cover
Contact Name
Moh Zayyadi
Contact Email
zayyadi@unira.ac.id
Phone
+6285330752474
Journal Mail Official
math@unira.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Panglegur Km 3,5 Pamekasan
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
SIGMA
Published by Universitas Madura
ISSN : 25090919     EISSN : 26847698     DOI : http://dx.doi.org/10.36513/sigma
Core Subject : Education,
Jurnal SIGMA diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Madura Pamekasan. Artikel yang dimuat meliputi tulisan tentang pembelajaran baik SD, SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi dalam bentuk: Temuan Penelitian, pembelajaran bidang studi Matematika, pengalaman praktis, kajian kepustakaan, gagasan konseptual.
Articles 54 Documents
MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PAPAN FLANEL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Subaidi, Agus
Jurnal Sigma Vol 3, No 1 (2017): Jurnal SIGMA
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.244 KB) | DOI: 10.0324/sigma.v3i1.334

Abstract

Guru perlu menerapkan model pembelajaran yang dapat menjadikan siswa aktif dalam proses kegiatan belajar mengajar yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan. Salah satu model yang pembelajaran yang dapat membuat siswa lebih aktif dan berfikir kritis adalah model Problem Based Learning. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dengan menggunakan media papan flanel untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan segiempat kelas VII SMP Negeri 2 Pademawu. Sedangkan tekhnik pengumpulan datanya melalui observasi, angket, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa mengalami peningkatan sebesar 0, 34 yang semula pada siklus 1 sebesar 3,02 menjadi 3,36 pada siklus 2. Nilai tersebut termasuk dalam kategori baik. Angket siswa mengalami peningkatan sebesar 11,25 % yang semula pada siklus 1 sebesar 80 % menjadi 91,25 % pada siklus 2. Nilai tersebut termasuk dalam kategori positif. Sedangkan rata-rata hasil tes siswa yang tuntas mengalami peningkatan sebesar 15 % dari 75%  di siklus 1 menjadi  90% di siklus 2. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning dengan menggunakan media papan flanel dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan segiempat kelas VII SMP Negeri 2 Pademawu.    
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR DAN PEMAHAMAN KONSEP HIMPUNAN MENGGUNAKAN METODE INKUIRI Mahmud, Amir
Jurnal Sigma Vol 3, No 2 (2018): JURNAL SIGMA
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.206 KB) | DOI: 10.0324/sigma.v3i2.387

Abstract

Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan subyek penelitian siswa kelas VII A MTs Baiturrohman Salak Randuagung yang berjumlah 23 siswa yang terdiri dari 23 siswa laki-laki. Penelitian Ini dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri dari 4 tahap pada setiap siklusnya yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi aktivitas guru, lembar observasi aktivitas siswa, dan analisis hasil belajar siswa untuk data pendukung pemahaman konsep siswa. Hasil dari penelitian yang dilaksanakan diketahui bahwa perolehan rata-rata aktivitas siswa pada siklus I sebesar 69% dan siklus II menjadi 89%. Meningkat 20%. Sedangkan untuk pemahaman konsep siswa pada siklus I sebesar 70% dengan 16 siswa tuntas belajar dan 7 siswa tidak tuntas belajar, sedangkan pada siklus ke II sebesar 83% dengan 19 siswa tuntas belajar dan 4 siswa tidak tuntas belajar. Mengalami peningkatan 13%. Berdasarkan pembahasan diatas menunjukkan bahwa penerapan inkuri, aktivitas belajar dan pemahaman konsep siswa  mengalami npeningkatan dari siklus I ke siklus II. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode inkuiri dapat meningkatkan aktivitas belajar dan pemahaman konsep siswa kelas VII A MTs Baiturrohman Salaka Randuagung.
PENINGKATAN DAYA INGAT TERHADAP PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN Suroso, Suroso
Jurnal Sigma Vol 1, No 2 (2016): JURNAL SIGMA
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1443.124 KB) | DOI: 10.0324/sigma.v1i2.64

Abstract

Pelajaran matematika yang menurut banyak orang merupakan induknya ilmu pengetahuan dan merupakan salah satu mata  pelajaran yang diajarkan pada setiap jenjang pendidikan secara terus menerus selalu menjadi bahan kajian. Hal tersebut sejalan dengan kenyataan bahwa hasil belajar matematika  cenderung kurang optimal. Contoh hal tersebut dapat dilihat hasil ulangan harian kelas IX SMP Negeri 2 Pamekasan.Pada pelajaran matematika siswa yang tuntas selalu tidak lebih dari 40 %. Agar hasil belajar siswa kelas IX dapat meningkat sesuai dengan tujuan yang diharapkan  yaitu sebagian besar siswa ( 80% ) dapat tuntas belajar,maka perlu dilakukan tindakan kelas berupa penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran. Tindakan tersebut terdiri dari 3 siklus : yaitu siklus 1  guru menjelaskan dengan menampilkan media yang relevan dengan materi. Siklus 2 siswa diberi tugas membuat media sesuai yang di tugaskan guru. Siklus 3 siswa di beri tugas membuat media sesuai dengan kreatifitas siswa masing-masing.pada akhir tindakan di peroleh hasil sebagai berikut ; pada siklus 1 siswa yang tuntas belajarnya 60,42 % dan yang belum tuntas 39,58 %. Siklus 2 siswa yang tuntas 68.75% dan yang belum tuntas 31,25 %.dan siklus 3 siswa yang tuntas 64,58 % yang belum tuntas 35,42%. Dari hasil tersebut ternyata ketuntasan secara klasikal belum bisa tercapai namun tergambar adanya peningkatan persentase yang berkisar dari 65,02 % menjadi 68,75 % dan 64,58 %.
PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DENGAN SETTING MODEL LEARNING TOGETHER (LT) PADA POKOK BAHASAN BANGUN RUANG SISI DATAR Subaidi, Agus
Jurnal Sigma Vol 2, No 1 (2016): JURNAL SIGMA
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.543 KB) | DOI: 10.0324/sigma.v2i1.69

Abstract

Berdasarkan kenyataan di lapangan yaitu sekolah masih banyak guru matematika yang menggunakan model pengajaran langsung dimana proses pembelajaran cenderung berpusat pada guru sehingga menyebabkan siswa sulit untuk berpartisipasi aktif dalam memahami pelajaran. Sementara itu, ada kecenderungan dewasa ini untuk kembali pada pemikiran bahwa anak akan belajar lebih baik  jika lingkungan diciptakan alamiah. Belajar akan lebih bermakna jika anak “mengalami”  apa yang dipelajarinya, bukan “mengetahui”. Pelajaran yang berorientasi pada target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi “mengingat”  jangka  pendek,  tetapi  gagal dalam membekali anak memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang. Oleh karena itu, seorang pendidik membutuhkan suatu keterampilan dalam menggunakan variasi antara model pembelajaran dan pendekatan pembelajaran. Salah  satu cara sebagai upaya untuk mengatasi masalah tersebut salah satunya dengan menggunakan penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning  (CTL) dengan setting model Learning Together  (LT). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana aktifitas siswa, respon siswa, dan ketuntasan belajar siswa dalam penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning  (CTL) dengan setting model Learning Together (LT) pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar. Peneliti mengumpulkan data melalui observasi aktivitas siswa, angket dan Tes. Kemudian data yang terkumpul dianalisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa termasuk kategori baik, respon siswa sebesar 75, 38% yang tergolong kategori positif , dan ketuntasan belajar siswa secara klasikal sebesar 88,46% yang terdiri dari tiga orang yang belum tuntas. Penulis menyimpulkan bahwa pendekatan  Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan setting model Learning Together (LT) pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar dapat dikatakan baik untuk diterapkan.
MENINGKATKAN PEMAHAMAN MAHASISWA DENGAN PENGGUNAAN MICROSOFT MATHEMATICS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PADA MATA KULIAH KALKULUS
Jurnal Sigma Vol 1, No 1 (2015): JURNAL SIGMA
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.306 KB) | DOI: 10.0324/sigma.v1i1.74

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui  pemahaman mahasiswa pada mata kuliah kalkulus dengan Microsoft Mathematics dan  juga untuk mengetahui efektivitas penggunaan Microsoft Mathematics terhadap mata kuliah kalkulus. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini pre-eksperimen dengan jenis One Group Pretest-Posttest Design. Sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel populasi dikarenakan jumlah populasi yang ada hanya sedikit yaitu 20 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah memberikan soal tes dan melakukan wawancara. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah rata-rata nilai postest dari 20 mahasiswa adalah 79,65 dan berada pada kategori tinggi, serta dari hasil perhitungan N-gain sebesar 0,46 dimana mahasiswa terdapat peningkatan pemahaman pada mata kuliah kalkulus, sehingga penggunaan Microsoft Mathematics dalam mata kuliah kalkulus dikatakan efektif.
IMPLEMENTASI TEKNIK VISUAL THINKING BERBASIS PENGOPTIMALAN FUNGSI OTAK KANAN DALAM PENCAPAIAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP Ramlah, Ramlah; Marlina, Rina
Jurnal Sigma Vol 2, No 2 (2017): JURNAL SIGMA
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.082 KB) | DOI: 10.0324/sigma.v2i2.179

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menelaah implementasi teknik visual thinking berbasis pengoptimalan fungsi otak kanan dalam pencapaian komunikasi matematis siswa SMP. Serta untuk mengetahui kesulitan-kesulitan siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas komunikasi matematis. Penelitian dengan desain grup non-ekivalen kepercobaan-kuasi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII di dua SMP Negeri KecamatanKarawang Barat.Ukuran sampel untuk setiap grup pembelajaran adalahn = 54 siswa.Instrumen tes komunukasi matematis berupa soal uraian.Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan bahwa pencapaian komunikasi matematis siswa SMP yang pembelajarannya menggunakan teknik visual thinking dengan mengoptimalkan fungsi otak kanan lebih tinggi dari pada siswa yang menggunakan pembelajaran biasa.
PROFIL BERPIKIR KREATIF SISWA BERKEMAMPUAN MATEMATIKA TINGGI DALAM MEMECAHKAN MASALAH OPEN ENDED
Jurnal Sigma Vol 3, No 1 (2017): Jurnal SIGMA
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.304 KB) | DOI: 10.0324/sigma.v3i1.335

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan berpikir kreatif siswa berkemampuan matematika tinggi dalam memecahkan masalah terbuka (open ended). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menghasilkan data deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX MTs penelitian ini adalah siswa kelas IX MTs Az-Zubair Tlanakan Pamekasan yang berkemampuan matematika tinggi. Peneliti melakukan tes daan wawancara untuk memperoleh data tentang berpikir kreatif siswa berkemampuan matematika tinggi dalam memecahkan masalah terbuka (open ended). Untuk memperoleh data yang valid peneliti melakukan triangulasi. Dari data yang valid menghasilkan deskripsi bahwa subjek memahami masalah dengan cara membaca masalah terbuka (Open Ended)  untuk mengidentifikasi dan mengenal apa yang diketahui pada permasalahan. Kemudian subjek juga mengenal apa yang ditanya pada soal dengan menggunakan bahasanya sendiri. Dalam rencana pemecahan masalah setelah subjek mendapatkan informasi, Subjek belum mempunyai arah tertentu untuk menyelesaikan masalah akan tetapi alam pikiran mengeksplorasi berbagai alternatif, kemudian Subjek menggunakan cara lain untuk menyelesaikan permasalahan karena masalah yang diberikan ada masalah terbuka (Open Ended). Selain itu subjek menjelaskan bahwa strategi yang digunakan bisa memecahkan permasalahan dengan tepat. Dalam melaksanakan rencana pemecahan masalah, subjek melaksanakan rencana pemecahan masalah sesuai dengan rencana pemecahan masalah. Dalam memeriksa kembali, subjek memeriksa kembali langkah-langkah pemecahan masalah dengan membaca kembali jawaban yang sudah diperoleh, kemudian subjek mengoreksi kembali operasi matematikanya. Subjek menyatakan bahwa hasil yang diperoleh sudah tepat.
PROSES BERPIKIR KREATIF SISWA LEVEL MULTISTRUCTURAL PADA TAKSONOMI SOLO DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA Widadah, Soffil
Jurnal Sigma Vol 3, No 2 (2018): JURNAL SIGMA
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.697 KB) | DOI: 10.0324/sigma.v3i2.426

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisa proses berpikir kreatif siswa Sekolah Menengah Atas level multistructural dalam memecahkan masalah. Penelitian merupakan penelitian deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif. Komponen proses berpikir kreatif dalam penelitian ini meliputi: persiapan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa proses berpikir kreatif siswa level multistructural memenuhi tahap persiapan, inkubasi dan iluminasi, namun tidak memenuhi tahap verifikasi. Siswa level multistructural hanya memenuhi komponen berpikir kreatif fleksibilitas.
HASIL BELAJAR MATEMATIKA ANTARA SISWA YANG DIAJAR MENGGUNAKAN STRATEGI PEMECAHAN MASALAH MODEL POLYA DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN EKSPOSITORI
Jurnal Sigma Vol 1, No 2 (2016): JURNAL SIGMA
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (956.594 KB) | DOI: 10.0324/sigma.v1i2.65

Abstract

According to Polya problem solving is defined as an attempt to find a way out of a difficulty in order to achieve an objective that is not so easily achieved immediately. While the expository teaching strategy is a learning strategy that emphasizes the process of delivery of content directly from a teacher to a group of students in order for students to master the subject matter optimally. Meanwhile, one of the materials studied in mathematics is the derivative function. From the above, efforts to be made to select a better learning strategies used in teaching mathematics is to compare learning outcomes between students who are taught math using Polya model problem-solving strategies with expository teaching strategies on the subject of the derivative function.  Apparently after research showed that there was no comparison  learning outcomes  in math between students taught using Polya model problem-solving strategies is taught by using the expository teaching strategy.
PROFIL BERPIKIR RELASIONAL SISWA SMA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF FIELD DEPENDENT
Jurnal Sigma Vol 2, No 1 (2016): JURNAL SIGMA
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1903.112 KB) | DOI: 10.0324/sigma.v2i1.70

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses berpikir  relasional siswa dalam pemecahan masalah matematika ditinjau dari gaya kognitif  field  dependent. Langkah pemecahan masalah menggunakan langkah-langkah pemecahan masalah Polya, yaitu  mulai dari memahami masalah, merencanakan pemecahan masalah, melaksanakan rencana pemecahan masalah dan memeriksa kembali hasil pemecahan masalah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pemberian tes GEFT, tes kemampuan matematika, tugas pemecahan masalah dan wawancara. Dalam penelitian ini digunakan satu siswa kelas X-MIPA2 SMA Negeri  3 Pamekasan sebagai subjek penelitian yang memiliki gaya kognitif  field  dependent. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan langkah-langkah, yaitu reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Sedangkan untuk mendapatkan data penelitian yang valid, dalam penelitian ini digunakan triangulasi waktu.Dalam memahami masalah  SFD  menghubungkan informasi yang didapatkan dengan variabel untuk mendapatkan persamaan dan menyebutkan apa yang ditanyakan. Walaupun awalnya SFD kesulitan dalam memahami maksud soal. SFD menghubungkan informasi yang di dapat dengan persamaan linier dua variabel, tiga variabel dan operasi aljabar serta langsung membuat persamaan yang marupakan langkah awal untuk menjawab pertanyaan. Dalam merencanakan penyelesaian, SFD menghubungkan informasi dengan eliminasi dan substitusi untuk menyelesaikan masalah, dia menggunakan dua kali eliminasi dan dua kali substitusi untuk menjawab pertanyaan dalam soal. Dalam melaksanakan penyelesaian SFD melaksanakan apa yang sudah direncanakan dengan baik  dan sesuai dengan rencana yang telah dibuatnya. Dalam memeriksa kembali hasil penyelesaian, subjek membaca, menghitung dan mengecek ulang langkah-langkah yang telah dilakukan untuk menyelesaikan masalah sehingga  yakin  bahwa  jawabannya benar  dengan  menghubungkan nilai variabel yang sudah di dapatkan ke persamaan tiga variabel mengggunakan substitusi.