cover
Contact Name
JURNAL AGRIBISAINS
Contact Email
jurnal.agribisnis@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.agribisnis@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL AGRIBISAINS
ISSN : 24425982     EISSN : 25501151     DOI : -
Jurnal Agribisains adalah jurnal resmi yang diterbitkan oleh Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor sebagai media penyebarluasan, pertukaran informasi dan komunikasi yang dilakukan oleh para peneliti di lingkungan Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor dan di luar institusi. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun: April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 93 Documents
ANALISIS KINERJA RANTAI PASOK SAYURAN DAUN DI GIANT EKSTRA BOTANI SQUARE KOTA BOGOR. Yusdiarti, Arti; Miftah, Himmatul; Khairi, Yudrik
JURNAL AGRIBISAINS Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Agribisains
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1297.011 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v4i1.1564

Abstract

Sayuran daun yang bersifat mudah rusak harus diberi perlakuan khusus oleh setiap pelaku rantai pasok agar tepat waktu, tepat kualitas dan tepat kuantitas Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi rantai pasok sayuran bayam, caisim, kangkung, lettuce head dan sawi putih  di Giant Ekstra Botani Square Kota Bogor. Data dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif dengan pendekatan SCOR (Supply Chain Operation References).  Penelitian dilakukan di Giant Ekstra Botani Square. Metode pengambila`n data dilakukan dengan wawancara terhadap pihak Giant Ekstra dan supplier menggunakan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi rantai pasok sayuran daun di Giant Ekstra terdiri dari empat elemen yaitu struktur rantai, manajemen rantai, sumberdaya rantai dan proses bisnis rantai pasok. Struktur rantai pasok terdiri dari Giant Ekstra, supplier, dan petani. Pengelolaan manajemen, sumberdaya, dan proses bisnis sudah efektif hal ini terlihat dari fungsi pemasaran sudah dilakukan di tiap lembaga hanya beberapa fungsi yang tidak dilakukan oleh Giant Ekstra seperti pengemasan dan pengangkutan, sedangkan supplier dan petani tidak melakukan penyimpanan, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kinerja rantai pasok Giant Ekstra Botani Square Kota Bogor sudah efektif.Kata kunci : Kondisi Rantai Pasok, SCOR, Marjin Pemasaran
PERSEPSI PETERNAK DAN POLA PEMASARAN SAPI POTONG (KASUS SPR KECAMATAN CIRACAP KABUPATEN SUKABUMI) Fuad, Muhammad Sukri; Masithoh, Siti; Nahraeni, Wini
JURNAL AGRIBISAINS Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Agribisains
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.88 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v4i1.1576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik peternak, persepsi peternak terhadap SPR dan pola pemasaran sapi potong di Kecamatan Ciracap. Data dikumpulkan melalui simple random sampling untuk mengetahui karakteristik dan persepsi peternak, sedangkan untuk menelusuri lembaga pemasaran menggunakan snowball sampling. Persepsi peternak terhadap SPR diukur dalam Skala Likert melalui 30 indikator. Persepsi peternak dikatakan tidak baik apabila mempunyai nilai 50 – 117, persepsi kurang baik apabila mempunyai nilai 118 – 185, dan persepsi peternak dikatakan baik jika mempunyai nilai 186 – 250. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi peternak terhadap program SPR di Kecamatan Ciracap adalah kategori baik, dengan nilai persepsi mencapai 194,57. Pola pemasaran yang terbentuk melibatkan lembaga pemasaran tengkulak Ciracap, tengkulak Tasikmalaya, TPH Surade, dan TPH Tegal Buleud. Penjualan sapi potong oleh peternak dengan cara menyebarkan informasi kepada tengkulak mengenai sapi yang akan di jual.Kata kunci : Persepsi Peternak, SPR, Pola Pemasaran, Sapi Potong
PREFERENSI KONSUMEN PADA PRODUK Gumdrops Puree PEPAYA CALINA IPB Ramadani, hisworo; Lesmanasari, Mela
JURNAL AGRIBISAINS Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Agribisains
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.557 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v4i1.1563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik responden dengan tingkat konsumsi permen, mengidentifikasi evaluasi responden terhadap atribut mutu produk gumdrops puree pepaya dan mengidentifikasi atribut-atribut mutu yang perlu mendapat perbaikan sebelum masuk ke tahap scale-upindustry. Metode yang digunakan adalah metode kruskal wallis  untuk menguji karakteristik responden terhadap tingkat konsumsi permen dan multi atribut fishbein untuk menguji atribut gumdrops puree pepaya.  Berdasarkan hasil penelitian, karakteristik responden terdiri dari usia, jenis kelamin, status menikah, pendidikan, pekerjaan dan pendapatan per bulan. Hasil pengujian menggunakan metode kruskal wallis, usia dan pekerjaan berpengaruh nyata terhadap tingkat konsumsi. Berdasarkan hasil analisis multiatribut fishbein, pada skor kepercayaan (bi) atribut rasa, aroma dan tekstur yang lebih disukai oleh respnden sedangkan pada skor evaluasi (ei) atribut warna dan tekstur yang lebih disukai oleh responden.Kata kunci: Gumdrops puree pepaya, pepaya calina IPB,  Analisis Preferensi.
ANALISIS KOMPARASI USAHATANI DAN MARGIN TATANIAGA USAHATANI WORTEL ORGANIK DAN WORTEL NON ORGANIK Saefullah, Lutfi; Arsyad, Apendi; Miftah, Himmatul
JURNAL AGRIBISAINS Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Agribisains
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.88 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v4i1.1566

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan pendapatan usahatani pertanian wortel organik dan non organik serta membadingkan marjin tataniaga dan saluran pemasaran serta Farmer’s Share dari pertanian wortel organik dan non organik. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari – September 2014 dan bertempat di Kecamatan Cisarua Kab. Bogor.. Penelitian ini disusun menggunakan metode analisis usahatani, marjin tataniaga, saluran pemasaran, Farmer’s Share dan Uji-t untuk perbandingannya. Hasil yang diperoleh dari analisis adalah pertanian organik memiliki nilai pendapatan lebih besar 5,51% dibanding non organik. Analisis perbandingan dengan Uji-t mendapatkan nilai t-hitung sebesar -0,247 dan t-tabel sebesar 2,048 yang artinya secara signifikan tidak terdapat perbedaan pendapatan dari pertanian wortel organik dengan non organik walupun ada perbedaan angka pada pendapatan.. Saluran pemasaran yang menguntungkan petani wortel non organik yaitu pada saluran 1 dengan nilai marjin tataniaga sebesar Rp 3.500/Kg dengan persentase 50% dan Farmer’s Share sebesar 50%, sedangkan pertanian non organik pada saluran 4 dengan marjin tataniaga sebesar Rp 15.500/Kg dengan persentase Farmer’s Share sebesar 22,50%.Kata kunci : Usahatani, marjin tataniaga, saluran pemasaran,Farmer’ Share
KERAGAAN USAHA DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PETERNAKAN AYAM RAS PEDAGING DI KECAMATAN PARUNG KABUPATEN BOGOR Fatmawati, Dewi; Masithoh, Siti; Nahraeni, Wini
JURNAL AGRIBISAINS Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Agribisains
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.88 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v4i1.1565

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaan usaha, faktor internal dan eksternal serta strategi alternatif usaha peternakan ayam ras pedaging di Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Hasil penelitian ini menunjukkan peluang dalam usaha ayam pedaging adalah kemudahan bahan baku dan pertumbuhan penduduk; ancamannya yaitu harga pakan tidak stabil, rentannya terjangkit penyakit, dan harga jual fluktuatif; kekuatannya adalah hubungan baik dengan pemasok, usaha turun temurun dan pertumbuhannya cepat; kelemahannya yaitu modal terbatas, sangat tergantung kepada pedagang pengumpul dan teknologi masih sederhana. Skor bobot rata-rata  matriks IFE 2, 511 dan matriks EFE 3,045. Matriks IE pada usaha peternakan ayam ras pedaging di Kecamatan Parung terletak pada kuadran II, artinya berada pada tahap tumbuh dan kembangkan. Strategi pengembangnyanya melalui perluasan kandang, pengoptimalkan modal, peningkatkan kapasitas peternak, dan jalinan kemitraan.Kata kunci : Ayam Ras Pedaging, Analisis SWOT, Strategi pengembangan.
ANALISIS PENDAPATAN PETANI PEMASOK SAYURAN KOMERSIAL DI PASAR TRADISIONAL DI KOTA BOGOR Miftah, Himmatul; Yusdiarti, Arti; Soka, Tiara Dwi
JURNAL AGRIBISAINS Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Agribisains
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.88 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v4i1.1577

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan perbandingan struktur biaya antara komoditas bayam, kentang, tomat dan bawang merah pada petani yang memasok komoditas ke pasar tradisional di Kota Bogor. Pemilihan responden petani diperoleh dengan menggunakan snowball sampling dari mulai pelapak sayur di Pasar Tradisional Jambu Dua dan Pasar Bogor. Penelitian dilakukan di Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bandung (pangalengan), dan Brebes. Metode penelitian dengan analisis pendapatan usahatani. Hasil menunjukkan bahwa dalam luasan 0,83 Ha selama 6 bulan, diperoleh R/C Ratio bayam 1,09, tomat 1,16, kentang 2,36 dan bawang merah 1,39. Seluruh komoditas memiliki proporsi biaya variabel yang lebih besar dibandingkan biaya tetap. Pada kentang dan tomat, biaya variabel mengambil proporsi biaya lebih dari 80%. Kentang dan bawang memiliki proporsi biaya benih yang paling tinggi diantara komoditas lainnya. Proporsi biaya tertinggi pada tomat terdapat pada pupuk kandang, sementara pada bayam dan bawang, biaya tertinggi terdapat pada tenaga kerja.Kata kunci : Pasar Tradisonal, Snowball Sampling, Pemasok Sayuran
PARTISIPASI ANGGOTA KELOMPOK WANITA TANI (KWT) DALAM PROGRAM KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (KRPL) DI KECAMATAN BOGOR BARAT KOTA BOGOR Masithoh, Siti; Miftah, Himmatul; Aina, Ana
JURNAL AGRIBISAINS Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Agribisains
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.443 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v2i1.766

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program kawasan rumah pangan lestari (KRPL) secara konsep maupun praktek, mengetahui tingkat partisipasi serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi serta berhubungan dengan tingkat partisipasi. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Februari 2014. Analisis yang digunakan adalah analisis korelasi Rank Spearman. Tahapan partisipasi anggota KWT dalam Program KRPL dibagi kedalam empat tahapan yaitu : tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap manfaat dan tahap evaluasi. Hasil penelitian dari 55 responden menunjukan bahwa tingkat partisipasi termasuk tinggi dengan jumlah skor 6443 dengan rataan skor 2,62. Tetapi didalam empat tahapan itu beragam hasilnya yaitu dalam tahap perencanaan partisipasi sedang, tahap pelaksanaan partisipasi tinggi, tahap manfaat partisipasi sedang dan tahap evaluasi partisipasi tinggi. Faktor-faktor yang berhubungan nyata dengan tingkat partisipasi adalah dukungan keluarga, ketersediaan sarana dan prasarana dan tingkat pendidikan. Faktor yang berhubungan paling kuat adalah dukungan keluarga dengan nilai korelasi 0,635. Kata kunci : Tingkat partisipasi, Wanita tani, Pekarangan, dan Faktor pengaruh partisipasi.
ANALISIS PENDAPATAN DAN EFEKTIVITAS PENYALURAN DANA PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PEDESAAN (PUAP) PADA USAHATANI SAWI PATRIA, ANDIKA; Masitoh, Siti; Nahraeni, Wini
JURNAL AGRIBISAINS Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Agribisains
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.025 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v1i1.165

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi penyaluran dana PUAP, menganalisis pendapatan usahatani sawi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sawi. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis usahatani dan analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PUAP sudah berjalan dengan baik dilihat dari pelaksanaan penyaluran dana. Berdasarkan analisis usahatani menunjukkan bahwa penerimaan rata-rata yang diperoleh petani sampel adalah Rp 20.077.885,77 /Ha dengan pendapatan atas biaya tunai sebesar Rp 12. 128.388,66 /Ha dan pendapatan atas biaya total sebesar Rp 9.724.215,01 /Ha. Nilai R/C atas biaya tunai sebesar 2,53 dan R/C atas biaya total sebesar 1,94 sehingga usahatani sawi menguntungkan dan layak untuk diusahakan. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa nilai R2sebesar 84,7 dan nilai F hitung sebesar 19,626. Faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap produksi sawi di Desa Citapen adalah benih, pestisida, luas lahan dan pendidikan sedangkan faktor yang tidak berpengaruh nyata yaitu pupuk kandang, pupuk urea, dolomit, tenaga kerja, besar pinjaman, pengalaman usahatani dan umur.
Analisis Risiko Produksi Sayuran Daun Indigenous di Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat Mubarokah, Syaima Lailatul; Nahraeni, Wini; Yusdiarti, Arti; Rahayu, Arifah
JURNAL AGRIBISAINS Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Agribisains
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.666 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v3i1.1029

Abstract

This study aims to identify 1) the source of production risk in some indigenous leaf vegetables, especially basil 2) the level of risks encountered, and 3) formulate strategies tocontrol the risk of production of indigenous leaf vegetable. The research was conducted in Kecamatan Kadudampit Sukabumi, the method of sampling used simple random sampling.The number of farmers were 42 farmers. In specialization activities, the method to process risk data used are analysis of variance, standard deviation and coefficient of variation. Theresults showed that the source of production risk faced by farmers were weather / climate, pest and disease diseases and seed quality. The expected return value of basil commodityRp.1.801.204 with the risk level of losses was 0.382 or 38%. Strategies that could be done to reduced the risk was the diversification activity with . timing and appropriate commodities of diversification activities, plan intercropping cropping pattern between two combination basil with lettuce were 60% and 40% and basil with gourd were 60% and 40%, risk managementin production through preventive strategies with improvement of physical facilities and mitigation strategies with pest and disease controls encountered.Keywords: basil, variance analysis, standard deviation, coefficient of variation, risk management.
PERSEPSI PETERNAK AYAM PEDAGING (BROILER) TERHADAP KEMITRAAN DI KABUPATEN BEKASI PROVINSI JAWA BARAT maesarah, ira; Masithoh, Siti; Nahraeni, Wini
JURNAL AGRIBISAINS Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Agribisains
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.199 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v2i2.778

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik peternak ayam pedaging,persepsi peternak ayam pedaging terhadap kemitraan, dan hubungan karakteristikpeternak dengan persepsi peternak. Penelitian ini dilaksanakan pada mulai Mei sampaiJuni 2013 di Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat. Responden dalam penelitian inisebanyak 46 peternak. Analisis data meliputi analisis statistik deskriptif korelasional.Pengujian korelasi dilakukan dengan menggunakan uji korelasi rank Spearman (rs) dankoefisien kontingensi (KK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar(47,8%) peternak berumur antara 35-46 tahun, (93,5%) berjenis kelamin laki-laki,tingkat pendidikan responden adalah lulusan SMA (37%), sebagian besar (67,4%) statuspeternak adalah peternak mitra, memiliki pengalaman beternak kategori pemula(71,7%) lebih dari setengah peternak (69,6%) memiliki ternak pada kategori sedikit,lebih dari sebagian peternak memiliki tanggungan keluarga sedang (71,7%) dan35 Ira Maesarah et al Presepsi kemitraan peternakan ayamsebagian besar (69,6%) peternak berpendapatan antara 1.850.750-54.000.000 dalamusahaternaknya. Peternak mandiri memberikan persepsi dengan sangat baik dengan skorpersepsi sebesar 3,38 dan peternak plasma memberikan persepsi dengan baik denganskor 3,09. Status peternak, jumlah ternak, dan pendapatan berhubungan sangat nyata(p<0,01) dengan persepsi peternak terhadap kemitraan sedangkan pengalaman beternakmemiliki hubungan nyata (p<0,05) terhadap persepsi. Terdapat keeratan hubungan yanglemah dengan hubungan yang negatif antara karakteristik peternak (umur, lamabeternak, jumlah ternak yang dimiliki, dan pendapatan) dan hubungan yang positifantara jumlah tanggungan keluarga dengan persepsi peternak terhadappelaksanaankemitraan.Kata kunci : Karakteristik, Persepsi, Kemitraan

Page 1 of 10 | Total Record : 93