cover
Contact Name
Sartana
Contact Email
sartanapsikologi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalilmuperilaku@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Perilaku
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : 25810421     DOI : -
Jurnal Ilmu Perilaku, with registered number ISSN 2581 0421 (online, is published by Department of Psychology Universitas Andalas. Jurnal Ilmu Perilaku publishes original articles on new knowledge and research or research application with current issues in Indonesian Psychology. All submitted manuscripts will be subjected to the peer review process following a thorough inspection by the editors. Jurnal Ilmu Perilaku publishes 5 -7 articles in each edition with 10 - 18 pages long for each article. One volume of Jurnal Ilmu Perilaku divided into two editions, which are published in the 1st and 2nd semester each year. Articles are written in Bahasa Indonesia (Indonesian language) OR English. Abstracts must be in English. Publication in this journal is free of charge and all published papers are available online through open access.
Arjuna Subject : -
Articles 39 Documents
Propertis Psikometris Skala Sikap Terhadap Pelajaran Sosial Humaniora Periantalo, Jelpa
Jurnal Ilmu Perilaku Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Ilmu Perilaku
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jip.1.2.98-109.2017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat propertis psikometris skala sikap terhadap pelajaran Sosial Humaniora yang terdiri dari Ekonomi, Sosiologi, Sejarah, dan Geografi. Propertis psikometris berupa validitas, reliabilitas dan daya diskriminasi item. Sebanyak 198 siswa SMA yang diambil secara purposif menjadi subjek penelitian. Skala menggunakan format semantik differensial dengan 68 item keseluruhan. Sebanyak 67 item dinyatakan valid, dan 1 item tidak dinyatakan valid dengan korelasi item dengan skor total rit ≥ 0,400. Validitas faktorial menkonfirmasi 3 faktor yang diasumsikan berupa dimensi aktivitas, evaluasi, dan potensi. Validitas konvergen menunjukkan adanya korelasi positif antar empat komponen skala. Reliabilitas skala dengan pendekatan tes paralel menghasilkan koefisien ekivalensi rxx’ 0,939. Skala final dibuat sebanyak 12 item sehingga mudah dalam instruksi dan pemberian skor. Skala dapat digunakan untuk penelitian, uji validitas kriteria skala lain, penjurusan SMA, konseling pendidikan, evaluasi pembelajaran, intervensi pendidikan maupun penjurusan kuliah. Penelitian berikutnya melakukan uji validitas criteria khususnya prestasi akademik.
Budaya dan Perilaku Berjudi: Kasus Tajen Di Bali Aryanata, Nyoman Trisna
Jurnal Ilmu Perilaku Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Ilmu Perilaku
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jip.1.1.11-21.2017

Abstract

Gambling has long been comprehended as activities involving money wagering or other belongings for random or uncertain outcomes and causes the risk to chains of problems to the individuals, ranged from financial problems, psychological problems, and interpersonal problems. Maladaptive gambling behavior has also been classified in DSM-IV, named as pathological gambling (312.31), and is considered as illegal practice in many countries, including Indonesia. Gambling activities as a tradition also exist in various cultures, such as ‘tajen’ in Bali, Indonesia. ‘Tajen’ is a cockfighting tradition and a part of religious rituals in Bali. This has resulted in a unique problem regarding to its cultural and legal context, while the risk to psychological problems (such as pathological gambling) cannot be disregarded. Using the case of Tajen in Bali, this paper also discusses the influences of culture to gambling behavior and its legal complexity.  
Pemahaman dan Penerapan Ajaran Kawruh Jiwa Ki Ageng Suryomentaram Tentang Raos Persatuan Dalam Kehidupan Sehari-hari Sunarno, Sunarno; Koentjoro, Koentjoro
Jurnal Ilmu Perilaku Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Perilaku
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jip.2.1.25-40.2018

Abstract

Keberagaman budaya merupakan salah satu topik yang paling penting di dunia saat ini. Keanekaragaman budaya selain telah menciptakan lingkungan yang indah, juga memiliki potensi kesalahpahaman yang dapat menyebabkan kebingungan, kemarahan dan meningkatkan eskalasi permusuhan. Adalah warga Dusun Bangun Rasa, Kabupaten Bantul, para warganya menerapkan raos persatuan dari ajaran Ki Ageng Suryomentaram. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami rasa persatuan di Dusun Bangun Rasa sehingga dapat dijadikan sebagai model sebuah masyarakat yang berkesatuan dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada para subyek dan informan sebagai sumber data dan observasi partisipan maupun non partisipan secara live in. Sumber data lain adalah written documents dan unwritten documents. Hasil dari penelitian ini adalah: Pertama, rasa persatuan bagi warga Bangun Rasa dipahami sebagai “Rasa Sama”, guyub rukun dan kegotongroyongan. Kedua, penerapan dari rasa persatuan di dalam kehidupan sehari-hari oleh warga dusun Bangun Rasa tercermin dalam dua penerapan, yaitu (1) penerapan di keluarga berupa musyawarah dan tidak memaksakan kehendak, dan (2) penerapan di masyarakat, berupa perilaku gotong royong. Ketiga, manfaat dari rasa persatuan yaitu urip dadi sugih (hidup menjadi “kaya”), urip dadi entheng (hidup menjadi “ringan”), hubungan antarindividu menjadi tidak kaku, menanamkan rasa “kita tidak bisa hidup tanpa orang lain”, menanamkan rasa empati, dan beban pemerintah menjadikan ringan. Dan keempat, kondisi psikologis para warga dari diterapkannya roas persatuan adalah melahirkan rasa nyaman, sumeleh, dan tenteram.
Persepsi Resiko Bencana Alam Ditinjau dari Sentralitas Jaringan Informasi Kebencanaan Wusana, Sapta Widi; Hidayat, Rahmat
Jurnal Ilmu Perilaku Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Ilmu Perilaku
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jip.1.2.68-80.2017

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kontribusi posisi dan peran aktor dalam jejaring informasi kebencanaan terhadap persepsi resiko vulkanik merapi. Pendekatan kuantitatif dengan skala digunakan untuk mengungkap persepsi resiko vulkanik merapi, dikolaborasikan dengan generator nama untuk mengungkap indeks sentralitas jaringan sosial. Responden penelitian ini sebanyak 83 orang. Hasil penelitian menyatakan bahwa keempat bentuk sentralitas (kedekatan, keperantaraan, eigenvektor dan derajat sentralitas) secara bersama-sama mampu memrediksikan persepsi resiko bencana vulkanik merapi, dengan nilai koefisien determinansi (R2) sebesar 17%. Secara terpisah, sentralitas kedekatan, sentralitas eigenvektor dan sentralitas keperantaraan aktor ternyata memberikan kontribusi negatif dengan persepsi resiko gunung merapi (vulkanik). Aktor sentral, yang berpengaruh dan independen menganggap potensi bahaya merapi sebagai terprediksi dan dapat dihindari. Ketersediaan dukungan, informasi dan akses semakin meningkatkan keyakinan akan kapasitas dalam mengendalikan dampak paparan merapi. Sebaliknya, aktor-aktor perifer memiliki kehawatiran dan anggapan lebih tentang bahaya merapi, yang terbentuk dari kurangnya informasi, akses, dukungan yang pada akhirnya mereduksi keyakinan-nya.
Konstruksi Skala Kepedulian terhadap Penggunaan Energi Kurniawan, Rizal; Azwar, Saifuddin
Jurnal Ilmu Perilaku Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Ilmu Perilaku
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jip.1.1.22-32.2017

Abstract

Using electricity and fuel oil might have some negative impact towards the national economy and the environment. Psychological scale for measuring awareness of energy usage has never been tested before. The main purpose of this study is to construct psychological scale for measuring energy usage. The concept of Amburgey (2012) has been used to describe of psychological concern that are perceived threat and desired change. Perceived threat is an evaluation of a person to a problem and desired change is one’s willingness to resolve that problem. Four hundred-thirty eight students were enrolled in this study with a mean of age 21 years old. The results of content item validation show that one item from perceived threat’s subscale has value of Aiken (V) less than .50 and all of items from desired change’s subscale have V value greater than .50. Result from item’s discrimination process show that 40% items from perceived threat’s subscale has low of discrimination power and desired change’s sub scale has 31%. Alpha value for perceived threat’s subscales is .76 and desired change’s sub scale is .78. The concern for energy usage scale has poor model fit.
Apakah Pemaafan Berkorelasi Dengan Psychological Well-Being Pada Remaja yang Tinggal Di Panti Asuhan? Astuti, Windi; Marettih, Anggia Kargenti Evanurul
Jurnal Ilmu Perilaku Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Perilaku
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jip.2.1.41-53.2018

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan pemaafan dengan psychological well-being pada remaja yang tinggal di panti asuhan. Subjek ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu 172 remaja yang tinggal di tiga panti asuhan di Kota Pekanbaru. Pengumpulan data menggunakan skala Psychological Well-being Ryff dengan koefisien reliabilitas (0,885) dan skala Heartland Forgiveness Scale (HFS) Thompson dengan koefisien reliabilitas (0,839) yang dimodifikasi berdasarkan karakteristik subjek penelitian. Berdasarkan analisis kolerasional Rank Spearman diperoleh nilai r=0,790, dan p=0,000 (p≤0,05), artinya terdapat hubungan antara pemaafan dengan psychological well-being pada remaja yang tinggal di panti asuhan. Ketika remaja memaafkan dirinya, situasi dan orang lain hal ini akan menjadikan remaja mampu menjalin hubungan baik serta dapat memaknai apa yang dialaminya sehingga berkorelasi dengan psychological well-being yang dirasakan. Untuk dapat meningkatkan psychological well-being maka individu harus terus meningkatkan pemaafan yang dimiliki, baik pemaafan terhadap diri sendiri, orang lain, maupun situasi.
Efektifitas Assertiveness Training untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Indraswari, Dini Ayu; Irtadji, Moh.; Dwiastuti, Ike
Jurnal Ilmu Perilaku Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Ilmu Perilaku
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jip.1.2.81-97.2017

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan asertivitas siswa yang berada pada masa perkembangan remaja awal. Hipotesis dari penelitian ini adalah assertiveness training efektif dalam meningkatkan asertivitas siswa. Rancangan penelitian adalah eksperimental dengan desain randomized Pretest-Postest Control Group Design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPK X di Malang, 30 siswa untuk kelompok eksperimen dan 30 siswa untuk kelompok kontrol. Instrumen pengumpulan data berupa skala asertivitas yang berjumlah 27 aitem dengan indeks reliabilitas sebesar 0,729. Instrumen perlakuan berupa modul Assertiveness Training. Teknik analisis yang digunakan adalah uji beda paired sample t-test dan independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) adalah 0,000 < 0,05 yang diartikan adanya perbedaan antara hasil pretest-posttest dan kedua kelompok. Penghitungan effect size diperoleh hasil 0,93 masuk dalam kategori efek besar. Dapat disimpulkan bahwa Assertiveness Training efektif dalam meningkatkan kemampuan asertivitas siswa. Kata Kunci : assertiveness training, asertivitas, siswa
MITRA BEBESTARI redaksi, redaksi
Jurnal Ilmu Perilaku Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Ilmu Perilaku
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan prinsip DIR/Floortime Meningkatkan Kemampuan Memusatkan Atensi pada Anak dengan ADHD Larasati, Ratih; Boediman, Lia M.; Aswanti, Mita
Jurnal Ilmu Perilaku Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Ilmu Perilaku
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jip.1.1.33-44.2017

Abstract

Developmental, Individual Differences, Relationship-Based approach (DIR/Floortime) is one of the available interventions focused on increasing the quality of caregiver-child interaction. This study is aimed at investigating the effectiveness of DIR/Floortime to increase the ability to sustain attention on a 4 year-old child with Early Onset Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD). This is a qualitative research involving two participants, a boy diagnosed with ADHD, and the mother of the boy. This research utilized observation and interview in gathering the data, accompanying the use of observation log for duration of attention and frequency of distractedness specifically designed for this research, Functional Emotional Assessment Scale (FEAS), questionnaire and interview guideline: Observing Child’s Biological Challenge (OCBC), and Sensory Processing – Motor Planning Questionnaire (SPMPQ). The result of this study indicated that the application of DIR/Floortime principles is effective in increasing the ability to sustain attention on a 4 year-old child with Early Onset ADHD, along with the increase of the functional emotional development of both mother and child as shown with the increase of attention span, the decrease of frequency of distractibility, and score increase in the Functional Emotional Assessment Scale (FEAS).
Dinamika Psikologis Remaja Korban Perceraian: Sebuah Studi Kasus Kenakalan Remaja Praptomojati, Ardian
Jurnal Ilmu Perilaku Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Perilaku
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jip.2.1.1-14.2018

Abstract

Parental divorce can be a very stressful experience for adolescents. Adolescents will lose their parent figure and feel different atmosphere in the family. This study aimed to identify the psychological dynamics of adolescents that have experienced parental divorce developing into juvenile delinquency. This was a case study research. The subject of this study was a 13-year-old boy with divorced parent and lived in an orphanage. Data were collected through observations, interviews, and psychological tests. The result revealed that juvenile delinquency happens because of the need of gaining attention from others. The wrong mindset "I will get attention if I commit juvenile delinquency and disturb others" became the basis of the subject’s socially inappropriate behaviors. It was the way to compensate his inferior feelings to the environment.  

Page 1 of 4 | Total Record : 39