cover
Contact Name
Dwi Novrianda
Contact Email
dwinovrianda@nrs.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dwinovrianda@nrs.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
NERS Jurnal Keperawatan
Published by Universitas Andalas
ISSN : 1907686X     EISSN : 24610747     DOI : -
Core Subject : Health,
NERS: Jurnal Keperawatan focuses its article in the field of nursing, which is the branch of health sciences. The scope of this journal articles are: 1. Medical adn Surgical 2. Emergency 3. Pediatric 4. Maternity 5. Psychiatric 6. Family and Community 7. Geriatric
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 12, No 1 (2016)" : 9 Documents clear
RESIKO REMAJA THALASEMIA TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU -, Halimah; -, Allenidekania; Waluyanti, Fajar Tri
Ners Jurnal Keperawatan Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.413 KB) | DOI: 10.25077/njk.12.1.23-27.2016

Abstract

AbstractAdolescent with chronic illness such as thalassemia can increase the risk of behavioral changes. The purpose of this study is to identify the risk of behavioral changes in adolescents with thalassemia such as anxiety, social problem and attention deficits. This study used cross sectional. Respondent consist of 43 adolescent (12-18 years old) and their parents to filled questionnaire about the related factors, anxiety, social problem, and attention deficits in thalassemia. The results shown that male adolescent have a risk to experience anxiety problem (OR 2,5), social problem (OR 1,264), and attention deficits (OR 1,185). Adolescents with Jawa and the other ethnic have a risk to experience anxiety problem (OR 0,001), social problem (0,001 and 0,365), and attention deficits (1,338 and 0,501). Another factor such as multitranfusion more than 5 years have a risk to experience anxiety problem (OR 0,001), low parent’s support with social problem (0,042), and low or middle of mother education increase attention deficits risk until 3,763 and 1,338. Nurses responsible to solve behavioral problem with current nursing intervention to prevent low quality of live in adult with thalassemia.Keywords : behavioral change, adolescent with thalassemiaAbstrakRemaja dengan penyakit seperti talasemia sering teridentifikasi memiliki masalah perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi besarnya resiko remaja talasemia terhadap terjadinya perubahan perilaku seperti kecemasan, masalah sosial, dan penurunan perhatian. Alat penelitian adalah kuesioner untuk orangtua dan remaja talasemia usia 12-18 tahun dengan metode potong lintang yang melibatkan 43 orang responden. Hasil analisis menyatakan bahwa remaja laki-laki beresiko mengalami kecemasan (OR 2,5), masalah sosial, (OR 1,264), dan penurunan perhatian (1,185). Remaja dengan suku jawa dan lain-lain beresiko mengalami kecemasan (OR 0,001), masalah sosial (0,001 dan 0,365), dan penurunan perhatian (1,338 dan 0,501). Faktor lain seperti multitransfusi lebih dari 5 tahun beresiko mengalami kecemasan (OR 0,001), keterlibatan orang tua rendah terhadap anaknya beresiko terhadap terjadinya masalah sosial (0,402), sedangkan pendidikan orang tua menengah dan rendah masing-masing meningkatkan resiko penurunan perhatian remaja sebesar 3,763 dan 1,338. Perawat bertanggung jawab untuk memberikan intervensi keperawatan yang tepat terhadap perubahan perilaku yang terjadi karena kualitas hidup saat dewasa dipengaruhi oleh baiknya kualitas saat remaja.Kata kunci : perubahan perilaku, remaja dengan talasemia
GAMBARAN KONSEP DIRI PASIEN KANKER PAYUDARA DI POLIKLINIK BEDAH RSUP DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2013 -, Yulastri; Yusrab,, Aini; Herawatic, Novi
Ners Jurnal Keperawatan Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.92 KB) | DOI: 10.25077/njk.12.1.76-80.2016

Abstract

Abstract Breast cancer cause various psychological symptoms as a result of changes in body shape, uncertainty about the future, and the impact of recurrence of breast cancer treatment. As a result, many patients don’t adhere to treatment. Negative self-concept is a response that is maladaptive adjustment. According to WHO the incidence increased every year, 6.25 million people in 2002. The aim of research to describe the concept of self-breast cancer patients at the Clinic Surgical Hospital Dr M Djamil Padang 2013. This research is descriptive, at the Polyclinic Hospital Surgery Dr. M Djamil Padang. Population is all of breast cancer patients who visited the Polyclinic Surgery amounted to 234 people. Accidental sampling as many as 49 people. Data were collected in July 2013 using a questionnaire and analyzed by univariate. Results of the study the majority (57.1%) of respondents have a positive body image. Most (57.1%) of respondents have a negative self ideal. General (75.5%) of respondents have a negative self-esteem. Most (53.1%) of respondents have a negative self-identity and most (51%) of respondents have a negative self role. Surgery Clinic nurses are expected to be able to conduct assessments of physiological stressors, self-concept in patients with breast cancer by providing health education and motivate patients to seek treatment until complete. As well as the need for cognitive therapy given by a nurse specialist mental patients with breast cancer to improve their quality of life. Keyword        : cancer, breast cancer, self-concept ABSTRAK Kanker payudara menimbulkan berbagai macam gejala psikologis sebagai akibat perubahan bentuk tubuh, ketidakpastian tentang masa depan, kekambuhan serta dampak pengobatan kanker payudara. Akibatnya banyak pasien yang tidak patuh terhadap pengobatannya. Konsep diri yang negatif merupakan respon penyesuaian yang maladaptif. Menurut WHO setiap tahun kejadiannya meningkat, 6,25 juta orang pada tahun 2002. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran konsep diri pasien kanker payudara di Poliklinik Bedah RSUP Dr M Djamil Padang pada tahun 2013. Penelitian ini bersifat deskriptif, di Poliklinik Bedah RSUP Dr. M Djamil Padang. Populasi adalah semua pasien kanker payudara yang berkunjung ke Poliklinik Bedah berjumlah 234 orang. Pengambilan sampel secara Accidental Sampling sejumlah 49 orang. Data dikumpulkan pada Juli 2013 menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil dari penelitian sebagian besar (57,1%) responden memiliki citra tubuh positif. Sebagian besar (57,1%) responden memiliki ideal diri negatif. Umumnya (75,5%) responden memiliki harga diri negatif. Sebagian besar (53,1%) responden memiliki identitas diri negative dan sebagian besar (51%) responden memiliki peran diri negatif. Diharapkan perawat Poliklinik Bedah dapat melakukan pengkajian stresor fisiologis, konsep diri pada pasien kanker payudara dengan memberikan pendidikan kesehatan dan memotivasi pasien untuk berobat sampai tuntas. Serta perlunya diberikan terapi kognitif oleh perawat spesialis jiwa bagi pasien dengan kanker payudara untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Kata kunci   : kanker, kanker payudara, konsep diri
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DISTRESS EMOSIONAL PADA CAREGIVER PEREMPUAN DENGAN ANGGOTA KELUARGA YANG MENGALAMI GANGGUAN JIWA Erwina, ira; gusty, reni prima; -, Monalisa
Ners Jurnal Keperawatan Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.45 KB) | DOI: 10.25077/njk.12.1.28-37.2016

Abstract

Abstract                                                                                                                 Caring for mental patients can be done by families and health professionals. The family is the closest to patients with mental disorders, referred as caregiver. Caregiver always give support for patient care. Caring for patients with mental disorders will make caregivers vulnerable to emotional problems such as anxiety, depression and worries. The purpose of this study was to determine the emotional distress experienced by female caregiver and the characteristics and its relationship with mental patients. Design of this research is analytic survey with purposive sampling technique. The total sample of 86 respondents, data were collected using questionnaires. The results of the data obtained and tested using correlation analysis. The result is women caregivers for experiencing emotional distress is 7.73 (77.3%), and there is a relationship between the family situation (caregiver relationship and supervision) to emotional distress, and there is no relationship between the characteristics of caregivers and the characteristics of mental disorder patients with emotional distress. Advised the caregiver to seek information and to improve the ability to solve problems. Keywords      : caregiver, women, emotional distress, mental disorders Abstrak Merawat pasien gangguan jiwa bisa dilakukan oleh keluarga dan tenaga kesehatan. Keluarga adalah orang yang terdekat dengan pasien dengan gangguan jiwa, yang disebut dengan istilah caregiver. Caregiver selalu memberikan support dan dukungan selama merawat pasien. Merawat pasien dengan gangguan jiwa akan membuat caregiver rentan terhadap masalah emosional seperti cemas, depresi dan kekhawatiran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distress emosional yang dialami caregiver perempuan dan hubungannya dengan karakteristik caregiver dan pasien gangguan jiwa. Desain penelitian ini adalah survey analitik dengan teknik purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 86 orang, data dikumpulkan menggunakan kuisioner. Hasil data diperoleh dan diuji menggunakan analisis korelasi. Hasilnya adalah caregiver perempuan mengalami distress emosional sebesar 7,73 (77,3%), dan terdapat hubungan antara situasi keluarga (hubungan caregiver dan pengawasan) terhadap distress emosional, dan tidak terdapat hubungan antara karakteristik responden dan karakteristik pasien gangguan jiwa dengan distress emosional. Disarankan pada caregiver untuk mencari informasi dan meningkatkan kemampuan untuk mengatasi masalah. Kata kunci   : caregiver, perempuan, distress emosional, gangguan jiwa
PENURUNAN STRES FISIK DAN PSIKOSOSIAL PASIEN PRE-OPERASI BEDAH ONKOLOGI MELALUI MEDITASI TERAPI DI SALAH SATU RUMAH SAKIT DI KOTA PADANG renidayati, renidayati
Ners Jurnal Keperawatan Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.641 KB) | DOI: 10.25077/njk.12.1.38-47.2016

Abstract

Abstract Generally, the patients will undergo the surgery will feel stress, both physical and psychological stress (anxiety). It is very dangerous because of the high heart rate and blood pressure will aggravate cardiovascular system. This study aimed to determine "The Decrease Of The Physical and Psychosocial Stress For Pre Onclogy Surgery Patients" at one hospital in Padang. The study used "Quasi-experimental pre-post test without control group" design with the intervention of meditation therapy. These samples included 44 people.Sampling bThese samples included 44 people.The sampling used by way purpusive sampling. The testing differences in average decline of physical and psychosocial stress in the intervention group and the control group is T test. The results showed an average decline of physical and psychosocial stress after meditation more in the intervention group compared with the control group. The conclusion significantly meditation therapy can reduce physical and psychosocial stress in patients withpreoperative oncology surgical. It needs to be applied as a therapy nursing meditation therapy in treating preoperative patients at least once a day for 30 minutes. Keywords      :     physical and psychological stress, oncology surgical patients , meditation therapy Abstrak Pasien yang akan menjalani pembedahan umumnya akan mengalami stres. Baik stress fisik maupun stress psikologis (kecemasan).Hal ini sangat berbahaya karena tingginya denyut jantung dan tekanan darah akan memperberat sistem kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penurunan Stres Fisik Dan Psikososial  Pasien Pre Operasi Bedah Onkologi di salah satu Rumah Sakit Di Kota Padang. Desain penelitian ”Quasi experimental pre-post test without kontrol group” dengan intervensi Meditasi Terapi. Sampel penelitian berjumlah 44 orang.Pengambilan sampel dengan cara purpusive sampling.Pengujian perbedaan penurunan rata-rata stres fisik dan psikososial pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol adalah uji T test. Hasil menunjukkan penurunan rata-rata stres fisik dan psikososial setelah meditasi pada kelompok intervensi lebih banyak dibanding dengan kelompok control.Kesimpulan secara signifikan meditasi  terapi dapat menurunkan stres fisik dan stres psikososial pada pasien pre operasi bedah onkologi. Rekomendasi hasil penelitian perlu diterapkan meditasi terapi  sebagai terapi keperawatan dalam merawat pasien   pre operasi minimal sehari sekali selama 30 menit. Kata Kunci   :     Stres Fisik dan stres psikologis, Pasien Bedah Onkologi, Meditasi terapi
KAJIAN FAKTOR ORGANISASI DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DALAM PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RSUD PARIAMAN Murni, Dewi; Bachtiar, Hafni; Sasmita, Happi
Ners Jurnal Keperawatan Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.464 KB) | DOI: 10.25077/njk.12.1.1- 14.2016

Abstract

AbstractNursing care documentation is a record and report in nursing setting that is useful for patients, nurse and medical team in providing services on communication accurately and completely in writing as nurse’s responsibility. An effective documentation could ensure the continuity of service, saving time and minimizing the risk of error. The implementation of nursing documentation is one way to measure , determine, monitor and conclude a nursing care service in a hospital. The implementation of nursing documentation in Pariaman Public Hospital shows are still low (49.5%) than their own limit 65%, while, according to the Ministry of Health, 80% as the limit. Nurse’s performance in the nursing care implementation was influenced by organizational factors (Leadership of head nurse, remuneration, supervision and coaching). The purpose of this study was to find out whether organizational factors related to nurses' performance in the implementation of nursing care in hospitals Pariaman. This study used cross sectional design. Population and sample in this study were 89 nurses in hospitals Pariaman, with simple random sampling. Instrument used questionnaire. The results showed that there was a significant relationship between leadership (p = 0.000), rewards (p = 0.005), supervision (p = 0.000) and coaching (p = 0.003). This study recommended to the head of Pariaman Public Hospital to improve supervision in each room, leadership, rewards and guidance on the implementation of nursing care to nurses.Keywords : Performance, Documentation, nursing careAbstrakDokumentasi asuhan keperawatan merupakan bukti pencatatan dan pelaporan yang dimiliki perawat dalam asuhan keperawatan yang berguna bagi pasien, perawat dan tim serta tanggung jawab perawat. Dokumentasi yang efektif menjamin kesinambungan pelayanan, menghemat waktu, dan meminimalisasi resiko kesalahan. Pelaksanaan dokumentasi keperawatan sebagai salah satu alat ukur untuk mengetahui, memantau dan menyimpulkan suatu pelayanan asuhan keperawatan yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit. Data menunjukkan pendokumentasian asuhan keperawatan masih rendah (49,5%), dengan ketentuan RSUD Pariaman mengunakan asuhan keperawatan adalah 65% sedangkan, menurut Depkes 80%. Kinerja Perawat dalam pelaksanaan asuhan keperawatan dipengaruhi oleh faktor organisasi (Kepemimpinan kepala ruangan, imbalan, supervisi dan pembinaan). Tujuan penelitian ini untuk melihat factor organisasi yang berhubungan dengan kinerja perawat dalam pelaksanaan asuhan keperawatan di RSUD Pariaman. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana di RSUD Pariaman dengan jumlah sampel 89 orang, dengan teknik pengambilan sampel Simpel random sampling. Instrument yang digunakan angket. Hasil uji statistik bivariat chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara kepemimpinan (p = 0,000), imbalan (p = 0,005), supervisi (p = 0,000) dan pembinaan (p = 0,003). Rekomendasi bagi Direktur RSUD Pariaman untuk meningkatkan supervisi di setiap ruangan, kepemimpinan, imbalan dan pembinaan terhadap pelaksanaan asuhan keperawatan kepada perawat pelaksana.Kata kunci : Kinerja, dokumentasi, asuhan keperawatan
PENGALAMAN PASIEN HIPERTENSI PRIMER SUKU MINANG YANG MENJALANI PERAWATAN DI RUMAH -, Rina; -, Setiawan; Siregar, Cholina Trisna
Ners Jurnal Keperawatan Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.135 KB) | DOI: 10.25077/njk.12.1.48-66.2016

Abstract

Abstract Primary hypertension if not controlled properly at home will develop into secondary hypertension which may cause damage to the target organ. Primary hypertension is often called the "Silent Killer" because it has no early symptoms, patients often do not realize it and did not check into the health service thus increasing the incidence of hypertension, in general, increased prevalence of primary hypertension in West Sumatra province in which the majority of tribes Minang community. This study aims to dig deeper primary hypertension patients experience Minang tribe undergoing treatment at home. This type of research is descriptive phenomenology. The method used in this study using Colaizzi consisting of 7 steps. The number of participants in this study were 15 participants. Results of this study discusses the primary hypertension patients experience Minang tribe who undergo treatment at home. This study revealed six themes, namely; (1) Knowledge and understanding of hypertension, (2) Habit lived, the daily routine in the control of blood pressure at home, (3) feelings and beliefs on health, (4) barriers in controlling blood pressure at home, (5) external support in the control of blood pressure at home, and (6) reliance on the use of alternative therapies (naturally). Suggestions for patients with primary hypertension walking is a great exercise. This can be done each day, special training is not important, the important thing is regular exercise, regular physical activity can lower blood pressure by 5 to 10 mmHg. Keywords      : Hypertension Primer, Minang Tribe, control of blood pressure at home. Abstrak Hipertensi primer jika tidak dikendalikan dengan baik di rumah akan berkembang menjadi hipertensi sekunder yang dapat menimbulkan kerusakan pada organ target. Hipertensi primer sering disebut “Silent Killer” karena tidak memiliki gejala awal, pasien sering tidak menyadarinya dan tidak memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan sehingga meningkatkan angka kejadian hipertensi, pada umumnya prevalensi hipertensi primer meningkat di Provinsi Sumatera Barat pada masyarakat yang mayoritas bersuku Minang. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam pengalaman pasien hipertensi primer suku Minang yang menjalani perawatan di rumah. jenis penelitian ini adalah fenomenologi deskriptif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode Colaizzi yang terdiri dari 7 langkah. Jumlah partisipan dalam penelitian ini sebanyak 15 partisipan. Hasil penelitian ini membahas tentang pengalaman pasien hipertensi primer suku Minang yang menjalani perawatan di rumah. Penelitian ini mengungkapkan enam tema yaitu; (1) Pengetahuan dan pemahaman tentang hipertensi, (2) Kebiasaan yang dijalani, rutinitas sehari-hari dalam pengendalian tekanan darah di rumah, (3) Perasaan dan keyakinan terhadap kesehatan, (4) Hambatan dalam pengendalian tekanan darah di rumah, (5) Dukungan eksternal dalam pengendalian tekanan darah di rumah dan (6) Kepercayaan terhadap penggunaan terapi alternatif (alami). Saran bagi penderita hipertensi primer berjalan adalah latihan yang bagus. Hal ini dapat dilakukan setiap hari, latihan khusus tidak penting, yang terpenting adalah olahraga secara teratur, aktivitas fisik secara teratur dapat menurunkan tekanan darah dengan 5 sampai 10 mmHg. Kata Kunci   :  Hipertensi Primer, Suku Minang, Pengendalian tekanan darah di rumah
PENGALAMAN PERAWAT DALAM MENERAPKAN TERAPI COMPLEMENTARY ALTERNATIVE MEDICINEPADA PASIEN STROKE DI SUMATERA BARAT Husna, Elfira; -, Setiawan; Tarigan, Rosina
Ners Jurnal Keperawatan Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.168 KB) | DOI: 10.25077/njk.12.1.15-23.2016

Abstract

Abstract Complementary alternative medicine therapy is a medical practice group and health which is considered as part of conventional treatment. Many studies indicate the frequent use of complementary alternative therapy by patients affected by chronic illness. It is used by neurologic disorder patients like stroke, compared with non neurologic disorder like hypnosis, yoga, herbal therapy, and acupunture. In their service to stroke patients, nurses play their role in giving information and education concerning complementary alternative therapy. Indonesian nurses are beginning to use this method in their practices so that many of them participate in training about it. The objective of the research was to explore nurses’ experience in applying complementary alternative medicine in stroke patients in West Sumatera. The research used descriptive phenomenological approach with 14 nurses. The data werw gathered by conducting in-depth interviews, guided interview, and filed records and analyzed by using Collaizzimethode (1978) through seven stages. The study found there were seven themes as follows: increase capability take care of patients, assist cope patient complaint, nurse give information about therapy alternative to patients, nurses give therapy as standard, add finances and relations, feel happiness and satisfaction, and barrier applying alternative therapy. The themes in  in this research were new themes in qualitative research related to nurses’ experience in applying complementary alternative therapy in stroke patients. Keywords      : Complementary Alternative Medicine, Stroke Patient, Nurses’Experience Abstrak Terapi alternatif komplementer atau complementary alternative medicine merupakan sebuah kelompok praktek medis dan produk kesehatan yang dianggap tidak menjadi bagian dari pengobatan konvensional. Banyak studi yang menunjukkan tingginya penggunaan terapi alternatif komplementer pada kondisi pasien kronis. Penggunaan terapi alternatif komplementer lebih sering digunakan pada pasien gangguan neurologi seperti stroke dibandingkan gangguan non neurologi seperti hipnosis, yoga, terapi herbal dan akupuntur. Dalam meningkatkan perannya memberikan pelayanan pada pasien stroke, perawat mempunyai peran dalam memberikan informasi dan edukasi terkait terapi alternatif komplementer. Perawat Indonesia mulai banyak mengembangkan terapi alternatif komplementer dalam praktek mandirinya, sehingga berbagai pelatihan keahlian terapi alternatif mulai diminati oleh perawat untuk dikembangkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengalaman perawat dalam menerapkan terapi complementary alternative medicine pada pasien stroke di Sumatera Barat. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi deskriptif dengan jumlah 14 partisipan perawat. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara mendalam dengan bantuan panduan wawancara dan catatan lapangan. Analisa penelitian ini menggunakan metode Colaizzi (1978) melalui tujuh tahapan proses analisa. Hasil penelitian didapatkan 7 tema yaitu, meningkatkan kemampuan merawat pasien, membantu mengatasi keluhan pasien, perawat memberikan informasi tentang terapi alternative kepada pasien, perawat memberikan terapi sesuai standar, menambah penghasilan dan relasi, merasakan kebahagiaan dan kepuasan dan hambatan menerapkan terapi alternatif. Tema-tema dalam penelitian ini merupakan tema baru dalam penelitian kualitatif terkait pengalaman perawat dalam menerapkan terapi alternatif komplementer pada pasien stroke. Kata kunci   : Complementary Alternative Medicine, Pasien Stroke, Pengalaman Perawat
KARAKTERISTIK PERAWAT DAN PERILAKU KESELAMATAN KERJA PERAWAT DI RSUD DEPOK Putri, Zifriyanthi Minanda; Handiyani, Hanny; Afifah, Efy
Ners Jurnal Keperawatan Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.56 KB) | DOI: 10.25077/njk.12.1.67-75.2016

Abstract

Abstract Hospital as a health care facility can be a dangerous place and a high risk to safety. Nursing personel who work continuously provide nursing care in hospital continuously for 24 hours every day at risk of illness and accidents. This study aims to identify the characteristics of the relationship of nurses with nurses work safety behavior. This study was a descriptive cross sectional approach. The results showed no association between nurse characteristics include age, gender, education, employment, and training with the nurses work safety behavior. The hospital is expected to provide wider opportunities for nurses to continue their education to a higher level, and organizes regular socialization and training related to safety of nurses in improving the safety behavior of nurses. Keywords      : Characteristics, Nurses, Work safety behavior Abstrak Rumah sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan dapat menjadi tempat yang berbahaya dan berisiko tinggi untuk keselamatan kerja. Tenaga keperawatan yang bekerja secara berkesinambungan memberikan pelayanan keperawatan di rumah sakit secara terus menerus selama 24 jam setiap hari berisiko mengalami penyakit dan kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan karakteristik perawat dengan perilaku keselamatan kerja perawat. Desain penelitian ini adalah deskriptif  dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara karakteristik perawat meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, masa kerja, dan pelatihan dengan perilaku keselamatan kerja perawat. Rumah sakit diharapkan memberikan  kesempatan yang lebih luas kepada perawat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi  serta menyelenggarakan  sosialisasi dan pelatihan secara berkala terkait keselamatan kerja perawat dalam upaya meningkatkan perilaku keselamatan kerja perawat. Kata Kunci         :              Karakteristik, Perawat., Perilaku keselamatan kerja
KAJIAN FAKTOR ORGANISASI DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DALAM PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RSUD PARIAMAN Murni, Dewi; Bachtiar, Hafni; Sasmita, Happi
Ners Jurnal Keperawatan Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.12.1.1 - 14.2016

Abstract

Dokumentasi asuhan keperawatan merupakan bukti pencatatan dan pelaporan yang dimiliki perawat dalam asuhan keperawatan yang berguna bagi pasien, perawat dan tim serta tanggung jawab perawat. Dokumentasi yang efektif menjamin kesinambungan pelayanan, menghemat waktu, dan meminimalisasi resiko kesalahan. Pelaksanaan dokumentasi keperawatan sebagai salah satu alat ukur untuk mengetahui, memantau dan menyimpulkan suatu pelayanan asuhan keperawatan yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit. Data menunjukkan pendokumentasian asuhan keperawatan masih rendah (49,5%), dengan ketentuan RSUD Pariaman mengunakan asuhan keperawatan adalah 65% sedangkan, menurut Depkes 80%. Kinerja Perawat dalam pelaksanaan asuhan keperawatan dipengaruhi oleh faktor organisasi (Kepemimpinan kepala ruangan, imbalan, supervisi dan pembinaan). Tujuan penelitian ini untuk melihat factor organisasi yang berhubungan dengan kinerja perawat dalam pelaksanaan asuhan keperawatan di RSUD Pariaman. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana di RSUD Pariaman dengan jumlah sampel 89 orang, dengan teknik pengambilan sampel Simpel random sampling. Instrument yang digunakan angket. Hasil uji statistik bivariat chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara kepemimpinan (p = 0,000), imbalan (p = 0,005), supervisi (p = 0,000) dan pembinaan (p = 0,003). Rekomendasi bagi Direktur RSUD Pariaman untuk meningkatkan supervisi di setiap ruangan, kepemimpinan, imbalan dan pembinaan terhadap pelaksanaan asuhan keperawatan kepada perawat pelaksana.   

Page 1 of 1 | Total Record : 9