cover
Contact Name
Dani Saepuloh
Contact Email
danie_saepuloh@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
danie_saepuloh@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Segara
ISSN : 19070659     EISSN : 24611166     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal SEGARA (p-ISSN: 1907-0659, e-ISSN: 2461-1166) adalah Jurnal yang diasuh oleh Pusat Riset Kelautan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan – KKP, dengan nomenklatur baru Pusat Riset Kelautan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, KKP dengan tujuan menyebarluaskan informasi tentang perkembangan ilmiah bidang kelautan di Indonesia, seperti: oseanografi, akustik dan instrumentasi, inderaja,kewilayahan sumberdaya nonhayati, energi, arkeologi bawah air dan lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 3 (2019): Desember" : 7 Documents clear
Konsep Eco fishing port berbasis Kualitas Air dalam Pengelolaan Pelabuhan : Studi Kasus PPI Barek Motor, Kabupaten Bintan Purbani, Dini; Aisyah, Aisyah
Jurnal Segara Vol 15, No 3 (2019): Desember
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/segara.v15i3.6934

Abstract

Penerapan konsep eco fishing ports bertujuan untuk menstandarkan pelabuhan perikanan yang sesuai dengan ISO 14001 sehingga produk perikanan secara standar internasional (standar Uni Eropa) dapat diterima. Salah satu indikator penerapan eco fishing port adalah dilakukannya pengukuran parameter kualitas air. Paper ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep eco fishing port berbasis kualitas air di salah satu pelabuhan pendaratan ikan (PPI) di Kabupaten Bintan. Penelitian dilaksanakan di PPI Barek Motor, Kabupaten Bintan. Pengamatan kualitas air menggunakan alat multiparameter SONDE EXO-1 dalam kurun waktu 6 bulan dari Desember 2015 – Mei 2016. Parameter kualitas air yang diamati meliputi temperatur, konduktivitas, oksigen terlarut (Dyssolved Oxygen/DO), pH dan turbiditas. Data kemudian dianalisis dengan Microsoft excel 2010 untuk memperoleh indeks pencemaran (IP) dan status mutu perairan melalui analisis Storet. Standar baku data kualitas air mengacu pada Kepmen Lingkungan Hidup nomor 115 tahun 2003. Hasil menunjukan bahwa perairan sekitar PPI Barek Motor tergolong tercemar sedang. Pengelolaan yang berlandaskan pada eco fishing port belum mengena pada standar mutu produk perikanan yang didaratkan, namun lebih kepada kondisi fisik perairan. Dalam kasus ini, parameter turbiditas merupakan penyumbang pencemaran tertinggi akibat pengaruh antropogenik yang terbawa oleh sungai di sekitar area penelitian. Dihasilkan pula fungsi fisik pelabuhan sebagai hasil dari penilaian terhadap komponen fisik dan ekologi, yang kemudian dapat dijadikan sebagai komponen pendukung dalam mengkuantifikasi eco fishing port.
PEMODELAN PATHWAY LOGAM MERKURI DARI BATU BARA PADA KEGIATAN PEMBANGKIT LISTRIK DAN IMPLIKASI PENGELOLAANNYA Suryono, Devi Dwiyanti; Pujilestari, Endang Sri
Jurnal Segara Vol 15, No 3 (2019): Desember
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/segara.v15i3.6708

Abstract

ABSTRAKKegiatan PLTU berpotensi menghasilkan logam merkuri (Hg) yang bersumber dari batubara sebagai bahan bakunya. Merkuri memiliki sifat yang presistent  dan mampu mengalami bioakumulasi dan biomagnifikasi dalam rantai makanan. Kegiatan PLTU di Palabuanratu akan beroperasi selama 20 tahun dan hal ini menimbulkan kekhawatiran merkuri yang dihasilkan akan mencemari air laut dan masuk dalam rantai makanan di perairan Teluk Palabuhanratu. Tujuan pemodelan ini adalah melakukan prediksi dan menganalisa faktor dominan dari peningkatan Merkuri air laut selama masa beroperasi PLTU serta terjadinya biomagnifikasi dalam rantai makanan. Gambaran mengenai jejak merkuri dari sumber batubara PLTU di udara, air dan rantai makanan, kaitannya dengan peningkatan konsentrasi merkuri di perairan menggunakan metode System dynamics. Hasil pemodelan menunjukan peningkatan Merkuri akan melebihi baku mutu Keputusan Menteri Lingkungan Hidup no. 51 Tahun 2004 untuk biota laut pada Tahun 2027. Terjadinya biomagnifikasi kepada ikan plankton feeder, ikan top predator dan kepada manusia mulai tahun 2017 dimana konsentrasi metil merkuri (MeHg) pada manusia sebagai konsumen tertinggi lebih besar dibanding pada ikan top predator dan Ikan Plankton feeder, namun masih di bawah level ketiganya level toleransi MeHg menurut UNEP. Faktor yang dominan meningkatkan Merkuri anorganik dalam air laut adalah ceceran batubara.Kata kunci : Mekuri, Batubara, Biomagnifikasi, Sistem Dinamis
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PRODUKTIVITAS LAHAN GARAM DI INDONESIA 2015 iswanto, dhanial
Jurnal Segara Vol 15, No 3 (2019): Desember
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/segara.v15i3.6751

Abstract

Kekayaan alam menjadi modal utama produksi garam di Indonesia, di mana luas garam produktif pada tahun 2014 mencapai 27.898 Ha. Permasalahan yang muncul adalah kebutuhan garam nasional cenderung mengalami peningkatan seiring dengan pertumbuhan penduduk dan industri, sedangkan produksi garam nasional tidak dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Salah satu upaya untuk mendorong produksi garam adalah dengan meningkatkan produktivitas lahan garam. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas lahan garam di Indonesia, menggunakan metode analisis regresi logistik. Hasil yang didapat adalah bahwa umur petambak, luas lahan, luas meja garam, metode produksi, dan lama penjemuran signifikan memengaruhi produktivitas lahan garam di Indonesia tahun 2015 
PENENTUAN RADIATIVE FORCING DARI KARBONDIOKSIDA (CO2) DAN METANA (CH4) DI GAW BUKIT KOTOTABANG SERTA HUBUNGANNYA DENGAN SUHU PERMUKAAN ATMOSFER DAN LAUT Adhayani, Noor Laily; Romadhon, Syahru; Kepel, Terry Louise
Jurnal Segara Vol 15, No 3 (2019): Desember
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/segara.v15i3.6677

Abstract

Radiative Forcing didefinisikan sebagai perubahan jumlah energi radiasi yang masuk dan keluar di lapisan troposfer sehingga dapat menyatakan adanya gangguan yang merusak pola energi  radiasi matahari, dengan laju perubahan energi per satuan  luas, yang diukur di bagian atas atmosfer dan dinyatakan dalam satuan W/m2. RF dapat digunakan sebagai parameter untuk menunjukkan gejala dari fenomena perubahan iklim. Karbondioksida (CO2) dan Metana (CH4) merupakan  gas rumah kaca utama di atmosfer. Eksistensi gas karbondioksida dan metana di atmosfer dapat terjadi akibat kegiatan manusia (antropogenik) dan alami (natural). Konsentrasi CO2 dan CH4 di GAW Kototabang dibandingkan dengan masa pra revolusi industri tahun 1750 diperoleh hasil bahwa terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Peningkatan konsentrasi CO2 dan CH4 di atmosfer berturut-turut sebesar 41,05% dan 162,76%. Nilai RF CO2 dan CH4 pada periode pengukuran tahun 2004-2013 di GAW Bukit Kototabang cenderung mengalami tren naik setiap tahun dengan puncaknya terjadi pada akhir tahun 2013.
IDENTIFIKASI LIKUIFAKSI DI KAWASAN PESISIR KOTA PADANG DENGAN METODA GEOLISTRIK 2D Pryambodo, Dino Gunawan; Sudirman, Nasir
Jurnal Segara Vol 15, No 3 (2019): Desember
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/segara.v15i3.7732

Abstract

Makalah ini menyajikan studi kasus penyelidikan likuifaksi, dilakukan di kawasan pesisir kota Padang, yang terletak di pesisir barat Sumatra, pada zona ini sering tejadinya gempa bumi. Prediksi dari zona likuifaksi ini daerah kegempaan yang tinggi akan sangat membantu untuk mitigasi bahaya bencana gempa bumi. Geolistrik 2D menggunakan konfigurasi Wenner telah dilakukan dan bisa membantu untuk menggambarkan zona likuifaksi. Lintasan geolistrik ini terdiri dari empat lintasan yaitu lintasan UBH, lintasan Parak Gadang, lintasan Purus dan lintasan Telkom dengan bentangan kabel sepanjang 160 meter dan dengan kedalaman penetrasi sedalam 26,5 meter. Dengan latar belakang ini, bahwa dalam hubungannya dengan karakteristik tanah dan sedimen menunjukkan hubungan yang tinggi terhadap likuifaksi, dan anomali nilai tahanan jenis akan memberikan informasi penting untuk memprediksi dan mengidentifikasi zona likuifaksi. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan lapisan bawah permukaan terdiri dari endapan aluvial yang jenuh air sehingga berpotensi menjadi likuifaksi selama terjadinya gempa bumi. Pada model 2-D geolistrik ini dengan nilai tahanan jenisnya rendah < 2 ?m dan dengan kedalaman rata-rata kurang dari 10 meter dan di lintasan Telkom di beberapa tempat kedalaman likuifaksinya mencapai 20 meter.
KERENTANAN EKOSISTEM MANGROVE DI CILETUH KABUPATEN SUKABUMI Ramdhan, Muhammad; Amri, Syahrial Nur
Jurnal Segara Vol 15, No 3 (2019): Desember
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/segara.v15i3.8132

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir yang mengalami dampak perubahan akibat terjadinya perubahan iklim dan aktifitas manusia. Tumbuhan mangrove memiliki kemampuan khusus untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang ekstrim, seperti kondisi tanah yang tergenang, kadar garam yang tinggi serta kondisi tanah yang kurang stabil. Penelitian ini dilakukan di kawasan Ciletuh Kabupaten Sukabumi. Untuk melihat indeks kerentanan mangrove, terdapat dua kondisi atau spot mangrove yang dibandingkan, yaitu ekosistem mangrove di Sungai Ciletuh, dan ekosistem mangrove di kawasan ekowisata Manrajaya yang dikelola oleh masyarakat seluas 9 hektar. Data dikumpulkan melalui pengukuran langsung di lapangan, wawancara dengan teknik pertanyaan terstruktur, dan pengolahan citra satelit. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ekosistem mangrove Sungai Ciletuh memiliki nilai sensitifitas sebesar 2,17 dan nilai adaptif kapasitas sebesar 2,32 yang berarti memiliki tingkat kerentanan menengah tengah. Sedangkan untuk ekosistem mangrove Manrajaya memiliki nilai sensitifitas sebesar 1,77 dan nilai Adaptif Kapasitas sebesar 1,46 yang berarti memiliki tingkat kerentanan menengah rendah.
HALAMAN DEPAN VOL 15 NO 3 Subandriyo, ST, Joko
Jurnal Segara Vol 15, No 3 (2019): Desember
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.17 KB) | DOI: 10.15578/segara.v15i3.8472

Abstract

Halaman Depan Vol 15 No 3

Page 1 of 1 | Total Record : 7