cover
Contact Name
Teguh Pribadi
Contact Email
teguh@malahayati.ac.id
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
holistik@malahayati.ac.id
Editorial Address
Universitas Malahayati Bandar Lampung, Indonesia Jl Pramuka No. 27 Kemiling Bandar Lampung, Indonesia
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Holistik Jurnal Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 19783337     EISSN : 26207478     DOI : 10.33024/hjk
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Articles 319 Documents
TERAPI PSIKORELIGI TERHADAP PENURUNAN PERILAKU KEKERASAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA DAERAH PROVINSI LAMPUNG Pribadi, Teguh; Djamaludin, Djunizar
HOLISTIK JURNAL KESEHATAN Vol 13, No 4 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.624 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i4.1940

Abstract

Psycho-religious therapy in reducing violent behavior among   patients  with  SchizophreniaBackground: The main problem that often occurs to patients with schizophrenia is violent behavior. Violent behavior is a state in which a person performs a physically harmfulserve to himself or to another person. Psychoreligious therapy is a therapy that is usually through a religiousreligion approach such as client believed according their riligion   and tends to touch the spiritual side of man and also rather to awaken the spiritual power against of with illness. Data reported to Lampung Mental Hospital, the trend  number of violent behavior  was increasing and data in 2018 as many as 194 patients with violent behavior.Purpose: Knowing effectiveness of psycho-religious therapy in reducing violent behavior among patients with schizophrenia Lampung Mental Hospital 2019Methods: A quantitative and quasi experiment with two group pretest postest design. the population of this study were all patients with violent behavior in the inpatient ward of Lampung mental hospital as many as 30 patients. this research instrument used observation sheet. statistical analysis used t dependent tests.Result: Finding the mean score of violent behavior behavior before psychoreligious therapy were of 16.87 with a standard deviation of 1.46, and after psycho religious  therapy was 13.0 with a standard deviation of 1.0.Conclusion: There was an influence of psycho religious therapy in reducing violent behavior inpatients with schizophrenia (p value 0,000).Suggestion: The hospital management to apply psychoreligious therapy programs to patients with  schizophrenia specially patients has risk of violent behaviorKeywords: Psychoreligious Therapy; Violence Behavior; SchizophreniaPendahuluan: Permasalahan utama yang sering terjadi pada pasien Skizofrenia adalah perilaku kekerasan. Perilaku kekerasan adalah suatu keadaan dimana seseorang melakukan tindakan yang membahayakan secara fisik, baik kepada diri sendiri, maupun orang lain. Terapi psikoreligius adalah terapi yang biasanya melalui pendekatan  keagamaan yang dianut oleh klien dan cenderung untuk menyentuh sisi  spiritual manusia, untuk membangkitkan kekuatan spiritual dalam menghadapi penyakit yang dideritanya  Dari data yang diperoleh dari Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung jumlah pasien dengan prilaku kekerasan  cenderung meningkat dan data di tahun 2018 sebanyak 194 pasien dengan perilaku kekerasan.Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi psikoreligi terhadap penurunan perilaku kekerasan pada pasien skizopfrenia di ruang rawat inap  Rumah Sakit Jiwa Daerah  Provinsi Lampung Tahun 2019.Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan Quasi Eksperiment dengan two group pretest postest. Populasi dan sampelnya seluruh pasien dengan perilaku kekerasan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung  sebanyak 30 pasien. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi. Analisastatistik yang digunakan yaitu uji t Dependen.Hasil: Didapatkan nilai rata-rata skor perilaku kekerasan Sebelum Terapi psikoreligi adalah 16,87 dengan standar deviasi 1,46, rata-rata Skor perilaku kekerasan sesudah Terapi psikoreligi adalah 13.0 dengan standar deviasi 1,0.Simpulan: Ada pengaruh terapi psikoreligi terhadap penurunan perilaku kekerasan pada pasien skizopfrenia di Ruang Rawat Inap  Rumah Sakit Jiwa Daerah  Provinsi Lampung Tahun 2019 (p value 0,000).Saran: Ditujukan kepada pihak manajemen rumah sakit agar menerapakan program terapi psikoreligius pada pasien schizophrenia dengan perilaku kekerasan.
KONSUMSI SAYUR JANTUNG PISANG TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU MASA NIFAS Rilyani, Rilyani; Wulandasri, Renda
HOLISTIK JURNAL KESEHATAN Vol 13, No 4 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.115 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i4.1626

Abstract

Banana blossom (musa paradisiaca) for increasing maternal breast milk outputBackground: Data of Bandar Lampung Health Office in 2018 showed that there were 3 public health centers with lowest exclusive breastfeeding coverages. There were 142 breastfeeding mothers in Sumur Batu public health center, where 102 babies (28.17%) did not receive 6 months exclusive breastfeeding and 40 babies received it. There were 919 breastfeeding mothers in Way Kandis public health center, where 621 babies (32.93%) did not receive 6 months exclusive breastfeeding and 298 babies received it. There were 98 breastfeeding mothers in Kemiling public health center, where 62 babies (36.73%) did not receive 6 months exclusive breastfeeding and 36 babies received it.Purpose: Knowing influence of banana blossom (musa paradisiaca) for increasing maternal breast milk output.Methods: this was a quantitative research with quasi-experiment method and by using one group pretest and posttest design. Population was 30 respondents and 30 samples were taken by using purposive sampling. Data were analyzed by using dependent t-test.Result: The average scores of breastmilk production from 30 respondents before consuming banana blossom were mean 4.9, standard of deviation 0.854, standard of error 0.1554 and min-max score of 4-7. The average scores of breastmilk production from 30 respondents after consuming banana blossom were mean 7.37, standard of deviation 0.765, standard of error 0.140 and min-max score of 4-8. Dependent t-test result derived p-value 0.000 < ? 0.05, then it can be concluded the influence of banana blossom consumption to maternal breastmilk productionConclusion: There was an influence of banana blossom (musa paradisiaca) for increasing maternal breast milk output. The health workers especially midwife should improve their skills with new literatures, training and counseling for each pregnant mother examination, so that they would have sufficient knowledge concerning banana blossom benefit in improving breastmilk production.Keywords: Banana Blossom; Increasing; Maternal Breast Milk OutputPendahuluan: Data Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung tahun 2018 menunjukan bahwa terdapat 3 Puskesmas dengan cakupan pemberian ASI terendah yaitu, Puskesmas Sumur Batu, dengan total keseluruhan cakupan ASI eksklusif 6 bulan 142, sebanyak 102 bayi (28.17%) tidak mendapat ASI eksklusif usia 6 bulan, dan 40 ASI mendapat ASI eksklusif, Puskesmas Way Kandis, dengan total keseluruhan cakupan ASI eksklusif 6 bulan 919, sebanyak 621 bayi (32.93%) tidak mendapat ASI eksklusif usia 6 bulan, dan 298 ASI mendapat ASI eksklusif, Puskesmas Kemiling, dengan total keseluruhan cakupan ASI eksklusif 6 bulan 98, sebanyak 62 bayi (36.73%) tidak mendapat ASI eksklusif usia 6 bulan, dan 36 ASI mendapat ASI eksklusif.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh konsumsi sayur jantung pisang terhadap peningkatan ASI ibu.Metode: Penelitian Kuantitatif dengan desain Quasi Eksperimental dengan pendekatan One group pretest ? posttest design. Populasi dan sampel sebanyak 30 responden, pengambilan sampel dengan purposive sampling, uji statistik menggunakan uji t-tes dependen.Hasil: Rata-rata ASI ibu sebelum pemberian sayur jantung pisang pada ibu terhadap 30 orang ibu menyusui, dengan mean 4,90 standar deviasi 0,854 standar eror 0,1554 dan nilai min-max 4-7, sesudah pemberian sayur jantung pisang pada ibu mean 7,37 standar deviasi 0,765 standar eror 0.140 dan nilai min-max 4-8. Hasil uji statistik menggunakan tes-dependen didapat nilai p-value 0.000 (?<0.05), maka dapat disimpulkan ada pengaruh konsumsi sayur jantung pisang dengan peningkatan ASI pada ibu.Simpulan: Terdapat pengaruh konsumsi sayur jantung pisang dengan peningkatan ASI pada ibu . Petugas kesehatan khususnya bidan agar lebih meningkatkan keterampilan melalui literatur terbaru, pelatihan serta konseling pada setiap pemeriksaan ibu hamil, sehingga memiliki pengetahuan tentang manfaat yang cukup terhadap jantung pisang batu dalam meningkatkan produksi ASI.
PENGARUH PENGGANTIAN ABU TERBANG (FLY ASH) PADA SEBAGIAN SEMEN PORTLAND KOMPOSIT TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR Pribadi, Teguh; Karyanto, Karyanto; Yansuri, Yansuri
HOLISTIK JURNAL KESEHATAN Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.496 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i2.1439

Abstract

Abu terbang (fly ash) adalah limbah industri dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan limbah bahanbakar mesin-mesin pabrik. Melihat begitu banyaknya abu terbang (fly ash) yang dihasilkan setiap harinya,maka perlu adanya pemanfaatan limbah tersebut agar mengurangi pencemaran lingkungan. Salah satu carapengurangan limbah abu terbang (fly ash) adalah dengan menjadikanya pengganti sebagian semen padamortar.Mortar atau adukan adalah campuran pasta semen (bahan ikat), pasir dan air. Pada penelitian ini mortarakan menggunakan bahan tambahan abu terbang (fly ash) sebagai pengganti sebagian semen PortlandKomposit (PCC) yang bertujuan untuk meningkatkan kuat tekan mortar. Adukan mortar terdiri dari 5 variasiyaitu kadar abu terbang (fly ash) 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% dan dilakukan pengujian pada umur 14 hari, 28hari dan 56 hari.Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa penambahan abu terbang denganprosentase tertentu dapat meningkatkan kuat tekan mortar. kuat tekan mortar tertinggi terjadi pada penambahanabu terbang (fly ash) 5% yaitu 8,325 MPa pada mortar umur 14 hari, 9,193 MPa pada umur rencana 28 haridan 9,965 MPa pada umur 56 hari. Sedangkan kuat tekan terendah terjadi pada penambahan abu terbang (flyash) 20 % yaitu sebesar 7,269 MPa pada umur 14 hari, 8,136 MPa pada umur 28 hari dan 9, 069 MPa padaumur 56 hari.Kata kunci : mortar, abu terbang, semen portland komposit, kuat tekan. The Effect Of Fly Ash Replacement (Fly Ash) In Part Of Composite Portland Cements To MortarPressure Strength. Fly ash is industrial waste from Steam Power Plants (PLTU) and fuel waste from plantmachinery. Seeing so many fly ash (fly ash) produced every day, it is necessary to use the waste to reduceenvironmental pollution. One way to reduce fly ash (fly ash) waste is to make a partial replacement of cementin mortar. Mortar or mortar is a mixture of cement paste (bond), sand and water. In this study mortar will usefly ash as a partial replacement for Composite Portland cement (PCC) which aims to increase the compressivestrength of mortar. Mortar mortar consists of 5 variations, namely fly ash 0%, 5%, 10%, 15%, and 20% andtested at the age of 14 days, 28 days and 56 days. fly ash with a certain percentage can increase thecompressive strength of mortar. the highest mortar compressive strength occurred with the addition of 5% flyash which was 8.325 MPa at 14 days of mortar, 9,193 MPa at 28 days of plan life and 9,965 MPa at 56 days ofage. Whereas the lowest compressive strength occurred with the addition of 20% fly ash which was 7.269 MPaat 14 days, 8.136 MPa at 28 days and 9 069 MPa at 56 days.Keywords: mortar, fly ash, portland composite cement, compressive strength.
PENGARUH POSISI CONDONG KEDEPAN DAN TERAPI PURSED LIPS BREATHING TERHADAP DERAJAT SESAK NAPAS PENDERITA PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah; Tias, Sekardhyta Ayuning
HOLISTIK JURNAL KESEHATAN Vol 13, No 4 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.646 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i4.1670

Abstract

Pursed lips breathing and an forward leaning posture to reduce dyspnea in Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) patients.Background: An in-depth personal interview in December 2019 with nurses of Dr. H. Abdul Moeloek Hospital of Lampung Province where the hospital is one of the referred hospitals for COPD in Lampung Province found that the COPD patient number increased every day. In average, there were 20 COPD patients registered every day with mostly having complaint of heavy breathless and recurring out of breath seizures. In total, in 2018, there were 491 COPD patients recorded at medical record indicating the increase compared with 237 patients in the previous year.Purpose: Knowing the effect of forward leaning posture and pursed lips breathing in respiratory rate on COPD.Methods: A quantitative study with quasi experimental one group pretest ? posttest approach. The population of the study involved 93 people. The purposive sampling of 17 respondent. The statistical analysis was through T-Dependent.Result: The mean score of the breathing condition of the COPD patients before given FLP and PLB interventions was 86.71 with deviation standard 1.649, error standard 00.400 and min-max score 85 ? 90. After the FLP and PLB interventions, the mean score was 92.82 with 2.856 standard deviation, 0.693 error standard, and min-max scores 88 ? 97. The T-dependent statistical test found P value 0.000 (?<0.05).Conclusion: There was the effect of forward leaning posture and pursed lips breathing in respiratory rate on COPD. This research can be used as a recommendation for setting operational standard in the management of COPD patients in order to improve the caring quality of the nurses, particularly on handling FLP and PLB therapy. Keywords: Pursed Lips Breathing; Forward Leaning Posture; Dyspnea; COPDPendahuluan: Hasil wawancara personal dengan perawat di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung, dimana rumah sakit tersebut merupakan salah satu rumah sakit rujukan wilayah Lampung, pada Desember 2018 didapatkan informasi bahwa jumlah penderita PPOK setiap harinya meningkat. Rata-rata dalam sehari terdapat 20 penderita dengan PPOK yang dirawat dengan keluhan sesak nafas yang sangat berat dan sebagian besar dari mereka adalah pasien yang datang dengan serangan sesak nafas berulang. Sedangkan berdasarkan data rekam medik sebanyak 491 pasien dengan PPOK pada tahun 2018, kejadian ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, yaitu sebanyak 237 pasien mengalami PPOK pada tahun 2017.Tujuan: Diketahui pengaruh posisi CKD dan PLB terhadap tingkat sesak nafas pada pasien PPOK.Metode: Jenis penelitian Kuantitatif dengan rancangan penelitian menggunakan Quasi Eksperimental dengan pendekatan one group pretest ? posttest design. Populasi sebanyak 93 dan sampel yang digunakan sebanyak 17 orang, pengambilan sampel pada penelitian adalah purposive sampling. Uji statistik menggunakan uji t-dependen.Hasil : Rata-rata posisi kondisi pernafasan pasien PPOK sebelum diberikan terapi CKD Dan PLB dengan mean 86,71 standar deviasi 1,649 standar eror 00,400 dan nilai min-max 85-90, dan setelah diberi intervensi mean 92,82 standar deviasi 2,856 standar eror 0,693 dan nilai min-max 88-97. Hasil uji statistik menggunakan t-dependen didapat nilai p-value 0.000 (?<0.05).Simpulan : Hasil penelitian ini terdapat pengaruh posisi CKD Dan PLB Terhadap Tingkat Sesak Nafas Pada Pasien PPOK.Saran: Dapat dijadikan standar operasional penatalaksanaan pasien dengan PPOK sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas asuhan keperawatan dengan cara memberikan posisi CKD dan PLB.
ANALISIS BEBAN KERJA DOKTER DAN PERAWAT DI POLI UMUM PUSKESMAS KEDATON KOTA BANDAR LAMPUNG DENGAN METODE WORKLOAD INDICATOR STAFF NEEDS (WISN) Wijorini, Yuwana; Handayani, Ririn Sri; Djamaludin, Djunizar
HOLISTIK JURNAL KESEHATAN Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8671.095 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v7i2.151

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan pada pelayanan kesehatan dasar menjadi tidak optimalkarena tidak meratanya distribusi tenaga kesehatan (dokter dan perawat) di Puskesmas.Beban kerja tenaga kesehatan di Puskesmas pun perlu dianalisa berkaitan dengankebutuhan dan ketersediaan jumlah tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanankesehatan dasar.Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian observasionalyaitu pengamatan yang terfokus pada sekelompok orang, menggunakan data primerdan sekunder untuk mendapatkan gambaran faktor beban kerja dokter umum danperawat di Puskesmas Kedaton Bandar Lampung dengan menggunakan metodeWorkload Indicator Staff Needs (WISN) bukan melihat kualitas kerja dokter dan perawat.Dari hasil penelitian diketahui bahwa waktu kerja tersedia seharusnya untuk dokterumum dan perawat adalah 28 jam dalam 1 minggu atau 4 jam 40 menit per hari,sedangkan dari hasil penelitian waktu kerja tersedia bagi dokter umum dan perawatkurang dari 28 jam. Beban kerja dokter umum di Poli Umum Puskesmas Kedaton BandarLampung sangat tinggi bila dibandingkan dengan jumlah pasien yang harus dilayani danwaktu kerja tersedia, Untuk faktor kelonggaran Tidak banyak faktor kelonggaran yangdikerjakan oleh dokter umum dan perawat di Poli Umum Puskesmas Kedaton.Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa waktu kerja tersedia bagi dokter umum danperawat kurang untuk melakukan pelayanan di Poli Umum, beban kerja dokter umumsudah berlebih bagi satu orang dokter umum sedangkan beban kerja perawat masihmencukupi bagi 2 orang perawat. Sedangkan untuk faktor kelonggaran tidak banyakyang dilakukan di Puskesmas Kedaton Bandar Lampung.Bebarapa hal yang disarankan antara lain untuk Dinas Kesehatan Kota BandarLampung, perlu menambahkan waktu kerja tersedia terutama dalam memberikanpelayanan kepada masyarakat dengan memulai pelayanan lebih awal dan mengakhiripelayanan lebih lama. Selain itu perlu menambah tenaga dokter umum untuk bertugas diPoli Umum Puskesmas Kedaton mengingat beban kerja dokter umum telah berlebihuntuk beban kerja seorang dokter umum, perlu menetapkan kebijakan tentangketidakhadiran pegawai di wilayah Kota Bandar Lampung mengingat ketidakhadiran iniakan mengurangi waktu kerja tersedia serta mensosialisasikan metode analisis bebankerja dengan Workload Indicator Staff Needs (WISN) kepada seluruh Puskesmas yangada di wilayah Kota Bandar Lampung. Bagi Puskesmas Kedaton Bandar Lampung,disarankan untuk menganalisa beban kerja tenaga di tiap unit kerja Puskesamas KedatonBandar Lampung.Kata kunci : Beban Kerja, Dokter, Perawat, WISN
HUBUNGAN RIWAYAT HIPERTENSI DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA BERAT PADA IBU BERSALIN DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2015 Naziah, Naziah; Nuraini, Nuraini; Zainaro, M. Arifki
HOLISTIK JURNAL KESEHATAN Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.694 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v12i1.112

Abstract

Faktor penyebab kematian ibu diantaranya adalah pendarahan nifas sekitar 26,9%, preeklampsia dan eklampsia saat bersalin 23%, usia <20 tahun mempunyai resiko terjadi preeklampsia 3,58 kali lebih besar dibandingkan ibu hamil yang berusia 20-35 tahun, infeksi 11%, komplikasi puerpurium 8%, trauma obstetrik 5%, emboli obstetrik 8%, aborsi 8%, dan lain-lain 10,9%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat hipertensi dengan kejadian preeklampsia berat pada ibu bersalin di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2015.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional menggunakan data sekunder. Dilakukan pada tanggal 12 Juli 2016, Populasinya adalah ibu bersalin multigravida di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek provinsi Lampung pada tahun 2015 sebanyak 1.210 ibu bersalin. Pengumpulan data menggnakan lembar checklist kemudian dianalisa dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekensi. Pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil uji statistik menggunakan uji Chi Square didapatkan p-value = 0,000 (p-value < α = 0,05), dengan OR: 9,817 (3,683 â?? 26,168) CI 95%, dapat disimpulkan secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat hipertensi dengan kejadian pre-eklampsia berat di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2015. Berdasarkan pendapat peneliti, responden yang memiliki riwayat hipertensi lebih antisipasi terhadap kesehatan dirinya dengan menekankan pemeriksaan kehamilan, sehingga terhidar dari resiko preeklampsia berat.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN PERAN KADER DENGAN KEIKUTSERTAAN LANSIA MENGIKUTI KEGIATAN POSYANDU LANSIA DI POSYANDU MAWAR DESA TRI RAHAYU KECAMATAN NEGERI KATON KABUPATEN PESAWARAN 2012 Lestari, Susi; Damayanti, Rika; Triyoso, Triyoso
HOLISTIK JURNAL KESEHATAN Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4836.403 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v7i2.134

Abstract

Pertambahan penduduk usia lanjut secara bermakna akan disertai oleh berbagaimasalah yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan lansia baik terhadap individusendiri, keluarga dan masyarakat meliputi fisik, biologis mental maupun sosial ekonomi.Dari hasil pra penelitian ternyata didapatkan masih banyak Lansia yang tidak aktifmengikuti kegiatan Posyandu, selama periode tahun 2009 rata-rata Lansia yang aktifpada Posyandu Lansia antara 20 â?? 25 orang atau sekitar 45%. Tujuan penelitian adalahdiketahui hubungan antara dukungan keluarga dan peran kader dengan keikutsertaanlansia mengikuti kegiatan Posyandu Lansia di Posyandu Mawar Desa Tri Rahayu WilayahKerja Puskesmas Roworejo Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran Tahun 2012.Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional.Populasi seluruh Lansia yang ada di Posyandu Mawar Desa Tri Rahayu Wilayah KerjaPuskesmas Roworejo Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran Bulan JanuariTahun 2012 sebanyak 231 orang. Sampel 146 responden. Analisis data yang digunakanyaitu uji Chi Square.Hasil penelitian menunjukkan responden mendapatkan dukungan keluargasebanyak 86 responden, responden dengan peran kader baik sebanyak 99 responden,responden yang ikut serta dalam kegiatan Posyandu Lansia sebanyak 62 responden, Adahubungan antara dukungan keluarga (p value 0,000), peran kader dengan keikutsertaanlansia dalam kegiatan Posyandu (p value 0,000). Saran bagi petugas kesehatan agarmeningkatkan pembinaan terhadap kader dan keluarga sehingga dapat meningkatkandukungan dan peran kader dalam memotivasi lansia untuk mengikuti kegiatan posyandulansia.Kata Kunci : Dukungan keluarga, Peran Kader, Keikutsertaan Lansia
PENETAPAN KADAR ASAM SIANIDA PADA SINGKONG (MANIHOT ESCULENTA CRANTZ.) DENGAN VARIASI WAKTU PERENDAMAN SECARA ARGENTOMETRI Puji Rahayu, Dwi Urip; Yulina, Yulina; Eliya, Rahma; Gunawan, Ricko
HOLISTIK JURNAL KESEHATAN Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.138 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i1.86

Abstract

Singkong atau ubi kayu (Manihot esculenta Crantz.) merupakan salah satusumber karbohidrat lokal Indonesia yang menduduki urutan ketiga terbesar setelahpadi dan jagung. Tingginya kandungan karbohidrat pada singkong dapat menjadisalah satu alternatif bahan pangan. Selain memiliki nilai gizi, semua singkong jugamengandung asam sinida (HCN) yang merupakan senyawa beracun dengan tingkatyang beragam. Asam sianida pada singkong dapat dikurangi melalui prosespengolahan seperti perendaman dengan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipenurunan kadar asam sianida (HCN) dalam singkong dengan variasi waktuperendaman 0 menit, 15 menit, 30 menit, 45 menit dan 60 menit dalam air. Metodeyang digunakan yaitu Argentometri yang merupakan metode umum untukmenetapkan kadar halogenida dan senyawa-senyawa lain yang membentuk endapandengan perak nitrat (AgNO3) pada suasana tertentu. Hasil penelitian diolahmenggunakan metode statistik oneway anova. Kadar rata-rata dari masing-masingsampel yaitu 0 menit : 47,91; 15 menit : 22,55; 30 menit : 18,32; 45 menit : 13,15;60 menit : 2,34. Dari hasil penelitian yang didapat penulis menarik kesimpulan yaituterdapat perbedaan kadar antara kelima sampel, dengan demikian perlakuanperendaman mempengaruhi penurunan kadar asam sianida dalam singkong.Kata kunci: Singkong, Asam sianida (HCN), Perendaman dalam air, Argentometri
PERBEDAAN EFEKTIVITAS MADU DAN PROPOLIS TERHADAP KONDISI KESEHATAN PADA BALITA DI POSYANDU MAWAR VII KELURAHAN SIDODADI, KECAMATAN KEDATON BANDAR LAMPUNG TAHUN 2014 Trismiyana, Eka
HOLISTIK JURNAL KESEHATAN Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.383 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i2.257

Abstract

Kesehatan adalah suatu kondisi yang stabil atau umum dalam sistem koordinasi  badan dan jiwa raga manusia atau  makhluk hidup lainnya pada rata-rata normal. Kondisi kesehatan pada balita dapat dipengaruhi oleh nafsu makan, kualitas tidur, berat badan, kadar hemoglobin. Dari data Riskesdas tahun 2013, anak usia 5-14 tahun sebanyak 26,4% mengalami anemia, dan 11,2 % mengalami status gizi kurang. Sekitar  15-30% anak mengalami gangguan tidur dan sekitar 25% anak mengalami kesulitan makan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian propolis dan madu terhadap kondisi kesehatan pada balita.Penelitian ini termasuk penelitian quasi eksperimen dengan rancangan Randomized Control Group pretest posttest design. Jumlah sampel penelitian adalah 45 balita di posyandu mawar VII desa sidodadi kelurahan kedaton Bandar lampung. Analisis multivariate pada penelitian ini menggunakan one way anova.Hasil penelitian diperoleh, pada kelompok madu p-value < 0,05 yang artinya ada pengaruh pemberian madu terhadap berat badan, nafsu makan, kualitas tidur dan kadar hemoglobin balita. Pada kelompok propolis p-value < 0,05 yang artinya ada pengaruh pemberian madu terhadap nafsu makan, kualitas tidur dan kadar hemoglobin balita, sedangkan nilai p-value untuk berat badan adalah > 0,05 yang artinya tidak ada pengaruh pemberian propolis terhadap berat badan balita.Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian madu terhadap nafsu makan, kualitas tidur, berat badan dan kadar hemoglobin pada balita. Terdapat pengaruh pemberian propolis terhadap nafsu makan, kualitas tidur dan kadar hemoglobin pada balita. Disarankan menggunakan madu dan propolis sebagai alternative meningkatkan kesehatan pada balita.Kata kunci       :balita, kondisi kesehatan, madu, propolisReferensi         : 50 (1993-2014)
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN CAMPAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2012 Sari, Dewi Yulia
HOLISTIK JURNAL KESEHATAN Vol 11, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.57 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i4.125

Abstract

Campak adalah penyakit yang disebabkan oleh virus campak. Penyakit campak di Indonesia sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan yang harus ditangani  karena kasus campak masih tinggi. Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Natar prevalensi kasus campak di tahun 2010 sebesar 2 kasus meningkat pada tahun 2011 menjadi 44 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian campak di Wilayah Kerja Puskesmas Natar Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2012.Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan rancangan case control. Populasi kasus adalah seluruh anak usia <15 tahun yang terkena campak pada tahun 2011. Populasi kontrol adalah anak <15 tahun yang tidak terkena campak. Besar sampel seluruhnya yaitu 60 orang yang terdiri dari 30 orang kasus dan 30 orang kontrol.Analisa data menggunakan chi square.Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antara status imunisasi campak  dengan kejadian campak (p-value=0,020 OR=4,030), ada hubungan antara status gizi dengan kejadian campak (p-value=0,004 OR=5,5) dan ada hubungan antara kondisi ventilasi dengan kejadian campak (p-value=0,016 OR=4,571). Faktor yang tidak berhubungan dengan kejadian campak antara lain ASI Eksklusif, status sosial ekonomi dan kepadatan hunian rumah.Untuk mencegah penyakit campak diharapkan bagi masyarakat terutama para ibu untuk mengimunisasi anak mereka dengan imunisasi campak, memperhatikan gizi anak dengan asupan makanan bergizi dan memenuhi kriteria rumah sehat. Bagi petugas kesehatan Puskesmas Natar agar lebih meningkatkan pelayanan imunisasi dan program sanitasi di Wilayah Kerja Puskesmas.  Kata kunci   : imunisasi campak, ASI, gizi, sosial ekonomi dan kepadatan hunian

Page 1 of 32 | Total Record : 319