cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 16 No. 1 Juni 2019" : 7 Documents clear
Pengembangan Metode Klasifikasi Lahan Sawah Berbasis Indek Citra Landsat Multiwaktu Parsa, Made; Dirgahayu, Dede; Harini, Sri
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 16 No. 1 Juni 2019
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.372 KB) | DOI: 10.30536/j.pjpdcd.2019.v16.a3076

Abstract

Penelitian pengembangan model klasifikasi lahan sawah berbasis citra penginderaan jauh Landsat bertujuan untuk memperoleh model klasifikasi lahan sawah secara cepat. Penelitian ini menggunakan input citra Landsat (p/r 122064) multiwaktu tahun 2017, informasi spasial lahan baku sawah 2017 skala detil (BIG) dan data hasil suvei lapangan. Penelitian dilaksanakan di salahsatu sentra produksi beras Jawa Barat yaitu di Kabupaten Subang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode threshold (ambang batas) terhadap indek citra Landsat multiwaktu. Sebagai referensi digunakan informasi spasial lahan sawah skala detil yang dilengkapi dengan data hasil survei lapangan menggunakan drone. Pertama dilakukan koreksi atmosfer terhadap citra Landsat, kemudian dilakukan ekstrak/konversi ke beberapa indek (EVI, NDWI, NDBI). Untuk citra-citra yang berawan maka indeksnya diisi dengan teknik interpolasi dari nilai indek sebelum dan setelahnya. Tahap berikutnya adalah smoothing indek dan analisis statistik untuk memperoleh nilai minimum, maksimum, mean, median, range, EVI_tanam, EVI_panen, mean_tanam-panen, mean_veg, mean_generatif, NDWI_tanam, NDWI_panen, NDBI_tanam dan NDBI_panen. Akurasi klasifikasi dihitung dengan teknik confusion matrix (matrik kesalahan) menggunakan referensi informasi spasial skala detil. Berdasarkan analisis dan uji akurasi yang telah dilakukan terhadap beberapa model, akurasi yang paling tinggi dihasilkan oleh model ambang batas tiga indek (EVI_min, EVI, Max, EVI_range) dengan akurasi 90,4% dan nilai kappa 0,80.
Pengaruh Tinggi Muka Air Gambut Sebagai Indikator Peringatan Dini Bahaya Kebakaran di Sungai Jangkang - Sungai Liong Febrianti, Nur; Murtilaksono, Kukuh; Barus, Baba
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 16 No. 1 Juni 2019
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.672 KB) | DOI: 10.30536/j.pjpdcd.2019.v16.a3059

Abstract

Disasters of forest and land fires are increasingly concerned. The nature of peat soil which is easy to lose water and high organic matter content causes peat soils to be very sensitive to fire. Therefore it is necessary to know indicators for early warning of fires on peatlands. The purpose of this study is to determine the critical groundwater level (GWL) as an indicator of peatland fires on the Jangkang River - Sungai Liong. Determination of the critical point of peatland fires as a fire early warning is done by calculating the difference from the value of the undefined TMA with a range of possible errors. The TMA value is obtained from the estimation of several methods, namely data on the physical properties of the soil, the drought index, and a combination of both. The TMA estimation of the physical properties of the soil has a range of fires at depths of 74.3 - 107 cm. In estimating TMA using a drought index, potential fires occur in TMA ranging from 27 - 101 cm. While the combined estimates of the physical properties of the soil and the drought index ranged from 66.8 - 98.8 cm the occurrence of fires on peatland. The results of this study show that the estimated TMA from a combination of field data and drought index provides fairly good accuracy. Thus TMA can be an early warning indicator of the danger of peatland fires. This TMA estimation can give faster results and pretty good accuracy. But this estimation model for TMA does not necessarily apply directly to other research locations. The critical point of peat soil water depth ranges from 27 to 74 cm. The depth of the peatland surface should be maintained less than the critical point, if not then the potential for peatland fires will increase.
Analisis Peningkatan Kualitas Geometri dengan Menggunakan Titik Ikat Bundle Adjustment (Studi Kasus Data Pleiades Wilayah Kabupaten Madiun dan Kabupaten Magetan) Sari, Inggit Lolita; Brahmantara, Randy Prima
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 16 No. 1 Juni 2019
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.657 KB) | DOI: 10.30536/j.pjpdcd.2018.v15.a3048

Abstract

Pemanfaatan data resolusi spasial sangat tinggi seperti Pleaides saat ini mengalami permintaan yang tinggi. Salah satu pemanfaatan data ini untuk mendukung kebencanaan, dimana proses pengolahan otomatisasi dan cepat sangat diperlukan dan tidak terhindarkan. Citra Pleiades telah diakusisi oleh stasiun bumi LAPAN di tahun 2018. Penelitian ini mengkaji tentang peningkatan kualitas geometri citra Pleiades dengan metode titik ikat bundle adjustment (BA) untuk proses mosaik dengan wilayah studi di wilayah Kabupaten Madiun dan Magetan. Metode ini menggunakan parameter keterkaitan geometri antar scene. Keterkaitan tersebut dihubungkan dengan membuat titik ikat. Titik-titik ini berada di area pertampalan antar scene. Citra hasil proses koreksi geometri BA akan dilakukan penilaian kualitas hasil koreksi geometrinya dengan membandikan data koordinat pengukuran lapangan. Hasil penilaian kualitas akurasi koreksi geometri menunjukkan bahwa koreksi geometri menggunakan metode BA lebih mendekati titik koordinat pengukuran lapangan dibandingkan koreksi geometri tanpa BA.
Analisis Tingkat Akurasi Titik Hotspot dari S-NPP VIIRS dan TERRA/AQUA MODIS Terhadap Kejadian Kebakaran Indradjad, Andy; Purwanto, Judin; Sunarmodo, Wismu
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 16 No. 1 Juni 2019
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.713 KB) | DOI: 10.30536/j.pjpdcd.2019.v16.a3053

Abstract

Telah dilakukan sebuah analisis akurasi deteksi kebakaran hutan dengan data hotspot dari satelit penginderaan jauh S-NPP dan TERRA/AQUA. Sensor yang digunakan yaitu Sensor MODIS untuk satelit TERRA/AQUA dan sensor VIIRS untuk satelit S-NPP. Pendeteksian kebakaran hutan dengan titik panas dari data satelit penginderaan jauh dapat digunakan sebagai peringatan dini kebakaran hutan. Titik panas dapat diturunkan dari 2 sensor yang ada disatelit yaitu sensor MODIS dan VIIRS dengan menggunakan algoritma yang telah dikembangkan. Nilai hotspot ini perlu dilakkukan analisis akurasi dengan membandingkan dengan data lapangan tentang kejadian kebakaran. Pada penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis tingkat akurasi hotspot dalam mendeteksi kebakaran hutan. Dengan membandingkan data kejadian kebakaran pada tahun 2017 dan 2018 dan data informasi titik panas pada database titik panas yang dimiliki LAPAN. Hasil akurasi menunjukan untuk sensor MODIS sebesar 45% dan untuk sensor VIIRS sebesar 23%, dengan hasil ini jelas menunjukkan bahwa perlu dilakukan perbaikan untuk meningkatkan akurasi pada informasi titik panas terutama yang diturunkan dari data VIIRS.
Pengembangan Tiling Database untuk Penyimpanan Data Penginderaan Jauh Pada Pembangunan Lapan Engine Widipaminto, Ayom; Safitri, Yuvita Dian; Sunarmodo, Wismu; Rokhmatullah, Rokhmatullah
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 16 No. 1 Juni 2019
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.163 KB) | DOI: 10.30536/j.pjpdcd.2019.v16.a3057

Abstract

Data citra penginderaan jauh termasuk dalam kategori data unstructured yang dicirikan dengan volume data besar dan diperbaharui secara berkala. Diperlukan teknik khusus dalam penyimpanan data berkapasitas besar serta didukung mesin pengolah data berkemampuan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan desain representasi data citra penginderaan jauh yang lebih efisien dalam penyimpanan dan pengolahan dibanding metode konvensional yang digunakan saat ini. Desain yang diajukan menerapkan konsep tiling database, yaitu metode memecah data citra menjadi potongan-potongan berukuran kecil dengan identitas tertentu, kemudian memasukkannya kedalam database. Hasil pengujian metode tiling database dibanding metode konvensional didapatkan bahwa volume penyimpanan dapat ditekan hingga 25%, dan kecepatan pembacaan data meningkat sekitar 21%. Sistem ini mampu mendukung pengembangan LAPAN Engine karena menawarkan strategi penyimpanan yang lebih efektif dari segi volume, dan efisien dalam segi kecepatan pembacaan data, meskipun proses tiling ke dalam database memerlukan waktu yang cukup lama.Kata Kunci : tiling, database, penyimpanan, citra, penginderaan jauh
Analisis Metode Kompresi Berdomain Wavelet pada Citra Satelit Resolusi Sangat Tinggi Widipaminto, Ayom; Indradjad, Andy; Monica, Donna; Rokhmatuloh, Rokhmatuloh
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 16 No. 1 Juni 2019
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1188.623 KB) | DOI: 10.30536/j.pjpdcd.2019.v16.a3058

Abstract

Masalah yang kerap terjadi pada citra satelit penginderaan jauh, terutama citra resolusi sangat tinggi, salah satunya adalah besarnya media penyimpanan dan bandwidth yang dibutuhkan saat data ditransmisi ke tempat lain. Pada pengolahan citra satelit, kompresi data perlu dilakukan pada data citra satelit yang ada demi memudahkan transmisi dan penyimpanan citra. Makalah ini melakukan komparasi pada metode-metode kompresi domain wavelet yaitu metode wavelet, bandelet, dan CCSDS agar ditemukan metode terbaik untuk mengompresi data citra satelit resolusi sangat tinggi Pleiades. Hasil percobaan menunjukkan bahwa metode wavelet dan bandelet lebih baik dalam hal mempertahankan kualitas citra dengan PSNR di kisaran 50 dB, sementara metode CCSDS lebih baik dalam hal mereduksi ukuran citra menjadi seperdelapan citra asli.
Kajian Citra Satelit Spot-7 untuk Estimasi Standing Carbon Stock Hutan Mangrove dalam Upaya Mitigasi Perubahan Iklim (Climate Changes) di Lampung Selatan Simarmata, Nirmawana; Elyza, Fitralia; Vatiady, Rezalian
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 16 No. 1 Juni 2019
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.pjpdcd.2019.v16.a3050

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang pemanfaatan citra resolusi tinggi untuk estimasi cadangan karbon hutan mangrove. Ekosistem hutan mangrove memiliki keistimewan yaitu dapat mengikat karbon jauh lebih tinggi dibandingkan dengan hutan lahan kering. Ekosistem mangrove mampu menyerap karbon di udara sebanyak 67,7 MtCO2 per tahun. Hasil perhitungan dan pemetaan cadangan karbon dapat digunakan sebagai acuan dalam pengelolaan kawasan hutan mangrove di masa yang akan datang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengestimasi, mengidentifikasi dan memetakan cadangan karbon hutan mangrove serta menganalisis dan mengkaji penilaian jasa pelayanan ekosistem (ecosystem service) alam untuk memprediksi status stok karbon berdasarkan kondisi penggunaan lahan/tutupan lahan saat ini atau yang akan datang. Jenis data yang digunakan adalah citra SPOT 7 yang mempunyai resolusi 6 meter. Nilai biomassa diperoleh dari hasil transformasi NDVI dimana nilai indeks akan dikelaskan berdasarkan objeknya yang meliputi objek ladang, kawasan mangrove, laut dan sebagainya. Hasil penelitian diperoleh kelas kepadatan rendah mempunyai nilai karbon antara 71,64 ? 91,48 ton/ha,  kelas kepadatan sedang mempunyai nilai karbon antara 91,48 ? 111,31 ton/ha serta kelas kepadatan tinggi mempunyai nilai karbon antara 111,31 ? 131,15 ton/ha. Berdasarkan hasil uji RMSE menunjukkan bahwa nilai RMSE berkisar antara  11.61 sampai 13.07.  

Page 1 of 1 | Total Record : 7