cover
Contact Name
Walisongo Journal of Chemistry
Contact Email
wjc@walisongo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
teguhwibowo@walisongo.ac.id
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hamka (Campus 2), Ngaliyan, Semarang, Central Java-Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Walisongo Journal of Chemistry
ISSN : 2549385X     EISSN : 26215985     DOI : 10.21580/wjc
Core Subject : Science,
Walisongo journal of chemistry is a peer reviewed and open access journal published by Chemistry Department, faculty of Science and Technology, UIN Walisongo Semarang. This journal covering all areas of chemistry including inorganic, organic, physic, analytic, biochemistry, and environmental chemistry. Walisongo Journal of Chemistry publish two issues annually (July and October). Article which accepted in this journal was written by Bahasa and English.
Arjuna Subject : -
Articles 32 Documents
PELAPISAN BAHAN MAGNETIK PASIR BESI BUGEL DENGAN SITRAT Rosiati, Nur Mutia; Miswanda, Dikki; Muflikhah, Muflikhah
Walisongo Journal of Chemistry Vol 2, No 1 (2019): Walisongo Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1277.484 KB) | DOI: 10.21580/wjc.v3i1.3577

Abstract

Pemanfaatan bahan alam sebagai sumber bahan magnetik (BM) merupakan keuntungan tersendiri, yakni preparasi yang lebih mudah dilakukan, jumlah bahan kimia yang digunakan lebih sedikit dan biaya preparasi lebih terjangkau. Hasil membuktikan bahwa unsur terbanyak yang terkandung pada BM pasir besi Pantai Bugel adalah Fe, Ti dan Si dengan fasa oksida dominan berupa magnetit. Modifikasi BM dilakukan untuk mendukung perannya sebagai adsorben magnetik. Bahan magnetik pasir besi Pantai Bugel terlapis sitrat (BM/Sitrat) telah berhasil disintesis pada penelitian ini. Variasi waktu perendaman BM dalam larutan sitrat dilakukan dengan waktu 6, 12 dan 24 jam untuk mengetahui waktu optimum perendaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu optimum perendaman dicapai pada waktu 24 jam.
AKTIFITAS KITOSAN-GLUKOSA SEBAGAI PENGAWET IKAN BANDENG DURI LUNAK Wardani, Oftiana Irayanti; Firmansyah, R. Arizal; Setyawati, Siti Mukhlishoh
Walisongo Journal of Chemistry Vol 1, No 1 (2018): Walisongo Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1481.398 KB) | DOI: 10.21580/wjc.v2i1.2672

Abstract

Modifikasi Kitosan dengan Glukosa mampu memperbaiki kemampuan kitosan dalam mengawetkan makanan. Kitosan-Glukosa yang diaplikasikan pada ikan bandeng duri lunak dengan cara pelapisan menghasilkan adanya perbedaan kandungan protein sebesar 0,0045%, 0,0048%, dan 0,072%. Sedangkan perbedaan kandungan mikroba sebesar 4,05 x 104 ; 7 x 104 ; dan 1,37 x 106. Pengukuran tersebut dilakukan di hari ke 1, 3, dan 5 pada kontrol ikan yang tidak mengalami pelapisan dengan ikan yang mengalami pelapisan. Hasil uji organoleptik dengan skala nilai 1-4 pada tampilan, aroma, warna dan rasa pada hari ke 5 menunjukkan bahwa nilai ikan yang mengalami pelapisan lebih tinggi dari pada yang tidak mengalami pelapisan. Uji IR menunjukkan tidak ada gugus baru terbentuk antara kitosan-glukosa.
PEMBUATAN CUKA ALAMI BUAH SALAK DAN PISANG KEPOK BESERTA KULITNYA TEKNIK FERMENTASI Febriani, Dwi Ratna; Azizati, Zidni
Walisongo Journal of Chemistry Vol 1, No 2 (2018): Walisongo Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1370.63 KB) | DOI: 10.21580/wjc.v2i2.3105

Abstract

Cuka adalah suatu zat yang dibuat dari berbagai bahan yang bergula atau berpati melalui fermentasi alkohol yang diikuti oleh fermentasi asetat. Cuka yang beredar di masyarakat biasanya terbuat dari bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh,  secara industri dengan menggunakan metode sintesis kimia murni. Untuk itu perlu dibuat inovasi alami dalam pembuatan cuka buah yaitu salak dan pisang kepok beserta kulitnya. Buah salak dan pisang kepok merupakan buah yang banyak terdapat di berbagai wilayah Indonesia yang mengandung kadar karbohidrat yang tinggi sehinggga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan cuka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pembuatan cuka alami buah salak dan pisang kepok beserta kulitnya dengan teknik fermentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar asam cuka sebesar 0,042 %, memiliki aroma yang kurang sedap,larutan berwarna putih dan nilai pH 4,5 sehingga belum memenuhi kadar cuka yang dipasarkan dan dikonsumsi masyarakat  yaitu minimal 4 %(4 g asam asetat per 100 ml)
PENGOLAHAN AIR LIMBAH MENJADI AIR MINUM DENGAN MENGHILANGKAN AMONIUM DAN BAKTERI E-COLI MELALUI MEMBRAN NANOFILTRASI Hidayah, Malikhatul
Walisongo Journal of Chemistry Vol 1, No 1 (2018): Walisongo Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2219.098 KB) | DOI: 10.21580/wjc.v2i1.2668

Abstract

Industrial waste water area that flows in the River Flood Canal Semarang can affect the environment if not done processing. Membrane is one alternative water treatment technologies with the principle of filtration. The presence of fouling is a problem encountered in the use of the membrane. In this study will be made of non-fouling nanofiltration membranes made from cellulose acetate. Manufacture of cellulose acetate membrane is accomplished by phase inversion method, which is changing the shape of the polymer solid phase into the liquid phase rich in solvent into solids (membrane) which is rich in polymer. Therefore, the aim of this study was to create a non-fouling nanofiltration membrane using cellulose acetate polymer as well as assess the effect of PEG additives and pre-treatment with UV light to the surface of the structure and performance of cellulose acetate membranes for produced water treatment. Research using cellulose acetate membranes for wastewater treatment is done by varying the type of PEG 1500 and 4000, variations of PEG of 1, 3 and 5% by weight and a UV irradiation for 10, 20 and 30 seconds. The research followed by testing the performance of the membrane in wastewater treatment using a dead-end filtration with the parameters of flux and rejection. Characterization of the membrane was analyzed with SEM and FTIR. Analysis of the results was conducted to determine the levels of turbidity, TDS, COD, Ca2+, S2- and oil in waste water before and after passing through the membrane.Keywords : Waste water, nanofiltration membranes, cellulose acetate. filtration  apparatus, SEM and FTIR analysis
EFFECTS OF TEMPERATURE AND AERATION ON THE DISSOLVED OXYGEN (DO) VALUES IN FRESHWATER USING SIMPLE WATER BATH REACTOR: A BRIEF REPORT Febiyanto, Febiyanto
Walisongo Journal of Chemistry Vol 3, No 1 (2020): Walisongo Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.692 KB) | DOI: 10.21580/wjc.v3i1.6108

Abstract

This work investigated the effect of temperature and aeration treatments on the dissolved oxygen (DO) values in freshwater. The study was carried out using a simple water bath reactor in room temperature condition. Based on the results, freshwater sample without the aeration and temperature treatments (control) indicates a fluctuating profile on which the obtained values of DO were 4.21-4.98 mg/L at Taverage = 27.7 °C. However, the aeration treatment was slightly able to enhance the DO value up to 8.12 mg/L from the initial concentration of 3.88 mg/L at Taverage = 27.4 °C. Compared to the aeration treatment, the addition of temperature treatment has extremely increased the DO value up to 21 mg/L from 6.6 mg/L (T0 minutes = 27 °C)  for 20 minutes of DO observation (T20 minutes = 12.4 °C). Hence, this brief report suggests that the addition of temperature treatment gave a significant effect on the DO value in freshwater than the aeration treatment and control.
DEKOLORISASI SENYAWA AZO LIMBAH REMAZOL GOLDEN YELLOW OLEH BIOADSORBEN ECENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES) Fitriani, Ika Nur; Puspitasari, Anggi Ristiyana; Amelia, Rizki Nor
Walisongo Journal of Chemistry Vol 2, No 2 (2019): Walisongo Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1054.317 KB) | DOI: 10.21580/wjc.v2i2.6023

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang adsorbsi senyawa azo Remazol Golden Yellow dari limbah cair zat warna sintetis menggunakan adsorben dari eceng gondok (Eichhornia crassipes). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimal eceng gondok (Eichhornia crassipes) sebagai bioadsorben limbah zat warna Remazol Golden Yellow dan mengetahui kadar ppm Remazol Golden Yellow maksimum dalam limbah zat warna sintetis yang dapat diserap oleh bioadsorben eceng gondok (Eichhornia crassipes). Subyek penelitian adalah eceng gondok yang teraktivasi NaOH 2% dengan waktu perendaman 24 jam. Obyek penelitian adalah efisiensi adsorpsi eceng gondok (Eichhornia crassipes) terhadap zat warna sintetis-reaktif Remazol Golden Yellow. Variabel bebas yang dipakai adalah variasi massa. Daya adsorbsi ditentukan dengan dengan membandingkan konsentrasi Remazol Golden Yellow sebelum dan setelah adsorbsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar massa bioadsorben, efisiensi adsorbsi juga akan semakin besar dan adsorbsi optimum variasi massa Remazol Golden Yellow diperoleh pada massa adsorben 2,5 gram/100 mL dengan efisiensi adsorbsi 74,767%
UJI ADSORPSI BENTONIT TERAKTIVASI KOH TERHADAP LOGAM CU(II) Fauziyati, Mega Roikhanah
Walisongo Journal of Chemistry Vol 2, No 2 (2019): Walisongo Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (965.075 KB) | DOI: 10.21580/wjc.v2i2.6028

Abstract

Peningkatan perkembangan industri setiap tahun menyebabkan limbah cair yang dihasilkan semakin meningkat. Limbah yang tidak mengalami pengolahan menyebabkan pencemaran lingkungan. Salah satu upaya untuk mengurangi kadar ion logam dalam limbah yaitu meminimalisir kandungan ion logam berat menggunakan metode adsorpsi. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh proses aktivasi pada bentonit dengan menggunakan KOH dan mengaplikasikannya sebagai adsorben ion logam Cu(II). Parameter yang digunakan pada penelitian ini adalah variasi konsentrasi aktivator KOH, waktu optimum dan pH. Selain itu studi kinetika adsorpsi juga dipelajari dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan adsorben terbaik adalah bentonit teraktivasi KOH 6M. Karakteristik bentonit ditandai dengan munculnya gugus spesifik Si-O dan Si-O-Si pada panjang gelombang 1009,31 cm-1 dan 466,71 cm-1, munculnya difaktogram khas montmorillonit pada intensitas 2 = 20,880o (d=4,508 Å), luas permukaan spesifik 87,2001 m2/g dengan kapasitas adsorpsi 50,013 mg/g. Kondisi optimum waktu kontak adalah 120 menit pada konsentrasi awal ion logam Cu(II) 1000 ppm 50 ml. Adsorpsi ini mengikuti model kinetika pseudo orde dua dengan konstanta laju adsorpsi ion logam Cu(II) sebesar 9,08 x 10-4 g.mg-1.
ANALISIS DAMPAK LIMBAH BUANGAN LIMBAH PABRIK BATIK DI SUNGAI SIMBANGKULON KAB. PEKALONGAN Zammi, Muhammad; Rahmawati, Atik; Nirwana, Ratih Rizqi
Walisongo Journal of Chemistry Vol 1, No 1 (2018): Walisongo Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3821.066 KB) | DOI: 10.21580/wjc.v2i1.2667

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah sungai Simbangkulon sudah tercemar ataupun tidak berdasarkan baku mutu yang dikeluarkan/ditetapkan oleh pemerintah/lembaga yang berwenang. Penentuan stasiun pengamatan pada lokasi penelitian didasarkan pada kegiatan masyarakat di Simbangkulon sebagai pusat pembuangan limbah batik. Hasil analisa parameter fisika dan kimia (suhu, pH dan DO) pada air sungai dibandingkan dengan Kriteria Baku Mutu Air Sungai berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup Nomor: KEP-02/MENKLH/I/1988 Tentang Penetapan Baku Mutu Lingkungan dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Berdasarkan hasil penelitian, pH air sungai Simbangkulon antara 6,70 ? 6,94 dan DO antara 1,62 ? 4,32 mg/L, dan suhu antara 27 ? 28 0C yang berarti bahwa kuantitas limbah batik yang dibuang langsung ke sungai Simbangkulon telah mengurangi/mencemari pH dan DO air sungai Simbangkulon, sedangkan suhu belum/tidak tercemar (masih berada pada batas aman yang ditetapkan pemerintah).
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI Purwandari, Ratna; Subagiyo, Sidiq; Wibowo, Teguh
Walisongo Journal of Chemistry Vol 1, No 2 (2018): Walisongo Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1856.34 KB) | DOI: 10.21580/wjc.v2i2.3104

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak daun jambu biji terhadap Esherichia coli dan Bacillus subtilis. Senyawa antioksidan dalam daun jambu biji diperoleh dengan cara ekstraksi menggunakan metode Soxhletasi dengan pelarut n-heksana dan metanol. Subjek dalam penelitian ini adalah ekstrak daun jambu biji. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah aktivitas antioksidan ekstrak daun jambu biji. Identifikasi senyawa antioksidan menggunakan metode kromatografi paper disc. Dari hasil penelitian ekstraksi daun jambu biji tersebut membuktikan bahwa ekstrak daun jambu biji mempunyai aktivitas antioksidan terhadap Esherichia coli dan Bacillus subtilis. Sehingga daun jambu biji dapat dimanfaatkan untuk mengobati berbagai jenis penyakit
SINTESIS ALKOHOL DARI LIMBAH NANGKA (ARTOCARPUS HETEROPHYLLUS) SEBAGAI CAMPURAN BAHAN BAKAR MINYAK (BIOFUEL) Fibonacci, Anita
Walisongo Journal of Chemistry Vol 2, No 1 (2019): Walisongo Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1657.897 KB) | DOI: 10.21580/wjc.v2i1.4043

Abstract

Peningkatan akan kebutuhan energi terus meningkat seiring berjalannya waktu, namun peningkatan kebutuhan energy yang terjadi menimbulkan dampak semakin menipisnya pasokan ketersediaan bahan bakar fosil yang notabene merupakan sumber daya alam yang tak terbarui, disisi lain banyak limbah buah nangka (Artocarpus heterophyllus) yang sebenarnya berpotensi untuk diolah sebagai biofuel. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan alkohol dari limbah nangka (Artocarpus heterophyllus) melalui proses fermentasi menggunakan saccharomyces cereviseae. Limbah buah nangka dimanfaatkan sebagai campuran bahan bakar minyak berbasis bahan dari biomassa (biofuel). Proses pembuatan alcohol dari limbah buah nangka diawali dengan pembuatan starter, medium fermentasi, proses fermentasi hingga mendapatkan alkohol dilanjutkan dengan proses pemurnian dengan cara destilasi. Analisis kadar alkohol dilakukan dengan metode berat jenis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alkohol yang dihasilkan dari limbah buah nangka (Artocarpus heterophyllus) adalah 20 % dengan waktu fermentasi 12 hari.

Page 1 of 4 | Total Record : 32