cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol. 9 No. 2 Desember 2012" : 7 Documents clear
KAJIAN PEMANFAATAN DATA ALOSPALSARDALAM PEMETAAN KELEMBABAN TANAH (THE STUDY OF ALOS PALSAR DATA APPLICATION FOR SOIL MOISTURE ESTIMATION) Prasasti, Indah; Carolita, Ita; Ramdani, A. E.; Risdiyanto, Idung
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 9 No. 2 Desember 2012
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1377.16 KB)

Abstract

Pemetaan kelembaban tanah mempunyai peran penting dalam bidang hidrologi, meteorologi, dan pertanian. Oleh karena itu, pengembangan metode identifikasi kelembaban tanah yang praktis, efisien dan handal untuk areal yang luas menjadi sangat penting. Pada penelitian ini dilakukan kajian tentang identifikasi kelembaban tanah menggunakan penginderaan jauh gelombang mikro. Sebaran kelembaban tanah dapat mencerminkan karakteristik permukaan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan citra dua polarisasi (VV dan HH) dari data polarimetrik-ALOS PALSAR dalam pemetaan kelembaban tanah dan mengidentifikasi karakteristik hambur-balik dan konstanta dielektrik kelembaban tanah beberapa jenis penutup lahan di wilayah Kabupaten Bekasi dan sekitarnya. Kelembaban tanah (mv) diestimasi berdasarkan persamaan Top et al. (1980), yang menggunakan nilai konstanta dielektrik (ε') sebagai peubahnya, dimana konstanta dielektriknya dihitung berdasarkan persamaan yang dikembangkan oleh Dubois et al. (1995). Hasil penelitian menunjukkan bahwa data polarisasi ALOS-PALSAR diidentifikasi sebagai penduga yang sangat baik dalam memetaan kelembaban tanah. Pada kedalaman tanah 0–5 cm, rata-rata kelembaban tanah (% volume) untuk lahan bervegetasi, lahan bera, lahan terbuka, dan lahan terbangun secara berturut-turut adalah 25%, 20%, 24.9%, dan 23.7%. Pada permukaan lahan dengan kelembaban yang tinggi, nilai hambur-balik polarisasi VV lebih sensitif dibandingkan dengan polarisasi HH. Konstanta dielektrik tinggi mencerminkan kelembaban tanah yang tinggi. Kekasaran permukaan juga berpengaruh terhadap akurasi nilai estimasi kelembaban tanah. Kata Kunci: Kelembaban Tanah, SAR, ALOS-PALSAR, Polarisasi, Hambur-balik
EVALUASI PRODUK MODIS GROSS PRIMARY PRODUCTION PADA HUTAN RAWA GAMBUT TROPIS INDONESIA (MODIS GROSS PRIMARY PRODUCTION EVALUATION IN TROPICAL PEAT SWAMP FOREST OF INDONESIA) Vetrita, Yenni; Hirano, Takashi
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 9 No. 2 Desember 2012
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1047.03 KB)

Abstract

Metode Gross Primary Production (GPP) dikembangkan sebagai salah satu pendekatan perhitungan cadangan karbon yang tersimpan dalam vegetasi. Salah satu produk GPP yang secara operasional dapat diunduh secara cuma-cuma adalah MOD17 yang diperoleh dari Satelit Terra/Aqua MODIS, NASA. Mengingat produk ini masih bersifat global, maka upaya pengujian perlu dilakukan di beberapa tipe ekosistem. Baru-baru ini, NASA telah meluncurkan produk versi baru yang pengujiannya belum banyak dilakukan di hutan tropis, khususnya di wilayah Indonesia. Dalam penelitian ini dilakukan evaluasi MODIS GPP versi baru (MOD17A2-51) di hutan rawa gambut, Provinsi Kalimantan Tengah, menggunakan analisis time series dan uji statistik data lapangan (GPP_EC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa data 8-harian MODIS GPP memiliki pola time series yang hampir sama dengan MOD-EC meskipun secara statistik memberikan korelasi yang kurang baik. Secara umum, MODIS GPP cenderung memiliki nilai yang lebih rendah dibandingkan GPP_EC baik pada musim hujan maupun pada musim kemarau. Sebaliknya, pada musim kemarau yang sangat panjang, seperti pada tahun 2002 akibat ENSO, nilai MODIS GPP cenderung overestimate dibandingkan GPP_EC. Walaupun demikian, nilai akumulasi GPP dengan mempertimbangkan musim (kemarau dan hujan) menunjukkan hubungan yang baik (r=0.94, RMS= 17.47, and Efficiency score= 0.68). Periode musim kering ke-2 (Agustus-Oktober) menunjukkan distribusi nilai yang lebih baik dibandingkan periode musim lainnya. Penelitian ini dapat menyimpulkan bahwa MODIS GPP versi 51 dapat digunakan untuk pemantauan kandungan biomasa berdasarkan musim di hutan rawa gambut tropis Indonesia. Kata Kunci: MODIS GPP, Karbon, Hutan rawa gambut tropis, Degradasi
PERBANDINGAN KARAKTERISTIK SPEKTRAL (SPECTRAL SIGNATURE) PARAMETER KUALITAS PERAIRAN PADA KANAL LANDSAT ETM+ DAN ENVISAT MERIS (COMPARISON OF WATER CONSTITUENTS SPECTRAL SIGNATURE ON LANDSAT ETM+ AND ENVISAT MERIS BAND) Budhiman, Syarif
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 9 No. 2 Desember 2012
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1348.233 KB)

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan analisa konsentrasi tiga parameter kualitas perairan yang secara aktif mempengaruhi perjalanan cahaya pada kolom air, yaitu Total Suspended Matter (TSM), Chlorophyll a (Chl a) dan Color Dissolved Organic Matter (CDOM)) menggunakan data in situ hasil pengukuran spektroradiometer (350-950 nm, interval 3.3 nm) dan nilai konsentrasinya masing-masing hasil analisa laboratorium. Nilai remote sensing reflectance (Rrs) diturunkan dari pengukuran nilai radiance dan irradiance dengan menggunakan pendekatan bio-optical model. Karakteristik spektral dari nilai Rrs ini kemudian diubah kedalam jumlah kanal sensor ETM+ dan MERIS menggunakan informasi sensitivitas respon spektral (spectral response sensitivity) dari masing-masing sensor. Nilai Rrs yang sudah diubah digunakan untuk mengestimasi nilai konsentrasi tiga parameter kualitas perairan menggunakan metode optimisasi. Nilai konsentrasi yang dihasilkan kemudian divalidasi dengan konsentrasi hasil pengukuran laboratorium. Sensor ETM+ dengan empat kanal-nya hanya memberikan informasi lebih baik untuk TSM (R2=0.70) dan CDOM (R2=0.64), sedangkan untuk Chl a hanya memberikan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0.46. Sensor MERIS dengan 10 kanal-nya memberikan hasil yang lebih baik dari sensor ETM+, dengan nilai koefisien determinasi (R2) lebih besar dari 0.70 untuk semua parameter. Nilai RMSE untuk sensor MERIS juga memperlihatkan hasil yang lebih baik dibandingkan sensor ETM+, dimana nilai RMSE dari sensor MERIS masing-masing 16.84 gm-3 (TSM), 2.66 mg m-3 (Chl a ) dan 0.26 m-1 (CDOM)). Sementara itu nilai RMSE dari sensor ETM+ adalah19.89 gm-3 (TSM), 4.96 mg m-3 (Chl a) dan 0.29 m-1 (CDOM). Kata kunci: Kualitas perairan, Landsat ETM+, Envisat MERIS, Spektroradiometer
PEMANFAATAN DATA SATELIT UNTUK ANALISIS POTENSI GENANGAN DAN DAMPAK KERUSAKAN AKIBAT KENAIKAN MUKA AIR LAUT (APPLICATION OF SATTELITE DATA TO ANALYZE INUNDATION POTENTIAL AND THE IMPACT OF SEA LEVEL RISE) Anggraini, Nanin; Trisakti, Bambang; Soesilo, Tri Edhi Budhi
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 9 No. 2 Desember 2012
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1684.469 KB)

Abstract

Meningkatnya volume air laut menyebabkan kenaikan muka air laut yang mengancam keberadaan pulau-pulau kecil dan wilayah pesisir seperti pesisir Jakarta Utara. Selain karena kenaikan muka air laut, Jakarta Utara juga terancam oleh fenomena penurunan permukaan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi kenaikan muka air laut pada tahun 2030 dan dampaknya terhadap wilayah pesisir. Prediksi total tinggi muka air laut diperoleh berdasarkan data pasang surut (pasut), penurunan permukaan tanah, dan kenaikan muka air laut skenario B2 dari IPCC. Wilayah pesisir yang berpotensi tergenang karena kenaikan muka air laut diprediksi dengan data DEM SRTM X-C resolusi spasial 30 m. Analisis dampak kerusakan dilakukan dengan cara overlay antara potensi genangan dengan penggunaan lahan dari data QuickBird. Hasil memperlihatkan bahwa, prediksi total tinggi muka air laut tahun 2030 akibat pasut adalah 2,88 m, penurunan permukaan tanah 2,28 m, dan skenario IPCC 1,29 m, sehingga tinggi muka air laut rencana adalah 6,45 m. Jenis penggunaan lahan yang berpotensi rusak akibat tergenang didominasi oleh permukiman sebesar 1045 ha dan industri 563 ha. Permukiman yang berpotensi tergenang paling luas berada di Kecamatan Penjaringan dengan luas 523 ha dan wilayah industri berada di Kecamatan Cilincing dengan luas 171 ha. Kata kunci: DEM SRTM X-C band, Kenaikan muka air laut, Penurunan permukaan tanah, skenario B2 SRES IPCC, QuickBird
MODEL SIMULASI BANJIR MENGGUNAKAN DATA PENGINDERAAN JAUH, STUDI KASUS KABUPATEN SAMPANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE GRIDDED SURFACE SUBSURFACE HYDROLOGIC ANALYSIS (FOOD SIMULATION MODEL USING REMOTE SENSING DATA, CASE STUDY OF SAMPANG REGION USING GRIDDED SURFACE HYDROLOGIC ANALYSIS METHOD) Haryani, Nanik Suryo; Pasaribu, Junita Monika; Ambarwati, Dini Oktavia
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 9 No. 2 Desember 2012
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1188.877 KB)

Abstract

Permasalahan banjir yang terjadi setiap tahun di Kabupaten Sampang disebabkan jumlah aliran yang masuk ke Kota Sampang sangat besar, terjadinya sedimentasi yang sangat tinggi di sungai yang melintasi kota, serta kurang baiknya sistem drainase terutama di daerah permukiman perkotaan. Beberapa permasalahan tersebut akhirnya dapat memicu terjadinya banjir di Kota Sampang. Metode yang digunakan untuk model simulasi banjir adalah metode Gridded Surface Subsurface Hydrologic Analysis (GSSHA), dimana metode tersebut mampu untuk menghasilkan komponen hidrologi dengan baik. Data yang digunakan dalam penelitian ini, antara lain: data Qmorph, Digital Elevation Model–Shuttle Radar Topography Mission (DEM-SRTM), SPOT-5 tahun 2010, peta tanah, data penampang sungai serta data lapangan. Penelitian model simulasi banjir ini menghasilkan volume banjir, debit puncak dan waktu yang digunakan untuk mencapai debit puncak banjir, yang digambarkan dalam hidrograf serta hasil perhitungan kedalaman banjir. Debit puncak yang dihasilkan oleh beberapa DAS, a.l.: DAS Klampis sebesar 5,40 m³/detik, DAS Jelgung sebesar 364788,90 m³/detik, DAS Kamoning sebesar 37,80 m³/detik, Sub DAS Kamoning sebesar 32,40 m³/detik, dan 3 DAS yang merupakan gabungan dari DAS tersebut sebesar 174059.10 m³/detik. Kata Kunci: Model simulasi banjir, GSSHA, Penginderaan jauh.
preface -, -
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 9 No. 2 Desember 2012
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (984.532 KB) | DOI: 10.30536/j.pjpdcd.2012.v9.a1955

Abstract

PERBANDINGAN TEKNIK INTERPOLASI DEM SRTM DENGAN METODE INVERSE DISTANCE WEIGHTED (IDW), NATURAL NEIGHBOR DAN SPLINE (COMPARISON OF DEM SRTM INTERPOLATION TECHNIQUES USING INVERSE DISTANCE WEIGHTED (IDW), NATURAL NEIGHBOR AND SPLINE METHOD) Pasaribu, Junita Monika; Haryani, Nanik Suryo
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 9 No. 2 Desember 2012
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.581 KB)

Abstract

Model simulasi banjir membutuhkan input data berupa Digital Elevation Model (DEM) dengan resolusi spasial 10 meter yang lebih tinggi dibandingkan data DEM Shuttle Radar Topography Mission (SRTM) yang tersedia saat ini. Pembuatan DEM yang lebih detil dapat dilakukan dengan metode interpolasi titik ketinggian. Pada penelitian ini dilakukan penurunan DEM dengan spasial 10 meter dan kajian mengenai perbedaan hasil proses interpolasi dari DEM dengan menggunakan metode Inverse Distance Weighted (IDW), Natural Neighbor, dan Spline. Titik-titik ketinggian dari data DEM SRTM diekstrak dan dirubah menjadi data format point, yang selanjutnya digunakan sebagai input data pada proses interpolasi. Kualitas DEM hasil interpolasi dipengaruhi oleh nilai bobot yang digunakan dalam proses, sehingga dilakukan juga kajian mengenai pengaruh perbedaan bobot terhadap nilai ketinggian hasil interpolasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa DEM dengan resolusi spasial 10 m yang terbaik dihasilkan dengan menggunakan metode interpolasi Natural Neighbor dan tipe regularized spline. DEM yang dihasilkan mempunyai nilai error rendah, permukaan yang halus dan lebih mendekati kenampakan permukaan bumi yang diamati secara visual dari Google Earth. Faktor lain yang berpengaruh untuk meningkatkan kualitas DEM dalam proses interpolasi adalah titik-titik ketinggian sebagai input data harus terdistribusi secara merata di daerah kajian. Kata Kunci: DEM, Interpolasi, Inverse Distance Weighted, Natural Neighbor, Spline

Page 1 of 1 | Total Record : 7