cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal IKA
ISSN : 18295282     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ikatan Keluarga Alumni is an international journal which provides a forum for publishing research or review articles related to researches in instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational technology, and educational development.
Arjuna Subject : -
Articles 79 Documents
PENGARUH PENGEMBANGAN BUDAYA KEWARGANEGARAAN (CIVIC CULTURE) DAN PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN TERHADAP SIKAP NASIONALISME SISWA DI SMA NEGERI SE KOTA DENPASAR Budiawan, I Gede; Maftuh, H. Bunyamin
Jurnal IKA Vol 15, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v15i1.20188

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh pengembangan budaya kewarganegaraan dan pendidikan kepramukaan terhadap sikap nasionalisme siswa di SMA Negeri se Kota Denpasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran (1) besarnya pengaruh civic culture terhadap sikap nasionalisme siswa SMA Negeri se Kota Denpasar, (2) besarnya pengaruh pendidikan kepramukaan terhadap sikap nasionalisme siswa SMA Negeri se Kota Denpasar, (3) besarnya pengaruh civic culture dan pendidikan kepramukaan secara bersama-sama terhadap sikap nasionalisme siswa SMA Negeri se Kota Denpasar. Alasan melakukan penelitian ini adalah kurangnya rasa persatuan di kalangan para remaja khususnya pelajar SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengumpulan datanya menggunakan metode kuesioner dan studi dokumentasi. Lokasi penelitian adalah SMA Negeri se-Kota Denpasar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SMA Negeri se-Kota Denpasar yang menyelanggarakan pendidikan kepramukaan. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik stratified random sampling. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan teknik korelasi, regresi linear berganda, dan analisis jalur dengan bantuan SPSS 18.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Civic culture memiliki pengaruh terhadap sikap nasionalisme siswa SMA Negeri se Kota Denpasar secara langsung sebesar 22,09%, (2) Pendidikan kepramukaan memiliki pengaruh terhadap sikap nasionalisme siswa SMA Negeri se Kota Denpasar secara langsung sebesar 16,65%, (3) Civic culture dan pendidikan kepramukaan secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap sikap nasionalisme siswa SMA Negeri se Kota Denpasar secara langsung sebesar 63,30%.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) BERBASIS ERGONOMI UNTUK MENIGKATKAN PEMBELAJARAN BIOLOGI SISWA KELAS X MIA1 DI SMA LABORATORIUM UNDIKSHA Wijana, Nyoman; Sukri, Made
Jurnal IKA Vol 17, No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v17i1.19841

Abstract

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif  tipe STAD berbasis ergonomi untuk meningkatkan  hasil belajar siswa kelas X  Mia1 SMA LAB Undiksha. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X Mia1 SMA laboratorium Undiksha sebanyak satu kelas dengan jumlah siswa sebanyak 22 siswa. Objek penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif  tipe STAD berbasis ergonomi dan hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yaitu siklus 1 dan siklus 2 dengan topik pembelajaran yaitu bakteria. Hasil penelitian menunjukkan (1) Penerapan model pembelajaran kooperatif  tipe STAD berbasis ergonomi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Mia1  SMA LAB Undiksha, (2) Pada siklus I ada 8 (36,36%) siswa yang nilainya belum mencapai KKM, sedangkan 14 (63,64%) siswa telah mencapai KKM. Nilai rerata pada siklus I adalah 73,79. Ketuntasan klasikalnya baru mencapai 63,64% dari 75% yang ditarget. Pada siklus II ada 2 (9,09%) siswa yang masih nilainya belum mencapai KKM, sedangkan 20 (90,91%) siswa telah mencapai KKM. Rerata nilai kelasnya sudah melebihi KKM yaitu sebesar 79,36. Ketuntasan klasikalnya adalah sebesar 90,91%.
POLITIK PENDIDIKAN DALAM PENGEMBANGAN KESADARAN KRITIS DAN JATI DIRI Lanang Wiratma, I Gusti
Jurnal IKA Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v8i2.160

Abstract

Persoalan bangsa Indonesia adalah persoalan kita semua sebagai warga negara, apalagi komunitas yang berkecimpung dalam dunia pendidikan. Anak-anak bangsa yang sedang berproses mencari jati diri, perlu diberikan pemahaman dan arah oleh para pendidik sehingga dalam pencarian identitas dan eksistensi dirinya tidak hanya melalui tayangan film di layar kaca. Beberapa informasi, pemberitaan yang menimbulkan kegalauan pada anak bangsa, perlu diluruskan dan dilakukan pengkajian bersama di dalam kelas, sehingga memunculkan kesadaran kritis, dan peningkatan kecerdasan. Dalam upaya mengarahkan anak didik untuk menjadi manusia cerdas, kritis, memiliki jati diri dan humanis, diperlukan politik pendidikan yang memanusiakan melalui kebijakan pendidikan. Politik pendidikan bisa diupayakan oleh para guru melalui pembelajaran di kelas. Upaya ini akan dapat dilakukan dengan baik apabila para guru selalu berusaha meningkatkan kompetensi dan memahami tentang hakikat kemanusiaan. Kebijakan pendidikan yang memungkinkan sebagai ?diskursus? bagi para pakar pendidikan adalah perlu adanya pelajaran tentang ?Nilai-nilai Kemanusiaan?.   Kata-kata kunci : politik pendidikan, kesadaran kritis, dan jati diri.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PEMANGKU KEPENTINGAN (STAKEHOLDERS) TERHADAP KUALITAS PENDIDIKAN JURUSAN AKUNTANSI PROGRAM DIPLOMA III Sri Musmini, Lucy
Jurnal IKA Vol 11, No 1 (2013): Maret
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v11i1.1151

Abstract

Pada dasarnya tujuan institusi pendidikan adalah untuk menciptakan dan mempertahankan kepuasan pemangku kepentingan (stakeholders). Sistem penjaminan mutu menyatakan bahwa salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengukur mutu suatu produk atau jasa adalah kemampuan produk/jasa tersebut dalam memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh pemangku kepentingan (stakeholders). Penelitian ini merupakan penelitian tentang kepuasan pemangku kepentingan (stakeholders) terhadap kualitas pendidikan di Jurusan Akuntansi Program Diploma III. Penelitian ini secara metodologis menggunakan desain penelitian ex pose facto dengan pendekatan penelitian deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pemangku kepentingan (stakeholders) terhadap kualitas pendidikan di Jurusan Akuntansi Program Diploma III, dilihat dari sudut pandang mahasiswa dan pengguna alumni sudah baik. Namun kepuasan pemangku kepentingan (stakeholders) dapat lebih baik lagi dengan meningkatkan kondisi fisik yang digunakan pada proses pembelajaraan, separti sarana prasarana, fasilitas dalam proses pembelajaran serta upaya untuk meningkatkan kemampuan profesionalisme dan Bahasa Inggris yang dimiliki mahasiswa.Kata-kata kunci: tingkat kepuasan, pemangku kepentingan, kualitas pendidikan
PEMBERDAYAAN PERTANYAAN 5W+1H DALAM IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI Wirta, I Ketut
Jurnal IKA Vol 16, No 2 (2018): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v16i2.19832

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar  Geografi siswa dengan pemberdayaan pertanyaan 5W+1H. Penelitian tindakan ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Nusa Penida. Subjek penelitian ini adalah  siswa  kelas X IBB2 pada semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017 sebanyak 22 orang. Objek penelitian adalah hasil belajar Geografi siswa melalui penerapan model pembelajaran Inquiry dengan pemberdayaan pertanyaan 5W+1H. Penelitian dilaksanakan dalam bentuk siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan kegiatan yakni: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data diperoleh melalui tes hasil belajar dan penyebaran angket, setelah data terkumpul selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian menunjukan bahwa: (1) Penerapan model pembelajaran Inquiry dengan pemberdayan pertanyaan 5W+1H  dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X IBB2 SMA Negeri 1 Nusa Penida. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan rata-rata skor dari siklus I ke siklus II cukup signifikan, dimana rata-rata  hasil belajar yang dicapai 76,50 pada Siklus I meningkat  menjadi 81,68 pada siklus II dan (2) Penerapan model pembelajaran Inquiry  dengan pemberdayan pertanyaan 5W+1H  dalam pembelajaran  geografi dapat meningkatkan tanggapan siswa. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya rata-rata respon  siswa, dimana pada siklus I mencapai 60,86 meningkat menjadi 63,36 pada siklus II.
EKSISTENSI PIDANA PENGGANTI DENDA UNTUK KORPORASI DALAM PEMBAHARUAN HUKUM PIDANA INDONESIA Yuliartini, Ni Putu Rai
Jurnal IKA Vol 14, No 1 (2016): Edisi Maret 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v14i1.8336

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran RUU-KUHP dalam Pembaharuan Hukum Pidana di Indonesia, pertanggungjawaban pidana bagi korporasi dalam Hukum Pidana di Indonesia, formulasi pidana pengganti denda untuk korporasi dalam pembaharuan hukum pidana khususnya RUU-KUHP Nasional (rancangan Tahun 2012). Penelitian ini adalah penelitian hukum normatif, dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran KUHP Nasional mendatang merupakan salah satu bentuk terobosan dari kebijakan kriminal melalui sarana penal yang dapat digunakan untuk menanggulangi tindak pidana. Pertanggungjawaban pidana bagi korporasi di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa doktrin, yaitu: doktrin pertanggungjawaban pidana langsung (direct liability doctrine) atau teori identifikasi (identification theory), doktrin pertangungjawaban pidana pengganti (vicarious liability), doktrin pertangungjawaban pidana (PJP) yang ketat menurut undang-undang (strict liability). RUU-KUHP Nasional merumuskan pidana pengganti denda untuk korporasi secara eksplisit dan RUU-KUHP Nasional sudah mencerminkan hakikat dari pembaharuan hukum pidana nasional, khususnya mengenai pidana pengganti denda untuk korporasi.Kata-kata kunci: pidana pengganti denda, korporasi, pembaharuan hukum pidana
MENGKONSTRUKSI NINE POINT CIRCLE DAN HUBUNGAN NINE POINT CIRCLE DENGAN CIRCUM CIRCLE SEGITIGA Wijaya, I.P Hendra; Suryawan, I.P Pasek
Jurnal IKA Vol 17, No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v17i1.19836

Abstract

Pada makalah ini dibahas mengenai cara dalam mengkonstruksi nine point circle dan hubungan antara nine point circle dengan circumcircle segitiga yang ditinjau dari jari-jari dan jarak titik pusatnya ke orthocentre. Diketahui bahwa melalui tiga buah titik yang tidak segaris selalu dapat dikonstruksi sebuah lingkaran, yang dapat juga disebut sebagai circumcircle dari segitiga yang titik-titik sudutnya  merupakan tiga buah titik yang tidak segaris tersebut. Namun melalui empat buah titik yang tidak segaris sangatlah jarang dapat dikonstruksi lingkaran, kecuali keempat titik tersebut dapat membentuk segiempat tali busur. Mengingat untuk mengkonstruksi lingkaran yang melalui empat titik yang tidak segaris sangatlah susah, tidak terbayang bagaimana sulitnya untuk  mengkonstruksi lingkaran yang melalui sembilan titik yang tidak segaris. Walaupun sangat sulit untuk menemukannya, tetapi ada kondisi khusus dari titik-titik tersebut sehingga kesembilan titik tersebut dapat dilalui oleh sebuah lingkaran, dan lingkaran yang terbentuk disebut dengan ?nine point circle?. Untuk dapat mengkonstruksi nine point circle dengan baik dan cepat, diperlukan tahapan-tahapan khusus yang nantinya menjadi panduan dalam  mengkonstruksi lingkaran dari sembilan titik yang tidak segaris. Selain itu, jika nine point circle dibandingkan dengan circumcircle segitiga, maka didapatkan hubungan: (1) jari-jari nine point circlesama dengan setengah jari-jari circumcircle segitiga tersebut; (2) jarak titik pusat nine point circle ke orthocentre sama dengan setengah jarak titik pusat circumcircle ke orthocentre. Untuk kajian lebih lanjut terkait hubungan antara nine point circle dengan circumcircle dari segitiga dapat dilanjutkan oleh pembaca.
ASUPAN NUTRISI SEIMBANG SEBAGAI UPAYA MENCEGAH KEMEROSOTAN PRESTASI OLAH RAGA Sudiana, I Ketut
Jurnal IKA Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v8i1.155

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk membahas permasalahan tentang: Proses pemulihan energi setelah aktivitas olah raga; pemberian makanan bagi atlet; pemberian makanan sebelum pertandingan, pemberian makanan pada hari pertandingan dan pemberian makanan setelah pertandingan serta pentingnya cairan bagi tubuh atlet. Prestasi olah raga adalah akumulasi dari kinerja fisik, teknik, taktik dan kematangan psikologis, yang dapat ditampilkan olah ragawan secara utuh dalam suatu pertandingan atau perlombaan. untuk meningkatkan kemampuan atlet dalam cabang-cabang olah raga tertentu, pemilihan makanan dan gizi yang tepat dan seimbang bagi olah ragawan dapat membantu bahkan diperlukan dalam usahanya untuk mengejar prestasi olah raga maksimal. Porsi makan untuk tiap kali makan, terutama untuk makan pagi, makan siang dan makan malam diatur sedemikian rupa sehingga kadar zat gizi dalam masing-masing porsi makanan itu tidaklah berbeda terlalu banyak. Misalnya kadar kalori pada waktu makan pagi dapat diberikan 30 % dan masing-masing 40 % untuk makan siang dan 30 % untuk makan malam.   Kata-kata Kunci: nutrisi, prestasi, olah raga
POLA PERINDUKAN NYAMUK YANG DITANGKAP DI PERINDUKAN DI KABUPATEN BULELENG DAN MANFAATNYA SEBAGAI BAHAN PRAKTIKUM DALAM PERKULIAHAN ZOOLOGI INVERTEBRATA Manik Widiyanti, Ni Luh Putu
Jurnal IKA Vol 11, No 1 (2013): Maret
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v11i1.1146

Abstract

Masalah yang berkaitan dengan kesehatan khususnya pengendalian vektor menjadi perhatian mahasiswa untuk penelitian sebagai salah satu syarat untuk meraih gelar sarjana. Hal ini didasari bahwa, di negara-negara yang sedang berkembang termasuk Indonesia, penyakit-penyakit yang ditularkan melalui nyamuk masih merupakan masalah kesehatan yang penting. Pengenalan terhadap vektor ini diberikan pada mata kuliah Zoologi Invertebrata pada semester III. Di samping sebagai bahan perkuliahan, keberadaan vektor yang ada di kabupaten Buleleng juga menentukan pola perindukan vektor yang berdampak pada kesehatan masyarakat. Hal ini bertujuan di samping melaksanakan pedagogi juga melatih keterampilan mahasiswa. Preparat yang dibuat oleh mahasiswa semester III tahun akademik 2012/2013 pada praktikum Zoologi Invertebrata, sebanyak 12,5% tergolong sangat layak untuk diamati, 12,5% tergolong layak untuk diamati, sebanyak 43,75% tergolong katagori kurang layak, dan sebanyak 31,25% tidak layak untuk diamati. Pola perindukan larva nyamuk yang ada di kecamatan Buleleng kabupaten Buleleng secara persisten ditemukan larva nyamuk Anopheles sp, Aedes aegipty dan Culex sp (data dari tahun 2010, tidak dipublikasi). Sedangkan kecamatan lainnya ditemukan larva Aedes sp yang mengarah pada jenis aegipty dan larva nyamuk Culex sp.Kata-kata kunci : mata kuliah Zoologi Invertebrata, larva nyamuk, identifikasi, pola perindukan larva
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KINERJA KETERAMPILAN BERBICARA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Bukian, Putu Ardana
Jurnal IKA Vol 15, No 2 (2017): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v15i2.20191

Abstract

Pegembangkan instrumen penilaian  difokus  pada keterampilan berpidato dengan teknik ekstemporan dan teknik menghafal. Penelitian ini dilakukan di empat sekolah menengah pertama  yang berada di wilayah Singaraja. Sampel siswa yang digunakan sebanyak 280 siswa dan guru Bahasa Indonesia sebanyak 16 orang. Pengambilan data dilakukan dengan cara meminta bantuan guru mata pelajaran bahasa Indonesia di sekolah tempat meneliti untuk menggunakan rubrik penilaian berpidato yang dikembangkan dalam menilai keterampilan berpidato siswa.Tahapan uji instrumen penilaian kinerja keterampilan berbicara sebagai berikut;  Pertama, hasil uji pakar menunjukkan, semua butir dari dua instrumen yang dikembangkan adalah relevan. Sehingga ketika hasil uji pakar ini dihitung dengan rumus Gregory ditemukan bahwa Validitas Content (VC) dari kedua instrument tersebut sama dengan 1,00. Kedua, analisis validitas butir instrumen dilakukan menggunakan rumus product moment dalam taraf signifikansi 5% dengan rtabel 0,178 ; ditemukan bahwa semua butir pada kedua instrumen penilaian berpidato tersebut adalah valid. Ketiga, perhitungan berikutnya ialah  menghitung reliabilitas butir. Peneliti menggunakan rumus Alpha Cronbach untuk menghitung reliabilitas butir. Hasil perhitungan reliabilitas butir  menunjukkan bahwa instrumen berpidato dengan teknik ekstemporan diperoleh hasil r = 0,663, dan instrumen berpidato dengan teknik menghafal diperoleh hasil r = 0,701. Keempat, untuk uji reliabilitas antarrater, data  dihitung dengan formula C. Hoyt. Hasil yang diperoleh ialah  r=0,911 untuk instrumen berpidato dengan teknik ekstemporan dan r = 0,927 untuk instrumen berpidato dengan teknik menghafal hal tersebut menunjukkan konsistensi reliabilitas antarrater tinggi. Kelima, kepraktisan penggunaan instrumen di analisis dengan T skor. Hasil perhitungan statistik untuk kedua instrument menunjukkan T= 50 yang berarti kedua instrumen tersebut tergolong praktis