cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Alami : Jurnal Teknologi Reduksi Risiko Bencana
ISSN : -     EISSN : 25488635     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Alami adalah salah satu jurnal yang diterbitkan oleh Pusat Teknologi Reduksi Risiko Bencana, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Kami menerbitkan makalah penelitian asli, meninjau artikel, dan studi kasus yang berfokus pada teknologi yang mampu mereduksi risiko bencana serta topik terkait. Semua makalah ditelaah oleh setidaknya dua peninjau. Jurnal Alami diterbitkan dua kali setahun di setiap bulan Mei dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 85 Documents
ANALYSIS OF VEGETATION STRUCTURE AND COMPOSITION IN KARU LAKE CATCHMENT AREA, OBI ISLAND, SOUTH HALMAHERA DISTRICT, NORTH MALUKU PROVINCE Sudiana, Nana; Raharjo, Akhmadi Puguh
Jurnal Alami : Jurnal Teknologi Reduksi Risiko Bencana Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.796 KB) | DOI: 10.29122/alami.v2i2.3032

Abstract

Obi Island possess substantial natural resource potential in the form of nickel ore. Since 2014, exports of raw mineral resources have been banned and the government obligate the construction of smelters. The amount of energy and water needed for smelter requires careful planning in relation to the potential water resource available in proximity to smelter construction site, which in this case is Lake Karu. The purpose of this study was to determine the condition of the structure and composition of vegetation in the catchment area of Lake Karu. Data collected were diameter at breast height (dbh) and height of vegetation from each growth state (seedlings, saplings, poles and trees). Sampling method used for vegetation data collection were in the form of a plot in a transect. The measurement results obtained from field surveys were then analyzed to obtain the Important Value Index (IVI) of each type of vegetation and Shannon-Wiener diversity index. From this study it is known that there are three classes of lowland forest in the study location. When sorted from the most diverse to the most uniform, the sequence is: heterogeneous lowland forests, forests in river corridors and homogeneous lowland forests. Forest conditions in the study sites are in good condition and further research is needed to add more depth to this study.
POLA FLUKTUASI KEKERUHAN AIR DI AREA POTENSIAL BANJIR SUNGAI CIUJUNG KECAMATAN KRAGILAN, KABUPATEN SERANG Prihartanto, .
Jurnal Alami : Jurnal Teknologi Reduksi Risiko Bencana Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.2 KB) | DOI: 10.29122/alami.v1i1.120

Abstract

ABSTRAKFluktuasi Kekeruhan air Sungai Ciujung di area potensial banjir Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang memiliki pola yang berbeda antara musim kemarau dan musim hujan. Untuk menganalis pola fluktuasi turbiditas di Sungai Ciujung,  maka digunakan data sekunder kualitas air sungai pada musim kemarau 2013 untuk parameter zat padat tersuspensi yang memiliki kontribusi terhadap kekeruhan sungai. Sebagai pembanding dilakukan pengukuran kekeruhan secara langsung pada musim hujan 2016. Dari hasil perbandingan kedua musim tersebut diperoleh perbedaaan pola fluktuasi kekeruhan antara musim kemarau 2013 dan musim hujan 2016. Kegiatan-kegiatan domestik, komersial dan industri memiliki kontribusi terhadap pola fluktuasi kekeruhan di S. Ciujung yang berada di Kecamatan Kragilan.. Di samping itu, sedimentasi terjadi juga sepanjang sungai. Kata Kunci: Kekeruhan, Sedimentatsi, Banjir, Padatan Tersuspensi
ANALISIS KAWASAN RAWAN LONGSOR DAN KETERKAITANNYA TERHADAP KUALITAS TANAH DAN PENGGUNAAN LAHAN (Kasus di Kawasan Agribisnis Juhut Kabupaten Pandeglang) Soewandita, Hasmana
Jurnal Alami : Jurnal Teknologi Reduksi Risiko Bencana Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/alami.v2i1.2826

Abstract

AbstractJuhut region based on the government policy of Banten Province in 2015 is an area that will be developed as a center of agribusiness development area. Its existence is located on the slopes of the hills and at the same time as a residential area allegedly as an area prone to landslides. Agriculture cultivation activities related to soil fertility conditions that are on the belt of the volcano, making this area attracts the community to conduct agricultural cultivation activities despite being on a slope land. The aims of this study are the biophysical analysis of landslide hazard areas and their relationship to soil quality and land use patterns.The method used in this study is observation and groundceck of field biophysical condition and overlay analysis of thematic map related to landslide prone condition. The results of the study indicate that the biophysical condition of the land indicates that the landslide prone areas are susceptible to 707.1 Ha (70%), while the high vulnerability area reaches 245.3 Ha (24%). Soil fertility causes attractive soil to be managed by the community for the cultivation of seasonal crops or horticultural crops that can further trigger a landslide. This is also because the soil type conditions also have physical properties that are vulnerable to the early behavior of seasonal changes (from dry season to rainy season).  Land use that is not suitability with morphological conditions of land and already managed by the community as an economic source will be a threat of high vulnerability to landslide hazards.Keywords :  agribisnis area, land slides hazard, soil biophysical, land quality
PENILAIAN KERENTANAN LAHAN SAWAH PADI TERHADAP BANJIR DAS CIDURIAN DI DESA RENGED, KECAMATAN BINUANG, SERANG, BANTEN Dahlia, Siti
Jurnal Alami : Jurnal Teknologi Reduksi Risiko Bencana Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2580.297 KB) | DOI: 10.29122/alami.v1i1.118

Abstract

ABSTRAKDesa Renged Kecamatan Binuang Kabupaten Serang Provinsi Banten, merupakan daerah yang kondisi ekonominya sebagian besar dipengaruhi oleh sektor pertanian yaitu padi sawah. Peristiwa banjir besar dalam 21 tahun terakhir terjadi pada tahun 1994, 2001, dan 2013, yang mengakibatkan gagal panen bagi petani. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) menganalisis bahaya banjir daerah penelitian berdasarkan data kejadian banjir tahun 1994, 2001, dan 2013, dan (2) menilai tingkat kerentanan lahan sawah padi terhadap bahaya banjir. Penelitian ini dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif, dengan menggunakan pendekatan bentuklahan dan persepsi masyarakat. Metode analisis data yang digunakan yaitu metode interpolasi, skoring, dan skenario pembobotan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah penelitian berada pada kelas bahaya banjir sedang. Bahaya banjir kelas tinggi wilayah penelitian terdapat pada satuan bentuklahan dataran banjir, aliran sungai mati, dan dataran aluvial yang berasosiasi dengan saluran irigasi. Hasil penilaian kerentanan menunjukkan bahwa nilai indeks kerentanan lahan sawah padi tertinggi terdapat pada skenario pembobotan seimbang (equal) dengan nilai indeks 0-0,89. Nilai indeks kerentanan lahan sawah padi terendah pada skenario fase tanaman dengan nilai indeks 0-0,77. Tingkat kerentanan tertinggi terdapat pada lahan sawah yang berlokasi di satuan bentuklahan: dataran banjir dan dataran aluvial. Kata kunci: Penilaian Kerentanan, Bahaya Banjir, DAS Cidurian, Lahan Sawah Padi, Bentuklahan, Persepsi.
Pengetahuan dan Kesiapsiagaan Masyarakat terhadap Bencana Banjir di Kota Bekasi (Sudi Kasus: Perumahan Pondok Gede Permai) Akhirianto, Novian Andri
Jurnal Alami : Jurnal Teknologi Reduksi Risiko Bencana Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.965 KB) | DOI: 10.29122/alami.v2i1.2704

Abstract

Bencana banjir merupakan bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat berdasarkan data dari BNPB tentang kejadian bencana di Indonesia, pada tahun 2016 banjir tercatat sebanyak 766 kejadian dengan 147 jiwa meninggal dunia. Pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat sangat diperlukan untuk menghadapi bencana banjir yang mematikan. Berdasarkan hasil penelitian studi kasus di Perumahan Pondok Gede Permai – Kota Bekasi, dengan metode analisis kualitatif yang dikuantifikasikan diketahui bahwa tingkat pengetahuan masyarakat terkait bencana banjir sudah cukup baik. Salah satu faktor penyebabnya adalah karena masyarakat memiliki pengalaman yang cukup banyak dalam menghadapi bencana banjir. Kesiapsiagaan masyarakat yang masih perlu ditingkatkan adalah mengenai mobilisasi sumberdaya rumah tangga yang masih rendah, dengan indikator keikutsertaan masyarakat dalam kegiatan kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir masih sangat sedikit.
KAJIAN JENIS MINERALOGI LEMPUNG DAN IMPLIKASINYA DENGAN GERAKAN TANAH Utami, Dyah Nursita
Jurnal Alami : Jurnal Teknologi Reduksi Risiko Bencana Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.503 KB) | DOI: 10.29122/alami.v2i2.3095

Abstract

Indonesia merupakan daerah beriklim tropis yang terletak pada lokasi geografis khatulistiwa, menyebabkan sebagian wilayah di Indonesia ditutupi oleh jenis tanah dari pelapukan batuan yang berlangsung intensif. Perpaduan dengan topografi yang bervariasi menyebabkan Indonesia mempunyai kerentanan tinggi terhadap adanya bencana gerakan tanah. Dari proses diagenesis dan dekomposisi batuan, tanah yang terbentuk di Indonesia mempunyai sifat ekspansif yang sangat rentan menjadi pemicu gerakan tanah. Dari proses ini juga akan mempengaruhi kelimpahan mineral lempung beserta sifat-sifatnya. Mineral lempung yang menjadi penyusun sebuah tubuh tanah sangat mempengaruhi sifat tanah yang terbentuk, baik sifat kimia, sifat biologi, dan sifat fisik tanah. Mineral lempung yang menyusun dan terdapat pada tanah lunak atau tanah ekspansif mempunyai karakteristik pembawa sifat geoteknik dan geokimia yang dapat mempengaruhi apapun yang ada di atasnya. Kajian ini bertujuan mengetahui tipe dan sifat dari mineralogi lempung, serta implikasinya terhadap gerakan tanah. Oleh karena itu, pemahaman karakter tipe mineralogi lempung sangat penting dalam mitigasi bencana gerakan tanah di wilayah rawan gerakan tanah.Kata kunci: jenis tanah, ekspansif, mineral lempung, mitigasi gerakan tanah
ANALISIS KEJADIAN BENCANA TANAH LONGSOR TANGGAL 12 DESEMBER 2014 DI DUSUN JEMBLUNG, DESA SAMPANG, KECAMATAN KARANGKOBAR, KABUPATEN BANJARNEGARA, PROVINSI JAWA TENGAH Naryanto, Heru Sri
Jurnal Alami : Jurnal Teknologi Reduksi Risiko Bencana Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1607.161 KB) | DOI: 10.29122/alami.v1i1.122

Abstract

AbstrakKejadian bencana tanah longsor semakin sering terjadi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Banjarnegara. Bencana tanah longsor kembali menimpa warga Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah pada hari Jumat, 12 Desember 2014 jam 17.30 WIB. Tipologi tanah longsor yang terjadi adalah tipe rotasi, yang kemudian ke arah bawah berkembang menjadi aliran debris akibat material longsoran yang bercampur dengan massa air yang sangat jenuh. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya tanah longsor di Banjarnegara 12 Desember 2014 antara lain adalah: geomorfologi terbentuk oleh perbukitan di sedang sampai terjal, batuan penutup berupa soil berasal dari pelapukan batuan breksi vulkanik, terbentuknya rekahan batuan di bagian atas mahkota longsor, curah hujan yang sangat ekstrim, terbentuk mataair pada bagian atas dan tengah bukit, tataguna lahan yang sudah banyak berubah dan aktivitas manusia yang sudah menjarah daerah kritis. Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya tanah longsor, tetapi dari hasil analisis ada tiga faktor utama penyebab terjadinya tanah longsor yaitu: terjadinya hujan ekstrim (lebat) selama tiga hari berturut-turut sebelum terjadi longsor, topografi pembentuk tanah longsor sangat terjal, tanah (soil) hasil pelapukan batuan sangat tebal dan bersifat menyerap air sehingga mudah jenuh. Berkaitan dengan hal tersebut sangat dibutuhkan berbagai kegiatan pengurangan risiko bencana (PRB) untuk meminimalisasi jumlah korban baik jiwa maupun harta. Kata kunci: Tanah Longsor, Banjarnegara, Topografi Terjal, Soil Tebal, Curah Hujan Ekstrim, Pengurangan Risiko Bencana
KAJIAN RISIKO BENCANA KEGAGALAN TEKNOLOGI PADA JEMBATAN KERETA API Pradono, Mulyo Harris
Jurnal Alami : Jurnal Teknologi Reduksi Risiko Bencana Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.383 KB) | DOI: 10.29122/alami.v2i1.2823

Abstract

Bencana gagal teknologi merupakan jenis kejadian bencana yang diakibatkan oleh kesalahan desain, pengoperasian, kelalaian, dan kesengajaan manusia dalam penggunaan teknologi. Salah satu contoh kegagalan teknologi adalah kecelakaan transportasi. Salah satu sumber kecelakaan yang dapat menimbulkan korban banyak adalah kecelakaan kereta api yang diakibatkan oleh gagalnya jembatan yang dilewati oleh kereta tersebut. Untuk mengurangi risiko bencana kegagalan jembatan kereta api, maka dikembangkan metoda pengukuran dimensi dan analisis lendutan jembatan kereta api. Hasilnya menunjukkan bahwa beberapa jembatan yang dikaji mempunyai nilai lendutan hitung yang melampaui persyaratan lendutan ijin di peraturan. Jembatan-jembatan tersebut harus mendapatkan kajian lebih lanjut sehingga dapat dilakukan langkah perbaikan atau penggantian jembatan.
PEMETAAN MULTI RISIKO BENCANA PADA KAWASAN STRATEGIS DI KABUPATEN TANGGAMUS Tiwi, Dwi Abad
Jurnal Alami : Jurnal Teknologi Reduksi Risiko Bencana Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6484.859 KB) | DOI: 10.29122/alami.v1i1.115

Abstract

ABSTRAKKawasan strategis adalah kawasan yang diprioritaskan pembangunannya dalam rangka mempercepat pembangunan suatu wilayah. Kabupaten Tanggamus di Provinsi Lampung memiliki beberapa kawasan strategis yang direncanakan baik oleh pemerintah provinsi maupun pemerintah Kabupaten Tanggamus, yang akan diprioritaskan pembangunannya dengan investasi yang sangat besar. Kabupaten Tanggamus juga berada pada kawasan yang rentan terhadap bencana antara lain gempabumi, tsunami, banjir, dan longsor. Keberadaan kawasan strategis dengan paparan multi bencana tersebut memerlukan kajian dan pemetaan risiko multi bencana, sehingga akan diketahui luasan dan lokasi kawasan strategis disertai dengan tingkat risiko multi bencana yang dihadapi.
ANALISIS PATAHAN BAWAH PERMUKAAN DARI PENGUKURAN GEOLISTRIK UNTUK ANTISIPASI BENCANA GEMPA DI KABUPATEN GROBOGAN Naryanto, Heru Sri
Jurnal Alami : Jurnal Teknologi Reduksi Risiko Bencana Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.782 KB) | DOI: 10.29122/alami.v2i2.3053

Abstract

ABSTRAKPembangunan yang sangat pesat di Kabupaten Grobogan harus seiring dengan keamanan dan keselamatan terhadap produk dari pembangunan tersebut. Kabupaten Grobogan termasuk salah satu kawasan yang rawan terhadap bahaya gempa. Bencana gempa berpotensi merusak segala infrastruktur yang sudah terbangun, termasuk keselamatan jiwa. Struktur patahan bisa menjadi penyebab pemicu terjadinya gempa, serta merupakan zona lemah yang mudah rapuh apabila terjadi gempa. Banyak sekali struktur patahan yang terdapat di Kabupaten Grobogan. Penelitian kondisi geologi bawah permukaan sangat penting untuk memberikan informasi yang detil segala sesuatu yang ada di bawah permukaan termasuk struktur patahannya. Salah satu metodologi analisis bawah permukaan adalah dengan pengukuran geolistrik. Pengukuran geolistrik dilakukan pada 5 lintasan pada 3 kecamatan di Kabupaten Grobogan, yaitu: Kecamatan Pulo Kulon, Kecamatan Kradenan dan Kecamatan Gabus. Pengukuran geolistrik dilakukan sebagian besar di atas endapan aluvial, dimana patahan tidak terekspose di permukaan. Dijumpai banyak patahan berdasarkan analisis data dari 5 lintasan geolistrik. Patahan yang banyak dijumpai adalah patahan turun (normal) dan sebagian patahan geser. Untuk keselamatan masyarakat maka perlu mitigasi bencana gempa pada kawasan yang dilalui patahan. Untuk penataan kawasan yang aman berkelanjutan, diperlukan konstruksi bangunan yang kuat apabila dibangun di atas kawasan patahan. Katakunci: Pengukuran geolistrik, bawah permukaan, patahan, gempa, mitigasi