cover
Contact Name
Azwinur
Contact Email
polimesin@pnl.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
polimesin@pnl.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal POLIMESIN
ISSN : 16935462     EISSN : 25491199     DOI : -
Jurnal POLIMESIN is an peer-reviewed journal that publishes original and high-quality research papers in all areas of mechanical engineering. The editorial team aims to publish high quality and highly applied research and innovation that has the potential to be widely disseminated, taking into consideration the potential mechanical engineering that it could generate. Jurnal Polimesin is publish twice a year in February and August.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 14, No 1 (2016): Polimesin" : 6 Documents clear
ANALISA EFEKTIVITAS PROKDUSI PADA UNIT UREA I DENGAN MENGGUNAKAN METODE TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM) DI PT. PUPUK ISKANDAR MUDA Sariyusda, Sariyusda; Fakhriza, Fakhriza; Putra, Johansyah
Jurnal POLIMESIN Vol 14, No 1 (2016): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v14i1.300

Abstract

PT Pupuk Iskandar Muda adalah perusahaan yang bergerak dibidang industri kimia yaitu memproduksi pupuk urea dan ammonia. Pada lini produksi pupuk urea terdapat beberapa masalah produksi yaitu belum tercapainya rencana produksi dan tingginya downtime mesin. Oleh karena itu, dilakukan pengukuran efektivitas pada lini produksi urea untuk mengetahui kinerja mesin/peralatan. Overall Equipment Effectiveness (OEE) adalah metode yang digunakan untuk mengukur efektivitas kinerja peralatan, kemudian mengidentifikasi penyebab rendahnya efektivitas dengan menggunakan six big losses. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rata-rata OEE tahun 2015 sebesar 79.24%. Losses yang berpengaruh adalah breakdown losses sebesar 29.64% dan reduced speed losees sebesar 10.70%. penyebab losses antara lain karena operator kurang mememahami gejala kerusakan mesin, tidak maksimal saat kegiatan preventive maintenance, keterlambatan dalam penanganan perbaikan, dan kekurangan material. Beberapa rekomendasi perbaikan berdasarkan konsep Total Productive Maintenance adalah mengadakan training kepada operator, disiplin dan proaktif dalam melaksanakan preventive maintenance sesuai dengan prosedur.Kata kunci: Overall Equipment Effectiveness (OEE), six big losses, Total Productive Maintenance
PENGUATAN KAYU DAN PLYWOOD MELALUI PROSES SANDWICH DENGAN KOMPOSIT POLYESTER SERAT GELAS UNTUK BAHAN PEMBUATAN PERAHU Azwar, Azwar; Ismy, Ady Saputra; Saifuddin, Saifuddin
Jurnal POLIMESIN Vol 14, No 1 (2016): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v14i1.296

Abstract

Keterbatasan kayu berkualitas untuk pembuatan perahu nelayan menyebabkan harga perahu meningkat dan kualitasnya menurun sehingga berimbas pada nalayan tradisional. Penurunan kualitas perahu salah satunya disebabkan oleh proses pelapukan kayu akibat terendam air dan terpampang terhadap sinar matahari pada jangka waktu yang lama. Maka proses pelapukan tersebut dapat diminimalisir melalui proteksi kayu dari kontak langsung dengan air atau matahari yang dengan lapisan komposit polyester serat gelas, yang menjadi tujuan penelitian ini. Penyiapan specimen uji mengacu pada standart ASTM C 1341 – 06 (Standart Test Method for Flexural Properties of Continuos Fiber-Reinforced Advance Ceramic Composites) dengan ukuran spesimen mengacu pada L/d = 16/1. Proses pengujian dilakukan menggunakan uji bending 3 titik (3 poin bending test). Hasilnya menunjukkan bahwa Lapisan komposit polyester baik dengan serat gelas atau tanpa serat gelas dapat menghalangi penyerapan air pada kayu yang dilapisinya serta meningkatkan kekuatan dari kayu yang akan dijadikan bahan baku pada pembuatan perahu nelayan sekitar ± 20 %. Dari 2 jenis kayu yang di teliti didapati bahwa kayu damasui yang diperkuat komposit serat gelas memberi efek penguatan yang lebih baik dibandingkan dengan kayu bayu. Untuk komposit sandwich plywood dan serat gelas Penggunaan 2 lapis serat sebagai kulit (skin) dapat meningkatkan kekuatan bahan komposit sandwich, namun peningkatannya tidak signifikan. Sedangkan ketebalan plywood (core) mempengaruhi kekuatan bahan komposit sandwich, dimana semakin tebal,kekuatannya semakin menurun. Analisa fractography juga menunjukkan bahwa bagian interface antara kayu dan komposit merupakan titik awal kegagalan specimen secara laminasi, sehingga kekuatan mekaniknya sangat tergantung dari kualitas ikatan pada interface, dimana ikatan yang baik akan membentuk cross linking antara kayu dengan komposit.Kata kunci : Kayu komposit, sifat mekanik, absorbsi air, komposit polyester, uji bending Plywood, core, komposit sandwich,
RANCANG BANGUN ALAT PENGGONGSENG KELAPA UNTUK PEMBUATAN BUMBU DAPUR DENGAN MENGGUNAKAN PEMANAS LISTRIK TEMPERATUR 800C DENGAN KAPASITAS 3 KG Lubis, Hasrin; Abas, Al Fathir
Jurnal POLIMESIN Vol 14, No 1 (2016): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v14i1.297

Abstract

Proses pembuatan bumbu dapur masih tertinggal dalam hal teknologinya, misalnya dalam proses pemanasan kelapa, pada umumnya masih menggunakan kompor untuk melakukan pemanasan, dalam melakukan pemanasan sangat banyak mengalami kendala karena menggunakan kompor. Berdasarkan kendala yang terjadi, maka perlu merancang sebuah alat yang dapat membatu masyarakat dalam proses pemanasan (gongseng) kelapa, perancangan dilakukan dengan menggunakan pemanas listrik (heater) kelapa yang dapat di gongseng dengan lebih cepat dan sangat mempermudah pekerjaan di dapur. Proses untuk pembuatan kelapa gongseng dari kelapa yang telah diparut maka dilakukan beberapa metode penggongsengan serta pemanas menggunakan api dan sistem elemen pemanas menggunakan sumber energi listrik yang di ubah menjadi energi panas (energi kalor). Prinsip kerja dari alat gongseng kelapa ini terjadi didalam kuali yang di panas menggunakan elemen pemanas dengan suhu 800 C yang kemudian di aduk oleh mata pengaduk (mixing) dengan putaran 45 rpm yang ditransmisikan oleh gearbox dengan penggerak utama motor listrik dengan putaran 1420 rpm. Adapun elemen pemanas yang digunakan yaitu elemen pemanas dengan spesifikasi 750 watt dan temperature 800 C. Spesifikasi alat ± memiliki panjang = 760 mm, lebar = 760 mm, dan tinggi = 925 mm dan berat ± 55 kg dan bersifat portable, Hasil pengujian struktural dan fungsional yang telah dilakukan pada alat penggongseng kelapa ini dapat disimpulkan bahwa seluruh komponen bekerja sesuai dengan perencanaan.Kata Kunci : Elemen Pemanas, Pengaduk (Mixing), Portable.
PERAWATAN PUMPING UNIT BUKAKA TIPE C228 DI PT. PERTAMINA EP ASSET 1 FIELD RANTAU-KUALASIMPANG Syarif, Jenne; Darmein, Darmein; Fadillah, Khaidir
Jurnal POLIMESIN Vol 14, No 1 (2016): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v14i1.298

Abstract

Pumping unit ini adalah jenis pompa sucker rod yang menggunakan metode artificial lift yang paling baik diterapkan di sumur-sumur dangkal dan sedikit atau tidak adanya gas yang terproduksi bersama minyak. Dalam pengoperasiannya, pompa sucker rod memiliki banyak masalah yang sering timbul, diantaranya adalah tidak sesuainya laju produksi yang diinginkan dengan laju produksi sebenarnya. Gangguan- gangguan permasalahan yang sering terjadi pada pumping unit type C228 ini biasanya Terjadi keausan pada wrish pin bearing dan patahnya gigi-gigi plate clutch perawatan yang harus dilakukan pada keausan yaitu dengan menerapkan perawatan sebagai berikut: Perawatan mingguan (Pelumasan) Perawatan bulanan (Pergantian Komponen) Keadaan operasi tiap hari di amati dan di catat, setiap keadaan yang tidak normal mudah ditemukan sehingga dapat segera diatasi. Hindari semua komponen yang dapat merusak pompa, baik itu didalam pengoperasiannya ataupun perawatannya, lakukan berdasarkan prosedur yang tepat. Kerja sama dalam perawatan pumping unit ini sangat diharapkan sehingga target pengoperasian dapat tercapaiKata Kunci: Pumping Unit, Perawatan, Keausan,Pengoperasian
DESAIN MESIN PERTANIAN SERBAGUNA BERDASARKAN MODEL MESIN PERONTOK PADI KONVENSIONAL Jannifar, A.; -, Mawardi
Jurnal POLIMESIN Vol 14, No 1 (2016): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v14i1.291

Abstract

Kelompok masyarakat yang pendapatannya sangat tergantung kepada hasil pertanian masih cukup banyak, banyak petani yang hidupnya hanya didukung oleh penjualan berbagai hasil pertanian, dengan menanam berbagai jenis tumbuhan mereka tidak bergantung lagi satu jenis tumbuhan pada satu musim panen. Petani memerlukan mesin pengolah hasil pertanian yang dapat dipergunakan untuk mengolah berbagai ragam hasil panen, seperti padi, jagung dan kacang kedelai. Penelitian ini menghasilkan kombinasi optimal dimensi bagian silinder perontok untuk hasil panen yang berbeda. Tiga jenis hasil panen, yaitu padi, jagung, dan kacang kedelai dijadikan objek pengujian. Sementara itu mesin perontok padi tipe TH-6 produksi lokal yang juga dapat digunakan untuk merontokkan hasil-hasil panen tersebut, tetapi dengan kapasitas  perontokan terbatas. Hipotesa bahwa  perubahan 3 variabel silinder perontok : jarak antara gigi pertama, sudut gigi dan tinggi gigi perlu dirubah menurut hasil panen yang berbeda. Mengawali penelitian ini, dipilihkan tiga level variasi pada masing-masing variabel untuk diuji. Variabel pertama, jarak gigi perontok konvensional 40 (mm) atau seri 4, dipilih level pengujian tambahan pada level 30 (mm) atau seri 3 dan 35 (mm) atau seri 3,5. variabel kedua, sudut gigi konvensional 45 (o) dipilih level pengujian tambahan 36 (o) dan 60 (o), Variabel ketiga, tinggi gigi konvensional 60 (mm) dipilih level pengujian tambahan pada 40 (mm) dan 50 (mm). Eksternal variabel yang dapat mempengaruhi penelitian ini adalah gaya pelepasan butir (N), kadar air (%) dan putaran silinder perontok (rpm). Ketiga eksternal variabel tersebut dikendalikan pada kondisi pemakaian mesin perontok biasanya. Kondisi pemakaian yang biasa dinilai oleh operator mesin yang berpengalaman. Dari hasil pengujian pada level yang dipilih, diperoleh susunan gigi perontok optimal untuk padi, seri gigi 4, sudut gigi 36 (o) dan tinggi 60 (mm). Untuk jagung, seri gigi 3, sudut gigi 36 (o) dan tinggi gigi 60 (mm). Untuk kacang kedelai, seri gigi 4, sudut gigi 45 (o) dan tinggi gigi 50 (mm). masing-masing susunan menghasilkan kapasitas perontokan untuk padi 1920 (kg/jam), jagung 2450 (kg/jam), kacang kedelai 459 (kg/jam). Dibandingkan dengan kapasitas perontokan  mesin perontok konvensional, untuk padi mengalami kenaikan 92 % ,  jagung 22 %,  kacang kedelai 15 %.
PERAWATAN PADA LABYRINTPERAWATAN PADA LABYRINTH KOMPRESOR SENTRIFUGAL KAWASAKI K-2501 A DENGAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DI PT. ARUN NGL BLANG LANCANG Saifuddin, Saifuddin; Jalil, A.; Arlena, Fitri
Jurnal POLIMESIN Vol 14, No 1 (2016): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v14i1.299

Abstract

Sesuai dengan perkembangan industri pada saat sekarang ini, banyak diciptakan peralatan dan alat bantu yang dapat mempercepat proses kerja suatu industri, diantaranya adalah kompresor.Kompresor sentrifugal kawasaki beroperasi pada unit 88 yang terdiri dari motor listrik sebagai penggerak. Kompresor sentrifugal kawasaki K-2501 A adalah jenis kompresor sentrifugal yaitu kompresor dengan kedudukan poros horizontal yang berfungsi untuk untuk menaikkan tekanan gas untuk keperluan tertentu atau dengan kata lain kompresor meningkatkan energi (head) fluida gas yang mengalir dari level energi tertentu ke level energi yang lebih tinggi. Dalam dunia industri kompresor mempunyai kegunaan yang sangat luas seperti dalam bidang perminyakan, petrokimia workshop, dan lain-lain.hasil analisadata lapangan, terdapat beberapa item yang mengalami kerusakan seperti Labyrinth, o ring , dan impellerpada Kompresor sentrifugal K-2501 A yang mengakibatkan kompresor harus dilakukan breakdown maintenance. Adapun tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk memaksimalkan umur pakai komponen dari sebuah kompresor dengan menganalisa kompresor tersebut menggunakan metode FailureMode Effecy And Analysis (FMEA).Kata kunci : kompresor sentrifugal, failure Mode and Effect Analisys (FMEA)

Page 1 of 1 | Total Record : 6