cover
Contact Name
Bina Rohita Sari
Contact Email
binarohitasari@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
fitofarmaka@unpak.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Published by Universitas Pakuan
ISSN : 20879164     EISSN : 2622755X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
FITOFARMAKA mempublikasikan artikel yang berkaitan dengan farmasi, Kimia Farmasi, dan bidang Fitokimia serta akan dipublikasikan secara online. Publikasi secara elektronik akan menambah kekayaan informasi dan pengetahuan ilmiah terutama dari penelitian. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun, didokumentasikan dengan baik dalam bentuk elektronik dan cetak.
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
ANALISIS FARMAKOEKONOMI SIMPLISIA UNTUK HIPERTENSI DALAM SAINTIFIKASI JAMU Maesaroh, Imas; Supriyatna, Supriyatna; Sukandar, Hadiyana
FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 3, No 2 (2013): FITOFARMAKA
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.099 KB)

Abstract

Penelitian ini dirancang untuk mengetahui efektivitas biaya pada pasien hipertensi yang menggunakan simplisia jamu hipertensi yang selanjutnya dinamakan jamu hipertensi SJ, dibandingkandenganobat konvensional (obat generik) antihipertensi dan kombinasi keduanya. Data diambil secara retrospektif dari bulan Januari-Desember 2013. Analisis efektivitas biaya dilakukan dengan perspektif ASKES. Komponen biaya yang diukur adalah biaya medik langsung, mencakup biaya obat antihipertensi, biaya pemeriksaan medis dan biaya pendaftaran. Efektivitas terapiyang diukur adalah penurunan tekanan darah. Average cost effectivenes ratio ACER)dihitung berdasarkan rasio biaya dan efektivitas terapi pada kedua kelompok terapi.Incremental cost effectivenes ratio (ICER) dihitung berdasarkan rasio antara selisihbiaya dan efektivitas terapi pada kedua kelompok terapi. Kelompok terapi yangmempunyai nilai ACER dan ICER lebih rendah menunjukkan lebih costeffective.Berdasarkan parameter efektivitas terapi berupa % penurunan tekanan darah, nilaiACER pada kelompok jamu hipertensi SJ, captopril 25, kombinasi jamu hipertensi SJ+ amlodipin, dan amlodipinberurutan adalahRp 670,17; Rp 707,39; Rp 1.155,39danRp 1.163,27. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jamu hipertensiSJ lebih cost effectivedibandingkan obat generik captopril 25,amlodipin dankombinasi jamu antihipertensi + amlodipindalam menurunkan tekanan darah. NilaiICER menunjukkan bahwa terapi jamu hipertensi SJdan kombinasi jamu hipertensi SJ + amlodipin perlu penambahan biaya sebesar Rp 554,35 dan Rp 1.121,32; untuksetiap 1% penurunan tekanan darah dibandingkan dengan captopril 25 dan amlodipin.
KIJING TAIWAN (Anodonta woodiana) SEBAGAI SUMBER KALSIUM TINGGI DALAM UPAYA MENCEGAH OSTEOPOROSIS Srie Rahayu, Sata Yoshida
FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 1 (2012): FITOFARMAKA
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.534 KB)

Abstract

Kalsium merupakan mineral yang sangat dibutuhkan dalam tubuh manusia. Apabilakekurangan kalsium dapat menyebabkan riketsia pada anak, osteomalasia (tulang lunak) dan osteoporosis (tulang keropos) pada orang dewasa. Untuk mencegah hal tersebut maka dibutuhkan asupan kalsium yang cukup. Kurang sadarnya masyarakat akan pentingnya kalsium bagi tubuh mengakibatkan dua dari lima orang Indonesia terkena osteoporosis. Masyarakat Indonesia umumnya mengetahui sumber kalsium bagi tubuh manusia adalah susu serta produk olahannya. Kandungan kalsium pada susu sapi sebesar 143 mg padahal terdapat sumber kalsium lain yang berpotensi yaitu memiliki kandungan kalsium lebih besar daripada susu yaitu kerang. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji komposisi kimia pada Kijing Taiwan dan merumuskan metode sosialisasi Kijing Taiwan sebagai sumber kalsium dalam upaya pencegahan osteoporosis. Manfaat penelitian adalah untuk memperkenalkan Kijing Taiwan sebagai menu makanan keluarga. Penentuan komposisi kimia proksimat, yang meliputi analisis kadar air, analisis kadar abu, analisis kadar protein, analisis kadar lemak dan analisis kadar karbohidrat dan kadar mineral Ca, Cu, Fe dan Zn.Dalam penelitian ini kita dapat mengetahui kandungan kalsium pada Kijing Taiwan, yaitu 366 mg kalsium serta mengetahui berapa gram Kijing Taiwan yang harus dikonsumsi untuk memenuhi asupan kalsium per hari per orangnya, yaitu sebanyak 273 gr. Diharapkan dari lingkup yang kecil ini dapat mengurangi kasus osteoporosis di Indonesia.Kata kunci : Kijing, Anodonta woodiana, sumber kalsium, osteoporosis 
UJI FORMULASI SEDIAAN MASKER GEL PEEL OFF EKSTRAK DAUN PEPAYA (CARICA PAPAYA L.) Pradiningsih, Anna; Mahida, Nida Nurul
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 1 (2019): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.559 KB) | DOI: 10.33751/jf.v9i1.1259

Abstract

Daun pepaya merupakan salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai antibakteri. Dalam ekstrak daun pepaya mengandung senyawa alkaloid dan flavonoid yang dapat menghambat penyusunan peptidoglikan pada sel bakteri dan mengurangi kekebalan pada organisme sasaran. Untuk kemudahan penggunaan dari ekstrak daun pepaya, maka di formulasikan dalam bentuk masker gel peel off. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan masker gel peel off yang kemudian di uji evaluasi dan stabilitas sesuai dengan persyaratan formulasi. Pengujian dilakukan dengan membuat masker gel peel off dalam empat formula dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Uji Evaluasi dilakukan pengujian organoleptik, homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji waktu mengering dan uji iritasi. Uji stabilitas dilakukan dengan menggunakan cycling test 6 siklus selama 12 hari pada suhu 40 dan 40 0 C. Dari hasil pengujian sediaan masker gel peel off yang paling baik adalah formula dengan konsetrasi 15%. Hasil pengujian stabilitas didapatkan hasil organoleptik warna hijau kecoklatan, bau khas dan bentuk gel. Hasil pengujian pH 7, daya sebar 6,5 cm, daya lekat 4 detik, viskositas 3350 cp dan waktu mongering 13 menit serta pada pengujian iritasi didapatkan hasil bahwa tidak terjadi iritasi.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN, BUAH DAN BIJI PARE (MOMORDICA CHARANTINA L) Septiningsih, Riana; Sutanto, Sutanto; Indriani, Dwi
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 1 (2017): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.334 KB) | DOI: 10.33751/jf.v7i1.796

Abstract

ABSTRAKAntioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat dan mencegahpertumbuhan kanker. Salah satu tanaman yang diduga dapat mengobati kanker adalah pare (Momordica charantina L). Masyarakat telah menggunakan pare sebagai makanan sehari-hari dan juga telah lama dipercaya sebagai obat tradisional untuk mengobati berbagai macam penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol buah, daun, dan biji pare. Buah, daun dan biji pare diekstraksi dengan etanol 70% dan dipekatkan hingga didapatkan ekstrak kental. Pengujian aktifitas antioksidan pada penelitian ini menggunakan metode peredaman terhadap radikal bebas 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH), dan vitamin C sebagai kontrolnya. Hasil pengujian antioksidan pada vitamin C didapatkan nilai IC50 sebesar2,844 g/mL. Hasil pengujian aktifitas antioksidan dari ekstrak etanol buah, daun, danbiji pare menunjukkan bahwa ketiga ekstrak tersebut tidak memiliki aktifitas sebagai antioksidan. Suatu senyawa dikatakan aktif sebagai antioksidan apabila nilai IC50 < 100 ppm.Kata Kunci : Antioksidan, Pare (Momordica charantina L), DPPH.
EFEKTIVITAS SUSPENSI EKSTRAK ETANOL BATANG BROTOWALI (TINOSPORA CRISPA L.) TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (RATTUS NORVEGICUS) Pradiningsih, Anna; Astriani, A
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 2 (2018): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.012 KB) | DOI: 10.33751/jf.v8i2.1569

Abstract

Batang Brotowali (Tinospora crispa L.) mengandung senyawa-senyawa aktif tinokrisposid, alkaloid dan apigenin (Flavon O-glicoside). Senyawa-senyawa aktif tersebut diduga sebagai penambah nafsu makan atau amara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas suspensi ekstrak batang brotowali (Tinospora crispa L.) sebagai amara terhadap peningkatan berat badan pada tikus putih. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental (experimental research) dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Pengujian dilakukan dengan membagi 15 ekor tikus menjadi 5 kelompok yaitu kelompok dengan perlakuan suspensi ekstrak batang brotowali 10%, 40%, 60%, kontrol positif dan kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suspensi ekstrak batang brotowali mempunyai efek positif  terhadap kenaikan berat badan pada tikus putih. Kenaikan tertinggi terjadi pada tikus dengan perlakuan ekstrak 40% dimulai pada hari ke 10 perlakuan, meningkat secara signifikan pada hari ke 15 dan mengalami penurunan kembali pada hari ke 20.  Dari hasil pengolahan uji statistik ANOVA diperoleh nilai signifikansi 0,551>0,05 artinya H0 ditolak dan H1 diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa suspensi ekstrak batang brotowali (Tinospora crispa L.) efektif terhadap kenaikan berat badan tikus putih.
AKTIVITAS INHIBISI ENZIM ?-GLUKOSIDASE EKSTRAK AIR DAN ETANOL UMBI LAPIS BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM) Yuningtyas, Sitaresmi; Setiawati Artianti, Dian
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 5, No 1 (2015): FITOFARMAKA
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.493 KB) | DOI: 10.33751/jf.v5i1.192

Abstract

Umbi lapis bawang merah (Allium ascalonicum) mempunyai potensi sebagaianalgesik, antiinflamasi, antimikobakterial, antifungi, dan antikanker. Namun mekanismeantidiabetes pada tanaman ini belum ditentukan. Salah satu varietas bawang merah diIndonesia adalah varietas Bima Brebes. Penelitian ini dilakukan untuk menguji potensiekstrak air dan etanol umbi lapis A. ascalonicum pada konsentrasi 1% sebagai inhibitor enzim?-glukosidase dan dibandingkan aktivitasnya dengan akarbosa 1% sebagai kontrol positif.Umbi lapis A. ascalonicum diekstraksi dengan menggunakan metode maserasi. Ekstrak airdan etanol dianalisis kandungan fitokimia dan daya inhibisinya terhadap enzim ?-glukosidasesecara metode in vitro. Aktivitas ?-glukosidase ditentukan dengan mengukur produk pnitrofenolyangdihasilkandarireaksienzimdansubstratp-nitrofenil-?-D-glukopiranosida(pNPG) menggunakan microplate absorbance reader pada panjang gelombang 410 nm. Hasiluji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak air umbi lapis A. ascalonicum mengandung flavonoid dan tanin. Selain itu, ekstrak etanol 96% dan ekstrak etanol 70% umbi lapis A. ascalonicum mengandung flavonoid, tanin, dan saponin. Ekstrak air, etanol 70%, etanol 96%umbi lapis A. ascalonicum pada konsentrasi 1% (b/v) dan akarbosa 1% dapat menginhibisiaktivitas enzim ?-glukosidase berturut-turut sebesar 11,75%, 4,48%, 20,92%, dan 99,37%.Hasil aktivitas inhibisi ketiga ekstrak ini berbeda nyata (p < 0,05) dengan daya inhibisiakarbosa 1%. Hal ini mengindikasikan bahwa ekstrak air dan etanol umbi lapis A.ascalonicum berperan sebagai inhibitor enzim ?-glukosidase.
PENGEMBANGAN SISTEM PEMBAWA ALBUMIN NANOPARTIKEL UNTUK SILIMARIN DAN KAJIAN SIFAT FISIK SERTA PROFIL PELEPASANNYA SECARA IN VITRO Ambarwati, Rini; Rachmawati, Heni
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 2 (2017): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v7i2.773

Abstract

Silimarin merupakan senyawa flavonolignan yang berasal dari tumbuhan Silybum marianum (Asteraceae). Silimarin memiliki efek farmakologi sebagai antikanker dan hepatoprotektor, tetapi senyawa ini memiliki kelarutan yang rendah dalam air. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan formulasi silimarin dalam sistem pembawa nano dengan teknik desolvasi. Pembawa yang digunakan adalah serum albumin (bovine serum albumin/BSA). Kombinasi silimarin dalam BSA diharapkan dapat meningkatkan efikasi silimarin sebagai anti kanker karena permeabilitas BSA yang lebih baik pada sel kanker. Evaluasi standar terhadap nanopartikel silimarin-BSA meliputi ukuran dan distribusi ukuran partikel, zeta potensial, morfologi nanopartikel, kristalinitas, sifat termal, spektroskopi inframerah, efisiensi penjeratan serta profil pelepasan silimarin dari BSA nanopartikel pada 2 media berbeda (HCl 0,1 N & PBS pH 7,4). Nanopartikel BSA- silimarin memiliki ukuran partikel 174,23 13,94 nm; distribusi ukuran partikel 0,185 0,052; efisiensi penjeratan 90,54 0,098 %; loading capacity 30,18 0,036 % dan zeta potensial -1,62 mV. Hasil analisis menggunakan DSC (differential scanning calorimetry), XRD (X-ray diffraction) dan spektroskopi inframerah menunjukan bahwa nanopartikel silimarin berhasil terenkapsulasi di dalam nanopartikel BSA, dan BSA-silimarin memiliki bentuk amorf. Setelah 1 jam uji pelepasan, terdapat sebanyak 21,89% silimarin terlepas dalam HCl 0,1 N dan 54,84% silimarin terlepas dalam PBS pH 7,4 sehingga dapat disimpulkan bahwa silimarin-BSA memiliki kelarutan yang baik dalam air. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengujian lebih lanjut untuk mengkaji akt ivitas serta perilaku silimarin-BSA in vivo untuk mengkonfirmasi data in vitro.
SITOTOKSISITAS KOMBINASI EKSTRAK PUSPA (SCHIIMA WALLICHII) DANKECAMBAH BROKOLI IV (BRASSICA OLERASEA) TERHADAP SEL KANKER PAYUDARA MCF-7 Diantini, Ajeng; Febriyanti, Maya; Intan Barliana, Melisa; Abdulah, Rizky
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 3, No 1 (2013): FITOFARMAKA
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v3i1.171

Abstract

Puspa (Schiima wallichii) diketahui memiliki aktivitas antikanker melalui mekanismemenginduksi apoptosis pada sel kanker payudara MCF-7, sedangkan kecambah brokoli(Brassica olerasea) dilaporkan dapat menghambat proliferasi sel-sel kanker kandung kemihdan prostat secara in vitro. Pada penelitian ini dilakukan pengujian sitotoksisitas kombinasiekstrak puspa (EP) dan ekstrak kecambah brokoli (EKB) terhadap sel kanker payudaraMCF-7. EP memberikan nilai IC5060,76 g/ml, sedangkan EKB tidak memberikan persentasi inhibisi lebih besar dari 50% pada rentang konsentrasi uji. Sitotoksisitas kombinasi EP-EKB dengan perbandingan IC50 1:2 memiliki nilai Indeks Kombinasi < 0,9 menunjukkan bahwa kombinasi EP-EKB memberikan efek sinergisme.Kata kunci :puspa, kecambah brokoli, sinergisme, MCF-7
HISTOPATOLOGI HATI MENCIT PASCA PEMBERIAN SUSPENSI KEPEL (STELECHOCARPUS BURAHOL) SECARA INTRAGASTRIK SELAMA 14 HARI THE HISTOPATHOLOGY OF MICE LIVER TREATED BY KEPEL (STELECHOCARPUS BURAHOL) SUSPENSION INTRAGASTRICALLY FOR 14 DAYS Harlina, Eva; S Darusman, Huda; Alvernita, Gita
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 1 (2012): FITOFARMAKA
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v2i1.162

Abstract

This aim of this study was to examine the effect of Kepel (Stelechocarpus burahol) to the mice hepatocytes. Thirty male mice of 4 week aged were divided into three groups;control group was treated by aquadest, Dose 1x group was treated by 2.6 mg/g BW/daykepel powder (0.5 ml kepel suspension/day), and Dose 5x group was treated by 13 mg/gBW/day kepel powder (1.0 ml kepel suspension/day). The treatment was intragastricallyfor 14 days. The mice were euthanized and necropsy followed by the liver collection forhistopathology assay. The histopathological examination of liver showed hydropicdegeneration, cell death and extramedullary hematopoietic observed on mice hepatocytes.The ANOVA analysis showed that kepel caused increase significantly (p<0.05) ofhydropic degeneration and decrease significantly (p<0.05) of cell death of micehepatocytes.Key words: Stelechocarpus burahol, hydropic degeneration, cell death, extramedullary hematopoietic
SEDIAAN TABLET KOMBINASI EKSTRAK DAUN SALAM (EUGENIA POLYANTHA) DAN HERBA SELEDRI (APIUM GRAVEOLENS) DENGAN VARIASI JENIS PENGIKAT Rustiani, Erni; Miranti, Mira; Susanti, Alciee Santika
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 2 (2019): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.077 KB) | DOI: 10.33751/jf.v9i2.1608

Abstract

Daun salam (Eugenia polyantha) dan herba seledri (Apium graveolens) memiliki kandungan senyawa flavonoid yang diduga mempunyai efek menurunkan kadar gula di dalam darah. Tujuan penelitian ini adalah menentukan formula tablet ekstrak daun salam dan herba seledri dengan pengikat tertentu yang memiliki mutu terbaik. Ditentukan juga   kadar flavonoid yang terkandung dalam ekstrak daun salam, ekstrak herba seledri, dan sediaan tablet. Uji stabilita dilakukan terhadap tablet yang disimpan pada suhu kamar 25-30°C. Tablet dibuat tiga formula dengan metode granulasi basah menggunakan pengikat yang berbeda yaitu PVP K-30, Na-CMC, dan gelatin dengan konsentrasi masing-masing 4%. Hasil penelitian menunjukkan tablet yang dihasilkan berwarna krem, berbau khas aromatik, dan memiliki rasa pahit di lidah. Hasil evaluasi mutu tablet untuk seluruh formula memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia. Hasil pengujian menunjukkan kadar flavonoid ekstrak kering daun salam sebesar 2,619%, ekstrak kering herba seledri 2,675%, dan sediaan tablet formula 1  (3,432%), formula 2 (3,948%) dan formula 3 (4,006%). Berdasarkan hasil uji stabilita, formula dengan pengikat PVP K-30 merupakan formula terbaik.

Page 1 of 18 | Total Record : 180