cover
Contact Name
Riki Ruli A. Siregar
Contact Email
riki.ruli@sttpln.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
riki.ruli@sttpln.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Energi & Kelistrikan
ISSN : 19790783     EISSN : -     DOI : -
ENERGI & KELISTRIKAN Journal, especially to the Electrical Engineering Lecturer and generally to all Practitioners to be able to contribute in the form of scientific writing which will be useful for the application of science and technology, especially in the field of Electrical and Electrical Engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 10 No 2 (2018): Energi " : 6 Documents clear
KAJIAN KUALITAS DAYA LISTRIK PLTS SISTEM OFF-GRID DI STT-PLN Hasanah, Aas Wasri; Koerniawan, Tony; Yuliansyah, Yuliansyah
Energi & Kelistrikan Vol 10 No 2 (2018): Energi & Kelistrikan
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.814 KB) | DOI: 10.33322/energi.v10i2.211

Abstract

Inadequate power quality causes damage and may even cause damage to electrical equipment. Solar Power Plants Off-grid is a stand-alone power plant is not connected to the network. This system uses storage media such as batteries to maintain the availability of electricity at night or when the sun's intensity decreases. Solar power plant has a PV module that works based on the intensity of the captured sunlight and the inverter that can change the dc voltage into ac where as is known in the inverter there are non linear components which can result in poor quality of electrical power in this case the total harmonic distortion and voltage variations change. This may result in damage to electrical equipment. The electrical power quality of the STT-PLN off-grid PLTS will be analyzed and compared with the IEEE 519-1992 and SPLN 1: 1995 standards. Based on the results of the discussion that the THDi and THDv values ​​are still above the established standard limit of 5%.
OPTIMASI REKONFIGURASI JARINGAN DISTRIBUSI RADIAL UNTUK MEMINIMALKAN RUGI JARINGAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE BRANCH EXCHANGE Simamora, Yoakim; Sukmajati, Sigit; Afrianda, Rio
Energi & Kelistrikan Vol 10 No 2 (2018): Energi & Kelistrikan
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.755 KB) | DOI: 10.33322/energi.v10i2.218

Abstract

The increasing electric energy consumption must be balanced with good electricity network quality. To overcome this, we need a distribution network reconfiguration. Reconfiguration in power distribution network is done to improve power distribution network quality. Problem that exist in the radial distribution network is power losses. To minimize the power losses can be overcome by compensating capacitor. Done by determining the location of capacitors in distribution networks. With that the capacitor compensates the distribution network is more effective and efficient in distributing power. In this research discusses the network reconfiguration using simple branch exchange method to reduce power losses in radial distribution networks . Plant that used in this final project is IEEE 33 bus feeders. Simple branch exchange method is a kind of heuristic method . It works by selecting the order of the loop is done for distribution networks reconfiguration. Simulation results show that the use of a simple branch exchange method for reconfiguring network can reduce energy loss by 63,4677 kW. From the simulation results using the distribution system IEEE 33 bus feeders, showed that the decrease of energy losses from 202,6845 kW become 139,2168 kW.
LANTAI PERMANEN ENERGI LISTRIK MENGGUNAKAN PIEZOELEKTRIK Mowaviq, Muhammad Imbarothur; Junaidi, Andi; Purwanto, Sugeng
Energi & Kelistrikan Vol 10 No 2 (2018): Energi & Kelistrikan
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.424 KB) | DOI: 10.33322/energi.v10i2.219

Abstract

Penelitian ini menggambarkan bagaimana Piezoelektrik sebagai generator listrik dirancang di lantai. Piezoelektrik adalah transduser yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik atau energi mekanik menjadi listrik. Dengan merancang piezoelektrik di lantai, energi limbah dari langkah kaki  dapat dimanfaatkan. Piezoelektrik menghasilkan daya yang rendah akibat dari tekanan. Untuk mengkompensasi daya yang sangat rendah dari generator piezoelektrik, maka daya dapat dihasilkan lebih banyak daya dengan menghubungkan piezoelektrik secara paralel. Piezoelektrik menghasilkan daya listrik dalam arus bolak-balik. Oleh karena itu, agar baterai dapat menyimpan energi, listrik yang dihasilkan piezoelektrik harus diperbaiki oleh sirkuit penyearah. Piezoelektrik memiliki karakteristik bahwa lebih besar tekanan dapat menghasilkan daya yang lebih besar. Untuk mengisi baterai ukuran ponsel, lantai pemanenan energi listrik harus mendapatkan banyak langkah kaki. Oleh karena itu, harus dirakit di fasilitas umum seperti stasiun kereta api.
APLIKASI TRANSISTOR DARLINGTON PADA RANGKAIAN INVERTER PORTABLE Rahayu, Sofitri; Kustija, Jaja
Energi & Kelistrikan Vol 10 No 2 (2018): Energi & Kelistrikan
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.495 KB) | DOI: 10.33322/energi.v10i2.229

Abstract

Energi listrik digunakan dalam segala lapangan kehidupan manusia untuk membantu meringankan pekerjaannya. Kebutuhan akan sumber energi  listrik AC (arus bolak balik) tidak selamanya tersedia di setiap tempat misalnya ketika kita berada jauh dari supplay energi listrik dari PLN. Untuk mendapatkan sumber energi  listrik arus bolak balik (AC) ketika berada jauh dari sumbernya maka di dapat dengan cara mengubah sumber DC menjadi AC menggunakan inverter. Inverter yang dirancang portable menggunakan sumber DC  12 volt dan komponen inverter berbasis IC 555 sebagai pembangkit pulsa  dan CMOS 4013 sebagai rangkaian D flip-flop. Karena tegangan yang keluar dari CMOS 4013 ini kecil maka dihubungkan dengan transistor MJ11016 sebagai penguat. Kemudian tegangan yang dihasilkan dinaikkan dengan menggunakan trafo Step Up. Sistem ini dirancang berkemampuan daya sebesar 60 watt.
PENGARUH KADAR AIR TERHADAP TEGANGAN TEMBUS MINYAK TRANSFORMATOR DISTRIBUSI Widyastuti, Christine; Darmana, Tasdik; Handayani, Oktaria
Energi & Kelistrikan Vol 10 No 2 (2018): Energi & Kelistrikan
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.572 KB) | DOI: 10.33322/energi.v10i2.232

Abstract

Abstract Transformer oil is one of the liquid insulating materials that functions as insulation and cooling in the transformer. Some oil insulation materials must have the ability to withstand penetrating stresses, while as a transformer oil cooler must be able to reduce the heat generated, so that with these two capabilities transformer oil is expected to be able to protect the transformer from interference. Examination of breakdown stress using the IEC 60156-1995 method. For evaluation of oil on the power transformer determines the water content. The feasibility of transformer oil uses breakdown voltage and water content testing as a result of feasibility simulations based on international standards to improve reliability in the treatment of power transformers in the industrial world especially for community service. With greater breakdown voltage, it proves that the oil is still suitable for use. Whereas if the oil water content is higher, it proves that the oil is not suitable for use. Transformer oil, according to the PLN (SPLN) test standards 49-1 / 1992, must have a 30kV / 2.5mm breakdown voltage. In the study of sample A and sample B it has a breakdown voltage of 14kVA and 18kVA. With this, sample A and sample B are not suitable for use.   Keywords: moisture content, transformer oil, breakdown voltage, SPLN 49-1 / 1992   ABSTRAK Minyak transformator merupakan salah satu bahan isolasi cair yang berfungsi sebagai isolasi dan pendingin pada transformator. Sebagian bahan isolasi minyak harus memiliki kemampuan untuk menahan tegangan tembus, sedangkan sebagai pendingin minyak transformator harus mampu meredam panas yang ditimbulkan, sehingga dengan kedua kemampuan ini maka minyak transformator diharapkan mampu melindungi transformator dari gangguan. Pengujian tegangan tembus menggunakan metode IEC 60156-1995. Untuk evaluasi minyak pada transformator daya menentukan kadar air. Kelayakan minyak transformator menggunakan pengujian tegangan tembus dan kadar air sebagai  hasil simulasi kelayakan berdasarkan standar internasional untuk meningkatkan kehandalan dalam perawatan transformator daya dalam dunia industri khususnya terhadap pelayanan masyarakat. Dengan tegangan tembus yang semakin besar membuktikan minyak tersebut masih layak pakai. Sedangkan apabila kadar air minyak tersebut semakin tinggi membuktikan minyak tersebut sudah tidak layak pakai. Minyak transformator,  sesuai standar uji PLN (SPLN) 49-1/1992 harus memiliki tegangan tembus 30kV/2,5mm. Dalam penelitian dari sampel A dan sampel B memiliki tegangan tembus sebesar 14kVA dan 18kVA. Dengan ini, sampel A dan sampel B tidak layak pakai.   Kata kunci: kadar air, minyak trafo, tegangan tembus, SPLN 49-1/1992
ANALISIS PENGARUH SUDUT KEMIRINGAN TERHADAP ARUS KELUARAN PADA PHOTOVOLTAIC DENGAN MENGGUNAKAN REGRETION QUADRATIC METHOD Samsurizal, Samsurizal; Makkulau, Andi; Christiono, Christiono
Energi & Kelistrikan Vol 10 No 2 (2018): Energi & Kelistrikan
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.653 KB) | DOI: 10.33322/energi.v10i2.286

Abstract

Sumber energi terbarukan mempunyai sifat terbarukan serta berkesinambungan dan pemanfaatan sumber energi terbarukan merupakan alternatif yang perlu terus dikembangkan. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menggunakan energi matahari sebagai sumber terbarukan dan mengkonversi energi matahari menjadi energi listrik. Untuk memaksimalkan intensitas matahari yang diterima oleh panel surya maka pada perancangan sistem dibutuhkan sudut kemiringan panel yang paling tepat untuk menerima radiasi matahari yang paling tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peningkatan arus keluaran terhadap perubahan sudut kemiringan pada photovoltaic, dengan menggunakan regretion quadratic method. Hasil yang diperoleh pengukuran sudut kemiringan PV dengan arus keluaran menggunakan metode regresi kuadratik sudut optimum peletakan panel sel surya dalam menerima paparan radiasi sinar matahari pada sudut 36.7º, dengan nilai arus keluaran sebesar 1.99 Ampere. Ternyata hasil pengukuran real dibandingkan dengan menggunakan metode regresi kuadratik diperoleh hasil nilai RMSE (root mean sequre error) 0.27476.

Page 1 of 1 | Total Record : 6