cover
Contact Name
Azwinur
Contact Email
polimesin@pnl.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
polimesin@pnl.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal POLIMESIN
ISSN : 16935462     EISSN : 25491199     DOI : -
Jurnal POLIMESIN is an peer-reviewed journal that publishes original and high-quality research papers in all areas of mechanical engineering. The editorial team aims to publish high quality and highly applied research and innovation that has the potential to be widely disseminated, taking into consideration the potential mechanical engineering that it could generate. Jurnal Polimesin is publish twice a year in February and August.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 16, No 2 (2018): Polimesin" : 5 Documents clear
Perancangan Mesin Perajang Bawang Serbaguna Berpenggerak Motor Listrik Dengan Kapasitas 55 Kg/Jam Effendi, Riki; Khumaidi, Muhammad
Jurnal POLIMESIN Vol 16, No 2 (2018): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v16i2.584

Abstract

Abstract This study aims to create a versatile multipurpose machine design to support increasing production of Usaha Masyarakat Kecil Menengah (UMKM), especially in the business of onion slices that are ready to be fried. The design of this machine has several concepts with steps such as: requirement, problem analysis and specification, design of machine concept, technical analysis, modeling up to work drawing, tool making, assembling and testing. This machine uses electric motors with low power and the price is relatively cheap, so this machine is affordable for the community of UMKM. After doing research on slicing machine of onion by using onion slicer got maximum capacity of 55 kg per hour with 400 rpm slicing knife rotation and 1 mm slice thickness. Keywords: Designing, Chopping Machine, Red Onion, Slicer
Pengaruh Pemesinan Laju Tinggi Keadaan Kering Terhadap Pertumbuhan Aus Sisi (Vb) Pahat Karbida Berlapis (Tialn/Tin) Pada Pembubutan Paduan Aluminium 6061 Sunarto, Sunarto; Mawarni, Sri
Jurnal POLIMESIN Vol 16, No 2 (2018): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v16i2.587

Abstract

AbstrakPemesinan laju tinggi yang diindikasikan dengan kecepatan potong tinggi pada proses pembubutan keadaan kering menjadi bahasan utama pada penelitian ini. Kecepatan potong (Vc) merupakan salah satu penyebab meningkatnya temperatur pemotongan dan akan mempengaruhi daya tahan alat potong. Akibat temperatur pemotongan yang tinggi pahat akan mengalami kerusakan salah satunya berupa Aus Sisi (VB). VB akan tumbuh secara terus menerus seiring dengan waktu pemotongan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemesinan laju tinggi terhadap laju pertumbuhan VB selama proses pembubutan paduan Aluminium 6061. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pahat karbida (Wc+Co) yang dilapisi dengan bahan pelapis Titanium Aluminium Nitrida dan Titanium Nitrida (TiAlN/TiN) menggunakan mesin bubut CNC serta membagi tiga kondisi pemotongan yaitu pada kecepatan potong 800 m/menit, 1000 m/menit dan 1200 m/menit. Hasil yang dicapai dari kondisi pemotongan tersebut adalah pada kecepatan potong 1200 m/menit menghasilkan ukuran VB yang lebih besar jika dibandingkan dengan kecepaatan potong 800 m/menit dan 1000 m/menit dengan waktu pemotongan masing-masing selama enam menit.Kata Kunci: Kecepatan Potong (Vc), Aus Sisi (VB), Alat PotongAbstractHigh speed machining which is indicated by high cutting speed in the dry lathe process becomes the main discussion in this study. The cutting speed (Vc) is one of the causes of increasing the cutting temperature and will affect the durability of the cutting tool. Due to high cutting temperature the cutting tool will suffer damage one of them is Flank Wear (VB). VB will grow continuously along with the cutting time. The purpose of this research is to know the effect of high speed machining to growth rate of VB during the process of Aluminum 6061 alloy. The method used in this research is by using  cutting tool (Wc + Co) coated with Titanium Aluminum Nitride and Titanium Nitride coating materials (TiAlN / TiN) using CNC lathe and dividing the three cutting conditions ie at cutting speed of 800 m / min, 1000 m / min and 1200 m / min. The result of the cutting condition is at a cutting speed of 1200 m / min resulting in a larger VB size when compared to 800 m / min cutting speed and 1000 m / min with each cutting time of six minutes.Keywords: Cutting Speed (Vc), Flank Wear (VB), Cutting Tool
Pembuatan Gelas Dengan Bahan Polypropylene Dengan Menggunakan Cetakan Plastik Saifuddin, Saifuddin; Usman, Ramli; Zuhaimi, Zuhaimi
Jurnal POLIMESIN Vol 16, No 2 (2018): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v16i2.558

Abstract

Mould adalah alat yang digunakan untuk menghasilkan produk, yang salah satunya adalah pembentukan produk dari bahan plastik dan dilakukan pada jenis mesin injeksi. Untuk menghasilkan sebuah mould secara tepat, tentunya banyak faktor yang harus dipertimbangkan sehingga produk yang dihasilkan dapat memenuhi standar kualitas yang diinginkan secara optimal baik itu dari kepresisian dimensi, kompleksitas geometri, maupun efisiensi proses. Oleh karena itu sangat diperlukan pengetahuan dan pemahaman tentang dasar teknik desain cetakan, proses manufaktur, proses injeksi dan parameter lain yang berpengaruh terhadap perancangan mould dan produk hasil cetakannya. Tujuan penelitian ini adalah merencanakan satu unit cetakan injection moulding untuk membuat cetakan gelas. Metode yang digunakan adalah dengan merencanakan pembuatan mould yang meliputi proses desain/perancangan, pemilihan bahan produk, pemilihan bahan cetakan dan proses manufakturnya. Berdasarkan perhitungan bagian utama cetakan  maka didapat total keseluruhan volume produk adalah 523,124 mm3, berat produk 47,081 gram  dan gaya injeksi yang di dibutuhkan dalam proses pencetakan ialah: 154,6 N. Kata kunci: Cetakan Plastik, Sistem Injeksi, Cetakan standart, Polypropylene  Abstract Mold is a tool used to produce products, one of which is the formation of products from plastic materials and is carried out on the type of injection machine. To produce a mold appropriately, of course there are many factors that must be considered, so that the product produced can meet the desired quality standards optimally, whether from dimensional precision, geometry complexity, or process efficiency. Therefore, there is a great need for knowledge and understanding of the basis of mold design techniques, manufacturing processes, injection processes and other parameters that influence the design of molds and printed products. The purpose of this study was to plan a single injection molding mold to make glass molds. The method used is to plan the manufacture of mold which includes the design / design process, product material selection, selection of printed materials and the manufacturing process. Based on the calculation of the main part of the mold, the total volume of the product is 523.124 mm3, the product weight is 47.081 grams and the injection force required in the printing process is: 154.6 N. Keywords: Plastic Mold, Injection System, Standard Mold, Polypropylene
Kaji Efisiensi Temperatur Penukar Panas Dengan Variasi Aliran Untuk Aplikasi Pengering syukran, syukran
Jurnal POLIMESIN Vol 16, No 2 (2018): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v16i2.562

Abstract

Abstrak Heat exchanger atau alat penukar panas adalah alat-alat yang digunakan untuk mengubah temperatur fluida atau mengubah fasa fluida dengan cara mempertukarkan panasnya dengan fluida lain. Pada sebuah penukar panas kemampuan mempertukarkan panas sangat ditentukan oleh tipe dan jenis aliran fluida yang melewati penukar panas. Secara garis besar penukar panas dibagi berdasarkan arah aliran fluidanya. Berdasarkan arah aliran fluida penukar panas  dibedakan menjadi 3 (tiga) jenis aliran, yaitu aliran searah (parallel flow), aliran berlawanan (counter flow) dan aliran silang (cross flow). Saat ini penukar panas banyak dipakai dalam  industri pengeringan produk-produk pertanian, perkebunan dan perikanan skala kecil dan menengah. Penggunaan penukar panas dalam bidang pengeringan saat ini sudah menjadi kebutuhan untuk mengatasi permasalahan produktifitas pengeringan. Umumnya penukar panas yang digunakan adalah tipe aliran berlawanan. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui efektifitas penukar panas tersebut yang umumnya berfokus pada jenis aliran berlawanan. Penelitian penelitian spesifik yang mengkaji perbandingan efisiensi penukar panas  untuk ketiga jenis aliran belum ditemukan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efisiensi temperatur penukar panas untuk jenis aliran jenis aliran melintang, sejajar, dan  berlawanan. Metode penelitian dilakukan fabrikasi 3 unit exchanger tipe gas-gas dengan dimensi 50 (P) x 10 (L) x 30 (T) dengan jumlah tube 17 susunan. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa efisiensi temperatur untuk ketiga jenis penukar panas tersebut adalah 21,3% aliran melintang, 17,3% aliran berlawanan dan 15,9%  aliran sejajar. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa efisiensi temperatur tertinggi diperoleh jenis penukar panas aliran melintang. Kata kunci : Penukar panas, aliran sejajar, aliran berlawanan, aliran silang, temperatur.  Abstrack Heat exchangers or heat exchangers are the means used to change the temperature of the fluid or to change the fluid phase by exchanging heat with other fluids. In a heat exchanger the heat exchange ability is greatly determined by the type and type of fluid flow passing through the heat exchanger. Broadly speaking the exchanger is divided based on the direction of fluid flow. Based on the direction of fluid flow exchanger is divided into 3 (three) types of flow, namely parallel flow, counter flow and cross flow. Currently, heat exchangers are widely used in the drying industry of small and medium-sized agricultural and small-scale plantation and fishery products. The use of exchangers in the field of drying is now a need to overcome the problems of drying productivity. Generally the exchanger used is the opposite flow type (counter flow). Several studies have been conducted to determine the effectiveness of these exchangers which generally focus on the opposite type of flow. Specific research studies that reviewed the efficiency of exchangers for the three types of flow have not been found. This research was conducted to find out the efficiency of heat exchanger temperature for flow type of cross flow, parallel flow and counter flow type. The research method was fabricated 3 units of gas-gas exchanger type with dimension 50 (P) x 10 (L) x 30 (T) with the number of tubes 17 staggered arrangement. The results show that the temperature efficiency for the three types of heat exchanger is 21.3% cross flow flow, 17.3% flow counter flow and 15.9% parallel flow flow. The results concluded that the highest temperature efficiency obtained by cross flow flow type exchanger. Keywords: Heat exchanger, parallel flow, counter flow, cross flow, temperature
Perbandingan Sampah Organik Rumah Tangga dengan Sampah Organik Pasar terhadap Kuantitas Biogas Mulyanto, Subur; Zulkifli, Zulkifli; Milaningrum, Elisabeth
Jurnal POLIMESIN Vol 16, No 2 (2018): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v16i2.563

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara dan proses pembuatan biogas untuk mendapatkan hasil yaitu gas metana (CH4) secara maksimal dengan menggunakan bahan dari sampah organik makanan rumah tangga dan sampah organik pasar. Jenis penelitian ini adalah eksperimen, dimana penulis melakukan perencanaan, perancangan, pembuatan, dan pengujian secara langsung dilapangan untuk mengetahui hasil dari percobaan tersebut. Proses dalam penelitian menggunakan bahan baku sampah pasar dan sampah organik rumah tangga yang kemudian masing–masing difermentasi selama 12 hari, setelah  dilakukan pengambilan sampel untuk uji nyala dan uji kandungan gas metana yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukan bahwa sampah organik pasar lebih baik digunakan sebagai bahan untuk pembuatan biogas dibandingkan dengan sampah makanan rumah tangga dikarenakan sampah organik pasar tidak memerlukan waktu yang lama untuk terbakar, pada proses pengujian kandungan gas metana sampah organik pasar memiliki kandungan gas metana yang lebih tinggi yaitu 52,8 % dibandingkan dengan sampah organik rumah tangga yang hanya 0,29 %.Kata kunci:  Biogas, Gas metana (CH4), Sampah organik pasar, Sampah organik rumah tangga, fermentasiAbstract This study aims to find out how the way and process of biogas production to obtain the results of methane (CH4) to the maximum by using materials from organic household food waste and organic waste market. This type of research is experimental, where the authors do the planning, design, manufacture, and testing directly in the field to find out the results of the experiment. The process in this study includes the selection of materials divided into 2, namely market waste and household organic waste which then each fermented for 12 days, after sampling for the test flame and test the methane gas content produced. The results showed that the market organic waste is better used as a material for the manufacture of biogas compared with household food waste because the market organic waste does not require a long time to burn, in the process of testing the methane gas content of organic waste market has a higher methane gas content 52.8% compared with household organic waste which is only 0.29%.Keywords: Biogas, Methane (CH4), Organic waste market, Household organic waste, fermentation

Page 1 of 1 | Total Record : 5