cover
Contact Name
Indra Rukmana
Contact Email
indra@iaiig.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalwarna@iaiig.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. cilacap,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Warna
ISSN : 26151642     EISSN : 25500058     DOI : -
Jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan anak usia dini dengan pengajarannya melalui media seni dan budaya. Terbit dua kali setahun pada bulan Januari dan Juli. Memuat tulisan yang menyangkut gagasan atau pemikiran, hasil penelitian pendidikan anak usia dini, seni, budaya pariwisata berbasis edukasi dan pengajarannya.
Arjuna Subject : -
Articles 29 Documents
STRATEGI PEMASARAN JASA PENDIDIKAN UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN (TRUST) STAKEHOLDERS di TK AMAL INSANI DEPOK YOGYAKARTA Elytasari, Suvidian
Jurnal Warna Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.641 KB)

Abstract

Dewasa ini, persaingan lembaga pendidikan anak usia dini makin kompetitif. Hal ini terlihat dari menjamurnya pendirian lembaga PAUD yang menawarkan keunggulan produknya. Oleh karena itu, PAUD mutlak membutuhkan strategi pemasaran agar dapat survive dalam persaingan yang ada. Sementara itu di TK Amal Insani ditinjau dari strategi pemasaran dapat dikatakan sangat berhasil. Hal ini terbukti dari peningkatan peserta didik sangat signifikan dengan membatasi kuota penerimaan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, implementasi, dan implikasi strategi pemasaran jasa pendidikan untuk meningkatkan kepercayaan (trust) stakeholders TK Amal Insani Depok. Penelitian yang dilakukan di TK Amal Insani Depok merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggnakan wawancara, observasi, dokumentasi, dan triangulasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini antara lain menyimpulkan 1) perencanaan strategi pemasaran TK Amal Insani Depok Sleman dilakukan melalui beberapa tahap yaitu melakukan analisis kebutuhan dan keinginan orang tua, analisis SWOT, analisis kompetitor sekolah dan strategi pemilihan pasar. Strategi pemilihan pasar dilakukan dengan 3 tahap yaitu segmentasi pasar, targetting, dan positioning. TK Amal Insani melakukan segmentasi pasar berdasarkan demografi yakni usia 5 tahun dan beragama Islam. TK Amal Insani merupakan sekolah fullday dan reguler, dalam melakukan targetting, sasarannya adalah anak usia 5 tahun yang orangtuanya bekerja maupun tidak. Dalam menciptakan positioning TK Amal Insani di masyarakat telah memfokuskan sekolah berbasis karakter. Adapun wujud perencanaan strategi pemasaran jasa pendidikan TK Amal Insani Depok Sleman adalah menentukan bauran pemasaran yakni menawarkan produk yang berkualitas dengan memberikan pelayanan pembelajaran berbasis sentra dan kegiatan ekstrakurikuler sesuai minat dan bakat, menetapkan harga yang bersaing, lokasi yang strategis. Promosi yang dilakukan TK Amal Insani melalui public relations (bazar dan sembako murah), brosur dan website 2) Penerapan strategi pemasaran di TK Amal Insani adalah pertama, pemasaran internal yakni memberikan pelatihan dan reward untuk guru, perhatian kepada guru, mewadahi keinginan guru. Kedua, pemasaran ekternal yakni menyediakan guru berkualitas, sarana prasana yang memadai, memfasilitasi semua aspek perkembangan anak, pembelajaran sentra dan service yang mengutamakan anak. Ketiga pemasaran interaktif yakni adanya pelayanan yang baik. Keempat, program untuk meningkatkan kepuasan pelanggan (stakeholders) eksternal yakni pertemuan wali murid, outbond, ikatan kerjasama, kunjungan kerumah wali murid, konsultasi psikolog, kepedulian kepada wali murid 3) Implikasi strategi pemasaran di TK Amal Insani adalah meningkatnya animo peserta didik baru, terciptanya loyalitas stakeholders dan terbentuknya citra sekolah yang positif dimasyarakat.
HIBRIDITAS MUSIKAL: STRATEGI BUDAYA? Oktadus, Henry Yuda
Jurnal Warna Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.719 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memahami bagaimana musik tradisi ditempatkan dalam praktik hibrid musikal dalam konteks arus global saat ini, melalui studi kasus hibrid musikal oleh komponis muda di Yogyakarta. Analisis dilakukan berdasarkan pada data yang diperoleh dari pemahaman subjektif partisipan. Transkrip wawancara dan catatan lapangan kemudian diidentifikasi ke dalam unit-unit makna. Unit-unit makna dilabeli dan dikelompokan ke dalam kategori dan tema yang lebih besar untuk dilihat hubungan sebab akibat dan interelasinya. Hibrid musikal terjadi sebagai akibat dari lingkungan yang menyediakan referensi jenis tradisi musik yang variatif. Kondisi semacam inilah yang mendukung para partisipan-komponis untuk tidak puas hanya pada satu jenis musik saja. Dalam studi ini ditemui bahwa hibrid sebagai strategi budaya untuk bersaing dengan pihak yang dominan justru malah lebih mencerminkan hubungan yang tidak seimbang antara musik tradisi lokal dengan musik Pop dan musik tradisi Barat. Karena dari hibrid yang dilakukan partisipan, budaya lokal hanya berfungsi sebagai medium atau material artistik semata sedangkan musik Pop atau musik tradisi Barat berstatus lebih dari sekedar material, namun juga sebagai kerangka atau jalan yang mendikte realisasi musikal mereka. Dengan kata lain, hibrid budaya justru semakin menegaskan kekuatan pihak dominan. Dari studi ini dapat kita lihat bahwa hibrid musik tidak dilakukan dengan maksud pelestarian, namun sebagai cara untuk keluar dari bentuk yang d. Sehingga keliru jika kita melihat bahwa dengan praktik hibrid, pelsetarian budaya dapat berjalan.
ESTETIKA INTERIOR RUMAH COMPOUND DI KAWASAN KOTAGEDE YOGYAKARTA Waheni, Cerrya Wuri
Jurnal Warna Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1419.803 KB)

Abstract

Rumah yang dikenal oleh masyarakat Indonesia pada umumnya menjadi istilah “omah” pada masyarakat Jawa yang menunjukan suatu bangunan yang diberi atap dan dipakai untuk tempat tinggal atau keperluan lainnya. Unit unit ruang pada rumah Jawa, memiliki fungsi yang berbeda yang menentukan cara berkelakuan dan berinteraksi manusia di dalamnya. Unit unit ruang tersebut apabila disejajarkan dapat digambarkan sebagai suatu kontinum dari ruang yang paling publik (pendapa omah ngarep) sampai ke yang paling privat (pawon dan kulah pada bagian omah mburi). Dari ruang yang paling sakral ke ruang yang paling profan. Dari ruang yang paling bersih, sampai ruang yang paling kotor. Kontinum ruang yang digambarkan ini juga menunjukkan kesinambungan dan ruang yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan sosial budaya sampai ke ruang yang berfungsi memenuhi kebutuhan emosional serta biologis. Penulis mencoba melakukan penelitian dari sudut pandang estetika interior rumah coumpound di kawasan kotagede Yogyakarta, dengan harapan bisa menambah ilmu pengetahuan bahwa interior yang terdapat pada rumah Jawa memuat unsur keindahan dan makna tersendiri sebagai pembelajaran bagi manusia yang berada di dalamnya. Estetika interior rumah coumpound ini harapannya juga bisa mengingatkan kembali kepada diri penulis sendiri sebagai perempuan Jawa dan masyarakat Jawa pada umumnya yang terkhusus perempuan di Yogyakarta, untuk mengetahui bahwa pada zaman dahulu rumah coumpound pernah bersaksi di dalam kehidupan perempuan Jawa. Semoga pengetahuan ini bisa menjadi pengetahuan dalam pembentukan sikap dan perilaku masyarakat selain masyarakat Jawa, agar dengan mudah larut dalam pola kehidupan budaya tradisional Jawa. 
DAUN SIRIH MERAH SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KRIYA KAYU Andeska, Niko
Jurnal Warna Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.318 KB)

Abstract

Artikel ini merupakan hasil penelitian mengenai daun sirih merah dan di visualkan kedalam karya seni kriya. Tanaman sirih merah tumbuh menjalar seperti halnya sirih hijau. Dilihat dari segi warna, pada daun sirih merah memiliki perpaduan warna hijau dan merah hati sehingga menambah nilai-nilai estetis pada daun sirih tersebut. Daun sirih merah juga memiliki banyak kegunaan untuk kesehatan yang sangat bermanfaat bagi kita sebagai pengobatan tradisonal, seperti mengobati kanker payudara, jantung, dan sebagainya. Daun sirih merah sebagai sumber ide penciptaan seni kriya cukup representative, hal ini dikarenakan daun sirih merah memiliki banyak keunikan yang layak untuk diangkat sebagai aspirasi dalam penciptaan karya seni kriya, sekaligus sebagai media ekspresi bagi penulis mewujudkan karya berbentuk daun sirih merah dalam penerapan garis dan warna sebagai penggambaran karakter daun sirih, kemudian memunculkan figur manusia.
PRODUKSI REKAMAN KARAWITAN RRI YOGYAKARTA SEBAGAI BENTUK PELESTARIAN BUDAYA Wahyono, Urip
Jurnal Warna Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.977 KB)

Abstract

RRI sebagai radio milik pemerintah mempunyai kewajiban ikut serta menunjang pengembangan seni dan budaya dengan berperan aktif dalam pengembangan seni karawitan melalui proses produksi rekaman uyon-uyon. Di dalam upaya untuk dapat melaksanakan kegiatan proses produksi rekaman karawitan, diperlukan sebuah proses panjang untuk menjadi sebuah siaran karawitan yang berbobot dan menjadi acuan sebagian masyarakat pendengarnya. Proses tersebut dimulai dengan pra produksi sampai dengan pasca produksi siaran. Oleh karena itu hadirnya siaran uyon-uyon menjadi sebuah jawaban dari persoalan pelestarian dan pengembangan seni budaya. 
PENDIDIKAN KARAKTER BAGI ANAK USIA DINI PERSPEKTIF ISLAM Retnaningrum, Wulandari
Jurnal Warna Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.036 KB)

Abstract

Economis crisis problems affect the education system. Education in Indonesia emphasizes results more than processes and further develops intelligence. Parents will feel more happy and proud if their children are smart in the field of technology and science than having children who have good character. The demand to teach children to learn to read, write and count early will result in the implementation of the teaching and learning process of early childhood education. Learning emphasizes cognitive development and this is very contrary to the characteristics of early childhood.Learning about religious knowledge, reading and writing the Al-Qur’an and reading prayers with a memorization system. This learning process will make religion a separate subject. The learning process for early childhood is more useful when emphasizing ways of habituation and example. Character education is very important to be instilled early so children can behave well. The process of coaching and character education must be planned because the character cannot be formed easily and in a short time. The application of early childhood education is inseparable from the teaching of Islam in the Al-Qur’an and Al-Hadith as the main and fundamental provisions so that children can live life in the world based on the teachings of Islam and make the child of a scientist who is pious.
POLA GANDA (PROGRAM PELATIHAN GAMOLAN ANAK DAERAH) SEBAGAI UPAYA TERWUJUDNYA GENERASI BERWAWASAN BUDAYA DI SDN 2 SULUSUBAN LAMPUNG TENGAH dkk, Hasyimkan,
Jurnal Warna Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.57 KB)

Abstract

The activity devotion of Pola Ganda (Training Program Gamolan Anak Daerah) is motivated from the idea that there should be introduction and development of Gamolan instrument in SD Negeri 2 Sulusuban. This is because Gamolan which is one of the pride of the people of Lampung shows quite a fact of irony, because in fact most of the people of Lampung, especially in the Village Sulusuban Central Lampung regency does not know the instrument. With the hope that through this service can straighten the wrong understanding in society as well as efforts to conserve, protection, development and utilization of Gamolan, and aims to streamline Pola Ganda in realizing the generation of cultural insight as well as being able to consider and encourage the government to better preserve local culture. Devotion of Pola Ganda is done by giving learning about history and making of Gamolan as well as intensive training some of Gamolan beats which collaborated with Rebana and Gong to students who are members of Mulei-Mekhanai Gamolan community and teacher board of SD Negeri 2 Sulusuban. The training process uses the Rolling Group method and fun learning.
CAMPURSARI : BENTUK LAIN DARI KESENIAN GAMELAN YANG DITERIMA DI MASA MODERN Kobi, Mohamad Fajrin
Jurnal Warna Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.122 KB)

Abstract

Musik campursari masuk dalam ketegori kebudayaan baru, yakni melakukan perkawinan dan melahirkan bentuk baru. Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa ketika zaman berubah, maka selera dan pola pikir masyarakat pun berubah. Musik tradisional tidak lagi sepenuhnya menjadi hal yang digandrungi masyarakat yang semakin modern. Berdasar wujud campursari tersebut nampaknya campursari menarik untuk dikaji dari sudut pandang Antropologi khususnya pada perubahan kebudayan pada proses akulturasi. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba mengkaji campursari berdasar pada sebuah genre musik yang muncul akibat dari proses akulturasi tersebut. Metode penelitian ini mengunakan metode kualitatif, data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya data dianalisis berdasar analisis kuantitatif mengikuti alur huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campursari dapat dikategorikan sebuah genre musik yang lahir akibat dari proses akulturasi. Di kategorikan demikian, karena campursari merupakan sebuah genre musik yang terbentuk atau dibangun dari perpaduan beberapa genre musik yang berbeda latar budayanya baik dilihat dari segi fisik atau instrumentasi maupun dari segi musikalitasnya.Kata Kunci : campursari, akulturasi, modern
BENTUK DAN FUNGSI SOPO GODANG TAPANULI SELATAN MANDAILING NATAL Kholilah, Anni
Jurnal Warna Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.726 KB)

Abstract

Sopo Godang adalah tempat memusyawarahkan peraturan adat. Selain itu, tempat ini juga dijadikan untuk pertunjukan kesenian, tempat belajar adat dan kerajinan, bahkan juga tempat musyafir bermalam. Berbagai patik, uhum, ugari dan hapantunan lahir dari tempat ini. Juga disiapkan untuk menerima tamu-tamu terhormat. Dirancang berkolong dan tidak berdinding agar penduduk dapat mengikuti berbagai kegiatan di dalamnya. Karenanya Sopo Godang juga disebut Sopo Sio Rangcang Magodang, inganan ni partahian paradatan, parosu-rosuan ni hula dohot dongan. Artinya, Balai Sidang Agung, tempat bermusyawarah melakukan sidang adat, menjalin keakraban para tokoh terhormat dan para kerabat. Tulisan ini membahas bentuk dan fungsi Sopo Godang Mandailing Natal dalam hal kehidupan masyarakat Mandailing meliputi rumah adat dan kekeluargaan. Pembahasan lebih bersifat deskriptif yang diharapkan paling tidak dapat memberi gambaran tentang keberadaan Sopo Godang Mandailing Natal.
MUSIK PADA KOMUNITAS STREET PUNK KOTA MEDAN Sirait, Markus B. T.
Jurnal Warna Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.98 KB)

Abstract

Pemberontakan kaum proletar (kaum pekerja) terhadap kaum borjuis (kaum bangsawan) di Inggris menyebabkan lahirnya budaya baru di kalangan pemuda pemudi Inggris bernama street punk (punk jalanan). Street Punk menyebar ke berbagai penjuru dunia. Punk mulai memasuki Indonesia pada awal tahun 1990-an melalui media massa. Gerakan street punk di Indonesia berawal dari jalanan dengan etos kerja D.I.Y. (Do It Yourself) yang berarti bahwa semuanya dapat kita kerjakan sendiri tanpa meminta bantuan orang lain. Musik Punk memiliki keunikan dengan distorsi gitar yang tajam, beat drum dengan tempo cepat, pemakaian akord yang sederhana biasanya tiga buah akord, aksi panggung yang brutal dengan melakukan moshing (membentuk lingkaran di tengah hiruk pikuk konser musik). Penggunaan kombo band (gitar elektrik, bass elektrik dan drum) hanya digunakan pada saat melakukan event. Sementara itu, musik yang dipergunakan para punkers dalam kesehariannya dengan menggunakan barang-barang bekas (recycle) dan alat musik yang dapat didapatkan dengan mudah diantaranya adalah ukulele, gitar, ketipung (terbuat dari pipa paralon / PVC dan ban dalam bekas) dan shacker (dibuat dari bahan-bahan yang mudah didapatkan). Aktivitas yang dilakukan street punk Medan ini adalah mengamen, menyebarkan ideologi punk dan berkumpul bersama pecinta punk. Stigma masyarakat terhadap para punkers ini sering dikonotasikan negatif sebagai sampah masyarakat karena musik dan gaya hidup serta ideologi yang dianut para punkers tersebut tidak sesuai dengan norma-norma sosial dalam masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui musik dari komunitas street punk tersebut dan kaitan musik dengan tingkah laku para punkers. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif yaitu Etnografi.

Page 1 of 3 | Total Record : 29