cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol. 13 No. 1 Juni 2016" : 8 Documents clear
Back Pages Inderaja Vol 13 No 1 Juni 2016 Inderaja, Redaksi Jurnal
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 13 No. 1 Juni 2016
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Back Pages Inderaja Vol 13 No 1 Juni 2016
ANALISIS TEMPERATUR DAN UAP AIR BERBASIS SATELIT TERRA/AQUA (MODIS, LEVEL-2) (ANALYSIS OF TEMPERATURE AND WATER VAPOR BASED ON THE TERRA/AQUA SATELLITE (MODIS, LEVEL-2)) Sipayung, Sinta Berliana; Krismianto, Krismianto; Risyanto, Risyanto
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 13 No. 1 Juni 2016
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.pjpdcd.2016.v13.a2934

Abstract

Terra and Aqua satellites that consist of multiple sensors including MODIS instruments, which is operated to detect the phenomena that exist on land, sea and atmosphere. Not a lot of data extracted especially for Indonesia region the associated with atmospheric data, because the product is still in the raw data (level-0). For data extraction of level-0 to level-2 needed software IMAPP (International MODIS/airs Processing Package) so displays some data atmospheric parameters including MOD 04 - Aerosol, MOD 05 - Total precipitable Water (Water Vapor), MOD 06 - Cloud, MOD 07 - Atmospheric Profiles, MOD 08 - gridded Atmospheric and MOD 35 in HDF4 format (Hierarchical Data Format-4) swath. This paper discussed only MOD07/MYD07 atmospheric profiles level-2 related parameters such as the temperature of the atmosphere at an altitude of 780 hPa and water vapor at a height of 700 hPa. This study aimed to analyze the phenomena in the atmosphere, based on extraction method Atmospheric Profiles in the resolution 1km, that consists of temperature and moisture level2, in the format hdf4 daily swath into data daily and monthly grid in .dat format, in the period of December 2014, January, July, and August 2015, especially in the area of Indonesia. The comparison between the results of the extraction swath and grid data from Terra/Aqua MODIS, that parameter atmospheric for the temperature has R-sqare an average of 0.72 and water vapor 0.74, while the RMSE temperature and water vapor are 0.88 and 0.29. ABSTRAK Satelit Terra dan Aqua yang terdiri dari beberapa sensor diantaranya instrumen MODIS, yang dioperasikan untuk mendeteksi fenomena yang ada di darat, laut, dan atmosfer. Belum banyak data yang diekstrak khususnya untuk wilayah Indonesia yang terkait dengan data atmosfer, karena produk MODIS masih berupa data mentah (level-0). Untuk ekstraksi data dari level-0 menjadi level-2 dibutuhkan software International MODIS/AIRS Processing Package (IMAPP) sehingga menampilkan beberapa data parameter atmosfer diantaranya MOD 04 - Aerosol, MOD 05 - Total Precipitable Water (Water Vapor), MOD 06 - Cloud, MOD 07 - Atmospheric Profiles, MOD 08 - Gridded Atmospheric dan MOD 35 swath dalam format Hierarchical Data Format-4 (HDF4). Pada makalah ini yang dibahas hanya MOD07/MYD07 atmospheric profiles level-2 yang berkaitan dengan parameter atmosfer seperti temperatur pada ketinggian 780 hPa dan uap air pada ketinggian 700 hPa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil ekstraksi data Atmospheric Profiles dari format HDF4 swath harian menjadi data grided harian, bulanan dalam format .dat serta aplikasinya pada periode bulan Desember 2014, Januari, Juli, dan Agustus 2015, khususnya wilayah Indonesia dalam resolusi 1km yang terdiri dari temperatur dan uap air level-2. Perbandingan antara hasil ekstraksi data MODIS swath dan data MODIS grided Terra/Aqua untuk parameter temperatur atmosfer mempunyai R-sqare rata-rata 0.72 dan uap air 0.74, sedangkan RMSE untuk temperatur dan uap air sebesar 0.88 dan 0.29.
IDENTIFIKASI STRUKTUR GEOLOGI DAN PENGARUHNYA TERHADAP SUHU PERMUKAAN TANAH BERDASARKAN DATA LANDSAT 8 DI LAPANGAN PANASBUMI BLAWAN Azhari, Anjar Pranggawan; Maryanto, Sukir; Rachmansyah, Arief
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 13 No. 1 Juni 2016
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.pjpdcd.2016.v13.a2932

Abstract

This paper presented used remote sensing method for identification geological structure on Blawan-Ijengeothermal field and its system. Remote sensing data, specifically Landsat 8 and DEM SRTM, provide lineaments from the 753 multispectral band and the land surface temperature (LST) from single thermal infra red band using a retrieval method. Surface emissivity was determined based on Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) of study area. Remote sensing analysis is good approach to identification of geological structure from surface that control thermal manifestation in Blawan geothermal field. It shows Blawan fault is the main structure in geothermal field which associated with high LST and hot springs. Interpretation indicated reservoir of Blawan-Ijen geothermal system spread from Plalangan to southwest area. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur geologi dan gambaran sistem panasbumi Blawan-Ijen dengan aplikasi penginderaan jauh. Data penginderaan jauh khususnya citra multispektral komposit 753 Landsat 8 dan DEM SRTM digunakan sebagai data untuk mendelineasi struktur patahan di permukaan. Suhu permukaan tanah diperoleh dari pengolahan citra thermal inframerah Landsat 8 dengan bantuan metode semi empiris. Emisivitas permukaan diperoleh berdasarkan klasifikasi indeks vegetasi NDVI daerah penelitian. Analisis data penginderaan jauh merupakan pendekatan yang cukup baik dalam mengidentifikasi struktur geologi yang mengontrol manifestasi panasbumi Blawan. Hasil interpretasi menunjukkan patahan Blawan adalah struktur utama di daerah geothermal Blawan yang berasosiasi dengan suhu permukaan tanah yang tinggi dan deretan mata air panas. Interpretasi mengindikasikan reservoir sistem panasbumi Blawan berada di bawah permukaan Plalangan dan menerus dari Plalangan menuju arah barat daya daerah penelitian.
Front Pages Inderaja Vol 13 No 1 Juni 2016 Inderaja, Redaksi Jurnal
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 13 No. 1 Juni 2016
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Front Pages Inderaja Vol 13 No 1 Juni 2016
ANALISIS KARAKTERISTIK TEMPERATUR AREA TERBAKAR (BURNED AREA) MENGGUNAKAN DATA LANDSAT-8 TIRS DI KALIMANTAN (ANALYZING THE TEMPERATURE CHARACTERISTICS OF BURNED AREA USING LANDSAT-8 TIRS IN KALIMANTAN) suwarsono, suwarsono; Zubaidah, Any; Parwati, Parwati; Khomarudin, M. Rokhis
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 13 No. 1 Juni 2016
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.pjpdcd.2016.v13.a2933

Abstract

Biomass burning in an area will leave traces of fire such as charcoal, ash, and outcrop of land in the area known as the burned area. The burnt area is thought to have a relatively higher temperature than the surrounding area were not burned. This study aims to determine the characteristics of the temperature of the burned area using remote sensing data of Landsat-8 TIRS (Thermal Infra Red Sensor). The selected research locations are parts of Central Kalimantan and South Kalimantan incoming Landsat scene-8 path / row 118/062. The research method is a data processing Landsat-8 TIRS (channels 10 and 11) to produce an image of the brightness temperature as well as data analysis includes a statistical analysis of central tendency of the values of the brightness temperature of the sample (calculation of mean and standard deviation) as well as distance calculation (D-value). The results showed that the brightness temperature data either channel 10 or channel 11 Landsat-8 TIRS has good ability in separating the burned area and bare soil, but has a low ability to separate the burned areas and settlements. Thus, the brightness temperature parameter cannot be used as a single variable for the extraction of burned areas in a scene image of a single acquisition. ABSTRAKPeristiwa kebakaran biomassa pada suatu daerah akan menyisakan bekas-bekas kebakaran seperti arang, abu, serta singkapan tanah pada daerah tersebut yang dikenal dengan burned area. Daerah bekas kebakaran tersebut diduga memiliki temperatur yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan daerah sekitarnya yang tidak terbakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik temperatur burned area menggunakan data penginderaan jauh Landsat-8 Thermal Infra Red Sensor (TIRS). Lokasi penelitian yang dipilih adalah sebagian wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan yang masuk scene Landsat-8 path/row 118/062. Metode penelitian yang dilakukan adalah pengolahan data Landsat-8 TIRS (kanal 10 dan 11) untuk menghasilkan citra suhu kecerahan serta analisis data yang meliputi analisis statistik tendensi sentral dari nilai-nilai suhu kecerahan dari sampel (perhitungan rerata dan standar deviasi) serta perhitungan jarak (D-value). Hasil penelitian menunjukkan bahwa data suhu kecerahan baik kanal 10 maupun kanal 11 Landsat-8 TIRS memiliki kemampuan yang baik dalam memisahkan burned area dan lahan terbuka, namun memiliki kemampuan yang rendah untuk memisahkan burned area dan permukiman. Dengan demikian, parameter suhu kecerahan belum bisa dipergunakan sebagai variabel tunggal untuk ekstraksi burned area pada suatu scene citra perekaman tunggal.
PERBANDINGAN METODE KLASIFIKASI PENUTUP LAHAN BERBASIS PIKSEL DAN BERBASIS OBYEK MENGGUNAKAN DATA PiSAR-L2 (COMPARISON BETWEEN PIXEL-BASED AND OBJECT-BASED METHODS FOR LAND COVER CLASSIFICATION USING PiSAR-L2 DATA) Manalu, Johannes; Sutanto, Ahmad; Trisakti, Bambang
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 13 No. 1 Juni 2016
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.pjpdcd.2016.v13.a2936

Abstract

PiSAR-L2 program is an experimental program for PALSAR-2 sensor installed on ALOS-2. Research collaboration had been conducted between the Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) and Ministry for Research and Technology of Indonesia in 2012 to assess the ability of PiSAR-L2 data for some applications. This paper explores the utilization of PiSAR-L2 data for land cover classification in forest area using pixel-based and object-based methods, then carried out comparison between the two methods. PiSAR-L2 data full polarization with 2.1 level for Riau province was used. Field data conducted by JAXA team and landcover map from WWF were used as references to collect input and evaluation sample. Pre-processing was done by doing backscatter conversion and filtering, then classification was conducted and it`s accuracy was tested. Two methods were used, 1) Maximum Likelihood Enhance Neighbor classifier for pixel-based and 2) Support Vector Machine for object based classification. The effect of spatial resolution on classification result was also analyzed. The results show that pixel-based produced mixed pixels "salt and pepper", the classification accuracies were 62% for 2.5 m and 83% for 10 m spatial resolution. While the object-based has some advantages: high homogeneity (absence of mixed pixels), clear and sharp boundary among classes, and high accuracy (97% for 10 m spatial resolution), although it was still found errors in some classes. ABSTRAKProgram Polarimetric Interferometric Airborne Synthetic Aperture Radar of L-band version 2 (PiSAR-L2) adalah program eksperimen sensor Phased-Array Synthetic Aperture RADAR-2 (PALSAR-2) yang dipasang pada satelit Advanced Land Observing Satellite-2 (ALOS-2). Kerjasama riset telah dilakukan antara JAXA dan Kementerian Riset dan Teknologi pada 2012 untuk mengkaji kemampuan data PiSAR L-2 yang direkam menggunakan pesawat untuk beberapa aplikasi. Kegiatan ini menggunakan data PiSAR L-2 untuk klasifikasi penutup lahan di wilayah hutan dengan metode klasifikasi berbasis piksel dan berbasis obyek, kemudian membandingkan kedua metode tersebut. Data yang digunakan adalah data PiSAR L-2 polarisasi penuh dengan level 2.1 untuk wilayah Provinsi Riau. Data lapangan diperoleh dari survei lapangan tim JAXA dan peta penutup lahan dari World Wildlife Fund dijadikan sebagai referensi untuk sampel masukan dan pengujian. Pengolahan awal melakukan konversi backscatter dan filtering, kemudian melakukan klasifikasi dan uji akurasi. Dua metode klasifikasi yang digunakan, 1) Metode Maximum Likelihood Enhance Neighbor classifier untuk klasifikasi berbasis piksel dan 2) Metode Support Vector Machine untuk klasifikasi berbasis obyek. Pada kegiatan ini dilakukan analisis pengaruh resolusi spasial terhadap hasil klasifikasi. Hasil memperlihatkan bahwa metode berbasis piksel mempunyai piksel bercampur “salt and pepper”, akurasi klasifikasi adalah 62% untuk spasial resolusi 2.5 m dan 83% untuk spasial resolusi 10 m. Sedangkan klasifikasi berbasis obyek mempunyai kelebihan dengan homogenitas obyek yang tinggi (tidak adanya piksel bercampur), batas antara kelas yang jelas dan tegas, serta akurasi yang tinggi (97% untuk resolusi spasial 10 m), walau masih ada kesalahan pada beberapa kelas penutup lahan.
PERBANDINGAN HASIL KLASIFIKASI LIMBAH LUMPUR ASAM DENGAN METODE SPECTRAL ANGLE MAPPER DAN SPECTRAL MIXTURE ANALYSIS BERDASARKAN CITRA LANDSAT - 8 Sulma, Sayidah; Pasaribu, Junita Monika; Fitriana, Hana Listi; Haryani, Nanik Suryo
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 13 No. 1 Juni 2016
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.pjpdcd.2016.v13.a2935

Abstract

The utilization of remote sensing data is an alternative way that could be used for rapid detection of large coverage hazardous waste area. This study aims to classify the acid sludge contaminated area using Landsat 8 by applying Spectral Angle Mapper (SAM) classification method with two spectral reference sources, namely field spectral measurement using a spectrometer and endmember spectral from the image, and then compare the classification results. The accuracy level of SAM classification result showed that classification using endmember spectral from the image as the reference spectral reached 66,7%, whereas classification using field spectral measurement as spectral reference only reached 33,3%. The accuracy level of Spectral Mixture Analysis (SMA) classification result showed that classification using endmember spectral from the image as the reference spectral reached 62,5%. The affecting factors for the low accuracy is the significant differences of the spectral profiles obtained from spectrometer with spectral Landsat-8 due to differences of spatial and altitude Keywords: Acid sludge Waste, Spectral Angle Mapper, Spectral Mixture Analysis, Landsat-8 ABSTRAKPemanfaatan data penginderaan jauh merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk deteksi daerah tercemar limbah B3 secara cepat dengan wilayah yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasi daerah tercemar lumpur asam menggunakan data Landsat 8 dengan metode Spectral Angle Mapper (SAM), kemudian membandingkan hasil klasifikasi SAM menggunakan spektral referensi berdasarkan pengukuran spektrometer dengan spektral yang diperoleh dari endmember citra. Tingkat akurasi klasifikasi SAM dengan spektral referensi berdasarkan endmember citra adalah sebesar 66,7 %, sedangkan dengan menggunakan referensi spektrometer hanya mencapai 33,3 %. Tingkat akurasi klasifikasi Spectral Mixture Analysis (SMA) dengan spektral referensi berdasarkan endmember citra adalah sebesar 62,5 %. Faktor yang mempengaruhi rendahnya akurasi adalah perbedaan yang signifikan antara profil spektral yang diperoleh dari spektrometer dengan spektral Landsat-8 akibat perbedaan spasial dan ketinggian.
Full Paper Inderaja Vol 13 No 1 Juni 2016 Jurnal, Redaksi
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 13 No. 1 Juni 2016
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Full Paper Inderaja Vol 13 No 1 Juni 2016

Page 1 of 1 | Total Record : 8