cover
Contact Name
Angga Kautsar
Contact Email
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Editorial Address
Gedung Laboratorium I Fakultas Farmasi, UNPAD Jl. Raya Jatinangor KM 21, Bandung-Sumedang, Indonesia 45363
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
Farmaka
ISSN : 16931424     EISSN : 27163075     DOI : https://doi.org/10.24198/
Core Subject : Health, Science,
Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and practice.
Articles 524 Documents
AKTIVITAS ANTIMIKROBA DARI SENYAWA BIOAKTIF RUMPUT LUAT/MAKROALGA AZIMAH, NUZAHA BAQIYATUS SHOLIHAH; Muchtaridi, Muchtaridi
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1928.627 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.13240

Abstract

ARTIKEL TINJAUAN: FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DAN RISIKO PENGOBATAN SWAMEDIKASI JAJULI, MUHAMMAD; Kurnia, Rano
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.395 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.16789

Abstract

Swamedikasi merupakan pengobatan yang dilakukan diri sendiri tanpa melalui resep dokter. Dalam pengobatan risiko seperti kesalahan diagnosis, penggunaan dosis obat yang berlebihan, serta penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan efek buruk pada pasien. Penulisan artikel tinjauan ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan dan berperan untuk mencegah risiko yang ditimbulkan dari pengobatan swamedikasi. Artikel disusun dari artikel yang telah terbit pada Jurnal yang terindeks pada Sciencedirect, Pubmed-NCBI, dan Google Scholar. Berdasarkan beberapa artikel menyebutkan bahwa iklan, riwayat pengobatan, kondisi ekonomi, dan edukasi yang diterima pasien menjadi faktor pendorong pilihan swamedikasi. Faktor edukasi mengenai obat seperti efek samping sangat berperan dalam mencegah efek samping dari pengobatan swamedikasi.Kata Kunci: Swamedikasi, risiko swamedikasi, edukasi.
KANDUNGAN SENYAWA KIMIA DAN BIOAKTIVITAS MELALEUCA LEUCADENDRON LINN. MEISARANI, AGI; Ramadhania, Zelika Mega; Ramadhania, Zelika Mega
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.041 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.10818

Abstract

Melaleuca leucadendron Linn. merupakan spesies tanaman tropis dari suku Myrtaceae yang berasal dari Australia dan terdistribusi secara luas ke beberapa negara lain seperti Brazil, India, Cuba, serta Asia bagian Selatan termasuk Indonesia. Tanaman ini memiliki banyak khasiat yang dapat dijadikan sebagai herbal medik, dimana minyak essensialnya telah dibuktikan secara empiris dan ilmiah memiliki efektivitas farmakologi melalui pengujian in vitro dan in vivo dari beberapa studi penelitian. Adanya aktivitas farmakologi tersebut disebabkan karena kandungan senyawa kimia utamanya, seperti 1,8-Sineol, ?-Terpineol, ?-Kariofilen dan D-Limonen. Adapun efek farmakologi yang dihasilkan dari tanaman ini karena adanya senyawa kimia yang terkandung didalam tanaman tersebut diantaranya adalah aktivitas antioksidan, antifungal, efek sedatif, serta inhibitor enzim hyaluronidase. Review terhadap studi tentang kandungan kimia dan bioaktivitas M. Leucadendron Linn. dilakukan dengan cara penelusuran pustaka terkait tinjauan botani, tinjauan kimia dan tinjauan farmakologi yang dapat diakses pada beberapa situs penyedia jurnal terpercaya (NCBI, Elsevier, Researchgate maupun google scholar) kemudian dilanjutkan dengan skrinning pada jurnal-jurnal tersebut sehingga didapatkan sumber studi yang masuk dalam kriteria inklusi. Diharapkan dilakukannya penelitian lebih lanjut untuk dikembangkan menjadi fitofarmaka.
PERKEMBANGAN BIOTEKNOLOGI DALAM PRODUKSI KOLKISIN FARMASETIS Unggaran, Anggita Putri; Rostinawati, Tina
Farmaka Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.02 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i3.17577

Abstract

Kolkisin merupakan alkaloid utama yang terkandung dalam tanaman Colchicum autumnale dan Gloriosa superba L. Senyawa kolkisin memiliki beberapa khasiat terapeutik, di antaranya sebagai antimitotik, anti-inflamasi dan antifibrotil. Kebutuhan pasar yang tinggi akan suplai kolkisin mendorong berbagai penelitian untuk menemukan metode yang paling efisien guna meningkatkan produksi kolkisin. Budidaya konvensional tidak mampu mencukupi kebutuhan yang tinggi akan produk metabolit kolkisin, sementara sintesis kimia tidak dapat menjadi solusi yang tepat karena sulitnya mensintesis senyawa metabolit sekunder dengan struktur kimia yang kompleks. Solusi yang paling tepat untuk meningkatkan produksi kolkisin adalah kultur sel tanaman secara in vitro. Namun metode ini pun masih memiliki beberapa keterbatasan sehingga perlu dioptimalkan. Artikel ini meninjau delapan strategi untuk optimalisasi kultur sel, di antaranya elisitasi, product removal in situ, imobilisasi kultur sel tanaman, suspensi kultur sel tanaman dalam bioreaktor, demetilasi kolkisin dengan bantuan mikroba, mikrotuberisasi, kultur biorhizoma dengan bantuan enzim khusus, dan kultur biorhizoma dalam bioreaktor. Berdasarkan hasil tinjauan, dapat disimpulkan bahwa mikrotuberisasi, kultur biorhizoma dengan bantuan enzim khusus, dan kultur biorhizoma menggunakan bioreaktor merupakan strategi yang tengah banyak dikembangkan saat ini dan dinilai efisien untuk produksi kolkisin secara komersil.Kata Kunci: kolkisin, kultur sel tanaman, biorhizoma, bioreaktor
PENENTUAN LIMIT ALERT DAN LIMIT ACTION BERDASARKAN DATA PEMANTAUAN SUHU LABORATORIUM PENGAWASAN MUTU PT. HOLI PHARMA SELAMA TAHUN 2016 Mustikawati, Septiyani
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.096 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.12546

Abstract

PT. Holi Pharma merupakan salah satu industri farmasi di Bandung, Jawa Barat yang telah memiliki izin untuk memproduksi sediaan tablet, tablet salut, kapsul keras, dan cairan oral nonbetalaktam. Berdasarkan standar sistem manajemen mutu laboratorium, laboratorium pengawasan mutu harus memantau, mengendalikan dan merekam suhu di ruangan pengujian karena berdampak pada validitas mutu data yang dihasilkan. Laboratorium pengawasan mutu PT. Holi Pharma menetapkan standar spesifikasi suhu ruangan di laboratorium yaitu 20o ? 28oC. Dalam melakukan pemantauan suhu perlu dibuat rencanaan pemantuan untuk memastikan bahwa suhu ruangan laboratorium selalu dalam spesifikasi yang telah ditentukan, untuk itu perlu dirancang terlebih dahulu limit alert dan limit action. Limit alert didapat dengan rumus (Mean±2SD), sedangkan limit action didapat dengan rumus (Mean±3SD). Berdasarkan hasil perhitungan terhadap data pemantauan suhu laboratorium pengawasan mutu PT. Holi Pharma tahun 2016, didapatkan limit alert suhu laboratorium pengawasan mutu PT. Holi Pharma adalah 22,5oC dan 25,5oC, sedangkan limit action-nya berada pada suhu 21,8oC dan 26,2oC.
POTENSI SILYMARIN (HEPAMAX) SEBAGAI SUPLEMEN DAN TERAPI PENUNJANG PADA GANGGUAN LIVER Junaidi, Achmad; Ramadhania, Zelika Mega
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.339 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.18132

Abstract

Hati merupakan salah satu organ utama dalam menjaga keseimbangan homeostatis dan detoksifikasi toksin yang ada di dalam darah. Virus hepatitis merupakan salah satu yang dapat menyebabkan kerusakan hati. Pengobatan secara natural sudah banyak dilakukan pengembangan, salah satunya adalah Silymarin. Penggunaan Silymarin sudah lama digunakan sebagai pengobatan hepatoprotektor. Silymarin adalah salah senyawa aktif yang terkandung dalam tanaman Silybum marianum yang memiliki efek biologi terhadap perbaikan fungsi hati. Sebagai hepatoprotektor, silymarin berperan dalam beberapa cara, termasuk antioksidan, antiinflamasi, regulator permeabilitas sel, penstabil membrane, stimulasi regenerasi sel hati dan menghambat penurunan serat kolagen yang dapat menyebabkan sirosis. Kata kunci     : Gangguan hati, Silymarin, Silybum marianum, hepatoprotektor
REVIEW ARTIKEL : POTENSI TUMBUHAN SEBAGAI IMUNOSTIMULAN Listiani, Nita; Susilawati, Yasmiwar
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.171 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.22045

Abstract

REVIEW : BUAH MENGKUDU (MORINDA CITRIFOLIA L.) DAN BIJI JINTEN HITAM (NIGELLA SATIVA L.) DAN TEORI UJI TOKSISITAS ABNAZ, ZAHRA DZAKIRAH; LEVITA, JUTTI
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.54 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.17482

Abstract

Indonesia dianugerahi dengan kekayaan alam yang beraneka ragam dan merupakan negara terkaya di dunia dalam hal kekayaan hayati. Kekayaan hayati ini pun ada yang digunakan untuk obat tradisional. Obat tradisional telah diterima secara luas baik di negara maju maupun di negara berkembang. Dalam penggunaannya, obat tradisional, simplisia dan sebagainya harus diperhatikan keamanannya. Buah Mengkudu dan Biji Jinten Hitam memiliki banyak efek farmakologi yang baik untuk kesehatan, namun tetap saja diperlukan uji toksisitas agar untuk lebih memsatikan keamanan buah mengkudu dan biji jinten hitam. Uji toksisitas itu sendiri merupakan salah satu uji yang digunakan untuk mengetahui keamanan suatu obat yang akan dijadikan produk. Tujuan dari penelitian uji toksisitas subkronik ini adalah untuk mengetahui efek toksik pada buah mengkudu dan biji jinten hitam.
FORMULASI KRIM ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BUAH SENGGANI (MELASTOMA MALABATHRICUM L.) Nurdianti, Nurdianti
Farmaka Vol 16, No 4 (2018): Prosiding Abstrak Pharmacopea 2018
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.37 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i4.18971

Abstract

SINTESIS MOLECULAR IMPRINTED-SOLID PHASE EXTRACTION (MI-SPE) ATENOLOL : ARTICLE REVIEW NOVITASARI, ANGGI ISMI; Mutakin, Mutakin
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.184 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17651

Abstract

Atenolol adalah obat antihipertensi golongan ?-blocker (?1-selektif) yang digunakan untukpengobatan lini hipertensi, aritmia, infark miokardia dan angina pektoris. Namun, atenololsering disalahgunakan di dalam cabang olahraga yang tidak membutuhkan aktivitas fisik yangberlebih tetapi membutuhkan ketenangan dan konsentrasi, seperti menembak dan memanah.Metode yang telah berkembang untuk pengujian atenolol adalah kromatografi,spektrofluorometri, dan diffuse reflectance spectroscopy. Metode tersebut masing-masingmemiliki kelebihan dan kekurangannya. Solid Phase Extraction (SPE) merupakan metodepreparasi sampel yang saat ini banyak digunakan karena waktu pengerjaannya yang lebihsingkat dibandingkan metode yang lainnya, namun metode ini memiliki kelemahan padaselektivitasnya, sehingga untuk meningkatkan selektivitas tersebut perlu dikombinasikandengan teknik molecular imprinting polymer. Kombinasi tersebut sering disebut dengan MISPEyang memiliki kelebihan, di antaranya biaya yang rendah, kemudahan dalam preparasi,tahap terhadap suhu dan tekanan, stabil dalam penyimpanan, dan dapat digunakan berulangtanpa mengurangi aktivitasnya.Kata Kunci : Atenolol, MIP, SPE

Page 1 of 53 | Total Record : 524