cover
Contact Name
Azwinur
Contact Email
polimesin@pnl.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
polimesin@pnl.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal POLIMESIN
ISSN : 16935462     EISSN : 25491199     DOI : -
Jurnal POLIMESIN is an peer-reviewed journal that publishes original and high-quality research papers in all areas of mechanical engineering. The editorial team aims to publish high quality and highly applied research and innovation that has the potential to be widely disseminated, taking into consideration the potential mechanical engineering that it could generate. Jurnal Polimesin is publish twice a year in February and August.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2008): Agustus" : 9 Documents clear
Mesin-mesin fluida perencanaan pompa untuk kebutuhan rumah tangga Syarif, Jennce
Jurnal POLIMESIN Vol 6, No 2 (2008): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v6i2.1372

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari air merupakan salah satu kebutuhan utama bagi kelangsungan hidup kita untuk mentransfer air yang berupa fluida diperlukan pipa-pipa yang digunakan sebagai media penghantarnya. Sedangkan untuk pendorongnva digunakan pompa yang berfungsi untuk menambahkan energi pada cairan yang dipindahkan dengan menggunakan impeller atau sudu pengarah agar mencapai tempat dan tujuan yang dikehenduki den gan mengatusi hambatan- hambatan yang ada. Hambatan-hambatan tersebut dapat berupa perbedaan elevasi Jarak yang ditempuh, gesekan pada pipa, gesekan pada valve & gesekan pada fitting. Pada perencanaanpompa factor-faktor yang perlu diperhatikan adalahtekanan fluida, dan kapaistas yang digunakan. Paramekerjanya adalah : kapasitas, Head total pompa. Daya,air yang ditransfer, temperature fluida,ter pompa sentrifugal yang mempengaruhiNPSH, dan efisiensi. Untuk menghindarikerjadinya kavitasi & water hammer maka pengoperasian pompa sentrifugal hendaknya pada . 4 AM 1 1 jug :efisiensi yang optimal, Jadi untuk mengalirkan airyang digunakan utuk keperluan rumahlangga dengan luas rumah type 72 yang sangat baik digunakan pompa jenis iniKata Kunci : Pompa hidrostatis, Ridrodinamis, gesek daya,
Pengaruh drainase terhadap penurunan permukaan air tanah pada areal bekas penambangan gambut laili, Nur
Jurnal POLIMESIN Vol 6, No 2 (2008): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v7i2.1377

Abstract

Tanah gambut di Ine resia seluruhnya ditaksir mencapai 16-27,7 Juta ha yang tersebar sebagian besar di kepulauan S umatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Muluku / Nusa Tenggara dan Irian Jaya, Tanah gambut di Inu snesia umum nya mendominasi wilayah sepanjang pantai, serta belum ada di peroleh data yang jelas mengenai jumlah luas tanah gambut atas dasar bahan asal, cara pembentukan, jenis pelapukan dan ketebalan bahan Organic nya. Metode penelitian yang di lakukan adalah metode uji pompa sumur di tigadesa sekitar lokasi bekas penambangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa daerah penelitian di areal bakas panambangan seluas &775 Ha dengan uji pompa sumur di tiga desa mempunyai angka trasmisivitas (Koefesien Keturusan air) gambut terdaapat di desa Siharjulu sebesar 2,02 m'/hari yaitu mempunyai akuifer tufa riodasit berselingan dengan gambut dan stroragen coefesien yang lebesar yaitu 1,01x 10? di lokasi Siharjulu, nilai tersebut sangat berpengaruh terhadap sifat fisik tanah gambut dan penurunan airtanah. Sehingga pasokan air untuk irigasi mengalami kekeringan dan menurun nya produktifitaspertanian.Kata kunci : Drainase, gambut, transmisivitas, akuifer tufa riodasit, storage coefesien, eksploitasi.
Optimasi sudu miring terhadap kekasaran permukaan material kuningan pada proses turning ardi, Maw
Jurnal POLIMESIN Vol 6, No 2 (2008): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v6i2.1373

Abstract

Pada proses permesinan sering kita temukan perbandingan putaran dengan sudut kemiringan pahat yang tidak sesuai sehingga tidak jarang hasil yang diperoleh tidak optimal, seperti hasil permukaan produk terlalu kasar dan putaran spindel yang berlebihan. diperlukan suatu penelitian untuk mengoptimalkan proses pemotongan pada proses bubut melalui penyesuaian kecepatan potong dengan sudut miring dari pada pemakanan. Penelitian ini pada akhirnya bertujuan untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam hal ini kekasaran permukaan terhadap variasi sudut miring pahat potong dan putaran spindel mesin. Material untuk spesimen duri jenis bahan kuningan Pahat potong yang dari jenis HSS berukuran 12 x 12 x 100 mm. Mesin bubut yang akan digunakan dalam proses pengerjaan pembubutan yaitu mesin bubut merk Pindad. Variabel kemiringan sudut potongnya yaitu 30?, 60?, dan 90?, kedalaman pemakanan (a), yaitu 0,2 dan 0,4. serta gerak makan ( 420,065. Dari perbandingan variasi sudut kemiringan pahat 30, 60, dan 90? dengan ketebalan pemakanan fa) 0,2 dan 0,4 serta gerak makan ()) yang tetap yaitu 0,065. dapat diketahui bahwa, pada sudut kemiringan pahat 30, terjadi penurunan putaran lebih besar dari pada variasi sudut kemiringan pahat yang lainnya. Hasil penelitian menunjukan sudut kemiringan pahat 60 mempunyai tingkat kekasaran yang lebih tinggi dibandingkan sudut 300 dan 90. Sudut kemiringan ejekhf dari pahat untuk pembubutan material jenis kuningan adalah pada sudut 90?.Kata kunci : Turning, Kekasaran permukaan, Kuningan, Sudut kemiringan
Disain kopling flens kaku berbasis cad Bahri, Samsul
Jurnal POLIMESIN Vol 6, No 2 (2008): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v7i2.1378

Abstract

Kopling flens kaku berfungsi meneruskan daya dan putaran. Dimensinya sangat ditentukan oleh daya dan putaran yang bekerja. bahan dan faktor keamanan yang digunakan. Perhitungan dan penggambaran secara manual disamping memberikan hasil yang kurang teliti juga sangat tidak efektif dalam penggunaan waktu. Disain kopling flens kaku berbasis computer aided design memberikan hasil yang lebih teliti dengan waktu yang singkat. Parameter rancangan didasarkan pada diagram alir rancangan kopling flens kaku. Struktur program terdiri dari bagian input data rancangan, data kopling flens kaku dan bahan standar, perhitungan dan analisa tegangan tarik pemenuhan fungsi tujuan, dan bagian output yang merupakan decision variable dan gambar CAD.Kata kunci : Disain, kopling flens kaku, file script, CAD.
Rancang bangun mesin pembuat kawat arkadion Ismy, Adi Saputra
Jurnal POLIMESIN Vol 6, No 2 (2008): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v6i2.1374

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat satu unit mesin pembuat kawat arkadion. Penggunaan mesin secara mekanis untuk melaksanakan proses mekanis dalam upaya menggantikan kerja manual, biasanya ukan menghasilkan produk jauh lebih praktis, efekiif dan efisien. Bagian utama dari unit mesin pembuat kawat arkadion ini adalah poros yang dipasangkan pada roda gigi. Kawat dengan diameter 2 mm dimasukkan kedalam mesin penggulung kemudian dengan proses mekanis kawat tersebut digulung oleh parang penggulung sehingga membentuk sudut patahan kawat. Patahan oleh sudut terus terjadi selama mesin berputar sesuai dengan lebar bentangan.Kata Kunci: Offinasi, sudit patahan, kawat arkadion
Ketangguhan retak dinamik komposit gfrp sebagai bahan dasar pembuatan helmet industri haimi, Zu
Jurnal POLIMESIN Vol 6, No 2 (2008): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v7i2.1379

Abstract

AbstrakKetangguhan rertak komposit Glass Fiber Reinforcement Plastic (GERP) salah satu sifat-sifat mekanik yang perlu diketahui, terutama pada produk yang mengalami benruran seperti helmet industri. Dalam kajian ini, harga ketangguhan retak dinamik diperoleh melalui proses simulasi elemen hingga dan membandingkannya dengan hasil eksperimen yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Simulasi dilakukan melalui analisa dinamik menggunakan software MSC/NASTRAN dengan membentuk kontur spesimen setengah geometri untuk memudahkan proses analisa. Standar spesimen ASTM E-399 dengan ketebalan 4 mm yang terdiri dari susunan dua lapis serat penguat. Parameter ketangguhan retak ditentukan berdasarkan faktor intensitas leganan kritis (K)). Hasil simulasi menunjukkan harga ketangguhan retak sama dengan metode eksperimental dan dengan demikian cara simulasi juga memberikan tingkat akurasi yang tinggiKata kunci: Komposit GFRP, Ketangguhan retak. Simulasi elemen hingga
Aplikasi neural networks untuk prediksi Abdullah, Mohd. Arskadius
Jurnal POLIMESIN Vol 6, No 2 (2008): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v7i2.1375

Abstract

Peningkatan kebutuhan pangan dan produk pertanian lainnya akan terus meningkat, tidak terbatas pada kuantitasnya saja tetapi juga dalam hal kualitas. Untuk memenuhi permintaan tersebut digunakan alat pengolah lahan pertanian yang cepat dan memudahkan para petani. Salah satu cara pengolahan fjahan yang cepat dengan menggunakan traktor roda dua sebagai tenaga penggerak. Disamping keuntungan, traktor roda dua juga memiliki kelemahan. Hal ini akibat komponen rangka mapun enjin traktor mengalami keausan sesuai dengan jam operasional ataupun akibat kurangnya perawatan dari pemilik. Akibat kerusakan komponen, sehingga dapat menimbulkan getaran pada enjin yang yang dapat merambat sampai pada operator melalui rangka seluruh komponen traktor. Untuk menduga kerusakan yang terjadi pada traktor dengan ini dilakukan pendugaan atau prediksi kerusakan yang dianalisa melalui besarnya getaran yang ditimbulkan dengan menggunakan artificial neural network (ANN). Untuk memprediksi gangguan pada mesin dapat dibaca lewatgrafik scatter dari hasil testing.Kata kunci : getaran, prediksi, Artificial Neural Network (ANN)
Analisis kegagalan pipa pecah2inch antara ko drum dan burn pit Ibrahim, Akhyar
Jurnal POLIMESIN Vol 6, No 2 (2008): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v6i2.1371

Abstract

Analisa kegagalan dilakukan pada pipa penyalur amonia 2 inchi yang pecah, yang digunakan untuk memindahkan cairan amonia dari tangki KO tahap pertama ke tangki SMS (Steamer Tank) dan Burn pit di sebuah industri pupuk. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari lapangan, Inspeksi dan pengujian laboratorium, studi literatur maka dapat disimpulkan bahwa pipa ini pecah karena adanya tekanan dalam pipa yang tinggi dan amonia turut mempercepat penjalaran retak pada cacat lasan berbentuk undercut pada permukaan dalam pipa yang mengakibatkan sepanjang permukaan pipa pecah. Pipa 2 inchi API SL Sch 40 ini dibuat dengan proses seamless yang memiliki kelemahan struktur kristalografis dalam arah horizontal yang mengakibatkan pipa pecah dalam arah tersebut. Kombinasi cacat mikro, akibat mekanis dan metalurgis ini besar kemungkinan menjadi inisiasi retak. Pipa yang bertakik (ada inisiasi retak) tidak aman terhadap tekanan tinggi: dan demikian sebaliknya. Karena itu, direkomendasikanuntuk memantau pengelasan secara sempurna atau mengganti material yang dengan grade yang: lebih tinggi serta program perawatan harus diterapkan dengan baik. iKata kunci: Pipa, inspeksi, kegagalan,undercut
Kajian karakteristik perpindahan panas pada ruang sistem pengering/pengasapan dengan enersi panas. dari bahan bakar 0 Juhan, Nawawi
Jurnal POLIMESIN Vol 6, No 2 (2008): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v7i2.1376

Abstract

Penggunaan lemari pengering untuk pengeringan masih mempunyai kelemahan, yaitu temperatur pengering di dalam lemari pengering sering tidak seragam atau tidak sama di setiap rak yang terdapat dalam lemari pengering, dimana temperatur udara panas pada rak-rak pengering yang bejauhan dengan sumber panas atau pada rak-rak makin ke atas semakin menurun. Jika ketidaksamaan temperatur fuida pengering pada setiap rak dalam lemari pengering tersebut tidak leratasi, maka hasil pengering akan menurun kualitasnya yang diakibatkan oleh tidak meratanya suhu pengering yang diterima setiap produk yang dikeringkan. Masalah ini diyakini dapat diatasi dengan menahan laju gas panas keluar dari ruang pengering dengan membuat sudut cerobong gas panas keluar yang tepat. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan berapa sudut cerobong gas panas keluar peralatan pengering yang tepat sehingga didapat keseragaman temperatur di setiap rak yang terdapat dalam lemari pengering. Disamping itu juga untuk melihat pengaruh pengarah awal terhadap distribusi temperatur di dalam saluran peralatan pengering. Pengujiannya dilakukan . dengan membuat suatu sistem peralatan pengering dengan sistem aliran gas Panas alamiah, yang terdiri atas lima bagian utama yaitu ruang pembakaran, pengarah awal 2 buah tidak berlubang dan berlubang dibuat berbentuk V dengan sudut 3G, saluran aliran udara panas, ruang pengeringan dengan 7 buah rak pengeringan, dan cerobong 3 buah dengan sudut masing-masing 15?, 25?, dan 35? Pengkajian lebih laryut dilakukan terhadap karakteristik perpindahan panas dan pola aliran Nuida pada Ruang Sistem Pengering/Pengasapan untuk mendapatkan sistim dan peralatan pengering yang optimal dengan menggunakan energi bahan bakar dan temperatur yang lebih merata pada setiap rak di datam lemari pengering. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa sudut cerobong sangat berpengaruh terhadap keseragaman distribusi temperature di dalam ruang pengering. Peralatan pengering dengan cerobong bersudut 15? dapat menghasikan. distribusi temperatur yang teratur, gradient temperature yang terjadi kecil di awal pemanasan dan setelah kestabilan tercapai distribusi temperature menjadi seragam di setiap rak dalam ruang pengering. Disamping itu Pengarah awal juga berpengaruh terhadap diistribusi di dalam saluran pemanas, dimana distribusi temperatur pada saluran pemanas dengan pengarah awal berlubang dan tidak berlubang sangat berbeda, ini disebabkan oleh pola aliran yang terjadi terutama pada sudut atap cerobong yang 15?. yang mana turbulensinya lebih besar dengan pengarah awal tidak berlubang. Karakteristik perpindahan panas yang terjadi seperti Grashof number, 'Rayleigh number, Nusselt number, dan koeffi. ien perpinduhan panas yang terjadi di dalam peralatan pengering dipengaruhi oleh ketinggian karakteristik, lebar karakteristik, dan geometri saluran (sudut saluran).Kata Kunci : Pengering Grashof Number, Rayleigh Number, Perpindahan Panas

Page 1 of 1 | Total Record : 9