cover
Contact Name
Azwinur
Contact Email
polimesin@pnl.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
polimesin@pnl.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal POLIMESIN
ISSN : 16935462     EISSN : 25491199     DOI : -
Jurnal POLIMESIN is an peer-reviewed journal that publishes original and high-quality research papers in all areas of mechanical engineering. The editorial team aims to publish high quality and highly applied research and innovation that has the potential to be widely disseminated, taking into consideration the potential mechanical engineering that it could generate. Jurnal Polimesin is publish twice a year in February and August.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2003): Agustus" : 9 Documents clear
Pengaruh temperatur tempering terhadap kekerasan dan ketangguhan material pelat baja karbon sebagai bahan cangkul Ismy, Adi Saputra; Bahri, Samsul
Jurnal POLIMESIN Vol 1, No 1 (2003): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v1i1.1396

Abstract

Mata cangkul harus memiliki kekerasan dan ketangguhan yang baik. Cangkul Cap Buaya kualitas nomor 2 yang ada di pasaran dan terbuat dari pelat baja karbon sedang mempunyai nilai kekasaran yang masih di bawah standart Industri Indonesia (SII) yaitu 300-350 HV. Hal ini menyebabkan cangkul cepat mengalami keausan. Untuk itu maka dilakukan proses hardening. Material cangkul dipotong pada penampang iris 1/6 bagian dari ujung mata cangkul, dengan dimensi panjang 50mm, lebar 5mm, dan tebal 3mm, dengan jumlah specimen uji 15 buah. Melalui proses pemanasan hingga mencapai temperature austenite (925?), ditahan selama 5 menit kemudian didinginkan dengan cepat dalam larutan air garam konsentrasi 10%, menghasilkan nilai kekrasan yang tinggi tetapi nilai ketangguhan sangat rendah. Untuk meningkatkan ketangguhan dilakukannya proses tempering. Variasi temperatur tempering dengan waktu penahanan selama selang waktu tertentu diharapkan berpengaruh nyata terhadap kekerasan dan ketangguhan yang dicapai dari material. Kekerasan dan ketangguhan terbaik dihasilkan pada temperatur  tempering 400? dengan waktu penahanan 15 menit, yaitu 464 HV. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh nilai kekerasan yang mendekati nilai kekerasan yang di berikan oleh Standar Industri Indonesia (SII) kelas II (470 HV).
Perlakuan panas baja df-2 terhadap kekuatan puntir Ramli, Ramli
Jurnal POLIMESIN Vol 1, No 1 (2003): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v1i1.1392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penurunan atau peningkatan kekuatan puntir terhadap perlakuan panas dengan holding time yang berbeda-beda. Sampel dibuat dari baja DF-2 dengan diameter16 mm, dibuat berdasarkan standar ASTM melalui pembubutan dan pengefraisan, sebanyak 25 buah. 20 buah sampel dibagi secara acak 4 bagian, dipanaskan di dalam oven dengan suhu pemanasan awal 200°C dipertahankan selama 5 menit, 10 menit, 15 menit dan 20 menit, kemudian suhu dinaikkan 650°C dan dipertahankan sesuai waktu pertama, selanjutnya didinginkan dengan oli SAE 30, dan diuji kekuatan puntir. Hasil penelltlan menunjukkan bahwa perlakuan panas (holding time) yang berbeda sangat berpengaruh nyata  terhadap kuat puntir.
Analisa korosi pada heat exchanger e-4512 pt.arun ngl co Cebro, Irwin Syahri; Sariyusda, Sariyusda
Jurnal POLIMESIN Vol 1, No 1 (2003): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v1i1.1397

Abstract

Heat Exchanger E-4512 adalah salah satu alat penukar panas yang digunakan pada PT. Arun yang digunakan untuk mendinginkan atau menurunkan temperature MCR (multi component refrigerant) dengan media pendingin air laut. Pada heat Exchanger E-4512 ini terjadi kerusakan yaitu korosi terutama pada bagian-bagian seperti tube side, tube sheet, channel dan channel cover. Jenis korosi yang menyerang yaitu korosi sumur (pitting corrosion). Korosi erosi (erosion corrosion) dan korosi galvanis (galvani corrosion). Kerusakan ini akan berkaibat fatal mengingat fungsi dari Heat Exchanger merupakan pendukung utama proses produksi. Makalah ini menganalisa penyebab terjadinya korosi dan membahas hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya korosi berdasarkan kasus di lapangan dan kajian teoritis.
Perancangan perangat lunak perhitungan dan pemograman database optimasi proses pemesinan Marzuki, Marzuki
Jurnal POLIMESIN Vol 1, No 1 (2003): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v1i1.1393

Abstract

Perkembangan teknologi CIM (Computer Integrated Manufacturing) memaksa perusahaan manufaktur untuk meningkatkan kebijaksanaan strategi kompetisinya dengan fleksibelitas dan optimasi proses pemesinan untuk tetap mampu bersaing dalam pasar dan konsumen yang berubah-ubah. Perhitungan waktu dan biaya produksi haruslah dapat meningkatkan efektifitas kerja dan optimasi proses pemesinan. Tujuan dari penulisan jurnal ini adalah membuat suatu perangkat lunak dan pemograman database yang dapat melakukan perhitungan waktu, biaya produksi secara otomatis dan tersedianya database yang terintegrasi dengan menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 6.O. Sistem kerja dari database elektronik yang tergabung dalam Database Management System (DBMS) ini meliputi  hampir seluruh langkah proses, input data, penyimpanan data, verifikasi data dan perhitungan optimasi proses pemesinan. Penggunaan perangkat Iunak ini menunjukan ketelitian, kemudahan pemanggilan dan penyimpanan data, edit data, dan efisiensi waktu perhitungan biaya dan waktu produksi proses pemesinan secara keseluruhan tanpa harus menggunakan tenaga ahli.
Nilai kalor pada kulit tanduk kopi sebagai pengganti arang bahan bakar Sariyusda, Sariyusda
Jurnal POLIMESIN Vol 1, No 1 (2003): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v1i1.1389

Abstract

Kulit tanduk kopi sebagai limbah dan pertanian kopi dimaksudkan untuk mendapatkan alternative bahan bakar arang dalam bentuk briket dengan tetes tebu (molasses) sebagai pengikat (binder) dengan nilai brix 62%. Bahan baku taduk kopi dikarbonisasikan dalam oven pada suhu 500°C hingga proses karbonisasi telah terjadi Arang kulit tanduk kopi dihaluskan dengan menggunakan cruser hingga berbentuk bubuk lalu disaring dengan ayakan 35 mesh. Bahan baku berupa bubuk kulit tanduk kopi dicampur dengan tetes tebu dengan perbandingan tertentu, lalu campuran bubuk arang kulit tanduk kopi dengan fetes tebu dicetak dengan cetakan yang  berukuran 25 x 25 x 50mm, kemudian briket arang tanduk kopi ini dikeringkan dalam oven pada suhu 100°C selama 2 jam. Briket arang tanduk kopi kemudian diukur kekuatan tekan dan nilai kalorinya.Kata Kunci : Molasses, binder, Derajat kebebasan, briket.
Pengaruh metode pengelasandan jenis bahan dasar terhadap keretakan Yusuf, Ilyas; Ibrahim, Akhyar; Ali, Muchtar
Jurnal POLIMESIN Vol 1, No 1 (2003): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v1i1.1394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat interaksi di antara tiga faktor ; yaitu metode pengelasan, jenis bahan dasar dan kemampuan mahasiswa dalam supyek ajar pengelasan. Metode pengelasan merupakan faktor tetap, sedangkan jenis bahan dasar dan mahasiswa merupakan faktor acak, dengan demikian dapat diterapkan model efek campuran dalam pengolahan datanya kecuali faktor tetap, faktor acak jenis bahan dan mahasiswa sampel dipilih secara acak dari populasinya dan terpilihlah jenis bahan dasar St37, St60, dan Amutit. Sedangkan mahasiswa terpilih tiga orang dari hasil strafied sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh yang sangat nyata antara faktor metode pengelasan dan bahan bakar, metode pengelasan dan mahasiswa, dan bahan dasar dan mahasiswa, kecuali pengaruh interaksi metode pengelasan, bahan dasar dan mahasiswa yang sangat tidak signifikans.
Segregasi pada pengelasan baja paduan Hanif, Hanif
Jurnal POLIMESIN Vol 1, No 1 (2003): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v1i1.1390

Abstract

Pengelasan baja paduan adalah proses penyambungan antara dua logam a/au lebih dengan menggunakan elektroda dan disertai dengan energi panas Segregasi pada pengelasan disebabkanoleh ketidak paduan antara unsure-unsur yang ada pada logam induk dengan logam pengisi, hal ini dapat menyebabkan keretakan pada daerah HAZ.Pengaruh yang disebabkan oleh segregasi dapat menyebabkan terjadinya retak dalam keadaan dingin dan keadaan panas.
Rancang bangun perkakas penarik bantalan perseneling Mawardi, Mawardi; Mawardi, Indra; AK, Zaini
Jurnal POLIMESIN Vol 1, No 1 (2003): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v1i1.1395

Abstract

Perawatan dan perbaikan merupakan suatu rutinitas yang dilakukan dalam sistem maintenance perawatan yang dimaksud disini terjadi pada bantalan perseneling yang mempunyai bentuk yang spesifik. Untuk mengeluarkan bantalan perseneling yang sering dilakukan selama ini adalah dengan memukul poros perseneling. Hal ini menyebabkan bantalan pada poros menjadi rusak dan waktu kerja yang lama. Dengan penelitian ini di design dan di produksi sebuah alat yang dapat menarik bantalan perseneling khususnya secara mudah dan cepat. Traker didesign sesuai dengan bentuk bantalan perseneling dan di produksi menggunakan mesin-mesin perkakas. Dibandingkan dengan traker jenis lain traker ini mempunyai banyak keuntungan seperti ; bentuk yang sederhana, mudah dirakit, dapat digunakan untuk jenis bantalan lain dan cara kerja yang mudah dan cepat dengan sistem kerja dan waktu kerja yang singkat untuk mengeluarkan bantalan perseneling (<15 menit), menyebabkan traker ini sangat mendukung kerja di bengkel- bengkel maintenance dan pratikum mahasiswa.
Otomatisi pembangkit program nc berdasarkan gambar input autocad 2d untuk machining centre mc-520 Bukhari, Bukhari
Jurnal POLIMESIN Vol 1, No 1 (2003): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v1i1.1391

Abstract

Part program NC merupakan prosedur yang menentukan urutan proses dan posisi pahat relatif terhadap benda kerja yang harus di ikuti oleh mesin untuk membuat suatu komponen produk tertentu. Pembuatan part program NC membutuhkan seorang programmer yang mampu membaca gambar teknik dengan baik, mengenal proses permesinan, dan mampu mengubah informasi gambar tersebut secara benar. Dalam makalah ini dipresentasikan sebuah program pembaca file gambar AutoCAD yang berformat *DWG (Drawing) terlebih dahulu dirubah kedalam format *DXF (Drawing Interchange Format). Semua isi file yang di inputkan dibaca dari awal sampai akhir, yang kemudian disimpan dalam sebuah buffer data. Pada tahap selanjutnya buffer data tersebut akan diekstraksi guna pendefinisian jenis feature, origin feature, dan dimensi feature. Berdasarkan tiga informasi data tersebut maka program pembaca file gambar akan membangkitkan sebuah part program NC dalam format Bahasa manual (G-Code) untuk penerapan pada mesin MC-520. Penggunaan program pembangkit program NC ini dalam suatu proses akan dapat menekan anggka kesalahan input data pada saat pembuatan program NC, mereduksi waktu pembuatan program NC yang secara keseluruhan juga akan mengurangi waktu produksi.

Page 1 of 1 | Total Record : 9