cover
Contact Name
Azwinur
Contact Email
polimesin@pnl.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
polimesin@pnl.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal POLIMESIN
ISSN : 16935462     EISSN : 25491199     DOI : -
Jurnal POLIMESIN is an peer-reviewed journal that publishes original and high-quality research papers in all areas of mechanical engineering. The editorial team aims to publish high quality and highly applied research and innovation that has the potential to be widely disseminated, taking into consideration the potential mechanical engineering that it could generate. Jurnal Polimesin is publish twice a year in February and August.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2009): Agustus" : 10 Documents clear
Efisiensi mesin dan analisis biaya teknologi mobil hybrid Marzuki, Marzuki
Jurnal POLIMESIN Vol 7, No 2 (2009): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v7i2.1382

Abstract

Upaya meningkatkan efisiensi pembakaran pada mesin telah menjadi subjek riset pengembangan untuk banyak perusahaan yang berhubungan dengan emisi gas buang dan konsumsi bahan bakar. Melalui kombinasi tebih dari satu teknologi ke teknologi yang lain adalah salah satu cara yang sangat menjanjikan untuk meningkatkan efisiensi mesin. Teknologi ini bias jadi teknologi hybrid yang mengkombinasikan sistem elektrik atau sistem pneumatic dengan mesin diesel atau bensin yang tersedia secara series atau paralel.Sistem elelctrik akan menyimpan energi sisa  ke dalam baterai dan system pneumatik akan menyimpan sisa energi dalam bentuk. tekanan dalam tanki kompressor. Di satu  sisi,   ada  banyak keuntungan penggunaan teknologi hybrid  dalam meningkatkan efisiensi penggunaan mesin  seperti, meningkatkan jarak  tempuh, penghematan energi,  mengurangi   emisi efek  rumah  kaca,  mengurangi pemborosan encrgi dan  ramah lingkungan. Di sisi lain, kebutuhan biaya pemeliharaan yang lebih tlnggi, orang yang ahli dalam perawatan; teknologi tinggi dalam pembuatan. waktu yang lama untuk. pengisian baterai dan harga yang lebih mahal jika  dibandingkan dengan mobil ekonomis dan tradisional menjadi kelemahan dari teknologi hybrid  Bagaimanapun dengan penggunaan teknologi hybrid dapat meningkatkan efisiensi mesin  dan sesuai dengan peraturan EPA (Enviromentally Protection agency},dalam analisa ekonomi juga memiliki manfaat untuk pemakaian jangka panjang.Kata kunci: Efisiensi     mesin,    Teknologi    hybrid,   jenis   Paralel   dan Seri,   Hybrid   sistem    elektrik, Hybrid  sistem  pneumatic,    Baterai.
Hubungan rancangan dan resiko terhadap konsumen Abdullah, Mohd Arskadius; Dailami, Dailami
Jurnal POLIMESIN Vol 7, No 2 (2009): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v7i2.1387

Abstract

Perkembangan   ilmu  pengetahuan   dan  teknologi   (IPTEK)  yang   begitu pesat telah  memacu terciptanya berbagai jenis peralatan kerja maupun mesin. Penggunaan peralatan kerrja dlmaksudkan adalah untuk  me'mbantu   kemampuan,    dan    keterbatasan    manusia    dalam  melaksanakan  tugasnya yang  lebih cepat, banyak,  teliti dan lebih  baik.  mutunya dengan sedikit kesalahan serta risiko dan beban kerja yang relatif kecil.  Dari sudut rancangan, peralatan  dan mesin yang  ada di pasaran sangat memuaskan, tetapi belum memuaskan untuk pemakai,   karena kurang  memperhatikan   kemampuan  dan  keterbatasan    manusia  sebagai  pemakainya:  Kandisi demikian cenderung akan mempercepat  terjadinya  kelelahan   yang  berakibat kecelakaan maupun gangguan  kesehatan.   Sehubungan  dengan  hal tersebut,   dengan  ini  telah  dilakukan observasi terhadap    beberapa   produk..Hasilnya   menunjukkan    masih    banyak   produk    yang    kurang memperhatikan  keterbatasan  manusia  sebagai  operator  sehingga  sering  menimbulkan  risiko. Hasil  pengamatan  ini sebagai  masukan  bagi para perancang  agar  dalam  merancang  produk lebih memperhatikan   faktor  keamanan, nyaman untuk dipakai,  mampu mengurangi beban kerja guna meningkatkan  produktivitas  kerja dan kesejahteraan. Kata kunci: rancangan produk, manusia, risiko.
Kaji pemanfaataan energi matahari dengan teknik saluran belokan tajam haiyum, muhamad
Jurnal POLIMESIN Vol 7, No 2 (2009): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v7i2.1383

Abstract

Pola aliran dalam  saluran  tersebut mempunyai suatu stuktur tiga dimensi  yang kompleks,  karena pemisahan aliran disebabkan oleh perubahan arah yang mendadak/tiba-tiba dari aliran di dalam belokan tajam lebih-lebih untuk  aliran   sekunder yang disebabkan oleh  gaya sentrifugal. Oleh karena  itu, laju perpindahan panas  konveksi lokal untuk penukaan daerah yang kecil diharapkan tingkat  perubaban secara nyala. Ukuran dari kolektor   adalah 250  cm x 80 cm.  Pada setiap  sisi dari kotak  absober  dilapisi  dengan  isolator  termal  berupa  karet  bewama  hitam   dengan  tebal  10 mm. Sebagai penyerap radiasi surya pada pengujian ini digunakan pasir besi dengan tebal 6 cm. Posisi kotak pemanas udara dibuat miring 150. Jumlah hambatan sebanyak sembilan buah. Pengukuran temperatur dilakukan dengan saluran  tanpa belokan,  saluran   multi belokan tajam 90°.   Pengujian   dilakukan    di   alam  terbuka  dengan  menggunakan   energi   surya  sebagai  energi pemanas dan pengukuran ternperatur dilakukan sebanyak  5  titk untuk saluran   tanpa hambatan dan  sebanyak 29 titik pada laluan aliran dengan hambatan. Pengujian dilakukan  dari jam 11.00 sampai  dengan   15.00   WIB.  Hasil   penelitian   menunjukan,   distribusi  temperatur   absorber  untuk ketiga   tipe  solar  kolektor   cenderung  sama,  distribusi    temperatur  tertinggi  dapat  dicapai    oleh kolektor    dengan  belokan   tajam  sudut  hambatan  90° yaitu  temperatur   maksimum   81    C pada waktu pukul 12.30-     13.30.Kata kunci  :   Kolektor  surya, saluran multi belokan,  hambatan,  absober
Rancang bangun furrower untuk pembuatan Saluran drainase pada laban beralur Bahri, Samsul; Tajuddin, Tajuddin
Jurnal POLIMESIN Vol 7, No 2 (2009): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v7i2.1388

Abstract

Budidaya tanaman tertentu dilakukan pada lahan beralur. Untuk menjaga keseimbangan air pada lahan  dibutuhkan  sistem  drainase   yang  baik:    Studi   kasus  pada   budidaya  tebu  menunjukkan pembuatan  saluran  drainase  dilakukan  menggunakan  alat  khusus  berupa rotary  ditcher  yang ditarik  traktor  roda empat dan diputar  oleh  tenaga  PTO traktor.   Di samping    itu juga diigunakan furrower   yang  hanya  ditank   oleh  traktor  roda  empat.    Penggunaan furrower   lebih  disukai  di lapangan  karena lebih sederhana  dalam penggunaan  maupun pemetiharaannya. Namun, saluran yang  dihasiikan  masih belum  mempunyai  bentuk dan dimensi yang diharapkan.  Bentuk saluran yang    diinginkan    adalah    trapezoidal,    sedangkan   furrower   yang   selama    ini   digunakan menghasilkan    bentuk   saluran    kerucut.   Untuk  mengatasi    permasalahan    tersebut   dapat dikembangkan   furrower   dengan    modifikasi  pada  bentuk    dan    ukuran.   Hasil   pengujian menunjukkan furrower  yang  dirancang  menghasilkan  saluran  drainase  masih berbentuk  kerucut dengan  ukuran lebar penampang  atas 97  cm,  dan kedalaman  43 cm. Untuk itu, masih diperiukan adanya  modifikasi furrower  pada  ukuran pisau  bajak dan singkal, terutama pada pisau  potong yang tidak memenuhi kriteria desain.Kata  kunci  : Furrower, lahan beralur,  sa1uran  drainase,  bentuk dan ukuran.
Perancangan produk berbasis lingkungan Saifuddin, Saifuddin
Jurnal POLIMESIN Vol 7, No 2 (2009): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v7i2.1384

Abstract

Perancangan   produk  berbasis   lingkungan    (Design for the Environment  _DFE)  merupakan  suatu konsep  perancangan   produk  yang mempertimbangkan    aspek  lingkungan  pada  semua  langkah pengembangan    produk   yaitu   langkah   produksi,    proses   manufaktur,   proses   perakitan,   dan setelah  produk  habis masa pakainya  (production rump-up}. Tahapan  dan proses  pengembangan produk,  dengan  kelestarian   lingkungan   merupakan  aspek  penting  yang  dipertimbangkan   pada tiap tahapannya.  DFE dapat mengurangi potensi efek negatif terhadap lingkungan dengan memperhatikan,    rnengevaluasi    serta  menentukan    siklus  hidup   produk   (life  cycle  product) secara   sistematis   pada  semua  tahap  perancangan   dan  pengembangan   produk.   Siklus hidup produk     merupakan      bagian     penting     dalam     perancangan      produk     terutama      dengan menghubungkan antara keuntungan  secara  ekonomi   dan  kelestarian    alam.   Siklus  hidup   produk didasarkan   pada prinsip   untuk  mencegah   polusi   oleh  aktivitas   proses  produksi   yang  dapat mengganggu  kelestarian  alam, menggunakan  sumber daya alam seminimal mungkin serta memperbaiki    kualitas    produk.    Efek   negatif   terhadap    lingkungan    dapat   disebabkan     oleh eksploitasi   sumber   daya  alam  secara   berlebihan   serta  penggunaan   material   berbahaya   dan material  yang  mengandung  racun dalam pembuatan  produk.   Efek  negatif   terhadap  lingkungan (udara,  air dan   tanah)  di antaranya   adalah:    penipisan    ozon,   efek  hujan  asam  dan  emisi   gas buangan  pabrik,  penipisan   oksigen  di udara,   pencemaran   oleh   substansi   beracun,  pencemaran oleh material  padat. Kata  Kunci: Design for   the  Environmental,  Life  Cycle Product,  Pengembangan Berkelanjutan, End    of Live,  Recycling
Perancangan turbin uap impuls Syarif, Jenne
Jurnal POLIMESIN Vol 7, No 2 (2009): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jp.v7i2.1328

Abstract

Turbin uap adalah suatu penggerak mula yang mengubah energi potensial uap menjadi energi kinetik dan energi  kinetik.  tersebut   selanjutnya diubah   menjadi    energi   mekanik   dalam  bentuk   putaran   poros turbin.   Turbin uap merupakan salah satu jenis penggerak mula yang banyak digunakan didalam industri, antara lain: sebagai penggerak mula generator listrik,  pompa atau kompressor, serta industri proses.  Dalam penulisan  ini  akan dirancang sebuah  turbin uap impuls tingkat tekanan.  Turbin ini terdiri dari  beberapa tingkat pasangan sebuah nosel  dan sebuah sudu gerak. Ide dari adanya turbin Rateau ini adalah   mengatasi  penurunan kalor yang terlalu   besar bila hanya menggunakan turbin impuls tingkat tunggal.  Dengan penurunan kalor yang terlalu  besar,  maka kecepatan tangensial pada ujung sudu pun akan menjadi sangat besar.   Disini material  memegang peranan penting sebagai kendala alas kecepatan tangensial  yang cukup tinggi.   Turbin Rateau cocok digunakan pada turbin besar,   dimana  efisiensi   lebih   penting   dari  pada  biaya investasi. Pada  umumnya   perencanaan    turbin yang  ideal  mengharapkan    terpenuhinya    beberapa   kriteria,   antara  lain : etisien,   mudah  pengoperasian, konstruksi dan peralatan yang sederhana,  perbaikan dan perawatan yang mudah.   Namun dalam perencanaan terdapat banyak hal yang membatasi untuk mendapatkan hasil perancangan yang ideal. Semua hal-hal yang membatasi tersebut akan dicoba untuk dipenuhi sehingga akan diperoleh hasil perancangan turbin   uap yang optimum.   Pembahasan akan berkisar pada analisis termodinamik, perencanaan konstruksi dan dimensi, perhitungan kekuatan, pernilihan bahan serta beberapa hal yang dianggap perlu untuk perencanaan komponen-komponen  yang membentuk turbin uap impuls berdasarkan batasan kondisi sepertiyang ditentukan dalam data perencanaan. Kata kunci : Nosel,  Sudu, Efisiensi,  Entalpi, kecepatan, rugi-rugi  energi, tekanan
Analisa bentuk strip terhadap proses perpindahan Panas pada heat exchanger pendinginan udara Sariyusda, Sariyusda
Jurnal POLIMESIN Vol 7, No 2 (2009): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v7i2.1385

Abstract

Salah satu  cara  untuk  meningkatkan  effisiensi  dari  suatu  peralatan   heat  exhanger   pendinginan udara  atau disebut juga  dengan  Air Cooled  Condensor  yaitu dengan  memperluas  permukaan  yang bcrsentuhan  dengan  udara. Dalam   penulisan    ini  heat  exchanger   berperan   sebagai   kondensor   yang fungsinya   yaitu  untuk mengubah   gas  refrigeran  yang bertekanan   dan  bertemperatur   tinggi,    akibat  pengkompresian dari kompresor  menjadi bentuk  cair,  dengan jalan  mendinginkannya oleh media pendingin   udara yang dihembuskan   pada  kondensor  untuk  menyerap  panas  dari  refigeran  yang  kemudian   dipancarkan keluar  melalui  sirip-sirip  kondcnsor  dengen  menggunakan  fan. Pada   kondensor      pendinginan    udara    terdapat   penukar   panas   koil    bersirip   (finned   coil     heat exchanger).  Sirip  berguna  untuk  membuang   sebagian   panas  yang  terjadi   akibat  proses  didalam peralatan   heat  exchanger   pendinginan   udara  dimana   udara  dihembuskan    oleh    fan  secara  cross flow.   Sirip   ini  rnempunyai    bentuk  segi  empat,   segi   tiga  dan  cincin   (gelang),   sehingga   akan menunjukkan    mana   yang   lebih   baik   di antara    bentuk-bentuk    sirip   tersebut   jika   ditinjau   darl performance   dari  sirip   yang  sesuai  dengan   tujuan  penukar  panas   ini   untuk  memperbesar luas perpindahan panas  konveksi  dan konduksi  yang akan  memperbaiki   effisiensi   atau  daya  guna  dari peralatan  heat exchanger.Kata Kunci  :Heat  Exchanger,  Effisiensi,  Kcndeesor,  Cross Flow,  Finned  coil heat exchanger
Analisa baku tingkat kebisingan di kota Lhokseumawe Fakhriza, Fakhriza
Jurnal POLIMESIN Vol 7, No 2 (2009): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v7i2.1381

Abstract

Kebisingan   merupakan   salah  satu polutan   yang  sering  mendapat   protes   dan pada   umumnya merupakan  hasil sampingan  pemanfaatan   teknologi   oleh  manusia.    Diperkotaan    kebisingan merupakan salah satu sumber stress yang bersumber dari suara mesin mobil, mesin-mesin industri,   alat  transportasi,   suara  pabrik   dan  sumber   suara  lainnya.   Kebisingan    ini membuat orang mengalami ketegangan jiwa.  Penelitian ini  bertujuan untuk mendapatkan Baku Tingkat   Kebisingan   Daerah    Kota   Lhokseumawe,     yang  akan   dibandingkan   dengan   Baku Tingkat·  Kebisingan   Keputusan  Menteri   Negara  Lingkungan  Hidup.   Dari  hasil pembahasan dapat   dilihat   perbandingan    Baku   Tingkat   Kebisingan    Daerah   Kota   Lhokseumawe     pada umumnya masih di bawah Baku Tingkat Kebisingan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup   (tabel  5. I  Perbandingan   Tingkat  Kebisingan).    Pada  kawasan  tertentu  nilainya   lebih tinggi  karena   letak  kawasan   tersebut  di jalan  utama  yang padat   dengan  kendaraan.Kata Kunci  :  Kebisingan, Suara,  Baku  Tingkat  Kebisingan
Analisis ruang kerja dan gaya statis robot DD-1 Anwar, Anwar
Jurnal POLIMESIN Vol 7, No 2 (2009): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jp.v7i2.1294

Abstract

Robot DD-1 dirancang untuk pemindahan bahan-bahan kimia berbahaya di laboratorium. DD-1 dirancbng dengan menggunakan type SCARA (Selective Compliant Articulated Robot for Assembly). Robot ini dirancang dengan menggunakanbantuan beberapa software sehingga dapat diperoleh hasil desain dan perhitungan yang akurat. Hasil yang diperoleh dari hasil proses perancangan diperoleh nilai defleksi yang cukup kaku dengan nilai defleksi maksimum 0,0033407 mm tanpa beban 0,070555 mm dengan beban dalam arah z. Kata Kunci :    Link, Joint, Gaya, Momen,Inersia,Torsi, Defleksi,Batang Puntir
Analisis titik potong bentangan dua pipa untuk sambungan sudut 45° dengan metode grafik Turmizi, Turmizi
Jurnal POLIMESIN Vol 7, No 2 (2009): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v7i2.1386

Abstract

penyambungan  pipa   pada konstruksi   baja  dan pipa   melalui  gambar   bentangan  sehingga   memudahkan   untuk:   memotong bentuk  yang   diinginkan.    Berikut   sebuah    contoh    untuk  perpotongan  dua pipa  yang   terhubung dengansudut kemiringan 45°. Dengan beberapa tahap pembentangan untuk mendapatkan hasil perpotongannya. Setelah diameter pipa dipilih maka langkah pertama   pengerjaannya    adolah membagi  tiap  penampang    muka   dari  pipa  pertama   dan  kedua   menjadi   enam   bagian   untuk seperempat   lingkaran    dengan  besar  sudut yang  samo(l 5°),     kemudian  masing-masing   titik  dari penampang     depan    dan   penampang     samping     dihubungkan.      Langkah selanjutnya  ialah membentangkan setiap  pipa dimana  permukaan   silinder  lurus adalah  sama panjangnya   dengan keliling  lingkaran   (n x  garis  tengah)   dan  membaginya    menjadi   dua  puluh   empat    titik  dan dihubungkan  kembali  ke titik pertemuan   antara penampang  samping  dan penampang depan. Hasil dari analisa gambar  ini ditampilkan  berdasarkan  perpotongan   yang didapat.   Untuk mendapatkan garis   lengkung yang   mulus,  pergunakanlah    bidang proyeksi   sebanyak   mungkin dan  bidang proyeksi   ditempatkan  agak dekat  satu sama   lainnya. Kata Kunci :   Metode  Grafik,  Perpotongan,    Pembentangan,  Garis  proyeksi

Page 1 of 1 | Total Record : 10