1920 (kg/jam), jagung 2450 (kg/jam), kacang kedelai 459 (kg/jam). Dibandingkan dengan kapasitas perontokan  mesin perontok konvensional, untuk padi mengalami kenaikan 92 % ,  jagung 22 %,  kacang kedelai 15 %.
Perancangan turbin uap untuk siklus gabungan Syarief, Jenne
Jurnal POLIMESIN Vol 7, No 1 (2009): Februari
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jp.v7i1.1343

Abstract

Turbin gas beroperasi pada temperatur yang tinggi, sekitar 1100 — 1650”C. Temperatur gas-gas hasil pembakaran pada turbin gas biasanya masih cukup tinggi, sehingga masih mengandung energi yang cukup besar. Energi ini masih bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi siklus turbin gas sekaligus meningkatkan daya yang dihasilkannya. Salah satu cara untuk memanfaatkan energi ini adalah dengan menggunakan siklus turbin uap. Siklus turbin gas yang dilanjutkan dengan siklus turbin uap disebut sebagai siklus gabungan (Combined Cycle)Pada siklus turbin uap, energi gas-gas hasil pembakaran dimanfaatkan untuk memanaskan uap pada suatu Heat Recovery Boiler. Uap dari Boiler digunakan untuk menggerakkan turbin uap yang selanjutnya akan menjalankan generator. Uap yang dapat dihasilkan oleh Heat Recovery Boiler biasanya memiliki laju aliran massa yang cukup kecil, sehingga daya yang dapat dibangkitkan oleh turbin uap juga akan relatif kecil.Kata kunci: Turbin Uap, Combined Cycle, Siklus Gabungan
Studi kekuatan sambungan las terhadap material baja TRS 500 menggunakan variasi gerakan eletroda Asiri, Muhammad Halim; Husen, Mardin; Badia, Bahdin Ahad; Syafrun, Muhammad
Jurnal POLIMESIN Vol 18, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v18i2.1828

Abstract

One of the most important processes in the metal, machinery, and manufacturing industries is the process of joining metals called welding processes. The movement of the welding electrode can affect the strength of the joint on the welding results. This study aims to determine the results of the strength of a single V-butt joint welding joint using straight electrode movement, circular electrode movement and zigzag electrode movement on TRS 500 steel plates. The welding process is carried out on 6 mm thick steel plates using the SMAW welding process with welding currents 75-95 A, E7016 electrode wire in 1G (down hand) position. Dimensions of specimens and procedural tensile testing procedures in SNI 07-0371-1998 tensile test rods for metal materials referred to JIS Z 2241. From testing the results of welding using electrode movement variations there is an influence on tensile strength and hardness which indicate that the tensile strength of joints the highest welding occurs in the straight electrode (without swing) welding which has the highest average tensile strength of 728.17 MPa and strain of 13.17%, while the lowest tensile testing value of zigzag electrode movement (swing pattern Z) with the average tensile stress value an average of 672.83 MPa and a strain of `13.21%. The value of hardness in the area of heat influence (HAZ), the highest average value of Rockwell hardness is found in the results of welding straight electrode movement of 70.40 N / mm2, while the lowest hardness values in welding circular electrode movement with an average hardness value of 69.10 N / mm2.
Modifikasi feeder dengan mekanisme translasi gigi rack pada mesin pengiris buah-buahan dan umbi-umbian H. Saifuddin, H. Saifuddin
Jurnal POLIMESIN Vol 8, No 2 (2010): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v8i2.1363

Abstract

Dengan memodfikasi sistem pengumpanan dengan material uji ubi kayu dengan menggunakan pegas dan mekanisme gigi rack. Mekanisme sistem pengumpan yang dapat bergerak sempurna menghantarkan material kebagian pemotongan, dan kontruksinya dapat bekerja efektif Mesin ini dapat mengiris buah-buahan dan umbi-umbian yang bekerja secara maksimal untuk meningkatkan produksi.Pada proses modifikasi belum terjadi keseragaman pengirisan dan masih terjadinya cacat produk dan sampel dalam pengujian digunakan ubi kayu dengan diameter yang berbeda dan efisiensi mesin hanya tercapai 57,15 46 dan hasil yang dicapai dalam pengirisan ini ketebalan I- 1,5 mm.Kata kunci: ubi kayu, gigi rack dan efisiensi
Pengaruh temperatur tempering terhadap kekerasan dan ketangguhan material pelat baja karbon sebagai bahan cangkul Ismy, Adi Saputra; Bahri, Samsul
Jurnal POLIMESIN Vol 1, No 1 (2003): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v1i1.1396

Abstract

Kaji eksperimental pengeringan biji kopi dengan menggunakan sistem konveksi paksa Sary, Ratna
Jurnal POLIMESIN Vol 14, No 2 (2016): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v14i2.337

Abstract

Selama ini hasil panen biji kopi di Aceh dijual oleh petani dalam keadaan masih basah (buah gelondong), walaupun ada sebagian yang dikeringkan sebelum menjualnya. Namun proses pengeringan yang dilakukan masih secara alami atau tradisional yaitu dibawah sinar matahari yang membutuhkan waktu sangat lama dan kurang higienisnya produk yang dihasilkan. Hal ini dikarenakan penjemuran dilakukan di lahan terbuka, yang hanya dilapisi plastik atau terpal, lantai semen, bahkan ada yang langsung melakukan penjemuran di tanah terbuka tanpa menggunakan alas sehingga mudah terkena kotoran-kotoran seperti binatang, serangga, tanah ataupun krikil. Pengeringan dengan peralatan pengering merupakan salah satu solusi untuk megatasi hal tersebut. Pengeringan dapat dilakukan dengan menggunakan konveksi alamiah dan konveksi paksa. Konveksi alamiah membutuhkan waktu sekitar 12-20 jam untuk proses pengeringan, sehingga membutuhkan metode konveksi paksa (penambahan kipas), untuk mempercepat waktu pengeringan. Konveksi paksa dilakukan dengan 3 variasi kecepatan udara yaitu 3,15 m/s dengan temperatur rata-rata 600C dapat mengurangi kadar air sebanyak 31 % selama 4 jam dari nilai kadar air awal 42 % menghabiskan bahan bakar sebanyak 1,2 kg. Kecepatan udara 3,75m/s dengan temperatur rata-reata 600C dapat mengurangi kadar air sebanyak 33 % selama 4 jam, dari nilai kadar air awal 42 % menghabiskan bahan bakar sebanyak 1,3 kg. Sedangkan kecepatan udara 4,03 m/s dengan temperatur rata-rata 600C selama 4 jam dapat mengurangi kadar air sebanyak 36 % nilai kadar air awal 42 % menghabiskan bahan bakar 1,5kg. Semakin cepat kecepatan udara semakin cepat pula proses pengeringan atau penurunan kadar air biji kopi. Untuk menghasilkan kadar air sesuai setandar Indonesia 12% pada proses pengeringan dengan menggunakan kecepatan udara 4,03 m/s membutuhkan waktu sekitar 3 jam.Kata kunci: Pengeringan, Kopi, Konveksi paksa, Kadar Air.
Studi pengaruh variasi kuat arus terhadap sifat mekanik hasil Pengelasan GTAW alumunium 1050 dengan filler ER 4043 Rahmatika, Amelia; Ibrahim, Setiani; Hersaputri, Megarini; Aprilia, Ely
Jurnal POLIMESIN Vol 17, No 1 (2019): Februari
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v17i1.731

Abstract

Industri manufaktur di Indonesia sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan industri manufaktur sangat erat kaitannya dengan proses penyambungan logam melalui teknik pengelasan. Material Aluminium dan paduannya adalah salah satu jenis logam yang banyak digunakan dalam industri karena memiliki beberapa keunggulan sifat, diantaranya adalah ringan dan memiliki ketahanan korosi yang baik. Namun kelemahan material ini yaitu sukar untuk dilas. Penentuan parameter las sangat penting dalam proses pengelasan. Kuat arus las merupakan salah satu parameter proses pengelasan yang akan mempengaruhi sifat mekanik hasil lasan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sifat mekanik sambungan las Aluminium 1050 menggunakan paramater kuat arus dengan variasi nilai kuat arus yaitu 125 A, 150 A, dan 175 A. Metode pengelasan yang diterapkan pada penelitian ini adalah pengelasan GTAW dengan ER 4043 sebagai logam pengisinya. Pengujian kekuatan tarik dan pengujian kekerasan telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi kuat arus terhadap sifat kekuatan tarik dan kekerasan pada sambungan lasan. Berdasarkan pengujian tarik, kekuatan tarik tertinggi dicapai pada kuat arus 125 A dengan nilai 81,8 MPa. Hasil pengujian mikro Vickers menunjukkan bahwa nilai kekerasan pada daerah lasan selalu lebih besar dibandingkan nilai kekerasan di daerah HAZ dan logam induk untuk setiap kuat arus. Nilai kekerasan tertinggi pada daerah lasan sebesar 69 HV diperoleh pada kuat arus terbesar yaitu 175 A.Kata Kunci : Aluminium 1050, Pengelasan GTAW, Kuat Arus, Kekerasan, Kuat Tarik.  AbstractThe manufacturing industry in Indonesia is experiencing very rapid development. The development of the manufacturing industry is very closely related to the process of connecting metals through welding. Aluminum material and its alloys are one type of metal that is widely used in industry because it has several advantages in properties, including being lightweight and having good corrosion resistance. But the weakness of this material is that it is difficult to weld. Determination of welding parameters is very important in the welding process. Welding current strength is one of the welding process parameters that will affect the mechanical properties of welds. This study was conducted to determine the mechanical properties of aluminium 1050 welded joints using current strength parameters with variations in the current strength of 125 A, 150 A, and 175 A. The welding method applied in this study is GTAW with ER 4043 as its filler metal. Tensile strength testing and hardness testing have been carried out to determine the effect of strong current variations on the properties of tensile strength and hardness in weld joints. Based on tensile testing, the highest tensile strength was achieved at 125 A current with a value of 81.8 MPa. The Vickers micro test results show that the hardness value in the weld area is always greater than the hardness value in the HAZ region and the parent metal for each current strength. The highest hardness value in the weld area of 69 HV is obtained at the largest current strength of 175 A. Keywords : Aluminium 1050, GTAW welding process, Welding current strength, Hardness, Tensile strength test.
Seleksi minyak pelumas yang tepat dicampur dengan oil treatment pada motor bensin 1290 cc Samsani, Samsani; Mawardi, Mawardi
Jurnal POLIMESIN Vol 2, No 1 (2004): Februari
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v2i1.1409

Abstract

Page 1 of 15 | Total Record : 148