cover
Contact Name
Melly Maulin
Contact Email
melly.maulin@email.unikom.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
melly.maulin@email.unikom.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Common
ISSN : 26549271     EISSN : 25806386     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 49 Documents
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PROGRAM IBU INSPIRASI "KOPERNIK" DALAM MENGENTASKAN KEMISKINAN Setiaman, Agus; Chairany, Utami; El Karimah, Kismiyati
Jurnal Common Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.282 KB) | DOI: 10.34010/common.v2i2.1185

Abstract

Program Ibu Inspirasi adalah program pengentasan kemiskinan yang digagas Kopernik di wilayah Nusa Tenggara Timur. Kemiskinan yang ada di Nusa Tenggara Timur disebabkan oleh keterbatasan informasi mengenai hak-hak perempuan serta kesenjangan informasi mengenai teknologi tepat guna. Maka dari itu, Kopernik berusaha mengentaskan kemiskinan melalui kerjasama dengan beberapa pihak. Dalam Program Ibu Inspirasi, Kopernik bekerjasama dengan organisasi lokal serta pemerintah untuk mensosialisasikan program serta teknologi-teknologi yang dibawa Kopernik. Program ini berupaya mengentaskan kemiskinan melalui pembangunan diri perempuan hingga akhirnya dapat berkontribusi lebih dalam rumah tangganya. Program Ibu Inspirasi juga bertujuan untuk meningkatkan partisipasi perempuan di ranah masyarakat. Pemberdayaan yang dilakukan oleh Kopernik melalui Program Ibu Inspirasi merupakan pemberdayaan yang terbilang unik, karena tidak hanya bertujuan untuk mengajarkan keterampilan hingga para ibu bisa membantu keluarganya secara finansial, tetapi juga turut mempromosikan energi bersih yang baik untuk lingkungan. Pemberdayaan perempuan merupakan usaha pengentasan kemiskinan melalui pembangunan kapasitas perempuan. Salah satu cara membangun kapasitas tersebut adalah dengan meningkatkan kesadaran mereka mengenai banyak hal yang selama ini tertutup oleh pemakluman budaya-budaya yang berkembang di masyarakat. Pemahaman yang tertanam sejak dulu seringkali membuat pemberdayaan perempuan disalahartikan oleh orang awam. Memberdayakan para ibu dengan nilai-nilai patriarki yang begitu melekat di wilayah terpencil sambil mengenalkan teknologi tepat guna yang berbasis energi bersih.
Aktivitas Komunikasi Tari Kanjet Anyam Tali Suku Dayak Kenyah Purwaningwulan, Melly Maulin; Prayogo, Harianoor
Jurnal Common Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.853 KB) | DOI: 10.34010/common.v1i1.244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas komunikasi yang terdapat dalam Tari Kanjet Anyam Tali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi komunikasi. Informan penelitian ini berjumlah 3 (tiga) orang menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipan, analisis dokumen dan studi pustaka. Adapun teknik analisa data yang digunakan adalah deskripsi, analisis dan interpretasi.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa, Situasi Komunikatif yang terdapat dalam tempat pelaksanaannya yaitu Rumah Lamin. Peristiwa Komunikatif terbagi menjadi tujuh: a) Setting, lokasi ditampilkannya Tari Kanjet Anyam Tali adalah di Rumah Lamin. b) Panutan, yang menjadi panutan pada saat penari menarikan Tari Kanjet Anyam Tali adalah Orang Tua, Pelatih Tari, Serta Burung Enggang. c) Tujuan, tujuan diadakan Tari Kanjet Anyam Tali adalah Untuk Menyambut para tamu yang hadir d) Tahapan pertunjukan. e) Bentuk pesan, dalam Tari Kanjet Anyam Tali adalah nyanyian, gerakan dan penampilan. g) Aturan wajib yang perlu dilakukan oleh para penari adalah wajib menguasai setiap gerakan. h) Mitos, mitos yang berlaku pada saat ditampilkannya Tari Kanjet Anyam Tali adalah hadirnya para Dewa di Rumah Lamin. Tindakan Komunikatif yaitu verbal dan nonverbal, yakni gerakan yang merupakan gambaran dari menganyam tali dan ekspresi wajah tersenyum. Patung burung enggang digunakan sebagai symbol kedamaian yang ingin dicapai. Lagu yang mengiringi Tarian ini adalah Bangun Tawai yang berarti mengajak berkumpul bersama dan bahagia bersama. AbstractThis study aims to determine the communication activities contained in Kanjet Anyam Tali Dance. This research used a qualitative approach with methods of ethnography of communication. The informants were 3 (three) people are determined using purposive sampling technique. Data obtained through in-depth interviews, non-participant observation, analysis of documents and literature. The data analysis technique used is the description, analysis and interpretation.Results from the reseach showed that, Communicative situation is the place of execution, namely lamin house. Communicative events is divided into seven: a) setting, where they appear Kanjet Anyam Tali Dance is in lamin house. b) Role Model, which became a role model at the time of the dancers the Dance Kanjet Anyam Tali is Parent, Coach Dance, as well as hornbills. c) Objectives, goals held Kanjet Anyam Tali Dance is To Welcoming the guests who were present in the village Pampang d) Stages show. e) The form of the message, the message forms Kanjet Anyam Tali Dance is singing, motion and appearance. g) Rules shall be performed by the dancers are required to master every move. h) Myth, myth prevailing at the time of display of dance Kanjet Anyam Tali is the presence of the gods in the House Lamin. Communicative action contained is verbal and nonverbal. Statue of hornbills is used as a symbol of peace to be achieved. The song that accompanies this dance is Bangun Tawai which means getting gathered together and happy together.
Penggunaan Media Digital Untuk Penanganan KLB DIFTERI Wahyudin, Uud; Sugiana, Dadang
Jurnal Common Vol 2 No 1 (2018): Common
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.508 KB) | DOI: 10.34010/common.v2i1.870

Abstract

Beberapa pihak mensinyalir bahwa penyakit difteri kembali terjadi karena adanya penolakan sebagian kecil anggota masyarakat terhadap imunisasi dengan alasan keyakinan, ketidakpercayaan pada kualitas vaksin, tidak sampainya informasi, hingga kurangnya perhatian kepala daerah pada program imunisasi. Dengan demikian, keberhasilan penanganan dan pencegahan KLB difteri ditentukan oleh diseminasi subtansi informasi dan media penyampaian informasi. Kebijakan perluasan jangkauan yang ditempuh dalam upaya melaksanakan imunisasi dan vaksinasi difteri, diperlukan adanya partisipasi aktif dinas kesehatan maupun puskesmas dalam menginformasikan atau mengkomunikasikan pesan pesan imunisasi difteri, memotivasi dan mem¬persuasi masyarakat. Oleh karena itu, pemanfaatan dan penggunaan media digital sangat relevan untuk diaplikasikan. Merujuk kepada permasalahan KLB difteri, salah satu solusi serta pencegahan yang dapat dilakukan terkait permasalahan KLB difteri adalah melalui pelayanan kesehatan dan edukasi online. Edukasi menjadi peranan penting bagi masyarakat untuk membantu menurunkan kasus difteri secara tidak langsung. Edukasi ini penting untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat, karena kurangnya pengetahuan juga berkontribusi terhadap kematian. Upaya pelayanan kesehatan dan edukasi ini dapat dilakukan melalui pemanfaatan sistem informasi, seperti melalui website, media sosial atau pun aplikasi.
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN E-COMMERCE MELALUI WEBSITE KLIKHOTEL.COM Fatimah, Siti
Jurnal Common Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.691 KB) | DOI: 10.34010/common.v1i2.572

Abstract

This research are to analyse Communication Marketing Strategies (E-commerce) of Klikhotel.com (promotion strategy, to face the competition of e-bussines, problems happened and promotion strategy). The paradigm using is constructivism, qualitative approach is using in this research, the research design is case study. The subject and object of this research are the information keys from Klikhotel.com. The result of this research is to show that Klikhotel.com has promotion strategy which is done by online or oflline and Klikhotel.com has to compete with other OTA by having new ideas also innovation in already promotion strategy. Penelitian ini adalah untuk menganalisa Strategi Komunikasi Pemasaran (E-commerce) Klikhotel.com (komponen promosi, menghadapi kompetisi e-bussines, hambatan yang terjadi dan strategi promosi). Paradigma yang digunakan adalah konstruktivisme, pendekatan penelitiannya menggunakan metode kualitatif, desain penelitiannya yaitu studi kasus. Subjek dan Objek penelitiannya adalah key informan dari Klikhotel.com. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Klikhotel.com memiliki strategi promosi yang sudah dijalankan baik secara online maupun oflline dan Klikhotel.com harus mampu bersaing dengan para OTA lainnya dengan menghasilkan ide-ide baru serta inovasi dalam strategi promosi.
PROSES KOMUNIKASI INTERPERSONAL ORANG TUA DENGAN ANAK AUTIS DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN ANAK Rakhmatin, Tina; Amilia, Dian
Jurnal Common Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.075 KB) | DOI: 10.34010/common.v2i2.1191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses komunikasi interpersonal orang tua kepada anak autis di Kota Bandung. Untuk menjawab dari tujuan penelitian tersebut, peneliti menetapkan sub fokus pada Komunikasi verbal, komunikasi nonverbal, dan faktor penghambat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi deskriptif dimana informan yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah lima orang yang terdiri dari empat informan kunci sebagai orang tua dan satu informan pendukung psikolog anak sebagai informan pendukung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses komunikasi interpersonal yang dilakukan antara orang tua dengan anak autis tidak seperti melakukan komunikasi dengan anak normal dan sulit untuk melakukan komunikasi agar dapat dipahami oleh anak autis. Komunikasi verbal yang dilakukan dengan autis harus jelas, tegas, singkat dan juga dengan menggunakan metode gambar, serta adanya kata-kata perintah yang diberikan demi kemandirian anak autis. Komunikasi nonverbal dilakukan dengan gerakan-gerakan ketika orang tua memberikan larangan kepada anak dengan menggunakan gerakan jari telunjuk yang mengacung kemudian digoyangkan, mereka akan segera berhenti melakukan hal tersebut dan memahami bahwa hal tersebut dilarang. Faktor penghambat dalam berkomunikasi dengan anak autis yaitu sulitnya melakukan kontak mata, kurangnya respon yang diberikan, kesulitan berbicara yang dialami anak autis, serta gangguan pada bidang sensori. --------------------------------------------------------------------------------- This study aims to determine the parent's interpersonal communication process to autistic children in the city of Bandung. To answer the purpose of the study, the researcher established a sub focus on verbal communication, nonverbal communication, and inhibiting factors. This study uses qualitative methods with descriptive studies where the informants involved in this study amounted to five people consisting of four key informants as parents and one informant supporting child psychologists as supporting informants. The results of this study indicate that the process of interpersonal communication carried out between parents and children with autism is not like communicating with normal children and is difficult to communicate so that it can be understood by children with autism. Verbal communication done with autism must be clear, firm, concise and also by using the image method, as well as the words of the commands given for the independence of autistic children. Nonverbal communication is carried out with movements when parents give a prohibition to children by using the movement of the index finger that is raised and then shaken, they will immediately stop doing that and understand that it is prohibited. Inhibiting factors in communicating with children with autism are difficulty in making eye contact, lack of response given, speech difficulties experienced by autistic children, and disturbances in the sensory field.
DEPARTEMEN KOMUNIKASI PT. PUPUK KUJANG CIKAMPEK SEBAGAI FASILITATOR KOMUNIKASI MELALUI HOUSE JOURNAL (MAJALAH INTERNAL KAREUMBI) PERUSAHAANNYA Surya, Desayu Eka; Octavia, Isma
Jurnal Common Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.577 KB) | DOI: 10.34010/common.v2i2.1186

Abstract

Perkembangan House Journal di Indonesia seiring dengan semakin pesatnya kemajuan dibidang ekonomi dan industri, termasuk kondisi pendidikan masyarakat Indonesia yang semakin tinggi, maka House Journal dianggap sebagai media alternatif dalam melakukan komunikasi antara perusahaan dengan publiknya, baik publik internal maupun eksternal. House Journal juga diperlukan untuk pencapaian citra positif dan perolehan dukungan opini publik pada perusahaan. Bentuk House Journal dan isinya tidak berbeda dengan pers komersial, yang membedakannya hanya pada segmentasi publik pembacanya yaitu lebih khusus, sesuai target publik perusahaan yang akan dicapai. House Journal adalah salah satu dari cara komunikasi organisasi melalui media cetak yang terbit secara berkala yang isinya meliputi berbagai liputan jurnalistik, pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca dan majalah adalah salah satu media internal perusahaan. Disamping tampilannya yang menarik, House Jurnal dalam penelitian ini majalah Kareumbi yang memuat banyak gambar, foto-foto, serta berita-berita yang berhubungan dengan perusahaan. Sehingga tidak sedikit perusahaan yang memilih majalah sebagai media internalnya, termasuk PT. Pupuk Kujang. Penelitian dilakukan dengan pendekatan Kualitatif dengan metode studi deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara mendalam, observasi nonpartisipan, dokumentasi, studi pustaka dan internet searching. Informan penelitian dipilih dengan menggunakan teknik snowball sampling. Teknik analisa data yang digunakan meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, Uji keabsahan data dilakukan dengan peningkatan ketekunan, dan diskusi teman sejawat. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Departemen Komunikasi PT. Pupuk Kujang sebagai fasilitator komunikasi antara manajemen dan karyawannya menerbitkan Majalah Kareumbi sebagai house jurnal perusahaan yaitu untuk mensosialisasikan berbagai Informasi perusahaan kepada karyawan, mewadahi keinginan dari aspirasi karyawan, menginformasikan kebijakan yang dikeluarkan oleh perusahaan. Saran penelitian yang dapat diberikan kepada Departemen Komunikasi PT. Pupuk Kujang adalah mempertimbangkan, melengkapi majalah Kareumbi sebagai house jurnal dengan pengadaan E-Magazine. ---------------------------------------------------------------------------------The development of the House Journal in Indonesia along with the rapid progress in the economic and industrial sectors, including the increasingly high condition of Indonesian society education, the House Journal is considered as an alternative media in communicating between the company and its public, both internal and external. The House Journal is also needed for the achievement of a positive image and the acquisition of support for public opinion in the company. The form of the House Journal and its contents are no different from the commercial press, which distinguishes it only in the public segmentation of the reader, which is more specific, according to the company's public target to be achieved. The House Journal is one of the ways in which organizational communication through print media is published periodically which includes various journalistic coverage, views on the actual topic that should be known to readers and magazines are one of the company's internal media. Besides its attractive appearance, the House Journal in this research is Kareumbi magazine which contains many pictures, photographs and news related to the company. So that not a few companies choose magazines as their internal media, including PT. Fertilizer Kujang. The study was conducted with a qualitative approach with descriptive study methods. Data collection techniques used in-depth interviews, nonparticipant observation, documentation, library studies and internet searching. The research informants were selected using the snowball sampling technique. Data analysis techniques used include data collection, data reduction, data presentation and conclusion, testing the validity of the data is done by increasing perseverance, and discussion of colleagues. The results of the study show that the Communication Department of PT. Pupuk Kujang as a communication facilitator between management and employees publishes Kareumbi Magazine as a company journal house, which is to socialize various company information to employees, accommodate the desires of employee aspirations, inform policies issued by the company. Suggestions for research that can be given to the Communication Department of PT. Pupuk Kujang is considering, equipping Kareumbi magazine as a house journal with E-Magazine procurement.
Persepsi Ibu Rumah Tangga Terhadap Kebijakan Kantong Plastik Berbayar Ismail, Oki Ahmad
Jurnal Common Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.612 KB) | DOI: 10.34010/common.v1i1.245

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana perbedaan persepsi ibu rumah tangga terhadap kebijakan kantong plastik berbayar yang dikeluarkan Pemerintah. Persepsi yang berbeda ini ditinjau dari tiga faktor yaitu Pemersepsi (Perceiver), Sasaran persepsi (Pereceived), dan Situasi (Setting) Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukan. Dalam hal Pemersepsi Ibu Rumah Tangga memiliki pengetahuan mengenai kebijakan plastik berbayar dari berbagai sumber seperti televisi, media online dan interaksi langsung dengan pelayan toko hanya saja dalam mengorganisasikan informasi tersebut memiliki reaksi yang beragam. Dalam hal sasaran Sebagian ibu rumah tangga menganggap kebijakan ini baik untuk mengubah perilaku bijak dalam menggunakan kantong plastik, sebagian lainnya masih mempermasalahkan nilai 200 rupiah yang harus dibayar untuk satu kantong plastik, dan sosialisasi pemerintah yang tidak merata. Sementara dalam hal Situasi sebagian ibu-ibu memiliki respon yang baik dengan menggunakan kantong plastik yang dapat digunakan berulang kali (totebag),sebagian lagi memiliki respon yang biasa saja. AbstractThis research examines how differences of perception of the homemaker towards plastic bag unpaid policies issued by the Government. These different perceptions in terms of three factors, namely the Perceiver, target perception (Pereceived), and situation (Setting) Researcher using qualitative research methods with descriptive analysis approach. Results of the study showed. In terms of Perceiver Housewife with knowledge of plastic paid policy from various sources such as television, online media and direct interaction with the waitress just store in organizing such information have mixed reactions. In terms of target Some housewife thinks this policy either to change the behavior of the wise in the use of plastic bags, others still dispute the value of 200 rupiah to pay for one plastic bag, and a Government socialization of uneven. While in terms of the situation most mothers have a good response with the use of plastic bags that can be used repeatedly (totebag), some have a mediocre response.
STRATEGI PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN CITRA POSITIF DPRD DALAM PERSEPSI RAKYAT DAERAH Hikmat, Mahi
Jurnal Common Vol 2 No 1 (2018): Common
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.578 KB) | DOI: 10.34010/common.v2i1.871

Abstract

Eksisteni media sosial tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan sehari-hari karena sudah menjadi bagian kehidupan manusia, baik personal maupun institusi, baik swasta maupun pemeritah. Mereka berlomba-lomba mengembangkan teknologi informasi dengan bermacam jenis media sosial karena media sosial memiliki manfaat luar biasa. Hal itu merupakan peluang besar bagi DPRD yang merepresentasikan rakyat. DPRD dapat mendekatkan diri dengan rakyat melalui media sosial, baik untuk menyosialisasikan kegiatan, menyerap informasi dan aspirasi, maupun berkomunikasi langsung untuk mengetahui keinginan rakyat. Terkait dengan itu, dilakukan kajian dengan judul Strategi Pemanfaatan Media Sosial untuk Meningkatkan Citra Positif DPRD dalam Persepsi Rakyat Daerah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, kajian ini bermaksud mendeskripsikan strategi yang dapat dijadikan rujukan bagi DPRD sebagai bagian dari Pemerintahan Daerah dalam pemanfaatan media sosial untuk meningkatkan citra positif dalam persepsi rakyat daerah. Hasil kajian menyimpulkan sebagai berikut: 1) Banyak pasal dalam peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Dewan Perwakilan Rakyat yang mengamanahkan urgensi penyebaran informasi kinerja DPRD sebagai bagian dari pertanggungjawaban dan merupakan bagian penting dari upaya peningkatan citra positif DPRD; 2) Eksistensi media sosial dengan beragam bentuk dan cara memberikan peluang besar, baik bagi eksistensi kelembagaan DPRD maupun eksistensi personal anggota DPRD, baik bagi peningkatan citra positif maupun citra negatif DPRD ketika menjalankan fungsi pembuatan peraturan daerah, pengawasan, dan keuangan dalam persepsi rakyat; 3) Strategi pemanfaat media sosial yang efektif bagi DPRD sebagai wakil rakyat adalah strategi persuasif dengan menggunakan model alternatif penyebaran informasi Persuasi Hugh Rank yang lebih menguatkan pelibatan komponen pokok, mengekspose secara intensif ide-ide, peristiwa, kegiatan atau substansi informasi yang bernilai kebaikan dan kelebihan (sisi positif) yang ada pada DPRD serta memainkan, menyamarkan, atau menyembunyikan (downplay) aspek-aspek sisi negatif.
KOMUNIKASI SEBAGAI PENYEBAB DAN SOLUSI KONFLIK SOSIAL Amin, M Ali Syamsuddin
Jurnal Common Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.854 KB) | DOI: 10.34010/common.v1i2.573

Abstract

Communication is an important element in social life. Although communication often leads to social conflict, but its settlement through communication as well. What communication is the cause of the conflict, and what kind of communication is the solution to the conflict, and what are the dominant elements of communication required to achieve harmony in competition?. The purpose of the three permaslah assessment is expected to find information that is expected to be useful to predict the effect of communication that will occur when implementing communications in various fields of life, both local and global. Through literature study methods from various writings from books, articles, and other scientific papers, obtained various information as an analysis of the causes and solutions of social conflicts and the dominant elements needed in communicating. Communication that is based on personal and group ambitions can foster various biases, inconsistencies that lead to misunderstanding, misinterpretation and miscommunication. Inconsistent causes the growth of social conflict both horizontal and vertical. Consistent communication on the values of togetherness brings peace and at the same time  ecomes a solution to social conflict. Komunikasi merupakan unsur penting dalam kehidupan sosial. Meskipun komunikasi sering menimbulkan konflik sosial, tetapi penyelesaianya pun melalui komunikasi juga. Komunikasi yang bagaimana yang menjadi penyebab konflik, dan komunikasi yang bagaimana yang menjadi solusi konflik, serta unsur dominan apa yang dibutuhkan komunikasi agar dapat mencapai kehamonian dalam persaingan? Tujuan dari kajian tiga permasalahan tersebut diharapkan dapat menemukan informasi yang diharapkan dapat berguna untuk memrediksi efek komunikasi yang akan terjadi ketika melaksanakan komunikasi di berbagai lapangan kehidupan, baik lokal maupun global. Melalui metode studi literatur dari berbagai tulisan, baik dari buku, artikel, maupun tulisan ilmiah lainnya, diperoleh berbagai informasi sebagai bahan analisis penyebab dan solusi dari konflik sosial  serta unsur dominan yang dibutuhkan dalam berkomunikasi. Komunikasi yang banyak disandarkan kepada ambisi pribadi dan kelompok dapat menumbuhkan berbagai bias, sifat inkonsisten yang mengakibatkan salah pengertian, salah interpretasi, dan salah berkomunikasi.  Inkonsisten menyebabkan tumbuhnya konflik sosial, baik bersifat horizontal maupun vertikal. Komunikasi yang konsisten pada nilai-nilai kebersamaan menumbuhkan kedamaian dan sekaligus menjadi solusi bagi konflik sosial. 
PERAN HUMAS PEMERINTAH DALAM PEMASARAN CITY BRANDING MELALUI MEDIA MASSA Wahyudin, Uud; Erlandia, Dedi Rumawan
Jurnal Common Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.387 KB) | DOI: 10.34010/common.v2i2.1192

Abstract

Era globalisasi menuntut sebuah kota untuk mengelola citranya dan menjadikan citra itu sebagai komoditas, bersaing untuk menjadi yang terbaik. Media massa memainkan peran penting sebagai salah satu media pemasaran dalam membentuk city branding untuk sebuah kota. Dengan demikian, humas pemerintah harus melakukan komunikasi interaktif dengan media massa atau pers.Public Relations dan mitranya, media massa atau pers, tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Melalui media massa, Public Relations sebagai strategi promosi city branding dapat menyampaikan informasi tentang kota secara lebih komprehensif.Penerapan branding kota pemasaran melalui media massa oleh public relations pemerintah, dapat dilakukan dengan membuat profil kota / daerah yang harus disebarluaskan ke media massa di Indonesia dengan bahasa nasional, dengan desain yang menarik, sehingga mereka dapat dengan mudah menarik perhatian. Dalam praktik pemasaran atau promosi branding kota melalui media massa oleh humas pemerintah, setiap pemimpin daerah seperti walikota atau bupati harus diberi tanggung jawab untuk mempromosikan branding kota, terutama melalui media massa, baik cetak maupun elektronik. --------------------------------------------------------------------------------- The era of globalization requires a city to manage its image and make the image like a commodity, competing to be the best. Mass media plays an important role as one of the marketing media in forming city branding for a city. Thus, government public relations must make an interactive communication with the mass media or the press.Public Relations and its partners, mass media or the press, can not be separated from each other. Through mass media, Public Relations as a promotion strategy of city branding can convey information about a city more comprehensively.The application of marketing city branding through the mass media by government public relations, can be done by making a profile of the city/region that must be disseminated to the mass media in Indonesia with national language, with attractive designs, so that they can easily draw the attention. In the practice of marketing or promoting of city branding through the mass media by government public relations, every regional leader like a mayor or a regent must be given the responsibility to promote city branding, especially through mass media, both print and electronic.