cover
Contact Name
STIKES Hang Tuah Tanjungpinang
Contact Email
jurnalstikesht@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalstikesht@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JURNAL KEPERAWATAN
ISSN : 20869703     EISSN : 26217694     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Keperawatan STIKES Hang Tuah Tanjungpinang memuat kajian di bidang keperawatan, meliputi: 1. keperatawan anak dan maternitas 2. keperatawan jiwa, komunitas, keluarga dan gerontik 3. keperatawan dasar dan manajemen keperawatan 4. keperatawan medikal bedah 5. keperatawan gawat darurat
Arjuna Subject : -
Articles 89 Documents
EFEKTIFITAS RENDAM KAKI AIR HANGAT DENGAN AROMATERAPI LAVENDER DAN TERAPI AUDIO MUROTTAL TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS TIDUR LANSIA Sulistia Ayu, Nur Meity; Kurniasih, Denti; Sucinda, Anggraini
JURNAL KEPERAWATAN Vol 6, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : STIKES Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.696 KB)

Abstract

Foot Soaking Warm Water with lavender aromatherapy and murottal audio an alternative giving effect reduce stress, anxiety, relax body and mind and reduce interference quality sleep. Aim research this is to analyze difference effectiveness warm water foot bath with lavender and aromatherapy murottal audio therapy to enhancement quality sleep elderly in Home Happy Bintan Year 2016. Method The research experiment quasi (quasi-experiment), research this use design pre and posttest without a control group. Sample research this as many as 40 respondents. Results research obtained characteristics respondents majority aged 60-74 years as many as 72.5% of respondents and distributed on group soak warm foot water aromatherapy lavender as much as 85% of respondents , while based on type sex majority manifold sex women as much as 82.5% distributed on murottal audio group as many as 85% of respondents , results research soak warm foot water with lavender aromatherapy is obtained results test statistics WilcoxonΡ value 0,000 (<0.05) with Ho thus rejected , result murottal audio research obtained results test WilcoxonΡ value 0.004 (<0.05) with Ho thus rejected, result in analysis use test mann whitney showing ρ value 0,024 (<0,05) which means there is difference enhancement between group soak warm foot water with lavender and aromatherapy group murottal audio therapy to quality sleep elderly .  ABSTRAK  Rendam kaki air hangat dengan aromaterapi lavender dan audio murottal salah satu alternative yang dapat memberi efek menurunkan stress, cemas, merilekskan tubuh dan fikiran serta mengurangi gangguan kualitas tidur. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan efektifitas rendaman kaki air hangat dengan aromaterapi lavender dan terapi audio murottal terhadap peningkatan kualitas tidur lansia di Rumah Bahagia Bintan Tahun 2016. Metode penelitian yang digunakan eksperimen semu (quasi eksperimen), penelitian ini menggunakan rancangan pre and posttest whitout control group. Sampel penelitian ini sebanyak 40 responden. Hasil penelitian didapatkan karakteristik responden mayoritas berusia 60-74 tahun sebanyak 72,5% responden dan terdistribusi pada kelompok rendam kaki air hangat aromaterapi lavender sebanyak 85% responden, sedangkan berdasarkan jenis kelamin mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 82,5% yang terdistribusi pada kelompok audio murottal sebanyak 85% responden, hasil penelitian rendam kaki air hangat dengan aromaterapi lavender didapatkan hasil uji statistik WilcoxonΡ value 0,000 (<0,05)  dengan demikian Ho ditolak, hasil penelitian audio murottal didapatkan hasil uji WilcoxonΡ value 0,004 (<0,05) dengan demikian Ho ditolak, hasil analisis menggunakan uji mann whitney menunjukan ρ value 0,024 (<0,05) yang artinya ada perbedaan peningkatan antara kelompok rendam kaki air hangat dengan aromaterapi lavender dan kelompok terapi audio murottal terhadap kualitas tidur lansia
PENGARUH PROMOSI KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PADA REMAJA Utami, Risqi; Alvionita, Venni
JURNAL KEPERAWATAN Vol 9, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : STIKES Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.413 KB)

Abstract

ABSTRACTAdolescent Reproductive Health Problems must get serious attention to prepare reliable human resources in order to realize a quality family. This study aims to determine the effect of health promotion toward adolescents’ knowledge on reproductive health in grade X students. The study design used pre-experimental method with pretest-posttest one group design. The sample population was 40 students of class X with sample of convenience technique. The datawas collected on April-August 2018, the research instrument used a questionnaire. Data was analyzed using T-test analysis technique. The results of the study of the average student knowledge about Reproductive Health before being given Health Promotion 11.88 ± SD 0.82 and after being given Health Promotion 19.75 ± SD 0.49 of the total score 20 increased 7.87, the test results T-Test was obtained p 0.000 (p <0.05). In conclusion, there is the effect of health promotion on the level of adolescent knowledge about reproductive health. It is suggested for respondents to be more active in seeking information about the importance of Reproductive Health in order to realize so much risk if they do not maintain their reproductive organs and functions. ABSTRAKMasalah Kesehatan Reproduksi Remaja harus mendapat perhatian serius untuk menyiapkan sumber daya manusia yang andal guna mewujudkan keluarga yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan remaja pada kesehatan reproduksi pada siswa kelas X. Desain penelitian menggunakan metode pra-eksperimen dengan desain satu kelompok pretest-posttest. Populasi sampel adalah 40 siswa kelas X dengan sampel teknik kenyamanan. Data dikumpulkan pada bulan April-Agustus 2018, instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan teknik analisis uji-T. Hasil penelitian rata-rata pengetahuan siswa tentang Kesehatan Reproduksi sebelum diberikan Promosi Kesehatan 11,88 ± SD 0,82 dan setelah diberi Promosi Kesehatan 19,75 ± SD 0,49 dari total skor 20 meningkat 7,87, hasil tes T-Test diperoleh p 0,000 (p <0,05). Kesimpulannya, ada pengaruh promosi kesehatan terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Disarankan bagi responden untuk lebih aktif dalam mencari informasi tentang pentingnya Kesehatan Reproduksi untuk menyadari begitu banyak risiko jika mereka tidak mempertahankan organ dan fungsi reproduksi mereka.
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS TEPID SPONGE DAN PLESTER KOMPRES UNTUK MENURUNKAN SUHU TUBUH ANAK USIA TODDLER DENGAN DEMAM Pujiati, Wasis
JURNAL KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2016): Juli 2016
Publisher : STIKES Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.877 KB)

Abstract

ABSTRACT Compress is wrong one method physical for lowered temperature body and is non- pharmacological management when child experience fever. Wrong one method compress frequently used is giving tepid sponge. the tepid sponge has effect vasodilation vessels blood so happen enhancement Flow blood. Aim research this is for knowing difference effective? tepid sponge and plaster compress in lowered temperature body child age toddler who suffered fever in Room Small Subi Rumkital Dr. Midiyato. S Tanjungpinang. The method used in research this is Quasi Eksperimen with design pretest and posttest nonequivalent control group. The number the sample used on research this is 30 respondents, 15 respondents are group experiment with treatment tepid sponge and 15 respondents is group control with use technique accidental sampling on month February 19 - 19 March. Instruments used is a digital thermometer and sheet observation. Test hypotheses used is many Whitney test. There is decline temperature body on treatment tepid sponge and compress plaster in lowered temperature body on children who experience fever with p-value 0.004 (<0.05) values difference decline temperature is 0.2 0 C. ABSTRAK Kompres adalah salah satu metode fisik untuk menurunkan suhu tubuh dan merupakan penatalaksanaan non farmakologis bila anak mengalami demam. Salah satu metode kompres yang sering digunakan adalah pemberian tepid sponge . tepid sponge memiliki efek vasodilatasi pembuluh darah sehingga terjadi peningkatan aliran darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan efektifiras tepid sponge dan plester kompres dalam menurunkan suhu tubuh anak usia toddler yang mengalami demam di Ruang Subi Kecil Rumkital Dr. Midiyato. S Tanjungpinang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan rancangan pretest and posttest nonequivalentcontrol group. Banyaknya sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 30 responden, 15 responden adalah kelompok eksperimen dengan perlakuan tepid sponge dan 15 responden adalah kelompok kontrol dengan menggunakan teknik aksidental sampling pada bulan februari 19 - 19 maret. Instrumen yang digunakan adalah thermometer digital dan lembar observasi. Uji hipotesis yang digunakan adalah mann whitney test. Ada penurunan suhu tubuh pada perlakuan tepid sponge dan kompres plester dalam menurunkan suhu tubuh pada anak yang mengalami demam dengan p-value 0,004 (< 0,05) nilai selisih penurunan suhu adalah 0,2 0C. B
PENGARUH KOMPRES AIR HANGAT DAN KOMPRES HANGAT JAHE TERHADAP NYERI ARTRITIS REUMATOID Yuliana, Rian
JURNAL KEPERAWATAN Vol 6, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : STIKES Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.316 KB)

Abstract

ABSTRACTProcess aging cause many complaint wrong only is pain Arthritis Rheumatoid. On pain, The Rheumatoid Arthritis usually will appear no sense comfortable for touched, appears swelling, inflammation, stiffness, and restrictions movement. Required something action pharmacology and pharmacology for reducing pain on continuing age, wrong only is therapy nonpharmacologic warm water compresses and compress warm ginger. Aim from research this for know warm Water Competition and Compress Warm Ginger To Pain Arthritis Rheumatoid In Elderly in Posyandu Batu 10 the Tanjungpinang year 2016. It is research quantitative with use design Quasi-Experiments with Pretest and Posttest Nonequivalent Control Group, retrieval sample on research this use Cluster Sampling on 22 respondents of 220 existing elderly population in Posyandu Batu 10 Tanjungpinang and in analysis with test Paired T-test. Test Paired T-test statistic obtained result value ρ value 0,000 ρ <α 0, 05 then Ha is accepted and could in interpret that there is a significant influence between warm water compresses and compress warm ginger to decline pain Arthritis Rheumatoid. Average result changes pain Arthritis Rheumatoid higher on giving compress warm ginger ie 5,364 compared to give warm water compresses ie 2,909. This means that warm ginger compresses are more effective in reducing the pain of rheumatoid arthritis in the elderly.ABSTRAKProses penuaan pada lanjut usia menyebabkan banyak keluhan salah satunya adalah nyeri Artritis Reumatoid. Pada nyeri Artritis Reumatoid ini biasanya akan muncul rasa tidak nyaman untuk disentuh, muncul pembengkakan, peradangan, kekakuan, dan pembatasan gerakan. Diperlukan suatu tindakan farmakologi dan nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri pada lanjut usia, salah satunya adalah terapi nonfarmakologi kompres air hangat dan kompres hangat jahe. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuiPengaruhKompes Air Hangat dan Kompres Hangat Jahe Terhadap Nyeri Artritis Reumatoid Pada Lansia di Posyandu Batu 10 Tanjungpinang tahun 2016. Merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain Quasi Eksperimen dengan Pretest and Posttest Nonequivalent Control Group, pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Cluster Sampling pada 22 responden dari 220 populasi lansia yang ada di Posyandu Batu 10 Tanjungpinang dan di analisis dengan uji Paired T test. Uji statistik Paired T test diperoleh hasil nilaiρ value 0,000 ρ < α 0,05 maka Ha diterima dan dapat di artikan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara kompres air hangat dan kompres hangat jahe terhadap penurunan nyeri Artritis Reumatoid. Hasil rata-rata perubahan nyeri Artritis Reumatoid lebih tinggi pada pemberian kompres hangat jahe yaitu 5,364 dibandingkan pada pemberian kompres air hangat yaitu 2,909. Hal ini artinya kompres hangat jahe lebih efektif dalam menurunkan nyeri Artritis Reumatoid pada lansia. 
PENGARUH BATUK EFEKTIF TERHADAP PENGELUARAN SPUTUM PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS KAMPUNG BUGIS TANJUNGPINANG Widiastuti, Linda
JURNAL KEPERAWATAN Vol 9, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : STIKES Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.634 KB)

Abstract

ABSRACTThe checking of sputum is very important because of finding the bacteria of BTA , thediagnosis of TBC has been able to be positive but it isn’t easy to obtain sputum, especially forpatient who doesn’t cough or non productive cough. The purpose of research is to understandthe influence of effective cough against the out of sputum against the patient of TB at PublicHealth Center of Kampung Bugis. This research is as pre experience with a kind of one – grouppre – post test design. The population is 26 respondents includes all patients of TB at PublicHealth Center of Kampung Bugis. The total of samples is 24 respondents taken to useAccidental sampling . independent variable is effective cough and dependent variable is theout of sputum. The analysis of data with the test of chi quadrate with the level of significanceα ; ≤ 0,05. The result of research is obtained the most of respondents can’t take out of sputumbefore being trained effective cough are 19 respondents ( 79,2% ) and the statistic test result ofchi quadrate is 0,021 means ,0,05 so that Ha is accepted. The patient of TB with getting rightcough is namely effective cough can make the best of energy so that patient doesn’t get tiredeasily and being able to take out of sputum maximally and being advised one day beforechecking sputum , patient is advised to drink ± 2 liters to make sputum get out easily.ABSTRAKPemeriksaan sputum sangat penting karena dengan ditemukan kuman BTA, diagnosis TBCsudah dapat dipastikan tetapi tidak mudah mendapatkan sputum terutama pada pasien yangtidak batuk atau batuk yang non produktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuipengaruh batuk efektif terhadap pengeluaran sputum pada pasien TB di Puskesmas KampungBugis Kota Tanjungpinang. Penelitian ini merupakan pra eksperimen dengan jenis one-grouppre-post test design. Populasi sejumlah 26 responden mencakup Semua pasien TB diPuskesmas Kampung Bugis. Sampel sejumlah 24 responden diambil menggunakan Accidentalsampling. Variabel independen adalah batuk efektif dan Variabel dependen pengeluaransputum. Analisa data dengan uji chi kuadrat dengan tingkat signifikan p ≤ 0,05. Hasil penelitiandidapatkan sebagian besar responden tidak dapat mengeluarkan sputum sebelum dilatih batukefektif sebesar 13 responden (54,2%) dan hampir seluruh responden dapat mengeluarkansputum sesudah dilatih batuk efektif sebesar 19 responden (79,2%) dan hasil uji statistik chikuadrat 0,021 berarti < 0,05 maka Ha diterima. Pasien TB dengan melakukan batuk yang benaryaitu batuk efektif dapat menghemat energi sehingga tidak mudah lelah dan dapatmengeluarkan dahak secara maksimal dan dianjurkan satu hari sebelum pemeriksaan sputum,pasien dianjurkan minum ± 2 liter untuk mempermudah pengeluaran sputum.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PASANGAN USIA SUBUR (PUS) UNTUK TIDAK MENGGUNAKAN ALAT KONTRASEPSI DI KAMPUNG TUA CUNTING KELURAHAN TANJUNG UNCANG KOTA Susanti, nn
JURNAL KEPERAWATAN Vol 9, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : STIKES Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.57 KB)

Abstract

ABSTRACTPresurvey results of BKKBN (2017) indicated that there were 3,858 of fertile-age couples at KelurahanTanjungUncang who were not Family Planning participants. The purpose of this study was to find out the factors affecting the fertile age couples not to use contraception devices. This research methodology was an analytical survey with a cross sectional approach. Sampling was done by simple random sampling technique. The research site was in KampungTuaCunting on May-August 2018 with 30 respondents. From the results of the study, there were 21 respondents (70%) poor knowledge. In the chi square test, it was found that p = 0.004, then there was a correlation between knowledge and the use of contraception devices. It was found 16 Catholic respondents (53.3%) who did not support. The Chi Square test alse revealed that p = 0.225; hence, there was no relationship between religion and the use of contraception devices, and there were 18 respondents (60%) who did not receive family planning counseling. The Chi Square Test showed p= 0,001; there is a correlation between the frequency of Family-Planning counselling from health workers and the use of contraseptcion devices. ABSTRAKHasil Presurvey BKKBN pada tahun 2017 Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) Kelurahan Tanjung Uncang Terdapat 3.858 Jumlah PUS yang bukan peserta KB. Tujuan Untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan pasangan usia subur (PUS) Untuk tidak menggunakan Alat Kontrasepsi Metodologi Penelitian ini bersifat survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. dengan teknik simple random sampling. Tempat penelitian ini di kampung Tua cunting pada bulan Mei-Agustus 2018 dengan Responden 30 orang. Dari Hasil penelitian terdapat 21 responden (70%) berpengetahuan kurang. Pada uji chi square didapat p= 0,004 ,maka ada hubungan antara pengetahuan dengan penggunaan alkon. Terdapat 16 responden beragama katholik (53,3%) yang tidak mendukung. Pada uji chi square didapat p= 0,225 maka tidak ada Hubungan antara Agama dengan Penggunaan Alkon, dan Terdapat 18 responden (60%) yang tidak mendapat penyuluhan KB, Pada uji chi square didapat p= 0,001 maka ada hubungan antara Frekuensi mendapatkan penyuluhan KB dari tenaga kesehatan dengan penggunaan Alkon.
EFEKTIFITAS HELIOTERAPI DAN JALAN KAKI TERHADAP PENURUNAN HIPERTENSI PADA LANSIA Priatna, Heri
JURNAL KEPERAWATAN Vol 6, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : STIKES Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.757 KB)

Abstract

ABSTRACT Aging or becoming old is a state that occurs in human life. The purpose of this study  to determine the effect of heliotherapy and walking on the decrease of elderly blood pressure at Panti Werdha Rumah Bahagia Bintan. The study design used was quasi experiment with pretest and posttest design Nonequivalent Control Group, with Simple RandomSampling. Number of samples 16 respondents 8 groups of helioterapi and 8 groups on foot. This study uses statistical analysis wilcoxcon test and Mann whitnay test where the test to determine the effect and difference in effectiveness of the two variables. The results obtained by using the Wilcoxon test for helioterapi is value 0,034 and 0,014 foot value (<0.005) concluded that there is significant influence between helioterapi and walk to the decrease in blood pressure of hypertension in the elderly. And to value the results obtained using the test mann whitnay value which means the value 0.602 Ho failed rejected, which means that there is no significant difference between helioterapi and walk to the decrease in blood pressure but can be seen from the mean value of 9.00 and walking helioterapi 8 , 00 can be drawn the conclusion that helioterapi more effectively to lower blood pressure.  ABSTRAK Menua atau menjadi tua adalah suatu keadaan yang terjadi di dalam kehidupan manusia.. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh efektifitas helioterapi dan jalan kaki terhadap penurunan tekanan darah lansia di Panti Werdha Rumah Bahagia Bintan. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen dengan desain Pretest and Posttest Nonequivalent Control Group, dengan Simple RandomSampling. Jumlah sampel 16 responden 8 kelompok helioterapi dan 8 kelompok jalan kaki. Penelitian ini menggunakan analisis statistik uji wilcoxcon dan uji mann whitnay dimana uji untuk mengetahui pengaruh dan perbedaan efektifitas dari kedua variable. Hasil penelitian yang diperoleh dengan menggunakan uji wilcoxon untuk helioterapi adalah ρ value 0,034 dan jalan kaki ρ value 0,014  (< 0,005) disimpulkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara helioterapi dan jalan kaki terhadap penurunan tekanan darah hipertensi pada lansia. Dan untuk nilai hasil menggunakan uji mann whitnay didapat nilai ρ value 0,602 yang berarti Ho gagal ditolak yang berarti bahwa tidak adanya perbedaan yang signifikan antara helioterapi dan jalan kaki terhadap penurunan tekanan darah namun bisa dilihat dari nilai mean untuk helioterapi 9,00 dan jalan kaki 8,00 bisa ditarik kesimpulan bahwa helioterapi lebih efektif menurunkan tekanan darah.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIOVISUAL TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG BAHAYA MEROKOK Wahyu, Afnijar; Ernawati, nn
JURNAL KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2016): Juli 2016
Publisher : STIKES Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.504 KB)

Abstract

ABSTRACT Adolescence is a transition period between childhood and adolescence namely between 12 to 21 years.The Failure in the control of the social skills can cause aberrant behavior.one form of juvenile delinquency that might not receive social or breach of moral status is cigarettes. The method is done in this research the type of this research done by using research design pre experiments in one group one group pretest-posttest design is a design no group comparison (Control), but most do not already in complete first observation (pretest) which allows testing the changes that occurred after the experiment (program). Before conducted health education using audiovisual first performed the measurement of knowledge and then measured again the level of knowledge after the given health education using audiovisual. This research results obtained from SMPN 7 Tanjungpinang with the number of respondents 41 students with value ρ 0,000<0.05. So the influence of health education using audiovisual has enough influence significant so that p < 0.05 Ho rejected indicates the influence of health education use of learning media audiovisual toward knowledge teenagers about the dangers of smoking on students SMP 7 Tanjungpinang. ABSTRAK Remaja merupakan masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa yakni antara 12 sampai 21 tahun.Kegagalan dalam menguasai keterampilan sosial tersebut dapat menyebabkan perilaku menyimpang.Salah satu bentuk kenakalan remaja yang tidak dapat di terima sosial atau pelanggaran status moral adalah rokok. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini Jenis penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian pra eksperimen dalam satu kelompok rancangan one gruop pretest posttest adalah rancangan yang tidak ada kelompok pembanding (kontrol), tetapi paling tidak sudah di lakukan observasi pertama (pretest) yang memungkinkan menguji perubahan-perubahan yang terjadi setelah adanya eskperimen (program). Sebelum dilakukan pendidikan kesehatan menggunakan audiovisual terlebih dahulu dilakukan pengukuran pengetahuan, kemudian diukur lagi tingkat pengetahuannya setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan audiovisual. Hasil penelitian ini diperoleh dari SMPN 7 Tanjungpinang dengan jumlah responden 41 siswa dengan nilai ρ 0,000<0,05. Sehingga pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan audiovisual memiliki pengaruh yang cukup singnifikan sehingga p < 0,05 Ho ditolak menunjukkan adanya pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media pembelajaran audiovisual terhadap pengetahuan remaja tentang bahaya merokok pada siswa SMP Negeri 7 Tanjungpinang.
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN KEJADIAN RUPTURE PERINEUM PADA PERSALINAN NORMAL DI BPM ASRIATI KECAMATAN BENGKONG Yunita, Prasida
JURNAL KEPERAWATAN Vol 9, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : STIKES Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.169 KB)

Abstract

ABSTRACTRupture Perineum happens on delivery because of some factors, they are delivery position, straining technique, delivery instruction and birth weight. The objective of this study was to identify the correlation between birth weight and rupture perineum incidences on vaginal delivery. This is an analytical study which secondary data come from medical record with 54 partum women as population. Sampling technique was total sampling at Asriati Independent Midwifery Clinic since April to May 2017. Data analysis was through chi-square resulting p = 0.427 > 0.05 which indicates there is no correlation between birth weight and rupture perineum incidences. The incidence may happen on multipara women, frequently pregnant. The midwives should promote pregnant gymnastic and pregnant consultation to reduce rupture perineum risk which can lead to post partum bleeding. ABSTRAKRuptur Perineum terjadi saat persalinan karena beberapa faktor, yaitu posisi persalinan, teknik mengejan, instruksi persalinan dan berat lahir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi korelasi antara berat lahir dan kejadian ruptur perineum pada persalinan pervaginam. Ini adalah studi analitik yang data sekundernya berasal dari rekam medis dengan 54 wanita partum sebagai populasi. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling di Asriati Independent Midwifery Clinic sejak April hingga Mei 2017. Analisis data melalui chi- square menghasilkan p = 0,427> 0,05 yang menunjukkan tidak ada korelasi antara berat lahir dan kejadian ruptur perineum. Insiden dapat terjadi pada wanita multipara , sering hamil. Bidan harus mempromosikan senam hamil dan konsultasi hamil untuk mengurangi risiko ruptur perineum yang dapat menyebabkan perdarahan post partum.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PENYAKIT PNEUMONIA PADA BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS SAMBAU Aryaneta, Yenni
JURNAL KEPERAWATAN Vol 9, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : STIKES Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.512 KB)

Abstract

ABSTRACTBased on data from the City Health Office Batam Year 2014 from 10 health centers located in the city of Batam, Puskesmas Puskesmas Sambau is that the incidence of pneumonia is the second highest in the city of Batam. The purpose of this study was to determine mothers' knowledge of pneumonia in children under five in the region Puskesmas Sambau 2015. Research methods used in this research is to use the techniques of non probabilitysampling conducted descriptive with cross sectional approach, a sampling technique that accidental sampling with a population of 321 and samples of 78 respondents. By way of distribution of questionnaires to the respondents, totaling 20 statement questionnaire study was conducted in August and carried out in Regional Health Center Sambau. From the results of research conducted by the authors that the mothers' knowledge of pneumonia in infants as a whole is less as many as 48 people (62%). Recommendations are expected for health workers to improve the quality of health services regarding disease pneumonia in infants. ABSTRAKBerdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Batam Tahun 2014 dari 10 Puskesmas yang berada di wilayah Kota Batam, Puskesmas Sambau merupakan Puskesmas yang angka kejadian Pneumonia tertinggi ke dua di kota Batam. Tujuan Penelitian ini Untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang penyakit pneumonia pada balita di Wilayah Puskesmas Sambau tahun 2015. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik non probabilitysampling yang dilakukan secara Deskriftif dengan pendekatan cros sectional, teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling dengan populasi 321 dan sampel sebanyak 78 responden. Dengan cara pembagian kuisioner kepada responden, kuisioner berjumlah 20 pernyataan penelitian dilakukan pada bulan agustus dan dilakukan di Wilayah Puskesmas Sambau. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis bahwa pengetahuan ibu tentang penyakit pneumonia pada balita secara keseluruhan adalah Kurang yaitu sebanyak 48 orang (62%).Saran diharapkan bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan mengenai penyakit pneumonia pada balita.