cover
Contact Name
Azwinur
Contact Email
polimesin@pnl.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
polimesin@pnl.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal POLIMESIN
ISSN : 16935462     EISSN : 25491199     DOI : -
Jurnal POLIMESIN is an peer-reviewed journal that publishes original and high-quality research papers in all areas of mechanical engineering. The editorial team aims to publish high quality and highly applied research and innovation that has the potential to be widely disseminated, taking into consideration the potential mechanical engineering that it could generate. Jurnal Polimesin is publish twice a year in February and August.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 14, No 2 (2016): Polimesin" : 8 Documents clear
PENENTUAN SUDUT POSISI SUDU ARAH HORIZONTAL UNTUK PENGEMBANGAN SUDU MODEL FURROWER AERATOR KINCIR Bahri, Samsul
Jurnal POLIMESIN Vol 14, No 2 (2016): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v14i2.339

Abstract

Tingkat keberhasilan usaha budidaya tambak secara intensif sangat dipengaruhi oleh kemampuan petani untuk mengatasi penurunan kualitas air yang salah satunya masalah kelarutan oksigen yang rendah melalui proses aerasi. Salah satu tipe alat aerasi yang umum digunakan adalah aerator kincir karena merupakan aerator yang paling baik dari segi mekanisme aerasi dan tenaga penggerak yang dapat digunakan. Namun aerator ini masih memiliki kinerja aerasi yang rendah sehingga biaya operasional kincir untuk pengelolaan budidaya tambak masih tinggi. Selama ini usaha peningkatan kinerja aerasi dilakukan dengan pengembangan sudu secara dua dimensi. Hal ini tidak memberikan hasil yang optimal karena kebutuhan daya untuk aerasi berbanding lurus dengan kenaikan laju aerasi. Pengembangan sudu tiga dimensi merupakan salah satu alternatif solusi. Sudut posisi sudu arah horizontal merupakan parameter desainnya. Penelitian bertujuan mendapatkan sudut posisi sudu arah horizontal untuk pengembangan sudu tiga dimensi. Kincir yang digunakan mempunyai sudu delapan buah, ukuran sudu 15x20 cm dengan diameter lubang sudu 16 mm dan sudut posisi sudu arah vertikal 45º. Variasi sudut posisi sudu arah horizontal dilakukan pada 0º, 15º dan 30º dengan putaran kincir 115, 135 dan 154 rpm pada kecelupan sudu 12 cm. Pengujian dilakukan untuk mendapatkan torsi dan daya listrik yang digunakan dan volume penutupan semburan yang dihasilkan sebagai kesamaan dari laju perpindahan oksigen yang terjadi. Hasil pengujian terbaik dihasilkan pada sudut posisi sudu arah horizontal 30º dengan putaran kincir 154 rpm yaitu torsi 46.70 N, daya listrik 564.39 Watt, dan volume penutupan semburan 4.55 m3.Kata Kunci: aerator kincir, sudut posisi sudu arah horizontal, torsi, daya listrik, volume penutupan semburan.
ANALISIS SISTEM TRANSMISI DAN PEMBUKA ALUR TANAM SEBAGAI ACUAN DALAM DESAIN MESIN PENANAM TERINTEGRASI DENGAN TRAKTOR RODA DUA Sitorus, Agustami; Hermawan, Wawan; Setiawan, Radite Praeko Agus
Jurnal POLIMESIN Vol 14, No 2 (2016): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v14i2.335

Abstract

Mesin tanam biji-bijian yang efektif dan efisien terus dikembangkan di Indonesia. Mesin tanam yang terintegrasi dengan pengolahan tanah alur, pemupukan awal dan penamam merupakan salah satu cara untuk mencapai efektivitas tersebut. Sebuah mesin tanam terintegrasi akan didesain dengan menggunakan poros roda traktor sebagai sumber penggerak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sistem transmisi pada alat tanam dan pembuka alur yang akan digunakan. Sistem transmisi yang digunakan direkomendasikan menggunakan sistem sproket-rantai. Jumlah gigi sproket dari poros roda traktor hingga ke poros benih sudah didapatkan dengan jarak tanam maksimal 20.19 cm. Penjatah pupuk menggunakan tipe edge-cell dengan luas satu celah 69.44 mm2 diikuti dengan silinder pengatur dosis pupuk. Pembuka alur tanam akan mengunakan tipe shoe dengan tinggi 10 cm, lebar 3 m dan ketebalan batang 0.78 mm.Kata kunci: Mesin terintegrasi, penanam jagung, pemupuk
UJI PERFORMANSI MESIN YANMAR TS 50 MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR BIODIESEL DARI MINYAK KEPAYANG (PANGIUM EDULE) Turmizi, Turmizi
Jurnal POLIMESIN Vol 14, No 2 (2016): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v14i2.340

Abstract

Kepayang merupakan suatu jenis tanaman yang banyak terdapat di Aceh dan tidak dimanfaatkan oleh masyarakat. Pada penelitian ini akan dikaji secara eksperimen dari kepayang sebagai bahan bakar nabati pada mesin diesel. Mesin diesel yang digunakan pada pengujian ini adalah mesin satu silinder empat langkah berpendingin air Merek Yanmar, tipe TS 50 dengan spesifikasi: Daya maksimum 5 HP, putaran maksimum 2400 rpm, torsi maksimum 2,29 kg.m pada putaran 1600 rpm, dan perbandingan kompresi 17,9 : 1. Pengujian performansi yang dilakukan dengan mesin diesel dimaksudkan untuk mengetahui besarnya daya yang dihasilkan, tingkat konsumsi bahan bakar, konsumsi bahan bakar spesifik, dan efisiensi termal. Pengujian dilakukan dengan dua variasi bahan bakar biodiesel yaitu B-10 dan B-20 serta bahan bakar solar sebagai pembanding. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah daya yang dihasilkan dari bahan bakar solar lebih besar dari dua bahan bakar lainnya, sedangkan konsumsi bahan bakar lebih hemat B-20 diikuti B-10 dan solar. Konsumsi bahan bakar spesifik hasilnya bervariasi sedangkan efisiensi termal lebih tinggi dihasilkan oleh B-20 dari pada B-10 dan solar pada putaran tinggi.Kata kunci: Kepayang, biodiesel, mesin diesel, performansi mesin.
PENGOLAHAN PRODUK PASCA PANEN HASIL PERIKANAN DI ACEH MENGGUNAKAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Amir, Faisal; Jumadi, Jumadi
Jurnal POLIMESIN Vol 14, No 2 (2016): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v14i2.336

Abstract

Proses pengawetan ikan biasanya dilakukan dengan pengeringan. Proses pengeringan dilakukan dengan dua cara yaitu pengeringan alamiah dan pengeringan dengan menggunakan peralatan. Pengeringan alamiah atau dengan cara penjemuran langsung dari panas matahari masih mempunyai kelemahan-kelemahan, sehingga perlu kajian dan pengembangan terhadap sistem dan teknologi pengeringan. Pada kajian ini penulis melakukan penerapan teknologi dan peralatan pengeringan ikan dengan menggunakan bahan bahan bakar minyak tanah sebagai sumber energi panas. Peralatan pengering ini terdiri dari beberapa bagian utama yaitu ruang pembakaran, saluran udara panas, ruang pengering dan cerobong. Dari hasil penelitian distribusi tamperatur dalam ruang pengering sesudah memasukkan adalah 60-650 C dalam waktu pengeringan 360 menit. Berat ikan sebelum dikeringkan 100 kg dan sesudah dikeringkan menjadi 65,29 kg, bahan bakar yang di perlukan adalah 6.4 kg. Kadar air pengeringan ikan kayu dengan menggunakan bahan bakar gas mendapatkan kadar air akhir paling rendah yaitu sebesar 11,43 % sedangkan yang menggunakan bahan bakar minyak tanah 11,84% mendapat kadar air bahan bakar kayu mendapat kadar air paling tinggi yaitu sebesar 12,75 %.Kata kunci: peralatan, distribusi temperatur, proses pengeringan.
KEKUATAN IMPAK BAJA ST 60 DI BAWAH TEMPERATUR EKSTRIM Zuhaimi, Zuhaimi
Jurnal POLIMESIN Vol 14, No 2 (2016): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v14i2.341

Abstract

Kegagalan pada suatu konstruksi permesinan kemungkinan bisa terjadi, namun dapat dihindari dengan melakukan kajian-kajian dan penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kekuatan impak (impact strength) terhadap material baja karbon ST 60 pada berbagai temperatur, terutama pada temperatur ekstrim melalui uji impak charpy. Pengujian dilakukan melalui empat tahapan, yaitu: (1) mempersiapkan spesimen pengujian; (2) melakukan pengkondisian spesimen pada berbagai perlakuan temperatur; (3) melakukan pengujian impak charpy; dan (4) melakukan pengamatan perpatahan. Spesimen disiapkan dalam bentuk standar mengikuti ASTM E 23 sejumlah 24 buah sesuai dengan rancangan penelitian untuk 8 variasi temperatur dengan masing-masing 3 kali perulangan. Untuk mengkondisikan temperatur dapat dilakukan dengan menggunakan dapur pemanas (furnace) dan dry ice + alkohol 70% serta nitrogen cair. Pengujian impak dapat dilakukan dengan menggunakan alat uji impak charpy dan pengujian perpatahan (fractographi) dapat dilakukan dengan menggunakan Stereoscan Microscope. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa, harga kekuatan impak material ST 60 terendah terjadi pada temperatur yang sangat ekstrim (-20 0C), yaitu sebesar 0,111 Joule/mm2, dan yang terbesar pada temperature 200 0C dengan harga 0,836 Joule/mm2. Temperatur transisi dari ulet ke getas untuk material ST 60, terjadi antara temperatur 0 0C sampai 150 0C, dimana pada rentang temperatur ini menunjukkan energi impak terjadi kenaikan yang tajam.Kata kunci: Baja karbon ST 60, impak charpy, kekuatan impak, perpatahan.
KAJI EKSPERIMENTAL PENGERINGAN BIJI KOPI DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM KONVEKSI PAKSA Sary, Ratna
Jurnal POLIMESIN Vol 14, No 2 (2016): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v14i2.337

Abstract

Selama ini hasil panen biji kopi di Aceh dijual oleh petani dalam keadaan masih basah (buah gelondong), walaupun ada sebagian yang dikeringkan sebelum menjualnya. Namun proses pengeringan yang dilakukan masih secara alami atau tradisional yaitu dibawah sinar matahari yang membutuhkan waktu sangat lama dan kurang higienisnya produk yang dihasilkan. Hal ini dikarenakan penjemuran dilakukan di lahan terbuka, yang hanya dilapisi plastik atau terpal, lantai semen, bahkan ada yang langsung melakukan penjemuran di tanah terbuka tanpa menggunakan alas sehingga mudah terkena kotoran-kotoran seperti binatang, serangga, tanah ataupun krikil. Pengeringan dengan peralatan pengering merupakan salah satu solusi untuk megatasi hal tersebut. Pengeringan dapat dilakukan dengan menggunakan konveksi alamiah dan konveksi paksa. Konveksi alamiah membutuhkan waktu sekitar 12-20 jam untuk proses pengeringan, sehingga membutuhkan metode konveksi paksa (penambahan kipas), untuk mempercepat waktu pengeringan. Konveksi paksa dilakukan dengan 3 variasi kecepatan udara yaitu 3,15 m/s dengan temperatur rata-rata 600C dapat mengurangi kadar air sebanyak 31 % selama 4 jam dari nilai kadar air awal 42 % menghabiskan bahan bakar sebanyak 1,2 kg. Kecepatan udara 3,75m/s dengan temperatur rata-reata 600C dapat mengurangi kadar air sebanyak 33 % selama 4 jam, dari nilai kadar air awal 42 % menghabiskan bahan bakar sebanyak 1,3 kg. Sedangkan kecepatan udara 4,03 m/s dengan temperatur rata-rata 600C selama 4 jam dapat mengurangi kadar air sebanyak 36 % nilai kadar air awal 42 % menghabiskan bahan bakar 1,5kg. Semakin cepat kecepatan udara semakin cepat pula proses pengeringan atau penurunan kadar air biji kopi. Untuk menghasilkan kadar air sesuai setandar Indonesia 12% pada proses pengeringan dengan menggunakan kecepatan udara 4,03 m/s membutuhkan waktu sekitar 3 jam.Kata kunci: Pengeringan, Kopi, Konveksi paksa, Kadar Air.
FABRIKASI INSINERATOR PORTABEL UNTUK KEBUTUHAN PUSKESMAS Zulfahmi, Zulfahmi
Jurnal POLIMESIN Vol 14, No 2 (2016): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v14i2.342

Abstract

Hingga saat ini pusat pelayanan kesehatan skala menengah kebawah seperti PUSKESMAS masih ada yang membuang limbah infeksius ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Hal ini disebabkan oleh ketiadaan insinerator pemusnah bahaya limbah padat medis. Insinerator dalam penelitian ini didesain portable menggunakan bahan yang mudah didapat dan murah seperti bahan drum pelumas untuk ruang bakar, tanah lempung sebagai insulator, bahan cerobong asap menggunakan pipa ST37 serta pada bagian dasar konstruksi digunakan rangkaian penumpu insinerator dari bahan pelat siku dan roda untuk memudahkan pergerakan alat . Ruang bakar primer dibuat dengan dimensi 600×500 mm, ruang bakar sekunder berdimensi 300×300 mm dan cerobong asap setinggi 1500 mm untuk mereduksi temperatur kerja. Kapasitas insinerator dalam sekali pembakaran dapat memuat limbah 12 kg pada temperatur 598 °C selama waktu pembakaran 43 menit 21 detik.Kata Kunci: Insinerator, Limbah Infeksius, Drum Pelumas
APLIKASI DAPUR PEMANAS BAGI PENGRAJIN PANDAI BESI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK ALAT-ALAT PERKAKAS PERTANIAN Saifuddin, Saifuddin; Arskadius A, Mohd.; Lukman, Lukman
Jurnal POLIMESIN Vol 14, No 2 (2016): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v14i2.338

Abstract

Penggunaan alat perkakas pertanian dan rumah tangga, terus meningkat dari tahun ke tahun, hal ini di karena berkembangnya lahan pertanian dan perkebunan baru di daerah Aceh. Fenomena ini berpengaruh signifikan terhadap permintaan dan pertumbuhan para pengrajin pandai besi di daerah Aceh, khususnya Aceh Utara. Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Sejahtera yang selama ini menaungi beberapa pengrajin pandai besi di desa Pande, kecamatan Tanah Pasir, yang merupakan pemasok bahan baku dan juga sebagai pemasar hasil pengrajin baik di daerah Aceh Utara maupun luar Aceh mengalami permasalahan dimana selama ini yang dikeluhkan oleh konsumen adalah ketidakseragaman produk dan kualitas produk, terutama untuk peralatan pertanian, sehingga kalah bersaing dengan produk dari luar. Kondisi pengrajin pandai besi yang tidak memiliki pengetahuan teknologi dalam memilih material dasar dan proses sepuhan (heat treatment) yang hanya mengandalkan pada kebiasaan secara turun menurun sangat mempengaruhi pada produk akhir. Metode penyelesaian permasalahan ini di mulai dari pengenalan kualifikasi material baja, workshop, pembuatan dapur pemanas (furnace heater) dan implementasinya serta pelatihan managemen usaha. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk aplikasi dapur pemanas ini adalah untuk meningkatkan produktifitas, kualitas dan nilai jual (pemasaran) produk pengrajin ke penampung serta mudah digunakan dan perawatannya oleh masyarakat. Dapur pemanas yang telah dibuat dengan spesifikasi sebagai berikut: Dimensi: P x L x T = 600 x 4000 x400 mm, Media Pemanas yang digunakan gas Elpiji, penggerak: Blower Type Extrusi Fire. Kapasitas dapur dapat memuat 20 jenis peralatan sekali proses penyepuhan dalam jangka waktu 20 s/d 30 menit, dibandingkan dengan proses dapur tiup terbuka yang membutuhkan waktu 50 menit untuk satu produk, sehingga terjadi efisiensi dari segi waktu dan biaya produksi.Kata Kunci: Alat perkakas Pertanian, penyepuhan, managemen usaha, kualifikasi material.

Page 1 of 1 | Total Record : 8